Vol. 3 No. Desember 2025, pp. https://journal. id/index. E-ISSN: 3089-6150 Pemanfaatan Permainan Edukatif Alat Perkusi Dalam Menstimulasi Kecerdasan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun Anggi Arydea*. Lisda Hani Gustina2. Sri Purwanti3. Baldwine Honest G4. Suprijadi5 PG-PAUD. Universitas Mulia. Indonesia *Penulis Korespondensi: anggiarydea@students. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan permainan edukatif alat musik perkusi dapat menstimulasi kecerdasan bahasa anak usia 4Ae5 tahun di TK Kelas Mini KIDS. Kecerdasan bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia dini yang dapat ditingkatkan melalui media dan metode pembelajaran yang tepat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan edukatif menggunakan alat musik perkusi, seperti krikil di dalam botol, botol kaca di pukul dengan sumpit, galon bekas dan pasir di daalam botol, mampu meningkatkan kemampuan anak dalam menyimak, berbicara, dan mengungkapkan gagasan secara Anak menjadi lebih aktif dalam berkomunikasi, menunjukkan minat belajar yang tinggi, serta lebih ekspresif dalam menyampaikan ide melalui ritme dan irama yang menyenangkan. Dengan demikian, permainan edukatif alat musik perkusi efektif digunakan sebagai stimulasi dalam mengembangkan kecerdasan bahasa anak usia dini. Kata Kunci: Permainan Edukatif. Alat Musik Perkusi. Kecerdasan Bahasa. Anak Usia Dini. Riwayat Artikel Diterima: 03/11/2025 Direvisi: 10/11/2025 Disetujui: 20/11/2025 Dipublikasi: 15/12/2025 PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan individu yang berada dalam kisaran usia 0-6 tahun, yaitu masa penting dalam pertumbuhan manusia yang sering disebut sebagai masa keemasan. Saat ini, anak sedang mengalami pertumbuhan fisik yang pesat, seiring dengan perkembangan kognitif, emosional, sosial, dan bahasa yang sangat signifikan (Harmiardillah et al. , 2. Penting sekali memberikan stimulasi yang sesuai untuk membantu anak-anak mengembangkan potensi mereka secara optimal. Hal ini karena otak anak- anak pada usia dini sangat mampu dalam menyerap informasi dan membangun dasar untuk pembelajaran serta perilaku masa depan. Karenanya, peran keluarga, pendidik, dan lingkungan memiliki peran penting dalam memberikan pengalaman positif dan mendidik pada saat ini (Sari et al. , 2. Program PAUD dikembangkan dengan tujuan memberikan rangsangan yang tepat sesuai dengan tahap perkembangan anak, melalui berbagai kegiatan bermain yang bermanfaat untuk proses pembelajaran (Putri et al. , 2. Selain itu. PAUD juga memegang peran penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai sosial pada anak. Di PAUD, suasana yang positif dan penuh dukungan membantu anak-anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya, belajar berbagi, dan mengembangkan empati (Kurnia et al. , 2. Dengan melibatkan orang tua dalam proses pendidikan. PAUD membentuk kolaborasi yang erat antara keluarga dan lembaga pendidikan. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan (Fadilah, 2. Kecerdasan anak, terutama kecerdasan bahasa, memegang peranan penting dalam proses tumbuh kembang anak usia dini. Kemampuan bahasa atau linguistik sebuah anak melibatkan ketrampilan dalam menggunakan serta mengelola kata-kata dengan baik, baik saat berbicara maupun menulis. Biasanya, anak yang mahir dalam bahasa cenderung pandai berbicara dengan lancar, memahami petunjuk dengan baik, serta memiliki kosakata yang kaya (Daulay et al. , 2. Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. Mereka juga memiliki kecenderungan untuk lebih cepat dalam belajar membaca dan menulis, serta mampu mengungkapkan perasaan dan pendapat dengan lancar. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, permainan merupakan pendekatan yang efektif. Melalui permainan perkusi yang interaktif, anak dapat belajar menyebutkan kata-kata sederhana, hingga berkomunikasi dalam suasana yang menyenangkan (Lisnida & Depalina, 2. Setiap sesi pembelajaran, anak-anak diajak untuk berinteraksi dengan berbagai alat musik perkusi, seperti galon bekas, botol kaca di pukul oleh sumpit, batu krikil di dalam botol dan pasir di dalam botol (Kurnia et al. , 2. Melalui permainan ini, mereka tidak hanya belajar tentang ritme dan melodi, tetapi juga terlibat dalam kegiatan yang mendorong mereka untuk berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Penulis mengamati bahwa di TK Kelas Mini Kids, alat perkusi sudah digunakan dalam kegiatan belajar, namun belum dimanfaatkan secara khusus untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak. Hal ini mendorong penulis untuk meneliti bagaimana alat perkusi dapat menjadi media permainan edukatif yang menstimulasi bahasa anak secara alami. Dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini bertujuan memahami proses, interaksi, dan pengalaman anak serta guru dalam kegiatan tersebut. Penulis ingin mengetahui kontribusi nyata permainan alat perkusi terhadap pengembangan kecerdasan bahasa anak usia dini dan menghasilkan rekomendasi bagi pembelajaran PAUD yang kreatif dan bermakna. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul yaitu "Pemanfaatan Permainan Edukatif Alat Musik Perkusi Dalam Menstimulasi Kecerdasan Bahasa Anak Usia 4-5 Tahun". METODE Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif, yang observasinya dilakukan secara langsung untuk mendapatkan informasi yang di teliti yang dilaksanakan di TK Kelas Mini KIDS yang terletak di JL. Imam Bonjol No 70 Rt 25 Gn. Pasir Kel. Klandasan Ulu. Kec. Balikpapan Kota. Peneliti memilih lokasi penelitian di TK KB Kelas Mini KIDS. Jenis data dan sumber data yang akan diambil dalam penelitian ini mencakup informasi lisan dan tertulis. Adapun data primer diperoleh melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua murid di TK Kelas Mini KIDS. Sementara data sekunder diperoleh secara tidak langsung atau dari hasil yang sudah diolah dalam bentuk dokumentasi serta data yang diperoleh peneliti dari pihak lain. Data tersebut diantaranya jurnal dan buku. Teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di TK Kelas Mini Kids. Sementara tahapan penelitian akan dilakukan dengan dimulai dari tahapan menyusun rancangan penelitian hingga menyiapkan instrumen pertanyaan yang akan diberikan kepada narasumber dalam penelitian ini. Dalam melakukan pengujian keabsahan dara, triangulasi menjadi salah satu teknik utama dan digunakan dalam penelitian ini. Melalui triangulasi, peneliti dapat meminimalkan bias dan meningkatkan tingkat kepercayaan terhadap temuan penelitian. Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Proses ini mencakup reduksi data, di mana peneliti menyaring informasi yang relevan, serta penyajian data yang memungkinkan pemahaman yang lebih baik terhadap fenomena yang diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Observasi Langsung Kegiatan pada minggu pertama penelitian . anggal 28 Juli Ae 01 Agustu. difokuskan pada pengenalan alat perkusi sederhana dari barang bekas untuk menstimulasi kecerdasan verballinguistik anak usia 4-5 tahun, khususnya dalam aspek kosakata dan artikulasi awal. Guru memperkenalkan tiga media . otol berisi biji dakon, botol kaca, dan botol berisi bera. , yang masing-masing menghasilkan bunyi unik: Aukletek-kletek,Ay Auting-ting,Ay dan Aukresek-kresekAy. Copyright A 2025. Arydea et al, e-ISSN 3089-6150 Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. Gambar 1. Dokumentasi Pekan 1 Pelaksanaan minggu kedua penelitian . anggal 04 Agustus Ae 08 Agustu. menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam aspek bahasa dan komunikasi anak-anak, terutama pada kelompok yang sebelumnya pasif atau mengalami kesulitan berbicara. Fokus utama pada minggu ini adalah munculnya keberanian vokal dan ekspresi diri melalui media perkusi. Gambar 2. Dokumentasi Pekan 2 Pada minggu ini, perilaku anak menunjukkan adanya dorongan kuat untuk mengekspresikan diri menggunakan suara, yang merupakan fondasi penting bagi kemampuan Anak yang awalnya pasif kini mulai aktif terlibat, bahkan salah satu anak secara spontan memadukan gerakan . emukul mej. dengan vokal . Walaupun pengucapan katanya masih terbatas, tindakan ini menunjukkan adanya inisiatif untuk menggunakan bahasa . sebagai alat ekspresi. Minggu ketiga pelaksanaan penelitian . anggal 11 Agustus Ae 15 Agustu. menunjukkan kemajuan yang jelas dalam kemampuan berbahasa anak-anak, khususnya dalam hal artikulasi dan keberanian lisan. Peran alat musik perkusi di sini berfungsi sebagai pemicu untuk transisi vokal Perkembangan paling penting terjadi pada anak-anak yang sebelumnya hanya bersenandung, anak-anak yang pada minggu sebelumnya hanya mengeluarkan suara atau bersenandung, kini mulai berani mengucapkan kalimat sederhana saat bermain perkusi. Guru sesekali memberikan arahan agar permainan tetap teratur, tetapi pada beberapa kesempatan anakanak dibiarkan bermain secara mandiri dan tetap mampu menjaga ritme serta melanjutkan nyanyian