Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. REALITA BIMBINGAN DAN KONSELING Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan DEWAN REDAKASI Pelindung dan Penasehat : Prof. Drs. Kusno. DEA. Ph. : Drs. Wayan Tamba. Penanggung Jawab : Farida Herna Astuti. Ketua Penyunting : Mustakim. Sekertaris Penyunting : Hariadi Ahmad. Keuangan : Junain Huri Penyunting Ahli Prof. Dr. Gede Sedanayasa. Prof. Dr. Wayan Maba Dr. Hj. Jumailiyah. MM Dr. Gunawan. Dr. Hari Witono. Penyunting Pelaksana : 1. Dr. Abdurrahman. : 2. Mujiburrahman. : 3. Drs. I Made Gunawan. Pelaksana Ketatalaksanaan Ahmad Muzanni. Baiq Sarlita Kartiani. Chaerul Anam. Distributor : Nuraeni. Pd. Desain Cover : Hardiansyah. MM. Alamat Redaksi: Redaksi Jurnal Realita Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Mataram Gedung Dwitiya. Lt. 3 Jalan Pemuda No. 59 A Mataram Telp. Email : bk_fip@ikipmataram. Web : ojs. Jurnal Realita Bimbingan dan Konseling menerima naskah tulisan penulis yang original . elum pernah diterbitkan sebelumny. dalam bentuk soft file, office word document (CD/Flashdisk/Emai. yang diterbitkan setiap bulan April dan Oktober setiap tahun. Diterbitkan Oleh: Program Studi Bimbingan dan Konseling. FIP IKIP Mataram. Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. DAFTAR ISI Halaman I Made Sonny Gunawan dan Nurul Huda Menumbuhkan Empati Sebagai Upaya Meningkatkan Nilai-Nilai Moralitas Siswa Melalui Pelayanan Bimbingan dan Konseling . 467 - 476 Abdurrahman dan Farida Herna Astuti Analisis Pengembangan Kurikulum Model Beauchamp di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam . 477 Ae 481 Hariadi Ahmad. Mustakim, dan Syafaruddin Hubungan antara Penyesuaian Diri dengan Berpikir Positif Siswa Kelas Vi SMP Negeri 1 Seteluk Kabupaten Sumbawa Barat . 482 Ae 494 Suaibun Peran Dongeng dalam Revolusi Mental . 495 Ae 500 Zainal Mustamiin dan M. Samsul Hadi Penerapan Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Tipe Pemodelan dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk Sekolah Dasar . 501 Ae 508 Wiwiek Zainar Sri Utami Hubungan antara Pola Asuh Otoriter dengan Sikap Egois pada Siswa Kelas Vi di SMPN 13 Mataram . 509 Ae 516 Fero Sasri Julita. Syarafuddin, dan Ahmad Muzanni Pengaruh Konseling Solution Focused Brief Therapy (Sfb. Terhadap Kontrol Diri Siswa Kelas Vi Di Smpn 6 Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat . 517 Ae 524 Aluh Hartati. Baiq Sarlita Kartiani. M Chairul Anam Pengaruh Konseling Behavioristik Terhadap Prilaku Agresif Belajar Siswa 525 - 535 Lalu Jaswandi dan M. Zainal Mustamiin Pembelajaran Berbasis Etnomatematika dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa Sekolah Dasar . 536 Ae 543 Eneng Garnika dan Ni Ketut Alit Suarti Pengaruh Dukungan Orang Tua Terhadap Kemandirian Anak Usia Dini di PAUD Permata Bangsa . 544 - 551 Menik Aryani. Baiq Rohiyatun, dan Fathul Azmi Hubungan Kepala Sekolah Sebagai Administrator dengan Kinerja Staf TU di Mts Se-Kecamatan Praya Timur . 552 Ae 559 Khairiyaturrizkyah, dan Nuraeni Hubungan antara Pola Asuh Demokratis dengan Disiplin Belajarp pada Siswa di SMA Negeri 1 Labuapi . 560 Ae 566 Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. Fitri Astutik, dan Muzakkir Pengembangan Sistem Informasi Penelitian Dan Pengabdian Masyarkat LPPM IKIP Mataram dalam Meningkatkan Motivasi Riset Dosen Internal 567 Ae 572 Zulkarnaen Potensi Sosial Emosi Anak Usia 4-5 Tahun . 573 - 586 Aliahardi Winata Pengaruh Penggunaan Waktu Mengakses Internet dan Handphone Terhadap Disiplin Belajar Siswa di Lombok . 