MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MELALUI GROUP INVESTIGATION DENGAN MEDIA COUPLE CARDS UNTUK PESERTA DIDIK KELAS VIIB SMPN 1 WURYANTORO TAHUN PELAJARAN 2018/2019 IMPROVING LEARNING OUTCOMES THROUGH GROUP INVESTIGATION WITH COUPLE CARDS MEDIA FOR CLASS VIIB STUD ENTS OF SMPN 1 WURYANTORO STUDENT YEAR 2018/2019 Sri Puntari SMP Negeri 1 Wuryantoro Email: puntari78@gmail. Diterima:17 Februari 2021 Direvisi:16 April 2021 Disetujui:18 Mei 2021 ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi dari permasalahan di kelas VIIB, yaitu peserta didik mendapatkan nilai pengetahuan dan ketrampilan yang rendah pada mata pelajaran Bahasa Inggris, dan berdasarkan tes awal yang diberikan dari 29 peserta didik hanya 9 atau 31 % yang nilainya mencapai KKM, selain itu guru belum menerapkan model pembelajaran yang memotivasi peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pesertadidikmelalui group Investigation dengam media AuCouple CardsAy pada materi Descriptive Text. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan subyek penelitian peserta didik kelas VIIB SMP Negeri 1 Wuryantoro yang berjumlah 29 peserta didik. Teknik pengumpulan datanya dengan observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penilaian pengetahuan Sebanyak 25atau 86,20 % peserta didik memperoleh nilai di atas KKM dan 4 peserta didik memperoleh nilai kurang. Hasil penilaian ketrampilan juga menunjukan peningkatan tiap siklusnya. Penilaian keterampilan dilakukan dengan penilaian kinerja, pada siklus I berkategori kurang, siklus II meningkat menjadi kategori baik. Kata kunci: AuGroup Investigation,Aucouple cards Au, hasil belajar ABSTRACT This research is motivated by problems in class VIIB, namely, students get short-level knowledge and skills scores in English subjects, and based on preliminary tests given from 29 of the students only 9 or 31% have reached the KKM, besides that the teacher has not applied the learning model that motivates students to be active in learning. This study aims to improve student learning outcomes through the Investigation group using the "Pair Card" media on descriptive text material. This research is a classroom action research with its subjects is VIIB student class of SMP Negeri 1 Wuryantoro which amounts to 29 students. The data technique uses observation, written tests, interviews, and documentation. The results of this study indicate an increase in student learning outcomes. Based on the results of the knowledge, 25 or 86. 20% of students obtained scores on the KKM and 4 students received scores. The production of skills also shows an increase in each cycle. Skills assessment is carried out by means of performance appraisal, the first cycle is in the poor category, the second cycle is increased to the good category. Keywords: Group Investigation Learning, "couple cards". Learning Outcomes PENDAHULUAN Bahasa Inggris merupakan bahasa yang masih baru bagi sebagian peserta didik dan merupakan salah satu mata pelajaran yang menakutkan dan kadang Bahasa Inggris dijadikan momok bagi sebagian peserta didik, sehingga memang perlu penyesuaian untuk menguasai dan memahaminya. Kesulitan dalam memahami Bahasa Inggris pada umumnya berkaitan dengan penguasaan kosakata yang masih sangat minim pada hal kosakata inilah yang menjadi dasar atau kunci dalam mempelajarai Bahasa Inggris. Asumsi kurang memuaskannya hasil belajar Bahasa Inggris bagi peserta didik adalah disebabkan peserta didik tidak menggunakan kata ataupun kalimat dalam Meningkatkan Hasil Pembelajaran Melaui Group. Sri Puntari Bahasa Inggris. Penguasaan kosakata disini sangat menentukan bagi peserta didik dalam mempelajari dan memahami Bahasa Inggris secara tepat. Selain itu sebagian guru juga pembelajaran atau masih teacher center dimana guru lebih banyak berceramah dan belum menerapkan model pembelajaran yang variatif dan menarik bagi peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris khususnya bagi peserta didik kelas VIIB semester 2 SMP Negeri 1 Wuryantoro