PENGARUH VARIASI ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN ANGGUR (Vitis vinifera L.) Eryna Elfasari Rangkuti1, Ardianus Putra Zega1 Universitas Ibnu Chaldun – Jakarta Jl. Pemuda I Kav.97 RT.5/RW.2 Rawamangun, Jakarta Timur, Jakarta, 13220 Korespondensi : erynarangkuti@gmail.com Diterima / Disetujui 1 ABSTRAK Tanaman anggur (Vitis vinifera) telah menjadi symbol keberlanjutan, rasa, dan budaya sepanjang sejarah umat manusia. Anggur ( vitis spp) merupakan tanaman buah berupa perdu merambat yang termasuk ke dalam keluarga Vitaceae. Tumbuhan ini berbentuk semak, Batangberkayu, berbentuk silindris, warna kecoklatan, permukaan kasar. Arah tumbuh batang memanjat, arah tumbuh cabang membelit. Anggur juga merupakan salah satu tanaman buah- buahan yang banyak digemari oleh masyarakat, karena rasanya yang enak, segar, manis, atau asam manis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penggunaan variasi dosis zat pengatur tumbuh bawang merah, air kelapa, dan lidah buaya dalam menghasilkan respon yang baik terhadap tanaman anggur. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial 4x2 dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 ulangan, sehingga diperoleh 8 kombinasi dan 32 unitpercobaan. Pengamatan tanaman melalui keberhasilan persentase Panjang tunas (cm) dan jumlah daun ( helai). Hasil penelitian pada Skripsi ini yaitu; Pada Minggu-1 Jumlah Daun perlakuan Zo sebesar 0, ZoB1 sebesar 1, ZoB2 0.75, ZoB3 sebesar 0.5. Pada Minggu-2 Jumlah Daun perlakuan Zo sebesar 0.5, ZoB1 2.75, ZoB2 1.75, ZoB3 1.5. Pada Minggu-3 Jumlah Daun perlakuan Zo 1.25, ZoB1 6.75, ZoB2 4.25, ZoB3 2.75. Pada Minggu-4 Jumlah Daun perlakuan Zo 2.5, ZoB1 8.5, ZoB2, 6.25 dan ZoB3 5.25. Pada Minggu5 Jumlah Daun perlakuan Zo 4.25, ZoB1 11.5, ZoB2 8.25 dan ZoB3 8.25. Jumlah Daun tertinggi yaitu pada Minggu-5 perlakuan ZoB1 sebesar 11.5. Kata kunci: Tanaman Anggur, ZPT, bawan merah, air kelapa, lidah buaya i ABSTRACT The grape plant (Vitis vinifera) has been a symbol of sustainability, flavor, and culture throughout human history. Grapes (vitis spp) are fruit plants in the form of climbing shrubs that belong to the Vitaceae family. This plant is in the form of a bush, woody stem, cylindricalin shape, brownish in color, rough surface. The direction of growth of climbing stems, the direction of growth of twisting branches. Grapes are also a fruit plant that is popular with many people, because they taste delicious, fresh, sweet or sour. This research aims to study the use of varying doses of onion growth regulators, coconut water and aloe vera in producing a good response to grape plants. This research was carried out using a 4x2 Factorial Design based on a Completely Randomized Design (CRD) with 4 replications, so that 8 combinations and 32 experimental units were obtained. Observation of plants through percentage success, shoot length (cm) and number of leaves (strands). The results of the research in this thesis are; In Week 1, the number of leaves treated with Zo was 0, ZoB1 was 1, ZoB2 was 0.75, ZoB3 was 0.5. In Week 2, the number of leaves treated with Zo was 0.5, ZoB1 2.75, ZoB2 1.75, ZoB3 1.5. In Week 3, the number of