587 - 595 Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. ANALISIS PENGEMBANGAN KURIKULUM MODEL BEAUCHAMP DI MADRASAH IBTIDAIYAH NURUL ISLAM Abdurrahman dan Farida Herna Astuti Dosen Pascasarjana Bahasa Inggris Program Studi Bahasa Inggris FPBS IKIP Mataram. Dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling. FIP IKIP Mataram Email: abdurbanyu50@gmail. faridaherna675@gmail. Nomor HP: 081915858359 ABSTRAK Pengembangan kurikulum mempunyai makna yaitu penyusunan kurikulum yang sama sekali baru atau bisa juga menyempurnakan kurikulum yang telah ada. Untuk memudahkan pengembangan kurikulum diperlukan sebuah rancangan yang dapat membantu dalam prosesnya. Dan model memberikan manfaat sebagai pedoman untuk melakukan kegitan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela menerapkan langkah-langkah pengembangan kurikulum model Beuchamp. Sehingga bisa dikatan bahwa dalam pengembangan kurikulum di madrasah juga merujuk kepada kaidah-kaidah yang di rumuskan oleh ahli kurikulum. Fokus penelitian ini adalah melihat sejauh mana model pengembangan kurikulum beucamp digunakan di madrasah ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela Jl. Swasembada IX. Karang Pule Sekarbela ?. pendekatan dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara tidak terstruktur dan teknik dokumentasi. Adapun hasil yang diperoleh adalah Madrasah menetapkan wilayah dalam pengembangan kurikulum, madrasah dalam perumusan kurikulum melibatkan seluas-luasnya warga sekolah seperti kepala Madrasah, guru sekolah secara keseluruhan dan komite sekolah, memiliki tim ahli dalam pengembangan kurikulum, guru dilibatkan dari awal dalam perumusan kurikulum, madrasah melakukan penilaain untuk mengetahui keberhasilan siswa. Kata Kunci: Pengembangan kurikulum. Model Beauchamp. PENDAHULUAN Tujuan Penelitian Beauchamp Madrasah Nurul Islam Sekarbela. Ruang lingkup penelitian ini adalah model dikembangkan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam. Adapun setting penelitian ini yaitu di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam di Jl Swasembada IX. Karang Pule sekarbela. Kabupaten Lombok Barat. Konsep dasar kurikulum macammacam defenisi yang diberikan tentang Lazimnya dipandang sebagai suatu rencana yang disusun untuk melancarkan prosese belajar mengajar dibawah bimbingan dan tanggung jawab sekolah atau lembaga pendidikan beserta staf pengajaranya. Kurikulum juga dapat diartikan sebagai disediakan untuk membelajarkan siswa. Dengan program ini para siswa Aburrahman dan Farida Herna Astuti Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. melakukan berbagai kegiatan belajar, perkembangan tingkah laku siswa sesuai Dengan kata lain sekolah menyediakan lingkungan bagi siswa yang memberikan kesempatan belajar. Itu sebabnya, suatu kurikulum harus disusun sedemikian rupa agar maksud tersebut dapat tercapai. Kurikulum tidak terbatas pada sejumlah mata pelajaran saja, melainkan meliputi segala sesuatu yang dapat mempengaruhi perkembangan siswa yang pada giliranya dapat secara efektif. Semua kesempatan dan kegiatan yang akan dan perlu dilakukan oleh siswan direncanakan dalam suatu Dan komponen-komponen dalam kurikulum meliputi: Tujan, isi, straregi dan metode dan evaluasi. Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasill yang diharapkan. Komponen isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan pengalaman belajar yang harus dimiliki oleh siswa. Isi kurikulum itu menyangkut semua aspek baik yang berhubungan pelajaran yang biasanya tergambar pada isi setiap mata pelajaran yang diberikan maupun aktivitas dan kegiatan siswa. Komponen strategi dan metode dalam pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan merupakan yang memiliki peran yang sangat penting, sebab kurikulum dan komponen evaluasi, komponen ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kurikulum, melalui evaluasi dapat ditentukan nilai arti kurikulum perlu pertahankan atau tidak, dan bagian-bagian mana yang harus Evaluasi merupakan komponen untuk melihat efektivitas pencapaian belajar. Kurikulum dipersiapkan dan kembangkan untuk mencapai tujuan peserta didik agar mereka dapat hidup di Makna dapat hidup dapat hidup