Tahun Pelajaran 2018/ 2019 menunjukan hasil yang belum memuaskan. Dari hasil pengamatan peserta didik kelas di kelas VIIB yang berjumlah 29 peserta didik, masih belum menunjukan kemajuan, hal ini bisadilihatdari hasil ulangan harian yang pada KD 3. berkaitan dengan materi member dan meminta informasi terkait dengan tindakan dan fungsi binatang menunjukan hasil yang masih kurang memuaskan karena hanya 9 . %) dari jumlah seluruh peserta didik di kelas VIIB yaitu 29 peserta didik,yang mendapat nilai diatas batas tuntas atau nilai kkm yaitu 68. Disamping model pembelajaran , penggunaan media pembelajaran yang tepat juga akan mempengaruhi keberhasilan peserta Couple cards adalah salah satu media yang menggunakan kartu, dimana didalam kartu tersebut terdapat kata atau kalimat dalam Bahasa Inggris atau gambar dan peserta didik akan menggabungkan kartu-kartu tersebut selanjutnya peserta didik mampu untuk membentuk kalimat sederhana yang Media Pembelajran Couple cards memungkinkan peserta didik mengexplorasi kemampuannya dalam memahami kalimat dalam Bahasa Inggris dan melakukan pembelajaran dengan lebih bervariasi dan LANDASAN TEORI Group Investigation (GI) Sugiyanto . 0: . dalam bukunya berpendapat bahwa pembentukan kelompok dalam model GI ini mendukung keterlibatan peserta didik secara aktif dalam pembelajaran Pembelajaran Group investigation ini melibatkan peserta didik sejak perencanaan, baik dalam menentukan topik maupun cara untuk mempelajarinya melalui investigasi sehingga menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun ketrampilan proses memiliki kelompok (Group process skill. Menurut Ngalimun . 4: . model koperatif tipe GI dengan sintaks: pengarahan, membuat kelompok heterogen, merencanakan pelaksanaan investigasi, pengolahan data penyajian data hasil investigasi, dan presentasi, sehingga model GI ini menuntut peserta didik untuk memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi dan juga melatih peserta didik untuk menumbuhkan kemampuan berfikir mandiri. Menurut Rusman . 2: 221-. implementasi strategi belajar kooperatif GI dalam pembelajaran secara umum dibagi menjadi 6 langkah, yaitu: . mengidentifikasi topik dan mengorganisasi peserta didik ke dalam kelompok. Komposisi kelompok didasarkan atas ketertarikan topik yang sama dan heterogen. merencanakan tugas-tugas belajar, meliputi apa, bagaimana, siapa sebagai apa,dan untuk tujuan apa topik ini . melaksanakan investigasi . eserta menganalisis data, dan membuat simpula. menyiapkan laporan akhir . nggota kelompok menentukan pesan-pesan esensial . mempresentasikan laporan akhir ( presentasi dibuat untuk keseluruhan . Evaluasi . ara peserta didik berbagi mengenai balikan terhadap topik yang Berdasarkan beberapa pendapat diatas pembelajaran group investigation (GI) adalah model pembelajaran secara berkelompok yang menuntut peserta didik bersosialisasi dan berkomunikasi dengan anggota kelompok lainnya sehingga peserta didik mampu untuk berperan aktif dalam tugas dan dapat menyelesaikan tugas yang diberikan dengan Hasil Belajar Hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Ranah kognitif meliputi: pengetahuan, pemahaman, penggunaan/penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 202. Ranah afektif meliputi: sikap menerima, memberikan respons, nilai, organisasi, dan karakterisasi (Suprijono, 2010: . Ranah Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume Nomor Ae 2021 psikomotor meliputi: gerak tubuh yang dikoordinasikan, perangkat komunikasi non verbal, dan kemampuan berbicara (Dimyati dan Mudjiono, 2013: 207-. Jadi dari pengertian di atas dapat dikatakan bahwa hasil belajar adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai oleh anak atau peserta didik dalam proses belajar yang berupa penambahan pengetahuan, perubahan sikap dan tingkah laku, serta penguasaan keterampilan yang ada di sekolah yang dapat diwujudkan dalam bentuk nilai atau prestasi. Media Pembeajaran Menurut Trianto . media sebagai komponen strategi pembelajran merupakan wadah dari pesan yang oleh sumber atau penyalurnya ingin diterukan kepada sasaran atau penerima. Definisi tersebut menekankan istilah media sebagai sebuah perantara untuk menghubungkan Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang perhatian dan minat peserta didik dalam belajar (Arsyad, 2013: . Sudjana dan Rivai . 