JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 5 Nomer 8 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 EVALUASI HASIL KONDISI FISIK ATLET BULUTANGKIS PUTRI KONI SIDOARJO DALAM MENGHADAPI PORPROV KE VI TAHUN 2019 Aqilah Rafifa Putri Arief*. Oce Wiriawan Pendidikan Kepelatihan Olahraga . Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya *aqilah. 18043@mhs. Dikirim: 27-08-2022. Direview: 29-08-2022. Diterima: 01-09-2022. Diterbitkan: 08-09-2022 Abstrak Permainan bulutangkis adalah jenis permainan indoor, dan termasuk olahraga individu atau tim. Alat yang digunakan berupa raket untuk memukul shuttlecock. Dalam permainan bulutangkis salah satu faktor utama yang sangat penting ialah komponen-komponen kondisi fisik yang terdiri dari kekuatan, daya ledak, koordinasi, daya tahan, reaksi, ketepatan, kecepatan, daya ledak otot tungkai, kelenturan, kelincahan, dan keseimbangan. Tingkat kemampuan atlet dari berbagai komponen tersebut dapat diketahui dengan cara melakukan test dan pengukuran. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui kondisi fisik atlet cabang olahraga bulutangkis kategori putri Koni Daerah Sidoarjo dalam persiapan Kejuaraan Porprov VI. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan metode penelitian sekunder. Hasil pengukuran terhadap kondisi fisik atlet bulutangkis kategori putri Koni Daerah Sidoarjo pada tahun 2019 terpenuhi pada beberapa item test yaitu push up, sit up, sprint, grip strenght, side and reach, vertical jump, dan adanya kekurangan di item test yaitu push and pull dynamometer, madicine ball, dan multilevel fitness test. Kata Kunci: Kondisi Fisik. Tes dan Pengukuran. Bulutangkis. Abstract Badminton is a type of indoor game, and includes individual or team sports. The tool used is a racket to hit the In badminton, one of the main factors that are very important are the components of physical condition consisting of strength, explosive power, coordination, endurance, reaction, timeliness, speed, leg muscle explosive power, flexibility, agility, and balance. The level of athlete's ability from these various components can be known by testing and measuring. The purpose of this study was to determine the physical condition of the women's category badminton for the Koni Sidoarjo region in preparation for the Provincial Province V athletes. This type of research was a quantitative research with secondary research methods. The results of measurements of the physical condition of the female badminton athletes of Koni Sidoarjo Region in 2019 were met on several test items, namely push ups, sit ups, sprints, grip strength, side and reach, vertical jumps, and the lack of test items, namely push and pull dynamometer, madicine ball, and graded fitness test. Keywords: Physical Condition. Test and Measurement. Badminton. membolehkan olahragawan buat bisa menggapai hasil yang lebih bagus (Satojo, 1. PENDAHULUAN Menurut Satojo . bahwa komponen fisik Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang dilakukan pada indoor ataupun outdoor yang merupakan satu dari kesatuan yang tidak bisa terpisah dilakukan secara individu atau kelompok. Saat ini untuk meningkatkan kondisi fisik. Beberapa komponen bulutangkis memiliki peminat yang banyak, selain itu dalam kondisi fisik yakni daya ledak . uscular powe. , olahraga ini memiliki manfaat sebagai