ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Diterima : 10 Januari 2025 Direvisi : 19 Juni 2025 DOI : Dipublikasi : 21 Juni 2025 ANALISIS PENERAPAN PENILAIAN BERBASIS KOMPETENSI PADA PEMBELAJARAN PAI DI MTsN 1 KOTA BIMA Siti Nurbaya Universitas. Muhammadiyah Bima. Kota Bima. Indonesia hadatul49@gmail. Ruslan Universitas. Muhammadiyah Bima. Kota Bima. Indonesia ruslanamarizqi@gmail. Nasaruddin Universitas. Muhammadiyah Bima. Kota Bima. Indonesia nasarhb@gmail. Abstrak Pelaksanaan evaluasi berorientasi kompetensi dalam konteks pengajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTsN 1 Kota Bima dirancang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan berfokus pada penilaian komprehensif kompetensi siswa, yang mencakup dimensi moral dan etika. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian studi kasus, analisis deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Analisis deskriptif merupakan jenis penelitian langsung yang mengamati gejala atau fenomena tertentu yang ada di dunia nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses ini digambarkan menjadi tiga fase yang berbeda yakni perencanaan strategis, pelaksanaan, dan penilaian, di mana guru menyusun modul pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum Terlepas dari hambatan yang dihadapi selama pelaksanaannya, termasuk keterbatasan temporal dan pemilihan kegiatan yang terbatas, asesmen ini memberikan manfaat yang signifikan baik bagi akademisi dengan memberikan umpan balik yang membangun bagi guru dan peserta didik maupun bagi masyarakat luas dengan mencetak generasi yang lebih bermoral dan memiliki kapasitas untuk menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam keberadaanya sehari-hari. Akibatnya, asesmen berbasis kompetensi diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan moral peserta didik dan relevansi pendidikan agama dalam konteks modern. Kata kunci: Penilaian. Kompetensi. Pembelajaran PAI Abstract The implementation of competency-oriented evaluation in the context of Islamic Religious Education (PAI) teaching at MTsN 1 Bima City is designed to improve the quality of education by focusing on a comprehensive assessment of student competency, which includes moral and ethical dimensions. The type of research used in this research is case study research, descriptive analysis is the type of research used. Descriptive analysis is a type of direct research that observes certain symptoms or phenomena that exist in the real world. The research results show that this process is described into three different phases, namely strategic planning, implementation, and assessment, where teachers develop learning 43 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat modules that are in accordance with the independent curriculum. Despite the obstacles faced during its implementation, including temporal limitations and limited selection of activities, this assessment provides significant benefits both for academics by providing constructive feedback for teachers and students and for the wider community by producing a generation that is more moral and has the capacity to to apply Islamic principles in their daily existence. As a result, competency-based assessment is expected to contribute to improving student morale and the relevance of religious education in the modern context. Keywords: Analysis of Assessment Implementation. Competency. PAI Learning PENDAHULUAN Pendidikan adalah landasan utama untuk kemajuan dan pearadaban di seluruh dunia. Hal ini sesuai dengan tujuan negara indoenesia yang tercantum dalam draft UU 1945. 