dengan percaya diri. Fenomena ini menunjukkan bahwa anak mulai memiliki inisiatif sendiri dalam menggabungkan aktivitas bermain musik dengan bernyanyi tanpa selalu bergantung pada arahan guru. Gambar 3. Dokumentasi Pekan 3 Wawancara Kepala Sekolah Berdasarkan wawancara dengan Ibu Gianti selaku Kepala Sekolah Kelas Mini Kids, penggunaan alat musik perkusi dalam pembelajaran dinilai sangat tepat bagi anak usia 4Ae5 tahun Copyright A 2025. Arydea et al, e-ISSN 3089-6150 Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. karena sesuai dengan karakter anak yang menyukai bunyi dan ritme. Menurut beliau, permainan musik bukan hanya kegiatan tambahan, tetapi bagian penting dari proses belajar yang efektif untuk menstimulasi perkembangan bahasa dan sosial anak. Program ini telah menunjukkan hasil positif, di mana anak-anak menjadi lebih komunikatif, ekspresif, dan mampu memperkaya Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan alat dan perbedaan kemampuan anak, sekolah mengatasinya dengan membuat alat dari bahan daur ulang dan membagi anak dalam kelompok kecil. Respon orang tua juga sangat mendukung, sehingga ke depan sekolah berencana mengembangkan variasi permainan serta dokumentasi perkembangan anak melalui kegiatan musik ini Wawancara Guru Kelas Menurut Ibu Dara selaku guru kelas, alat musik perkusi dipilih karena mudah digunakan oleh anak usia dini dan efektif meningkatkan fokus, partisipasi, serta keterlibatan anak dalam pembelajaran yang menyenangkan. Implementasi permainan meliputi tepuk ritme, pengenalan alat musik, dan menirukan bunyi dengan berbicara atau bernyanyi. Ia melihat perkembangan positif pada kemampuan bahasa anak, seperti peningkatan keberanian berbicara, bertanya, dan bertukar pendapat, serta bertambahnya kosakata. Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena memberikan pengalaman belajar yang aktif dan menyenangkan. Kendala yang muncul seperti keterbatasan alat musik dan rentang perhatian anak yang singkat diatasi dengan kreativitas, seperti membuat alat musik sederhana dan menyesuaikan durasi permainan agar tetap efektif dan Wawancara Orang Tua Dari wawancara dengan tiga orang tua yaitu Ibu Diana. Ibu Dewi, dan Ibu Salis, terungkap bahwa seluruhnya memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan permainan edukatif menggunakan alat musik perkusi di sekolah. Ibu Diana melihat anaknya menjadi lebih ekspresif, lancar bercerita, dan aktif bermain musik di rumah. Sementara itu. Ibu Dewi menyaksikan perubahan besar pada kepercayaan diri dan kemampuan berbicara anaknya yang kini lebih berani tampil dan berbicara panjang. Terakhir. Ibu Salis merasakan bahwa anaknya menjadi lebih ceria, komunikatif, dan cepat memahami instruksi, bahkan membawa semangat bermain musik ke rumah. Ketiganya orang tua meyakini bahwa musik sangat membantu dalam perkembangan bahasa anak melalui pembelajaran yang menyenangkan, sehingga mereka mendukung agar kegiatan ini terus dilanjutkan di sekolah. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan edukatif dengan alat musik perkusi memberikan kontribusi yang signifikan dalam menstimulasi kecerdasan bahasa anak, baik dari aspek kosakata, pemahaman bahasa, kemampuan bercerita, maupun keberanian untuk berbicara. Hal ini sejalan dengan teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner yang menyatakan bahwa ada berbagai jenis kecerdasan yang dimiliki individu (Nauman et al. , 2. di mana kecerdasan verbal-linguistik . merupakan salah satu jenis kecerdasan yang penting untuk dikembangkan sejak dini. Anak-anak dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan dalam menyampaikan ide, memahami bahasa, dan berinteraksi secara efektif. Dalam konteks ini, penggunaan alat musik perkusi menjadi media yang menyenangkan dan efektif untuk melatih kemampuan tersebut melalui kegiatan menyanyi, menirukan bunyi, menyebutkan nama alat, hingga membuat cerita dari pengalaman bermain. Selama tiga minggu observasi di TK Kelas Mini Kids, terlihat perkembangan bertahap dalam stimulasi kecerdasan bahasa anak melalui permainan alat musik perkusi. Pada minggu pertama, anak-anak diperkenalkan pada berbagai alat musik sederhana dari barang bekas untuk mengenal bunyi dan kosakata baru, meski sebagian masih pasif. Minggu kedua menunjukkan peningkatan eksplorasi dan ekspresi diri, di mana anak-anak mulai berani bereksperimen, memainkan alat sendiri, dan bersenandung sebagai bentuk awal keberanian berbahasa. Memasuki