Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. PENERAPAN MANAJEMEN PEMBELAJARAN DALAM PENGEMBANGAN PENGELOLAAN KELAS DI MADRASAH ALIYAH NEGERI (MAN ) 1 SITUBONDO Ridwan Efendi1. Sumarsi2 e-mail: ridwanefendi146@gmail. com1, sumarsi. sastra@gmail. Sekolah Tinggi Agama Islam Ahmad Sibawayhie Situbondo1 Institut Agama Islam Negeri Sorong2 ABSTRAK Penerapan manajemen pembelajaran dalam pengembangan pengelolaan kelas bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan kondusif. Manajemen pembelajaran melibatkan berbagai strategi yang dirancang untuk mengelola interaksi antara guru dan siswa, serta memfasilitasi proses belajar-mengajar secara optimal. Dalam konteks ini, guru berperan sebagai fasilitator yang tidak hanya memberikan materi, tetapi juga mendorong siswa untuk berpartisipasi aktif melalui diskusi, kerja kelompok, dan Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Dengan lokasi di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo. Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan bahwa Madrasah tersebut mengalmi peningkatan prestasi yang dicapai dengan sekarang, peningkatkan kualitas menjadikan Madrasah mampu bersaing dengan tingkat. Teknik pengumpulan datanya melalui obervasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui reduksi data, penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasilnya adalah . model pengelolaan kelas menekankan pada pembelajaran aktif dan partisipatif, integrasi nilainilai keagamaan, serta penerapan disiplin yang baik. Guru bertindak sebagai fasilitator, mendorong siswa untuk terlibat dalam diskusi dan kerja kelompok, sehingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Penggunaan model pengelolaan kelas memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dengan pendekatan aktif dan partisipatif, siswa lebih terlibat dalam proses belajar, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi. Selain itu, integrasi nilai-nilai karakter Islami dalam pengelolaan kelas menciptakan suasana yang disiplin dan saling menghormati, mendukung perkembangan akademik dan spiritual siswa secara seimbang. Kata kunci: manajemen pembelajaran, pengembangan, pengelolaan kelas ABSTRACT The application of learning management in developing classroom management aims to create an effective and conducive learning environment. Learning management involves various strategies designed to manage interactions between teachers and students, as well as facilitate the teaching and learning process optimally. In this context, the teacher acts as a facilitator who not only provides material, but also encourages students to actively participate through discussions, group work, and presentations. This research is a descriptive study. With the location at Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo, the selection of the location was based on the consideration that the Madrasah had experienced an increase in achievements achieved now, improving quality making the Madrasah able to compete with the level. The data collection technique was through Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. observation, interviews and documentation. Data analysis through data reduction, presentation and drawing conclusions. The results are . the classroom management model emphasizes active and participatory learning, integration of religious values, and the implementation of good discipline. The teacher acts as a facilitator, encouraging students to engage in discussions and group work, thereby improving critical and collaborative thinking skills. The use of the classroom management model provides significant benefits in increasing student engagement and creating a positive learning With an active and participatory approach, students are more involved in the learning process, developing critical thinking and collaboration skills. In addition, the integration of Islamic character values in classroom management creates an atmosphere of discipline and mutual respect, supporting students' academic and spiritual development in a balanced manner. Keywords: learning management, development, class management Pendahuluan Rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan, merupakan salah satu dari masalah pendidikan yang sedang dihadapi bangsa Indonesia sampai saat Berbagai usaha telah dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional baik dengan pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi guru, pengadaan buku dan alat peraga, sarana pendidikan serta perbaikan manajemen sekolah dengan berbagai usaha itu ternyata belum juga menunjukan peningkatan yang signifikan. Peran serta Madrasah dalam penyelenggaraan pendidikan selama ini masih kurang partisipasi guru dalam pengambilan keputusan sering terabaikan padahal terjadi atau tidak terjadi perubahan di sekolah sangat bergantung pada gurunya. Guru perlu memahami bahwa apapun yang dilakukan di ruang kelas saat pembelajaran berlangsung mempunyai pengaruh, baik positif atau negatif terhadap kualitas dan hasil pembelajaran. Seperti Cara guru menyajikan pembelajaran, bagaimana kegiatan pembelajaran dikelola di kelas, cara guru berinteraksi dengan siswa kiranya dilakukan oleh guru secara terencana dengan perbaikan dan perubahan baik dalam metode, strategi, media, maupun pengelolaan kelas yang terus dilakukan sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pembangunan Nasional yang dilaksanakan dewasa ini merupakan bukti kepedulian pemerintah terhadap setiap perubahan zaman yang semakin cepat. Berbagi sektor kehidupan telah mendapat perhatian yang serius dan termasuk sektor pendidikan. Dari tahun ketahun pemerintah mengadakan perubahan dan pembaharuan dibidang pendidikan dengan sasaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sejalan dengan itu Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pada Bab II Pasal 13 dikemukakan bahwa: Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemauan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dan bertujuan untuk perkembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggungjawab Lembaga pendidikan pertama-tama dituntut untuk melakukan perubahanperubahan strategi dalam bidang Manajemen. Dalam hal ini pengelolaan kelas dituntut untuk memiliki visi, tanggung jawab, wawasan, dan keterampilan manajerial yang Ia hendak dapat memainkan peran sebagai lokomotif perubahan menuju terciptanya madrasah yang berkualitas ( Abuddin Nata, 2003 ). Madrasah merupakan lembaga formal yang berfungsi membantu khususnya orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka. Madrasah memberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap kepada anak didiknya secara lengkap sesuai dengan yang mereka butuhkan. Semua fungsi sekolah tersebut tidak akan efektif apabila komponen dari sistem sekolah tidak berjalan dengan baik, karena kelemahan dari salah satu komponen akan berpengaruh pada komponen yang lain yang pada akhirnya akan berpengaruh juga pada jalannya sistem itu sendiri. salah satu dari bagian komponen sekolah adalah guru. Guru dituntut untuk mampu menguasai kurikulum, menguasai materi, menguasai metode, dan tidak kalah pentingnya guru juga harus mampu mengelola kelas sedemikian rupa sehingga pembelajaran berlangsung secara aktif, inovatif dan menyenangkan. Pengelolaan kelas yang efektif dan efisien sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang memuaskan. Pengelolaan sumber daya dan fasilitas atau sarana dan prasarana dalam madrasah meliputi enam objek pokok yaitu : kurikulum, dana, sarana dan prasarana, dan keterlibatan masyarakat yang kesemuanya perlu dikelola sebaik mungkin dengan memperhatikan fungsi-fungsi dasar manajemen, antara lain: Planning, organizing, actuating, dan controlling untuk proses pengelolaannya tentu mengkaji kembali visi, misi dan nilai yang melandasi pemecahan masalah yang dihadapi oleh manajemen. Dalam pelaksanaan pendidikan di madrasah/Sekolah terjadi interaksi dan komunikasi edukatif . ersifat mendidi. antara seseorang guru dan peserta didik. Kegiatan yang bernilai edukatif itu adalah kegiatan pembelajaran . kegiatan pembelajaran tersebut dilakukan di dalam suatu ruang kelas yang terlibat di dalamnya sejumlah peseta didik dan guru, yang saling Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. berinteraksi untuk mengadakan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu yang telah dirumuskan sebelum pembelajaran dilakukan. Pada hakikatnya seorang pendidik adalah seorang fasilitator. Fasilitator baik dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik, maupun kognitif. Seorang pendidik hendaknya mampu membangun suasana belajar yang kondusif untuk belajar-mandiri . elf-directed learnin. (Nada Febriani , 2. Ia