JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X ANALISIS NILAI TINGKAT KERUSAKAN PERMUKAAN JALAN PEKERASAN LENTUR MENGGUNAKAN METODE PCI DAN IRI Haikal1. Guswandi2 Politeknik Negeri Bengkalis. Jl. Bathin Alam. Sungai Alam Bengkalis Riau mhaikalh744@gmail. com 1, guswandi@polbeng. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan permukaan jalan perkerasan lentur di Jalan Sultan Syarif Kasim, menggunakan metode IRI dan PCI serta mengaplikasikan SIG. Metode IRI digunakan untuk mengukur ketidakrataan permukaan jalan, sedangkan PCI digunakan untuk menilai kondisi struktural dan fungsional jalan berdasarkan jenis dan tingkat keparahan kerusakan. Data yang diperoleh dari survei lapangan dianalisis menggunakan perangkat lunak SIG yaitu ArcGis untuk memetakan distribusi kerusakan jalan dan mengidentifikasi segmen jalan yang memerlukan perbaikan prioritas. Dari pengolahan data didapat hasil kondisi sempurna 25%, kondisi sangat baik 5%, kondisi baik 0%, kondisi sedang 5%, kondisi buruk 50%, dan kondisi sangat buruk 15% menurut metode PCI, sedangkan hasil penilaian kerusakan menggunakan metode IRI yang dibantu aplikasi Roadroid menunjukkan bahwa jalan Jalan Sultan Syarif Kasim 100% rusak berat. Kedua hasil ini mengeluarkan kesimpulan yang sama bahwa Jalan Sultan Syarif Kasim perlu dilakukan pemeliharaan berupa peningkatan jalan. Data kerusakan tersebut kemudian diintegrasikan ke ArcGis sehingga menghasilkan peta sebaran kerusakan yang memuat 65 titik kerusakan sepanjang 1 Km. Kata Kunci: Kerusakan Jalan. Perkerasan Lentur. SIG Abstract This research aims to analyze the level of damage to the flexible pavement surface on Jalan Sultan Syarif Kasim, using the IRI and PCI methods and applying GIS. The IRI method is used to measure road surface unevenness, while PCI is used to assess the structural and functional condition of roads based on the type and severity of damage. Data obtained from surveys was analyzed using GIS software, namely ArcGis, to map the distribution of road damage and identify road segments that require priority repairs. From the data processing, the results obtained were 25% perfect condition, 5% very good condition, 0% good condition, 5% fair condition, 50% bad condition, and 15% very bad condition according to the PCI method, while the damage assessment results used the IRI method assisted by The Roadroid application shows that Jalan Sultan Syarif Kasim is 100% heavily damaged. These two results draw the same conclusion that Jalan Sultan Syarif Kasim needs maintenance in the form of road improvements. The damage data is then integrated into ArcGis to produce a damage distribution map containing 65 damage points along 1 km. Keywords: Road Damage. Flexible Pavement. GIS beban yang ditanggung oleh perkerasan jalan sering kali melebihi kapasitas yang penurunan kualitas dan usia perkerasan . Penurunan kualitas perkerasan jalan dapat terlihat dari kondisi permukaan jalan yang mengalami kerusakan, baik dari segi struktural maupun fungsional. Oleh karena itu, pemeliharaan jalan menjadi penting untuk memastikan jalan tetap dalam kondisi yang baik dan dapat memberikan layanan optimal. Pemeliharaan jalan mencakup berbagai kegiatan seperti memperbaiki, menambah, atau mengganti bagian jalan yang rusak agar fungsi jalan dapat dipertahankan dalam jangka waktu yang lebih lama. PENDAHULUAN Jalan merupakan salah satu prasarana transportasi yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh. Peran jalan dalam mendukung kelancaran kegiatan perekonomian tidak dapat disangkal, sehingga kualitas dan keberlangsungan fungsionalnya harus selalu terjaga. Namun, kerusakan pada permukaan jalan menjadi salah satu masalah menimbulkan dampak signifikan terhadap lalu lintas dan mobilitas. Globalisasi dan meningkatnya mobilitas masyarakat turut mempengaruhi peningkatan volume kendaraan yang melewati jalan-jalan tersebut. Akibatnya. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Salah satu contoh kasus yang relevan adalah ruas Jalan Sultan Syarif Kasim di Desa Teluk Masjid. Kecamatan Sungai Apit. Kabupaten Siak. Jalan ini sering dilalui oleh berbagai jenis kendaraan dan berfungsi sebagai penghubung antara Kecamatan Pusako dengan Kecamatan Sungai Apit. Berdasarkan penetapan status jalan, ruas ini termasuk dalam klasifikasi jalan lokal di Kabupaten Siak. Namun, tingginya volume kendaraan yang melewati Jalan Sultan Syarif Kasim menyebabkan berbagai jenis kerusakan pada badan jalan, seperti retakan, lubang, dan deformasi lainnya. Khususnya, aktivitas muat bongkar sawit yang dilakukan oleh truk-truk besar sering kali menjadi penyebab utama kerusakan pada jalan tersebut. Untuk mengidentifikasi dan menganalisis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan ini, digunakan metode International Roughness Index (IRI) dan Pavement Condition Index (PCI). IRI adalah standar internasional yang digunakan untuk mengukur tingkat kekasaran permukaan jalan, yang berkorelasi dengan Sementara itu. PCI adalah metode yang lebih mendalam dalam menilai kondisi permukaan jalan melalui evaluasi visual terhadap berbagai jenis kerusakan yang ada, dan menghasilkan skor yang mencerminkan kondisi keseluruhan jalan. Penggunaan teknologi dalam pemeliharaan jalan juga semakin berkembang, seperti dengan adanya aplikasi Roadroid. Aplikasi ini memungkinkan pengukuran IRI secara cepat dan efisien menggunakan teknologi GPS dan accelerometer pada smartphone. Selain itu. Geographic Information System (GIS) digunakan untuk memantau kondisi jalan secara real-time dan menyusun peta sebaran kerusakan berdasarkan data spasial yang Dengan memanfaatkan kombinasi metode IRI. PCI, dan teknologi GIS, diharapkan dapat dilakukan pemeliharaan jalan yang lebih efektif dan efisien. Studi kasus ini berfokus pada analisis kondisi permukaan Jalan Sultan Syarif Kasim di Desa Teluk Masjid, dan hasil E-ISSN 2715-842X dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya perbaikan dan pemeliharaan infrastruktur jalan di Indonesia. Gambar 1 Contoh Kerusakan yang Terjadi di Jalan Sultan Syarif Kasim KAJIAN PUSTAKA Jalan Menurut penjelasan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia tentang Jalan No. 34 tahun 2006. Jalan adalah sebagai salah satu prasarana transportasi dalam kehidupan bangsa, kedudukan dan peranan jaringan jalan pada hakikatnya menyangkut hajat hidup orang serta mengendalikan struktur pengembangan wilayah pada tingkat nasional terutama yang menyangkut perwujudan perkembangan antar daerah yang seimbang dan pemerataan hasil pertahanan dan keamanan Negara . Berdasarkan UU Nomor 38 mengenai jalan . , maka jalan dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu: Jalan Arteri Jalan arteri primer menghubungkan secara berdaya guna antarpusat kegiatan nasional atau antara pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan wilayah. Sistem jaringan jalan primer disusun berdasarkan rencana tata ruang dan pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua wilayah di tingkat nasional. Jalan arteri sekunder adalah jalan yang melayani angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh kecepatan rata-rata tinggi, dan jumlah jalan masuk dibatasi seefisien,dengan peranan pelayanan jasa distribusi untuk masyarakat dalam kota. Didaerah perkotaan juga disebut sebagai jalan protokol. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 Jalan Kolektor Jalan kolektor, merupakan jalan umum pengumpul atau pembagi dengan ciri perjalanan jarak sedang, kecepatan ratarata sedang, dan jumlah jalan masuk dibatasi. Jalan Lokal Jalan lokal, merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan setempat dengan ciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi . Jalan Lingkungan Jalan lingkungan, merupakan jalan umum yang berfungsi melayani angkutan lingkungan dengan ciri perjalanan jarak dekat, dan kecepatan rata-rata rendah. Jalan Perkerasan Lentur Konstruksi jalan adalah suatu struktur pada jalan yang terdiri dari lapisan perkerasan untuk menunjang beban lalu lintas diatasnya. Konstruksi perkerasan lentur merupakan konstruksi yang menggunakan bahan pengikat berupa aspal. Lapisan-lapisan perkerasan bersifat menopang dan menyalurkan beban lalu lintas ke pondasi dasa. Pada umumnya, pemilihan perkerasan lentur baik digunakan pada jalan yang dilalui beban lalu lintas ringan sampai sedang berupa jalan perkotaan, perkerasan bahu jalan, jalan dengan sistem ultilitas terletak di bawah perkerasan jalan atau perkerasan dengan konstruksi bertahap. Tipikal komponen struktur perkerasan lentur dapat dilihat pada Gambar 2. E-ISSN 2715-842X retak blok, retak slip, kegemukan, dan lubang . Metode PCI (Pavement Condition Inde. Pavement Condition Index (PCI) adalah metode untuk menilai kondisi perkerasan jalan dengan skor antara 0 . hingga 100 . aik sekal. seperti pada Gambar 3. Metode PCI mengidentifikasi berbagai jenis kerusakan jalan seperti retak kulit buaya, retak blok, retak slip, dan kerusakan lainnya. Setiap jenis kerusakan memiliki tingkat keparahan yang berbeda, dan perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat kerusakan tersebut. Penilaian kondisi jalan melalui metode PCI melibatkan identifikasi kerusakan visual dan penentuan tingkat kerusakan berdasarkan ASTM D 6433-07 . Perbaikan dilakukan berdasarkan identifikasi ini, mulai dari penutupan retakan hingga rekonstruksi penuh, tergantung pada tingkat kerusakan yang Gambar 3 Diagram Nilai PCI Metode IRI (International Roughness Inde. International Roughness Index (IRI) adalah menggambarkan ketidakrataan permukaan IRI diukur dari jumlah kumulatif naikturunnya permukaan jalan yang dibagi dengan panjang jalan. Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur IRI adalah aplikasi Roadroid. Penggunaan Aplikasi Roadroid Roadroid dikembangkan di Swedia untuk mengukur ketidakrataan jalan menggunakan sensor getaran yang ada di ponsel pintar. Aplikasi ini memungkinkan pengukuran IRI secara efektif Gambar 2 Komponen Struktur Perkerasan Lentur Jenis Kerusakan Jalan Menurut Hary Christady H. Pemeliharaan Jalan Raya, ada beberapa tipe jenis kerusakan perkerasan jalan adalah keriting, alur, ambles, sungkur, mengembang, benjol dan turun, retak kulit buaya, retak memanjang, retak melintang, retak diagonal, retak reflektif sambungan. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 dan efisien, meskipun tingkat akurasinya bervariasi tergantung pada jenis ponsel, kualitas sensor, dan kondisi jalan. Meskipun ada deviasi hasil hingga 20% dibandingkan alat khusus seperti profilograf. Roadroid tetap dapat memberikan estimasi yang cukup baik untuk pemantauan awal kondisi jalan. Hal ini sejalan dengan penelitian Alatoom dan Obaidat yang menyatakan bahwa Aplikasi Roadroid terbukti cukup akurat dalam mengukur nilai IRI (International Roughness Inde. , meskipun masih ada perbedaan dengan alat khusus seperti profilograf. Penelitian ini Roadroid, menggunakan sensor akselerometer pada smartphone, dapat mencapai korelasi hingga RA=0,85 dengan data yang diperoleh dari pengukuran IRI berbasis laser. Namun, tingkat akurasi Roadroid bisa dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan, jenis permukaan jalan, dan kondisi kalibrasi, sehingga dalam beberapa kasus hasilnya bisa kurang konsisten dibandingkan dengan metode profilograf yang lebih tradisional dan presisi tinggi . Beberapa penelitian yang menggunakan Roadroid adalah penelitian Majono dkk, 2022 dan Ginting & Surbakti, 2018 . , . Pemeliharaan Jalan Menurut IRI Direktorat Jenderal Bina Marga menggunakan parameter IRI (International Roughness Inde. dalam menentukan