Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember ALAMTARA. JSI by IAI TABAH is licensed under a Creative CommonsAttribution- NonCommercial 4. 0 International License Naskah masuk 06-Desember-2024 Direvisi Diterima Diterbitkan 11- Desember20- Desember30- Desember2024 DOI : https://doi. org/10. 58518/alamtara. Komunikasi Interpersonal Orang Tua dalam Mengontrol Anak Menggunakan Gadget Nisa Ul Hikmah Universitas Syiah Kuala. Banda Aceh. Indonesia nisaulhikmah@usk. ABSTRAK : Pada era teknologi yang pesat saat ini, gadget tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari. Gadget digunakan oleh semua kalangan termasuk anak anak. Anak-anak yang menggunakan gadget sangat perlu di awasi dan di kontrol agar tidak terjadi hal yang negatif. Peran orang tua sangat penting dalam hal ini maka orang tua harus berkomunikasi dengan baik dengan anak dan memiliki kedekatan emosinal yang tinggi. Komunikasi yang dapat digunakan orang tua dengan anak yaitu komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana komunikasi interpersonal antara orang tua dan anak dalam mengkontrol anak menggunakan gadget. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan literature review. Hasil penelitian ini adalah ada bermacam cara untuk menghindari anak dari candu gadget membatasi anak dalam penggunaan gadget, mengawasi anak, menjadi contoh yang baik pada anak, melakukan aktifitas tanpa menggunakan gadget, memberikan nasehat kepada anak dan membuat aturan/kesepakatan pengunaan gadget dalam keluarga. Pada pola asuh jangan menggunakan gadget bagian dari pola asuh orang tua karena akan mengganggu tumbuh kembang anak dan mentalnya pun terganggu. Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal. Mengontrol Anak. Gadget. Pola Asuh 257 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember ABSTRACT : In today's rapid technological era, gadgets cannot be separated from everyday life. Gadgets are used by all groups including children. Children who use gadgets really need to be supervised and controlled so that negative things do not happen. The role of parents is very important in this case, so parents must communicate well with their children and have high emotional closeness. Communication that can be used by parents with children is interpersonal communication. This study aims to analyze how interpersonal communication between parents and children in controlling children using gadgets. The method used is qualitative descriptive with a literature review approach. The results of this study are that there are various ways to prevent children from being addicted to gadgets, limiting children in using gadgets, supervising children, being a good example for children, doing activities without using gadgets, giving advice to children and making rules/agreements on the use of gadgets in the family. In parenting, do not use gadgets as part of the parenting pattern because it will interfere with the child's growth and development and their mental health will be disturbed. Keywords: Interpersonal Communication. Controlling Children. Gadgets. Parenting Patterns PENDAHULUAN Di era derasnya arus digitalisasi, telepon seluler. menjadi suatu kebutuhan yang tak terelakkan bagi manusia. Selain sebagai alat komunikasi, saat ini pemanfaatan telepon seluler sudah berkembang dengan pesat. Bersama dengan internet, telepon seluler berperan sebagai sarana pertukaran informasi yang cepat, media pembelajaran, hiburan, bahkan sebagai mata pencaharian utama melalui aplikasi dan kreativitas. Perkembangan telepon seluler di Indonesia relatif pesat, ditandai dengan meningkatnya kepemilikan telepon seluler. Pada tahun 2011, hanya terdapat 39,11 persen penduduk yang memiliki/menguasai telepon seluler. Sementara itu, di