1 yakni meningkatkan kehidupan masyarakat. Ini juga disebutkan dalam Al-Qur'an surah Al-Alaq:2 aCa aIaa aaEaaEaaOaEaCeaEaCaauEIaaIaaIaIaEaCeaCa aa aOaaEaaEaCa aIA Artinya: Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu maha pemurah (QS. ALAla. Menurut Quraish Shihab, terdapat beberapa pengajaran yang terdapat pada ayat tersebut, yakni Pendidikan Tauhid . Pendidikan Keterampilan. Pendidikan Akal, dan Pendidikan Psikologi. 3 Pendidikan tauhid adalah hal yang paling urgen dan paling pertama untuk di tanamkan kepada seorang anak terutama anak didik di lingkungan formal serta di lingkungan non formal. Hal ini merupakan tugas yang harus di emban dan di laksanakan oleh seluruh pihak yakni Pendidik serta orang tua. Hamid Darmadi menegaskan pendidikan is a conscious effort to create an ideal learning environment and learning process so that students can fully enjoy learning. memaksimalkan potensi dirinya dalam hal keagamaan, moral, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, dan keterampilan lainnya yang penting bagi mereka sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara. 4 Oleh karena demikian maka di perlukan generasi penerus yang mumpuni, cerdas, berakhlaq, dan berjiwa sosial serta dapat berkolaborasi serta bersinergi untuk membangun tata Kelola negara kearah yang lebih baik. Pendidikan agama Islam memegang peranan penting dalam pembentukan karakter dan akhlak peserta didik. Oleh karena itu, kebutuhan belajar setiap peserta didik harus terpenuhi dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim mencanangkan kebijakan belajar gratis, yang menghasilkan berbagai produk, termasuk platform dan kurikulum merdeka. Sehingga dalam proses menjalani kurikulum tersebut dapat di ketahui tingkat keberhasilan suatu lembaga pendidikan ditentukan oleh beberapa faktor yang berhubungan langsung dengan kegiatan pembelajaran, yaitu guru, kurikulum, sarana juga prasarana, lingkungan pendidikan, dan 1 Revisi Tahun. Abd. Syukur Abu Bakar. AuKonsep Pendidikan Islam Dalam Al-QurAoan Surah Al-Alaq Ayat 1-5 (Telaah Pemikiran Quraish Shihab Dalam Tafsir Al-Mishba. ,Ay Inspiratif Pendidikan XI, no. : 363Ae77. 3 Abd. Syukur Abu Bakar. 4 Abdul Hamid and Muhammad Kamal Zubair. AuImplementasi Etika Islam Dalam Pemasaran Produk Bank Syariah,Ay BALANCA : Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Islam https://doi. org/10. 35905/balanca. 44 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat 5 Di antara beberapa faktor yang disebutkan, yang paling urgen yakni, guru ia berperan memegang kendali penting karena mereka merupakan subjek yang paling dekat dengan sasaran pembelajaran . sehingga dapat memengaruhi mutu pendidikan yang 6 Artinya, meskipun didukung oleh berbagai sarana yang lengkap dan canggih, jika tidak dibarengi dengan kehadiran guru yang kompeten, maka proses pembelajaran tidak akan berjalan optimal. Berdasarkan penelusuran dari penelitian terdahulu, terdapat beberapa pembahasan yang berkaitan dengan penelitian ini. Studi ini dilakukan oleh Dina Cahya. Metode pelatihan konsep Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) diharapkan dapat meningkatkan kemampuan numerasi siswa di sekolah dasar sehingga kegiatan tersebut sebagai Pengganti Ujian nasional yang di berlakukan. 7 Selain itu. Yusrianum melakukan penelitian yang serupa penelitian tersebut lebih berfokus kepada madrasah dalam melakukan evaluasi pada Penilaian Pendidikan Karakter Berbasis AKMI sehingga dalam pelaksanaanya terdapat pedoman yang harus di ikuti oleh Lembaga tersebut. 