kondisi konstruksi jalan, yang terbagi atas empat Berikut ini ditampilkan Tabel 1 penentuan kondisi ruas jalan, kebutuhan penangannya dan tingkat kemantapan. Jalan dengan kondisi konstruksi di dalam penanganannya hanya membutuhkan kegiatan Jalan mantap konstruksi ditetapkan menurut Standar Pelayanan Minimal adalah jalan dalam kondisi sedang. Jalan tak mantap adalah jalan dengan kondisi di luar koridor mantap yang mana untuk penanganannya minimum adalah pemeliharaan berkala dan maksimum peningkatan atau rekonstruksi jalan dengan tujuan untuk menambah nilai struktur konstruksi. E-ISSN 2715-842X Tabel 1. Penentuan Kondisi Ruas Jalan. Kebutuhan Penangannya dan Tingkat Kemantapan Kondisi Jalan IRI /k. Baik Sedang Rusak Ringan Rusak Berat 8 - 12 > 12 Kebutuhan Penanganan Pemeliharaan Rutin Pemeliharaan Berkala Peningkatan Jalan Peningkatan Jalan Tingkat Kemantapan Jalan Mantap Jalan Tidak Mantap Aplikasi SIG dalam Pemetaan Kerusakan Jalan SIG digunakan untuk memantau dan merencanakan tindakan perbaikan. Dengan SIG, data kerusakan jalan dapat dipetakan identifikasi dan penanganan masalah. Sebagai . SIG memungkinkan pembuatan peta yang menunjukkan lokasi dan jenis kerusakan jalan . eperti lubang, retakan, dan Data ini bisa dikumpulkan melalui survei lapangan atau sensor . Data kerusakan dapat diinput ke dalam basis data SIG yang terintegrasi dengan informasi geografis. Ini mempermudah METODE PENELITIAN Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian ini dilaksanakan pada ruas Jalan Sultan Syarif Kasim sepanjang 1 KM di Teluk Masjid. Kecamatan Sungai Apit. Kabupaten Siak. Lokasi penelitian dapat dilihat pada Gambar 4. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 E-ISSN 2715-842X Penentuan nilai pengurang Penghitungan total Deduct Value Penghitungan corrected Deduct Value Penetapan nilai PCI Penilaian Kondisi Jalan Berdasarkan Nilai IRI Nilai International Roughness Index (IRI) diperoleh melalui survei dengan aplikasi Roadroid. Aplikasi Roadroid digunakan untuk memanfaatkan sensor akselerometer dan GPS pada ponsel pintar. Proses pengambilan data menggunakan Roadroid meliputi: Mengunduh dan menginstal aplikasi Roadroid dari Google Play Store. Melakukan pengaturan awal pada aplikasi dan menempatkan ponsel pada kendaraan untuk merekam getaran selama perjalanan. Gambar 5 adalah bentuk menu awal aplikasi Roadroid. Gambar 4 Lokasi Penelitian Jalan Sultan Syarif Kasim Desa Teluk Masjid. Kecamatan Sungai Apit. Kabupaten Siak Jenis Pengumpulan Data Dalam penelitian ini, data dikumpulkan menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder, yang akan dijelaskan lebih lanjut sebagai berikut: Data Primer Data mengenai jenis kerusakan jalan dan dimensi kerusakan jalan diperoleh melalui survei lapangan. Survei dilakukan dengan menggunakan peralatan seperti meteran, kertas, alat tulis, formulir survei, dan dokumentasi saat survei lapangan. Data Sekunder Data sekunder diperoleh dari peta dan dokumentasi yang terkait dengan ruas Jalan Sultan Syarif Kasim di Desa Teluk Masjid. Kecamatan Sungai Apit. Data sekunder meliputi: Nama ruas jalan Peta pada ruas Jalan Sudirman. Desa Harapan. Kecamatan Sungai Apit Gambar 5. Menu Awal Roadroid . Melakukan pengaturan sehingga nilai X. Y, dan Z berada pada angka 0. Menu pengaturan nilai X. Z dapat dilihat pada Gambar 6. Penilaian Kondisi Jalan Berdasrkan Metode PCI Nilai PCI diperoleh dari survei lapangan yang mengidentifikasi kerusakan jalan secara visual sesuai dengan ASTM D 6433-07 . Proses penentuan nilai PCI meliputi: Pengukuran kuantitas jenis kerusakan . Penentuan tingkat kerusakan jalan: ringan . , sedang . , parah . Penentuan kadar kerusakan jalan Gambar 6 Pengaturan Nilai X. Z pada Aplikasi Roadroid . Masuk ke menu video dan melakukan screenshot per 50 meter saat kecepatan mobil di atas 20 km/jam untuk mendapatkan nilai eIRI dan