JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. ANALISIS DAMPAK PEMBEBANAN LEBIH TRANSFORMATOR TERHADAP PENYULANG SULAMADAHA GARDU GT-SOLBA TERNATE MALUKU UTARA Ambraham Latumahina . Ari Permana L2 Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Ambon bramlatu25@gmail. co m, . mana@ymail. ARTICLE HISTORY Received: May 28, 2025 Revised June 17, 2025 Accepted: June 17, 2025 Online available: June 21, 2025 Keyword: (GT-SOLBA Transformer. Overloading. Sulamadaha Substatio. *Correspondence: Name: Ari Permana L E-mail: ai. mana@ymail. Kantor Editorial Politeknik Negeri Ambon Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Jalan Ir. Putuhena. Wailela Ru mahtiga. A mbon Malu ku. Indonesia Kode Pos: 97234 ABSTRACT Distribution transformers play a crucial role in maintaining the reliability of the electrical power system. However, overloading beyond the transformer's capacity can lead to various negative impacts, both technical and economic. This study aims to comprehensively analyse the effects of overloading on transformers at the GT-S OLBA Substation on the performance of the Sulamadaha Ternate Power Line in North Maluku, using a case study approach. The research methodology includes the collection of operational data during the 2024 period, including daily load profiles, measurements o f electrical parameters . urrent, voltage, power facto. , methods of installing insert transformers, and transformer load The research results revealed that the installed transformer capacity was 160 KVA, with a measurement result before transformer load transfer of 100. 64%, exceeding the SPLN standard of 80%. The load measurement result after transformer load transfer was 43. 2%, resulting in a load reduction of 56. Transformer load transfer is one of the methods used to address overloading. PENDAHULUAN Sistem distribusi merupakan salah satu sistem dalam tenaga listrik yang mempunyai peran penting karena berhubungan langsung dengan pemakai energi listrik, terutama pemakai energi listrik tegangan menengah dan tegangan rendah. Jadi sistem in i selain berfungsi menerima daya listrik dari sumber daya . ransformator distribus. , juga akan mengirimkan serta mendistribusikan daya tersebut ke konsumen. Mengingat bagian ini berhubungan langsung dengan konsumen, maka kualitas listrik selayaknya harus sangat diperhatikan. Pada sistem ketenagalistrikan terus mengalami perkembangan, salah satunya yaitu dengan terjadinya pertumbuhan pelanggan atau beban energi listrik dari tahun ke tahun. Sehingga dibutuhkan sistem pendistribusian tenaga listrik yang mempunyai keandalan tinggi. Akan tetapi, sering terjadi permasalahan yang timbul pada pendistribusian Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Salah satunya adalah pembebanan transformator d istribusi yang sudah melebih i kapasitas atau dapat dikatakan transformator pembebanan lebih. Transformator dikatakan pembebanan lebih jika kapasitas pembebanan melebih i dari 80%, hal ini terjadi dalam waktu yang lama, isolasi pada transformator mengalami kerusakan karena panas yang berlebihan yang berujung pada rusaknya Selain hal tersebut, pembebanan lebih pada transformator distribusi juga dapat menyebabkan terjadinya drop voltage . atuh teganga. Terdapat dua metode alternatif untuk mengatasi permasalahan transformator pembenanan lebih, yaitu dengan metode pemasangan transformator sisipan dan pengalihan beban transformator. Transformator pembebanan ini juga terjad i disalah satu transformator distribusi Gardu GT-SOLBA d i PT. PLN (Perser. UP3 Ternate ULP Ternate, yaitu Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Transformator Distribusi Penyulang Sulamadaha dengan kapasitas daya 160 KVA. Tentu hal ini menunjukkan perlu adanya tindakan terhadap Dengan