Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Rancangan Sistem Pengamanan Shelter DVOR di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado Design of a DVOR Shelter Security System at Sam Ratulangi International Airport Manado Rusman1. Rima Safitri2 rusmanatkpmks@gmail. com, rimasafitrii@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Dalam menunjang kelancaran operasional keselamatan penerbangan maka fasilitas penunjang keselamatan penerbangan perlu mendapat perawatan, pemeliharaan, serta pengawasan dan pengamanan yang mumpuni terkhusus pada peralatan fasilitas alat bantu navigasi penerbangan yaitu DVOR (Doppler Very High Frequency Omni Directional Rang. di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado yang tidak memiliki pengamanan yang memadai. Tujuan perancangan ini adalah untuk menghasilkan rancangan sistem pengaman shelter DVOR agar pengawasan dan pengamanan shelter DVOR lebih efektif. Metode rancangan sistem pengaman ini menggunakan sebuah sensor gerak atau disebut sensor PIR (Passive Infrared Receive. yang diintegrasikan dengan mikrokontroller. Apabila sensor PIR mendeteksi gerakan manusia maka akan memberi inputan ke mikrokontroller untuk Output dari mikrokontroller akan mengaktifkan alarm dan menampilkan informasi pada LCD (Liquid Crystal Displa. serta mengirimkan perintah kepada modul WAVECOM untuk melakukan panggilan ke ponsel security. Setelah security menutup panggilan tersebut maka akan muncul notifikasi berupa SMS untuk mematikan atau tetap menghidupkan alarm hingga security tiba di lokasi shelter DVOR. Rancangan sistem pengaman ini dapat membantu security dalam pengawasan dari jarak jauh serta meningkatkan keamanan pada area sekitar shelter DVOR agar dapat memantau dan meminimalisir tindakanAetindakan kriminal di area sekitar shelter DVOR. Kata kunci: rancangan. sistem kemananan. DVOR ABSTRACT For supporting the fluency of flight safety operations, the facilities supporting of the flight safety needed to get maintenance, monitoring and safeguard, especially on equipment facilities flight aid navigation namely DVOR (Doppler Very High Frequency Omni Directional Rang. at Sam Ratulangi International Airport in Manado that does not have adequate safeguards. The purpose of this design was to produce a security system of DVOR shelter in order the monitoring and safeguard DVOR shelter more effective. Method of this design of security system using a motion sensor also called PIR (Passive Infrared Receive. sensor which integrated with microcontroller. When the PIR sensor detects human Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 motion, it will give the input to microcontroller for processing. The output of microcontroller will activate the alarm and showing the information on the LCD (Liquid Crystal Displa. display and transmit commands to the module WAVECOM to make calls . peed dia. to any mobile security. After the security closes the call then the notification will appear in the form of SMS to turn off the alarm or keep to switch on the alarm until security arrived at the DVOR shelter location. The design of this security system was expected could help the security in monitoring from a long distance and improve the protection on the area around the DVOR shelter in order to monitor and minimize the action Ae of criminal acts in the area around DVOR shelter. Keywords: design. security system. DVOR PENDAHULUAN Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama untuk Suksesnya keselamatan dan keamanan penerbangan tidak terlepas dari tersedianya Sumber Daya Manusia yang ahli dibidangnya serta kehandalan keselamatan dan keamanan penerbangan. Salah penerbangan yaitu DVOR (Doppler Very High Frequency Omni Directional Rang. yang berfungsi sebagai fasilitas alat bantu navigasi Untuk mengoptimalkan fungsi dari peralatan navigasi tersebut perlu mendapat perawatan, pemeliharaan, serta pengawasan dan pengamanan sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Nomor: KM 54 Tahun 2004 tentang Program Pengamanan Penerbangan Sipil pada Bab V butir 7 huruf a, b, dan c yang berbunyi fasilitas navigasi dan fasilitas penting lainnya berupa di dalam dan/atau di luar kawasan bandar udara antara lain