Journal for Quality in Women's Health Vol. 4 No. 1 Maret 2021 | pp. 1 Ae 6 p-ISSN: 2615-6660 | e-ISSN: 2615-6644 DOI: 10. 30994/jqwh. Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Seksual Pranikah Di Smp Yayasan Pendidikan Cisarua Bogor Silvi Rahayu*. Anni Suciawati. Triana Indrayani Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional. Jakarta. Indonesia Corresponding author: Anni Suciawati . nnisuciawati@civitas. Received: January 1 2021. Accepted: February 19 2021. Published: March 1 2021 ABSTRAK Kehamilan remaja dibawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian diberbagai kalangan saat ini yang sebabkan karena adanya perilaku seksual sebelum menikah, sehingga menambah angka kematian ibu yang terjadi di dunia maupun di Indonesia, maka perlunya para tenaga kesehatan memberikan pendidikan kesehatan kepada remaja tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap seksual Penelitian pre Experimental ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest Sampel dalam penelitian ini berjumlah 171 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap seksual pranikah. Kuesioner ini telah diuji validitas dan reliabilitas dengan nilai koefisien cronbachAos alpha pada kuesioner pengetahuan 1,012 dan pada kuesioner sikap 0,882. Data dianalisis dengan menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji paired T-test untuk mengetahuan perbedaan sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa adanya perbedaan pengetahuan dan sikap saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual dengan di dapatkan nilai P Value 0,000 < = 0,05. Kata Kunci: Edukasi Media Audio Visual. Kesehatan Reproduksi Remaja. Pengetahuan dan Sikap. Seksual Pranikah This is an open-acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. PENDAHULUAN Kehamilan remaja dibawah usia 20 tahun merupakan masalah kesehatan reproduksi remaja yang menjadi perhatian diberbagai kalangan saat ini yang sebabkan karena adanya perilaku seksual sebelum menikah, sehingga menambah angka kematian ibu yang terjadi di dunia maupun di Indonesia (Pratiwi, et al. , 2. Kejadian kehamilan yang tidak diinginkan mengalami peningkatan secara global pada tahun 2018 yaitu terdapat 208 juta kehamilan di dunia dan 185 juta kehamilan diantaranya terjadi di negara berkembang, kemudian sebesar 86 juta . %) dari kehamilan di dunia merupakan kehamilan yang tidak diinginkan. Kehamilan yang tidak diinginkan di negara maju sebesar . %) dan pada negara berkembang yakni lebih Website: http://jqwh. org | Email: publikasistrada@gmail. Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan ReproduksiA. tinggi sebesar . %), kehamilan yang tidak iinginkan tertinggi terdapat di Asia sebesar . %) (Guspaneza, 2. Menurut Hasil Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia tahun 2018 menyatakan bahwa kehamilan yang tidak di inginkan mencapai . ,7%) yang terjadi di Indonesia (Harsono. Kejadian kehamilan yang tidak diinginkan terdapat di 14 provinsi di Indonesia, provinsi Jawa Barat dengan persentase sebesar . ,9%) yang menempatkan posisi diurutan tertinggi ketiga terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (Kharisma, 2. Kota Bogor kehamilan yang tidak di inginkan pada tahun 2018 di dapatkan sebesar 812 atau sekitar . ,8%) jumlah angka kehamilan yang tidak di inginkan dari total seluruh ibu hamil yang ada di kota Bogor pada tahun 2018 (Nugroho, 2. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) kehamilan yang tidak diinginkan ini menyumbang kasus kematian sebesar 75% angka kematian ibu (Kharisma. Kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi merupakan faktor penyebab terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan (Amalia, 2. Menurut studi Gipson JS tahun 2018 menyatakan bahwa wanita dengan usia di bawah 20 tahun memiliki risiko 2,7 kali lebih tinggi mengalami kehamilan yang tidak diinginkan (Martha, 2. Kehamilan yang tidak di inginkan pada usia <20 tahun dapat menyebabkan adanya aborsi yang tidak aman menyebabkan kemandulan, kecacatan bahkan kematian (Retno, 2. Perilaku seksual yang paling tinggi adalah berpacaran, dengan umur pertama kali berpacaran pada umur 15 tahun (Dewi, 2. Usia remaja 14-17 tahun yang dimana pada rentang usia remaja ini dianggap kelompok yang beresiko untuk melakukan perilaku seksual dan rasa keinginan yang besar dan suka mencoba sesuatu (Reviyanti, 2. Kurangnya edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap seksual pranikah, maka perlu dari itu dilakukannya pendidikan kesehatan dengan salah satu jenis media pembelajaran berdasarkan unsur pokok yang terkandung di dalamnya adalah media audio visual (Amalia, 2. Adanya peningkatan pengetahuan remaja dengan pemberian edukasi dengan media pembelajaran audio visual (Ramadhani, 2. Berdasarkan pemaparan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap seksual pranikah di SMP Yayasan Pendidikan Cisarua (YPC) Bogor tahun 2021. METODE Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan pre eksperimental design, dengan menggunakan One Group pretestposttest design. Populasi pada penelitian ini adalah remaja kelas IX SMP YPC Cisarua Bogor tahun 2021 sebanyak 229 siswa dengan jumlah sampel sebanyak 171 siswa dengan pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Penelitian ini dilakukan di SMP YPC Cisarua Bogor pada tanggal 26-31 Januari 2021. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. HASIL Uji Normalitas Uji normalitas di lakukan untuk mengetahui apakah frekuensi berdistribusi normal atau tidak, sehingga bisa mengetahui uji yang akan digunakan saat dilakukan uji bivariat, uji normalitas ini menggunakan kolmogrov-sminov karena jumlah responden > 50 orang. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Tingkat Pengetahuan Sebelum dan Sesudah diberikan Edukasi dengan Media Audio Visual Variabel Frekuensi . Journal for Quality in Women's Health Sig. Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan ReproduksiA. Pengetahuan sebelum diberikan Pengetahuan sesudah diberikan 0,061 0,058 Berdasarkan hasil tabel 1. 1 di ketahui bahwa nilai signifikansi pengetahuan sebelum diberikan edukasi sebesar 0,061 dan setelah diberikan edukasi dengan media audio visual di dapatkan nilai signifikansi sebesar 0,058, yang artinya dimana P-Value>0,05 maka kedua data tersebut terdistribusi normal maka uji bivariat yang digunakan adalah uji paired t-Test. Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Sikap Sebelum dan Sesudah diberikan Edukasi dengan Media Audio Visual Variabel Sikap sebelum diberikan edukasi Sikap sesudah diberikan edukasi Frekuensi . Sig. 0,056 0,062 Dapat dilihat dari tabel 1. 2 bahwa nilai signifikansi sikap sebelum diberikan edukasi sebesar 0,056 dan nilai signifikansi sikap sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual sebesar 0,062, yang artinya dimana P-value>0,05 maka kedua data tersebut terdistribusi normal maka uji bivariat yang digunakan adalah uji paired t-Test. Analisa Bivariat Analisa Pengaruh Edukasi Media Audio Visual terhadap Pengetahuan Responden Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Sikap Seksual Pranikah Sebelum dan Sesudah diberikan edukasi Tabel 1. Hasil Uji Paired t-Test Tingkat Pengetahuan Responden Pengetahuan Pre Test Post Test Mean 16,10 18,68 Sig. -taile. 14,110 0,000 Dapat dilihat pada tabel 1. 3 uji paired t-Test di dapatkan hasil mean atau nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 16,10 kemudian terdapat peningkatan pada saat post test dengan hasil mean atau nilai rata-rata 18,68 dan didapatkan nilai signifikansi P Value 0,000 < = 0,05 dengan t hitung sebesar 14,110 yang berarti H di tolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan kesehatan reproduksi remaja terhadap seksual pranikah siswa/siswi SMP YPC Cisarua Bogor pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi media audio visual. Analisa Pengaruh Edukasi Media Audio Visual terhadap Sikap Responden Tentang Kesehatan Reproduksi Remaja Terhadap Sikap Seksual Pranikah Sebelum dan Sesudah diberikan edukasi Tabel 1. Hasil Uji Paired t-Test Sikap Responden Sikap Pre Test Post Test Mean 31,40 39,23 Sig. -taile. 11,119 0,000 Dapat dilihat pada tabel 1. 4 uji paired t-Test di dapatkan hasil mean atau nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 31,40 kemudian terdapat peningkatan pada saat post test dengan hasil Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan ReproduksiA. mean atau nilai rata-rata 39,23 dan didapatkan nilai signifikansi P Value 0,000 < = 0,05 dengan t hitung sebesar 11,119 yang berarti H di tolak dan H1 diterima yang artinya terdapat perbedaan signifikan sikap siswa/siswi SMP YPC Cisarua Bogor mengenai kesehatan reproduksi remaja terhadap seksual pranikah pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi media audio visual. PEMBAHASAN Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Media Audio Visual Terhadap Pengetahuan Seksual Pranikah Pada penelitian ini dilakukan uji Paired t-Test dan dipatkan hasil tingkat pengetahuan pada saat pre test dengan nilai mean atau nilai rata-rata hasil kuesioner responden sebesar 16,10 lalu pada saat post test terdapat peningkatan dimana nilai mean atau nilai rata-rata hasil kuesioner responden sebesar 18,68 dan t hitung sebesar 14,110 dengan nilai signifikansi P Value 0,000 < = 0,05 maka H ditolak dan H1 diterima yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan tingkat pengetahuan siswa/siswi SMP YPC Cisarua Bogor tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap seksual pranikah. Hal ini sejalan dengan teori Simarmatma . yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang salah satunya adalah informasi, informasi yang di dapatkan oleh seseorang akan mempengaruhi pengetahuan seseorang yaitu pada sebelumnya pengetahuan seseorang tersebut masih kurang setelah diberikan informasi maka adanya peningkatan pengetahuan pada seseorang tersebut. Penelitian ini sesuai dengan penelitian Pragita, et al. yang menyatakan bahwa ada perubahan tingkat pengetahuan pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi berupa media audio visual, dengan di dapatkan P Value sebesar 0,01<= 0,05 yang memiiki arti bahwa adanya perbedaan yang signifikan pada saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual. Selanjutnya penelitian Hendriani et al. , . sejalan dengan penelitian ini dikarenakan ada perubahan yang signifikan saat sebelum dan sesudah di berikan edukasi melalui media audio visual dengan di di dapatkan nilai p Value 0,000<=0,05. Penelitian selanjutnya yang dilakukan oleh Indriani et al. , . di dapatkan adanya peningkatan pengetahuan saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi berupa media audio visual, dengan nilai P Value 0,0001 <= 0,05 yang berarti dapat dsimpilkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan saat sebelum diberikan edukasi dan saat sesudah diberikan edukasi dengen media audio visual. Dari hasil penelitian tersebut peneliti menganalisa bahwa masih banyaknya responden yang belum mengerti atau memahami mengenai kesehatan reproduksi remaja, terbukti pada saat diberikan pre test pada responden masih banyak responden yang menjawab salah pada pernyataan yang terdapat di dalam kuesioner tersebut, tetapi setelah diberikan edukasi melalui audio visual lalu diberikan post test, ternyata dapat dilihat dari hasil kuesioner tersebut bahwa adanya peningkatan pengetahuan dan sudah banyak responden yang menjawab benar, seperti halnya pada pernyataan yang mengenai ciri-ciri pubertas pada saat sebelum diberikan edukasi banyak responden yang menjawab salah, tetapi saat sesudah diberikan edukasi banyak responden yang sudah menjawab benar, hal ini dapat dikatakan bahwa pemeberian informasi yang diterima oleh responden akan mempengaruhi kepada peningkatan pengetahuan responden. Pengaruh Edukasi Kesehatan Reproduksi Remaja dengan Media Audio Visual Terhadap Sikap Seksual Pranikah Pada kategori sikap dengan hasil uji paired t-Test didapatkan hasil mean atau nilai rata-rata hasil kuesioner pre test sebesar 31,40 lalu pada saat diberikan post test didapatkan nilai Journal for Quality in Women's Health Pengaruh Edukasi Tentang Kesehatan ReproduksiA. mean atau nilai rata-rata hasil kuesioner sebesar 39,23 hal ini mengalami peningkatan dari sebelumnya dan t hitung sebesar 11,119 dengan nilai signifikansi 0,000 > = 0,05 maka H ditolak dan H1 diterima yang menyatakan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada sikap siswa/siswi tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap seksual pranikah. Hal ini sesuai dengan teori Abrori . yang menyatakan bahwa adanya tiga komponen sikap yaitu komponen kognitif, komponen afektif, dan komponen konatif, dimana pada komponen kognitif ini merupakan komponen sikap yang dipengaruhi oleh pengetahuan seseorang apabila pengetahuan seseorang cukup baik terhadap suatu hal tertentu maka akan mempengaruhi sikap seseorang tersebut, dimana sikap pada seseorang mempunyai beberapa tingkatan yakni menerima, merespon, menghargai dan bertanggung jawab, setelah dilakukan edukasi mengenai kesehatan reproduksi remaja terhadap seksual pranikah dengan media audio visual mereka menerima edukasi tersebut kemudian meresponnya dengan memberikan jawaban dalam kuesioner tersebut dan bertanggung jawab terhadap keputusan yang telah diambil pada jawaban kuesioner tersebut. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Yulinda . di dapatkan hasil penelitian dengan P Value 0,000 > = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi berupa media audio visual. Penelitian selanjutnya oleh Agustina . yang menyatakan adanya perbedaan saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi media audio visual, dengan nilai P Value 0,000 > = 0,05. Selanjutnya penelitian Hartati et al. , . yang menyatakan adanya perbedaan saat sebelum diberikan dan sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual, dengan nilai P Value 0,000 > = 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara sikap sebelum diberikan edukasi dengan sesudah diberikan edukai dengan mdia audio Pada hasil penelitian tersebut peneliti menganalisa bahwa masih banyaknya responden yang memilki sikap negatif tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap sikap seksual pranikah, dapat dilihat saat sebelum diberikan edukasi masih banyak respoden menjawab tidak setuju pada jawaban yang seharusnya responden setujui, namun setelah diberikan edukasi terdapat peningkatan terhadap sikap responden, seperti contohnya pada pernyataan mengenai dampak seksual pranikah yang akan menimbukan penyakit menular seksual, banyak responden yang menjawab tidak setuju tetapi setelah diberikan edukasi dengan media audio visual sudah banyak responden yang menjawab setuju mengenai pernyataan bahwa dampak seksual pranikah akan menimbulkan penyakit menular seksual, dapat dikatakan bahwa pengetahuan yang baik akan menentukan sikap seseorang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, peneliti menganalisa bahwa adanya perbedaan signifikan pada pengetahuan dan sikap saat sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan media audio visual dengan di dapatkan nilai P Value 0,000 < = 0,05. Maka dapat dikatakan bahwa ada pengaruh edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap seksual pranikah di SMP Yayasan Pendidikan Cisarua Bogor tahun DAFTAR PUSTAKA