tahun 2022, 67,88 persen penduduk telah memiliki/menguasai telepon seluler. Selama dua belas tahun, penduduk yang memiliki/menguasai telepon seluler bertambah 28,77 persen. Tingkat kepemilikan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi dibandingkan perdesaan. Di tahun 2022, 73,58 persen penduduk perkotaan telah memiliki/menguasai telepon seluler. Adapun di daerah perdesaan, 60,18 persen penduduk memiliki/menguasai telepon seluler. Kondisi ini mencerminkan dua Pertama, kebutuhan telepon seluler penduduk perkotaan lebih tinggi karena diperlukan untuk mendukung aktivitas yang tinggi di daerah perkotaan. Kedua, 258 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember sarana dan prasarana telekomunikasi untuk penggunaan telepon seluler masih relatif terbatas di daerah perdesaan(Tri Sutarsih dan Karmila, 2. Di antara berbagai jenis komunikasi, komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling efektif yang bisa digunakan antar individu. Komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung dua orang atau lebih secara tatap muka dimana pengirim dapat menyampai pesan secara langsung dan penerima dapat menerima dan menanggapi secara langsung. Ada beberapa definisi komunikasi interpersonal yang dikemukakan oleh para ahli seperti DeVito. DeVito menyatakan bahwa Auinterpersonal communication is defined as communication that takes place between two persons who have a clearly established relationship. the people are in some way connected. Ay DeVito berpendapat bahwa komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang terjadi diantara dua orang yang telah memiliki hubungan yang jelas, yang terhubungkan dengan beberapa cara, seperti komunikasi antara orang tua dengan anak. Perspektif situasional mengatakan bahwa komunikasi interpersonal secara khusus mengamati interaksi dua orang yang berkomunikasi verbal maupun nonverbal sekaligus. Komunikasi interpersonal juga memiliki kecepatan umpan balik yang cepat. Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi antara dua orang yang mengalami tahap interaksi dan relasi tertentu mulai dari tingkatan akrab sampai tingkat perpisahan dan berulang kembali terus menerus. Dalam perspektif interpersonal, bahkan kelompok atau organisasi yang terdiri lebih dari dua individu dipandang sebagai kumpulan bentuk dyad. Dyadic Comunication adalah komunikasi yang melibatka dua individu. Sehingga komunikasi interprsonal selalu terjadi dalam konteks komunikasi kelompok, organisasi atau bahkan level komunikasi yang lebih luas lagi. Tanpa Dyadic communication, hubungan tidak akan tercipta. Tanpa hubungan maka komunikasi interpersonal tidak akan tercipta, tanpa hubungan maka komunikasi interpersonal tidak akan Artinya, jika salah satu individu menarik diri dari hubungan, maka hubungan akan berakhir selamanya atau sementara sampai hubungan diantara mereka di perbaiki kembali. Dua individu dalam Dyad memiliki tanggung jawab yang sama dalam menentukan sifat hubungan dengan menciptakan makna dari setiap interaksi(Citra Anggraini et al, 2. Komunikasi yang efektif tidak hanya di ukur dari seringnya komunikasi itu dilakukan tetapi juga di ukur dari kualitas komunikasi yang terjadi. Berkomunikasi dengan orang tua maupun orang lain itu adalah cara yang paling sering dilakukan seseorang dalam melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar. Di lingkungan 259 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember keluarga, anak di harapkan mampu berkomunikasi dengan baik (Nadhira Syahidah et al, 2. Berdasarkan penjelasan terkait komunikasi interpersonal di atas bahwa komunikasi interpersonal antara orang tua dengan anak sangat penting yang mana komunikasi tersebut terciptanya keterkaitan emosional yang lebih tinggi antara