Journal of Management and Social Sciences (JIMAS) Vol. No. 3 August 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 DOI: https://doi. org/10. 55606/jimas. Available online at : https://journal-stiayappimakassar. id/index. php/Jimas Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang Sela Saputri 1*. Heryono Susilo Utomo2 Universitas Mulawarman. Indonesia Alamat: Jl. Muara Muntai. Kampus Gunung Kelua. Samarinda 75119. Kalimantan Timur. Indonesia Korespondensi penulis: selasptri06@gmail. Abstract. The need for the community to obtain quality public services requires the government to make many efforts to improve services in order to meet the expectations of citizens. Such as government efforts, namely by creating innovative services. One of them in the Satimpo Village. Bontang City, created an innovation in the working hours of night services "night snacks" which aims to improve public services related to village services. This study aims to determine how much influence the innovation of night service working hours . ight snack. has on the quality of public services at the Satimpo Village Office. Bontang City. The method in this study is quantitative with service innovation variables and public service quality variables. The data collection technique is using a questionnaire distributed to 99 respondents. Then analyzed using the SPSS 29 application. The results of the study stated that the coefficient of determination (R. value was 0. 301, which means that the influence of the innovation of night service working hours . ight snack. on the quality of public services at the Satimpo Village Office is 30. 1% and the remaining 69. 9% is influenced by other variables not examined in this study. Keywords: Innovation. Service Public. Quality Service Abstrak. Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang berkualitas menuntut pemerintah melaksanakan banyak usaha untuk meningkatkan pelayananan agar dapat memenuhi harapan warga negara. Seperti upaya pemerintah yaitu dengan menciptakan layanan yang inovatif. Salah satunya di Kelurahan Satimpo Kota Bontang menciptakan inovasi jam kerja pelayanan malam Aujajanan malamAy yang bertujuan untuk dapat meningkatkan pelayanan masyarakat yang ada kaitannya dengan pelayanan kelurahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam . ajanan mala. terhadap kualitas pelayanan publik di kantor kelurahan satimpo kota bontang. Metode pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan variabel inovasi pelayanan dan variabel kualitas pelayanan publik. Teknik pengumpulan data ialah menggunakan kuesioner yang disebar pada 99 responden. Lalu dianalisis menggunakan aplikasi SPSS 29. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi (R. sebesar 0,301 yang artinya pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam . ajanan mala. terhadap kualitas pelayanan publik di kantor kelurahan satimpo adalah sebesar 30,1% dan sisanya 69,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kata kunci: Inovasi. Kualitas Pelayanan. Pelayanan Publik LATAR BELAKANG Salah satu kewajiban negara ialah memberikan pelayanan publik untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat, yang dimana negara bertindak sebagai rakyat dan pelaksana bertindak sebagai pihak yang menerima. Menurut Pasal 1 Ayat 1 dari Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2009, pelayanan publik ialah aktivitas dalam rangka memenuhkan kebutuhan layanan atas barang, jasa, serta pelayanan administrasi yang sudah disiapkan dari pelaksana pelayanan serta cocok dengan peraturan perundang-undangan. Masyarakat merasa senang jika pelayanan yang didapatkan cocok dengan yang masyarakat Received: Juni 12, 2024. Revised: Juni 28, 2024. Accepted: Juli 29, 2024. Online Available: Juli 31, 2024. Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang inginkan, sehingga dari itu dibutuhkan kolaborasi antar pelaksana pelayanan publik agar dapat menciptakan efektivitas terhadap proses pelayanan, sebagaimana dijelaskan oleh Osborne dan Strokosch dalam Andyansah . yaitu dalam proses pelayanan publik dibutuhkan interaksi antar pihak pelaksana atau penyelenggara pelayanan agar mendapatkan kelancaran dalam memberikan layanan publik serta tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai. Diantaranya Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan yang berada dibawah pemerintahan Kota Bontang. Pelayanan publik di Kelurahan Satimpo saat ini sudah berjalan optimal, namun masih perlu diperhatikan beberapa faktor dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, ialah diperlukan adanya kebijakan dalam menciptakan kualitas pelayanan publik lebih baik lagi. Permasalahan pelayanan publik mempunyai dampak cukup besar terhadap kehidupan Seiring berjalannya waktu, kebutuhan manusia akan pelayanan berupa barang, jasa maupun administrasi akan semakin meningkat, maka dari itu organisasi publik dan organisasi perusahaan dituntut untuk memberikan pelayanan secara profesional, tentunya agar dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan konsumen. Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan publik yang memiliki kualitas menuntut pemerintah melaksanakan banyak usaha untuk meningkatkan pelayananan agar dapat memenuhi harapan warga negara. Seperti usaha pemerintah yaitu dengan menciptakan layanan yang inovatif. Jadi, pelayanan inovatif diwujudkan dari inovasi yang ada di dalam pelayananan. salah satunya inovasi yang dilakukan oleh Kelurahan Satimpo ialah inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam atau disingkat dengan Jajanan Malam. Inovasi Jajanan Malam ini hanya dilakukan di hari selasa dan kamis pada pukul 30 WITA, inovasi jajanan malam dilakukan seminggu dua kali. Inovasi Jajanan Malam ini bertujuan untuk dapat meningkatkan pelayanan masyarakat yang ada kaitannya dengan pelayanan kelurahan, salah satunya pelayanan administrasi mengurus surat bagi sebagian masyarakat yang berkerja sebagai karyawan perusahaan serta membantu masyarakat yang belum sempat atau tidak dapat mengakses pelayanan di siang hari di Kantor Kelurahan. Masyarakat Kelurahan Satimpo mayoritas karyawan perusahaan sehingga mereka cenderung lebih memilih datang atau mengurus surat administrasi pada malam hari. Aksi perubahan tersebut adalah upaya dalam meningkatkan kualitas layanan Kelurahan Satimpo seperti melakukan penambahan jam kerja ekstra di luar jam pelayanan kantor sehingga masyarakat lebih santai dalam mengurus sendiri tanpa perantara sekaligus bersilaturahmi dengan pihak Kelurahan. Dengan menambah jam pelayanan malamhari diharapkan masyarakat dapat mengurus pelayanan setelah jam kerja sehingga masyarakat dapat memenuhi JIMAS - VOL. NO. 3 AUGUST 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 persyaratannya dari Ketua RT. Masyarakat yang sebagai pekerja di perusahaan sekaligus masyarakat kelurahan Satimpo bisa memanejemen waktu dengan baik sehingga indeks kepuasan masyarakat meningkat,serta menjadikan kelurahan Satimpo bisa melayani masyarakat secara prima. Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka peneliti merumuskan masalah yaitu: seberapa besar pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang?. Dengan tujuan penelitian untuk mengetahui seberapa besar pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. terhadap kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang. KAJIAN TEORITIS Pelayanan Publik Kata bahasa Inggris untuk pelayanan adalah service. Menurut Moenir dalam Korengkeng . mengartikan pelayanan sebagai Pelayanan adalah proses pemuasan yang dibutuhkan melalui kegiatan orang lain secara langsung. Batinggi dalam Sawir . Ada beberapa cara untuk menggambarkan pelayanan publik sebagai tindakan maupun suatu kegiatan yang dilaksanakan pemerintah untuk mengikuti keinginan masyarakat atau masyarakat luas. Demikian itu, sudah menjadi tugas pemerintah untuk memberi layanan yang sudah menjadi hak seluruh