JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 ISSN : 2985-4768 PENGARUH KONTRIBUSI PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI BANTEN PADA TAHUN 2019-2023 Ulis Sintia1, romenah 2 Department of Accounting. Pamulang University, 2 Department of Accounting. Pamulang University,indonesia e-mail: 1 ulissintiaa@gmail. com ,2dosen01980@unpam. ABSTRACT This study aims to determine the effect of regional tax and regional levy contributions on economic growth in Banten Province in 2019-2023. This type of research is quantitative research. The dependent variable used in this study is economic growth and the independent variable in this study is the contribution of regional taxes and regional levies. The research used in this study is the districts/cities in BPS (Central Statistics Agenc. Data analysis used is panel data regression The cross-section data in this study are 8 districts/cities in Banten Province and the time series data in this study are 2019 to 2023 using the saturated sample method. All data used are entered into a computer statistics program, namely E-Views 12 for testing. The results of the study can be concluded that the contribution of regional taxes and regional levies simultaneously does not have a significant effect on economic growth in Banten Province 2019-2023. The results of the study show that the contribution of regional taxes and regional levies significantly partially affects economic growth. Keywords: Regional Tax Contributions. Regional Levies. Economic Growth. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi banten pada tahun 2019-2023. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Variabel dependen yang digunakan pada penelitian ini adalah pertumbuhan ekonomi dan variabel independen pada penelitian ini adalah kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kabupaten/kota di BPS (Badan Pusat Statisti. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel. Data cross section pada penelitian adalah 8 kabupaten/kota di Provinsi Banten dan data time series pada penelitian ini adalah tahun 2019 s/d 2023 dengan menggunakan metode sampel jenuh. Seluruh data yang di gunakan dimasukan dalam program statistik komputer yaitu E-Views 12 untuk dilakukan pengujian. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi pada Provinsi Banten 2019-2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara signifikan kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: Kontribusi Pajak Daerah. Retribusi Daerah. Pertumbuhan Ekonomi https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 PENDAHULUAN Pertumbuhan ekonomi suatu daerah merupakan aspek penting yang mencerminkan kinerja pembangunan serta kemampuan daerah dalam mengelola sumber daya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Melalui pertumbuhan ekonomi yang baik, daerah meningkatkan pendapatan per kapita, serta memperluas akses terhadap layanan publik. Hal ini menunjukkan bahwa daerah tersebut tidak hanya berkembang secara angka, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas hidup warganya secara nyata. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintah daerah dalam merancang dan menjalankan kebijakan pembangunan (Sutisna, dkk, 2025: . Lebih jauh, pertumbuhan ekonomi juga menjadi indikator kemandirian suatu daerah dalam mengurangi ketergantungannya pada pemerintah pusat. Kawasan yang memiliki struktur ekonomi kuat dan berdaya saing tinggi cenderung mampu membiayai kebutuhannya sendiri melalui pendapatan asli daerah (PAD), mendorong inovasi lokal, dan mengoptimalkan potensi unggulan wilayahnya. Kemandirian ini penting dalam menciptakan pembangunan berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi yang stabil dan inklusif bukan hanya menjadi tujuan, tetapi juga menjadi jalan menuju kemandirian dan kedaulatan daerah dalam mengatur arah perkembangannya (Syam & Zulfikar, 2022: . Dasar hukum pertumbuhan ekonomi daerah di tingkat provinsi diatur dalam UndangUndang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yang memberikan kewenangan kepada pemerintah provinsi untuk menyusun dan pembangunan ekonomi