Ngabdimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNIVERSITAS MADURA p-ISSN 2808-3555, e-ISSN 2808-2907 Pelatihan Pembuatan Evaluasi Pembelajaran Berbasis Kecerdasan Buatan (AI) Menggunakan Brisk Teaching bagi Guru-Guru Sekolah Islam Terpadu Mukhlisiin Kabupaten Gowa Arfah1 Jurusan Matematika. FMIPA. Universitas Negeri Makassar Article history Received : 12-07-2025 Revised : 28-09-2025 Accepted : 30-09-2025 * arfah@unm. Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam evaluasi pembelajaran berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui pelatihan pemanfaatan Brisk Teaching. Pelatihan diikuti oleh 25 guru SD dan SMP Sekolah Islam Terpadu Mukhlisiin dengan pendekatan hands-on. Hasil evaluasi menunjukkan keberhasilan yang signifikan, dimana 84% peserta mencapai nilai 9-10 pada post-test dan 100% berhasil membuat instrumen evaluasi sesuai mata pelajaran. Tingkat kepuasan peserta mencapai 92,6%, menunjukkan materi yang relevan dan metode pelatihan yang efektif. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis guru tetapi juga membuka wawasan tentang evaluasi pembelajaran yang lebih efisien dan Disimpulkan bahwa Brisk Teaching efektif untuk transformasi evaluasi pembelajaran, sehingga direkomendasikan pembentukan komunitas praktisi dan integrasi literasi AI dalam pengembangan profesional guru berkelanjutan. Kata Kunci: Kecerdasan Buatan. Brisk Teaching. Literasi Digital. Abstract This community service aims to enhance teacher competence in Artificial Intelligence (AI)-based learning evaluation through training on the utilization of Brisk Teaching. The training was attended by 25 elementary and junior high school teachers from Sekolah Islam Terpadu Mukhlisiin using a hands-on approach. The evaluation results showed significant success, where 84% of participants achieved a score of 9-10 on the post-test and 100% successfully created evaluation instruments according to their The participant satisfaction rate reached 92. indicating relevant material and effective training methods. This training not only improved the technical competence of teachers but also opened insights into more efficient and varied learning It is concluded that Brisk Teaching is effective for the transformation of learning evaluation, thus recommending the establishment of a practitioner community and the integration of AI literacy in continuous teacher professional development. Keyword : Artificial Intelligence. Brisk Teaching. Digital Literacy. A 2025 Some rights reserved PENDAHULUAN Lanskap pendidikan global saat ini tidak hanya ditandai oleh Revolusi Industri 4. 0, tetapi telah memasuki gelombang transformasi yang lebih dalam dengan kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) Generatif. AI Generatif, yang dapat menghasilkan konten teks, gambar, dan audio yang orisinal, telah menjadi game-changer di (UNESCO, 2. Dalam konteks ini, peran guru dituntut untuk berevolusi dari sekedar penyampai informasi menjadi fasilitator yang menciptakan pengalaman belajar yang personal A 2025 Segala bentuk plagiarisme dan penyalahgunaan hak kekayaan intelektual akibat diterbitkannya paper pengabdian masyarakat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 dan mendalam. Tantangan utama yang dihadapi, termasuk oleh guru-guru di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Mukhlisiin, adalah bagaimana mengintegrasikan teknologi mutakhir ini secara efektif, efisien, dan etis ke dalam praktik pedagogis sehari-hari, khususnya dalam domain evaluasi pembelajaran. Evaluasi merupakan nadi dari proses pendidikan, berfungsi untuk mengukur pencapaian kompetensi, memberikan umpan balik, dan memandu langkah pembelajaran selanjutnya (Gronlund & Waugh, 2. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa proses evaluasi seringkali menjadi beban administratif . dministrative burde. yang besar bagi guru. Studi oleh Teacher Workload Survey di Inggris (Department for Education, 2. mengungkap bahwa guru menghabiskan rata-rata 5-8 jam per minggu hanya untuk kegiatan yang berkaitan dengan penilaian dan pemberian umpan balik. Beban ini berpotensi mengalihkan fokus guru dari aspek pedagogis yang lebih mendalam. Berdasarkan dan need assessment awal SIT Mukhlisiin, teridentifikasi bahwa sebagian besar guru telah mengenal platform evaluasi interaktif seperti Quizizz dan Google Forms. Namun, mereka masih menghadapi kendala mendasar dalam proses authoring atau evaluasi itu sendiri, yaitu: . Membutuhkan waktu lama untuk merumuskan soal-soal yang berkualitas dan sesuai dengan tingkat berpikir tinggi (HOTS). Kesulitan dalam membuat variasi soal untuk kebutuhan diferensiasi dan . Terbatasnya kemampuan untuk menganalisis respon siswa secara mendalam untuk dijadikan umpan balik yang Kondisi ini konsisten dengan temuan penelitian Fadhila dkk. bahwa beberapa memanfaatkan media berbasis TIK disebabkan oleh berbagai faktor, di antaranya kurangnya pemahaman terhadap teknologi, keterbatasan keterampilan dalam mengelola waktu serta merancang media pembelajaran, atau adanya metode lain yang dianggap lebih efektif dan sesuai dengan materi yang akan diajarkan dalam proses belajar mengajar. Lebih lanjut, penelitian oleh Celik et al. menekankan bahwa untuk mengintegrasikan AI dalam pendidikan, guru tidak hanya membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga kompetensi pedagogis yang . edagogical knowledge atau PCK) untuk menyeleksi dan menyelaraskan output AI dengan tujuan Di sinilah Brisk Teaching hadir sebagai solusi yang menjanjikan. Brisk Teaching adalah ekstensi peramban . gratis yang diintegrasikan dengan model AI generatif . eperti GPT-. yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan para pendidik (Brisk Technologies, 2. Keunggulan alat sejenis AI dalam konteks pendidikan telah mulai Sebuah studi eksperimen oleh BoroviN dkk . terhadap 100 guru menemukan bahwa kelompok guru yang menggunakan alat bantu AI seperti Brisk Teaching melaporkan pengurangan beban kerja persiapan evaluasi hingga 40% dibandingkan dengan kelompok Selain itu, kualitas soal yang dihasilkan dengan bantuan AI menunjukkan validitas isi dan konstruk yang setara dengan soal buatan guru, namun dengan variasi dan kompleksitas kognitif yang lebih beragam. Penelitian lain oleh Kasneci dkk. juga mengonfirmasi untuk personalized assessment, memungkinkan guru dengan mudah menyesuaikan tingkat kesulitan soal dengan profil individu siswa. Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 sebuah praktik yang sulit dilakukan secara manual dalam kelas yang padat. Berbeda dengan platform evaluasi biasa. Brisk Teaching tidak hanya menyediakan template, dalam menciptakan konten evaluasi. Fitur-fitur utamanya yang relevan dengan evaluasi antara AI-Assisted Question Generation: Guru dapat menyorot teks artikel online apa pun, dan Brisk akan secara otomatis menghasilkan berbagai jenis pertanyaan . ilihan ganda, benar-salah, esa. berdasarkan teks tersebut dalam hitungan detik. Quiz Creator: Guru dapat membuat kuis dari awal hanya dengan memberikan perintah . seperti "Buatkan 10 soal pilihan ganda tentang fotosintesis untuk kelas Vi SMP yang mencakup level analisis". Rubric Generator: Fitur memungkinkan guru membuat rubrik penilaian yang detail dan objektif untuk tugas esai atau proyek dengan cepat. Feedback Generator: Brisk menganalisis esai atau jawaban panjang siswa dan menghasilkan umpan balik yang konstruktif