masyarakat. Sementara itu, menurut Kurniawan menyebutkan bahwa pelayanan publik ialah peyedia pelayanan atau melayani apa yang dibutuhkan masyarakat yang memiliki kepentingan terhadap organisasi berdasarkan aturan maupun prosedur dasar yang telah ditetapkan. (Kurniawan dalam Sawir, 2. Inovasi Pelayanan Publik Menurut Albury dalam Muzdhalifah . menjelaskan, inovasi adalah new ideas that work artinya inovasi sangat berkaitan oleh gagasan baru yang berguna. Selain itu, menurut Albury dalam Muzdhalifah . , secara lebih detail tentang inovasi yang berhasil, khususnya pembuatan serta penggunaan produk baru, proses baru, layanan baru, serta cara baru untuk menyampaikan, yang mengarah pada peningkatan signifikan untuk kinerja, efisiensi, dan Mulgan dan Albury dalam Yaniar . menunjukkan jika inovasi yang berhasil adalah pembuatan maupun penerapan proses, produk, layanan, serta metode layanan baru yang dihasilkan dari perkembangan jelas dalam kualitas hasil, efisiensi, ataupun efektivitas. Menurut Rogers dalam Solong . mendeskripsikan bahwa terdapat 5 indikator dari inovasi yaitu: Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang . Relative Advantage Relative Advantage atau Keunggulan relatif adalah inovasi perlu memiliki kelebihan serta nilai lebih jika disamakan dengan inovasi sebelumnya. Ketahui seberapa jauh inovasi tersebut menawarkan ide yang baik dari inovasi sebelumnya. Compatibility Compatibility atau Keseuaian adalah konteks di mana inovasi selaras dengan nilainya yang relevan di sini dan tidak serta merta menolak inovasi sebelumnya, pengalaman masa lalu, serta kebutuhan masa depan masyarakat yang mengadopsi inovasi. Complexity Complexity atau Kompleksitas adalah seberapa jauh suatu inovasi dianggap rumit agar dipahami serta dilaksanakan. Triability Triability atau Uji coba adalah seberapa jauh suatu inovasi perlu diuji dan dibuktikan. Observability Observability atau Kemampuan diamati adalah inovasi memerlukan keahlian organisasi yang dapat beradaptasi serta secara kreatif memecahkan permasalahan dengan menemukan metode, konsep, dan produk baru untuk mendukung peningkatan kualitas layanan. Kualitas Pelayanan Publik Kualitas adalah kondisi yang selalu berubah yang mempunyai hubungan mengenai produk, jasa, orang, proses, serta lingkungan yang sesuai ataupun melebihi ekspektasi. Menurut Wyckof dalam Muzdhalifah . Kualitas pelayanan merupakan tingkat keuntungan yang diantisipasi serta pemantauan tingkat keunggulan tersebut agar dapat memenuhi harapan Apabila pelayanan yang telah diterima ataupun dialami . erceived servic. cocok dengan keinginan, maka kualitas pelayanan serta pelayanan tersebut dianggap sangat memuaskan dan baik. Menurut Zeithaml dalam Antonio . terdapat 5 dimensi kualitas pelayanan yang dinamakan dimensi SERVQUAL. Dimensi-dimensi ini terdiri dari: Reliability Reliability atau Kehandala adalah, keahlian menyediakan layanan yang sesuai dengan janji dengan cepat, tepat, dan memuaskan. Emphaty Emphaty atau Empati adalah mencakup perhatian pribadi, kemudahan dalam berhubungan, memahami kebutuhan masyarakat dan berkomunikasi dengan baik. JIMAS - VOL. NO. 3 AUGUST 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 . Responsiveness Responsiveness atau Daya Tanggap adalah kemampuan petugas ketika memberi pelayanan yang tepat kepada masyarakat. Assurance Assurance atau Jaminan mencakupi kemampuan pengetahuan, kesopanan, serta sifat yang membuat petugas dapat diandalkan, bebas terhadap bahaya, resiko, dan keraguan. Tangible Tangible atau Sarana Fisik mencakupi fasilitas fisik, staf, perlengkapan, serta sarana komunikasi, dan juga kerapian visual pekerja layanan. Teori Penghubung Inovasi Pelayanan Publik dengan Kualitas Pelayanan Publik Inovasi mempunyai pengaruh terhadap kualitas pelayanan publik, artinya semakin tinggi inovasi, maka akan mampu dapat mendukung secara optimal pencapaian kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan (Kristanti, 2. Inovasi bisa dijadikan acuan pemerintah daerah dalam menerapkan inovasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, termasuk pemerintah daerah Kota Bontang. Kecamatan Bontang Selatan, khususnya pemerintah Kelurahan Satimpo. Hipotesis Adapun hipotesis pada penelitian ini yaitu sebagai berikut: Hipotesis Alternatif (H. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. dengan kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang. Hipotesis Nol (H. Tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. dengan kualitas pelayanan publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang. Definisi Konsepsional Berdasarkan judul penelitian,berikut definisi konsepsional ialah: Inovasi Pelayanan Publik (X) adalah suatu perubahan ataupun aksi perubahan terencana dengan matang yang dimana dapat berupa barang serta jasa untuk memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat, inovasi pelayanan ini bertujuan meningkatkan pelaksanaan pelayanan publik agar pelayanan publik dapat memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat dan Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang . Kualitas Pelayanan Publik (Y) adalah suatu keadaan pelayanan telah memenuhi ataupun melebihi dari apa yang diharapkan pada masyarakat atau yang membutuhkan pelayanan, selain itu kualitas pelayanan juga mengidentifikasi tingkat kesempurnaan layanan yang dapat menimbulkan rasa puas bagi rakyat. Definisi Operasional Di penelitian ini, terdapat 2 variabel ialah variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) yang digunakan, dibawah ini : Variabel Bebas (X). Adapun indikator inovasi pelayanan publik sebagai pengukur inovasi pelayanan publik (X) dalam penelitian ini yaitu: Compatibility (Kesesuaia. Relative Advantage (Keunggulan relativ. Complexity (Kompleksita. Trialibility . ji cob. Observability . emampuan diamat. Variabel Terikat (Y). Adapun indiktor kualitas pelayanan publik sebagai pengukur kualitas pelayanan publik (Y) dalam penelitian ini sebagai berikut: Tangible (Sarana fisi. Assurance (Jamina. Emphaty (Empat. Responsiveness (Daya tangga. Reability (Kehandala. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang yang beralamat di di jalan H. Ardans RT 24. Kelurahan Satimpo. Kecamatan Bontang Selatan. Kota Bontang. Populasi pada penelitian ini ialah seluruh masyarakat Kelurahan Satimpo Kota Bontang dengan jumlah penduduk yaitu 966 jiwa pada tahun 2022 di Kelurahan Satimpo. Kota Bontang. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan Rumus Slovin dengan menggunakan margin of error 10% telah diketahui jumlah sampel sebesar 98,58 responden di bulatkan jadi 99 responden. Penelitian ini menggunakan metode accidental sampling atau pengambilan sampel secara kebetulan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ialah menggunakan teknik observasi, kuesioner, dan Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik JIMAS - VOL. NO. 3 AUGUST 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 analisis statistik deskriptif, pengujian kualitas data . ji validitas dan uji reliabilita. , analisis regresi sederhana, uji t, serta analisis koefisien determinasi (R. HASIL DAN ANALISIS DATA Data yang dikumpulkan selama penelitian di Kantor Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan Kota Bontang pada Januari 2024 s/d Maret 2024 akan disajikan dalam bab Data yang dipakai pada penelitian ini ialah data yang diperoleh dari kuesioner yang diberikan pada masyarakat atau responden serta tim inovasi jajanan malam dengan jumlah 99 orang sebagai sampel. Pada kuesioner terdapat 2 variable yaitu Variabel X yang sebagai untuk mencari tahu pengaruh Inovasi Pelayanan Publik serta Variabel Y yang sebagai untuk mengetahui Kualitas Pelayanan Publik dari adanya inovasi jajanan malam pada kantor Kelurahan Satimpo Kecamatan Bontang Selatan. Data menegnai identitas serta distribusi jawaban masyarakat mengenai pernyataan yang telah diajukan termasuk pada penyajian data berikutnya, yang diuraikan pada tabel frekuensi. Adapun hasil penelitian di peroleh dibawah Pengujian Kualitas Data Berikut ini penjelasan untuk pengujian kualitas data. Uji Validitas Uji validitas telah dilaksanakan pada 99 orang menjawab kuesioner. Sebelum data diolah, tujuan ini adalah untuk memastikan validitas data. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam menguji validitas instrument ini ialah menggunakan metode korelasi produk momen (Product Moment Correlatio. yang akan dibantu SPSS Versi 29. Tiap item pernyataan tersebut valid jika r hitung Ou r tabel serta jika r hitung O r tabel maka item dan butir instrument tersebut dikatakan tidak valid. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel X Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang Sumber: Hasil Analisis Output melalui program SPSS,2024 Berdasarkan tabel 1 dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan untuk variabel X memiliki r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan dinyatakan valid. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Y Sumber: Hasil Analisis Output melalui program SPSS,2024 Berdasarkan tabel 2 dapat diketahui bahwa seluruh pernyataan untuk variabel Y memiliki r hitung > r tabel maka dapat disimpulkan bahwa seluruh pernyataan dinyatakan valid. Uji Reliabilitas Untuk mengetahui seberapa konsisten kuesioner maka dilakukan uji reliabilitas pada penelitian ini. Variabel dinyatakan reliabel jika r hitung > r tabel, pada uji reliabilitas digunakan metode CronbachAos Alpha yang dibantu SPSS for 29. Tabel 3. Hasil Uji Reliabilitas Variabel X Sumber : Hasil Analisis Output melalui program SPSS,2024 Berdasarkan tabel 3 menunjukkan bahwa nilai koefisien alpha pada variable lebih besar dihasilkan nilai CronbachAos Alpha 0,920 > 0,600. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut reliabel. JIMAS - VOL. NO. 3 AUGUST 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Y Sumber : Hasil Analisis Output melalui program SPSS,2024 Berdasarkan tabel 4 menunjukkan bahwa nilai koefisien alpha pada variable lebih besar dihasilkan nilai CronbachAos Alpha 0,962 > 0,600. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel tersebut reliabel. Analisis Deskriptif Statistik deskriptif ialah statistik yang dipakai dalam memeriksa data melalui memberi gambaran serta penjelasan tentang data yang dikumpulkan seperti ada, tetapi tidak bermaksud untuk membuat kesimpulan yang dapat diterima semua orang maupun untuk generalisasi (Sugiyono 2. Tabel 5. Hasil Pencapaian Variabel Inovasi Pelayanan Publik (X) Sumber : Hasil olah data kuesioner Variabel X, 2024 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa hasil pencapaian 5 indikator variabel inovasi pelayanan publik (X) dengan skor pencapaian 10627 dan pencapaian 86% berada pada kategori sangat baik. Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang Tabel 6. Hasil Pencapaian Variabel Kualitas Pelayanan Publik (Y) Sumber : Hasil olah data kuesioner Variabel X, 2024 Berdasarkan tabel 5 menunjukkan bahwa hasil pencapaian 5 indikator variabel kualitas pelayanan publik (Y) dengan skor pencapaian 10912 dan pencapaian 88% berada pada kategori sangat baik. Analisis Regresi Sederhana Tujuan regresi linear sederhana adalah agar dapat mengetahui seberapa besar dari pengaruh inovasi pelayanan publik terhadap kualitas pelayanan publik. Hasil dari analisis regresi linear sederhana yang dilakukan dengan output SPSS versi 29 adalah sebagai berikut: Tabel 7. Model Summary Sumber : Hasil Analisis Output melalui program SPSS, 2024 Berdasarkan tabel 7 menunjukkan besarnya hubungan antara variabel X dan variabel Y. Nilai korelasi/hubungan (R) adalah 0,549 dari output, dan koefisien determinasi (R Squar. adalah 0,301, yang menunjukkan bahwa pengaruh variabel bebas . novasi pelayanan publi. terhadap variabel terikat . ualitas pelayanan publi. yaitu 30,1%. Tabel 8. Koefisien Regresi Linear Sederhana Sumber : Hasil Analisis Output melalui program SPSS, 