3: . menyampaikan bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, yaitu: . pengajaran akan lebih menarik perhatian peserta didik shingga dapat menumbuhkan motivasi belajar. bahan pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh peserta didik. metode mengajar akan lebih bervariasi tidak semata-mata penuturan verbal. peserta didik lebih banyak melakukan kegiatan belajar,sebab tidak hanya mendengarkan guru, tetapi juga aktifitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dan lainlain. Dari beberapa pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan media pembelajaran adalah suatu alat yang dapat digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar yang bertujuan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan merangsang peserta didik untuk belajar. Materi Descriptive Text Teks Deskriptif merupakan salah satu teks dalam pembelajaran Bahasa Inggris yang terdapat pada materi kelas VII semester 2 tepatnya pada Kd 3. 7 dan 4. Teks Deskriptif adalah jenis teks yang menggambarkan seseorang, tempat atau benda tertentu. Untuk kelas VII Teks deskriptif ini masih dalam bentuk sederhana. Tujuan Komunikatif Teks Deskriptif ini adalah untuk menggambarkan dan mengungkapkan atau mendeskripsikan cirri-ciri dari orang, benda, hewan, tempat an lain-lainnya Couple Cards Games Couple cards adalah suatu media pembelajaran dimana dalam pembelajaran tersebut guru menggunakan kartu yang berisi daftar kata atau gambar dan peserta didik mencari manakah kartu yang menjadi pasangan dari kartuAekartu tersebut. Kartu tersebut dimungkinkan berisi satu kata dalam Bahasa Inggris dan juga dalam Bahasa Indonesia, dimana peserta didik akan mencari pasangan kartu tersebut untuk membentuk menjadi kalimat sederhana dalam bahasa Kata yang ditulikan bisa berupa kata benda, kata kerja maupun kata sifat. Sedangkan pasangan kartu tersebut bisa lebih dari dua kartu. Pengertian Couple Cards Game Couple artinya berpasangan, cards artinya kartu dan game artinya Jadi. Couple cards game berpasangan, dalam permainan ini pemain harus bisa memasangkan setiap kata dengan artinya, persamaan katanya maupun lawan katanya. Setiap set kartu terdiri dari 20 kartu. Permainan ini dapat dimainkan dalam bentuk kelompok. Satu kelompok dapat berisi 4 atau 5 orang. Petunjuk melakukan permainan Couple Cards Game . Untuk Tiap kelompok terdiri dari 4 Ae 5 . Setelah kartu dibagikan ke semua Masing-masing kelompok dituntut untuk dapat mencari pasangan kartu yang dimaksud, bisa berupa sinonim maupun antonim . Ketika sudah ditemukan pasangannya, maka kartu tersebut ditempelkan menjadi satu. Setelah waktu yang ditentukan sudah habis, maka masing-masing kelompok Meningkatkan Hasil Pembelajaran Melaui Group. Sri Puntari menempelkan kartu tersebut di papan Hipotesis Tindakan Berdasarkan landasan teori dan kerangka berpikir di atas, maka dalam penelitian ini dapat dikemukakan hipotesis sebagai berikut: AuPenerapan group investigation melalui media Aucouple cardsAu dapat meningkatkan hasil belajar Bahasa Inggris pada peserta didik kelas VIIB semester 2 SMP Negeri 1 Wuryantoro tahun pelajaran 2018/2019. METODE PENELITIAN Dasar Penelitian Penelitian ini termasuk penelitian tindakan Desain penelitian menurut Arikunto dkk . 8: . ada empat tahapan yaitu: pelaksanaan, observasi atau pengamatan, dan melakukan refleksi. Subjek dan Objek Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Wuryantoropada semester 2 tahun pelajaran 2018/ 2019. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIIB sejumlah 29 peserta didik yang terdiri dari 15 laki-laki dan 14 Obyek Penelitian ini berupa penerapkan model group investigation dengan menggunakan media Aucouple cardsAu untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan, maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu. Observasi Observasi yang dilakukan adalah observasi berperan aktif. Peneliti bertindak sebagai Adapun yang diobservasi adalah pelaksanaan pembelajaran menggunakan model group investigation dengan media Aucouple cardsAy. Tes Tes dalam penelitian ini akan dilaksanakan setiap akhir siklus sebagai evaluasi. Pemberian tes dimaksudkan untuk mengukur seberapa tinggi penguasaan peserta didik terhadap materi sesudah tindakan pembelajaran menggunakan model group investigation dengan media Couple cards. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja dalam penelitian ini diambil ketika proses diskusi peserta didik dalam kelompoknya sedang berlangsung. Dokumentasi Data dokumentasi digunakan untuk diperlukan dalam penelitian ini, seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Bahasa Inggris kelas VII Kd 3. 7 dan 4. catatan lapangan, dan foto yang diambil pembelajaran setiap siklus. Teknik Analisis Data Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik deskriptif yang dilakukan dengan tigacara, yaitu: . penyajian data. penarikan Reduksi Data Reduksi data merupakan proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan tertulis dilapangan dan berlangsung terus menerus selama penelitian dilaksanakan. Dalam penelitian ini reduksi data dilakukan dengan memilih data yang sesuai dengan perumusan masalah dari kumpulan data yang ada. Penyajian Data Penyampaian informasi data yang dimiliki disusun secara baik, dan runtut sehingga mudah dilihat, dibaca dan dipahami tentang suatu kejadian dan tindakan atau peristiwa dalam bentuk data kuantatif dan data kualitatif. Menarik Simpulan Berdasarkan data-data yang diperolah dari berbagai sumber peneliti mengambil simpulan yang masih bersifat sementara sambil mencari data pendukung dan penolakan simpulan. Hasil tes digunakan Tes dilaksanakan setiap akhir siklus. Rubrik penilaian pengetahuan adalah seperti berikut ini. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume Nomor Ae 2021 Tabel 1. Rubrik Penilaian Pengetahuan Uraian Jawaban isi,tata bahasa,lafals esuai Jawaban isi,tata bahasa, lafal tidak Tidak menjawab Score Total Nilai keterampilan diperoleh dari penilaian kinerja. Instrumen dan rubrik penilaian kinerja sebagai berikut. Tabel 2. Instrumen Penilaian Kinerja No. Indikator Soal Butir Soal Diberikan gambar orang butir soal sederhana tentang orang Tabel 3. Rubrik Penilaian kinerja ASPEK Kebenaran Ejaan Kerapian Keakuratan TOTAL SKOR SKOR MAKSIMAL 1 - 30 1 - 30 1 - 40 HASIL DAN PEMBAHASAN Pra Siklus Pelaksanaan pembelajaran Bahasa Inggris khususnya bagi peserta didik kelas VIIB semester 2 di SMP Negeri 1 Wuryantoro Tahun Pelajaran 2018/ 2019 menunjukan hasil yang belum memuaskan. Dari hasil pengamatan, peserta didik kelas di kelas VIIB yang berjumlah 29, masih belum menunjukan kemajuan, hal ini bisa dilihat dari hasil ulangan harian pada KD 3. 6 dan 4. materi memberi dan meminta informasi terkait dengan tindakan dan fungsi binatang menunjukan hasil yang kurang memuaskan karena hanya 9 peserta didik atau 31% dari jumlah seluruh peserta didik di kelas VIIB yang mendapat nilai diatas batas tuntas atau nilai kkm yaitu 68. Hasil Peneitian Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 2 Siklus I terdiri dari 3 pertemuan, pada pertemuan ke tiga dilaksanakan tes akhir Siklus I. Siklus II juga terdiri dari 3 pertemuan,pada dilaksanakan tes akhir Siklus II. Hasil belajar yang diteliti pada penelitian ini meliputi nilai pengetahuan dan nilai keterampilan. Nilai pengetahuan diperoleh dari tes akhir tiap siklus, dan nilai keterampilan diperoleh dari pembelajaran berlangsung. Siklus I Perencanaan Tahap perencanaan, guru menyusun RPP, membentuk kelompok, menyusun lembar observasi menyusun instrument penilaian pengetahuan, dan keterampilan. Pelaksanaan Pada tahap ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah Adapun tahapan atau sintaks . angkah-langka. yang dilaksanakan dalam pembelajaran