di masyarakat itu memiliki arti luas, yang bukan saja berhubungan dengan kemampuan peserta didik untuk menginternalisasikan nilai atau hidup sesuai dengan norma-norma masyarakat, akan tetapi juga pendidikan harus berisi tentang pemberian pengalaman agar dapat mengembangkan kemampuanya sesuai dengan minat dan bakat mereka. Pengertian model pengembangan kurikulum. Aua model is a mental picture that helps us understanding something we cannot see or experience directlyAy. Dorin et all. , on lin. sedangkankan Briggs (Ghafur, 1982: . mengartikan model sebagai seperangkat prosedur yang berurutan untuk mewujudkan suatu proses, seperti penilaian kebutuhan, dan Model merupakan ulasan teoritis tentang suatu konsepsi dasar. Model juga bisa diartikan sebagai tiruan atau miniatur dari benda atau proses sebenarnya. Model ini bisa berupa benda bisa juga berupa prosedur atau gambaran langkah sistematis suatu Dalam kegiatan pengembangan kurikulum, model merupakan ulasan teoritis tentang prosese pengembangan kurikulum secara menyeluruh atau dapat pula hanya merupakan ulasan tentang salah satu komponen kurikulum. Ada satu model yang memberikan ulasan tentang keseluruhan proseses kurikulum. Akan tetapi, ada pula yang hanya Sedangkan kurikulum merupakan suatu istilah yang mencangkup perencanaan, penerapan, dan penilaian. Karena penembangan kurikulum memeiliki implikaasi terhadap adanya perubahan dan perbaikan maka terkadang juga disamakan dengan istilah Aburrahman dan Farida Herna Astuti Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. perbaikan kurikulum. Meskipun pada banyak kasus sebenarya perbaikan itu merupakan akibat dari adanya akibat dari adanya pengmbangan . livia, 1992:. Dengan pengembangan kurikulum itu adalah gambaran sistematis mengenai prosedur yang ditempuh dalam melakukan aktivitas penegmbangan kurikulum. Yaitu proses perencanaan pelaksanaan . ji cob. , dan penilaian kurikulum, dimana inti dari aktivitas ini sebenarnya adalah pengambilan keputusan tentang komponen-komponen kurikulum yang akan dibuat. Model pengembangan kurikulum ini dikembangkan oleh Beauchamp seorang ahli kurikulum. Beauchamp . mengemukakan lima hal dalam proses pengembangan suatu kurikulum sebagai berikut: Menetapkan wilayah atau area yang akan melakukan perubahan suatu Wilayah itu bisa terjadi pada hanya satu sekolah atau kabupaten atau kota atau mungkin tingkat provinsi atau tingkat Penetapan arena ini ditentukan oleh wewenang yang dimiliki oleh pengambil kebijakan dalam pengembangan kurikulum. Menetapkan personalia, yaitu pihakpihak yang terlibat dalam proses pengembangan kurikulum. Pihakpihak yang harus dilibatkan dalam proses pengembangan kurikulum itu terdiri dari para ahli atau spesialis kurikulum, para ahli pendidikan termasuk di dalamnya para guru yang dianggap berpengalaman, seorang profesional dan tenaga lain dalam bidang pendidikan seperti pustakawan, laboran, konsultan Para profesional dalam masyarakat, politisi, industriawan dan pengusaha. Dalam proses pengembangan kurikulum semua kelompok yang itu perlu dirumuskan tugas dan peranannya secara jelas. Menetapkan organisasi dan prosedur yang akan ditempuh yaitu dalam hal merumuskan tujuan umum . tandar kompetens. dan tujuan khusus . ompetensi dasa. , memilih isi dan menentukan evaluasi. Keseluruhan prosedur tersebut selanjutnya dapat dibagi kedalam lima langkah yaitu: Membentuk kurikulum. Melakukan penalian terhadap kurikulum yang sedang berjalan. Melakukan studi atau Merumuskan kriteria dan alternatif pengembangan kurikulum. Menyusun dan menulis kurikulum yang dikehendaki. Implementasi kurikulum, pada tahap ini perlu disiapkan secara matang berbagai hal yang dapat berpengaruh baik langsung maupun tidak pemahaman guru tentang kurikulum, sarana atau fasilitas yang tersedia dalam manajemen sekolah. Melaksanakan evaluasi kurikulum yang menyangkut: Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum oleh guruguru di sekolah. Evaluasi terhadap Evaluasi keberhasilan belajar siswa. Evaluasi dari keseluruhan sistem kurikulum. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dimaksudkan mendeskripsikan sejauh mana model pengembangan Beuacham di kembangakan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam melalui pendekatan ini Aburrahman dan Farida Herna Astuti Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. gambaran tentang sejauh mana madrasah menggunakan langkah-langkah model pengembangan kurikulum Beuchamp. Data yang dimaksudkan dalam penelitian ini adalah informasi yang diperoleh melalui metode pengumpulan dokumentasi yang ada di lapangan tentang model pengembangan kurikulum yang digunakan di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam. Adapun sumber data dalam penelitian ini adalah : kepala Madrasah Ibtidaiyah Nurul Islam Sekarbela Pengumpulan data mengunakan teknik wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan Dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian menggunakan analisis data deskriptif. PAPARAN DATA DAN TEMUAN Paparan data dan temuanya adalah sebagai berikut: Berdasarkan teori Beaucham bahawa pengembangan kurikulum adalah menentukkan wilayah atau area yang akan melakukan perubahan. Hal ini telah terealisasi di Madrasah Nurul Islam. Berdasarkan data yang kami dapatkan bahwa sekolah ini berada di Jl. Swasembada IX. Karang Pule Dan berdasarkan kutipan wawancara dengan kepala madrasah bahawa setiap tahun madrasah Nurul Islam mengalami revisi kurikulum . engalami dengan situasi dan kondisi. Hal ini mengindikasikan bahwa madrasah Nurul Islam menerapkan model pengembangan Beuachamp langkah Langkah selanjutnya membentuk tim Tim pengembang kurikulum inilah yang merumuskan dan menyusun kurikulum. Yang mana diketuai koordinator bagian jawabnya adalah kepala madrasah dan dengan melibatkan semua guru dan komite sekolah. Dan beliau mnuturkan tim pengambang adalah tim ahli yang memiliki SK dan telah memiliki kualifikasi dibidangnya. Kemudian menetapkan prosedur yang akan ditempuh, dalam hal merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, memilih isi dan menetapkan evaluasi. Dalam langkah ini madrasah Nurul Islam telah merumuskan tujuan umum yaitu sebagai berikut: Mewujukan sekolah yang di kelola secara islami. Meningkatkan penyempurnaan kurikulum terpadu. Meningkatkan kualitas siswa di bidang akedimik dan non akedemik. Menumbuhkan kapasitas dan potensi siswa sesuai dengan bakat dan Memberikan keterampilan berakhlak qurani. Meningkatkan Mewujudkan pengelolaan yang yang efektif dan akuntabel dengan menerapkan standar kerja. Dan berdasarkan hasil dokumentasi kurikulum di MI Nurul Islam meliputi 12 mata pelajaran,2 muatan lokal, 6 pengembangan diri dan 2 program unggulan. Dan pada tahap keempat ini yaitu implementasi Berdasarkan beuachamp seperti pemahaman guru tentang kurikulum, dan berdasarkan hasil wawancara salah bentuk untuk memeberikan pemahaman kepada Aburrahman dan Farida Herna Astuti Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. guru terhadap kurikulum yang telah dirimuskan yaitu dari awal semua guru dilibatkan dalam perumusan dan bahkan pelibatan guru diawal perumusan kurikulum pasalnya gurulah yang mengerti dan tahu tentang kebutuan siswa. Artinya guru dapat merumuskan kurikulum berdasarkan kenutuhan siswanya di wilayah tersebut yang tentunya tak lepas dari kareteriskti wilayah Melaksanakan evaluasi kurikulum: dalam teori Beuachamp salah satu bentuk evaluasi adalah evaluasi keberhasilan anak didik dan itupun juga dilakukan oleh sekolah dari data yang kami dapatkan penilaain ini dilakukan diantaranya penilain pada dikukan siswa yaitu meliputi penilaian aspek pengetahuan, sikap dan produk. SIMPULAN Dalam pengembangkan kurikulum model beauchamp ada lima langkah yang dilakukan dan dari kelima langkah tersebut direlisasikan oleh madrasah Nurul Islam yaitu sebagai berikut: Madrasah madrasah nurul islam yang beralamat di Jl. Swasembada IX. Karang Pule Kabupaten Lombok Barat. Madrasah dalam perumusan kurikulum seluas-luasnya sekolah/madrasah Madrasah, keseluruhan dan komite sekolah. Madrasah pengemabangkan kurikulum ini memiliki tim ahli yang memiliki kualifikasi dalam bidangnya untuk membantu dalam proses Dan madrasah nurul islam telah merumuskan tujuan umum dan khusu dan adapun muatan kurikulum di MI Nurul Islam meliputi 12 mata pelajaran,2 muatan lokal, 6 pengembangan diri dan 2 program unggulan. Guru dilibatkan dari awal dalam perumusan kurikulum yang memberikan saran terhadap kebijakankebijakan yang tepat dan sesuai dengan kareteristik dan kebutuhan siswa. Madrasah melakukan penilaain untuk diantaranya penilain dalam pembelajaran meliputi penilaian aspek pengetahuan, sikap dan produk. DAFTAR REFERENSI Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Hidayat, . Pengembangan kurikulum Baru. Bandung: PT Remaja Rosda Karya. Nasution. Kurikulum dan Pengajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara. Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana Prenada Media Group . Sugiono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta. CV. Aburrahman dan Farida Herna Astuti Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1. INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MATARAM FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING Jurnal Realita Gedung Dwitiya Lt. Jln Pemuda 59A Mataram-NTB 83125 Tlp . 638991 e-mail: bk_fip@ikipmataram. web: ojs. PEDOMAN PENULISAN Naskah merupakan hasil penelitian atau kajian kepustakaan di bidang pendidikan, pengajaran dan pembelajaran. Naskah merupakan tulisan asli penulis dan belum pernah dipublikasikan sebelumnya dalam jurnal ilmiah lain. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris. Penulisan naskah mengikuti ketentuan sebagai berikut: Program Font Size Spasi Ukuran kertas MS Word Times New Roman Margin kiri 17 cm Margin kanan 3. 17 cm Margin atas 54 cm Margin bawah 2. 54 cm Maksimum 20 halaman Naskah ditulis dengan sistematika sebagai berikut: Judul . uruf biasa dan dicetak teba. , nama-nama penulis . anpa gelar akademi. , instansi penulis . rogram studi, jurusan, universita. , email dan nomor telpon penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan . anpa sub-judu. , metode penelitian . anpa sub-judu. , hasil dan pembahasan, simpulan dan saran . anpa sub-judu. , dan daftar pustaka. Judul secara ringkas dan jelas menggambarkan isi tulisan dan ditulis dalam huruf Keterangan tulisan berupa hasil penelitian dari sumber dana tertentu dapat dibuat dalam bentuk catatan kaki. Fotokopi halaman pengesahan laporan penelitian tersebut harus dilampirkan pada draf artikel. Nama-nama penulis ditulis lengkap tanpa gelar akademis. Alamat instansi penulis ditulis lengkap berupa nama sekolah atau program studi, nama jurusan dan nama perguruan tinggi. Penulis yang tidak berafiliasi pada sekolah atau perguruan tinggi dapat menyertakan alamat surat elektronik dan nomor telpon. Abstrak ditulis dalam 2 . bahasa: Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Naskah berbahasa Inggris didahului abstrak berbahasa Indonesia. Naskah berbahasa Indonesia didahului abstrak berbahasa Inggris. Panjang abstrak tidak lebih dari 200 kata. Jika diperlukan, tim redaksi dapat menyediakan bantuan penerjemahan abstrak kedalam bahasa Inggris. Kata kunci . ey word. dalam bahasa yang sesuai dengan bahasa yang dipergunakan dalam naskah tulisan dan berisi 3-5 kata yang benar-benar dipergunakan dalam naskah tulisan. Daftar Pustaka ditulis dengan berpedoman pada Pedoman Penulisan Karya Ilmiah IKIP Mataram. Jurnal Realita Volume 3 Nomor 5 Edisi April 2018 Bimbingan dan Konseling FIP IKIP Mataram ISSN . 3 Ae 1.