anak dengan orang tua sehingga anak patuh kepada orang tua karena peran orang tua sangat penting dalam kehidupan dan tumbuh kembang anak menjadi pribadi yang baik, salah satunya adalah peran orang tua dalam mengontrol anaknya menggunakan gadget. Berdasarkan data BPS, jumlah pengguna gadget untuk anak usia dini di Indonesia sebanyak 33,44%, dengan rincian 25,5% pengguna anak berusia 0-4 tahun dan 52,76% anak berusia 5-6 tahun. Hal ini tidak menutup kemungkinan dapat memicu kecanduan gadget pada Kecanduan gadget pada anak menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di era digital ini. Menurut survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia, lebih dari 71,3% anak usia sekolah memiliki gadget dan memainkannya dalam porsi yang cukup lama dalam sehari serta sebanyak 79% responden anak boleh memainkan gadget selain untuk belajar. Gadget memiliki banyaknya fitur-fitur seperti games dan gadget ini mudah untuk digunakan. Namun, dengan keberadaan gadget juga bisa digunakan sebagai alat atau media pembelajaran yang sangat efektif(Shella Tasya Hidayatuladkia et al, 2. Kegemaran anak menggunakan gadget dapat mempengaruhi interaksi anak dengan sekitar serta dapat mempengaruhi perkembangan emosi, selain itu dampak positifnya adalah dapat mempermudah anak berkomunikasi dengan orang tua atau keluarga jika ada hal penting yang ingin disampaikan saat berada jauh dari orang tua atau keluarga, misalnya saat mereka sedang mengalami perasaan yang tidak aman di sekitarnya dan gadget digunakan untuk kebutuhan dalam belajar. Jadi gadget mempunyai dampak positif dan dampak negatif. Berdasarkan adanya dampak positif dan negatif dalam penggunaan gadget pada anak maka orang tua perlu mengontrol anak dalam menggunakan gadget agar anak tidak menjadi candu. Dalam hal ini orang tua perlu menjelaskan pada anak secara langsung untuk menjelaskan dampak negatif dari pengunaan gadget dan menjelaskan bahwa gadget dipergunakan sesuai kebutuhan anak misalnya untuk belajar atau untuk berkomunikasi dengan teman untuk membahas hal-hal yang berkaitan dengan sekolahnnya. 1 Kanal Psikologi. Universitas Gadjah Mada Kanal Pengetahuan Psikologi, 9 Juni 2024, 16. 25 wib 260 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Peran orang tua merupakan cara yang digunakan oleh orang tua yang berkaitan dengan pandangan mengenai tugas yang harus dijalankan dalam mengasuh anak. Salah satu faktor atau stimulus yang dapat mempengaruhi perkembangana anak kebiasaan anak dalam bermain gadget. Peran orang tua sangat penting dalam membatasi, pengawasi, ketika anak sedang bermain gadget (Wulan Sari et al. , 2. Untuk menjelaskan hal tersebut pada anak, perlu kelekatan antara orang tua dan anak. Kelekatan adalah suatu hubungan emosional atau hubungan yang bersifat afektif antara satu individu dengan individu lainnya yang mempunyai arti khusus. Hubungan yang dibina akan bertahan cukup lama dan memberikan rasa aman walaupun figur lekat tidak tampak dalam pandangan anak. Sebagian besar anak telah membentuk kelekatan dengan pengasuh utama . rimary care give. pada usia sekitar delapan bulan dengan proporsi 50% pada ibu, 33% pada ayah dan sisanya pada orang lain. Kelekatan terbentuk melalui suatu proses bukan sesuatu yang terjadi secara alamiah. Teori kelekatan di pelopori oleh Edward John Mostyn Bowlby yang lebih dikenal dengan nama John Bowlby. Kelekatan . merupakan istilah yang pertama kali dikemukakan oleh seorang psikolog dari Inggris bernama John Bowlby. Kelekatan merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia, yaitu kecenderungan dan keinginan seseorang untuk mencari kedekatan dengan orang lain dan mencari kepuasan dalam hubungan dengan orang tersebut. Kelekatan menurut Mcnks adalah mencari dan mempertahankan