MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Pengaruh Podcast Habib JaAofar Dalam Dakwah Islam Di Era Digital Untuk Membentuk Karakter Gen Z Yang Bertaqwa. Aulia Syakinah Maulani . Danella Kharismatika . Hany Dwi Anggraeni3. Sukma Ayu Ristiyaningsih . Hisny Fajrussalam . Hafizyani Eka Putri Universitas Pendidikan Indonesia Email: auliasyknh21@upi. edu, 2danella. kha28@upi. edu, 3hanyanggraeni@upi. sukmaayur@upi. edu, 5hfajrussalam@upi. edu, 6hafizianiekaputri@upi. DOI: https://doi. org/10. 35878/muashir. Article Info Article history: Received : 18-12-2024 Revised : 11-05-2025 Accepted : 26-05-2025 ABSTRACT This study analyzes the influence of Habib JaAofarAos podcast as an Islamic daAowah medium in the digital era to shape a pious Gen Z The research employed a descriptive quantitative method, collecting data through Likert-scale questionnaires from 33 Gen Z respondents in Purwakarta Regency. The results indicate a strong positive correlation between the podcastAos role and the formation of Gen ZAos character, with a correlation value of 0. The coefficient of determination . 2%) highlights the podcast's significant contribution to developing Islamic values among Gen Habib JaAofarAos humorous, inclusive, and relatable preaching style is a key factor in the podcastAos success. This research underscores the importance of innovative daAowah strategies in the digital age to reach younger generations. Habib JaAofarAos podcast is recommended as an effective educational medium for delivering inspiring Islamic messages and fostering a pious character. Keywords: podcast, digital daAowah. Gen Z, pious character. Habib JaAofar MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam. P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International (CC BY-SA 4. Copyright A2025 TheAuthor. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh poadcast Habib JaAofar sebagai media dakwah Islam di era digital dalam membentuk karakter Gen Z yang bertakwa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berbasis skala Likert kepada 33 responden Gen Z di Kabupaten Purwakarta. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat antara peran podcast Habib JaAofar dengan pembentukan karakter Gen Z, dengan nilai korelasi sebesar 0,642. Koefisien determinasi sebesar 41,2% menunjukkan bahwa podcast berkontribusi signifikan dalam membentuk pemahaman nilai-nilai Islam pada Gen Z. Gaya dakwah Habib JaAofar yang humoris, inklusif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari Gen Z menjadi faktor utama keberhasilan podcast ini. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya inovasi dakwah di era digital untuk menjangkau generasi muda. Podcast Habib JaAofar direkomendasikan sebagai media edukasi yang efektif dalam menyampaikan pesan-pesan agama yang inspiratif dan membangun karakter yang bertakwa. Kata Kunci: siniar, dakwah digital. Gen Z, karakter bertakwa. Habib JaAofar *Corresponding author : Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. Bandung. Jawa Barat Email : auliasyknh21@upi. Pendahuluan Perkembangan teknologi di era digital telah membawa transformasi besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk cara masyarakat mengakses informasi, berkomunikasi, hingga memahami agama. Teknologi tidak lagi menjadi sekadar alat bantu, melainkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari. Hal ini memberikan peluang sekaligus Vol. 3 No. Mei 2025 tantangan baru bagi dakwah Islam dalam menyampaikan pesan-pesan (Kurniawan, 2. Jika dahulu dakwah dilakukan secara konvensional melalui pengajian di masjid, majelis taklim, atau ceramah langsung, kini platform digital menjadi ruang baru yang potensial untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda. Gen Z, atau yang sering disebut sebagai Gen Z adalah kelompok yang lahir dan tumbuh di era teknologi. mereka dikenal sebagai digital natives, generasi yang sangat akrab dengan internet