dan personal, yang dapat disesuaikan lebih lanjut oleh guru. Level Adjuster: Guru dapat dengan mudah menyesuaikan tingkat kesulitan suatu teks atau soal untuk menciptakan evaluasi yang terdiferensiasi. Keunggulan Brisk Teaching terletak pada kemampuannya mengintegrasikan pekerjaan guru secara langsung ke dalam alur kerja . , mengurangi switching cost dan meningkatkan Namun, potensi besar ini harus diimbangi dengan pelatihan yang memadai. Menurut model Technology Acceptance Model (TAM) yang dimodifikasi (Venkatesh & Bala, 2. , kemudahan penggunaan . ase of us. dan persepsi kegunaan . adalah faktor kunci dalam adopsi teknologi. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini difokuskan pada pelatihan pemanfaatan Brisk Teaching Melalui pendekatan hands-on, guru-guru SIT Mukhlisiin tidak hanya diedukasi tentang konsep AI dalam pendidikan, tetapi juga dibekali dengan keterampilan praktis untuk memanfaatkannya secara langsung, sehingga meningkatkan baik perceived ease of use maupun perceived Dengan mengadopsi Brisk Teaching, diharapkan terjadi lompatan produktivitas dan kualitas dalam proses evaluasi, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan mutu pembelajaran secara Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah: Memperkenalkan konsep AI dalam pendidikan dan platform Brisk Teaching pembelajaran kepada guru-guru SIT Mukhlisiin. Meningkatkan keterampilan literasi digital guru dalam mengoperasikan dan memanfaatkan berbagai fitur inti Brisk Teaching untuk menciptakan instrumen evaluasi . uis, rubri. Melatih guru dalam menggunakan fitur Brisk Teaching untuk melakukan diferensiasi assessment dan memberikan umpan balik yang personal kepada Mendorong terbentuknya komunitas praktisi among guru SIT Mukhlisiin Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 yang mampu dan berani memanfaatkan AI untuk tujuan pedagogis yang positif. kebutuhan spesifik terkait evaluasi dan hambatan penggunaan teknologi. Penyusunan modul kontekstual: Modul pelatihan disusun dengan contoh-contoh yang relevan dengan kurikulum dan mata pelajaran di SIT Mukhlisiin. Modul berisi panduan langkah-demilangkah instalasi ekstensi Brisk Teaching di Google Chrome dan pemanfaatan setiap fiturnya. 2 Tahap Pelaksanaan (Inti Pelatiha. Pelatihan menggunakan kombinasi metode untuk memastikan pemahaman konseptual dan keterampilan praktis: Demonstrasi Live dan Ceramah Interaktif . % wakt. : Sesi ini memperkenalkan landscape AI dalam pendidikan, etika penggunaan AI, serta melakukan demonstrasi langsung . ive dem. kemampuan Brisk Teaching. Setiap fitur (Question Generation. Quiz Creator. Rubric Generator, dl. ditampilkan secara visual dengan studi kasus nyata. Workshop Hands-On Terpandu . % wakt. : Ini adalah inti dari pelatihan. Peserta langsung mempraktikkan setiap fitur dengan panduan instruktur. Aktivitasnya meliputi: A Fitur "Create": Peserta membuat memberikan prompt yang A Fitur "Anything to Resource": Peserta mengunggah dokumen PDF . isalnya, materi aja. dan meminta Brisk untuk membuat rangkuman atau soal berdasarkan dokumen tersebut. METODE PELAKSANAAN Lokasi dan Waktu Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Sekolah Islam Terpadu Mukhlisiin. Kabupaten Gowa. Sulawesi Selatan, yang telah terhubung Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama satu hari pada hari Senin, 7 Juli 2025, dengan total alokasi waktu 8 jam pelatihan . jam pelatihan = 45 meni. Peserta Pelatihan Peserta dalam kegiatan ini adalah 35 orang guru aktif dari jenjang SD dan SMP di SIT Mukhlisiin. Komposisi peserta terdiri dari berbagai latar belakang mata pelajaran untuk memastikan keberagaman perspektif selama sesi praktik. Sebelum pelatihan, dilakukan