alat sosialisasi daya ledak otot tungkai . xplosive powe. , kecepatan bagi masyarakat. Permainan bulutangkis ini dimainkan . , koordinasi . , daya tahan dengan memakai alat pemukul yaitu raket, shuttlecock, . , reaksi . , kekuatan . , . , . , dan net sebagai pembatas di tengah lapangan. Teknik ketepatan pukulan bulutangkis yang bermacam- macam mulai kelincahan . , dan keseimbangan . dari teknik pukulan pelan hingga teknik pukulan kilat. Untuk mencapai performa dan hasil terbaik di perlukan Olahraga bulutangkis adalah olahraga yang dilakukan adanya tes dan pengukuran yang item tesnya terdapat menggunakan net, raket, serta shuttlecook yang dalam beberapa unsur kondisi fisik. KONI Sidoarjo melakukan Kerjasama dengan dilakukan dengan cara memukul relatif pelan hingga Achilles Sport Science and Fitenss Center UNESA Sport Science yang bertujuan dalam Dalam cabor di Kabupaten Sidoarjo untuk dilaksanakan dengan waktu pendek serta keseriusan untuk event Porprov Jawa Timur besar serta ditambah durasi rehat yang terbatas. Di era Dengan adanya tes dan pengukuran saat ini telah banyak pergantian, dari bidang main relly Koni Sidoarjo dalam panjang sangat diperlukan daya tahan . yang kondisi fisik atlet di baik sebagai kunci kemenangan dalam main Kabupaten Sidoarjo event Porprov Permainan bulutangkis dapat dimainkan 2 Jawa Timur Berdasarkan orang atau disebut single dapat pula dimaikan 4 orang atau disebut double. mengenai AuEvaluasi Hasil Kondisi Fisik Atlet Olahraga bulutangkis ini mengharuskan Bulutangkis kategori putri Kota Sidoarjo Dalam setiap pemainnya harus bisa melakukan lompatan. Menghadapi Porprov ke VI Tahun 2019Ay. berlari, fokus serta tingkat kecerdasan yang baik agar dapat bermain dengan baik. Permainan ini METODE PENELITIAN menginginkan keahlian pemain dalam kepandaian Riset ini memakai jenis penelitian kuantitatif Strategi permainan bulutangkis ialah kemampuan utama yang wajib dikuasi oleh pemain dan memakai metode riset sekunder. Penelitian ini dengan metode menggenggam raket, gerakan kaki memakai populasi yang memiliki jumlah yang terbatas yang baik, pukulan yang kuat dengan fokus yang baik yang sudah diketahui oleh peneliti sebelumnya (Maksum, 2. Menurut Yusuf . populasi (Grice, 2007:. Evaluasi yaitu proses pemberian nilai terbatas sering disebut finite. Sampel dalam penelitian berdasarkan data kuantitatif hasil pengukuran untuk ini atlet bulutangkis kategori putri Puslatkab KONI Sidoarjo tahun 2019 dalam mempersiapkan Porprov keperluan pengambilan keputusan. Jawa Timur ke VI. Di daerah Jawa Timur mempunyai wadah Variabel yang digunakan dalam penelitian ini untuk setiap atlet cabor bulutangkis terbaik dari tiap variable atau variabel bebas serta wilayah buat mengembangkan kemampuan yang atau variabel terikat. Variabel Media ini kemudiannya hendak jadi alat yang menjadi alasan atau yang olahragawan yang terpusat dalam satu kompetisi pada variabel lainnya. Pekan Olahraga Provinsi atau PORPROV. Untuk variabel terikat setiap atlet yang memperoleh prestasi dalam event pengaruh dari tersebut, maka dipertimbangkan agar bisa melanjutkan pada kejuaraan yang memiliki level lebih tinggi yaitu Instrument pada penelitian ini ditujukan untuk Pekan Olahraga Nasional atau PON untuk mewakili pengukuran terhadap kekuatan dorong serta Provinsi Jawa Timur. menarik otot bahu memakai jenis test expanding