Radar. ILS. DVOR/DME. NDB. Antena Pemancar/Penerima/Relay (HF/VHF) Komunikasi darat ke Udara. Stasiun PKP-PK. Tanki Bahan Bakar. Instalasi Air. Hanggar. Daerah Cargo. Control Tower. dan Instalasi Tenaga Listrik (Utama/Cadanga. Fasilitas tersebut harus diberi pagar, penerangan dan diawasi/dijaga. Untuk masuk daerah fasilitas tersebut harus memiliki tanda izin masuk ke Audaerah terbatasAy. Seluruh bandar udara di Indonesia Standard Operational Procedure (SOP) Keamanan Fasilitas Telekomunikasi Penerbangan sebagaimana yang telah diatur dalam Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor: KP 25 Tahun 2014 tentang Petunjuk Dan Tata Cara Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil Bagian 171-06 pada butir 3. 3 nomor 1 huruf a bagian . yakni pengamanan penunjang sipil yaitu pengamanan fisik penunjang sipil peralatan yang berada pada area air site bandara terhadap Bangunan sipil yakni pengamanan oleh pihak security dengan membuat pos-pos penjagaan pada area-area vital peralatan, pengamanan di lokasi DVOR, lokasi G/P, lokasi Localizer, dan Lokasi General Operation. Pada bandar udara Internasional Sam Ratulangi Manado belum tersedia SOP. Peralatan navigasi (DVOR) yang terletak di daerah gunung Makaweimbeng dengan jarak sekitar A 50 km atau sekitar 2 jam perjalanan dari bandar udara, dimana sistem pengamanan yang efektif belum tersedia dikarenakan ketersediaan teknisi maupun security yang standby di area sekitar shelter DVOR belum memadai, sehingga sistem keamanan hanya dibatasi oleh pagar besi, serta pintu shelter masih menggunakan kunci pintu manual. Mengingat pentingnya pengawasan dan DVOR meminimalisir terjadinya tindak kriminal . mengakibatkan kerugian material serta dapat keselamatan penerbangan, maka diperlukan pengawasan dan pengamanan peralatan secara Salah satu sistem keamanan yang dapat diterapkan mengantisipasi kondisi tersebut yaitu dengan menggunakan sensor Passive Infrared Receiver (PIR) yang dapat mendeteksi gerakan . Sehingga apabila sensor PIR mendeteksi gerakan di area sekitar shelter DVOR, maka mikrokontroller mengaktifkan alarm serta indikator tampilan pada LCD (Liquid Crystal Displa. dan otomatis akan melakukan panggilan . peed dia. ke ponsel security dengan memanfaatkan Signal Modem. Tujuan rancangan penelitian ini adalah Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 pengamanan shelter peralatan DVOR di Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado METODE PERANCANGAN Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2016 sampai dengan Juni 2017 Di Area Shelter DVOR Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado. Metode perancangan menggunakan Hardware Sensor PIR dan Mikrokontroler yang dapat terkoneksi dengan handphone. HASIL DAN PEMBAHASAN Rancangan sistem pengaman ini terdiri atas sebuah sensor PIR (Passive Infrared Receive. yang dihubungkan dengan sebuah Saat sensor pir mendeteksi pergerakan manusia maka mikrokontroller akan memprosesnya, sehingga output dari mikrokontroler akan mengaktifkan Buzzer dan LCD. Mikrokontroller juga akan mengirimkan perintah at Command ke modem (Waveco. untuk melakukan panggilan ke nomor tujuan (Securit. dan akan mengirimkan notifikasi pilihan berupa SMS untuk mematikan atau tetap menghidupkan Buzzer (Alar. Blok diagram rancangan dapat dilihat Pada Gambar Gambar 1. Blok Diagram Rancangan (Sumber: Hasil Rancanga. Tahapan Perancangan Tahapan perancangan sistem pengaman ini pertama, yaitu penyediaan alat dan bahan komponen yang meliputi : Arduino UNO. Sensor PIR. Modem Wavecom Fastrack LCD. Buzzer. Ponsel. Adaptor. IC 7805. Elco 1000u/16V. Resistor 10kE. Optocoupler. Transistor. Relay. Saklar, dan Jumper. Tahapan yang kedua yaitu proses pembuatan rancangan. Langkah pertama yang dilakukan yaitu membuat gambar layout rangkaian pada papan PCB dengan menggunakan aplikasi software Altium Designer 10 yang dapat diintegrasikan dengan peralatan PCB Maker. Rangkaian layout dapat dilihat pada Gambar 2. Gambar 2. Rangkaian Layout (Sumber: Hasil Rancanga. Langkah selanjutnya yaitu memasang semua komponen pada papan PCB. Setelah semua komponen terpasang maka langkah selanjutnya adalah membuat mockup shelter DVOR dari akrilik. Dalam perancangan sistem pengaman ini mockup akan dibuat