memperhatikan letak beban maka tindakan yang tepat dilakukan adalah pemasangan transformator sisipan . pgrating transformato. Sehubungan dengn hal ini, maka penelit i mengamb il topik yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi dengan judul Au Analisis Dampak Pembebanan Lebih Transformator Terhadap Penyulang Sulamadaha Gardu GT -SOLBA Ternate Maluku UtaraAy TINJAUAN PUSTAKA Kadek. Wahyudi. Widiat mika. Analisis Penambahan Transformator Sisipan Untuk Mengatasi Overload Pada Transformator DB0244 Di Penyulang Sibelangga. Penelit ian in i men jelaskan tentang penambahan transformator untuk mengatasi masalah overload yang selalu terjadi Partaonan. Adam Muhammad Dan Prabowo. Analisis Penambahan Trafo Sisip Sisi Distribusi 20 KV Mengurangi Beban Overload dan Jatuh Tegangan Pada Trafo B1 11 Rayon Tanah Jawa Dengan Simu lasi Etab. Penelitian ini men jelaskan tentang penambahan trafo sisipan dalam mengatasi dan mengurangi jatuh tegangan pada suatu trafo Samsurizal, & Hadinoto. Studi Analisis Dampak Overload Transformator terhadap Kualitas Daya di PT PLN (Perser. UP3 Pondok Gede. Kilat. Penelitian ini men jelaskan tentang dampak overload pada trafo sehingga berpengaruh pada daya di PT. PLN Sistem Distribusi Tenaga Listrik Unit d istribusi tenaga listrik merupakan salah satu bagian dari suatu sistem tenaga listrik yang terd iri dari unit pembangkit, unit penyaluran atau transmisi dan unit distribusi yang dimu lai dari Gardu Induk sampai dengan alat penghitung dan Pembatas (APP) di instalasi konsumen. Unit distribusi dalam hal ini berfungsi untuk menyalurkan dan mendistribusikan tenaga listrik dari pusat-pusat suplai atau gardu induk ke pusat-pusat beban yang berupa gardu-gardu distribusi . ardu transformato. atau secara langsung menyalurkan tenaga listrik ke konsumen dengan mutu yang memadai. Proses tenaga listrik did istribusikan dimulai dari tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit tenaga listrik dengan besar tegangan dari 11 KV sampai 24 KV d inaikkan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan men jadi 70 KV ,154 KV, 220 KV atau 500 KV kemudian disalurkan melalui saluran Transmisi. Tujuan menaikkan tegangan ialah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi. Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Dari saluran distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi mengamb il tegangan untuk diturunkan tegangannya dengan transformator distribusi men jadi sistem tegangan rendah, yaitu 220/380 Vo lt. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi konsumen-konsumen. Untuk pengelompokan jaringan distribusi tenaga listrik, dan pembagian serta pembatasan-pembatasannya dapat ditunjukan pada Gambar 1. Sumber : PT. PLN P3B Jawa Bali Gambar 1 Skema Sistem Tenaga Listrik Berikut keterangan dari Gambar 1 : Daerah I : Bagian pembangkitan Daerah II : Bagian transmisi Daerah i : Bag ian distribusi primer, bertegangan menengah . KV atau 20 KV). Daerah IV : (Di dalam bangunan pada beban atau konsume. Instalasi, bertegangan rendah. Berdasarkan pembatasan-pembatasan tersebut, maka diketahui bahwa porsi materi sistem distribusi adalah Daerah i dan IV. Maka dari itu Ada 2 macam sistem distribusi tenaga listrik. Gardu Distribusi Gardu distribusi adalah suatu tempat atau bangunan instalasi yang didalamnya terdapat alat-alat pemutus,penghubung, transformator distribusi untuk mendistribusikan tenaga listrik sesuai dengan kebutuhan tegangan konsumen. Peralatan ini berfungsi untuk menunjang mencapai pendistribusian tenaga listrik secara baik yang mencangkup ko munitas pelayanan yang terjamin, mutu yang tinggi dan menjamin keselamatan bagi Fungsi gardu distribusi adalah sebagai Menyalurkan Tenaga Listrik ke konsumen Tegangan Rendah. Menurunkan Tegangan Menengah ke