group investigation adalah sebagai berikut : Penentuan Kelompok. Guru bersama peserta didik menentukan jumlah anggota untuk tiap kelompok. Karena jumlah peserta didik di kelas VIIB ada 29 peserta didik,maka dibagi menjadi 5 kelompok dimana 4 kelompok terdiri dari masing-masing 6 peserta didik sedangkan 1 kelompok lagi terdiri dari 5 peserta didik. Anggota dari masingAe masing kelompok disini memiliki kemampuan yang heterogen sehingga tidak ada kelompok yang anggotanya memiliki kemampuan tinggi semua. Guru menyajikan materi Descriptive Text (Describe People. Guru memberikan materi descrribe peoples. Guru memberikan tugas pada masingmasing kelompok,dengan memberikan kertas warna yang sudah berisi daftar kata yang berhubungan dengan materi yang sudah disampaikan. 10 kata dalam Bahasa Inggris dan 10 kata dalam Bahasa Indonesia Guru memberi tugas peserta didik untuk mencari pasangan dari kata-kata tersebut dalam waktu 40 menit tanpa membuka kamus. Peserta didik berdiskusi dengan masing-masing Setelah 40 menit, ketua kelompok atau juru bicara dari masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi Meningkatkan Hasil Pembelajaran Melaui Group. Sri Puntari dari kelompoknya dengan cara membacakan kata yang sudah ada pasangannya dan menempelkannya di Peserta kelompok lain memberikan tanggapan. Guru memberikan kesimpulan dari apa yang sudah dilaksanakan oleh peserta Evaluasi. Guru bersama peserta didik mengevaluasi hasil kerja kelompok. Rekap keterampilan pada siklus I seperti pada Tabel 4 dan Tabel 5. Tabel 4. Nilai Pengetahuan pada Siklus I Nilai maksimal Nilai Minimal Rata-rata 56,89 Berdasarkan Tabel diperoleh data bahwa rata-rata nilai pengetahuan pada siklus I sebesar 56,89 yang artinya masih jauh dari KKM yaitu Nilai tertinggi pada tes siklus I adalah 90 dan terendah 20. Dari 29 peserta didik di kelas VIIB, 14 peserta didik . %) yang tuntas atau mendapatkan nilai di atas KKM, sedangkan 15 peserta didik atau . %) belum tuntas. Tabel 5. Nilai Keterampilan pada Siklus I Kelompok ASPEK Kebenaran ejaan 25 20 25 28 24 Kerapian dan 25 25 23 20 20 kejelasan tulisan . Keakuratan . 15 24 25 20 20 Total Nilai . 65 69 73 68 64 Nilai keterampilan pesertadidik pada siklus I masih termasuk kategori kurang, karena rata-rata nilai hanya sebesar 67,8. Observasi Hasil observasi pada siklus I secara keseluruhan bahwa langkah-langkah atau tahap-tahap kelompok yang perlu banyak bimbingan dari guru. Refleksi Perencanaan Group Investigation siklus I berjalan Meskipun ada beberapa hal yang perlu dievaluasi karena tidak berjalan sesuai rencana. Beberapa permasalahan yang muncul pada saat siklus I, antara lainA Peserta didik masih terlihat belum aktif dalam kegiatan diskusi. Peserta didik masih malu bertanya kepada teman sekelompoknya apabila ada yang belum dipahami. Ada beberapa peserta didik yang hanya diam, bahkan ada beberapa peserta didik kelompok untuk mengobrol dengan Jumlah anggota tiap kelompok pada siklus I adalah 5-6 peserta didik. Hal ini menyebabkan kelompok jadi lebih ramai dan tidak fokus pada materi yang didiskusikan. Pada saat presentasi peserta didik masih kurang aktif dalam menanggapi hasil presentasi dari kelompok Mereka cenderung mengobrol dengan anggota kelompoknya. Siklus II Perencanaan Perencanaan siklus II secara umum sama dengan kegiatan perencanaan pada siklus I, namun terdapat beberapa tambahan kegiatan berdasarkan hasil refleksi dari siklus I. Membentuk kelompok yang semula 5 kelompok menjadi 7, memberikan pengawasan yang lebih pada kelompok yang tidak ikut memberikan bimbingan , selain itu guru juga memberikan dorongan kepada pesertadidik untuk bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan masalah. Pelaksanaan Tahap ini guru melaksanakan tindakan sesuai dengan RPP yang telah direncanakan sesuai hasil refleksi dari siklus I. Adapun tahapanAetahapan pembelajaran yang akan dilaksanakan adalah sebagai berikut: Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume Nomor Ae 2021 a. Penentuan Kelompok Guru menentukan jumlah