P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGIDENTIFIKASI INFORMASI SURAT DINAS MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BRAINWRITING SISWA KELAS VII SMP NEGERI O MANGUNHARJO Siti Romlah SMP Negeri O Mangunharjo. Indonesia Email: sitiromlah291184@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Pada hasil pratindakan diketahui hasil rata-rata nilai adalah 68,03 dengan ketuntasan klasikal 57,14%. Pada kegiatan siklus I diketahui rata-rata nilai adalah 71,42 dengan ketuntasan klasikal 67,85%. Pada siklus II diketahui rata-rata nilai adalah 77,67 dengan ketuntasan klasikal 92,85%. Berdasarkan hasil rata-rata dikatahui peningkatan dari pratindakan ke siklus I adalah 3,39 sedangkan peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I adalah 10,71%. Pada Siklus I ke siklus II diketahui peningkatan rata-rata nilai adalah 6,25 sedangkan ketuntasan mengalami peningkatan 25%. Selanjutnya peningkatan rata-rata nilai pratindakan ke siklus II adalah 9,64 dengan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus II adalah 35,71%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran brainwriting kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo dapat Kata kunci: Brainwriting, mengindetifikasi, informasi. Surat Dinas EFFORTS TO IMPROVE THE ABILITY TO IDENTIFY OFFICIAL LETTER INFORMATION THROUGH THE BRAINWRITING LEARNING MODEL OF CLASS VII STUDENTS OF O MANGUNHARJO STATE MIDDLE SCHOOL ABSTRACT The aim of this research is to determine the increase in the ability to identify official letter information through the brainwriting learning model for class VII students at O Mangunharjo State Middle School. The research method used is Classroom Action Research from pre-action to Cycle II. Data collection using test techniques. In the preaction results, it was found that the average score was 68. 03 with classical completeness In the first cycle of activities, it was found that the average score was 71. with classical completeness of 67. In cycle II it was found that the average score was 67 with classical completeness of 92. Based on the results, the average increase from pre-action to cycle I was 3. 39, while the increase in classical completion from preaction to cycle I was 10. From Cycle I to Cycle II, it was found that the average increase in score was 6. 25, while completion increased by 25%. Furthermore, the average increase in the pre-action score to cycle II was 9. 64 with classical completeness from pre-action to cycle II being 35. Thus it can be concluded that through the Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 brainwriting learning model the ability to identify official letter information for class VII students at O Mangunharjo State Middle School can be increased. Keywords: Brainwriting, identifying, information. Din Letter. PENDAHULUAN Pembelajaran Bahasa Indonesia merupakan salah satu materi pelajaran yang sangat penting di sekolah. Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia bagi siswa adalah untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Indonesia sesuai dengan kemampuan, kebutuhan, dan minatnya. Tarigan . AuPembelajaran bahasa Indonesia menekankan pada empat keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa, seperti keterampilan menyimak . istening skill. , keterampilan berbicara . peaking skill. , keterampilan membaca . eading skill. , dan keterampilan menulis . riting skill. Ay. Salah satu bentuk keterampilan dalam berbahasa adalah menindentifikasi surat dinas. Surat Dinas adalah surat yang ditulis dalam situasi formal dan untuk kepentingan formal. Surat dinas ini dapat ditulis oleh pribadi atau atas nama suatu lembaga pemerintah, perusahaan, atau organisasi yang ditunjukan kepada Isi dalam surat dinas bersifat resmi. Dalam menulis surat dinas, ada hal yang perlu di perhatikan, yaitu penerapan bahasanya. Bahasa yang digunakan pada surat dinas ini lebih mudah dibanding surat pribadi. Surat resmi tidak memerlukan bahasa yang Auberbunga-bungaAy. Bahasa surat resmi singkat dan jelas, serta berpola tetap. Pembelajaran surat resmi pada siswa SMP Negeri O Mangunharjo bertitik pada mengindentifikasi informasi pada surat dinas. Berdasarkan hasil pembelajaran mengidentifikasi infomasi surat dinas sering memiliki