Tegangan Rendah. Sebagai Papan Hubung Bagi Tegangan Rendah Untuk fasilitas ini lazimnya dilengkapi fasilitas DC Supply dari Trafo Distribusi pemakaian sendiri atau Trafo distribusi untuk u mu m yang diletakkan dalam satu kesatuan. Untuk jenis konstruksi Gardu Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Tiang terbagi atas 2 yakni : Gardu Portal dan gardu Cantol. Transformator Distribusi Pada umu mnya. Transformator adalah suatu alat listrik yang dapat memindahkan dan mengubah energi listrik dari satu atau lebih rangkaian listrik ke rangkaian listrik yang lain tanpa merubah frekuensi dari sistem, melalui suatu gandengan magnet dan berdasarkan prinsip induksi elektro magnet. Fungsi transformator distribusi untuk menurunkan tegangan transmisi menjadi tegangan distribusi. Sebuah transformator terd iri atas sebuah inti, yang terbuat dari besi berlapis dan dua buah kumparan, yaitu ku mparan primer dan sekunder. Rasio perubahan tegangan akan tergantung dari rasio ju mlah lilitan pada kedua kumparan. Biasanya kumparan terbuat dari kawat tembaga yang dibelitan seputar AukakiAu inti Berikut transformator, ditunjukan pada gambar 2. V1 : Tegangan Primer V2 : Tegangan Sekunder I0 : Arus Primer I2 : Arus Sekunder Sumber:https://researchgate. net/publication/35890167 Gambar 2 Bagian-bagian Transformator Prinsip dasar transfer energi pada transformator adalah dengan memberikan tegangan bolak-balik pada belitan primer untuk membangkit kan medan Garis-garis fluks dari medan magnetic tersebut akan memotong konduktor belitan sekunder, menginduksi tegangan pada terminalnya. Besar tegangan pada kedua terminal berbanding lurus terhadap jumlah lilitan masing-masing belitan. Pengelo mpokan transformator berdasarkan fasanya terdiri atas 2 yaitu transformator 1 Fasa dan transformator 3 Fasa. Spesifikasi Umum Daya Pengenal Trafo Distribusi Nilai-nilai daya pengenal tranformator distribusi yang lebih banyak d ipakai dalam SPLN 8A : 1978 IEC 76 Ae 1 . ditunjukan pada Tabel 1. Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Tabel 1. Pengenalan Nilai Daya Transformator Distribusi Sumber : PT. PLN (Perser. 2024 Ditunjukan pada Tabel 1 d i atas adalah standar daya transformator (KVA) yang dipakai oleh PLN yaitu nilai-nilai yang di tandai dengan bintang ( * ). Perhitungan Arus Beban Penuh Trasformator Daya transformator b ila dit injau dari sisi tegangan tinggi . dapat diketahui dengan menggunakan persamaan sebagai berikut: ycI = Oo3 y ycO y ya. Dimana: S = daya transformator (KVA) V = tegangan sisi primer transformator (V) I = Arus (A) Sehingga untuk mengitung arus beban penuh (IFL) dapat menggunakan persamaan : IFL=S/(VyOo. Dimana: IFL = arus beban penuh (A) S = Daya transformator (KVA) V = Tegangan sisi sekunder transformator (V) Dalam menghitung presentase pembebanan suatu transformator dapat diketahui dengan menggunakan persamaan sebagai berikut : ban = (IRata-rata / IFL) y 100%. Ru mus untuk menghitung rata-rata arus beban (IRata-rat. , yakni : IRata-rata (IR IT) Dimana : IRata-rata = rata-rata arus beban (A) IFL= arus beban penuh (A) IR = arus fasa R (A) IS = arus fasa S (A) IT = arus fasa T (A) Pembebanan Transformator Pengertian beban merupakan sirkit akh ir pemanfaatan dari jaringan tenaga listrik yang harus dilayani o leh sumber tenaga listrik tersebut untuk diubah menjadi bentuk energi lain seperti cahaya, panas, gerakan, magnet, dan sebagainya. Oleh karena itu, pelayanan terhadap beban haruslah terjamin kontinuitasnya untuk menjaga kehandalan dari sistem tenaga listrik. Untuk mencapai keadaan yang handal Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. tersebut, suatu sistem tenaga listrik haruslah dapat mengatasi semua gangguan yang terjadi tanpa melakukan pemadaman terhadap bebannya. Menurut SPLN, diusahakan