Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Adaptasi Manajemen Pembelajaran Olahraga Terhadap Karakteristik Peserta Didik Era Society 5. 0 di Program Studi PJKR Universitas Musamus Dani Nurcholis*. Pulung Riyanto. Ronny Brayntin Rahail. Damaris Marlissa Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Universitas Musamus Merauke *Korespondensi: daninurcholis@unmus. Abstrak: Perkembangan era Society 5. 0 membawa perubahan terhadap karakteristik peserta didik, terutama dalam pola belajar, penggunaan teknologi, serta interaksi dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menuntut adanya penyesuaian manajemen pembelajaran, termasuk pada pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. 0 di Program Studi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Musamus. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswa PJKR yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adaptasi manajemen pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan media digital, penerapan pembelajaran kolaboratif, penguatan komunikasi pembelajaran, serta penggunaan metode pembelajaran yang lebih fleksibel dan partisipatif. Karakteristik peserta didik yang cenderung visual, interaktif, dan dekat dengan teknologi mendorong dosen melakukan inovasi dalam pengelolaan pembelajaran olahraga agar proses pembelajaran tetap efektif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa adaptasi manajemen pembelajaran menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Kata Kunci: Manajemen Pembelajaran. Society 5. Pendidikan Olahraga. Karakteristik Peserta Didik Adaptation of Sports Learning Management to the Characteristics of Students in the Society 5. 0 Era at the PJKR Study Program of Musamus University Abstract: The development of the Society 5. 0 era has influenced studentsAo characteristics, particularly in learning patterns, technology use, and interaction during the learning process. These changes require adjustments in learning management, including in sports education at higher education This study aims to describe the adaptation of sports learning management to the characteristics of students in the Society 5. 0 era at the Physical Education. Health, and Recreation (PJKR) Study Program of Musamus University. The study employed a descriptive qualitative approach involving lecturers and students selected purposively as research subjects. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed using an interactive model consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the adaptation of learning management was carried out through the utilization of digital media, collaborative learning approaches, strengthened learning communication, and the implementation of more flexible and participatory learning methods. StudentsAo characteristics, which tend to be visual, interactive, and technology-oriented, encourage lecturers to innovate in managing sports learning in order to maintain effective and relevant learning processes. The study confirms that adaptive learning management plays an important role in improving the quality of sports education in higher education. Keywords: Learning Management. Society 5. Sports Education. Student Characteristics https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 PENDAHULUAN Penting Perkembangan teknologi digital pada era Society 5. 0 telah membawa perubahan yang cukup besar terhadap dunia pendidikan. Peserta didik saat ini tumbuh dalam lingkungan yang dekat dengan teknologi, informasi cepat, dan interaksi digital yang intensif. Kondisi tersebut memengaruhi pola belajar, cara berkomunikasi, hingga karakteristik sosial peserta didik dalam proses pembelajaran. Perguruan tinggi dituntut untuk mampu menyesuaikan sistem pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini. Adaptasi pembelajaran menjadi penting karena perubahan karakteristik peserta didik tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi dan dinamika sosial masyarakat modern (Mulato et al. , 2. Pembelajaran olahraga di perguruan tinggi memiliki tantangan tersendiri dibandingkan pembelajaran pada bidang ilmu lain. Pembelajaran olahraga tidak hanya menekankan aspek teori, tetapi juga menuntut keterampilan praktik, kerja sama, disiplin, dan interaksi langsung. Pada Program Studi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), proses pembelajaran memerlukan pengelolaan yang adaptif agar mahasiswa tetap aktif dan terlibat dalam setiap kegiatan pembelajaran. Mahasiswa era Society 5. 0 cenderung lebih menyukai pembelajaran yang interaktif, visual, dan berbasis teknologi digital. Oleh karena itu, dosen perlu melakukan penyesuaian terhadap strategi dan manajemen pembelajaran olahraga yang digunakan di kelas maupun di lapangan (Schempp, 2. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dalam pembelajaran olahraga mampu meningkatkan motivasi dan partisipasi mahasiswa. Pemanfaatan media digital seperti video pembelajaran, aplikasi olahraga, dan platform pembelajaran daring dinilai dapat membantu mahasiswa memahami materi secara lebih menarik dan fleksibel. Penelitian sebelumnya juga menjelaskan bahwa karakteristik generasi digital memiliki kecenderungan cepat bosan terhadap metode pembelajaran Kondisi tersebut menuntut dosen untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih inovatif dan partisipatif. Dengan demikian, pembelajaran olahraga pada era Society 5. 0 tidak lagi hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga perlu memperhatikan perubahan karakteristik peserta didik (Cojocaru et al. , 2. Di sisi lain, masih terdapat berbagai tantangan dalam penerapan manajemen pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Sebagian dosen masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang bersifat satu arah dan kurang memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa kurang aktif dan mudah kehilangan fokus selama proses pembelajaran Selain itu, pembelajaran olahraga sering kali belum sepenuhnya menyesuaikan karakteristik mahasiswa yang terbiasa dengan akses informasi digital yang cepat dan interaktif. Jika kondisi ini tidak direspons dengan baik, maka proses pembelajaran olahraga berpotensi mengalami penurunan efektivitas dan keterlibatan mahasiswa (Hastie, 1. Kajian mengenai pembelajaran olahraga pada era Society 5. 0 sebelumnya lebih banyak menitikberatkan pada penggunaan teknologi pembelajaran dan pengembangan media digital. Penelitian yang membahas adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik masih relatif terbatas, khususnya pada konteks Program Studi PJKR di perguruan tinggi wilayah timur Indonesia. Padahal, karakteristik mahasiswa di setiap wilayah memiliki dinamika sosial dan budaya yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kondisi Kesenjangan tersebut menunjukkan pentingnya penelitian yang secara khusus mengkaji bentuk adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran olahraga yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini (Mou et al. , 2. Penelitian ini berfokus pada adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. 0 di Program Studi PJKR Universitas Musamus. Kajian ini penting dilakukan untuk memahami bagaimana dosen menyesuaikan proses pembelajaran dengan perubahan pola belajar dan perilaku mahasiswa di era digital. Penelitian ini juga memberikan gambaran mengenai bentuk inovasi pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi dosen dalam mengembangkan pembelajaran yang lebih efektif, partisipatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. 0 di Program Studi PJKR Universitas Musamus. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian berupaya memahami secara mendalam fenomena adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. 0 pada konteks alami pembelajaran di perguruan tinggi. Penelitian deskriptif digunakan untuk menggambarkan berbagai bentuk penyesuaian yang dilakukan dosen dalam mengelola pembelajaran olahraga sesuai dengan perubahan karakteristik mahasiswa. Fokus penelitian diarahkan pada pengalaman, strategi, serta praktik pembelajaran yang diterapkan dosen di Program Studi Pendidikan Jasmani. Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) Universitas Musamus. Pendekatan ini memungkinkan peneliti memperoleh data yang lebih kontekstual dan mendalam terkait dinamika pembelajaran olahraga di era digital (John W. Creswell & Cheryl N. Poth, 2. Penelitian dilaksanakan di Program Studi PJKR Universitas Musamus pada semester genap tahun akademik 2025/2026. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada pertimbangan bahwa Program Studi PJKR memiliki karakteristik pembelajaran yang memadukan aktivitas teori dan praktik olahraga secara langsung. Selain itu, mahasiswa PJKR merupakan kelompok peserta didik yang mengalami perubahan pola belajar akibat perkembangan teknologi digital dan budaya Society 5. Subjek penelitian terdiri atas 3 dosen dan 2 kelas mata kuliah perkembangan peserta didik mahasiswa PJKR yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik tersebut digunakan dengan mempertimbangkan keterlibatan aktif informan dalam proses pembelajaran olahraga dan kemampuan memberikan informasi yang relevan dengan fokus penelitian (McKenna & Main, 2. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran olahraga, interaksi dosen dan mahasiswa, serta penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi. Wawancara mendalam dilakukan secara semi terstruktur kepada dosen dan mahasiswa guna menggali pengalaman, persepsi, dan bentuk adaptasi pembelajaran yang diterapkan selama proses perkuliahan Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian berupa perangkat pembelajaran, media digital, foto kegiatan pembelajaran, dan dokumen akademik lainnya. Penggunaan beberapa teknik pengumpulan data bertujuan meningkatkan kedalaman informasi dan memperkuat validitas data penelitian (Yin, 2. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang berperan secara langsung dalam proses pengumpulan dan analisis data. Untuk membantu proses penelitian, peneliti menggunakan pedoman observasi, pedoman wawancara, dan format dokumentasi yang disusun berdasarkan fokus penelitian. Pedoman observasi digunakan untuk mencatat aktivitas pembelajaran olahraga dan bentuk interaksi pembelajaran yang terjadi di kelas maupun di lapangan. Pedoman wawancara memuat sejumlah pertanyaan terkait strategi pembelajaran, penggunaan teknologi, serta karakteristik mahasiswa era Society 5. Instrumen tersebut disusun secara fleksibel agar peneliti dapat menyesuaikan proses penggalian data sesuai situasi dan kondisi lapangan penelitian (Miles et al. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih, memfokuskan, dan menyederhanakan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Selanjutnya, data disajikan dalam bentuk narasi deskriptif agar memudahkan peneliti memahami hubungan antar temuan penelitian. Tahap akhir dilakukan melalui penarikan kesimpulan berdasarkan pola, tema, dan makna yang ditemukan selama proses penelitian berlangsung. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan pengecekan ulang hasil wawancara kepada informan untuk memastikan konsistensi data penelitian (Miles et al. , 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik mahasiswa Program Studi PJKR Universitas Musamus pada era Society 5. 0 mengalami perubahan yang cukup signifikan dibandingkan dengan https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 pola belajar mahasiswa sebelumnya. Mahasiswa cenderung lebih dekat dengan penggunaan teknologi digital dalam aktivitas akademik maupun aktivitas sehari-hari. Sebagian besar mahasiswa lebih mudah memahami materi melalui media visual seperti video pembelajaran dan demonstrasi digital dibandingkan penjelasan verbal yang bersifat konvensional. Selain itu, mahasiswa juga menunjukkan kecenderungan menyukai pembelajaran yang interaktif dan melibatkan partisipasi aktif dalam proses Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan karakteristik peserta didik memengaruhi cara mahasiswa menerima dan mengolah informasi pembelajaran (Eskola, 1. Perubahan karakteristik mahasiswa tersebut mendorong dosen melakukan berbagai bentuk adaptasi dalam manajemen pembelajaran olahraga. Dosen tidak lagi hanya mengandalkan metode ceramah dan demonstrasi langsung di lapangan, tetapi mulai memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi digital. Penggunaan video tutorial gerakan olahraga, presentasi interaktif, dan platform pembelajaran daring menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang diterapkan di kelas. Adaptasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan minat belajar mahasiswa sekaligus menyesuaikan pola belajar generasi digital yang lebih visual dan responsif terhadap teknologi. Dengan demikian, pembelajaran olahraga menjadi lebih fleksibel dan mampu menjangkau kebutuhan belajar mahasiswa secara lebih luas (Winnick & Porretta, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa mahasiswa lebih aktif mengikuti pembelajaran ketika dosen menggunakan media digital dibandingkan metode pembelajaran satu arah. Penggunaan video gerakan olahraga membantu mahasiswa memahami teknik dasar secara lebih rinci dan berulang sesuai kebutuhan belajar masing-masing. Mahasiswa juga lebih mudah mengakses materi pembelajaran melalui perangkat digital yang dimiliki. Kondisi ini memperlihatkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran olahraga mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran Temuan tersebut sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa penggunaan teknologi dapat meningkatkan motivasi belajar dan partisipasi peserta didik dalam pembelajaran olahraga (Calderyn et al. , 2. Selain penggunaan teknologi, dosen juga melakukan adaptasi melalui penerapan pembelajaran Mahasiswa diarahkan untuk bekerja dalam kelompok selama proses praktik olahraga maupun diskusi teori pembelajaran. Pendekatan kolaboratif tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk saling bertukar ide, memperkuat komunikasi interpersonal, dan meningkatkan kemampuan