kontak dengan orang-orang yang tertentu saja. Orang pertama yang dipilih anak dalam kelekatan adalah ibu . , ayah atau saudara-saudara dekatnya. Sedangkan menurut Santrock kelekatan adalah ikatan emosional yang erat diantara dua orang. Ciri-ciri seorang anak dapat dikatakan lekat pada orang lain jika mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang, menjadi cemas ketika berpisah dengan figur lekat, menjadi gembira dan lega ketika figur lekatnya kembali, dan orientasinya tetap pada figur lekat walaupun tidak melakukan interaksi. Anak memperhatikan gerakan, mendengarkan suara dan sebisa mungkin berusaha mencari perhatian figur lekatnya(Cenceng, 2. Maka dengan teori kelekatan antara anak dengan orang dapat mempermudah orang tua dalam mengontrol anak dalam menggunakan gadget karena hubungan komunikasi yang baik. Berdasarkan latar belakang di atas muncul pertanyaan bagaimana orang tua berkomunikasi dengan anak untuk mengontrol anak dalam menggunakan gadget?. Penelitian ini sangat penting dilakukan mengingat pada jaman sekarang banyak sekali ditemukan orang tua kurang dalam mengawasi dan mengontrol anak 261 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember menggunakan gadget serta menjadikan gadget untuk membantu pola asuh anak. Hal tersebut adalah hal yang tidak baik maka dengan peneltian ini diharapkan dapat membantu orang tua agar lebih peduli terhadap permasalahan ini. METODE : Pada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan literatur review dan sumber yang digunakan dalam penelitian ini dari penelitian terdahulu seperti jurnal dan internet. Literature review adalah sebuah metode yang sistematis, eksplisit dan reprodusibel untuk melakukan identifikasi, evaluasi dan sintesis terhadap karyakarya hasil penelitian dan hasil pemikiran yang sudah dihasilkan oleh para peneliti dan praktisi. Literatur review bertujuan untuk membuat analisis dan sintesis terhadap pengetahuan yang sudah ada terkait topik yang akan diteliti untuk menemukan ruang kosong bagi penelitian yang akan dilakukan. HASIL DAN PEMBAHASAN : Komunikasi interpersonal adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Komunikasi interpersonal dapat dilakukan secara verbal maupun non verbal. Dalam hal ini sangat penting peran orang tua dalam mengkomunikasikan terkait penggunaan gadget untuk anaknya. Pada zaman teknologi yang sangat canggih seperti saat ini, anak-anak memiliki gadget adalah hal biasa karena semua serba online seperti pada masa pandemi covid tahun Pada masa pandemi tersebut anak-anak sekolah secara online dan belajar secara pun secara online. Pada jaman sekarang tidak bisa dipungkiri bahwa gadget merupakan salah satu teknologi yang sangat dibutuhkan. Dampak negatif dari menggunakan gadget secara berlebihan yaitu : Anak susah dalam mengontrol emosi. Anak suka membangkang. Anak bisa mengalami gangguan tidur. Anak sulit berinteraksi dengan orang sekitar. Anak sulit fokus belajar. Anak merasa punya dunia sendiri bersama gadget Berdasarkan hal tersebut orang tua harus mengontrol penggunaan gadget pada anak, seperti : Membatasi anak dalam penggunaan gadget: orang tua dapat membatasi anak dengan cara memberikan waktu dalam sehari berapa jam anak diizinkan menggunakan gadget. 