8 Hasil penelitian Nurlitasiri juga menunjukkan bahwa penilaian sumatif adalah yang dimaksud dengan penilaian evaluasi pembelajaran (AoL) terdiri dari penilaian tengah semester, penilaian akhir semester, dan ujian sekolah. Al-QurAoan, aqidah, akhlak, fiqih, dan kurma merupakan materi PAI di SMA. Penilaian pembelajaran disebut sebagai penilaian psikomotorik yang menitikberatkan pada kemampuan mengamalkan ibadah keagamaan seperti haji, menghitung zakat, mengurus jenazah, dan menghitung harta waris shalat. Penilaian sebagai Pembelajaran (AaL) merupakan metode penilaian yang melibatkan peserta didik dalam penilaian, mulai dari prosedur, standar, hingga pembuatan pedoman atau rubrik. Misalnya, siswa melakukan penilaian diri dan penilaian antarteman. Dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. AaL menitikberatkan pada sikap, bakat, minat, nilai, dan Selain itu, penelitian Ratna Sari yang berjudul. Analisis Penelitian ini berfokus pada kemampuan siswa sekolah dasar dalam memecahkan masalah geometri dalam Tes Kompetensi Minimum. Penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Dina Cahya. Yusrianum. Nurlitasiri, dan Ratna Sari menunjukkan fokus yang beragam, mulai dari pengembangan konsep AKM untuk literasi numerasi di Sekolah Dasar, asesmen karakter berbasis AKMI di madrasah, hingga pengembangan asesmen multidimensi dalam PAI dan analisis keterampilan numerasi geometri. Dibandingkan dengan penelitian ini, keunikannya dapat dilihat pada pendekatan spesifik terhadap implementasi asesmen, baik dari segi metodologi di tengah arus globalisasi, westernisasi, era super informasi, dan kemajuan zaman, pelajaran pendidikan agama Islam seharusnya menjadi pusat transformasi ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku yang semakin maju saat ini. Penelitian ini berpotensi untuk melengkapi temuan sebelumnya dengan memberikan perspektif baru atau Wiji Antika. Budi Sasomo, and Arum Dwi Rahmawati. AuAnalisis Asesmen Diagnostik Pada Model Pembelajaran Project Based Learning Di Kurikulum Merdeka SMPN 3 Sine,Ay Pedagogy 8, no. 6 Himayatuz Zakiyah et al. AuImplementasi Kurikulum Merdeka Pada Rumpun Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam,Ay Religion Education Social Laa Roiba Journal . https://doi. org/10. 47476/reslaj. 7 Dhina Cahya Rohim. AuKonsep Asesmen Kompetensi Minimum Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa Sekolah Dasar,Ay Jurnal VARIDIKA 54Ae62, https://doi. org/10. 23917/varidika. 8 Rohim. 9 Antika. Sasomo, and Rahmawati. AuAnalisis Asesmen Diagnostik Pada Model Pembelajaran Project Based Learning Di Kurikulum Merdeka SMPN 3 Sine. Ay 45 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat mendalam dalam meningkatkan Keterampilan maupun kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. METODE Studi kasus ini merupakan studi kualitatif yang dilakukan. Analisis deskriptif merupakan jenis penelitian yang digunakan. Arifudin menyatakan bahwa analisis deskriptif merupakan jenis penelitian langsung yang mengamati gejala atau fenomena tertentu yang ada di dunia nyata. 10 Penelitian ini dilakukan di MTsN 1 Kota Bima dan mengumpulkan data primer dan sekunder. Metode ini dipilih untuk menyelidiki secara menyeluruh penggunaan penilaian berbasis kompetensi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan subjek penelitian adalah guru PAI, siswa. Kepala Madrasah, dan pihak terkait lainnya . eperti tim kurikulu. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada keberadaan asesmen berbasis kompetensi dalam praktik pembelajaran. Teknik Pengumpulan data di lakukan melalui wawancara dengan guru PAI untuk memperoleh data tentang implementasi asesmen berbasis kompetensi, kendala, dan strategi yang digunakan. Selain itu observasi yakni mengamati secara langsung praktik pembelajaran dan proses asesmen di kelas PAI. Selain itu, dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen seperti rencana pembelajaran . , rubrik penilaian, dan laporan hasil penilaian. Untuk menganalisis data, digunakan teknik analisis Teknik-teknik tersebut meliputi metode pengurutan data sesuai dengan fokus Penyajian Data juga di lakukan untuk membuat kategori atau tema yang berkaitan dengan pelaksanaan asesmen berbasis kompetensi. Selanjutnya. Penarikan Kesimpulan yaitu merangkum pola dan temuan utama berdasarkan tema yang muncul. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi metode . awancara, observasi, dan dokumentas. , triangulasi sumber . uru, siswa, kepala madrasa. , dan diskusi dengan rekan sejawat. Hal ini didukung oleh penilaian berbasis kompetensi yang berfokus pada pengukuran keterampilan, sikap, dan pengetahuan siswa sesuai dengan standar kompetensi yang PEMBAHASAN Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan "implementasi" sebagai pelaksanaan atau penerapan. Agus Erwan menjelaskan implementasi sebagai suatu tindakan yang dilakukan oleh individu atau kelompok di pemerintahan atau sektor swasta untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Implementasi juga berarti menerapkan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam kehidupan nyata untuk memberikan dampak positif berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap dalam pengambilan keputusan kebijakan. 11 Mengingat implementasi dan eksekusi hampir sama, maka dapat disimpulkan bahwa implementasi adalah suatu upaya atau kegiatan yang dilakukan untuk melaksanakan suatu program di lapangan. Beberapa asas implementasi menurut Erma dan Saifullah, antara lain memperlakukan karyawan dengan sebaik-baiknya, mendorong kemajuan, menciptakan hasil yang baik dan sempurna, menjamin keadilan, memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk memperoleh bantuan yang tepat dan memadai, serta mendorong orang untuk mengembangkan 10 AuMetodologi Penelitian,Ay n. 11 D I Sma and Negeri Makassar. AuImplementasi Program Asesmem Nasional,Ay n. 12 SMA and Makassar. 46 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Berdasarkan definisi dan prinsip-prinsip implementasi yang dipaparkan tersebut dapat memberikan landasan teori yang kuat untuk memahami bagaimana kebijakan atau inovasi dapat direalisasikan secara praktis di lapangan. Implementasi adalah sebuah proses yang berfokus tidak hanya pada tindakan tetapi juga pada perubahan berbagai aspek kehidupan manusia. Ini berarti bahwa keberhasilan implementasi diukur tidak hanya dari output-nya tetapi juga dari efek transformasionalnya. Prinsip-prinsip yang dijabarkan, seperti keadilan, pemberdayaan potensi, dan pengembangan individu, mencerminkan pentingnya pendekatan humanistik dalam implementasi program. Namun, sebagai seorang peneliti, penting untuk menguji bagaimana prinsip-prinsip tersebut diterapkan dalam berbagai konteks, serta mengidentifikasi hambatan dan faktor pendukung yang memengaruhi efektivitas implementasi. Hal ini di lakukan untuk memberikan rekomendasi berbasis data yang dapat meningkatkan keberhasilan implementasi kebijakan atau program di lapangan. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan, penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan data yang dimaksudkan untuk menilai hasil belajar peserta 13 Menurut Stiggins dalam Marina, evaluasi didefinisikan sebagai evaluasi terhadap proses, kemajuan, dan hasil pembelajaran siswa. Secara sederhana, evaluasi didefinisikan sebagai penilaian atau penentuan kualitas atau nilai suatu objek, subjek, atau fenomena. Sehingga penilaian merupakan suatu kegiatan untuk mengetahui mutu proses dan hasil 15 Sangat jelas bahwa evaluasi adalah suatu proses untuk menilai keberhasilan dan efisiensi pelaksanaan program. Lebih lanjut menelisik tentang Penilaian berbasis kompetensi merupakan pendekatan yang sangat relevan dalam menilai kemampuan dan prestasi peserta didik, khususnya