agar tidak dibebani lebih dari 80% atau dibawah 40%. Jika melebih i atau kurang dari nilai tersebut transformator bisa dikatakan overload atau Diusahakan agar transformator tidak dibebani keluar dari range tersebut. Bila beban transformator terlalu besar maka d ilakukan transformator atau mutasi transformator. Overload akan menyebabkan transformator men jadi panas dan kawat t idak sanggup lagi menahan beban, sehingga timbul panas yang menyebabkan naiknya suhu lilitan Kenaikan ini menyebabkan rusaknya isolasi lilitan pada ku mparan t ransformator. Transformator mempunyai batasan-batasan dalam operasinya. Apabila transformator digunakan secara terus-menerus dalam kondisi overload, maka akan mengalami transformatorpun bertambah. Sehingga akan merusak isolasi, material dan transformator akan rusak. Selain itu, mempengaruhi kualitas daya transformator, drop Voltage pada ujung jaringan dan berakibat susut umur pada transformator (Samsurizal & Hadinoto, 2. METODOLOGI 1 Jenis Penelitian Metodologi penelit ian mencakup Pengumpu lan data operasional selama periode tahun 2024, termasuk profil beban harian, pengukuran parameter listrik . rus, tegangan, faktor day. , metode pemasangan transformator sisipan dan pengalihan beban Lokasi Penelitian Dalam melaksanakan penelitian ini, maka lokasi penelitian d ilakukan PT. PLN (Perser. ULP Ternate Maluku Utara khususnya pada Penyulang Sulamdaha. Waktu Penelitian Waktu penelitian yang direncanakan adalah 3 . Bu lan dengan bentuk kegiatan seperti yang ditunjukan dalam Tabel 2. Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Tabel 2. Kegiatan Penelitian Bulan Kegiatan Agustus Jenis Kegiatan September Oktober Persiapan Analisa Kebutuhan Pengambilan data lapangan dan wawancara dengan pihak terkait Analisa perhitungan kapasitas trafo terhadap Uji Hasil analisa Uji Hasil analisa Implementasi Aplikasi EJournal Penyusunan Laporan Laporan Hasil Kegiatan Sumber : Peneliti, 2024 Jenis Data Penelitian Jenis data penelitian meliputi: Data Primer Data-data diperoleh di PT. PLN (Perser. ULP Ternate Maluku Utara. Data-data yang diperlukan antara lain data pembebanan Trafo Distribusi ULP Ternate dari Agustus Ae Oktober 2024, single line Sistem Distribusi Penyulang Sulamadaha, data Speseifikasi Trafo GT- SOLBA. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang dipero leh melalui pengumpulan doku mentasi . nalisis dokume. berupa penelaahannya terhadap dokumen pribadi, res mi kelembagaan, referensireferensi atau peraturan . iteratur laporan, tulisan, dan lain -lain yang memiliki relevansi dengan fokus permasalahan penelitia. Su mber data sekunder dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan bahkan untuk meramalkan tentang organisasi, tempat penelitian, data-data yang ditelit i serta doku men yang berkaitan dengan 5 Populasi. Sampel dan Unit Penelitian Populasi penelit ian ini yaitu Semua data operasional dan elemen sistem d istribusi listrik yang terkait dengan transformator GT -SOLBA dan penyulang Sulamadaha di Ternate. Malu ku Utara. Sampelnya Data beban transformator dan penyulang selama periode tertentu yang mewakili kondisi pembebanan lebih. Unit -unit teknis yang dianalisis untuk melihat hubungan antara beban transformator dan kondisi penyulang. Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pengambilan data dilakukan langsung di lokasi gardu dan penyulang menggunakan alat uku r. Kunjungan ke Gardu GT SOLBA. Pemeriksaan alat ukur . mencatat data arus, tegangan, daya real, daya reaktif dan Alat yang digunakan: Power Meter / Clamp Meter . Data Logger. Multimeter Digital . ntuk spot check ) mengambil data historis dari pihak pengelola gardu (PLN/UP3 Ternat. atau dari catatan sistem Metode Analisis Metode analisis yang dilakukan adalah penelitian tekn is dan analisis, dengan identifikasi masalah yang sesuai dengan situasi dan kondisi proses analisis dilakukan berupa akt ivitas kegiatan. Sedangkan dilaku kan men jabarkan hasil penelitian yang diteliti dan tahapan selanjutnya dengan pengujian analisis sehingga mampu menjawab permasalahan yang Metode ini digambarkan pada bagan alir penelitian dapat dilihat pada Gambar 3. Definisi Operasional Definisi operasional yang dilakukan dalam penelit ian ini adalah Pembebanan transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya beban aktual dengan kapasitas nominal transformato r, yang diukur dalam satuan ampere dan kilovolt-ampere . VA). Tegangan ujung penyulang diartikan sebagai tegangan listrik yang diukur pada ujung penyulang Sulamadaha, yang dianalis is menggunakan alat ukur power meter. Kondisi overload didefinisikan ket ika % pembebanan melebih i 100% kapasitas nominal, dan jika tersedia, akan d iamati pula kenaikan suhu Semua parameter teknis dibandingkan dengan standar yang berlaku seperti SPLN atau Ie untuk menentukan dampaknya terhadap sistem distribusi HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Gambaran Umum Gardu distribusi GT -SOLBA merupakan salah satu gardu penting dalam sistem d istribusi tenaga listrik di Kota Ternate. Maluku Utara. Gardu ini menyuplai energi listrik ke beberapa wilayah, termasuk kawasan Sulamadaha melalui penyulang Sulamadaha. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi peningkatan permintaan daya listrik akibat pertu mbuhan pemukiman, usaha, dan aktivitas publik di wilayah Akibat peningkatan konsumsi tersebut, transformator utama d i gardu GT -SOLBA mengalami pembebanan yang mendekat i bahkan melebihi kapasitas nominalnya. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penurunan tegangan, peningkatan suhu trafo, rugi-rugi daya yang lebih besar, dan penurunan efisiensi d istribusi. Salah satu area yang terdampak secara langsung adalah penyulang Sulamadaha, yang menerima pasokan langsung dari transformator Untuk memastikan kualitas dan keandalan pasokan listrik d i wilayah tersebut tetap terjaga, maka pembebanan lebih transformator terhadap kinerja Sumber : Peneliti, 2025 Gambar 3. Bagan Alir Penelitian Menjelaskan rancangan penelitian yang akan men jelaskan informasi/data pendukung, menguraikan langkahlangkah membahas/menganalisis . endefin isikan variabel, tekn ik ko mputasi/mengolah dat. serta penjelasan asumsi. Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sumber : PLN ULP Ternate, 2024 Gambar 4. Single Line Diagram Penyulang S ulamadaha Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. 2 Deskripsi Variabel Penelitian Variabel yang digunakan dalam penelit ian ini adalah variabel yang umu m digunakan untuk masalah ini yaitu : Variabel Pembebanan Lebih Transformator. Variabel Dependen dengan mengetahui kinerja Penyulang Sulamadaha Variabel antara yaitu dengan mengetahui tegangan ujung, rugi-rugi daya, suhu, dll 3 Penguji an dan Analisis Data Hasil Penelitian Data-Data Trafo Overload Penyulang Sulamadaha Berikut adalah data pengukuran pembebanan transformator yang mengalami pembebanan lebih di PT. PLN (Perser. ULP Ternate. Dengan demikian berdasarkan data hasil pengukuran, ditunjukan pada Tabel menjadi dasar untuk mengambil trafo distribusi GT-SOLBA TTE 43 sebagai objek penelitian Tabel 3. Data Hasil Pengukuran beban trafo ULP Ternate (September Ae Desember 2. Trafo in i mengalami kenaikan pembeban lebih. Sehingga trafo tersebut berdampak pada pemasangan pelanggan baru maupun penambahan daya. Sehingga bebarapa pelanggan baru balum bisa memakai energi . elum dapat penyambungan listrik PLN). Tabel 4. Hasil Pengukuran Beban Trafo No Gardu T T E 43 T T E 43 T T E 43 Tgl Ukur 01/07/2021 20/09/2022 24/03/2023 Sumber : Peneliti, 