kendala dan memiliki hambatan. Hasil ulangan harian dengan materi mengindentifikasi surat resmi, siswa belum mencapai ketuntasan klasikal, hal ini dibuktikan dengan data ketuntasan belajar secara klasikal. Dari hasil ulangan harian menunjukan jika masih banyak siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70. Dengan rincian dari 28 siswa kelas VII. 1, siswa yang mengalami ketuntasan belajar sebanyak 10 siswa . ,72%) dan 18 siswa . ,72%) belum tuntas. Dari data ini menunjukan jika perlu dilakukan PTK (Penelitian Tindakan Kela. , untuk meningkatkan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature pembelajaran mengidentifikasi infomasi surat dinas. Winarni . PTK adalah penelitian bersifat reflektif dengan melakukan tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan atau meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran yang diselengarakan secara profesional. Berdasarkan pendapat tersebut penulis akan memperbaiki proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Berdasarkan pembelajaran yang aktif dan kreatif seperti model pembelajaran Brainwriting dalam pembelajaran mengindentifikas surat dinas di siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan model pembelajaran yang tepat. Huda (IsroAoatun & Rosmala, 2018:. menyatakan bahwa model pembelajaran merupakan suatu rencana atau pola yang dapat digunakan untuk membentuk suatu kurikulum dengan cara mendesain suatu materi-materi instruksional serta memandu proses pengajaran di ruang kelas. Pembelajaran mengindentifikasi surat dinas dengan menggunakan model pembelajaran Brainwriting diharapkan dapat memotivasi siswa lebih aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, karena model ini lebih banyak memberikan kesempatan kepada siswa yang pendiam dan kurang percaya diri untuk mengutarakan pendapatnya secara lisan dalam sebuah kelompok curah pendapat. Aqib . menjelaskan model ini sebuah pendekatan curah-gagasan, saat sebuah kelompok menghasilkan ide-ide secara tertulis. Kurniasih dan Sani . salah satu kelebihan model Brainwriting dapat menghasilkan ide-ide lebih banyak dibandingkan dengan curah pendapat kelompok tradisional. Model pembelajaran Brainwriting merupakan model pembelajaran yang baik untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengindentifikasi surat dinas. Model pembelajaran Brainwriting mampu membantu siswa dalam mengembangkan ide maupun topik dalam proses mengindentifikasi surat dinas. Model pembelajaran Brainwriting mendorong siswa yang pendiam atau kurang percaya diri dalam mengungkapkan ide-idenya secara lisan untuk dapat P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature berbagi ide-ide dengan siswa lain dalam bentuk tulisan. Suhana . menjelaskan AuModel pembelajaran Brainwriting merupakan salah satu model pembelajaran yang digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis dengan saling memberikan masukan dalam bentuk tulisan terhadap ide-ide dari siswa lainnya dalam kelompokAy. Model pembelajaran ini diharapkan mampu meningkatkan dan mengembangkan semua ide yang telah ditulis siswa ke dalam mengindentifikasi surat dinas. Penelitian dengan model Brainwting sudah banyak dilakukan sehingga dimungkinkan dapat meningkatkan kemampuan mengindentifikasi surat dinas pada siswa SMP O Mangunharjo. Berdasarkan latar belakang di atas dilakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan Judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Mengidentifikasi Informasi Surat Dinas Melalui Model Pembelajaran Brainwriting Siswa Kelas VII SMP Negeri O MangunharjoAy. METODE Metode penelitian ini adalah PTK (Penelitian Tindakan Kela. Arikunto, . PTK merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Sedangkan Supardi . 2: . AuPenelitian Tindakan Kelas adalah suatu penelitian yang bertujuan untuk memperbaiki mutu proses belajar mengajar yang dirasakan adanya permasalahan pembelajaran di suatu kelasAy. Mulyatiningsing . tujuan PTK untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang paling efesien dan efektif pada situasi yang alamiah . ukan Penelitian Tindakan Kelas ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan Observer dalam penelitian tindakan kelas ini adalah 2 orang, yaitu kepala sekolah dan 1 guru mata pelajaran bahasa Indonesia SMP Negeri O Mangunharjo. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian tindakan kelas. Proses perencanaan dibagi menjadi dua siklus dan masing-masing langkah dalam siklus terdiri dari . Planning . Acting . Observing . Reflecting . mpan bali. (Syamsuddin dan Damaianti, 2011:. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Pada kegiatan akhir diadakan penyempurnaan tindakan sesuai dengan hasil refleksi pada siklus sebelumnya, sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal. Perencanaan Penelitian dilaksanakan di kelas VII SMP O Mangunharjo, dengan alasan penulis merupakan guru di SMP tersebut. Pada penelitian ini dilaksanakan dua siklus, setiap siklus dianalisis dan direfleksi oleh penulis untuk memperoleh data mengenai kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo, kemudian faktor apa saja yang perlu diperbaiki. Langkah pelaksaanan tindakan kegiatan pembelajaran di kelas yang sebenarnya sesuai pada rencana yang diterapkan. Dalam perbaikan siklus I penulis dibantu oleh salah satu guru bahasa Indonesia yang mengamati dan mencatat data selama kegiatan berlangsung. Pelaksanaan siklus I melaksanakan II prosedur pembelajaran yaitu prosedur umum dan prosedur perbaikan pembelajaran. Pada siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan. Prosedur umum perbaikan pembelajaran terdiri dari kegitan awal, kegitan inti, dan kegiatan akhir. Pelaksanaan penelitian dipembelajaran siklus I dan siklus II diamati oleh Kepala sekolah, dan guru bahasa Indonesia di SMP O Mangunharjo. Hal ini dimaksudkan supaya pelaksanaan ini dapat berjalan dengan lancar sekaligus untuk mengetahui apakah pelaksanaan tindakan menunjukan adanya suatu peningkatan kamampuan siswa, atau malah menunjukan kegagalan. Hasil pengamatan tersebut disampaikan kepada penulis untuk dibahas bersama sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pada siklus berikutnya. Hasil tes diskusi siswa secara individu maupun dari hasil observasi dalam pelaksanaan tindakan pada siklus pertama dan kedua, dianalisis oleh penulis, observer untuk merefleksi diri. Dari hasil analisis, diketahui bahwa pelaksanaan pada siklus pertama dan kedua untuk dapat meningkatkan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Teknik analisis data yang sederhana digunakan penulis ini adalah teknik analisis sederhana yang dihitung berdasarkan jumlah perolehan. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature Instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk memperoleh data. Data diperlukan untuk menjawab permasalahan yang menjadi pokok penelitian. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes hasil belajar. Tes yang dilaksanakan adalah siklus I dan siklus II setelah diterapkanya model Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lainnya yang digunakan untuk keterampilan pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. Bentuk tes indentifikasi surat dinas berpedoman pada pendapat Zainal . yaitu struktur surat dinas sebagai berikut: Kepala surat atau kop surat. Tanggal surat. Nomor surat. Lampiran surat. Hal atau perihal surat. Alamat yang dituju. Salam pembuka. Paragraf pembuka surat. Paragraf isi. Paragraf penutup surat. Salam penutup. Tanda tangan. Nama jelas penanda tangan. Jabatan penanda tangan. Tembusan. Inisial. Analisa data dilakukan setiap pertemuan dan siklus, sehingga tindakan perbaikan yang dilakukan pada siklus berikutnya dapat menghasilkan perubahan yang signifikan dan pencapaian maksimal. Untuk menentukan kemampuan menjelaskan persamaan linear dua variabel secara individu penulis mengunakan penskoran hasil tes kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Keberhasilan dalam kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo yaitu siswa dinyatakan berhasil jika siswa memperoleh nilai 70 dan pembelajaran berhasil jika lebih dari 75%, siswa mencapai nilai KKM. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Juli sampai 30 Juli 2022 di kelas VII. 1 SMP Negeri O Mangunharjo. Pelaksanaan dilakukan secara langsung oleh penulis dan sesuai dengan jadwal yang berlangsung di sekolah tersebut. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran Brainwriting. Proses pelaksanaan penelitian, tahap pertama dimulai dengan pengambilan data ulangan harian sebagai data pratindakan. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Tahap kedua, setelah didapat data pratindakan pada tanggal 8 Juli 2022, siswa diberi perlakuan berupa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Brainwriting pada tanggal 10 Juli 2022. Tahap ketiga pelaksanaan siklus II, pada tanggal 17 Juli 2022 untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian hasil tes setiap siklusnya sebagai berikut: Hasil Tes Hasil Tes Pratindakan Pengambilan data pratindakan dilakukan pada tanggal 8 Juli 2022 dikelas VII. 1 SMP Negeri O Mangunharjo. Untuk memperoleh suatu data, penulis mengambil data ulangan harian sebagai data pratindakan. Dari hasil pengamatan dan penelitian terhadap kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo berdasarkan hasil nilai pratindakan, siswa yang mendapatkan nilai lebih dari 70 sesuai dengan KKM dalam pratindakan sebanyak 16 siswa . ,14%) dan yang belum tuntas sebanyak 12 siswa . ,86%). Nilai tertinggi adalah 80 dan yang terendah 50. Rata-rata nilai keseluruhan sebesar 68,03. Secara deskriptif dapat dikatakan bahwa kemampuan awal/pratindakan siswa belum dalam kategori tuntas secara klasikal, karena ratarata nilai < 70 dan belum mencapai ketuntasan secara klasikal 75%. Rendahnya nilai pratindakan disebabkan baberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa terhadap unsur surat dinas, dan faktor utama adalah kurang tepatnya materi pembelajaran dengan model yang digunakan. Model pembelajaran harusnya mampu memberikan langkah mudah siswa dalam memahami suatu materi. Model pembelajaran harusnya memberikan motivasi penuh pada materi tertentu khususnya pada materi mengindentifikasi informasi surat dinas. Oleh sebab itu diperlukan model pembelajaran yang sesuai salah satu yang dicobakan penulis adalah model pembelajaran Brainwriting. Hasil Siklus I Siklus 1 adalah proses perbaikan pembelajaran dari kegiatan pratindakan. Adapun siklus I dilaksanakan dua kali pertemuan . y45 meni. pada pertemuan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature pertama tanggal 10 Juli 2022 dan pertemuan ke-dua tanggal 13 Juli 2022 di SMP Negeri O Mangunharjo. Tahap Perencanaan Pada menerapkan model pembelajaran Brainwriting. Pada pertemuan pertama pembelajaran membahas materi mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Pada tahap perencanaan penulis sebagai pelaksana tindakan mempersiapkan tahap pembelajaran pada perencanaan ini. Perencanaan pembelajaran, lembar observasi dan sejumlah keperluan mengajar Pelaksanaan Pelaksanaan siklus I pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Senin tanggal 10 Juli 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajara. yang telah disusun Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan model yang digunakan (Lampira. Hasil Observasi Pada tahap ini pelaksanaan pembelajaran, diamati oleh Kepala SMP dan guru atau teman sejawat SMP Negeri O Mangunharjo. Pengamatan ini dilakukan penulis dan observer menggunakan lembar observasi yang sudah berisi indikator yang diperlukan dalam menjawab permasalahan proses pembelajaran yang Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan pertama sebagian besar siswa kurang memperhatikan dalam kegiatan proses belajar berlangsung. Berdasarkan hasil dari observer secara umum pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan baik, walaupun dalam proses yang dilakukan oleh penulis masih memiliki kelemahan, terutama terhadap penggunaan waktu. Dalam pemanfaatan waktu menjadi kurang efisien karena ketika proses memahami mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo, siswa masih banyak bertanya, sehingga waktu yang digunakan banyak terbuang ketika Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 proses pembelajaran. Selain itu juga, pada saat kegiatan proses pembelajaran guru kurang memberikan contoh surat dinas. Hasil Siklus I Pertemuan 2 Tahap Perencanaan Penulis memulai pelaksanaan siklus I pertemuan kedua dengan Pada tahap ini penulis menyiapkan semua hal yang diperlukan pada pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang perlu disiapkan antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan lembar observasi. Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan siklus pertama pertemuan ke-dua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 Juli 2022. Pada tahap ini penulis melaksanakan pembelajaran sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang telah disusun sebelumnya. Langkah-langkah pelaksanaan pembelajaran yang penulis laksanakan sesuai dengan waktu yang ditetapkan . Kegiatan akhir pelaksanaan siklus pertama pertemuan ke-dua, maka pelaksanaan siklus I telah selesai dilaksanakan. Oleh karena itu untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo, penulis memberikan latihan kepada siswa. Tes yang diberikan berupa penugasan kepada siswa untuk mengerjakan soal berkaitan dengan mengindentifikasi informasi surat dinas. Pelaksanaan tes dikuti oleh seluruh subyek penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII. 1 SMP Negeri O Mangunharjo, yang berjumlah 28 siswa. Hasil Pelaksanaan Tindakan Hasil pelaksanaan siklus 1 akan memberikan gambaran perlunya dilaksanakan siklus 2 atau tidak. Berdasarkan hasil pembelajaran siklus I belum menunjukan keaktifan siswa sebagaimana yang diharapkan. Dari hasil tes kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo menunjukan siswa masih belum mencapai nilai ketuntasan. Berdasarkan dari hasil tes siklus I diketahui bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 19 siswa atau 67,85%, dan 9 siswa atau 32,14% dinyatakan P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature belum tuntas. Rata-rata nilai adalah 71,42, secara deskriptif dapat dikatakan bahwa siklus I secara klasikal belum tuntas, karena masih di bawah ketuntasan klasikal yaitu sebesar 75%. Pada kegiatan siklus 1 terjadi peningkatan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo dari pratindakan dengan rata-rata 68,03 sedangkan pada siklus I rata-rata nilai adalah 71,42, sehingga terjadi peningkatan rata-rata sebesar 3,39. Selain itu dari hasil siklus 1 diperoleh data peningkatan ketuntasan klasikal dari ketuntasan pratindakan 57,14% sedangkan silkus I sebesar 67,85%. Peningkatan ketuntasan klasikal dari pratindakan ke siklus I sebesar 10,71%. Hasil Observasi Pelaksanaan Observasi ini dilaksanakan oleh kepala sekolah dan guru matapelajaran bahasa Indonesia mengamati pelaksanaan pembelajaran yang dilaksanakan dan mengisi lembar observasi yang telah disiapkan dan kemudian memberikan saran dan kritik terhadap proses pembelajaran yang dilaksanakan. Saran dan kritikan yang diberikan oleh pengamat pada pelaksanaan siklus 1 pertemuan kedua. Hasil observasi menunjukkan pada siklus I pertemuan ke dua sebagian besar siswa merasa lebih tertantang dan termotivasi dalam mengindentifikasi informasi surat dinas dengan diterapkanya model pembelajaran Brainwriting. Berdasarkan pengamatan antara guru, penulis dan kolaborator siswa terlihat lebih aktif, ada kompetisi antar kelompok. Refleksi Setelah dilaksanakan siklus I pertemuan pertama dan pertemuan kedua, penulis mendapatkan saran-saran atau tangapan dari para observer. Saran-saran tersebut ditindak lanjuti dengan memperbaki langkah RPP yang akan diterapkan pada siklus II sesuai dengan saran-saran atau hasil pengamatan dari para observer dalam siklus I, selain itu perlunya mengoptimalkan contoh dan latihan yang Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Hasil Siklus II Siklus II dilaksanakan dalam 2 y pertemuan . y 45 meni. pada tanggal 20 Juli 2022 (Pertemuan . sampai dengan 25 Juli 2022 (Pertemuan . di kelas VII. 1 SMP Negeri O Mangunharjo. Pertemuan pertama pada siklus II menjelaskan unsur surat dinas. Pada pertemuan ke dua siklus II membahas latihan-latihan berkaitan dengan indentifikasi informsi surat dinas. Perencanaan Tindakan Tahap perencanan pada siklus II adalah refleksi dari siklus I. Masukan dari tahap refleksi kegiatan siklus 1 hal yang menjadi perbaikan adalah. Apersepsi pembelajaran disiapkan semenarik mungkin, tujuan pembelajaran lebih terperinci, mengkondisikan setiap kelompok belajar dan menguatkan dan mengapresiasi kerja siswa. Selain itu diperlukan latihan-latihan yang membuat siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Tahap Pelaksanaan Sesuai dengan masukan dan saran yang diperoleh dari siklus I. Selanjutnya langkah-langkah yang perlu ditempuh pada pelaksanaan siklus II. Langkah yang dipersiapkan dimulai dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan penutup, sehingga lebih mengoptimalkan model pembelajaranya. Pelaksanaan siklus II bertujuan untuk memperbaiki kekurangan yang terjadi pada siklus I. Berdasarkan kritik dan saran dari observer, maka penulis melakukan perbaikan meningkatkan kualitas bentuk latihan dengan mengoptimalkan langkah model pembelajaran yang tepat agar lebih efektif. Perbaikan pada pembagian alokasi waktu untuk mengkondisikan kelompok belajar. Untuk mengetahui peningkatan siklus II, diadakan latihan mengindentifikasi informasi surat dinas pada siswa yang dikerjakan secara perorangan. Berdasarkan hasil siklus II bahwa siswa yang mendapatkan nilai > 70 ketegori tuntas sebanyak 26 siswa . ,85%). Siswa yang nilainya kurang dari < 70 adalah 2 siswa . ,14%). Nilai tertinggi adalah 85 dan yang terendah 55 ratarata keseluruhan sebesar 77,67. Pada siklus II kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas melalui model pembelajaran brainwriting pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo telah tuntas dengan rata-rata 77,67. Secara Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 deskripsi pembelajaran pada siklus II dikatakan tuntas secara klasikal, karena siswa tuntas lebih dari 75% yang mendapatkan nilai >70. Berdasarkan hasil tersebut melalui model pembelajaran brainwriting kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo dapat Hasil Observasi Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran brainwriting mampu meningkatkan kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Dapat dilihat dari hasil tes dan kegiatan pembelajaran siswa dalam menerima pelajaran serta memberikan respon yang baik yang diajarkan oleh guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Hasil observasi menunjukkan pada siklus II sebagian besar siswa lebih termotivasi untuk menyelesaikan latihan-latihan berkaitan mengindentifikasi informasi surat dinas. Pada tahap ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Brainwriting yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan motivasi dan hasil belajar bahasa Indonesia. Sebagian siswa juga menyatakan bahwa pembelajaran dengan model Brainwriting ini sangat efektif digunakan karena memberikan peluang kepada siswa berfikir kritis. Refleksi Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar melalui model pembelajaran Brainwriting pada siklus II mengalami peningkatan dari sebelumnya, di antaranya siswa termotivasi dalam mengerjakan latihan materi mengindentifikasi informasi surat dinas jika dibandingkan dengan pelaksanaan siklus I. Melihat proses pembelajaran yang aktif, dapat disimpulkkan melalui model pembelajaran brainwriting kemampuan mengidentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo dapat meningkat. Dapat dilihat dari hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,03, siswa tuntas 16 siswa . ,14%) sedangkan siswa yang belum tuntas 12 siswa . ,86%). Sementara rata-rata siklus I sebesar 71,42 dengan jumlah siswa tidak tuntas sebesar 19 siswa . ,85%) sedangkan yang belum tuntas sebanyak 9 siswa . ,14%). Terjadi peningkatan ketuntasan dari pratindakan ke siklus I yaitu 10,71% dan rata-rata 3,39. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Pada siklus II rata-rata hasil tes sebesar 77,67 dibandingkan dengan nilai rata-rata siklus I sebesar 71,42. Jumlah siswa yang tuntas belajar pada siklus II sebanyak 26 siswa . ,85%). Sedangkan siklus I sebanyak 19 siswa . ,85%) dengan demikian, terdapat peningkatan siswa yang tuntas sebanyak 7 orang atau Dapat dilihat dari hasil nilai pratindakan ke siklus II terjadi peningkatan dengan jumlah siswa 12 atau 35,71%. Oleh sebab itu, tindakan pada siklus berikutnya tidak perlu dilaksanakan, karena kriteria ketuntasan secara klasikal sudah mencapai klasikal atau 75% pada siklus II dan siswa yang memperoleh nilai >70. Peningkatan secara signifikan ketuntasan belajar bahasa Indonesia yang dapat dicapai dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan pada proses siklus I dan penerapan hasil dari koordinasi dengan kepala sekolah dan teman sejawat dalam proses penelitian berlangsung sehingga nilai yang dicapai oleh siswa memperoleh nilai ketuntasan yang baik secara individu maupun keseluruhan. Pembahasan Analisis Peningkatan Kemampuan Mengindentifikasi