anggota untuk tiap Kelas dibagi menjadi 7 kelompok seperti pada pertemuan Guru menyajikan materi describe Guru memberikan contoh beberapa percakapan dan gambar menggambarkan tentang binatang dan ciri-cirinya. Guru memberikan tugas pada masinmasing memberikan kertas warna yang berisi gambar yang berhubungan dengan Masing Ae kelompok mendapatkan 5 gambar . Guru memberi tugas peserta didik untuk membuat kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris dalam waktu 40 menit tanpa membuka kamus. Peserta didik berdiskusi dengan masingmasing kelompoknya. Setelah 40 menit, ketua kelompok atau juru bicara dari masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi dari kelompoknya dengan cara kelompoknya dan menempelkannya di Peserta Guru memberikan kesimpulan . Evaluasi. Guru bersama peserta didik mengevaluasi hasil kerja kelompok. Rekap keterampilan pada siklus II seperti pada Tabel 6 dan Tabel 7. Tabel 6. Nilai Pengetahuan pada Siklus Nilai maksimal Nilai Minimal Rata-rata 73,96 Berdasarkan Tabel diperoleh data bahwa rata-rata nilai tes siklus II sebesar 73,96 yang artinya di atas KKM yaitu 68. Nilai tertinggi pada tes siklus II adalah 90 dan terendah 45. Dari 29 pesertadidik di kelas VIIB, 25 pesertadidik . ,20%) yang tuntas dan 4 peserta didik ( 13,8%) belum tuntas. Tabel 7. Nilai Keterampilan pada Siklus II Kelompok ASPEK Kebenaran 25 24 28 25 26 25 Kerapian 26 25 25 25 26 25 Keakurata 30 28 28 30 34 30 Total Nilai 81 77 81 80 86 80 Nilai keterampilan peserta didik pada siklus II masih termasuk kategori baik, karena rata-rata nilai sebesar 80,4 %. Observasi Pada berlangsung, guru dengan dibantu mencatatnya dalam lembar observasi. Dari hasil observasi pada siklus II secara keseluruhan bahwa langkahlangkah atau tahap-tahap pembelajaran model group investigation dengan media couple cards sudah terlaksana dengan cukup baik. Berdasarkan hasil observasi maka dapat diketahui bahwa pembelajaran Bahasa Inggris dengan model group investigation dengan media couple terlaksana sesuai langkahlangkah yang telah direncanakan. Refleksi Berdasarkan keterlaksanaan pembelajaran, peneliti telah melaksanakan pembelajaran sesuai rencana dengan baik. Berdasarkan data hasil observasi aktivitas peserta didik pada siklus II bisa dikatakan bahwa aktivitas peserta didik untuk bertanya sekelompoknya jika ada hal-hal yang belum jelas meningkat dibandingkan pada siklus I. Sedangkan aktivitas peserta didik dalam mengemukakan pendapat dalam diskusi kelompok dan Meningkatkan Hasil Pembelajaran Melaui Group. Sri Puntari bekerjasama dengan anggota kelompok juga semakin meningkat. Dalam hal ini peneliti menganggap bahwa dari semua hasil yang telah diperoleh tersebut telah dapat menjawab permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini. Pembahasan Penelitian ini dilatarbelakangi masalah yang terjadi di kelas VIIB. Peserta didik kelas VIIB mengalami kesulitan dalam memahami materi pada KD 3. 6 dan 4. 6 tentang memberi dan meminta informasi terkait dengan tindakan dan fungsi binatang dikarenakan mereka menganggap pelajaran Bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dipahami karena mereka memiliki penguasaan kosakata yang tidak memadai untuk mengerti maksud dari kalimat yang ada dalam Bahasa Inggris. Hasil tes awal di kelas VII B juga menunjukan hasil yang rendah, yaitu dari 29 peserta didik hanya 9 pesertadidik . %) yang nilainya mencapai KKM. Tahapan pertama yaitu penentuan kelompok, kelompok dibagi berdasarkan kemampuan peserta didik. Pada siklus I kelas dibagi dalam 5 kelompok dimana 4 kelompok terdiri 6 peserta didik sedangkan 1 kelompok terdiri dari 5 peserta didik. Karena hasil yang dicapai dirasa kurang maksimal dan peserta didik cenderung ramai dengan anggota kelompok yang banyak maka pada siklus 2 pembagian kelompok dibuat berbeda. Pada siklus 2 ini kelas dibagi menjadi 7 kelompok sehingga anggota kelompok hanya 4Ae5 peserta didik saja. Tahapan yang kedua yaitu perencanaan. Siklus I membahas materi decribe peoples, sedangkan pada siklus