2024 Pengukuran dan Pengujian analisa Pengalihan beban pada Trafo Distri busi GTSOLBA TTE 43 Berikut ini merupakan hasil pengukuran pada trafo sebelum dilaku kan beban, hasil pengukuran ditunjukan pada Tabel 5 sebagai berikut: Tabel 5. Hasil pengukuran trafo GT-SOLBA TTE 43 sebelum pengalihan beban Sumber : Peneliti, 2024 Sumber : PLN ULP Ternate, 2024 Trafo distribusi GT -SOLBA TTE 43 yang merupakan salah satu trafo distribusi yang mengalami pembebanan lebih pada penyulang sulaamadaha PT. PLN (Perser. ULP Ternate dengan pertimbangan sebagai berikut. Trafo distribusi GT -SOLBA TTE 43 yang berlokasi d i Kelurahan Soa ini memiki n ilai presentase 100,64% dengan kapasitas 160 KVA. Tidak optimal kerja pada sebuah trafo lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen PT. PLN ( Persero ) ULP Ternate berku rang dan yang lebih merugikan ialah dapat mengakibatkan kerusakan pada trafo. Hal ini yang terjadi pada trafo GT -SOLBA TTE 43 yang mengalami beban lebih. Untuk permasalahan tersebut dapat di atasi dengan melakukan pengalihan beban trafo guna mengurangi beban leb ih pada trafo GT SOLBA TTE 43 Berdasarkan hasil pengukuran beban pada trafo pada tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Sesuai dengan Tabel 4. beban total Trafo GT -SOLBA TTE 43 Telah melewati arus nominalnya. Dan pengukuran beban ini dilakukan pada saat beban puncak di malam hari. Untuk menghitung arus ratarata beban Trafo tersebut dapat menggunakan ru mus yang ditunjukan pada persamaan . Irata-rata = . Irata-rata = 871. 9/3 = 290, 63 A Untuk menghitung arus beban penuh ( IFL ) dapat menggunakan rumus yang ditunjukan pada persamaan . IFL = . 000 VA)/. V X Oo. IFL = 230,94 A Kemudian d imasukan kedua nilai hasil perh itungan IRata-rata dengan IFL Kedalam persamaan ru mus persen pembebanan sebelumnya, sehingga di ketahui presentase beban tarfo ditunjukan pada persamaan . Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. T = 0,82 x 100% = 82% % Pembebanan = 290,63/230,94 x 80% % Pembebanan = 100,64% Presentase Ketidak Seimbang Beban Yang Dialami GT-SOLBA TTE43 sebelum pengalihan beban. R = 1,03 x 100% = 103% S = 1,08 x 100% = 108% T = = 0,87x 100% = 87% Beban tak seimbang : = . ,03-. ,08-. x100% = . ,03 0,08 . /3 x 100% = 0,88/3 x 100% = 29% Setelah dilakukan perh itungan persentase beban pada Trafo dan hasilnya menunjukkan bahwa Trafo GT-SOLBA TTE 43 mengalami pembebanan lebih . karena total persentase beban Trafo yakni 100,64%. Sebuah Trafo d ikatakan pembebanan lebih . apabila melebihi beban 80% dari Pengukuran dan Penguji an analisa untuk Pengalihan beban pada Trafo Distri busi GTSOLBA TTE 43 Untuk mengatasi akibat kondisi trafo maka Setelah dilakukan pengalihan beban Trafo GT -SOLBA TTE 43 agar tetap melayani 2 jurusan yang dimana kedua jurusan itu tersebut masing-masing jurusan mengalami penurunan pertiap jurusannya. Adapun persen pada Trafo ini dapat dihitung dengan menggunakan data pengukuran ditunjukan pada Tabel 5. % Pembebanan = ( IRata-rata/IFL ) x 80% Untuk menghitung arus rata-rata beban trafo tersebut dapat menggunakan ru mus yang ditunjukan pada persamaan . IRata-rata = . ,9 158,4 99,. /3 IRata-rata = 379,7/3 = 126,56 A Untuk menghitung arus beban penuh dapat menggunkan ru mus yang ditunjukan pada persamaan . IFL = . 000 kVA)/. X Oo. IFL = 230,94 A Sehingga dapat mengetahui presentase pembebanan trafo GT-SOLBA TTE 43 ditunjukan pada persamaan . % Pembenanan = . /230,94 x 80% % Pembebanan = 43,2 % Presentase Ketidak Seimbang Beban Yang Dialami GT-SOLBA TTE43 sesudah pengalihan beban. R = 0,96 x 100% = 96% S = 1,25 x 100% = 125% Ambraham Latumahina, et al DOI: https://doi. org/10. 31959/js. Beban tak seimbang = . ,96-. ,25-. x100% = . 