2024 Berdasarkan tabel 8 menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel X terhadap variabel Y pada penelitian ini. Nilai konstanta . pada uji regregi di atas 41,159 angka adalah positif. JIMAS - VOL. NO. 3 AUGUST 2024 e-ISSN: 2963-5497. p-ISSN: 2963-5047. Hal 01-14 dan nilai inovasi pelayanan . adalah 0,644. Oleh karena itu, model persamaan regresi linear sederhana digunakan, berikut yang ditunjukkan di bawah ini: Y= a bX Y= 41,159 0,644X. Persamaan ini diterjemahkan, sebagai berikut: Nilai konsisten variabel Kualitas Pelayanan adalah 41,159 menurut konstanta tabel diatas. Koefisien regresi X sebesar 0,644 menunjukkan dengan menambah 1% nilai Inovasi Pelayanan, sehingga nilai Kualitas Pelayanan akan meningkat sebesar 0,644 juga. Nilai koefisien bertanda ( ) menunjukkan arti arah hubungan yang searah, sedangkan nilai bertanda (-) menunjukkan arti yang berbanding terbalik atau tidak searah. Karena koefisien ini bernilai positif, bisa dinyatakan bahwa arah pengaruh variabel X terhadap Y searah. Uji T (Uji Parsia. Selain itu, uji hipotesis yang diajukan sebelumnya dapat dilakukan dengan menggunakan hasil regresi: Jika nilai dari P value . Ou 0,05 artinya H0 diterima sedangkan Ha ditolak, ini berarti bahwa variabel X tidak mempengaruhi terhadap Variabel Y. Jika nilai P value . O 0,05 artinya H0 ditolak dan HA diterima, ini berarti bahwa variabel X memiliki pengaruh terhadap variabel Y. Menurut tabel 8 didapatkan nilai signikansi untuk variabel inovasi pelayanan publik (X) sebesar 0,001 < 0,05 yang artinya variabel inovasi pelayanan publik (X) berpengaruh terhadap variable kualitas pelayanan publik (Y). Berdasarkan nilai t: dapat diketahui nilai Thitung lebih besar dari Ttabel yaitu 6,463 Ou 1,660 jadi bisa disimpulakn jika variabel inovasi pelayanan publik (X) berpengaruh terhadap variable kualitas pelayanan publik (Y). Hasil pengolahan data penelitian menunjukkan secara tidak langsung bahwa "terdapat pengaruh secara signifikan antara variabel X dan variabel Y", yang artinya H0 ditolak serta HA diterima. Analisis Koefisien Determinasi (R. Berdasarkan tabel 7, diperoleh Koefisien determinasi (R. sebesar 0,301 yang berarti bahwa 30,1% besarnya pengaruh antara variabel X . novasi pelayanan publi. terhadap variabel Y . ualitas pelayanan publi. , sedangkan sisanya 69,9% yang dipengaruhi dari faktor lain yang tidak di perhitungkan pada penelitian ini dan dijelaskan oleh variabel lain yang tidak masuk di variabel yang diteliti. Pengaruh Inovasi Jam Kerja Pelayanan Malam (Jajanan Mala. Terhadap Kualitas Pelayanan Publik di Kantor Kelurahan Satimpo Kota Bontang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dari hasil penelitian pada analisis regresi linear sederhana diketahui bahwa pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,644 nilai ini bersifat positif yang artinya inovasi pelayanan akan meningat sebesar 0,644. Dan diketahui nilai koefisien determinasi (R. dengan jumlah 0,301 yang artinya pengaruh inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. terhadap kualitas pelayanan publik adalah sebesar 30,1% dan sisanya 69,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini. Dapat diketahui variabel inovasi pelayanan publik dari 5 indikator secara keseluruhan dengan skor pencapaian 10. 627 dengan persentase sebesar 86% berada pada kategori AySANGAT BAIKAy. Hal tersebut menunjukkan bahwa inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. dikantor kelurahan satimpo bermanfaat bagi masyarakat yang memiliki kesibukan di jam kerja, sehingga bisa melakukan pengurusan administrasi di malam hari. Dan hasil perhitungan dari keseluruhan indikator inovasi pelayanan publik, indikator yang paling signifikan ialah indikator compatibility . memperoleh skor terbanyak yaitu sebanyak 2265 dengan pencapaian 91%, hal tersebut menyatakan bahwa inovasi jam kerja pelayanan malam (Jajanan Mala. di Kantor Kelurahan Satimpo sudah sesuai dengan apa yang diharapkan masyarakat. Saran