dan media sosial. Dengan karakteristik unik yang mengedepankan kepraktisan, kreativitas, dan kecenderungan untuk mencari hiburan sekaligus informasi secara instan. Gen Z sering kali menjadi tantangan tersendiri bagi metode dakwah Dakwah yang terlalu formal dan kaku cenderung sulit menarik perhatian mereka. karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih segar, kreatif, dan relevan agar pesan-pesan agama tetap dapat diterima dan dipahami dengan baik. (Taufiqurrohim, 2. Di sinilah peran media digital, seperti podcast, menjadi sangat podcast, sebagai salah satu platform berbasis audio dan video, menawarkan format diskusi yang santai namun tetap bermakna (Effendy et al. , n. Media ini memungkinkan pendakwah untuk menjangkau audiens tanpa batasan geografis dan waktu. selain itu, podcast juga menawarkan fleksibilitas bagi pendengar untuk mengakses konten kapan saja dan di mana saja. Hal ini membuat podcast menjadi salah satu media dakwah yang efektif di era modern. (Ummah et al. , 2. Habib JaAofar Al-hadar adalah salah satu figur pendakwah muda yang berhasil memanfaatkan podcast sebagai medium dakwah. Dikenal dengan gaya penyampaiannya yang humoris, inklusif, dan relevan. Habib JaAofar mampu menarik perhatian Gen Z melalui konten yang dikemas secara menarik. Humoris dan Inklusif nya Habib JaAofar seperti pembawaan yang menyenangkan dan comedyan, yang dimana hal ini membantu Habib JaAofar menyampaikan dakwahnya ke seluruh kalangan termasuk Gen Z secara berisi dan terarah. Dalam podcast-nya. Habib JaAofar tidak hanya MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 membahas topik-topik agama, tetapi juga isu-isu sosial yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti persahabatan, toleransi, perbedaan, hingga kehidupan di era digital. (Awaluddin, 2. Pendekatan ini membuat Gen Z merasa lebih dekat dengan dakwah, karena mereka dapat melihat bahwa agama Islam tidak hanya relevan untuk urusan ibadah, tetapi juga memberikan panduan untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, gaya komunikasi Habib JaAofar yang santai, ramah, dan sering kali diselingi humor membuat dakwahnya terasa lebih personal dan menyenangkan. (Harharah A. Alwazani. Borah. Oqbi. , 2. Gen Z yang terbiasa dengan konten digital yang interaktif dan menghibur merasa lebih nyaman untuk mendengarkan pesan-pesan agama melalui podcast-nya. Habib JaAofar juga sering menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang dalam podcast-nya, yang semakin memperkaya diskusi dan memberikan perspektif baru bagi pendengar. Hal ini menunjukkan bahwa dakwah tidak harus selalu dilakukan secara satu arah, tetapi juga bisa menjadi ruang dialog yang terbuka dan inklusif. (Nisa, 2. Podcast Habib JaAofar berfungsi sebagai alat edukasi dan motivasi bagi Gen Z. Melalui ceramah dan diskusi yang disampaikan. Habib JaAofar sering kali mengingatkan audiensnya tentang pentingnya menjaga nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana Islam dapat dijalankan dengan cara yang sederhana namun bermakna. Pendekatan ini sangat relevan bagi Gen Z yang sering kali merasa tertekan dengan tuntutan hidup modern dan kehilangan arah dalam menjalani kehidupan spiritual. Penggunaan podcast sebagai medium dakwah juga memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk karakter Gen Z yang bertakwa. Gen Z adalah generasi yang tumbuh dengan berbagai tantangan, seperti maraknya konten negatif di media sosial, krisis identitas, dan tekanan sosial yang tinggi. Dalam situasi ini, dakwah melalui podcast dapat menjadi solusi untuk memberikan panduan hidup yang positif dan inspiratif. Kontenkonten yang dihasilkan Habib JaAofar, misalnya sering kali mengangkat isu60 Vol. 3 No. Mei 2025 isu yang relevan dengan keseharian Gen Z, seperti pentingnya menjaga hubungan baik dengan keluarga, menghargai perbedaan, dan menghadapi tekanan sosial dengan sabar dan ikhlas. Dengan memanfaatkan teknologi dan platform digital. Habib JaAofar juga berhasil menjangkau audiens yang sebelumnya sulit dijangkau oleh dakwah tradisional. Gen Z yang cenderung lebih aktif di dunia maya dapat dengan mudah mengakses konten dakwah Habib JaAofar melalui podcast. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya nilai-nilai keislaman, tetapi juga membantu mereka untuk lebih memahami ajaran Islam dalam konteks kehidupan modern. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang pengaruh peran podcast Habib JaAofar dalam dakwah islam di era digital, khususnya dalam membentuk karakter Gen Z yang bertakwa. Pembahasan ini mencakup analisis tentang bagaimana Habib JaAofar menggunakan pendekatan kreatif dan inklusif dalam dakwahnya, serta bagaimana podcast dapat menjadi media yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan agama kepada Gen Dengan memahami strategi dakwah yang dilakukan Habib JaAofar, diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang pentingnya inovasi dalam menyampaikan pesan-pesan agama di era modern. (Fajrussalam et , 2. Metode Penelitian Penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan uji Uji korelasi adalah teknik analisis statistik yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan antara dua variabel. Tujuan dari uji ini adalah untuk menentukan apakah terdapat hubungan yang signifikan antara peran podcast Habib JaAofar dengan karakter Gen Z serta mengetahui dari hasil pengaruh peran podcast ini dalam membentuk karakter Gen Z. Adapun langkah-langkah dalam penelitian kami hingga menghasilkan hasil korelasi yaitu menentukan variabel yang akan diukur, menyusun pertanyaan kuesioner, uji kuesioner, penyebaran kuesioner, menganalisis MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 data, dan analisis korelasi untuk mendapatkan hasil akhir dengan menggunakan SPSS. Kuesioner terdiri dari 20 pertanyaan yang dirancang untuk mengukur tingkat pemahaman, sikap, dan perilaku responden terkait nilai-nilai islami, seperti toleransi, kebiasaan beribadah, akhlak mulia, dan kepekaan sosial. Setiap pertanyaan menggunakan skala Likert 1Ae5, di mana 1 menunjukkan "tidak pernah" dan 5 menunjukkan "selalu. Sampel penelitian ini terdiri dari 33 responden Gen Z, yang berusia 12Ae25 tahun, berdomisili di Kabupaten Purwakarta, dan memiliki akses ke platform digital seperti kuesioner yang kami sebar melalui platform WhatsApp. Pelaksanaannya membutuhkan waktu selama 14 hari, mencakup seluruh tahapan dari persiapan hingga analisis hasil. Diharapkan penelitian ini memberikan gambaran empiris tentang efektivitas media digital, khususnya podcast, sebagai alat dakwah yang relevan di era digital untuk membentuk Gen Z yang bertakwa. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil pengumpulan data melalui Google Form, penelitian ini diterapkan pada Gen Z yang merupakan subjek penelitian berjumlah 33 orang dilibatkan sebagai informan kunci karena masingmasing memiliki karakteristik yang berbeda-beda pula, sehingga tentunya mereka paling kompeten mengungkapkan kondisi nyata terkait hubungan antara peran podcast Habib JaAofar dengan karakter Gen Z serta pengaruh peran podcast ini dalam membentuk karakter Gen Z. Untuk data responden dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Tabel 1. Karakteristik Demografik Karakteristik Kategori Jumlah Responden Persentase Vol. 3 No. Mei 2025 Usia 18 Tahun 12,1% 19 Tahun 20 Tahun 57,7% 21 Tahun 24,2% 22 Tahun Tabel 2. Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai R Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 Ae 0,199 Sangat Rendah 0,20 Ae 0,399 Rendah 0,40 Ae 0,599 Cukup 0,60 Ae 0,799 Kuat 0,80 Ae 1,000 Sangat Kuat Dari hasil penelitian yang sudah dilaksanakan menunjukkan bahwa nilai korelasi dalam kuesioner tersebut adalah 0,642. Nilai ini mengindikasikan bahwa terdapat hubungan positif yang kuat antara kedua variabel tersebut. Berdasarkan table 1 kategori tingkat korelasi nilai 0,642 masuk dalam kategori hubungan yang kuat. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Model Summary Model Square Adjusted Square Std. Error Estimate Predictors: (Constan. Karakter Koefisien determinasi (R Squar. tercatat sebesar 0,412, yang berarti bahwa variabel bebas . mempengaruhi variabel terikat . sebesar 41,2%. Tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,005 menunjukkan bahwa model regresi ini dapat memprediksi variabel karakter, atau dengan kata lain, terdapat pengaruh variabel podcast Habib JaAofar (X) terhadap pembentukan karakter Gen Z (Y). Penelitian ini dapat menjadi landasan untuk studi lanjutan terkait jenis konten tertentu dalam mempengaruhi karakteristik individu secara spesifik. ANOVAa Model Sum of Squares Regression 4. Mean Square Residual Sig. Vol. 3 No. Mei 2025 Total Dependent Variable: Podcast Predictors: (Constan. Karakter Penyampaian Dakwah Untuk Gen Z Gen Z atau yang disebut dengan generasi Z merupakan orang-orang yang lahir pada tahun 1997-2012. (Qothrunnada, 2. Gen Z merupakan generasi yang lahir setelah era generasi milenial, peralihan dari generasi milenial dengan teknologi yang semakin berkembang. Karakteristik dari Gen Z adalah mampu melakukan pekerjaan secara bersamaan . , mampu mengaplikasikan seluruh kegiatan pada satu waktu, seperti bermain sosial media di ponsel, browsing dengan PC, hingga mendengarkan music secara bersamaan. Berkembangnya kemajuan teknologi yang ada membuat media sosial menjadi platform yang sangat digandrungi oleh Gen Z. Kemudahan yang ditawarkan oleh teknologi, membuat Gen Z mudah mencari semua informasi yang dibutuhkan. (Pujiono, 2. Penyebaran dakwah telah mengalami perkembangan pesat, perubahan tersebut terlihat pada proses penyebaran dakwahnya yang dahulu hanya dari rumah ke rumah atau kampung ke kampung, saat ini media digital atau media sosial menjadi tempat penyebaran dakwah. Strategi yang tepat dalam menyampaikan dakwah pada Gen Z adalah menggunakan bahasa dan metode komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan serta gaya hidup mereka. Hal ini dapat dilakukan dengan menyediakan informasi dan pengetahuan agama Islam secara menyenangkan dan interaktif. Selain itu, harus ada dukungan dan pemahaman dari masyarakat dan lembaga-lembaga agama untuk memfasilitasi proses dakwah. (Kahfi et al. , 2. MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Karakteristik Generasi Z Taqwa merupakan salah satu konsep fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan kesadaran penuh seorang hamba terhadap keberadaan Allah Swt. , serta dorongan untuk menjalani kehidupan sesuai dengan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Secara bahasa, takwa berasal dari kata waqa-yaki, yang berarti menjaga atau melindungi. Dalam konteks agama, taqwa berarti menjaga diri dari segala sesuatu yang dapat mendatangkan murka Allah dengan melaksanakan segala bentuk kebaikan dan menjauhi kemaksiatan. Secara terminologi, takwa dapat diartikan sebagai sikap hati-hati dan waspada dalam bertindak, karena merasa selalu diawasi oleh Allah Swt. Taqwa bukan hanya sekadar ritual ibadah formal, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, seperti berkata jujur, berbuat adil, menjaga amanah, hingga memiliki empati dan kepedulian sosial terhadap Dalam Al-Qur'an. Allah Swt. berulang kali menyebutkan pentingnya Salah satu ayat yang terkenal terdapat dalam Surah Al-Baqarah ayat 2:AuKitab (Al-Qur'a. ini tidak ada keraguan padanya. petunjuk bagi mereka yang Ay Ayat tersebut menunjukkan bahwa petunjuk dalam Al-QurAoan hanya bisa dirasakan dan dipahami oleh mereka yang memiliki takwa. Maka dari itu, takwa bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga menjadi syarat bagi seseorang untuk mendapatkan hidayah dan petunjuk dari Allah. Taqwa juga menjadi tolok ukur utama dalam menilai kemuliaan seseorang di hadapan Allah, sebagaimana tercantum dalam Surah Al66 Vol. 3 No. Mei 2025 Hujurat ayat 13:AuSesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Ay Dengan demikian, takwa bukan hanya penting dalam aspek spiritual, tetapi juga mencakup dimensi sosial dan moral dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang yang bertakwa akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan Tuhannya . ablum minalla. sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan sesama manusia . ablum minanna. Taqwa, sebagai kesadaran diri akan kehadiran dan pengawasan Allah Swt. , bisa menjadi filter moral bagi Gen Z dalam berperilaku, baik di dunia nyata maupun dunia digital. Dalam dunia yang menawarkan berbagai kebebasan dan akses informasi tanpa batas. Gen Z sangat membutuhkan nilai takwa agar tidak terjerumus dalam hal-hal negatif seperti pergaulan bebas, penyalahgunaan media sosial, hingga krisis Selain itu, karakter Gen Z yang cenderung aktif dan kritis bisa diarahkan menjadi kekuatan positif jika dilandasi oleh takwa. Misalnya, mereka bisa lebih selektif dalam memilih konten, lebih bijak dalam beropini di media sosial, serta memiliki komitmen dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Taqwa juga dapat menjadi kekuatan internal yang menumbuhkan empati dan kepedulian terhadap sesama, yang sejalan dengan kepedulian Gen Z terhadap isu-isu kemanusiaan dan lingkungan. Dengan memiliki takwa. Gen Z tidak hanya menjadi generasi yang cerdas dan kreatif, tetapi juga berakhlak mulia dan bertanggung jawab. Taqwa membantu mereka menemukan arah hidup yang bermakna, menjadikan nilai-nilai agama sebagai kompas moral di tengah derasnya arus informasi dan gaya hidup modern. Melansirkan mengenai teori generasi, menyatakan teori generasi tersebut dengan berdasarkan kesamaan rentang waktu kelahiran dan kesamaan kejadian-kejadian teoritis. Kupperschmidt mengungkapkan MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 bahwa generasi merupakan sebuah kelompok yang mengidentifikasi kelompoknya berdasarkan kesamaan tahun kelahiran, usia, lokasi dan kejadian-kejadian dalam kehidupan kelompok dengan signifikan mempengaruhi tahap pertumbuhan kelompok tersebut. Dengan berbagai penelitian lain tersebut terciptakan berbagai kelompok generasi salah satunya kelompok Generasi Z. Generasi Z dikenal dengan Gen Z sebagai native digital yang asli dan pertama. Native digital ini artinya Gen Z sudah sedari kecil hidup berdampingan dengan teknologi digital. Hal ini sesuai bahwa Gen Z adalah generasi asli digital pertama dengan mereka sudah disambut dengan keberadaan teknologi seperti smartphone, laptop. TV, dan lain sebagainya dari revolusi digital yang mengalami perubahan di setiap teknologi. (Taufiqurrohim, 2. Gen Z bertumbuh kembang dengan teknologi dan internet yang diberikan julukan sebagai generasi internet atau i-Generation. Karakteristik dari Gen Z atau Gen Z sebagai berikut: (Afrian & Saumantri, 2. Figital Bahwa figital yaitu kegiatan Gen Z yang tidak lepas dari kecenderungan media sosial yang berpengaruh pada perilaku mereka dengan tidak membatasi diri dari dunia nyata maupun dunia maya. Hiper-Kostumisasi Bahwa hiper-kostumisasi yaitu sikap Gen Z yang tidak mau diberi cap atau label oleh orang lain di atas diri mereka sendiri yang mana mereka ingin menunjukkan skill dan kelebihan yang dimiliki diri sendiri dengan tidak memandang ras, suku, agama, dan latar belakang lainnya karena kelebihan atau skill mereka hal istimewa untuk dibanggakan dan apresiasi. Realistis Vol. 3 No. Mei 2025 Realistis bahwa pola pikir Gen Z yang tidak percaya di luar jangkauan akal atau hal mitos karena pola pikirnya segala sesuatu itu hal yang bisa dibuktikan dengan nyata. Fear Of Missing Out (FOMO) Bahwa fomo yaitu tindakan dari sikap Gen Z yang takut akan tertinggal tren, informasi, dan hal-hal yang ramai dalam publik internet karena perasaan khawatir dan takut akan mereka yang tidak tahu sehingga merasa diri mereka akan terkucilkan. Walaupun ada sisi negatifnya dengan mudah menghakimi dan