leaves treated Zo was 1.25, ZoB1 6.75, ZoB2 4.25, ZoB3 2.75. In Week 4, the number of leaves in treatment Zo was 2.5, ZoB1 8.5, ZoB2, 6.25 and ZoB3 5.25. In Week 5, the number of leaves in the treatment Zo was 4.25, ZoB1 11.5, ZoB2 8.25 and ZoB3 8.25. The highest number of leaves was in Week 5 of the ZoB1 treatment at 11.5. Key words: Grape Plant, ZPT, red onions, coconut water, aloe ver ii tersebut PENDAHULUAN menyebabkan daya beli Anggur ( vitis spp) merupakan masyarakat juga tinggi, namun belum tanaman buah berupa perdu merambat diimbangi dengan produksi buah yang termasuk ke dalam keluarga anggur yang mencukupi. Badan Pusat Vitaceae. Tumbuhan ini berbentuk Statistik (2017) menyebutkan data semak, Batang berkayu, berbentuk total produksi tanaman anggur di silindris, warna kecoklatan, permukaan Indonesia pada tahun 2014 mencapai kasar. Arah tumbuh batang memanjat, 11.146 ton, pada tahun 2015mencapai arah tumbuh cabang membelit. Anggur 11.410 ton dan 2016 menurun menjadi juga merupakan salah satu tanaman 9.507 ton. Produksi ini belum dapat buah-buahan yang banyak digemari oleh mencukupi permintaan yang seiring masyarakat, karena rasanya yang enak, dengan segar, manis, manis. penduduk dan berkurangnya jumlah Disamping itu buah anggur banyak lahan produktif membuat kebutuhan mengandung vitamin C, A, B6, K, dan anggur semakin meningkat. Daerah B1 (Sunaryono, 1981). Buah anggur potensial untuk pengembangan selain dikonsumsi sebagai buah segar anggur di Indonesia dapat diolah menjadi berbagai produk, Probolinggo. Daerah tersebut adalah antara lain dibuat menjadi kismis, buah daerah dengan keadaan iklim yang kaleng, menunjang dan atau asam dibotolkan sebagai bertambahnya jumlah adalah untuk pertumbuhan Anggur membutuhkan minuman seperti sirup, jus dan wine. anggur. Buah ketersediaan air tanah yang cukup, ini juga dikenal karena mengandung banyak senyawa polifenol yaitu dan resveratrol yang berperan aktif kapasitas lapang, jika ketersediaan air dalam berbagai metabolisme tubuh, tidak serta mampu mencegah terbentuknya menyebabkan tanaman mengalami sel kanker dan berbagai penyakit kekurangan lainnya. mengakibatkan kematian, selain itu, kondisi (2016) buah anggur mengandung yang mencukupi hara dalam keadaan maka sehingga akan dapat kekeringan. Kondisi kekeringan ini menyebabkan tingkat vitamin C sebanyak 23,23 mg/100 g. vitamin tanah dampak dari kekurangan air adalah Menurut Marhumah et al. Kandungan air produksi menurun. Kondisi kekeringan tinggi 1 salah satunya disebabkankarena waktu menyerap air lebih baik, pemilihan pemberian air yang tidak tepat atau varietas untuk batang bawah ini interval penyiraman yang terlalu sebelumnya belum diketahui panjang sehingga menyebabkan toleransinya terhadap cekaman tanaman mengalami kekurangan air kekeringan. Varietas anggur yang berlangsung dalam waktu cukup yangtoleran kekeringan tersebut akan lama dan berdampak pada proses menjadi potensi untuk dikembangkan fotosintesis yang terhenti,metabolisme pada lahan-lahan kering di Indonesia tanaman terhambat, dan akhirnya sehingga dapat digunakan sebagai mengalami kematian. Kondisi seperti rekomendasi ini pemuliaan tanaman. tanaman sedang