04 0,25 0,. /3 % = 0,42/3 x 100% = 14% Tabel 6. Hasil pengukuran trafo GT-SOLBA TTE 43 sesudah dilakukan pengalihan beban Sumber : Peneliti, 2024 Setelah dilakukan perh itungan presentase trafo, sesudah pengalihan beban Trafo GT -SOLBA TTE 43 ke GT-ALFAMIDI TTE 417 maka hasilnya menunjukan bahwa Trafo GT -SOLBA TTE 43 sudah kembali normal atau tidak mengalami overload lagi karena total p resentase pembebanan trafo tidak lagi melebih i beban standar yang telah di tentukan sebelumnya yakni, 43,2%. Hasil Analisa Berdasarkan ketentuan Standar Perusahan Listrik Negaara (SPLN) D3. 002-1:2007 No. 160 (IEC 600761 Edisi 2. yang telah ditetapkan pembebanan suatu Trafo diizin kan adalah sebesar 80% dari kapasitas trafo. Seh ingga Trafo GT -SOLBA TTE 43 dengan kapasitas 160 KVA dinyatakan sebagai trafo pembebanan lebih . dikarenakan presantase pembenan yang meleb ihi ketentuan yaitu sudah mencapai 100,64%. Untuk menjaga kontunitas penyaluran energi listrik dan mutuh pelayanan pada pelanggan, maka pihak PLN mengamb il tindakan untuk melakukan perbaikan sebagaimana mestinya hingga dapat mengatasi kondisi pembebanan lebih suatu trafo. Namun dalam penelitian in i, penulis hanya melakukan analisis terhadap sebua trafo guna mengatasi kondisi tersebut, dan objek pada penelitian ini berpusat pada trafo GT SOLBA TTE 43 yang mengalami beban leb ih . Adapun beberapa solusi untuk mengatasi overloada trafo diantaranya sebagai berikut : Pengalihan Beban Pengalihan beban adalah pengurangan beban trafo dengan memanfaatkan JTR trafo lainnya. Apabila trafo lain dalam kondisi underload, maka beban dapat Analisis Dampak Pembebanan Lebih A JURNAL SIMETRIK (Sipil. Mesin. Listri. https://ejournal-polnam. id/index. php/JurnalSimetrik Online ISSN: 2581-2866 https://creativecommons. org/licenses/by-nc/4. dipindakan atau dimanuver sebagian ke trafo underload tersebut. Otomatis beban trafo tersebut akan berkurang. Pengalihan beban dilaku kan dengan cara koneksi atau sambungan melalui JTR. Trafo Sisipan Yang dimaksud sisipan trafo adalaah pemasangan trafo baru di dekat dengan trafo overload. Tujuannya adalah membagi beban traafo yang ada ke trafo yang Hal ini adalah tindakan yang paling umu m dilakukan untuk mengatasi trafo overload. Sumber : Peneliti, 2024 Gambar 5. Presentase pembebnan sebelum dan sesudah pengalihan beban dengan masing-masing beban saat aktif. DAFTAR PUSTAKA Ardiansya A. Analisis Kehandalan Sistem Jaringan Distribusi 20 KV. Medan : Departemen Teknik Elektro Faku ltas Teknik Universitas Sumatra. Kadek. Wahyudi. Widiat mika. Analisis Penambahan Transformator Sisipan Untuk Mengatasi Overload Pada Transformator DB0244 Di Penyulang Sibelangga Najmu l. Fadli. Analisis Pemasangan Transformator Sisipan Pada Saluran Transformator Distribusi Peyulang Pugutan. Partaonan. Adam Muhammad Dan Prabowo. Analisis Penambahan Trafo Sisip Sisi Distribusi 20 KV Mengurangi Beban Overload Dan Jatuh Tegangan Pada Trafo B1 11 Rayon Tanah Jawa Dengan Simulasi Etab Samsurizal, & Hadinoto. Studi Analisis Dampak Overload Transformator terhadap Kualitas Daya di PT PLN (Perser. UP3 Pondok Gede. Kilat, 136-142. Sudiartha. Sutawinaya. Manajemen Trafo Distribusi 20 KV Antar Gardu BL031 Dan BL033 Penyulang Liligundi Dengan Menggunakan Simulasi Program Etap. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan analisa data yang penulis lakukan dari hasil penelit ian dan pengujian, dapat di pero leh Salah satu cara mengatasi masalah pembebanan lebih pada transformator adalah dengan solusi pengalihan beban trafo yang mengalami pembebanan lebih atau beban diatas 80% dan hasil yang di dapat dari haasil perhitungan didapatkan nilai presentase pembebanan sebelum d ilakukan pengalihan beban trafo yaitu 100,64% dan sesudah dilakun pengalihan beban trafo yaitu 43,2% sehingga mengalami penurunan Beban sebanyak 57,44%. Saran