juga hendaknya mampu menjadikan proses pembelajaran sebagai kegiatan eksplorasi diri. Pengelolaan kelas merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki guru. Pengelolaan kelas merupakan hal yang berbeda dengan pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran lebih menekankan pada kegiatan perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dalam suatu pembelajaran. Sedangkan pengelolaan kelas lebih berkaitan dengan upayaupaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar . embinaan rapport, penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produkti. , didalamnya mencakup pengaturan orang . eserta didi. dan Ada beberapa model pengelolaan kelas, yaitu: pengelolaan kelas Individual, pengelolaan kelas ( Jones Vern. Louise Jones, 2. Attention getting behaviors . ola perilaku mencari perhatia. Power seeking behaviors . ola perilaku menunjukkan kekuata. Revenge seeking behaviors . ola perilaku menunjukkan balas denda. Helplessness . eragaan Ketidakmampua. Keempat masalah individual tersebut akan tampak dalam berbagai bentuk tindakan atau perilaku menyimpang, yang tidak hanya akan merugikan dirinya sendiri tetapi juga dapat merugikan orang lain atau kelompok Tujuan yang ingin dicapai dalam Proses Pembelajaran adalah adanya proses pengelolaan kelas di MAN 1 Situbondo yang lebih efektif dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif Sehingga pengelolaan kelas di MAN 1 Situbondo ini dapat bersaing dengan Madrasah yang sederajatnya baik itu kualitasnya maupun kuantitasnya. Hal ini dapat dicapai secara optimal apabila pengelolaan madrasah yakni : pimpinan . epala madrasa. , guru dan karyawan benarbenar memperhatikan dedikasi dan loyalitas kerjanya masing-masing serta kelas/siswi menyadari dirinya sebagai peserta didik. Membina dan membimbing serta memberikan motivasi kelas kearah yang dicitacitakan, maka hubungan guru dan kelas harus bersifat edukatif selalu yang memiliki Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. tujuan tertentu yakni mendewasakan anak didik agar nantinya dapat berdiri sendiri, dapat mengemukakan dirinya secara utuh. Hal ini bukan suatu pekerjaan yang mudah tetapi memerlukan usaha yang serius. Model pengelolaan kelas yang dapat diterapkan di MAN 1 Situbondo ini, karena dinilai dari sumber daya manusianya atau pengelolahnya yang rata-rata sarjana Pendidikan, baik itu ilmu umum/ilmu agama dan mereka mengajar sesuai dengan keahlian mereka masing-masing. Tujuan pengelolaan kelas dapat dicapai dengan tanpa kendala yang berarti, hanya sayangnya manajemen pendidikan yang baik tidak selamanya kondusif, sebab suatu kondisi tertentu ada gangguan yang tidak dikehendaki datang tiba-tiba. Dengan hadirnya kendala spontanitas, suasana belajar biasanya tergantung yang ditandai dengan pecahnya konsentrasi anak didik. Tugas guru setelah peristiwa itu ialah mengembalikan perhatian anak didik kepada pelajaran yang disajikan oleh guru. Berdasarkan pada latar belakang yang telah dikemukakan tersebut di atas maka yang menjadi masalah pokok pada penelitian ini adalah bagaimana Penerapan Manajemen Pendidikan dalam Pengelolaan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo. Masalah pokok tersebut di atas dijabarkan dalam sub masalah sebagai berikut: Bagaimana Manajemen Pembelajaran dalam pengembangan dengan Model Pengelolaan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo? Bagaimana Manfaat Manajemen Pembelajaran dengan Penggunaan Model Pengelolaan Kelas Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo? Metode Penelitian Penelitian ini adalah penelitian deskriptif . escriptive researc. Penelitian deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada pada saat penelitian dilakukan. (Raco, 2. Adapun kajiannya menggunakan analisis kualitatif, yakni data yang terkumpul berbentuk kata-kata yang diuraikan secara Penelitian ini dilakukan pada kondisi yang alamiyah . atural settin. di mana obyek penelitiannya berkembang apa adanya sebagaimana yang terjadi, tidak dimanipulasi dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika obyek dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai key instrument . nstrumen kunc. yang langsung mengadakan pengamatan di lapangan, dan berinteraksi secara aktif dengan sumber data/informan untuk memperoleh data yang obyektif. ( Hardani, 2020 ) Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo. Pemilihan lokasi tersebut dengan pertimbangan bahwa Madrasah tersebut sedang dalam perbincangan tentang peningkatan prestasi yang dicapai dengan sekarang, peningkatkan kualitas menjadikan Madrasah mampu bersaing dengan tingkat Nasional dari beberbagai lomba, tentunya semua prestasai yang capai adalah bagian kerja keras dan dukungan guru pada kompetensi siswanya dan memerlukan kekompakan seluruh komponen Madrasah. Sedangkan yang menjadi Obyek dalam penelitian ini adalah seluruh komponen Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo. Analisis data ( Miles. Huberman dan Saldana 2. yang dilakukan adalah mencari dan Menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumen yang menjadi pendukung dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan dan Menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan akan dipelajari serta membuat kesimpulan. Sehingga mudah dipahami oleh penulis bagitupula pembaca. Analisis data menurut Miles dan Huberman dibagi dalam tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan, ketiga alur tersebut adalah reduksi data . ata reductio. , penyajian dan . ata Displa. dan penarikan kesimpulan. Melakukan pemeriksaan keabsahan data pada Penerapan Manajemen Pendidikan dalam Pengelolaan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo dilakukan dengan beberapa cara validasi uji kredibilitas Pembahasan Manajemen Pembelajaran dalam pengembangan dengan Model Pengelolaan Kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal agar tidak terjadi gangguan dalam proses Dengan kata lain, ialah kegiatan-kegiatan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses pembelajaran. Yang termasuk ke dalam hal ini misalnya adalah, penghentian tingkah laku anak didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian hadiah bagi ketetapan waktu penyelesaian tugas oleh kelas. Suatu kondisi belajar yang optimal dapat tercapai jika guru mampu mengatur anak didik dan sarana pengajaran serta mengendalikannya dalam suasana yang Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. menyenangkan untuk mencapai tujuan pengajaran. ( Saefullah, 2. Juga hubungan interpersonal yang baik antara guru dan anak didik, anak didik dan anak didik merupakan syarat keberhasilan pengelolaan kelas. Pengeloaan kelas yang efektif merupakan persyaratan mutlak bagi terjadinya proses pembelajaran yang efektif. Model pengelolaan kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo menekankan pada pembelajaran aktif dan partisipatif. Guru berperan sebagai fasilitator, mendorong siswa untuk terlibat dalam diskusi, kerja kelompok, dan Metode ini bertujuan agar siswa menjadi lebih mandiri, kritis, dan mampu berkolaborasi dalam memahami materi pelajaran, sehingga proses belajar tidak hanya bersifat satu arah tetapi lebih interaktif. Menurut pendapat ( Rusdiana, 2015 ) berpendapat bahwa: Pengelolaan kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan pembelajaran atau membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. Menurut pendapat ( Muhammad RifaAoI, 2. , mengatakan bahwa: Pengelolaan kelas adalah kemampuan guru atau wali kelas dalam mendayagunakan potensi kelas berupa pemberian kesempatan yang seluas-luasnya pada setiap personal untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang kreatif dan terarah sehingga waktu dan dana yang tersedia dapat dimanfaatkan secara efisien untuk melakukan kegiatan-kegiatan kelas yang berkaitan dengan kurikulum. Kedua definisi di atas memberikan gambaran, bahwa pengelolaan kelas yang dilakukan oleh guru guna untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan. Pengelolaan kelas ini sangat penting dalam kelancaran proses belajar mengajar. Salah satu bentuk pengelolaan kelas yang dimaksudkan adalah mendayagunakan potensi yang ada untuk mencapai terget Salah satu potensi yang dimaksud adalah penggunaan waktu yang seefisien mungkin. Selain itu. MAN Situbondo juga mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islami dalam setiap aktivitas pembelajaran. Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab diajarkan melalui pendekatan langsung dalam kelas serta diterapkan dalam interaksi sehari-hari antara guru dan siswa. Ini membantu menciptakan lingkungan kelas yang harmonis, di mana siswa dapat belajar dan berkembang dengan mengedepankan nilai-nilai keagamaan. Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Pengelolaan kelas merupakan salah satu komponen yang mendukung terjadinya pembelajaran yang efektif dalam kelas, sehingga dengan demikian pengelolaan kelas ini memiliki andil untuk meningkatkan kualitas pengajaran. Guru yang sangat berperan penting dalam pengelolaan kelas ini, sehingga dengan demikian guru dituntut untuk memiliki suatu keterampilan khusus dalam proses pembelajaran agar pembelajaran dalam kelas berjalan dengan dasar pencapaian Tujuan pembelajaran. ( Mona Zahara, 2. Oleh karena itu yang menjadi ruang lingkup pengelolaan kelas itu adalah sebagai beikut: Kesesuaian Materi dengan Metode Kesesuaian Materi dengan media Kesusaian Metode dengan Media Kesusaian Model Pembelajaran dengan realitas kelas. Prilaku, sikap, kreatifitas guru dalam kelas Administrasi guru dan kelas Kesiapan guru dalam mengajar. Suasana kelas. Setting interaksi guru dengan peserta didik Disiplin dan pengaturan kelas di MAN Situbondo juga dikelola dengan baik melalui aturan yang jelas dan konsisten. Guru memberikan bimbingan kepada siswa untuk tetap disiplin dan menghormati tata tertib, menciptakan suasana yang kondusif untuk pembelajaran. Selain itu, pendekatan personal oleh guru melalui bimbingan akademik membantu siswa dalam mengatasi kesulitan belajar, sehingga mereka dapat mencapai prestasi yang optimal. Penanaman disiplin diri. ( Abuddin Nata, 2003 ) Tujuan akhir dari pengelolaan kelas adalah anak didik dapat mengembangkan disiplin diri sendiri. karena itu, guru sebaiknya selalu mendorong anak didik untuk melaksanakan disiplin diri sendiri sendiri hendaknya menjadi teladan mengenai pengendalian diri dan pelaksanaan tanggung jawab. Jadi, guru harus berdisiplin dalam segala hal Manfaat Manajemen Pembelajaran dengan Penggunaan Model Pengelolaan Kelas Madrasah Aliyah Negeri 1 ( MAN ) Situbondo Penggunaan model pengelolaan kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo memberikan berbagai manfaat yang signifikan dalam mendukung proses belajar-mengajar. Salah satu manfaat utamanya adalah peningkatan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Dengan pendekatan yang aktif dan partisipatif, siswa menjadi lebih terlibat secara langsung dalam proses belajar, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Hal ini membantu siswa untuk lebih memahami materi pelajaran dan meningkatkan motivasi belajar mereka. Kegiatan belajar mengajar di dalam kelas memerlukan pengelolaan kelas yang efektif dan efisien salah satunya dengan menata tempat duduk siswa. ( Erwin Widiasworo, 2018 ). Tempat duduk siswa di dalam kelas dapat dikelola dalam klasikal, individual dan kelompok. Model pengelompokkan terpadu adalah kelompokan yang di bentuk dengan berbagai macam tujuan dan terdiri dari beberapa siswa yang memiliki latar belakang kemampuan pengetahuan sikap dan keterampilan yang berbeda Manfaat lainnya adalah terciptanya lingkungan belajar yang kondusif dan harmonis. Integrasi nilai-nilai keagamaan dalam pendidikan karakter di kelas tidak hanya membentuk akhlak yang baik pada siswa, tetapi juga menciptakan suasana kelas yang penuh dengan rasa saling menghormati dan disiplin. Lingkungan yang positif ini memungkinkan guru dan siswa untuk berinteraksi secara lebih efektif, mendukung perkembangan akademik dan spiritual siswa secara seimbang. Selain itu, pendekatan personal dari guru dalam memberikan bimbingan juga membantu siswa yang mengalami kesulitan belajar, sehingga mereka bisa mencapai potensi akademis yang optimal. Model pembelajaran koorporatif merupakan cara bekerjasama (Cooperati. antar siswa. Selain dapat mendorong tumbuhnya gagasan yang lebih bermutu dan meningkatkan kreatifitas siswa, juga merupakan nilai sosial bangsa Indonesia yang perlu dipertahankan seperti gotong royong. ( Novan Ardy Wiyani, 2. Model Coorperatif learning merupkan model pembelajaran yang lebih merupakan siswa sebagi subjek pendidikan, bukan sebagai obyek. Siswa diberi kebebasan untuk belajar bersama sesuai dengan keinginan dari dalam dirinya untuk belajar dengan sepenuh Quantum teaching ( Alfian Erwinsyah, 2017 ) mengupayakan belajar yang meriah dan menyenangkan dengan segala nuansanya, dengan menyertakan segala kaitan, interaksi dan perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Quantum teaching bersandar pada konsep bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkan dunia kita ke dunia mereka. Hal ini menunjukan, betapa pembelajaran dengan quantum teaching bukan hanya menawarkan materi yang mesti dipelajari siswa, tetapi jauh dari itu, siswa juga diajarkan bagaimana menciptakan hubungan sosio emosional yang baik dalam dan ketika belajar. Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. Manfaat lainnya adalah peningkatan keterlibatan dan motivasi siswa dalam Pembelajaran kooperatif menciptakan suasana yang lebih dinamis dan interaktif di kelas, di mana siswa merasa lebih dihargai dan berkontribusi dalam proses Hal ini juga membantu mengurangi rasa takut atau malu bertanya, karena mereka merasa lebih nyaman dalam diskusi kelompok. Dengan demikian, model ini tidak hanya meningkatkan hasil belajar secara akademis tetapi juga membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab siswa terhadap proses pembelajaran mereka sendiri. Kompetensi yang mengandung pengertian cakap . , berwenang, berkuasa dalam memutuskan atau menentukan sesuatu dan desain adalah suatu kerangka bentuk, rancangan atau pembuatan model. Secara sederhana inti desain pembelajaran adalah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan. ( Zuldrafrial, 2017 ). Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa kompetensi membuat desain instruksional adalah suatu kecakapan atau kemampuan menentukan langkah-langkah penetapan metode pembelajaran yang optimal untuk mencapai hasil yang diinginkan. Secara makro permasalahan yang menyangkut tentang kompetensi guru dalam perencanaan desain pembelajaran untuk (Agus Zaenul Fitri, 2017 ). Dalam implementasinya, guru sebagai pemegang otoritas dalam pembelajaran hanya memiliki standarisasi . he main oriente. dan untuk selanjutnya guru harus menterjemahkan dengan kreasinya sendiri dalam menyusun RPP dan strategi Untuk itu guru diharapkan memiliki pengalaman, wawasan, skill, profesionalisme, kompetensi dan kemapanan serta kesiapan secara personal . ife skill Seorang guru yang professional dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal, antara lain memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai,memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya,memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya,mempunyai jiwa kreatif dan produktif,mempunyai etos kerja dan komitmen tinggi terhadap profesinya, dan selalu profesi,internet buku seminar dan semacamnya. Dengan persyaratan semacam ini maka tugas seorang guru bukan lagi sebagai knowledge based tetapi lebih bersifat Penerapan Manajemen Pembelajaran Dalam Pengembangan Pengelolaan Kelas Di Madrasah Aliyah Negeri (MAN ) 1 Situbondo Ridwan Efendi1. Sumarsi2 Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Darussalam (JMPID) Vol. No. 2: 217-228. September 2024 ISSN: 2722-7146 (Media Onlin. competency based yang menekankan pada penguasaan secara optimal konsep keilmuan dan perekayasaan yang berdasarkan nilai etika dan moral. Kesimpulan Model pengelolaan kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo menekankan pada pembelajaran aktif dan partisipatif, integrasi nilai-nilai keagamaan, serta penerapan disiplin yang baik. Guru bertindak sebagai fasilitator, mendorong siswa untuk terlibat dalam diskusi dan kerja kelompok, sehingga meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan kolaboratif. Nilai-nilai karakter Islami, seperti kejujuran dan tanggung jawab, diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, menciptakan lingkungan belajar yang Selain itu, pendekatan personal dalam bimbingan akademik juga membantu siswa mengatasi tantangan belajar, memastikan suasana kelas yang kondusif bagi perkembangan akademis dan spiritual mereka. Penggunaan model pengelolaan kelas di Madrasah Aliyah Negeri 1 (MAN) Situbondo memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang positif. Dengan pendekatan aktif dan partisipatif, siswa lebih terlibat dalam proses belajar, mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kolaborasi. Selain itu, integrasi nilai-nilai karakter Islami dalam pengelolaan kelas menciptakan suasana yang disiplin dan saling menghormati, mendukung perkembangan akademik dan spiritual siswa secara seimbang. Pendekatan personal dari guru juga membantu siswa yang mengalami kesulitan, sehingga mereka dapat mencapai potensi belajar yang optimal. Daftar Pustaka