Jurnal Assyifa Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Jurnal AssyifaAo Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 ISSN 2528-3391 (Prin. ISSN 2776-3153 (Onlin. DOI: http://doi. org/10. Tersedia online di https://jurnalassyifa. Edukasi Personal Hygiene Saat Menstruasi Melalui Media Animasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Remaja Hyigeen's Personal Education During Menstruation Through Animation Media to Increase Adolescents' Knowledge Khaira Ulfa1. Sarah Nadiya2*. Mariyati3. Faridah Hanum1. Sri Andala1 Prodi Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Prodi S1 Ilmu Gizi STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Prodi D-i Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe Email: snsarahnadiya@gmail. ABSTRAK Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi seperti keputihan, infeksi saluran kemih, dan kanker serviks. Edukasi dengan media animasi dapat menjadi metode efektif untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang pentingnya menjaga kebersihan diri saat menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media animasi terhadap peningkatan pengetahuan remaja putri tentang personal hygiene saat menstruasi di Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah metode pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel sebanyak 35 remaja putri yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media animasi. Analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan remaja setelah diberikan edukasi menggunakan media animasi . ilai p < 0,. Dapat disimpulkan Edukasi menggunakan media animasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe. Kata Kunci: Edukasi. Media Animasi. Personal Hygiene. Menstruasi. Remaja ABSTRACT Adolescent girls' lack of knowledge about personal hygiene during menstruation can increase the risk of reproductive health disorders such as vaginal discharge, urinary tract infections, and cervical cancer. Education with animation media can be an effective method to increase adolescents' knowledge about the importance of maintaining personal hygiene during menstruation. This study aims to determine the influence of education using animation media on increasing the knowledge of adolescent girls about personal hygiene during menstruation in Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe. The research design used is a preexperimental method with a one group pretest-posttest approach. A sample of 35 young women was selected using accidental sampling techniques. Data was Jurnal Assyifa Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 collected through questionnaires before and after being given education using animation media. Data analysis was carried out with the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in adolescents' knowledge after being educated using animation media . value < 0. It can be concluded that education using animation media is effective in improving personal hygiene knowledge during menstruation in adolescent girls in Dayah Modern Ihyaussunnah Lhokseumawe. Keyword : Education. Animation Media. Personal Hygiene. Menstruation. Adolescents PENDAHULUAN Kesehatan reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem, fungsi dan proses reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Kesehatan reproduksi ini tidak saja bebas dari penyakit dan kecacatan, namun juga sehat mental dan social dari alat, sistem, fungsi serta proses reproduksi. Secara umum alat atau oegan reproduksi Wanita dibagi atas dua bagian yaitu alat kelamin atau genitalia luar dan alat kelamin bagian dalam. Organ luar terdiri dari vulva, monspubis, labia mayora,labia minora, klitoris, vestibulum, bulbus vestibuli, introitusvagina dan perineum. Sedangkan organ bagian dalam vagina atau liang kemaluan, uterus, tubafallopi dan uterus (Abdal et al. , 2. Menurut World Health Organization (WHO) kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan hanya bebas dari penyakit atau kecacatan dalam suatu yang berhubungan dengan sistem reproduksi, fungsi dan prosesnya. Kesehatan reproduksi berarti bahwa orang mampu memiliki kehidupan seks yang memuaskan dan aman serta mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk memutuskan kehendak sendiri dalam hal reproduksi (WHO, 2. Permasalahan remaja yang berkaitan dengan kesehatan, sering kali berakar dari kurangnya informasi, pemahaman dan kesadaran untuk mencapai keadaan sehat secara reproduksi. Masalah yang dihadapi wanita tiap bulannya berkaitan dengan menstruasi antara lain adalah mengalami keputihan sebanyak 19%, rasa gatal pada area genital sebanyak 25%, premenstrual sindrome 36%, rasa tidak nyaman selama menstruasi 35%, darah menstruasi yang sangat banyak 10%, mengalami kram perut. Salah satu penyebab keputihan adalah karena pratik kebersihan selama menstruasi yang tidak bersih (Nurhayati & Husnul Qothimah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, jumlah penduduk Indonesia tahun 2019 sebesar 268. 600 jiwa dengan jumlah remaja 900 jiwa. Ini berarti bahwa jumlah remaja sebesar 25. 09 persen dari total jumlah penduduk Indonesia (Topics et al. , 2. Berdasarkan data statistik tahun 2020 jumlah remaja putri di Aceh yaitu 1,2 juta jiwa berusia 15-24 tahun 69% mengalami keputihan patologi. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Aceh 2019, jumlah remaja yang dilayani dalam program kesehatan reproduksi terdapat 1500 jiwa, remaja yang terinfeksi penyakit seperti keputihan dan gatal-gatal sebanyak 47% (Dinas Kesehatan Aceh. Sedangkan jumlah yang mengalami gangguan siklus menstruasi adalah sebanyak 29,7% dari jumlah remaja yang ada (Dinas Kesehatan Aceh Utara. Jurnal Assyifa Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Personal hygiene adalah cara seseorang merawat diri untuk menjaga Pemeliharaan kebersihan pribadi penting untuk kenyamanan, keamanan, dan kesehatan individu (Fenti Hasnani. Suryati, 2. Daerah genitalia wanita merupakan daerah yang penting untuk dirawat, banyak dampak yang timbul apabila seorang wanita tidak memperhatikan kebersihan daerah Diantaranya adalah keputihan, bau tidak sedap, dll. Pubertas merupakan masa ketika seorang anak mengalami perubahan fisik, psikis, dan pematangan fungsi seksual. Masa pubertas dimulai saat berumur 8- 10 tahun dan berakhir diusia 15-16 tahun. Pada masa ini pertumbuhan dan perkembangan berlangsung dengan cepat. Pada remaja putri diawal pubertas akan ditandai dengan adanya proses menstruasi (Abdal et al. , 2. Masa menstruasi terjadi perubahan-perubahan psikologis pada remaja diantaranya adalah cemas terhadap menstruasi, mudah tersinggung atau marah, perubahan pola makan, serta malas melakukan aktivitas. Keadaan tersebut cenderung menimbulkan masalah kesehatan personal hygiene, seperti malas ganti pembalut saat menstruasi, mandi, menjaga kebersihan kulit kepala dan rambut serta seluruh tubuh (Riska Vatica et al. , 2. Untuk mencegah terjadinya keluhan dan kasus kesehatan reproduksi perlu dilakukan upaya pencegahan dengan memberikan penyuluhan pengelolaan kebersihan yang baik dan benar pada saat menstruasi. Diperlukan strategi dan media pembelajaran yang relevan dengan materi pembelajaran yang unik untuk menciptakan proses pembelajaran yang aktif dan efektif. Untuk mencapai hasil yang maksimal diperlukan metode atau media konseling yang tepat sesuai dengan sasaran konseling. Salah satunya dengan menggunakan media audio visual berupa animasi (R. Gultom et al. Media audio visual adalah salah satu media yang dapat digunakan dalam membantu jalannya pendidikan kesehatan. Media audio visual memberikan kontribusi yang besar terhadap aspek informasi dan persuasi dalam perubahan Hal ini disebabkan media audio visual memberikan stimulus pada pendengaran dan penglihatan sebanyak kurang lebih 75-87% dalam menyalurkan pengetahuan ke otak. Penggunaan media audio visual terkait personal hygiene menstruasi mampu memperjelas gambaran abstrak mengenai cara menjaga hygiene menstruasi. METODE Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Populasi adalah seluruh remaja putri di Dayah Modern Ihyausunnah, sampel 35 responden dipilih dengan accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah edukasi animasi. Analisis data dengan uji Wilcoxon menggunakan tingkat signifikansi p < 0,05. Analisa data dalam penelitian ini terdiri dari univariat dan bivariat. Analisa univariat untuk menjelaskan atau mendeskriptifkan karakteristik masingmasing variabel yang diteliti. Adapun variabel yang di analisis adalah pengaruh media animasi terhadap personal hygiene saat menstruasi pada remja putri. Analisis bivariat Menghubungkan variabel independen dengan variabel Dilakukan analisis bivariat dalam menganalisis adakah pengaruh variabel independent . dukasi menggunakan media animas. terhadap variabel dependen . eningkatan pengetahuan remaja tentang personal hygiene saat Jurnal Assyifa Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Dalam penelitian ini digunakan uji non parametric yaitu uji Wilcoxon . ji beda 2 kelompok berpasangan. HASIL Analisa Univariat Tabel 1: Karakteristik Responden . NO Karakteristik Responden Frekuensi Presentase (%) 57,1% 42,9% Usia Responden 16 Tahun 17 Tahun Tingkat Pendidikan Kelas XI SMA Pengalaman Menstruasi Sudah Belum Total Berdasarkan table 1 diketahui karakteristik responden berdasarkan usia 16 tahun sebanyak 20 frekuensi dengan presentase 57,1%, usia 17 tahun sebanyak 15 frekuensi dengan presentase 42,9%. Tingkat Pendidikan kelas XI SMA sebanyak 35 frekuensi dengan presentase 100%. Pengalaman menstruasi sudah sebanyak 35 frekuensi dengan presentase 100%, dan belum sebanyak 0 frekuensi dengan presentase 0%. Tabel 2 : Peningkatan pengetahuan remaja sebelum diberikan edukasi personal hygiene saat menstruasi dengan media animasi . Pengetahuan Pretest Frekuensi . Presentase (%) Baik Cukup 54,29% Kurang 45,71% Total Berdasarkan tabel 2 diperoleh hasil dari 35 responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang personal hygiene saat menstruasi sebelum diberikan intervensi yaitu 0 . %) responden, yang mempunyai pengetahuan cukup 19 . ,29%) responden, dan yang mempunyai pengetahuan kurang 16 . ,71%) Tabel 3 : Peningkatan pengetahuan remaja sesudah diberikan edukasi personal hygiene saat menstruasi dengan media animasi . Pengetahuan Postest Frekuensi . Presentase (%) Baik 68,57% Cukup 25,71% Kurang 5,71% Jurnal Assyifa Ilmu Kesehatan. Vol. No. Juli-Desember 2025 Total Berdasarkan tabel 3 diperoleh hasil dari 35 responden yang mempunyai pengetahuan baik tentang personal hygiene saat menstruasi sesudah diberikan intervensi yaitu 24 . ,57%) responden, yang mempunyai pengetahuan cukup 9 ,71%) responden, dan yang mempunyai pengetahuan kurang 2 . ,71%) Tabel 4 : Analisis edukasi personal hyigene saat mesntruasi melalui media animasi terhadap peningkatan remaja (=. Kategori Perubahan NegativeRanks(Postest