Didalam permainan bulutangkis tidak akan dynamometer. Buat melakukan pengukuran terhadap bisa lepas dari faktor kondisi fisik. Kondisi Fisik kekuatan memakai jenis test sit and reach. Buat merupakan faktor utama memiliki pengaruh terhadap melakukan pengukuran kekuatan otot perut memakai pelaksanaan teknik serta taktik saat melakukan latihan jenis test sit up. Buat melakukan pengukuran daya ataupun saat pertandingan untuk menggapai prestasi. tahan otot tangan memakai jenis test push up. Buat Salah satu upaya untuki meningkatkan kemampuan melakukan pengukuran power otot kaki memakai jenis seorang atlit yaitu kondisi fisik. Program kondisi fisik test vertical jump. Buat mengukur kecepatan memakai wajib direncanakan dengan cara analitis, bagus serta sprint. Buat melakukan pengukuran kelincahan tertuju buat tingkatkan kesegaran jasmani serta memakai jenis test side step. Dan buat melakukan keahlian fungsional dari sistem tubuh yang pengukuran power lengan memakai jenis test madicine ball. Analisis data dalam penelitian menggunakan rumus sebagai berikut: Mean : = X = rata-rata populasi penelitian = jumlah sampel penelitian X = data dalam populasi penelitian N = jumlah anggota populasi penelitian No. Nama APN MEAN Hasil . Menurut hasil data di bawah menyatakan jika atlet pada Koni Kota Sidoarjo yaitu dominan memakai tangan kanan. Kana APN MEA Cuku Cuku Cuku Baik Cuku Kuran Cukup Kuran Cukup Kuran Tabel 3. Hasil Pengukuran Kekuatan Bahu dan Dada Hasil Tari APN MEA APN Grafik 1. Hasil Pengukuran Komponen Peras Tangan Nama Kiri Expanding Dynamometer Berdasarkan hasil data di bawah ini menunjukkan jika nilai mean komponen kekuatan pada bahu yaitu sebesar 13 kg serta kekuatan pada dada dengan rata-rata 16 kg dan termasuk dalam kategori Grip Strength APN Menurut data yang sudah dipaparkan diatas dapat ditarik kesimpulan jika tingkat kelentukan pada atlet dengan rata-rata yang baik sekali yaitu menunjukkan 39,6 cm. Kanan Grafik 2. Hasil Pengukuran Komponen Kelentukan Jenis Tabel 1. Hasil Pengukuran Komponen Peras Tangan Hasil . Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Hasil Nama Jenis Sit and Reach HASIL . imes new roman, bold, . Riset ini memakai data sesuai dengan yang sudah diperoleh dari tim kondisi fisik atlet Kota Sidoarjo tahun 2019. Hasil data dalam penelitian yaitu terdiri dari: Grip Strenght Ket. Sit and Reach Tabel 2. Hasil Pengukuran Komponen Kelentukan Kuran Kuran Kuran Cukup Kuran Jenis Kuran Kuran Kuran Cukup Cukup Expanding Dynamometer Tarik APN MEAN Push Up Hasil APN APN Madicine Ball Grafik 5. Hasil Pengukuran Kekuatan Otot Lengan Tabel 4. Hasil Pengukuran Komponen Power Lengan Nama Grafik 3. Hasil Pengukuran Kekuatan Bahu dan Dada No. Dorong Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Baik Sekali Hasil Waktu . 0,45 APN MEAN 0,38 0,54 0,414 Ket. Kurang Cukup Kurang Baik Cukup Jenis Berdasarkan hasil data di atas menunjukkan bahwa kekuatan daya tahan otot lengan termasukdalam kategori baik sekali dengan menunjukkan rata-rata 29 kali/30 detik. Tabel 6. Hasil Pengukuran Komponen Otot Perut Madicine Ball Hasil Sit Up Waktu No. Nama APN MEAN Hasil . Ket. Baik Sekali Baik Baik Baik Sekali Baik Jenis Sit Up Hasil APN Grafik 4. Hasil Pengukuran Komponen Power Lengan Hasil diatas menyatakan jika nilai rata-rata power lengan pada atlet sebesar 246,4 cm dan 0,414 sec . termasuk dalam kategori kurang. Nama Hasil . APN Grafik 6. Hasil Pengukuran Komponen Otot Perut Push Up Tabel 5. Hasil Pengukuran Komponen Otot Lengan No. Ket. Baik Sekali Menurut data yang sudah dipaparkan diatas dapat ditarik kesimpulan jika kekuatan pada otot perut atlet mendapatkan hasil dengan rata-rata 27 kali dan termasuk dalam kategori baik. Jenis Berdasarkan hasil dari data di atas menunjukkan bahwa kelincahan termasuk dalam kategori baik sekali dengan menunjukkan hasil rata-rata 28 kali. Vertical Jump Tabel 7. Hasil Pengukuran Komponen Tinggi Lompatan No. Nama APN MEAN Hasil . Cidera Ket. Baik Sekali Baik Sekali Cidera Baik Sekali Baik Sekali Jenis Sprint 30 Meter Tabel 9. Hasil Pengukuran Komponen Kecepatan No. Nama APN MEAN Hasil 5,06 Cidera 4,91 5,03 4,925 Ket. Jenis Cukup Baik Cidera Baik Cukup Vertical Jump Sprint Hasil Hasil APN Grafik 7. Hasil Pengukuran Komponen Tinggi Lompatan Grafik 9. Kecepatan Menurut data yang sudah dipaparkan diatas dapat ditarik kesimpulan jika tinggi lompatan termasuk dalam kategori baik sekali dengan menunjukkan rata-rata tinggi lompatan 50,5 cm. Nama APN MEAN Hasil Cidera APN Hasil Pengukuran Komponen Tabel 10. Hasil Pengukuran Komponen VO2Max Ket. Baik Cukup Cidera Baik Kurang Jenis Side Step Hasil Multilevel Fitness Test (MFT) Side Step AM20 Berdasarkan hasil dari data di atas menunjukkan bahwa kecepatan termasuk dalam kategori baik sekali dengan nilai mean 4,925 detik. Tabel 8. Hasil Pengukuran Komponen Kelincahan No. APN Grafik 8. Hasil Pengukuran Komponen Kelincahan Nam Hasil Leve Balikan Vo2ma 41,18 APN CIDER 42,17 37,77 Ket Jenis Kuran Kuran Kuran Kuran kekuatan otot bahu adalah kekuatan yang sangat melaksanakan gerakan-gerakan dalam permainan Untuk melakukan pengukuran terhadap kekuatan otot bahu dapat dilakukan dengan menggunakan test Push Up. Hasil dari pengukuran terhadap kekuatan otot bahu yaitu mempunyai nilai mean 29,2 kali dan kategori sangat baik dengan nilai standart bagi seorang atlet professional yaitu harus lebih dari 25 kali. Menurut Ilham . kekuatan otot perut merupakan penunjang untuk melaksanakan aktivitas fisik dikarenakan otot perut tersebut menjadi bagian yang penting dalam memelihara keseimbangan gerak Kekuatan otot perut yaitu dilakukan dengan test Sit Up dan menunjukkan hasil rata-rata sebanyak 27 kali yang merupakan termasuk pada kategori cukup baik bagi seorang stlet professional. Lisdianto . menyatakan jika gerakan melompat sangat dibutuhkan dalam melakukan permainan bulutangkis terutama dalam melakukan penyerangan serta memotong jalannya shuttlecock dalam permainan bulutangkis. Untuk hasil tinggi lompatan menunjukkan hasil dengan nilai mean yaitu 50,5cm dan termasuk dalam kategori baik sekali serta untuk atlet profesionel memiliki standart nilai mean lompatan yaitu lebih dari 45cm. Menurut Ahmad . Side Step adalah kemampuan dalam melakukan perubahan arah gerak secara efektif serta cepat dengan melakukan gerakan lari tanpa kehilangan keseimbangan. Untuk kelincahan atlet bulutangkis Koni Kota Sidoarjo menunjukkan hasil nilai mean yaitu sebanyak 28 kali serta termasuk dalam kategori cukup. Menurut Middleton . terdapat sebagian faktor kondisi fisik yang diperlukan dalam berolahraga bulutangkis antara lain ialah: kecepatan, daya tahan otot, kelentukan, keseimbangan, power, serta endurance. Seluruh faktor kondisi