cIRI serta diagram yang ditampilkan aplikasi. Dapat dilihat tampilan video, tampilan menu JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 grafik dan tampilan menu diagram pada Gambar 7, 8, dan 9. E-ISSN 2715-842X menyajikan informasi kerusakan dalam bentuk peta . HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan Keputusan Bupati Siak No. 299/HK/KPTS/2017 mengenai penempatan ruas-ruas jalan menurut statusnya. Ruas Jalan Sultan Syarif Kasim di Desa Teluk Masjid dikategorikan sebagai jalan lintas kabupaten dengan jaringan jalan lokal. Jalan ini berada di Kabupaten Siak. Kecamatan Sungai Apit, dengan panjang jalan yang ditinjau sepanjang 1000 meter (STA 00 2000AeSTA 00 4. dan lebar badan jalan 6 meter dengan tipe 2/2TT. Gambar 7 Tampilan Video Gambar 8 Tampilan Menu untuk Menampilkan Grafik Perhitungan Kerusakan Jalan Berdasarkan Metode PCI Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan, berikut adalah perhitungan Indeks Pavement Condition Index (PCI) untuk setiap segmen jalan: Perhitungan Luasan Kerusakan Kerusakan yang terjadi pada STA 00 050 hingga STA 00 100 disajikan pada Tabel 2. Gambar 9 Tampilan Menu untuk Menampilkan Diagram Untuk memastikan keakuratan data IRI dari aplikasi Roadroid, dilakukan perhitungan manual berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 33 Tahun 2016 . , dan dibandingkan dengan hasil dari Roadroid. Tabel 2. Perhitungan Luasan Kerusakan STA Jenis Kerusakan Lubang Kategori Kerusakan High Lebar (M) Panjang (M) Kedalaman (M) Luasan (MA) Aplikasi SIG dalam Pemetaan Kerusakan Jalan Dengan SIG, data kerusakan jalan dapat dipetakan secara geografis, yang memudahkan Pemetaan sebaran kerusakan jalan yang telah didapat dari survei lapangan tadi dilakukan dengan menggunakan aplikasi ArcGis. Penggunaan ArcGis kerusakan jalan juga digunakan dalam penelitian sebelumnya yaitu penelitian Fadila dkk, 2023. Menggunakan aplikasi ArcGIS didapat jenis informasi dalam data titik kordinat x dan y. STA kerusakan dan foto dokumentasi sehingga memudahkan dalam . Tingkat Kerusakan (Severity Leve. Tingkat kerusakan dihitung berdasarkan tabel tingkat kerusakan jalan. Kadar Kerusakan (Densit. Density merupakan persentase luas kerusakan terhadap luas unit dengan rumus Density = (Ad/A. x 100% Density = . ,21 mA/300 mA) x 100% = 0,04% Dimana: As = Luas total unit segmen Ad = Luas total jenis kerusakan untuk tiap tingkat kerusakan . A) JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 Nilai Penurangan (Deduct Valu. Nilai Deduct Value dihitung dengan memasukkan hasil persentase dari density ke dalam grafik, kemudian menarik garis untuk mendapatkan nilai Deduct Value. Contoh grafik Deduct Value dapat dilihat pada Gambar 10. E-ISSN 2715-842X Tabel 3 Nilai CDV Deduct Value TDV CDV Pavement Condition Index (PCI) Nilai PCI dihitung menggunakan PCI = 100 - CDVmax = 75 (Sangat Bai. Nilai PCI yang diperoleh dari satu segmen ini sebesar 75 dengan kondisi sangat Dengan menggunakan analisis yang sama untuk tiap segmennya, didapat data kerusakan pada Jalan Sultan Syarif Kasim sepanjang 1 Km yang disajikan dalam Tabel 4. Tabel 4 Rekapan Data Kerusakan Berdasarkan Metode PCI STA Gambar 10 Nilai Deduct Value . Nilai HDVI Setelah mendapatkan nilai Deduct Value, nilai HDVI (Highest Deduct Value Inde. adalah nilai maksimum dari Deduct Value setiap segmen. Nama Jalan : Sultan Syarif Kasim Lebar Jalan :6m Panjang Segmen : 50 m STA : 00 050-00 100 Jenis Kerusakan : Lubang Kategori : High Luasan . A) : 1,21 Total Luasan . A) : 1,21 Density (%) : 0,04 Deduct Value : 25 Dengan menggunakan data diatas, didapat nilai HDVI sebesar 25 . Nilai Mi Nilai Mi dihitung menggunakan rumus Mi = 1 9/98 x . - HDVI) Mi = 1 . - . = 7,8 . Correct Deduct Value (CDV) Nilai CDV diperoleh melalui kurva hubungan dari nilai TDV (Total Deduct Valu. Nilai CDV maksimum (CDVma. adalah nilai tertinggi