menelan informasi yang mentah. Do It Yourself (DIY) DIY yaitu kegiatan melakukan sesuatu dengan mandiri yang sangat disukai oleh Gen Z contohnya rela belajar secara daring menggunakan berbagai platform digital untuk memenuhi kebutuhannya karena mereka merasa bahwa tidak perlu bantuan orang lain dan tidak mau dicap sebagai merepotkan orang lain. Terpacu Terpacu melihat sikap Gen Z dari sudut pandang mereka yang tidak memiliki mimpi yang besar terlebih dahulu karena melakukan sesuai alur dan proses yang dinikmati sehingga memberikan dampak positif pada terpacu semangat untuk membangun personal hal kecil agar lebih percaya diri di masa yang akan datang. Sikap Terbuka Terhadap Keragaman Gen Z mempunyai keterbukaan pada keberagaman yang terlihat di depan mata mereka. Hal ini mereka lebih sadar pada perbedaan yang tidak harus diperdebatkan sehingga menimbulkan konflik besar karena Gen Z sangat keterbukaan pada ras, suku, budaya, dan agama. Kesadaran Akan Isu-Isu Sosial. Keagamaan, dan Kemanusiaan MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 Tentunya gen Z lebih sadar dan lebih aktif terhadap isu-isu yang terjadi melalui informasi yang cepat dan mudah didapat dari teknologi canggih karena itu mereka mudah mengutarakan pendapat di berbagai media sosial. Adaptif dan Fleksibel Gen Z terbilang lebih fleksibel dan mudah beradaptasi pada lingkungan apapun karena penggunaan dunia digital dan internet yang digunakan setiap saat di kehidupan sehari-hari. Pemanfaatan Teknologi Dalam Penyebaran Dakwah Sudah menjadi rahasia umum bahwa teknologi ialah dasar yang digunakan untuk menopang sebuah peradaban modern saat ini. (Rusydiyah, 2. Perkembangan suatu negara akan banyak ditentukan oleh kemajuan serta penguasaan teknologinya, dan akan dikatakan tidak unggul jika perkembangan teknologinya tidak berkembang. Sudah banyak bukti bahwa setiap negara saat ini sangat berlomba-lomba dan bersaing dalam hal penguasaan dan pengembangan teknologi. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : AuBarangsiapa ingin berjaya di dunia, maka wajib baginya menguasai ilmu. barangsiapa ingin berjaya di kehidupan akhirat maka wajib baginya menguasai barangsiapa ingin berjaya di dunia dan akhirat, maka wajib baginya menguasai ilmuAy (HR. al Bukhar. Ayat Al-Qur'an juga menegaskan pentingnya ilmu sebagai dasar kemajuan manusia: "Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat" (QS. Al-Mujadilah: . Pesatnya perubahan lingkungan akibat globalisasi serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus diakui telah memberikan kemudahan terhadap berbagai kegiatan dakwah Islam. Dakwah Islam sudah seharusnya dibuat menarik dengan menggunakan Vol. 3 No. Mei 2025 teknologi sebagai alat utamanya. Dakwah saat ini sangat efektif dengan menggunakan perangkat canggih berbasis online, bisa menghemat waktu, tempat, tenaga dan pengeluaran. Berkomunikasi antar masyarakat di maya pun menjadi sangat mudah, dan itu menjadi salah satu indikator berkembangnya teknologi internet khususnya yang berhubungan dengan transaksional mereka satu dengan lainnya. (Rustandi, 2. Pemanfaatan teknologi dalam dakwah tidak hanya membantu menyampaikan pesan Islam, tetapi juga menjadi wujud nyata dari perintah Allah untuk senantiasa memanfaatkan segala fasilitas di bumi demi kemaslahatan umat "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu . embali setela. dibangkitkan" (QS. Al-Mulk: . Dengan teknologi yang terus berkembang, umat Islam dapat memainkan peran yang signifikan dalam menciptakan peradaban yang lebih baik, berlandaskan ilmu pengetahuan, iman, dan ketakwaan. (Mubarak et al. , 2. Pentingnya Tokoh Ulama Dalam Memodifikasi Dakwah Sesuai Dengan Zamannya Agama adalah salah satu tatanan dalam kehidupan yang dapat diintegrasikan manusia di dalam kehidupan untuk bermasyarakat. Kesini semakin ke sana banyak manusia yang merasa percaya diri dan bangga jika mereka tidak beragama bahkan banyak sekali di antara manusia yang merasa tidak tersinggung karena tidak beragama. Pada kenyataannya dengan adanya agama diharapkan mampu menjadi motivasi serta dinamisator pada kehidupan umat manusia, dapat menjadikan manusia yang dinamis, rajin, ulet, pekerja keras serta lain sebagainya. Indikator pada keberhasilan dakwah pada era globalisasi, informasi di era industri sudah dikatakan oleh sejarawan yang berasal dari Barat W Montgomery Watt MuAoashir: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 3 No. 1 Mei 2025 P-ISSN: 2987-7814. E-ISSN: 2987-7806 yang menganalisa terkait rahasia bagaimana kemajuan Islam. Beliau mengatakan bahwa Islam tidak ada terkait perpisahan antara ilmu pengetahuan, cara beretika, serta ajaran pada agama, dalam kata lain Islam merupakan agama yang dapat menerima pemikiran yang sehat, hanya sebatas untuk kemajuan pada peradaban Islam untuk memperkaya hasanah dalam keislaman. (Thadi & Damayanti, 2. Pada perkembangan dakwah harus sejalan dengan kemajuan pada ilmu pengetahuan serta teknologi dan juga peradaban manusia agar dakwah Islam supaya mampu mewarnai pada seluruh aspek kehidupan Pada era globalisasi seperti yang sekarang ini sudah dapat dipastikan menjadi sesuatu yang diharuskan. Pada era globalisasi sudah membawa manusia pada peradaban yang lebih maju. (Elvina et al. , 2. Secara garis besar manusia dibawa mudah oleh peradaban yang meningkatkan kemudahan dalam bersosial, meningkatkan taraf dalam Di era ini memisahkan jurang bagi umat di seluruh dunia, di mana pada setiap manusia dapat mengakses setiap perkembangan dan informasi dari berbagai penjuru bumi sejalan dengan lajur perkembangan (Wibowo et al. , 2. Pada sisi yang lain, semakin modernnya kemajuan peradaban, ada satu persoalan yang krusial yang dipengaruhi oleh dampak globalisasi terkait keagamaan yang kian menipis dari ruang religius dalam konteks kehidupan manusia. Dengan adanya ke kekhawatiran terkait hal ini dibutuhkan ulama yang dapat memodifikasi dakwah sesuai dengan eranya disandingkan dengan sains dan teknologi lewat platform. Karakteristik dakwah yang dilakukan oleh ulama dan sudah termodifikasi adanya keterbukaan dan saling menghargai antara ulama dan masyarakat. Materi yang diberikan pada masyarakat diharapkan mampu mendorong kesadaran untuk memperbaiki hidup dan berpikir kritis dalam memandang kehidupan memperbaiki keadaan. Sudah terlihat konteks Indonesia dalam era globalisasi masyarakatnya sudah semakin kritis, maka yang diperlukan hanyalah modifikasi dakwah yang bertransformasi pada globalisasi yang mampu menerima suatu keadaan Vol. 3 No. Mei 2025 pada zaman serta kemajuan teknologi untuk memperbaiki kehidupan yang lebih baik melalui, pendidikan, penyandaran, dialog serta ilmu pengetahuan supaya mampu membawa perubahan yang struktural dan kultural yang baik. (Dakwah et al. , 2. Kesimpulan Dari hasil uji regresi dan korelasi, nilai korelasi (R) sebesar 0. artinya hubungan antara podcast Habib JaAofar untuk membentuk karakter itu kuat. Koefisien determinasi (R Squar. 412, artinya variabel bebas . mempengaruhi variabel terikat . embentukan karakte. hanya sebesar 41,2 %. Nilai signifikansi sebesar 0. 000 < 0. 005 menunjukkan terdapat pengaruh variabel podcast (X) terhadap pembentukan karakter (Y)dari hasil uji regresi dan korelasi, nilai korelasi (R) sebesar 0. 631, artinya hubungan antara podcast habib JaAofar untuk membentuk karakter itu kuat. Koefisien determinasi (R Squar. 412, artinya variabel bebas . mempengaruhi variabel terikat . embentukan karakte. hanya sebesar 41,2 %. Nilai signifikansi sebesar 0. 000 < 0. 005 menunjukkan terdapat pengaruh variabel podcast (X) terhadap pembentukan karakter. Sehingga peran podcast Habib JaAofar dalam dakwah Islam di era digital sangat berpengaruh untuk membentuk karakter Gen Z yang bertakwa. Sehingga podcast Habib JaAofar sangat direkomendasikan untuk kalangan Gen Z agar dapat dijadikan sebuah tontonan yang positif. Daftar Pustaka