fisik yang terdapat dalam bulutangkis wajib dikembangkan dengan cara maksimum serta matang buat menggapai hasil penampilan terbaik (Afifi, 2. Menurut Junanda . sprint adalah test yang dilaksanakan untuk melakukan pengukuran terhadap komponen kecepatan. Komponen tersebut sangat diperlukan dalam olahraga bulutangkis. Hasil dari pengukuran kecepatan terhadap atlet bulutangkis Koni Kota Sidoarjo yaitu dengan hasil nilai mean sebesar 4,925 detik yang merupakan termasuik dalam kategori baik dengan nilai standart atlet profesional yaitu harus kurang dari 11,01 detik. Menurut Bompa & Buzzichelli . Keseimbangan adalah keahlian buat mengatur sesuatu respon yang terjalin pada tubuh dalam tiap pergantian yang terjalin pada posisi tubuh. Buat tingkatan daya tahan cardiovascular ataupun Vo2Max yaitu dengan hasil rata- rata sebesar 41, 44 serta belum memenuhi standart yang telah ditentukan. Dibawah ini hasil data lawan atlet dan babak MFT Level Balikan VO2Max APN Grafik 10. Hasil Pengukuran Komponen VO2Max PEMBAHASAN Grip strenght yakni satu dari sekian item penting yang harus dimiliki oleh atlet dalam permainan bulutangkis sehingga mampu memegang rake dengan kuat (Nur et al, 2. Hasil pengukuran dari item komponen otot peras tangan kanan pada penelitian ini yaitu menunjukkan 30 kg serta termasuk dalam kategori cukup dengan nilai mean otot peras tangan kiri yaitu dengan nilai 22,6kg dan termasuk dalam pada kategori kurang. Flexibility menjadi peran pendukung untuk tingkatkan item kondisi fisik yang lain. Flexibility amat dibutuhkan buat kurangi terbentuknya efek cidera kala olahragawan melaksanakan perpindahan tempat dalam durasi singkat (Mahulkar, 2. Atlet bulutangkis Koni Kota Sidoarjo mempunyai hasil pada umumnya kelentukan 39, 6centimeter serta termasuk dalam kategori baik sekali. Otot bahu serta otot dada ialah salah satu penopang dalam melaksanakan gerakan ataupun pukulan, alhasil otot bahu serta otot dada mempunyai kedudukan berarti dalam melaksanakan sesuatu kegiatan paling utama aktivitas fisik (Sugiarto, 2. Buat test kekuatan otot bahu serta dada memakai perlengkapan expanding dynamometer dengan hasil nilai mean yaitu sebesar 13 kilogram serta termasuk dalam kategori kurang dan kekuatan otot dada yaitu dengan hasil rata- rata 16kilogram serta termasuk dalam jenis kurang. Kekuatan otot lengan pada tangan merupakan faktor penting dalam melaksanakan gerakan pukulan sehingga gerakan yang didapatkan dapat berjalan dengan baik (Wijaya, 2. Pengukuran terhadap kekuatan pada lengan yaitu memakai instrument madicine ball dengan hasil yaitu dengan nilai mean sebesar 246,4 dengan rata-rata durasi 0,414 sec serta termasuk pada kategori kurang. Adisasmita . menyatakan bahwa yang dicapai, yaitu : No. Nama SARAN Lawan Olivia (Banyuwang. Olivia (Banyuwang. APN CIDERA Riska/Elok (Pasurua. Riska/Elok (Pasurua. BEREGU Pasuruan . Saran dari penelitian ini yaitu: Bagi atlet agar dapat menjaga kondisi fisik serta mampu meningkatkannya agar mendapatkan prestasi yang maksimal pada event yang diikuti. Bagi pelatih agar tetap memperhatikan kondisi fisik atlit yang dilatih. Bagi peneliti hasil penelitian ini bisa dijadikan sebagai dasar dalam pengembangan penelitian kedepannya yang lebih baik. Babak Semifinal Tunggal (Juara . Final Tunggal (Juara . CIDERA Final Ganda (Juara . Final Ganda (Juara . Final (Juara . REFERENSI