Informasi Surat Dinas Melalui Model Pembelajaran Brainwriting Kegiatan Pratindakan Pada tahap pratindakan dilakukan untuk mengatahui hasil kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas sebagai data awal. Data diperoleh melalui hasil ulangan harian pada kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Selanjutnya data akan diolah untuk melihat persentase ketuntasan dan belum tuntas pada siswa. Hasil siswa pada pratindakan digunakan untuk memecahkan permasalahan yang ada baik dari siswa, guru dan proses pembelajaranya. Hasil ulangan harian digunakan sebagai data pratindakan sehingga didapatkan bahwa siswa yang mendapatkan nilai > 70 kategori tuntas terdapat 16 siswa atau 57,14%. Hasil pratindakan dengan nilai rata-rata 68,03, sedangkan siswa yang belum tuntas 12 siswa atau 42,86%. Berdasarkan hasil pratindakan dapat dikatakan bahwa kemampuan awal siswa dalam kategori belum tuntas secara klasikal. Rendahnya hasil dari pratindakan dapat disebabkan dengan penggunaan model pembelajaran yang belum sesuai dengan materi yang P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature Model pembelajaran harus sesuai dalam pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Motivasi belajar siswa terhadap materi belum maksimal sehingga diperlukan model yang sesuai. Model yang sesuai dengan materi pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar siswa dan mengoptimalkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Berdasarkan faktor-faktor penghambat peningkatan pembalajaran bahasa Indonesia, tersebut penulis menyimpulkan bahwa untuk mencapai hasil belajar yang memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien, maka perlu dicarikan solusi pemecahan masalahnya. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan siswa, penulis menggunakan model pembelajaran Brainwriting terhadap kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Pembahasan Siklus I Kegiatan siklus I dilakukan untuk memperbaiki kondisi awal hasil belajar siswa, untuk itu pada proses pembelajaran diterapkan model Brainwriting. Pada proses kegiatan pembelajaran pada siklus I siswa masih dalam kategori belum tuntas secara klasikal terhadap kemampuan mengindentifikasi informasi surat Pada siklus I digunakan model pembelajaran brainwriting untuk meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Pada siklus I ini penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Brainwriting penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Dalam mengindentifikasi informasi surat dinas. Pada awal pembelajaran, setelah memberikan salam dan menyapa siswa guru mengabsen siswa serta menjelaskan dan memberikan motivasi kepada siswa. Kemudian guru menginformasikan dengan jelas tentang model pembelajaran Brainwriting. Informasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Siklus 1 digunakan sebagai alat ukur untuk menggetahui keberhasilan tindakan pertama, maka digunakan 1 soal dalam meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Berdasarkan hasil tes nilai yang Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 diperoleh pada siklus I menunjukan rata-rata siklus I sebesar 71,42. Diketahui jumlah siswa tidak tuntas sebesar 19 siswa atau 67,85%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Perlu adanya perbaikan yang dilaksanakan pada siklus II, walaupun setelah dilaksanakan pembelajaran pada siklus I terlihat banyak perubahan dan peningkatan nilai terjadi pada kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII. SMP Negeri O Mangunharjo. Pembahasan pada Siklus II Pada kegiatan siklus II penelitian dilakukan dengan kegiatan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Brainwriting, penulis bertindak sebagai guru. Pembelajaran yang dilakukan difokuskan pada proses pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dan hasil belajar siswa. Pelaksanaan tindakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas. Menggetahui keberhasilan tindakan siklus II digunakan 1 soal mengindentifikasi informasi surat dinas dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia. Adapun pengunaan teori dalam materi mengindentifikasi informasi surat dinas didasarkan pada hasil latihan yang diberikan. Hasil tes siklus II dilaksanakan menunjukkan bahwa siswa yang dinyatakan