dari CDV. Jenis Kerusakan Lubang. Amblas Lubang. Amblas Retak Kulit Buaya. Lubang Retak Blok. Lubang Amblas. Lubang. Retak Kulit Buaya. Retak Blok Amblas. Pelepasan Retak Blok Pelepasan Lubang. Amblas Lubang. Tambalan Amblas. Lubang. Retak Kulit Buaya Pelepasan Retak Kulit Buaya. Retak Blok. Lubang Retak Blok. Amblas. Pelepasan Retak Blok. Pelepasan Nilai PCI Skala PCI VERY POOR SERIOUS VERY POOR VERY POOR POOR SATISFACTORY GOOD VERY POOR VERY POOR VERY POOR GOOD SERIOUS GOOD GOOD JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2025 STA Jenis Kerusakan Retak Blok. Lubang Pelepasan Amblas. Lubang. Pelepasan Lubang. Amblas Lubang Lubang Nilai PCI dalam kondisi sempurna, 5% sangat baik, 50% buruk, dan 15% sangat buruk. Skala PCI VERY POOR GOOD VERY POOR VERY POOR SERIOUS VERY POOR Gambar 12 Diagram Kondisi Jalan Berdasarkan Nilai PCI Metode International Roughness Index (IRI) Menggunakan Aplikasi Roadroid Dari data Pavement Condition Index (PCI) tersebut, nilai kerusakan terparah terdapat pada STA 00 100-00 150 dengan nilai rata-rata 48,6 atau 48%. Tabel 6 Rekapan Data Kerusakan Berdasarkan Metode IRI REKAPITULASI Tabel 5 Hubungan Nilai PCI dengan Klasifikasi Kondisi Jalan Nilai PCI 85 - 100 70 - 85 55 - 70 40 - 55 25 - 40 10 - 25 E-ISSN 2715-842X Kondisi Sempurna Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk Gambar 11 Grafik Nilai PCI Dari grafik pada Gambar 11, nilai Pavement Condition Index (PCI) dari STA 00 000 hingga 1 000 menunjukkan bahwa kondisi jalan sangat beragam, dengan nilai tertinggi pada STA 00 800 . dan nilai terendah pada STA 00 100 . Hasil perhitungan PCI tadi kemudian diklasifikan kondisinya menggunakan Tabel 4 menurut nilai PCI yang telah didapat dari Tabel 3. Hasil kondisi jalan berdasarkan nilai PCI dituangkan ke dalam diagram pada Gambar 12, hasilnya adalah 25% jalan berada STA KECEPATAN eIRI cIRI Rata-rata Analisis data getaran permukaan jalan menggunakan aplikasi Roadroid menghasilkan data seperti pada Tabel 6. Dari tabel 6 didapat JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2025 nilai eIRI pada jalan Sultan Syarif Kasim dari STA 0 000-1 000 yaitu tidak stabil dimana nilai eIRI yang terendah yaitu pada STA 0 500 dangan nilai eIRI nya 18,2 dan Nilai eIRI yang tertinggi yaitu pada STA 0 200 dari nilai eIRI nya 32,2 tesebut nilai rata-rata eIRI ini adalah 22,8. Hasil nilai eIRI tadi kemudian diklasifikan kondisinya menggunakan Tabel 1 menurut nilai nilai eIRI yang telah didapat dari Tabel 5. Hasil kondisi jalan berdasarkan nilai eIRI dituangkan ke dalam diagram pada Gambar 13, hasilnya adalah Jalan Sultan Syarif Kasim berada dalam rusak berat 100%. E-ISSN 2715-842X menambah nilai struktur konstruksi. Namun, hasil IRI ini masih dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jenis smartphone, kualitas sensor, metode pemasangan di kendaraan, serta kondisi jalan dan kecepatan diperlukan penilaian ketidakrataan jalan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih Ketiga, peta ArcGIS yang telah dibuat sepanjang 1 km jalan tersebut, dengan total 65 titik kerusakan yang terdiri dari 27 titik kerusakan lubang, 10 titik amblas, 5 titik retak buaya, 10 titik retak blok, 12 titik pelepasan berbutir, dan 1 titik tambalan. Data ini menegaskan perlunya tindakan pemeliharaan yang signifikan untuk memperbaiki kondisi UCAPAN TERIMAKASIH Aplikasi SIG dalam Pemetaan Kerusakan Jalan Peta ArcGIS sepanjang 1 km jalan tersebut, dengan total 65 titik kerusakan yang terdiri dari 27 titik kerusakan lubang, 10 titik amblas, 5 titik retak buaya, 10 titik retak blok, 12 titik pelepasan berbutir, dan 1 titik tambalan. Peta sebaran kerusakan ini dapat dilihat pada Gambar 14. Terima kasih kepada Bapak Guswandi. selaku Dosen pembimbing yang telah memberikan bantuan moral selama para peneliti melakukan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA