Analisis Faktor dan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Serta Upaya Prevenitif dan Kuratif di SMPN 44 Surabaya HUBUNGAN ANTARA KEMANDIRIAN DAN KONFORMITAS DENGAN KESULITAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER SANTRI Farkhatul Atiya Universitas Negeri Surabaya 21063@mhs. Dr. Ari Khusumadewi S. Pd. Pd. Universitas Negeri Surabaya arikhusumadewi@unesa. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Antara Kemandirian Dan Konformitas Dengan Kesulitan dalam pengambilan keputusan karier Santri Kelas IX Di Pondok Pesantren Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Jumlah sampel yang dijadikan subjek penelitian yaitu sebesar 204 santri kelas IX di Pondok Pesantren Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik. Hipotesis pertama nilai koefisien korelasi sebesar -0. 129* yang berarti terdapat hubungan negatif antar variabel kemandirian dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier namun hubungan keduanya sangat lemah. Sedangkan pada hipotesis kedua nilai koefisien korelasi sebesar 0. 180* yang berarti terdapat hubungan posiitif antar variabel konformitas dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier namun hubungan keduanya sangat lemah. Untuk hipotesis ketiga nilai koefisien korelasi sebesar 0. 289 yang berarti variabel kemandirian dan konformitas dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier secara simultan memiliki hubungan namun dalam kategori lemah. Kata Kunci: Kemandirian. Konformitas. Kesulitan dalam Pengambilan Keputusan Karier Abstract This study aims to examine the relationship between autonomy and conformity with career decision-making difficulties among santri. The sample consisted of 204 ninth-grade santri from an Islamic boarding school (Pondok Pesantre. in the Manyar sub-district. Gresik Regency. For the first hypothesis, the correlation coefficient value was 0. 129*, indicating a negative relationship between autonomy and career decision-making difficulties. However, this relationship is very weak. Regarding the second hypothesis, the correlation coefficient value was 0. 180*, indicating a positive relationship between conformity and career decision-making difficulties. Yet, this relationship is also very For the third hypothesis, the correlation coefficient was 0. 289, indicating that autonomy and conformity together have a relationship with career decision-making difficulties, but the strength of the relationship falls under the weak Keywords: Autonomy. Conformity. Career Decision-making Difficulties Dalam teori karier Donald Super siswa SMP berada di rentang usia 0 sampai dengan 14 tahun yaitu pada tahapan tumbuh (Growt. dimana pada tahap ini siswa sedang mengalami pertumbuhan fisik dan Pada tahap ini siswa masih mulai untuk mengenal minat dan bakat melalui berbagai kegiatan yang ada di sekolah seperti ektrakulikuler dan pengalaman belajar individu (Gunawan & Fitri Annisa. Adapun penelitian yang dilakukan di Provinsi Midlands Zimbabwe, dimana unit pendidikan di sekolah tersebut terdiri dari sekolah harian, sekolah berasrama, sekolah pemerintah, dan sekolah misi. Adapun total populasi yang digunakan yaitu sebanyak 12. 000 siswa dan 200 guru bimbingan karier, maka sampelnya PENDAHULUAN Membuat keputusan karier adalah proses yang sudah pasti dilalui bagi siswa di sekolah menengah dimana di masa tersebut individu sudah mulai memilih pendidikan dan pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan, bakat dan minat yang dimiliki. Namun di masa kini masih banyak dari individu yang bingung akan karier yang dipilih. Hal ini juga diungkapkan oleh penelitian Agustina, dkk . bahwa permasalahan yang sering dialami siswa diantaranya muncul perasaan bingung dalam menentukan karier setelah lulus, belum matang dalam menentukan karier dan mencoba meniru keputusan yang dibuat oleh temannya (Ristian et al. Analisis Faktor dan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Serta Upaya Prevenitif dan Kuratif di SMPN 44 Surabaya 200 siswa dan 20 guru bimbingan karier. Dari hasil penelitian yang berjudul AuTekanan teman sebaya sebagai prediktor pengambilan keputusan karir di kalangan siswa sekolah menengah di Provinsi Midlands. ZimbabweAy menunjukkan bahwa siswa tidak mudah terpengaruh oleh ajakan temannya soal pengambilan keputusan karier (Mtemeri, 2. Adapun penelitian yang dilakukan kepada siswa SMP dan SMA di Jakarta yang berjumlah 560 siswa diantaranya 228 laki-laki dan 332 wanita dimana responden