dalam konteks pendidikan agama Islam di madrasah. Metode ini menitikberatkan pada penilaian kemampuan siswa dalam ranah psikomotorik, afektif, dan kognitif. Metode ini sejalan dengan tujuan pembelajaran madrasah untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa dalam mengamalkan ajaran Islam. Untuk menilai sejauh mana siswa dapat menggunakan pengetahuannya dalam situasi dunia nyata, madrasah menggunakan penilaian berbasis kompetensi. Penerapan asesmen berbasis kompetensi dalam dunia pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), merupakan langkah strategis untuk menilai kemampuan peserta didik secara komprehensif. Penilaian berbasis kompetensi menilai aspek kognitif, afektif dan psikomotorik yang penting bagi pengembangan karakter dan keterampilan siswa dalam mengamalkan agamanya. Proses penerapan ini meliputi beberapa tahapan, mulai dari penentuan kompetensi yang relevan, pengumpulan bukti unjuk kerja, hingga evaluasi hasil yang dapat digunakan untuk perbaikan pembelajaran. Dengan pendekatan ini, diharapkan peserta didik dapat menunjukkan penguasaan materi dan penerapan ilmu dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mendukung tujuan pendidikan TUJUAN. MANFAAT. DAN PROSES PENERAPAN ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI DALAM PEMBELAJARAN PAI Peningkatan mutu pendidikan dengan berfokus pada pengukuran kemampuan holistik siswa merupakan pendekatan yang makin diakui penting dalam dunia pendidikan. Menurut Zaenab Setri Naulandani dan rekan-rekannya. Pendidikan holistik bertujuan 13 AuScholar,Ay n. 14 Sma and Makassar. AuImplementasi Program Asesmem Nasional. Ay 15 Endang Poerwanti. AuKonsep Dasar Asesmen,Ay PT. Remaja Rosdakarya. , no. : 1Ae44. 47 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat untuk mengembangkan semua potensi siswa dengan mempertimbangkan semua aspek mereka intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. 16 Hal ini sejalan dengan Jeremy Henzell-Thomas yang berpendapat bahwa pendidikan holistik bertujuan untuk membangun siswa secara seimbang dan integral dalam semua aspek pembelajaran, termasuk moral dan karakter. 17 Penelitian yang dilakukan di MTsN 1 Kota Bima menunjukkan bahwa penerapan asesmen berbasis kompetensi tidak hanya mengukur pengetahuan kognitif siswa, tetapi juga mencakup dimensi moral dan etika. Peneliti menemukan bahwa asesmen ini memberikan umpan balik yang konstruktif bagi guru dan siswa, serta berkontribusi pada pembentukan karakter siswa. Oleh karena itu, pendekatan pendidikan holistik tidak hanya membantu siswa mencapai tujuan akademis, tetapi juga mendidik mereka untuk menjadi orang yang baik secara moral dan mampu menerapkan prinsip-prinsip moral dalam kehidupan sehari-hari. Kedua perspektif tersebut berpendapat bahwa sangat penting untuk mengevaluasi semua kemampuan siswa sehingga kita dapat menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki moral yang kuat. Pengembangan akhlak dan budi pekerti peserta didik melalui asesmen komprehensif merupakan aspek penting dalam pendidikan, khususnya dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI). Pendidikan yang baik harus mencakup pengajaran nilai-nilai etika dan moral agar peserta didik dapat menginternalisasi dan menerapkan etika dalam kehidupan sehari-hari. Materi pembelajaran PAI harus dirancang untuk membangun karakter siswa, seperti jujur, disiplin, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan di MTsN 1 Kota Bima yang menunjukkan bahwa penilaian berbasis kompetensi tidak hanya berfokus pada pengetahuan akademis tetapi juga pada moral dan karakter siswa. Satuan Pendidikan di katakan efektif apabila, mutu pembelajaranya mampu mengembangkan kompetensi dan karakter peserta didik mulai dari program dan kebijakan sekolah yang memembentuk iklim akademik, sosial, dan keamanan yang kondusif . 