kerja sama tim. Dalam pembelajaran olahraga, kemampuan bekerja sama menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari aktivitas praktik di lapangan. Oleh karena itu, pembelajaran kolaboratif menjadi salah satu strategi yang relevan dengan karakteristik mahasiswa era Society 5. yang cenderung menyukai interaksi aktif dan partisipatif (Sharma, 2. Hasil wawancara menunjukkan bahwa mahasiswa merasa lebih nyaman ketika pembelajaran berlangsung secara fleksibel dan tidak monoton. Mahasiswa menginginkan pembelajaran yang memberikan kesempatan untuk berdiskusi, mengeksplorasi materi secara mandiri, dan menggunakan media pembelajaran yang menarik. Kondisi tersebut menyebabkan dosen perlu menyesuaikan pola komunikasi pembelajaran agar lebih terbuka dan interaktif. Dosen tidak hanya berperan sebagai pemberi materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan belajar secara mandiri. Perubahan peran dosen tersebut menjadi salah satu bentuk adaptasi pembelajaran pada era Society 5. 0 (Jayanthi et al. , 2. Dalam konteks pembelajaran olahraga, adaptasi manajemen pembelajaran juga terlihat pada pengelolaan aktivitas praktik di lapangan. Dosen mulai mengombinasikan aktivitas praktik langsung dengan penggunaan media digital sebagai pendukung pembelajaran. Sebelum melakukan praktik olahraga, mahasiswa diberikan video atau materi visual terkait teknik gerakan yang akan dipelajari. Strategi tersebut membantu mahasiswa memiliki pemahaman awal sebelum memasuki aktivitas praktik secara langsung. Dengan demikian, waktu pembelajaran di lapangan menjadi lebih efektif dan terarah karena mahasiswa telah memiliki gambaran mengenai materi yang dipraktikkan. Penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa era Society 5. 0 memiliki kecenderungan cepat kehilangan fokus apabila pembelajaran berlangsung terlalu lama dengan metode yang monoton. Mahasiswa lebih tertarik pada pembelajaran yang singkat, interaktif, dan melibatkan penggunaan teknologi digital. Oleh sebab itu, dosen melakukan variasi metode pembelajaran agar mahasiswa tetap aktif selama proses perkuliahan berlangsung. Variasi tersebut dilakukan melalui diskusi kelompok, https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 simulasi praktik, penggunaan video pembelajaran, dan penugasan berbasis proyek. Strategi tersebut dinilai mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam pembelajaran olahraga. Adaptasi pembelajaran yang dilakukan dosen juga terlihat pada sistem evaluasi pembelajaran. Penilaian tidak hanya dilakukan melalui tes praktik secara langsung, tetapi juga melalui penugasan berbasis proyek dan presentasi kelompok. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk membuat video praktik olahraga dan mempresentasikan hasil pembelajaran secara digital. Pendekatan tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan kreativitas dan kemampuan teknologi yang Selain itu, evaluasi berbasis proyek dinilai lebih sesuai dengan karakteristik mahasiswa yang terbiasa menggunakan media digital dalam aktivitas akademik mereka (Kokotsaki et al. , 2. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa komunikasi pembelajaran mengalami perubahan pada era Society 5. Dosen dan mahasiswa tidak hanya berinteraksi secara langsung di kelas, tetapi juga melalui platform komunikasi digital seperti grup media sosial dan aplikasi pembelajaran daring. Penggunaan media komunikasi digital membantu mahasiswa memperoleh informasi pembelajaran secara lebih cepat dan fleksibel. Mahasiswa dapat mengakses materi, berdiskusi, dan berkonsultasi dengan dosen di luar jam perkuliahan formal. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa teknologi telah menjadi bagian penting dalam pengelolaan pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Meskipun demikian, penelitian ini menemukan beberapa kendala dalam proses adaptasi pembelajaran olahraga. Tidak semua mahasiswa memiliki kemampuan literasi digital yang sama dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Selain itu, keterbatasan jaringan internet dan fasilitas pembelajaran juga menjadi hambatan dalam penerapan pembelajaran berbasis digital. Sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan ketika pembelajaran memerlukan akses internet yang stabil dan penggunaan aplikasi tertentu. Kendala tersebut menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran olahraga pada era Society 5. 