sesuai dengan potensi dan kebutuhan wilayahnya. Kriteria pertumbuhan ekonomi daerah biasanya diukur melalui indikator seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), laju pertumbuhan sektor-sektor unggulan, peningkatan investasi, serta penciptaan lapangan kerja, yang secara keseluruhan mencerminkan kemampuan suatu provinsi dalam https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 mendorong aktivitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan peningkatan kapasitas produksi barang dan jasa di suatu wilayah dalam periode tertentu yang tercermin melalui kenaikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Definisi ini mencakup proses dinamis yang menunjukkan bagaimana suatu daerah memanfaatkan sumber daya yang dimiliki untuk mendorong aktivitas ekonomi secara berkelanjutan (Ridwan & Saprudin, 2024: Tujuan utama dari pertumbuhan ekonomi daerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, pembangunan, serta penguatan kemandirian fiskal daerah agar mampu membiayai sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat (Perdana & Rosi, 2023: . Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi penopang Jakarta yang memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan metropolitan Jabodetabek. Dengan letak geografis yang berdekatan serta konektivitas infrastruktur yang kuat. Banten menjadi wilayah penting dalam rantai pasok industri, perdagangan, dan jasa yang melayani kebutuhan Ibu Kota. Keberadaan kawasan industri besar seperti di Cilegon dan Tangerang, serta pelabuhan internasional seperti Pelabuhan Merak dan Pelabuhan Internasional Bojonegara, turut mendorong arus barang dan jasa yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Keterkaitan ekonomi antara Banten dan Jakarta menjadikan Banten sebagai daerah yang tidak hanya berkembang secara mandiri, tetapi juga sebagai pendorong utama dinamika ekonomi nasional. Gambar 1. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 Sumber: BPS Provinsi Banten 2021-2023 Grafik di atas menunjukkan bahwa PDRB Provinsi Banten terus mengalami peningkatan dari Rp665,92 triliun pada tahun 2021 menjadi Rp814,12 triliun pada tahun 2023, demikian pula dengan PDRB per kapita yang turut meningkat. Namun, meskipun angka absolut menunjukkan tren positif, laju pertumbuhan ekonomi justru mengalami perlambatan, dari 5,03% pada tahun 2022 menjadi 4,81% pada tahun 2023. Perlambatan ini mengindikasikan adanya tantangan struktural dalam menjaga momentum pertumbuhan, terutama setelah lonjakan pada tahun sebelumnya, sektor transportasi dan pergudangan tidak lagi memberikan dampak sebesar tahun 2022. Masalah ini mencerminkan perlunya diversifikasi sumber pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing sektorsektor lain agar tidak terlalu bergantung pada komponen ekspor dan transportasi semata. kebijakan tarif dan insentif yang tepat sasaran (Safira & Resdiana, 2025: . Gambar 2. Kontribusi Pajak Daerah Provinsi Banten ISSN : 2985-4768 Perlambatan ini menunjukkan adanya potensi masalah dalam optimalisasi pendapatan pajak daerah, baik dari sisi efektivitas pemungutan, kepatuhan wajib pajak, maupun stagnasi basis Gambar 3. Retribusi Daerah Provinsi Banten 20212023 Sumber: BPS Provinsi Banten 2021-2023 Grafik menunjukkan kontribusi retribusi regional dan HPKD terhadap pendapatan daerah mengalami penurunan dari 1,15% pada tahun 2021 menjadi 1,03% pada tahun 2023. Meskipun jumlah nominal retribusi mungkin tetap atau meningkat, persentasenya terhadap total pendapatan daerah terus menurun, yang mengindikasikan peran retribusi daerah dalam struktur fiskal semakin kecil. PENELITIAN YANG TERKAIT Sumber: BPS Provinsi Banten 2021-2023 Grafik menunjukkan bahwa kontribusi pajak daerah Provinsi Banten mengalami peningkatan dari Rp6. 670,93 miliar pada tahun 2021 menjadi Rp8. 078,04 miliar pada tahun Meskipun pertumbuhan penerimaan pajak mulai melambat, yaitu dari kenaikan sekitar 16,6% pada 2022 menjadi hanya sekitar 3,9% pada 2023. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Teori Keagenan (Agency Theor. Teori . gency merupakan teori yang menjelaskan hubungan kontraktual antara dua pihak, yaitu principal . dan agent . engelola atau manaje. Dalam konteks pemerintahan daerah, masyarakat dapat diposisikan sebagai principal, sedangkan pemerintah daerah berperan sebagai agent yang diberi mandat untuk mengelola sumber daya publik, termasuk dalam hal penerimaan dan pengeluaran daerah. Teori ini menekankan adanya potensi konflik kepentingan karena agent memiliki informasi dan kendali yang lebih besar dibandingkan principal, sehingga dibutuhkan sistem pengawasan dan insentif agar tindakan agent tetap sejalan dengan kepentingan principal (Rahayu, dkk, 2022: . JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 Dalam praktiknya, penerapan teori keagenan berkaitan erat dengan akuntabilitas fiskal dan transparansi pengelolaan keuangan Misalnya, dalam konteks kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah, pemerintah sebagai agent bertanggung jawab untuk mengelola penerimaan tersebut secara efisien guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berpihak pada masyarakat. Ketika penerimaan dari pajak dan retribusi tidak dikelola dengan baik, terjadi agency problem berupa ketidaksesuaian antara . eningkatan kesejahteraa. dan tindakan pemerintah . enggunaan dana publi. (Ladjin, dkk, 2022: Oleh karena itu, untuk meminimalkan masalah keagenan, perlu adanya mekanisme pengendalian seperti regulasi fiskal yang ketat, transparansi anggaran, dan partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan. Dengan penerapan prinsip-prinsip teori keagenan, menjalankan fungsi fiskalnya secara optimal, memaksimalkan potensi pajak dan retribusi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara Teori ini menjadi relevan dalam penelitian ini karena dapat menjadi landasan untuk mengevaluasi cara kontribusi pajak dan retribusi daerah mencerminkan efektivitas pemerintah sebagai agent dalam meningkatkan kinerja ekonomi daerah. Pajak Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang sehingga dapat dipaksakan dengan tiada mendapat balas jasa secara langsung individual. Pajak dipungut penguasa berdasarkan norma-norma hukum guna menutup biaya produksi barang-barang dan jasa kolektif untuk mencapai kesejahteraan umum. Pajak adalah bantuan baik langsung maupun tidak langsung yang dipaksakan oleh kekuasaan publik dari penduduk atau dari barang untuk menutupi belanja pemerintah. Pajak juga berarti bantuan uang secara insidental atau secara periodik yang dipungut oleh badan yang bersifat umum atau negara untuk memperoleh pendapatan tanpa adanya kontraprestasi, dimana ISSN : 2985-4768 sasaran pajak menimbulkan utang pajak karena undang-undang. Pengembangan Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah jawaban sementara terhadap rumusan penelitian dan didasarkan pada fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data (Sugiyono, 2020: . Berdasarkan penjelasan di atas, hipotesis penelitian ini adalah: Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Penelitian oleh Yorianto & Tantowi . menyimpulkan bahwa penerimaan pajak daerah memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di DKI Jakarta selama periode 1987Ae2019. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kontribusi pajak daerah, semakin besar dukungan fiskal terhadap pembangunan dan pertumbuhan Azhari Alpad . juga mengemukakan bahwa pajak daerah di Provinsi Aceh memiliki hubungan searah dan signifikan dengan pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor perhotelan dan restoran, yang menjadi indikator vital kegiatan ekonomi lokal. Hipotesis (H. : Terdapat pengaruh positif dan signifikan kontribusi pajak daerah terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index Pengaruh Retribusi Daerah terhadap Pertumbuhan Ekonomi Amalia, dkk. menyatakan bahwa retribusi daerah berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kemandirian keuangan Artinya, ketika daerah mampu mengelola dan memaksimalkan retribusinya, hal ini berdampak positif pada daya dorong ekonomi. Hanifa & Solekha . meskipun menyatakan bahwa retribusi secara parsial tidak signifikan, namun secara simultan bersama belanja modal, retribusi tetap menunjukkan pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Ini menunjukkan adanya peran potensial yang tidak bisa diabaikan. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 Hipotesis (H. : Terdapat pengaruh kontribusi retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi Pengaruh Kontribusi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Amalia, dkk. secara eksplisit menunjukkan bahwa baik pajak maupun retribusi daerah berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kemandirian keuangan daerah. Ini memperkuat argumen bahwa dua sumber utama PAD ini bisa menjadi instrumen pertumbuhan bila dikelola optimal. Sabyan & Wiarta . juga menemukan bahwa PAD, retribusi daerah, dan pajak daerah memengaruhi penyerapan tenaga kerja, yang pertumbuhan ekonomi. Hipotesis (H. : Secara bersamaan, pajak daerah dan retribusi daerah memengaruhi pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Keputusan pendekatan kuantitatif dalam penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa pendekatan ini memungkinkan penemuan dan pengembangan berbagai jenis teknologi baru, dan data yang digunakan dalam penelitian adalah angka dan digunakan untuk analisis statistik. Ada dua variabel dalam penelitian ini: variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen adalah variabel yang mengubah atau menimbulkan variabel dependen . , sedangkan variabel dependen adalah variabel yang dipengaruhi atau disebabkan oleh adanya variabel bebas. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif, menurut Sugiyono . 0: . , data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau data kualitatif yang diangkakan. Bagian ini menguraikan metode riset dan hipotesis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari Website Badan Pusat Statistik pada tahun 2019-2023. https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Tempat dan Waktu Penelitian BPS (Badan Pusat Statisti. adalah subjek kabupaten/kota Provinsi Banten karena itu adalah tempat penelitian karena memberikan informasi laporan keuangan daerah yang lengkap dan mudah yang dapat diakses melalui situs web resminya di https://banten. id, yang mencakup empat Kabupaten dan empat Kota, masing-masing dengan monitoring tahunan pada tahun 2019-2023. Operasional Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah sifat atau nilai dari orang, obyek, organisasi atau kegiatan yang mempunyai variari tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik Dalam penelitian ini variabel yang digunakan terdiri dari variabel independen dan variabel dependen. Sugiyono . 0: . menyebutkan bahwa variabel adalah segala sesuatu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan dipelajari untuk mendapatkan menghasilkan kesimpulan. Penelitian ini harus dibahas secara terkait agar mudah dipahami dan tidak salah interpretasi. Populasi dan Sampel Populasi merupakan keseluruhan data yang diperoleh peneliti melalui kajian pustaka, dokumentasi, penyebaran kuisioner dan data yang diperoleh melalui laporan keuangan. Menurut Sugiyono . 0: . , populasi merupakan keseluruhan mencakup objek atau subjek yang mempunyai ciri khas tertentu yang dipilih oleh peneliti kemudian dipelajari dan ditarik kesimpulannya. Penelitian ini menggunakan data panel yang menggabungkan data cross-section dan time data cross-section untuk penelitian ini adalah 8 kabupaten/kota di provinsi Banten, dan data time series untuk penelitian ini adalah tahun 2019Ae2023. Metode sampel jenuh digunakan. Teknik Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, metode studi pustaka digunakan untuk pengumpulan data. Ini berarti melakukan penelitian, eksplorasi, dan analisis berbagai sumber yang terkait dengan topik JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 penelitian, seperti buku, jurnal, dll. Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan adalah data sekunder yang bersumber dari BPS di Provinsi Banten. Teknik Pengumpulan data yang akan digunakan oleh penelitian adalah E-Views 12. Teknik Analisis Data Metode analisis deskriptif yaitu metode yang bertujuan untuk mengumpulkan data dan informasi yang dapat menggambarkan keadaan objek penelitian dan menyederhanakannya untuk menjelaskan masalah dan pemecahannya agar dapat dibaca dan mudah dimengerti (Sugiyono, 2020: . Dalam penelitian ini, metode analisis regresi data panel digunakan untuk mengevaluasi dampak dari efisiensi pengendalian biaya dan tingkat perputaran modal terhadap rentabilitas. Metode Analisis data penelitian dilakukan dengan menggunakan program Eviews untuk perhitungan ilmu statistik. Uji Hipotesis Uji F (Simulta. Pengujian hipotesis uji simultan digunakan untuk melihat apakah secara keseluruhan variabel bebas mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat (Ghozali, 2020: . Uji f dilakukan dengan cara menggunakan tingkat signifikasi yang digunakan dalam penelitian ini digunakan dengan melibatkan nilai probabilitasnya. Apabila probabilitas < dari 0,05 maka Ho diterima atau Ha diterima . erdapat pengaruh secara simulta. dan apabila probabilitas > 0,05, maka Ho ditolak atau Ha diterima . idak terdapat pengaruh secara Uji Statistik t (Parsia. Menurut Ghazali . 0: . uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individu dalam menerangkan variabel Uji statistik t dapat dilakukan dengan melihat probability value . Apabila probability value < 0,05, maka Ho diterima atau Ha diterima . erdapat pengaruh secara parsial atau individua. dan apabila probability value > 0,05, maka Ho https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 diterima atau Ha ditolak . idak terdapat pengaruh secara parsial atau individua. HASIL DAN PEMBAHASAN Perubahan ketatanegaraan Indonesia, termasuk dalam hal pengelolaan wilayah. Salah satu dampak langsung dari reformasi adalah lahirnya regulasi otonomi daerah yang memberikan kewenangan lebih besar kepada daerah untuk mengatur urusan rumah tangganya sendiri. Jumlah provinsi pun meningkat dari semula 27 menjadi 33, bahkan satu di antaranya kemudian memisahkan diri menjadi negara merdeka. Perubahan ini dilatarbelakangi oleh krisis ekonomi yang diperparah oleh ketimpangan pembangunan di era Orde Baru, sebagaimana diungkapkan oleh Wijono . Ketimpangan tersebut mencakup berbagai aspek seperti distribusi aset di kalangan swasta, ketimpangan antar golongan sosial ekonomi, ketimpangan antar wilayah dan sektor, dan ketimpangan antara kota dan desa. Tabel 1. Luas Wilayah Kabupaten dan Kota Pronvinsi Banten Kabupaten/Kota Ibu Kota Kabupaten Pandeglang Kabupaten Lebak Rangkasbitung Tigaraksa Kabupaten Tangerang Kabupaten Serang Kota Tangerang Kota Cilegon Cilegon Kota Serang Serang Kota Tangerang Selatan Tangerang Selatan Lebak Ciruas Tangerang Luas Wilayah Km2 Km2 Km2 Km2 Km2 Km2 Km2 Km2 Sumber: Data diolah oleh penelitian Uji Hausman Uji Hausman menentukan model regresi data yang lebih tepat digunakan antara random effect model atau fixed effect model. Hipotesis dari uji hausman sebagai H0 : Random Effect Model JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 H1 : Fixed Effect Model Terpilihnya REM atau FEM tergantung probability yang berada dibawah atau diatas 0. Apabila nilai probability < 0. 05 maka model yang terpilih adalah FEM. Akan tetapi jika probability > 0. 05 maka model yang terpilih adalah FEM. Berikut adalah hasil uji hausman yang dilakukan peneliti: Periods included: 5 Cross-sections included: 6 Tabel 4. Hasil Uji Regresi Data Panel Total panel . observations: 30 Swamy and Arora estimator of component variances Dependent Variable: Y Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Date: 07/06/25 Time: 13:48 Sample: 2019 2023 Periods included: 5 Cross-sections included: 6 Total panel . observations: 30 Swamy and Arora estimator of component variances Coefficient Variable Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled Test cross-section random effects Cross-section random sehingga berdasarkan kriteria pengujian BreuschGodfrey LM Test, dapat disimpulkan bahwa tidak Dependent Variable: Y autokorelasi dalam model regresi. Method: Panel EGLS (Cross-section random effect. Artinya. Date: 07/06/25hipotesis Time: 13:48 nol (HCA) yang menyatakan Sample:ada Variable Tabel 2. Hasil Uji Hausman Test Summary ISSN : 2985-4768 Chi-Sq. Statistic Chi-Sq. Prob. Sumber: Diolah penulis menggunakan eviews 12 pada tahun 2025 Gambar 4. Hasil Uji Normalitas Series: Standardized Residuals Sample 2019 2023 Observations 30 Mean Median Maximum Minimum Std. Dev. Skewness Kurtosis Jarque-Bera Probability Sumber: Diolah penulis menggunakan eviews 12 pada tahun 2025 Probability 0. 