pemetaan awal terhadap tingkat melek teknologi peserta untuk membantu penyusunan kelompok selama sesi hands-on. Metode Pendekatan dan Pelaksanaan Pendekatan utama yang digunakan adalah Model Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan Fokus pada Produk, yang menekankan pada kemampuan peserta untuk menghasilkan output nyata . nstrument evaluas. yang langsung dapat digunakan di kelas (Kirkpatrick & Kirkpatrick, 2. Pelaksanaan kegiatan dibagi ke dalam tiga tahap komprehensif: 1 Tahap Persiapan (Pra-Pelatiha. Need assessment mendalam: Dilakukan melalui FGD (Focus Group Discussio. dengan perwakilan guru dan wawancara dengan kepala sekolah untuk menggali Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 Fitur "Level Adjuster": Peserta berlatih menyesuaikan tingkat kesulitan sebuah teks untuk siswa dengan kemampuan berbeda. A Fitur "Give Feedback": Peserta berlatih menggunakan Brisk untuk simulasi dan menyempurnakan umpan balik yang dihasilkan oleh AI. Sesi desain assessmen dan peer review . % wakt. : Peserta mendesain sebuah rencana evaluasi untuk topik ajar mereka Brisk Teaching, kemudian saling mempresentasikan dan memberikan masukan dalam kelompok Sesi ini mendorong kolaborasi dan refleksi pedagogis. Evaluasi Keberhasilan Keberhasilan pelatihan diukur secara multiaspek menggunakan model Kirkpatrick. Medel evaluasi ini memberikan arah yang jelas dalam memberikan titik berat yang penting pada hasil . pelatihan terhadap kinerja sebuah Adapun aspek yan diukur adalah sebagai berikut. Level 1 Ae Reaksi: Diukur melalui angket kepuasan peserta yang menilai relevansi kemanfaatan pelatihan. Level 2 - Pembelajaran: Diukur A Posttest: Skor untuk mengukur peningkatan pengetahuan kognitif. A Penilaian Produk (Authentic Assessmen. : Setiap diharuskan menghasilkan minimal dua produk jadi: . satu kuis yang dibuat dengan fitur Quiz Creator. A dan . satu rubrik penilaian yang dibuat dengan Rubric Generator. Produk ini dinilai berdasarkan akurasi konten, kompleksitas dengan tujuan pembelajaran. Observasi Kinerja: Pengamat menilai keterampilan prosedural sesi handson menggunakan checklist. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pelatihan 1 Kemampuan Konseptual Berdasarkan hasil post-test yang diikuti oleh 25 peserta, diperoleh distribusi nilai sebagai berikut: sebanyak 15 peserta . ,0%) mencapai nilai sempurna 10, disusul 6 peserta . ,0%) dengan nilai 9, sementara 2 peserta . ,0%) memperoleh nilai 8 dan 2 peserta lainnya . ,0%) meraih nilai 7. Secara keseluruhan, 84% peserta . berhasil mencapai nilai sangat memuaskan pada rentang 9-10, sementara 16% peserta . berada pada kategori cukup dengan nilai 7-8. Tingginya pencapaian hasil post-test ini menguasai materi pelatihan dengan sangat baik, khususnya dalam aspek pemahaman konseptual tentang pemanfaatan AI untuk evaluasi Hasil ini menjadi bukti efektivitas metode pelatihan yang diterapkan, dimana pendekatan hands-on dan materi yang kontekstual mampu mentransfer pengetahuan kompleks tentang teknologi AI menjadi sesuatu yang mudah dipahami dan diaplikasikan oleh para guru. Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 2 Keterampilan Praktis dan Produk Pelatihan konsep AI. Data ini mengonfirmasi bahwa kualitas penyampaian materi menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pelatihan. Berdasarkan observasi selama pelatihan, seluruh peserta menunjukkan antusiasme dan keaktifan yang tinggi dalam setiap sesi. Partisipasi aktif ini terwujud dalam bentuk pertanyaan pemandu, serta interaksi kolaboratif yang terjalin ketika menghadapi kendala teknis. Yang lebih membanggakan, 100% peserta menggunakan Brisk Teaching yang sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampu. Dalam