262 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Mengawasi anak: peran orang tua dalam mengawasi dan mengontrol anak dalam menggunakan/bermain gadget sangat penting. Menjadi contoh yang baik pada anak: orang tua dapat menjadi contoh pada anak, pada dasarnya anak mencontohkan orang tuanya seperti menggunakan gadget untuk hal-hal pekerjaan dan jangan terus menerus menggunakan gadget saat bersama dengan keluarga. Melakukan aktifitas tanpa menggunakan gadget: orang tua dapat membangun aktifitas dengan anak seperti bermain di outdoor tanpa gadget. Memberikan nasehat kepada anak: orang tua memberikan beberapa nasehat tentang dampak negatif dan dampak positif pengunaan gadget, jika digunakan secara berlebihan dapat menjadi candu dan terganggu kesehatan Membuat aturan/kesepakatan pengunaan gadget dalam keluarga: memberlakukan aturan dalam keluarga seperti jika sedang makan tidak boleh sambil bermain gadget atau mengumpulkan gadget pada orang tua setiap malam sebelum jam tidur malam. Pada dasarnya mengontrol anak dalam penggunaan gadget tidak mudah akan tetapi ini merupakan upaya orang tua untuk menghindari anak dari candu penggunaan gadget serta jangan menjadikan gadget sebagai salah satu pola asuh Menurut teori kelekatan, hal ini sangat berdampak bagi tumbuh kembang Berdasarkan teori kelekatan yang dipahami oleh peneliti adalah kelekatan yang tinggi orang tua dengan anak dapat berdampak positif dan sebaliknya. Jika kelekatan tinggi maka anak akan lebih mudah mendengarkan nasehat orang tuanya atau lebih patuh. Dalam hal ini, orang tua juga harus mencontohkan perilaku baik agar anak juga berprilaku baik juga serta menciptakan lingkungan yang positif agar anak mengikuti hal-hal positif. KESIMPULAN : Peran orang tua dalam mengawasi dan mengontrol anak menggunakan gadget sangat penting karena jika gadget digunakan secara berlebihan dan tidak sesuai dengan kebutuhan maka akan berdampak negatif. Salah satu cara yang dapat dilakukan orang tua dalam mengawasi dan mengontrol anak menggunakan gadget adalah membatasi anak dalam penggunaan gadget, mengawasi anak, menjadi contoh yang baik pada anak, melakukan aktifitas tanpa menggunakan gadget, memberikan nasehat kepada anak dan Membuat aturan/kesepakatan pengunaan gadget dalam keluarga. BIBLIOGRAFI : 263 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua Alamtara :JurnalKomunikasi dan Penyiaran IslamISSN : 2621-4881 (Printe. ,: 2656-8543 (Onlin. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Alamtara Volume 8,Nomor2. Desember Ahmadi. , & Gunarti. Strategi Komunikasi Partisipatif Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. , 35-44. https://ejournal. id/index. php/almurtaja/article/view/2029 Anggraini. Citra. Denny. Hermawan Ritonga. Lina Kristina. Muhammad Syam, and Winda Kustiawan. AuKomunikasi Interpersonal. Ay Jurnal Multidisiplin Dehasen Cenceng. Perilaku Kelekatan Pada Anak Usia Dini(Perspektif John Bowlb. Jurnal Lentera. Kanal Psikologi. Universitas Gadjah Mada Kanal Pengetahuan Psikologi, 9 Juni Lutfiyah. , & Khuluq. Komunikasi Interpersonal Dan Massa Dalam Islam: Relevansi Ajaran Al-QurAoan Untuk Penyiaran Islam Di Era Modern. Alamtara: Jurnal Komunikasi Dan Penyiaran Islam, 8. , https://doi. org/10. 58518/alamtara. Panduan Penulisan Skripsi Literature Review. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang: 2020. Sari. Wulan. Hadi. Machmud. Laode. Anhusadar. AuPengawasan Orang Tua Terhadap Penggunaan Gadget Pada Anak Usia DiniAy. Jurnal BOCAH (Borneo Early Childhood Education and Humanit. Rahmania. Peran Orang Tua Dalam Mendampingi Anak Yang Terpengaruh Oleh Gadget. ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 3. , 2329. https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/almurtaja/article/view/2398 Syahidah. Nadhira. Maman. Suherman. AuKomunikasi Interpersonal Orang Tua Dengan Pecandu GadgetAy. Jurnal Hubungan Masyarakat Tasya. Shella Hidayatukadkia. Mohammad. Kanzunuddin. Sekar. Dwi Ardiyanti. 2021 AuPeran Orang Tua Dalam Mengontrol Penggunaan Gadget Pada Anak Usia 11 TahunAy. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Tri Sutarsih dan Karmila Maharani. Statistik Telekomunikasi Indonesia 2022. Katalog Badan Pusat Statistik. 264 Nisa Ul Hikmah Komunikasi Interpersonal Orang Tua