minggu ketiga, kemajuan semakin nyata. anak-anak mulai mampu mengucapkan kalimat sederhana, bernyanyi sambil memainkan alat musik, dan menunjukkan inisiatif bermain tanpa Copyright A 2025. Arydea et al, e-ISSN 3089-6150 Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. Proses ini menggambarkan perkembangan progresif dari pengenalan bunyi hingga kemampuan berbicara yang lebih ekspresif dan percaya diri. Peningkatan kemampuan berbahasa anak ini tidak lepas dari peran guru dalam memberikan stimulasi dan dorongan selama proses pembelajaran berlangsung. Peran guru dalam memberikan pujian dan motivasi sangat memengaruhi kemauan anak untuk mencoba dan mengulang perilaku berbahasa. Menurut B. Skinner . alam Pratiwi et al. , 2. , perilaku berbahasa dipelajari dan dipertahankan melalui mekanisme penguatan . Ketika seorang anak yang awalnya pasif menunjukkan usaha untuk menirukan bunyi atau memainkan alat, pujian . ositive reinforcemen. yang diberikan guru berfungsi sebagai konsekuensi yang Konsekuensi ini secara efektif meningkatkan probabilitas anak untuk mengulang perilaku berbahasa atau usaha berekspresi tersebut di waktu berikutnya. Oleh karena itu, permainan perkusi menjadi media yang efektif tidak hanya karena stimulasi auditori dan motoriknya, tetapi juga karena ia menyediakan konteks yang kaya akan interaksi dan penguatan positif dari guru, yang mana sangat krusial dalam pembentukan dan pengembangan kemampuan verbal anak usia dini. Temuan observasi ini diperkuat oleh hasil wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas, dan orang tua. Kepala sekolah (Ibu Giant. menilai metode musik perkusi efektif untuk menumbuhkan keberanian berbicara. Guru kelas (Ibu Dar. menguatkan dengan mengatakan bahwa anak-anak menyukai kegiatan ini dan terjadi peningkatan kosakata karena anak sering menyebutkan nama alat atau meniru teman. Respon orang tua, seperti Ibu Dian dan Ibu Dewi, juga menunjukkan bahwa anak mereka menjadi lebih lancar bercerita, lebih berani bernyanyi, dan aktif di rumah, yang merupakan bukti nyata keberhasilan stimulasi bahasa. KESIMPULAN Berdasarkan keseluruhan rangkaian penelitian, mulai dari observasi awal hingga analisis data kualitatif, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan permainan edukatif alat perkusi secara signifikan efektif dalam menstimulasi kecerdasan bahasa anak usia 4Ae5 tahun di TK Kelas Mini KIDS. Efektivitas ini terbukti dari adanya peningkatan progresif pada berbagai aspek kemampuan berbahasa anak selama periode intervensi tiga minggu. Peningkatan yang paling menonjol terlihat pada aspek kosakata, pemahaman bahasa . erutama saat menyimak instruksi ritmis dan verba. , dan yang paling krusial, peningkatan pada keberanian anak untuk berbicara serta kemampuan berekspresi verbal yang lebih baik. Proses ini menunjukkan transformasi bertahap, di mana anakanak yang semula cenderung pasif dan hanya memperhatikan di minggu pertama, mulai berani bereksperimen dengan alat dan bersenandung di minggu kedua, hingga akhirnya mampu mengucapkan kalimat sederhana sambil bernyanyi dengan penuh percaya diri pada minggu Hasil temuan ini sangat selaras dengan kerangka teoretis yang digunakan. Permainan perkusi ini memfasilitasi pengembangan Kecerdasan Verbal-Linguistik, yang oleh Howard Gardner dikategorikan sebagai salah satu kecerdasan majemuk penting, melalui kegiatan praktis yang menyenangkan seperti menirukan bunyi, menyebutkan nama alat, dan menyusun kalimat sederhana dalam lagu. Lebih lanjut, keberhasilan stimulasi bahasa ini tidak terlepas dari mekanisme penguatan yang diterapkan oleh guru. Sebagaimana ditegaskan oleh Teori Behavioristik B. Skinner, penguatan positif yang berupa pujian dan motivasi dari guru menjadi faktor penentu. Pujian tersebut berfungsi sebagai konsekuensi yang menyenangkan dan efektif meningkatkan probabilitas anak untuk mengulang dan mempertahankan perilaku berbahasa yang Dengan demikian, metode ini berhasil menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya menarik secara sensorik, tetapi juga kondusif secara psikologis. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih banyak kepada TK Kelas Mini KIDS atas kesempatan yang diberikan kepada Peneliti untuk melakukan penelitian di Lembaga tersebut. Terima kasih banyak kepada Pembimbing dan Penguji yang telah berkontribusi terhadap penelitian ini. Copyright A 2025. Arydea et al, e-ISSN 3089-6150 Jurnal Pelangi. Vol. 3 No. Des 2025, pp. DAFTAR PUSTAKA