tuntas sebanyak 26 siswa 92,85%, dan 2 siswa atau 7,14% yang dinyatakan belum tuntas. Nilai tertinggi yang diperoleh adalah 85 nilai terendah adalah 55 dan nilai rata-rata pada siklus II adalah 77,67. Dari hasil tersebut diketahui adanya ketuntasan secara klasikal karena lebih dari 75%, maka dapat disimpulkan jika model pembelajaran Brainwriting dapat meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas pada siswa kelas VII SMP Negeri O Mangunharjo. Analisis Hasil Belajar Hasil belajar siswa kelas VII. 1 SMP Negeri O Mangunharjo memahami materi mengindentifikasi informasi surat dinas dengan model pembelajaran Brainwriring dapat diketahui adanya peningkatan. Peningkatan dari pratindakan, siklus I dan siklus II. Peningkatan siswa yang tuntas belajar, nilai rata-rata hasil tes, dan rekapitulasi dapat dilihat dibawah: P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Jurnal Language education literature Tabel 1. 1 Rekapitulasi Pratindakan. Siklus 1 dan Siklus 2 Pratindakan Nilai > 70 Siklus I Prekuensi Persen Prekuensi Persen Prekuensi Persen 16 siswa 57,14 19 siswa 67,85 26 siswa 92,85 < 70 12 siswa 42,86 9 siswa Jumlah Siklus II Rata-rata 32,14 2 siswa 7,14 % 68,03 71,42 77,67 Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat nilai rata-rata hasil pratindakan 03 sedangkan tes pada siklus I yaitu 71,42. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 3,39. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 16 siswa . ,14%) dan siklus I meningkat menjadi 19 siswa . 85%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . ,71%). Nilai rata-rata pada tes siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 siswa yang tuntas 19 siswa . ,85%), pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa . ,85%) pada siklus II, berarti meningkat sebanyak 7 siswa . %). Peningkatan pratindakan ke siklus II yaitu: X 100% Dengan: R1: 68,03 R2: Rata-rata siklus I = 71,42 R2: Rata-rata siklus II = 77,67 x 100% x 100% = 0,092 x 100% = 9,2% Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 16 siswa . ,14%) setelah dilakukan siklus II menjadi 26 siswa . ,85%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 10 siswa . ,71%). Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas mengalami perubahan, dari rata-rata pratindakan sebesar 68,03 pada siklus I menjadi 71,42 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 77,67. Nilai rata-rata pratindakan 68,03 dan pada siklus II menjadi 77,67. Peningkatan hasil belajar dari pratindakan ke siklus II dengan rata-rata sebesar 9,64. Dari hasil per-siklus mengalami peningkatan secara Dengan demikian pembelajaran melalui model pembelajaran Brainwriting mampu meningkatkan kemampuan mengindentifikasi informasi surat dinas pada siswa SMP Negeri O Mangunharjo. SIMPULAN Berdasarkan hasil PTK (Penelitian Tindakan Kela. dapat disimpulkan jika hasil tes nilai yang diperoleh pada pratindakan menunjukan bahwa siswa yang memperoleh nilai > 70 berjumlah 16 siswa 57,14%. Dalam hal ini berarti tujuan dari pembelajaran secara klasikal 75% belum tercapai. Setelah dilaksanakan siklus I terlihat peningkatan nilai disebabkan adanya daya tarik dalam proses belajar Nilai rata-rata hasil pratindakan sebesar 68,03 sedangkan tes pada siklus I yaitu 71,42. Jika dibandingkan dengan pratindakan mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 3,39. Sedangkan siswa dinyatakan tuntas pada saat pratindakan sebanyak 16 siswa . ,14%) dan siklus I meningkat menjadi 19 siswa . ,85%). Peningkatan siswa tuntas pada pratindakan ke siklus I sebanyak 3 siswa . ,71%). Nilai rata-rata pada siklus II jika dibandingkan dengan siklus I juga mengalami peningkatan. Pada siklus 1 siswa tuntas sebanyak 19 siswa . ,85%), pada siklus II meningkat menjadi 26 siswa . ,85%), berarti meningkat sebanyak 7 siswa . %). Siswa yang tuntas pada saat pratindakan berjumlah 16 siswa . ,14%) setelah dilakukan siklus II menjadi 26 siswa . ,85%), berarti telah terjadi peningkatan dari pratindakan sampai siklus II sebanyak 10 siswa . ,71%). Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:143-161 Peningkatan hasil belajar juga diperkuat dari nilai rata-rata, pratindakan sebesar 68,03 pada siklus I menjadi 71,42 dan mengalami peningkatan disiklus II sebesar 9,64. DAFTAR PUSTAKA