II pembahasan pada materi describe animals. Tahap ketiga yaitu penyelidikan, pada tahap ini guru memfasilitasi dan mengawasi/ Peserta mengklarifikasi, dan mempersatukan ide dan Tahap keempat pengorganisasianya tahap dimana peserta didik mempersiapkan diri apa saja yang akan disampaikan dalam presentasi kelompoknya. Tahap kelima yaitu presentasi kelompok, . Tahap terakhir yaitu Pada tahap ini peserta didik dan bersamaAesama mengevaluasi pembelajaran yang telah Penerapan model group investigation dalam pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan media couple cards. Media ini menggunakan kertas warna-warni yang berisi gambar atau pun kataAekata dalam Bahasa Inggris dan juga Bahasa Indonesia dengan cara kerja yaitu mencari pasangan dari masing- masing kartu. Pasangan kartu tersebut bias berupa arti kata, sinonim, antonim atau frase, yang akan memudahkan peserta didik dalam mempelajari dan mengingat kosakata dengan mudah sehingga diharapkan peserta didik akan mampu memahami materi dan mampu membuat kalimat sederhana dalam Bahasa Inggris tentang materi dengan benar. Penerapan pembelajaran model group investigation dengan media couple cards untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik ini berhenti pada siklus II. Hal ini disebabkan karena indikator kinerja yang telah ditentukan sudah tercapai. Indikator meningkatnya hasil belajar peserta didik yang meliputi nilai pengetahuan dan nilai Indikator kinerja pada nilai pengetahuan adalah rata-rata nilai kelas lebih besar atau sama dengan KKM . dan ketuntasan klasikal minimal sebesar 75% dan untuk nilai keterampilan adalah rata-rata kelas penilaian kinerja berkategori baik. Data nilai pengetahuan dari hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas tiap siklusnya. Nilai ratarata kelas pada siklus I sebesar 56,89 dengan ketuntasan klasikal sebesar 48%. pada siklus II meningkat menjadi 73,96 dengan 86,20%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran model group Investigation dengan media couple cards dapat meningkatkan nilai pengetahuan peserta Nilai keterampilan peserta didik yang diperoleh dari penilaian kinerja pada siklus I diperoleh rata-rata kelas sebesar 67,8 dengan kategori kurang, pada siklus II meningkat menjadi 80,4% dengan kategori baik. Hal ini meningkatkan aktivitas peserta didik untuk mengasah kemampuannya . Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume Nomor Ae 2021 Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurul Kholifah Dkk yang dapat disimpulkan bahwa berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik pada materi Plantae kelas X SMA Srijaya Negara Palembang. Hal ini dapat dilihat dari perbandingan rata-rata hasil belajar peserta didik pada kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran GI lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol dengan metode ceramah dan tanya jawab. KESIMPULAN Simpulan Berdasarkan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa: pelaksanaan pembelajaran dengan model group investigation dengan media couple cards menunjukan bahwa ada peningkatan hasil belajar pada peserta didik baik nilai pengetahuan, maupun nilai keterampilan. Hasil penilaian pengetahuan menunjukan peningkatan tiap siklusnya. Penilaian penilaian kinerja pada siklus I berkategori kurang, dan pada siklus II meningkat menjadi kategori baik. semua peserta didik agar lebih aktif dan komunikatif serta lebih serius dalam pembelajaran tersebut. DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Suharjono, dan Supardi. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara Arsyad. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press Dimyati dan Mudjiono. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Ngalimun 2014. Strategi dan Model Pembelajaran. Yogyakarta: Aswaja Pressindo. Nurul Kholifah. Pengaruh Penerapan model pembelajaran Kooperatifd tipe Group Investigation ( GI ) Terhadap hasilbelajar peserta didik pada materi Plantae SMA. Jurnal Pembelajaran Biologi. Vol. No 2. November 2018. Saran