mengalami untuk program cekaman kekeringan dimana tingkat ZPT ( zat pengatur tumbuh) transpirasi lebih tinggi dari pada air adalah persenyawaan organik yang yang masuk kedalam tubuh tanaman. dalam jumlah sedikit saja dapat Permasalahan dapat diatasi tersebut dengan merangsang, menghambat atau menanam mengubah pola pertumbuhan dan tanaman yang toleran dengan kondisi digunakan sebagai batang bawah kekeringan menguji untuk perbanyakan secara vegetatif beberapa varietas tanaman dengan (teknik sambung), teknik ini memiliki interval penyiraman tertentu, dalam peluang hasil produksi yang lebih baik pengujian tersebut perlu dilakukan dibandingkan dengan teknik lainnya. penanaman berbagai varietas dengan Teknik ini memerlukan batang bawah kondisi kekeringan. dengan akar yang kuat dan mampu Pemilihan varietas tersebut didasarkan menyerap air lebih baik, pemilihan pada varietas yang banyak digunakan varietas untuk batang bawah ini sebagai untuk sebelumnya belum diketahui perbanyakan secara vegetatif (teknik toleransinya terhadap cekaman sambung), teknik ini memiliki peluang kekeringan. Varietas anggur hasil baik yangtoleran kekeringan tersebut akan dibandingkan dengan teknik lainnya. menjadi potensi untuk dikembangkan Teknik ini memerlukan batang bawah pada lahan-lahan kering di Indonesia dengan akar yang kuat dan mampu sehingga dapat digunakan sebagai dengan cara tercekam batang produksi bawah yang lebih 1 rekomendasi untuk program pada tiap dosis ZPT alami dan kimia pemuliaan tanaman. yang berbeda. Pemberian ZPT alami untuk dilakukan setiap seminggu sekali perbanyakan secara vegetatif (teknik dengan kombinasi bawang merah 50 sambung), teknik ini memiliki peluang ml/L + air kelapa 50 ml/L + Lidah hasil buaya Batang bawah produksi yang lebih baik 50 m1/L dan kombinasi dibandingkan dengan teknik lainnya. ketiganya dengan total 150 ml/L per Teknik ini memerlukan batang bawah tanaman. dengan akar yang kuat dan mampu Zat pengatur tanaman dapat menyerap air lebih baik, pemilihan diproduksi oleh tanaman sendiri dan varietas untuk batang bawah ini seringkali dalam sebelumnya belum diketahui sehingga diperlukan toleransinya terhadap cekaman sumber dari luar (Tustiyani, 2017). kekeringan. Varietas anggur Bawang merah, air kelapa serta Lidah yangtoleran kekeringan tersebut akan buaya merupakan ZPT alami yang menjadi potensi untuk dikembangkan dapat membantu pertumbuhan stek pada lahan-lahan kering di Indonesia anggur. sehingga dapat digunakan sebagai mengandung auksin dan vitamin B1 rekomendasi untuk merangsang pertumbuhan awal untuk program pemuliaan tanaman. Ekstrak jumlah sedikit penambahan bawang merah stek batang tanaman (Aprilyani et al., ZPT ( zat pengatur tumbuh) 2018). Waktu muncul tunas stek adalah persenyawaan organik yang tanaman dapat dipercepat dengan dalam jumlah sedikit saja dapat rangsangan auksin eksogen (Asmi dan merangsang, atau Hadriatni, 2018). Beniwal et al., mengubah pola pertumbuhan dan (2022) menyatakan bahwa aplikasi perkembangan ZPT ZPT pada stek anggur berpengaruh mengandung hormon pertumbuhan pada jumlah akar dan panjang akar berupa hormon auksin dan gibberellin, stek tanaman anggur. Penelitian yang