aspek relevansi dan kemanfaatan, 80% peserta menyatakan materi pelatihan "relevan" dan "sangat relevan" dengan kebutuhan pengembangan soal literasi dan numerasi di sekolah mereka. Sebanyak 73,3% peserta merasa materi "membantu" dan "sangat membantu" dalam memahami pemanfaatan AI, kesesuaian materi dengan kurikulum saat ini. Konsistensi penilaian positif ini menunjukkan bahwa pelatihan berhasil menjawab kebutuhan nyata guru dalam menghadapi tantangan evaluasi pembelajaran di era digital. Dari segi kualitas produk, 90% peserta berhasil membuat soal dengan tipe yang beragam dan memanfaatkan fitur Brisk Teaching secara Beberapa pencapaian kreatif patut dicatat, seperti guru Pendidikan Agama Islam yang berhasil membuat soal dengan teks bahasa Arab, guru Matematika yang mengintegrasikan gambar diagram dalam soal cerita numerasi, serta guru Bahasa Inggris yang membuat soal reading comprehension dengan variasi tingkat Kemampuan memproduksi instrumen evaluasi yang kontekstual dan berkualitas dalam waktu singkat ini membuktikan bahwa Brisk Teaching dapat diadopsi secara cepat dan efektif oleh guru dari berbagai latar belakang mata pelajaran. Evaluasi terhadap metode dan fasilitas pelatihan menunjukkan bahwa 66,7% peserta menilai kualitas media dan alat bantu sebagai "baik" dan "sangat baik". Namun, dalam hal alokasi waktu, hanya 53,3% peserta yang merasa waktu praktik "mencukupi" dan "sangat mencukupi", mengindikasikan perlunya penyesuaian alokasi waktu untuk sesi praktik pada pelatihan serupa di masa datang. Meskipun demikian, 73,3% peserta tetap menilai efektivitas metode pelatihan sebagai "efektif" dan "sangat efektif". Pada aspek kemudahan penggunaan dan kualitas contoh, 60% peserta merasa teknik penggunaan AI "mudah" dipahami, sementara 73,3% peserta menilai kualitas contoh soal sebagai "baik" dan "sangat baik". Data ini mengonfirmasi bahwa meskipun teknologi AI tergolong baru, dengan pendekatan yang tepat, guru dapat mengadopsinya dengan relatif 3 Tingkat Kepuasan Peserta Tingkat kejelasan materi yang disampaikan pelatih mendapat apresiasi tinggi dari peserta, dimana 93,3% menilai sebagai "jelas" dan "sangat jelas". Hal serupa terlihat pada penilaian terhadap kompetensi pelatih, dengan 86,7% peserta memberikan penilaian "baik" dan "sangat baik" untuk kemampuan menjelaskan Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 2 Pembahasan peran AI sebagai force multiplier dalam Keberhasilan peserta dalam menguasai materi pelatihan tercermin dari tingginya nilai posttest, dimana 84% peserta mencapai nilai 9-10. Kemampuan peserta dalam menghasilkan produk evaluasi yang kontekstual dan berkualitas hanya dalam waktu singkat membuktikan bahwa Brisk Teaching dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tantangan penyusunan instrumen evaluasi yang selama ini dihadapi guru. Berdasarkan refleksi pelaksanaan kegiatan, diperoleh beberapa lesson learned berharga. Perlunya alokasi waktu praktik yang lebih panjang untuk memantapkan keterampilan, pentingnya sesi lanjutan tentang prompt engineering yang lebih advance, kebutuhan membangun komunitas praktisi untuk berbagi pengalaman penggunaan Brisk Teaching, serta pentingnya integrasi prinsip pedagogis dalam penggunaan output AI menjadi masukan berharga untuk pengembangan program serupa di masa depan. Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan kompetensi teknis guru, tetapi juga membuka wawasan tentang paradigma baru dalam evaluasi pembelajaran yang lebih efisien, personal, dan berkualitas. Tingkat kepuasan peserta yang tinggi pada aspek kejelasan materi . ,3%) dan relevansi . %) menjadi fondasi penting keberhasilan Beberapa utamanya antara lain desain materi yang aplikatif dan langsung terkait dengan kebutuhan guru, pendekatan praktik langsung yang memungkinkan peserta mengalami langsung manfaat AI, serta dukungan teknis yang responsif selama sesi praktik. Namun, pelatihan ini juga mengidentifikasi beberapa area perbaikan, seperti kebutuhan akan alokasi waktu praktik yang lebih panjang, mengingat 33,3% peserta merasa waktu yang disediakan kurang SIMPULAN Berdasarkan masyarakat, dapat disimpulkan bahwa pelatihan pemanfaatan Brisk Teaching sebagai alat evaluasi pembelajaran berbasis AI bagi guruguru SIT Mukhlisiin meningkatkan kompetensi guru secara Hal ini tercermin dari hasil post-test dimana 84% peserta mencapai nilai 9-10, dan 100% peserta berhasil membuat instrumen evaluasi sesuai mata pelajaran masing-masing. Tingkat kepuasan peserta mencapai 92,6%, menunjukkan bahwa materi pelatihan relevan dengan kebutuhan dan metode yang digunakan Pendekatan hands-on terbukti mampu pemanfaatan AI untuk menciptakan evaluasi yang variatif, personal, dan efisien. Keberhasilan pelatihan ini memiliki implikasi penting bagi pengembangan profesional guru. Kemampuan guru dalam memproduksi soal yang kontekstual dan berkualitas dalam waktu singkat membuka peluang untuk efisiensi waktu dalam penyusunan instrumen evaluasi, peningkatan kualitas soal melalui variasi dan kompleksitas kognitif, serta implementasi diferensiasi assessment yang lebih personal sesuai kebutuhan siswa. Temuan ini sejalan dengan penelitian Kasneci dkk. tentang Arfah. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ngabdimas Unira. Volume 5 Nomor 2 Oktober 2025: 9-17 SARAN BoroviN. KovasiN. M, & AleksiN-MaslaN,K. The Use of the Gen Ai Tool Brisk Teaching in the Educational Process and Its Impact on Student Motivation, 2025 MIPRO 48th ICT and Electronics Convention. Opatija. Croatia, 2025, pp. 715-719, doi:10. 1109/MIPRO65660. Berdasarkan temuan tersebut, diajukan Bagi disarankan membentuk komunitas praktisi pengembangan evaluasi berbasis AI. Bagi guru, perlu konsisten menerapkan keterampilan yang diperoleh dan aktif berbagi praktik baik dengan rekan sejawat. Bagi peneliti selanjutnya, disarankan mengembangkan modul lanjutan tentang teknik prompt engineering dan meneliti dampak implementasi terhadap hasil belajar Terakhir, bagi pemangku kebijakan, perlu mempertimbangkan integrasi literasi AI dalam program pengembangan profesional guru berkelanjutan untuk mendukung transformasi pendidikan di Indonesia. Department for Education. Teacher workload survey 2019. [Laporan Pemerintah Inggri. https://assets. uk/media/5e12fcb7e5274a0f9e82 e4fd/teacher_workload_survey_2019_m ain_report_amended. Gronlund. , & Waugh. Assessment Student Achievement . th ed. Pearson. Fadhila. Faisal. , & Syawaluddin. Analisis Hambatan Guru Dalam Memanfaatkan Media Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Di Sekolah Dasar. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 9. , 2597-4424. UCAPAN TERIMA KASIH Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ketua Yayasan Muklisiin untuk memberikan izin untuk melakukan pelatihan di SD dan SMP IT Mukhlisiin. Penulis terimakasih kepada para guru-guru SD dan SMP IT Mukhlisiin untuk meluangkan waktu mengikuti pelatihan yang penulis adakah sebagai bentuk pelaksanaan salah satu komponen Tridarma perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Kasneci. Sessler. Kychemann. Bannert. Dementieva. Fischer, . Gasser. Groh. Gynnemann. Hyllermeier. Krusche. Kutyniok, . Michaeli. Nerdel. Pfeffer. Poquet. Sailer. Schmidt. Seidel. A Kasneci. ChatGPT for good? On opportunities and challenges of large language models for education. Learning & Individual Differences, https://doi. org/10. 1016/j. DAFTAR PUSTAKA