0 masih memerlukan dukungan sarana dan prasarana yang memadai. Di sisi lain, dosen juga menghadapi tantangan dalam menyesuaikan metode pembelajaran dengan perubahan karakteristik mahasiswa. Dosen perlu meningkatkan kompetensi digital agar mampu mengelola pembelajaran yang lebih inovatif dan menarik. Perubahan pola pembelajaran menuntut dosen untuk terus mengembangkan kreativitas dalam menyusun strategi pembelajaran Selain penguasaan materi, dosen juga dituntut memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai media pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran tidak hanya menjadi tanggung jawab mahasiswa, tetapi juga memerlukan kesiapan dosen sebagai pengelola pembelajaran. Temuan penelitian ini memperlihatkan bahwa pembelajaran olahraga pada era Society 5. 0 tidak dapat lagi menggunakan pendekatan tradisional secara sepenuhnya. Mahasiswa membutuhkan pembelajaran yang lebih kontekstual, fleksibel, dan sesuai dengan perkembangan teknologi digital. Adaptasi manajemen pembelajaran menjadi langkah penting dalam menjaga efektivitas pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Pembelajaran yang adaptif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, komunikatif, dan partisipatif. Dengan demikian, perubahan karakteristik peserta didik perlu direspons melalui inovasi pembelajaran yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini sejalan dengan berbagai penelitian internasional yang menjelaskan bahwa generasi digital memiliki karakteristik belajar yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Peserta didik pada era Society 5. 0 cenderung lebih menyukai pembelajaran berbasis pengalaman, kolaborasi, dan teknologi digital. Dalam konteks pendidikan olahraga, penggunaan teknologi tidak hanya membantu proses penyampaian materi, tetapi juga meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam aktivitas pembelajaran. Oleh karena itu, dosen perlu memahami karakteristik peserta didik agar strategi pembelajaran yang diterapkan dapat berjalan secara efektif dan sesuai kebutuhan mahasiswa (Aregbeyen, 2. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa adaptasi pembelajaran olahraga memiliki dampak positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Mahasiswa merasa lebih tertarik mengikuti pembelajaran ketika dosen menggunakan metode yang variatif dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Pembelajaran yang interaktif membuat mahasiswa lebih aktif dalam berdiskusi, bertanya, dan melakukan praktik olahraga. Selain itu, mahasiswa merasa lebih mudah memahami materi ketika pembelajaran dikombinasikan dengan penggunaan media visual dan digital. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa inovasi pembelajaran mampu meningkatkan kualitas pengalaman belajar mahasiswa di perguruan tinggi. https://jurnal. id/2012/index. php/jpsi/index Jurnal Prestasi Vol. 10 No. Juni 2026: 9-15 p-ISSN : 2549-9394 e-ISSN : 2579-7093 Secara keseluruhan, adaptasi manajemen pembelajaran olahraga terhadap karakteristik peserta didik era Society 5. 0 menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan pendidikan olahraga di perguruan tinggi. Perubahan karakteristik mahasiswa menuntut dosen untuk lebih fleksibel, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi digital. Penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi, pembelajaran kolaboratif, komunikasi digital, dan evaluasi berbasis proyek menjadi bagian dari strategi adaptasi yang dilakukan dalam pembelajaran olahraga. Adaptasi tersebut tidak hanya meningkatkan efektivitas pembelajaran, tetapi juga membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan belajar yang sesuai dengan tuntutan era Society 5. Dengan demikian, pembelajaran olahraga di perguruan tinggi perlu terus dikembangkan secara adaptif agar mampu menjawab tantangan pendidikan pada masa depan. SIMPULAN Adaptasi manajemen pembelajaran olahraga pada era Society 5. 0 menunjukkan bahwa proses pembelajaran di Program Studi PJKR Universitas Musamus perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih fleksibel, inovatif, dan berbasis teknologi digital. Karakteristik mahasiswa yang dekat dengan teknologi mendorong dosen melakukan penyesuaian melalui penggunaan media digital, pembelajaran kolaboratif, komunikasi interaktif, serta evaluasi pembelajaran yang lebih partisipatif. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran olahraga yang adaptif mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan pengalaman belajar mahasiswa secara lebih kontekstual. Meskipun masih terdapat kendala pada aspek literasi digital dan sarana pendukung pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik era Society 5. 0 dinilai mampu meningkatkan efektivitas pembelajaran olahraga di perguruan tinggi. Oleh karena itu, pengembangan manajemen pembelajaran olahraga perlu terus dilakukan secara inovatif agar relevan dengan perubahan sosial dan perkembangan teknologi pendidikan masa kini. DAFTAR PUSTAKA