sehingga dapat memacu pertumbuhan dilakukan pertumbuhan stek. Namun dalam mengetahui pengaruh penelitian tidak aplikasi berbagai macam ZPT memberikan pengaruh yang nyata alami dan asal bahan stek menghambat yang tanaman. dilakukan 1 pertujuan untuk terhadap keberhasilan stek Penelitian 2 Faktor anggur yang diamati. METODE PENELITIAN Kombina si Kotrol B1 Rancangan Penelitian Pelaksanaan penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial B2 4x2 dengan dasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) 4 ZO ZoB 1 Z3B 2 Z2B 1 ZoB 1 B1 ulangan, B2 sehingga diperoleh8 kombinasi dan Z1 Z1B 1 Z1B 2 Z1B 2 Z3B 1 Z2 Z2B 1 ZoB 2 Z3B 2 ZoB 1 Z3 Z3B 1 Z2B 2 Z2B 1 Z1B 1 32 unit percobaan. Factor yang digunakan dalam penelitian ini dengan 2 faktor, yaitu : • Factor berbagai pertama macam 3.1.2 Prosedur penelitian awal aplikasi ZPT Prosedur alami, awal dilakukan dengan persiapan media terdapat 4 taraf yaitu (Z0: tanpa tanam berupa tanah dicampur ZPT alami), (Z1 : Ekstrak bawang dengan sekam bakar perbandingan merah), (Z2: Air kelapa), (Z3: 2:1. Lidah buaya). • penelitian • faktor kedua adalah asal Pembuatan zat pengatur tumbuh alami ekstrak bawang bahan stek dengan 2 taraf (B1: merah Bagian Tengah) dan (B2: Bagian dilakukan dengan menghaluskan 5 siung bawang Pangkal). Setiap unit percobaan merah ditanam 1 buah stek sehingga dan disaring hingga didapatkan ekstrak bawang merah bahan yang dibutuhkan 32 bahan konsentrasi tanam. Area penempatan stek di 100%, selanjutnya diambil sebanyak 630 ml dan beri naungan paranet 50% serta ditambah aquades sebanyak 70 ml bagian lantai area di siram setiap sehingga didapatkan ekstrak bawang siang guna menurunkan suhu dan merah konsentrasi 90%. meningkatkan kelembapan. • Tabel 1:1 Kombinasi Perlakuan 1 ZPT air kelapa konsentrasi 90% didapatkan dengan mencampurkan 900ml air kelapa waktu muncul tunas (HST), murni dengan aquades. panjang akar (cm), jumlah akar, • ZPT lidah buaya konsentrasi jumlah tunas, berat segar akar dengan (g), dan berat kering akar(g). 1gram/liter ditambah dengan aquades 250 HASIL DAN PEMBAHASAN ml. 3.1.3 Prosedur Pembuatan Stek Batang Anggur • Pembuatan bahan 4.1 stek batang anggur dilakukan dari 4.1.1 Pengamatan Pengamatan Pada Anggur batang tersier bagian tengah dan pangkal dengan panjang kurang lebih 15 cm dan 3 mata tunas dilakuka perendaman menggunakan Bahan stek bagian tengah dan zpt bawang,kelapa,dan lidah buaya pangkal selanjutnya direndam wadah yang larutan sesuai sebelumnya,batang berisi perlakuan stek anggur,untuk penumbuhan batang masuk ke dalam media. penyiraman pada pagi akar dari batang HST telah berakar siap dipindahkan ke dilakukan hari mempercepat anggur,setelah stek batang anggur 36 meliputi yang menggunakan cocopeat sebagai penimbunan batang selanjutnya Pemeliharaa siap ketempat persemaian,dengan ditanam sedalam 1/8 bagian • anggur dipindahkan selama 3 jam sedalam 4 cm. Batang Percobaan Tanaman Setelah stek batang anggur dipotong miring sebesar 450. dalam Stek 4.1.1.1 Umur Mulai Berakar ( MST) kemudian pada bagian pangkal • Hasil Penelitian polibag serta pengendalian gulma dilakukan dengan mencabut 4.1.1.2 Umur Mulai Bertunas tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar stek. parameter keberhasilan Jika sudah memasuki umur 4 Pengamatan minggu setelah tanam, stek batang stek anggurakan muncul tunas. tanaman anggur dilakukan pada 4.2 Rata-rata/ Pengamatan parameter 1 keberhasilan pada stek tanaman anggur Menurut hasil sidik ragam menunjukan bahwa pemberian ZPT bawang merah memberikan hasil yang optimal dengan rata-rata jumlah daun di minggu ke lima 9,25 helai Gambar di atas menunjukan bahwa pada pengamatan minggu pertama sampai minggu ke lima rata- rata pertumbuhan tinggi tanaman tertinggi pada perlakuan kombinasi Zob1 dan Zob2 yaitu 8,25%. daun. Dalam hal ini dapat di simpulkan bahwa pemberian ZPT bawang merah memberikan hasil terbaik untuk jumlah lebih sedikit. Namun ZPT bawang merah yang berlebih tidak baik dalam pertumbuh jumlah daun menyebabkan tanaman tersebut akan terbakar di setelah hari tumbuh tunas, maka tunas tersebut layu. Ting 9. 4 4 3 3 2 2 2 1.25 0 M M 7 3 2 M 6. 6. 6 4. M M Zo Tabel 1:4 di atas merupakan grafik Tinggi Tunas. Pada Minggu1 Tinggi Tunas perlakuan Zo sebesar 0 cm, ZoB1 sebesar 2 cm, ZoB2 1.25 cm, ZoB3 sebesar 2 cm. Pada Minggu-2 Tinggi Tunas perlakuan Zo sebesar 0 cm, ZoB1 3 cm, ZoB2 2 cm, ZoB3 3 cm. Pada Minggu-3 Tinggi Tunas perlakuan Zo 1 cm, ZoB1 4 cm, ZoB2 3.75 cm, ZoB3 4.5 cm. Pada Minggu4 Tinggi Tunasperlakuan Zo 2 cm, ZoB1 6.25 cm, ZoB2, 4.75 cm dan ZoB3 6.5 cm. Pada Minggu-5 Tinggi Tunas perlakuan Zo 3 cm, ZoB1 9.25 cm, ZoB2 6.75 cm dan ZoB3 7.5 cm. Tinggi Tunas tertinggi yaitu pada Minggu-5 perlakuan ZoB1 sebesar 9.25 cm. Tabel Rata-rata pertumbuhan Rata-rata tinggi tunas tanaman jumlah anggur stek batang dari minggu pada M1 HST,M2 HST,M3 HST, M4 HST, M5 pertama sampai minggu kelima hari setelah tanam daun HST dengan pemberian zpt. percobaan Jumlah daun diatas menunjukan kombinasi tanpa ZPT, bawang bahwa pada pengamatan minggu merah, air kelapa, dan lidah buaya pertama sampai minggu kelima terhadap pertumbuhan stek batang rata-rata jumlah daun tertinggi anggur. pada perlakuan kombinasi Z3b2 1 dengan 5 siung bawang merah dengan dengan konsentrasi 100% 11,5 memahami Pengaruh Variasi Zat helai daun. Pengatur Sedangkan jumlah daun terndah pertumbuhan dan perkembangan pada perlakuan kombinasi ZO tanaman tanpa ZPT yaitu 4,25 helai daun. disimpulkan : Hasil dari ragam analisis dari menunjukan 1) bahwa Tumbuh anggur, untuk terhadap maka dapat Anggur merupakan tanaman buah merambat yang termasuk dalam keluargaVitaceae. bawang meran dan tanpa ZPT pengaruh lapangan sidik interaksi antara pemberian ZPT memberikan studi Buah anggur dapat dimanfaatkan tidak atau dijadikan berbagai produk berbeda nyata. seperti minuman wine, selai, jus Gambar di atas merupakan grafik anggur, kismis, buah kaleng atau Jumlah Daun. Pada Minggu-1 Jumlah dapat dikonsumsi langsung. Daun perlakuan Zo sebesar 0, ZoB1 Anggur diklasifikasikan sebagai sebesar 1, ZoB2 0.75, ZoB3 sebesar berikut Kingdom: Plantae, Divisi: 0.5. Pada Minggu-2 Jumlah Daun perlakuan Zo sebesar 0.5, ZoB1 2.75, Magnoliophyta, ZoB2 1.75, ZoB3 1.5. Pada Minggu-3 Magnoliopsida, Jumlah Daun perlakuan Zo 1.25, ZoB1 Famili: Vitaceae, Genus: Vitis, 6.75, ZoB2 4.25, ZoB3 2.75. Pada Species: Vitis spp. Vitis spp. Minggu-4 Jumlah Daun perlakuan Zo Spesies anggur yang terkenal dan 2.5, ZoB1 8.5, ZoB2, 6.25 dan ZoB3 banyak 5.25. Pada Minggu-5 Jumlah Daun Indonesia adalah Vitis vinifera dan perlakuan Zo 4.25, ZoB1 11.5, ZoB2 Vitis 8.25 dan ZoB3 8.25. Jumlah Daun tertinggi yaitu pada Ordo: Vitales, budidayakan labrusca.Morfologi di dari tanaman anggur ini memiliki jenis Minggu-5 akar perlakuan ZoB1 sebesar 11.5. 