19 Pelaksanaan asesmen berbasis kompetensi di MTsN 1 Kota Bima menggunakan pendekatan holistik dengan mengintegrasikan tiga ranah utama yang saling melengkapi, yaitu: Ranah Kognitif Dalam penilaian berbasis kompetensi di MTsN 1 Kota Bima, domain kognitif berpusat pada pemahaman siswa terhadap bahan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang meliputi Al-Quran, akidah, akhlak, sejarah Islam, fikih, dan ibadah. Siswa diharapkan mampu membaca Al-Quran dengan tajwid yang benar,selain itu memahami prinsip-prinsip keimanan dalam akidah, dan menguasai konsep-konsep dasar fiqih seperti zakat dan shalat. Penilaian ini dilakukan melalui ujian tertulis, kuis, atau diskusi kelas. Penilaian kognitif ini penting untuk memastikan bahwa siswa memahami dasar-dasar agama sebagai landasan intelektual yang akan mendukung praktik ajaran Islam. Namun, keseimbangan harus dijaga agar aspek kognitif tidak mendominasi keseluruhan penilaian, mengingat pentingnya integrasi dengan pengetahuan umum. Ranah Psikomotorik 16 Au43292-96551-1-PB . ,Ay n. 17 Ika Ika et al. AuPendidikan Holistik Dalam Merangkul Spiritualitas Dan Pengetahuan Empiris,Ay no. 18 Ika et al. 19 Faridah Alawiyah. AuStandar Nasional Pendidikan Dasar Dan Menengah,Ay Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial 8, no. : 81Ae92, https://doi. org/10. 46807/aspirasi. 48 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat Penilaian psikomotorik menilai kemampuan peserta didik dalam mengamalkan ajaran agama, seperti tata cara shalat, berwudhu, atau simulasi ibadah haji. Guru melakukan pengamatan langsung saat peserta didik melaksanakan ibadah untuk memastikan ketepatan dan kesesuaian dengan tuntunan syariat. Misalnya peserta didik dinilai dari cara melafalkan niat, melakukan gerakan shalat, atau menyusun tata cara pelaksanaan ibadah haji secara sistematis. Ranah afektif Ranah Afektif menilai sikap dan nilai-nilai Islami siswa, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Hal ini dilakukan dengan melihat perilaku sehari-hari, menilai diri sendiri, dan menilai teman sebaya. Misalnya, siswa yang konsisten menolong teman, disiplin dalam mengerjakan tugas, dan jujur dalam ujian mendapat apresiasi melalui penilaian ini. Penilaian afektif merupakan komponen krusial yang membentuk karakter Islami siswa, namun pengukuran ranah ini sering kali subjektif. Oleh karena itu, rubrik penilaian yang terstruktur dan pengamatan guru yang konsisten menjadi kunci agar hasil penilaian lebih valid dan objektif. Pendekatan - pendekatan ini memungkinkan peserta didik tidak hanya memahami agama secara teoritis, tetapi juga mengamalkannya dengan baik dan memanfaatkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan ini mendukung terbentuknya lulusan madrasah yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia. Adapun pelaksanaanya di lakukan dengan memadukan berbagai metode dan teknik untuk menilai capaian siswa secara komprehensif pada ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif sebagaimana tersebut di atas sehingga metode penerapannya pun dilakukan agar tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai. Penilaian Pembelajaran Untuk mengetahui seberapa baik siswa memenuhi persyaratan kompetensi, guru mengadakan ujian praktik, ujian tengah semester, atau ujian akhir. Misalnya, siswa diuji hafalan Al-Qur'an, pengetahuan hukum Islam, atau sejarah Islam melalui ujian tertulis dan praktik. Penilaian untuk Pembelajaran Dalam proses pembelajaran, guru menggunakan penilaian formatif untuk memantau kemajuan siswa dan memberikan umpan balik secara berkala. Misalnya, guru dapat memberikan kuis