masih berada di kisaran usia 13 tahun hingga 23 tahun. Judul penelitiannya yaituAu Kesulitan pengambilan keputusan karier Dan Kepribadian Big Five Pada Remaja Di IndonesiaAy menunjukkan hasil bahwa selain kepribadian yang menyebabkan sulitnya mengambil keputusan karier ada juga lack of information atau kurangnya informasi dalam pengambilan keputusan karier (Sodiq & Hidayat, 2. Menurut Gati . pengambilan keputusan karier merupakan suatu proses dimana individu menyadari akan kebutuhan untuk membuat keputusan karier, dan bersedia untuk mengambil keputusan karier serta mempunyai kemampuan untuk membuat keputusan yang benar. Maksud dari yang AubenarAy adalah keputusan dibuat menggunakan proses yang tepat dan sesuai dengan tujuan individu. Adapun aspek-aspek kesulitan dalam pengambilan keputusan karier yaitu kurangnya kesiapan, kurangnya informasi dan informasi yang tidak konsisten. Menurut Steinberg merupakan kemampuan dalam berpikir, merasa dan membuat keputusan berdasarkan prinsip yang dipegang pribadi dibandingkan mengikuti apa yang orang lain Adapun aspek-aspek kemandirian yaitu kemandirian tingkah laku, kemandirian emosional dan kemandirian nilai (Steinberg, 2. Menurut Sears . konformitas merupakan suatu tindakan yang dilakukan oleh individu karena orang lain juga melakukan tindakan tersebut. Adapaun aspekaspek konformitas yaitu kekompakan, ketaatan dan kesepakatan (Sears et al. , 1. Sebagai data awal untuk mengetahui permasalahan yang ada di pondok pesantren, peneliti melakukan penyebaran angket tertutup kepada 59 santri kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Ushulul Hikmah AlIbrohimi untuk mendapatkan gambaran mengenai kondisi psychological well-being santri. Dalam penelitian ini menggunakan angket tertutup dengan jumlah pernyataan sebanyak 36 item. Setelah data terkumpul dan dilakukan analisis dapat diketahui gambaran psychological wellbeing pada santri kelas IX di Madrasah Tsanawiyah Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi Gresik yaitu permasalahan berada pada dimensi kemandirian. Dimana santri di Madrasah Tsanawiyah Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi memiliki tingkat kemandirian yang rendah, hal ini dilihat dari skor angket psychological well-being pada butir pernyataan yang berbunyi AuSaya mengerjakan tugas di pesantren tanpa meminta bantuan orang lainAy dengan skor terendah. Berdasarkan hasil penelitian dan fenomena diatas dapat diketahui bahwa terdapat kesenjangan penelitian dimana hal inilah yang melatarbelakangi permasalahan tersebut, karena masih terdapat hasil penelitian terdahulu yang kurang konsisten maka dari itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuHubungan Antara Kemandirian Dan Konformitas Dengan Kesulitan dalam pengambilan keputusan karier SantriAy. METODE Dalam kajian ini menggunakan penelitian Untuk melihat hubungan antara ketiga variabel menggunakan uji korelasi dari KendallAos tau. Dalam penelitian ini populasinya adalah seluruh santri kelas IX di pondok pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik, terdapat tiga pondok diantaranya. Pondok Pesantren Ushulul Hikmah Al-Ibrohimi. Pondok Pesantren Mambaus Sholihin dan Pondok Pesantren Al-Amin. Untuk sampel yang akan digunakan pada penelitian ini berjumlah 204 santri. HASIL Uji hipotesis hubungan kemandirian (X. dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier (Y) Hipotesis penelitian pertama yaitu melihat hubungan antara kemandirian dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier. Berikut hasil output menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 22 seperti pada tabel di bawah ini: Correlation Coefficien Sig. -taile. Correlation Coefficien Sig. -taile. Berdasarkan nilai signifikansi atau Sig. yaitu sebesar 0. 009<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel kemandirian dengan variabel kesulitan dalam pengambilan keputusan karier. Berdasarkan koefisien korelasi diketahui nilainya 129* yang berarti terdapat hubungan negatif antar variabel kemandirian dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier namun hubungan keduanya sangat lemah. Analisis Faktor dan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Serta Upaya Prevenitif dan Kuratif di SMPN 44 Surabaya Uji hipotesis hubungan konformitas (X. dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier (Y) Hipotesis penelitian pertama yaitu melihat hubungan antara kemandirian dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier. Berikut hasil output menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 22 seperti pada tabel di bawah ini: Correlation Coefficien Sig. -taile. Correlation Coefficien Sig. -taile. aspek tidak hanya pada kesulitan dalam pengambilan keputusan karier saja. Adapun faktor yang mempengaruhi hubungan pengambilan keputusan karier menjadi sangat lemah yaitu karena konformitas dalam penelitian ini lebih berfokus pada faktor eksternal seperti penyesuaian diri, dinamika kelompok dan interaksi dengan teman sebaya sedangkan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier lebih berfokus pada faktor internal seperti informasi mengenai karier dan pemahaman diri. Adapun penelitian yang dilakukan terhadap mahasiswa prodi agribisnis Politeknik Pertanian Payakumbuh. Penelitian tersebut bertujuan untuk melihat variabel yang mempengaruhi keputusan memilih prodi agribisnis Politeknik Pertanian Payakumbuh. Analisis datanya menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM), dimana hasilnya menunjukkan nilai Pvalue sebesar 0. 162 yang berarti terdapat pengaruh konformitas terhadap pengambilan keputusan memilih prodi agribisnis Politeknik Pertanian Payakumbuh (Sari & Ariyanto, 2. Berdasarkan nilai signifikansi atau Sig. yaitu sebesar 0. 000<0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara variabel konformitas dengan variabel kesulitan dalam pengambilan keputusan karier. Berdasarkan koefisien korelasi diketahui nilainya 180* yang berarti terdapat hubungan antar variabel konformitas dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier namun hubungan keduanya sangat lemah. Uji hipotesis hubungan kemandirian (X. dan konformitas (X. dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier (Y) Hipotesis penelitian ketiga yaitu melihat hubungan antara kemandirian dan konformitas dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan Berikut hasil output uji korelasi berganda menggunakan bantuan IBM SPSS Statistics 22 seperti pada tabel di bawah ini: Square Adjusted Square Std. Error of Estimate Square Change Change Df1 Df2 Sig F Change PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis data, pengajuan hipotesis dan pembahasan yang telah diuraikan berikut kesimpulan akhir dari penelitian ini: Terdapat hubungan yang negatif antara variabel pengambilan keputusan karier dengan nilai koefisien korelasi sebesar -0. Terdapat hubungan yang positif antara variabel konformitas dengan variabel kesulitan dalam pengambilan keputusan karier dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0. Terdapat hubungan yang positif antara variabel kemandirian dan konformitas dengan variabel kesulitan dalam pengambilan keputusan karier santri di pondok pesantren Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 289 namun hubungan ketiganya lemah. Berdasarkan tabel di atas nilai R . oefisien korelas. 289 yang berarti variabel kemandirian (X. dan konformitas (X. dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier (Y) secara simultan memiliki hubungan namun dalam kategori lemah. Untuk nilai Sig. F Change sebesar 0. 000 (<0,. yang berarti variabel kemandirian (X. dan konformitas (X. memiliki hubungan yang signifikan dengan kesulitan dalam pengambilan keputusan karier (Y) secara simultan. Saran Berdasarkan uraian di atas maka adapun beberapa saran yang diberikan sebagai berikut: Penelitian ini dapat dijadikan bahan bacaan bagi guru bimbingan dan konseling dalam mengenali fenomena santri yang masih memiliki kendala berupa kesulitan dalam dalam pengambilan keputusan karier serta dapat mempersiapkan pendekatan atau bimbingan yang tepat bagi santri tersebut untuk mengurangi dampak negatif yang akan muncul kedepannya. PEMBAHASAN Adapun faktor yang mempengaruhi hubungan pengambilan keputusan karier menjadi sangat lemah yaitu karena teori kemandirian yang digunakan dalam penelitian ini fokusnya lebih menyeluruh dalam berbagai Analisis Faktor dan Dampak Penyalahgunaan Narkotika Serta Upaya Prevenitif dan Kuratif di SMPN 44 Surabaya Penelitian ini dapat memberikan wawasan kepada santri mengenai pentingnya bersikap mandiri, kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta pentingnya wawasan karier untuk rencana Penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya saat terjun ke lapangan untuk melihat permasalahan yang dihadapi oleh santri di pondok pesantren terkait kesulitan dalam pengambilan keputusan karier, kemandirian dan konformitas atau juga bisa dikaitkan dengan variabel lainnya. DAFTAR PUSTAKA