dengan perbandingan skala 1:25. Ukuran sebenarnya shelter DVOR memiliki panjang 4 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 3 meter. Untuk peletakan sensor pir digunakan perbandingan skala 1:17. Sensor pir diletakkan di ketinggian 2,5 meter dari lantai sehingga mockup sensor pir diletakkan dengan ketinggian 14 cm. Langkah selanjutnya yaitu pemograman Arduino programming/sketch pada board Arduino. Hal ini dilakukan agar setiap komponen terintegrasi dengan Arduino sehingga dapat bekerja sesuai Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Prinsip Kerja Rancangan Gambar 4. Tampilan Display (Sumber: Hasil Rancanga. Gambar 3. Diagram Cara kerja Rancangan (Sumber: Hasil Rancanga. Perancangan sistem pengaman ini dimulai dengan memasang sensor pir pada shelter DVOR dimana sensor pir diletakkan diatas pintu shelter. Kemudian perangkat sistem pengaman ini diberikan tegangan input 12 Volt dari adaptor kemudian dikonversikan menjadi 4-5 Volt. Selanjutnya sistem pengaman ini dinyalakan dengan menekan saklar yang terdapat pada perangkat mockup/box rancangan. Setelah perangkat aktif, maka sensor pir dalam keadaan standby dan siap untuk mendeteksi gerakan manusia. Sensor PIR ini akan bernilai 1 AuHighAy bila ada inputan dan akan bernilai 0 AuLowAy bila tak ada Apabila sensor pir pergerakan manusia, maka arduino akan mengeksekusi inputan tersebut. Mikrokontroler yang telah dimasukkan program didalamnya mengaktifkan alarm dan menampilkan informasi pada layar LCD yang dapat dilihat pada Gambar 4. Modem Wavecom yang dilengkapi dengan antenna akan melakukan panggilan ke nomor yang dituju. Nomor tujuan tersebut program/sketch arduino yang digunakan. Dalam hal ini nomor yang diinput yaitu nomor security bandara. Tampilan panggilan pada ponsel security dapat dilihat pada Gambar 5. Gambar 5. Tampilan Panggilan ke Ponsel (Sumber: Hasil Rancanga. Setelah panggilan diakhiri, maka modem wavecom kemudian akan mengirimkan notifikasi berupa SMS untuk mematikan alarm. Tampilan SMS dapat dilihat pada Gambar 6. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Pengujian Rancangan Pengujian merupakan proses uji coba pada alat, hal ini bermaksud untuk mengetahui alat dapat bekerja sesuai fungsinya atau tidak. Data hasil uji rancangan dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Hasil Uji Rancangan Vin VDC Gambar 6. Bentuk Tampilan Pesan (Sumber: Hasil Rancanga. Jar VO Obj Waktu Lama Lama (SMS) Respon 28 2,6 * M = Manusia Gambar 7. Bentuk Tampilan Balasan Pesan (Sumber: Hasil Rancanga. Jika security membalas SMS tersebut dengan mengetikkan tanda Au#Ay seperti yang terlihat pada Gambar 7, maka alarm akan mati dan sebaliknya, jika security tidak membalas pesan tersebut maka alarm akan tetap aktif. Alarm juga dapat dimatikan melalui saklar yang terdapat pada shelter DVOR saat security meninjau lokasi shelter untuk memastikan kondisi shelter DVOR. Setelah membalas pesan dari modem wavecom maka muncul tampilan pada LCD sebagai berikut : Gambar 8. Tampilan Display Status Aman (Sumber: Hasil Rancanga. Oo * S = Sekond Pada Tabel 1. dapat dilihat data hasil uji rancangan menunjukkan bahwa tegangan input rancangan sistem pengaman ini sebesar 5. VDC dan menghasilkan tegangan output 6 VDC. Dengan perbandingan skala peletakan sensor pir yang digunakan, yaitu skala 1 : 17. 85 dan sensor pir diletakkan di ketinggian 14 cm dari dasar lantai, maka sensor pir mampu mendeteksi manusia dengan rentang jarak dari 0 cm hingga 28 cm atau setara dengan 5 meter. Rancangan system pengaman ini membutuhkan waktu sekitar 3 second . untuk mendeteksi manusia, selanjutnya mikrokontroller mengolah dan melakukan panggilan selama A 22 detik dan mengirimkan pesan tanda bahaya dalam waktu A 9 detik. KESIMPULAN Rancangan Sistem Pengaman Shelter DVOR Sensor PIR Berbasis Mikrokontroller. Rancangan sistem pengaman ini bekerja saat adanya pergerakan yang terdeteksi oleh sensor PIR dengan jarak jangkauan maksimal 28 cm atau setara dengan 5 Mikrokontroller dengan modem wavecom pada rancangan sistem pengaman ini, security dapat sedini mungkin mengetahui apabila terjadi tindak Tida Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 kriminal/adanya penyusupan di area shelter DVOR. DAFTAR PUSTAKA