singkat atau tugas kelompok untuk membantu siswa memahami konsep Pendidikan Agama Islam. , seperti analisis hukum zakat atau perbedaan mazhab fiqih. Penilaian sebagai Pembelajaran Siswa dilibatkan dalam proses penilaian untuk meningkatkan kesadaran diri terhadap kemajuan pembelajaran mereka. Misalnya, melalui penilaian diri, siswa menilai kejujuran dan tanggung jawab mereka dalam kehidupan seharihari. Penilaian sejawat juga diterapkan, di mana siswa menilai praktik ibadah teman-temannya, seperti gerakan shalat atau wudhu. Sedangkan Teknik Penilaian yang Digunakan berupa Tes Tertulis digunakan untuk menilai aspek kognitif, seperti pemahaman siswa terhadap materi ajar Pendidikan Agama Islam. Guru menyiapkan soal pilihan ganda, esai, atau studi kasus yang melibatkan analisis hukum Islam atau penafsiran ayat-ayat tertentu. Selain itu observasi Langsung teknik ini digunakan untuk menilai ranah psikomotorik, misalnya saat siswa mempraktikkan tata cara shalat, berwudhu, atau simulasi ritual Guru menggunakan rubrik dengan indikator yang jelas, seperti ketepatan gerakan, kelancaran, dan ketertiban dalam praktik. Sementara Penilaian Sikap dapat 49 Analisis Penerapan Penilaian Berbasis Kompetensi | Siti Nurbaya et al Darajat. Volume 8. Nomor 1. Juni 2025 ISSN 2620-9985 (Printe. , 2656-5595 (Onlin. Link https://ejournal. iai-tabah. id/index. php/Darajat di lakukan oleh Guru pada ranah afektif siswa berdasarkan perilaku sehari-hari, seperti tanggung jawab terhadap tugas, kejujuran saat ujian, atau kepedulian terhadap kegiatan sosial Islam. Penilaian dilakukan melalui observasi harian dan entri jurnal. Tugas Proyek dan Portofolio di gunakan lebih tepatnya Siswa diberi tugas proyek yang relevan dengan materi Pendidikan Agama Islam, seperti membuat presentasi tentang sejarah Islam atau infografis tentang zakat. Hasil karya mereka dikumpulkan dalam bentuk portofolio untuk menilai proses dan hasil pembelajaran. Hingga pada Penilaian Lisan dan Diskusi untuk mengukur kemampuan siswa memahami materi. Implementasi asesmen berbasis kompetensi di MTsN 1 Kota Bima menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam menilai kemampuan peserta didik secara komprehensif. Metode ini memungkinkan penilaian mencakup unsur afektif dan psikomotorik di samping aspek kognitif. Hal ini sangat relevan dengan tujuan pendidikan agama untuk membentuk karakter dan keterampilan siswa. Pelaksanaan asesmen ini melibatkan perencanaan yang matang, dukungan infrastruktur yang memadai, serta pelatihan bagi guru untuk memastikan bahwa siswa dapat menunjukkan penguasaan materi dan penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Diharapkan hasil evaluasi ini dapat memberikan masukan yang bermanfaat untuk memperbaiki proses pembelajaran dan meningkatkan mutu pendidikan di MTsN 1 Kota Bima. KESIMPULAN Tujuan penilaian berbasis kompetensi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTsN 1 Kota Bima adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui penilaian kinerja kognitif, afektif, dan psikomotorik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan asesmen ini tidak hanya membantu siswa memahami materi pelajaran, tetapi juga membantu mereka tumbuh menjadi karakter dan keterampilan yang sesuai dengan ajaran Islam. Bagi akademisi, keuntungan yang jelas dari aplikasi ini adalah sebagai alat evaluasi yang membantu guru dan siswa meningkatkan proses pembelajaran maupun bagi masyarakat luas, dengan menghasilkan individu yang lebih kompeten dan berkontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat. Oleh karena itu, evaluasi berbasis kompetensi sangat penting untuk menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki moral dan integritas yang kuat. DAFTAR PUSTAKA