056727 > 0. 05 maka hasil menunjukan data berdistribusi normal Tabel 3. Hasil Uji Autokorelasi Breusch-Godfrey Serial Correlation LM Test: Null hypothesis: No serial correlation at up to 2 lags F-statistic Obs*R-squared 088230 Prob. 294346 Prob. Chi-Square. Sumber: Diolah Penulis Menggunakan Eviews 12 Pada Tahun 2025 Berdasarkan hasil pengolahan data menggunakan EViews 12, diperoleh nilai probabilitas (Prob. Chi-Squar. sebesar 0,1168. Nilai ini lebih besar dari tingkat signifikansi 0,05, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index t-Statistic Prob. Std. Error t-Statistic Prob. Effects Specification Cross-section random Idiosyncratic random Rho Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Effects Specification Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Rho Sumber: Diolah penulis menggunakan eviews 12 Cross-section random pada tahun 2025 Unweighted Statistics R-squared Sum squared resid Probabilitas, seperti yang ditunjukkan dalam tabel 4. 8 dari hasil uji hausman, cross section random 0. 1983 > 0. 05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, hasil yang terpilih adalah random effect model (REM). Std. Error Coefficient Idiosyncratic random Mean dependent var Durbin-Watson stat Tabel 5. Hasil Uji F (Simulta. Weighted Statistics R-squared Adjusted R-squared of regression F-statistic Prob(F-statisti. Mean dependent var dependent var Sum squared resid Durbin-Watson stat Unweighted Statistics Sumber: Diolah penulis R-squared 141084 Mean dependent var Berdasarkan TabelDurbin-Watson 5 yang statmenyajikan Sum squared hasil uji F . , diketahui bahwa nilai Apabila dibandingkan dengan tingkat signifikansi 5% ( = 0,. , maka nilai probabilitas tersebut lebih besar dari 0,05 . 128 > 0. Hal ini menunjukkan bahwa secara statistik, model regresi yang melibatkan variabel independen X1 dan X2 tidak signifikan secara simultan dalam mempengaruhi variabel dependen Y. Kesimpulan ini diperkuat oleh hasil probabilitas yang tidak memenuhi syarat signifikansi, sehingga hipotesis nol (H. yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh simultan diterima, dan hipotesis alternatif (H. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap pertumbuhan ekonomi di provinsi banten pada tahun 2019-2023. Sampel JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 158-165 menggunakan teknik purposive sampling sehingga hanya terdapat 6 kabupaten/kota yang terpilih dari total keseluruhan 8 kabupaten/kota yang ada di provinsi Banten. Tidak semua populasi dikategorikan sebagai sampel karena ditentukan melalui beberapa kriteria tertentu. Analisis regresi data panel melalui penggunaan program E-views 12. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa kesimpulan yang dapat ditarik sebagai berikut: Kontribusi Pajak Daerah Berpengaruh Signifikan secara Parsial terhadap Pertumbuhan Ekonomi Hasil uji statistik menunjukkan bahwa kontribusi pajak daerah (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi (Y) dengan nilai probabilitas 0. 0497 < 0. Variabel (X. menunjukkan bahwa, secara parsial, retribusi daerah tidak berdampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nilai probabilitas 0. 05, yang berarti tidak berpengaruh signifikan secara statistik terhadap pertumbuhan ekonomi. Peran retribusi yang relatif kecil dan terbatas pada layanan tertentu membuatnya kurang berdampak secara makro. Kontribusi pajak dan retribusi daerah tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pertumbuhan ekonomi nilai r-squared sebesar 14,10% menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil variabel pajak dan retribusi daerah dapat menjelaskan pertumbuhan ekonomi, sementara hasil uji F dengan nilai probabilitas 0. 128 > 0. mengindikasikan bahwa keduanya tidak berpengaruh signifikan secara simultan. DAFTAR PUSTAKA