5.1 di Kelas: yaitu akar tunggang. Batangnya beruas- ruas, berbuku- Kesimpulan buku serta berkayu. Setiap buku Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, baik batang mempunyai mata tunas. dengan Kulit batang dan cabang yang melakukan studi literatur untk masih muda berwarna hijau tetapi menjadi landasan teori maupun setelah 1 tua berubah menjadi cokelat. 2021 Feb 16]. Tersedia dari: https://www.bps.go.id. 2) Zat pengatur tumbuh ( ZPT) adalah senyawa organic alami atau sintetis mempromosikan, [BPS] Badan Pusat Statistik. 2019. yang Statistik Tanaman Buah Buahan mengahmbat dan Sayuran Tahunan [internet]. atau memodifikasi pertumbuhan [diakses kualitatif https://www.bps.go.id. dan perkembangan 2021 Feb 12]. tanaman. Menurut jenisnya, ZPT Agus S dan Sukadi. 2017. Perbanyakan digolongkan ke dalam 5 jenis, baik tanaman anggur dengan stek- yang alami maupun buatan. Yang sambung alami diantaranya auksin ( auxins), Hortikultura sitokonin ( cytokinins), giberelin ( Tanaman giberelins, GA), etilena (etena untuk zat teknologi diaplikasikan. dan Buah http://hortikultura.litbang.pertani pengatur an.go.id/IPTEK/2017/2.Agus%2 meningkatkan 0Sugiyatno-Anggur.pdf produksi tanaman merupakan salah satu Jeruk Penelitian 4];13:710. acid, ABA). tumbuh Balai Iptek Subtropika. [diakses 2021 Juni ETH), dan asam absisat ( abcisic Pemanfaatan (stekbung). yang Zat Amalia D, Andriani A, Saptadi D. 2019. dapat Toleransi pengatur beberapa varietas tumbuh alami umumnya langsung anggur (Vitis Spp.) terhadap tersedia di alam dan berasal dari cekaman kekeringan. J agr sci. bahan organik, contohnya bawang [diakses 2021 Juni 7]; 4(2):1 25- merah, air kelapa , lidah buaya dan 131.https://www.researchgate.n ekstraksi dari bagian tanaman et/publication/335548548_Toler maupun mikroorganisme. ansi_Beberapa_Varietas_Anggu r_Vitis_Spp_Terhadap_Cekama n_Kekeringan DAFTAR PUSTAKA [BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Nilai impor beberapa komoditas hortikultura. [internet]. [diakses 1 Budiyati E, Apriyanti L. 2015. Bertanam Anggur. Jakarta(ID). Agriflo Chervin C, Aked J, Crisosto C H. 2012. Crop Post-Harvest: and Technology. Science Blackwell Publishing Ltd. UK. [diakses 2021 Juli 5] http://ucce.ucdavis.edu/files/dat astore/234-2456.pdf Climate Data Store. 2021. ERA5 hourly data on single levels from 1979 to present. Copernicus. European Commission. [diakses 2022 Januari 13]. DOI: 10.24381/cds.bd0915c6 Dami I, Boedelon B, Ferree D, Brown M, Ellis M, Williams R, Doohan D. 2005. Dewi TQ. 2014. Tanaman Buah dalam Pot Rajin Berbuah. Jakarta(ID) :Penebar Swadaya. FAO. 2021. Data FAOSTAT. Food and Agriculture Organization of the United Nation (FAO). [internet]. [diakses 2021 Nov 25]. Tersedia dari : https://ww 1