JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN IDENTIFIKASI PRODUK UNGGULAN JURUSAN ATPH SMKN 1 BORONG KABUPATEN MANGGARAI TIMUR Nicolaus Noywuli 1. Marten Umbu Kalek 2. Maria. Uran4. Igniosa Taus5. Victoria Ayu Puspita6. Karina Dhena Goda 7 Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Indonesia Alamat: Jl. Pierre Tendean. Tanalodu. Bajawa. Kabupaten Ngada. Nusa Tenggara Timur Email: nicolausnoywuli@gmail. Naskah diterima, direvisi, disetujui. Juni 2024. publikasi online Juli 2024 Abstract Borong 1 Public Vocational High School is one of the schools supported by Michael D. Ruslim from the Astra Education Foundation in East Manggarai Regency. East Nusa Tenggara. This school was prepared to become a leading school in East Manggarai with assistance from the Flores Bajawa Agricultural College. The aim of the workshop and product identification assistance in the agribusiness department of food crops and horticulture is to prepare teachers to educate students with factory-based learning. The results of this identification will be internalized and then used to develop a harmonized curriculum that will be used as learning material at SMKN 1 Borong with the name BMW Curriculum . ork, continuing studies, and entrepreneurshi. The method used in this community service includes workshops and mentoring for target teachers. From the results of this community service, it can be concluded that this coaching was quite successful, as the workshop participants were very enthusiastic about the training This can be seen from the percentage of target teacher attendance, which reached 100%, along with the presence of supervisory coordinators who really supported this program. Apart from that, the results of the assistance show that the superior products that are characterized by the characteristics produced are tomatoes, cassava tubers, quality pineapples, superior coffee beans, and quality cocoa beans. Keywords: Identification: Featured Products. Vocational Schools. Workshop Abstrak Sekolah menengah kejuruan negeri 1 Borong sebagai salah satu sekolah binaan yayasan pendidikan astra Michael D. Ruslim yang ada di kabupaten manggarai timur, nusa tenggara timur. Sekolah ini dibina untuk dipersiapkan menjadi sekolah unggulan di kabupaten manggarai timur lewat pendampingan oleh sekolah tinggi pertanian flores bajawa. Tujuan workshop dan pendampingan identifikasi produk pada jurusan agribisnis tanaman pangan dan hortikultura untuk menyiapkan para guru untuk mendidik para siswa dengan pembelajaran berbasis teaching factory. Hasil identifikasi ini akan dilakukan internalisasi kemudian menyusun kurikulum penyelarasan yang akan digunakan sebagai bahan pembelajaran di SMKN 1 Borong dengan nama kurikulum BMW . ekerja, melanjutkan studi dan wirausah. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini dengan kegiatan workshop dan pendampingan bagi guru sasaran. Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa pembinaan ini cukup berhasil dimana peserta workshop sangat antusias dalam kegiatan pelatihan, hal tersebut bisa dilihat dari presentase kehadiran guru sasaran yang mencapai 100% beserta kehadiran koordinator pengawas yang sangat mendukung program ini. Disamping itu, hasil pendampingan menunjukkan produk unggulan mata pelajaran penciri yang dihasilkan adalah produk Buah tomat. Umbi singkong. Buah nenas berkualitas. Biji kopi unggul dan Biji kakao berkualitas. Kata Kunci: Identifikasi: Produk Unggulan. Sekolah Vokasi. Workshop Workshop dan Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan Jurusan ATPH SMKN 1 Borong Kabupaten Manggarai Timur (Nicolaus Noywuli. Marten Umbu Kaleka. Maria. Uran. Igniosa Taus. Victoria Ayu Puspita. Karina Dhena God. PENDAHULUAN Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). SKKNI berlaku secara nasional dan dijadikan pendidikan dan pelatihan profesi, uji kompetensi dan sertifikasi profesi di bidang MSDM (Mahdane dkk, 2. Selain itu, mengacu pada rencana strategis sekolah maupun kerja sama YPA-MDR dengan Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) bahwa tujuan pembelajaran Teaching Factory (Tef. harus mengedepankan produk unggulan yang dimiliki sebagai brandingschool berbasis keunggulan lokal(Maknun, 2. Pengembangan produk unggulan SMKN 1Borong saat ini sangat penting berkaitan dengan tuntutan SMK unggul. Produk unggulan merupakan produk yang dihasilkan dari suatu lembaga pendidikantertentu yang memiliki ciri khas dan prioritas tinggi untuk Penyelenggaraan model ini memadukan sepenuhnya antara belajar dan bekerja, tidak lagi memisahkan antara tempat penyampaian teori dan praktik(Sudiyono, 2. Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong merupakan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang berada di Kabupaten Manggarai Timur. Sekolah tersebut mendapat pembinaan dari Yayasan Pendidikan Astra-Michael D. Ruslim(YPA-MDR). Sekolah ini ditunjuk sebagai sekolah percontohan di Kabupaten Manggarai Timur untuk tingkat SMA/SMK dan dibina selama lima . tahun dengan harapan sekolah ini dapat menghasilkan peserta didik yang siap berkerja(Kaleka & Lea, 2. Pembinaan yang dilakukan oleh (YPA-MDR) adalah kegiatan penyelarasan kurikulum berbasis dunia usaha dan dunia industri yakni pembeajaran berbasis Menjawab hai tersebut. YPAMDR bekerja sama denganSekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (Stiper FB) yang kemudian ditugaskan untuk mendampingi SMKN 1Borong dalam penerapan pembelajaran Tefa. Pengembangan Tefa di SMK merupakan program peningkatan kualitas yang sekaligus melaksanakan berbagai peraturan seperti Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Salah satunya adalah menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan. Kurikulum SMK disusun dengan melibatkan dunia kerja. Keterlibatan dunia kerja dalam penyusunan dan penyelarasan kurikulum serta pelaksanaan pembelajaran merupakan bagian penting langkah pembelajaran Tefa. Model pembelajaran teaching factory (Tef. adalah suatu gabungan dari pendekatan pembelajaran yang berbsis kompetensi dan berbasis produksi, dimana proses pembelajaran praktik yang dilakukan menyerupai proses praktik yang dilakukan di dunia kerja yang sesungguhnya dengan mengadakan kegiatan produksi atau jasa di lingkungan sekolah (Nurtanto dkk. , 2. Identifikasi produk unggulan di SMKN 1 Borong pada Jurusan Agribisnis Tanaman Pagan dan Hortikultura terkait pembelajaran Tefa dan relevansinya dengan sistem pendidikan nasional menjadi suatu keharusan sebagai branding school di SMK ini. Identifikasi produk juga merupakan serangkaian karakter unik. Tujuan identifikasi produk unggulan adalah untuk meningkatkan output sekolah, mengoptimalkan sumber daya, dan memberikan pengetahuan tentang bahan yang memiliki nilai ekonomis Identifikasi produk unggulan juga dapat membantu dalam penerapan kebijakan lembaga usaha, penyerapan sumber daya sekolah, dan pelatihan tenaga kerja. Identifikasi produk SMK dimulai dari proses pengenalan, analisis, dan penilaian terhadap produk atau ide-ide baru yang mungkin dapat dikembangkan atau diadopsi oleh siswa atau lembaga SMK sesuai aspek kelayakan Identifikasi menjadi langkah awal dalam menciptakan atau memilih produk yang dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman mereka dalam konteks pendidikan Penyelarasan kurikulum SMKN 1 Borong dalam hal ini pada Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura didasarkan padaStandar Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. 86 - . Hasil identifikasi produk unggulan ini akan digunakan dalam penerapan model pembelajaran Teaching factory dengan harapan membawa dampak positif bagi sekolah dan siswa agar dapat mengikuti perkembangan yang terjadi di industri dengan pembelajaran yang diajarkan di sekolah serta meningkatkan hubungan dan kerja sama antara sekolah dan industri (Hendra dkk. , 2. Beberapa dasar yang digunakan dalam identifikasi produk unggulan adalah pemahaman mendalam tentang pasar dan kebutuhan pasar, mengenali tren dan peluang serta kemampuan mengubah ide menjadi produk. Merangsang inovasi dan kreativitas guru SMK tentang metode pengajaran baru, teknologi terbaru, dan pendekatan terbaik dalam mengembangkan produk atau proyek yang relevan dengan bidang studi. Guru yang memiliki pemahaman yang kuat tentang identifikasi produk dapat lebih efektif membimbing siswa dalam proyek-proyek atau pengembangan produk di sekolah, dan Guru dapat mengeksplorasi cara - cara baru untuk melibatkan siswa dalam pengembangan produk atau proyek Ae proyek inovatif dan membangun kemitran dengan dunia usaha dan dunia industri(DUDI). Oleh sebab itu, tujuan dari pelaksanaan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan di SMKN 1 Borong adalah untuk membantu memberikan pemahaman kepada guru dalam mengidentifikasi produk unggulan dari setiap mata pelajaran yang ada pada Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura sehingga dapat menciptakan produk yang sesuai dengan standar dan kualitas industri. Selanjutnya berkaitan denganbrandingschool dalam kegiatan ini juga ditawarkan suatu kurikulum hasil penyelarasan yang disebut dengan kurikulum BMW (Bekerja. Melanjutkan studi dan Wirausah. Sehingga hasil yang didapatkan adalah tercipta produk unggulan pada mata pelajaran penciri dan matapelajaran jurusan. yang dihadapi mitra. Menurut Sugiyono . observasi merupakan dasar dari semua ilmu Metode observasi adalah metode yang menggunakan cara pengamatan terhadap objek yang menjadi pusat perhatian dalam Berdasarkan hasilobservasi awal dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong yang menjadi mitra menunjukkan bahwa di sekolah mitra belum memiliki produk unggulan sehingga pihak sekolah. YPA-MDR bersepakat dengan STIPER FB untuk menyelesaiakan persoalan tersebut. Tindak lanjutnya adalah melakukan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan bagi guru jurusan ATPH beserta penyusunan kurikulum dan perangkat ajar berbasis TeachingFactory. Di dalam pelaksanaan workshop dan pendampingan, peserta terdiri dari para guru Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura berjumlah tujuh orang. Kepala Sekolah, dan Koordinator Pengawas SMA/K Kabupaten Manggarai Timur berjumlah dua Selanjutnya semua tim kelompok menyusun rancangan materi ajar dan menentukan jadwal atau alokasi waktu pendampingan Para peserta didampingi merancang dan membuat bahan ajar produk unggulan dan mempresentasikan hasil pelatihan diteruskan dengan diskusi,internalisasi dan evaluasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam dua tahap kegiatan yaitu berupa workshop dan pendampingan. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber utama dari pakar ilmu pertanian dan pendidikan yang berperan sebagai tim pengembang kurikulum BMW SMKN 1 Borong Manggarai Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur yaitu . Dr. Nicolaus Noywuli. Pt. Si, . Maria Arnoldiana Dadjan Uran. Pd. Hum, . Umbu Awang Hamakonda. TP. T dan tim pendukung dari dosen Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa yang berperan sebagai pendamping kegiatan identifikasi produk unggulan SMKN METODE PENELITIAN Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan metode observasi untuk mencari data awal permasalahan Workshop dan Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan Jurusan ATPH SMKN 1 Borong Kabupaten Manggarai Timur (Nicolaus Noywuli. Marten Umbu Kaleka. Maria. Uran. Igniosa Taus. Victoria Ayu Puspita. Karina Dhena God. 1 Borong terkhususnya Jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura. Guru sasaran pada kegiatan ini yaitu guru kompetensi Jurusan Agribisbis Tanaman Pangan dan Hortikultura SMKN 1 Borong yang berjumlah tujuh orang yang dipilih berdasarkan pengajuan dari pihak Dalam kegiatan workshop ini diikuti juga oleh Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Borong dan Koordinator Pengawas SMA/K Kabupaten Manggarai Timur. Untuk lebih jelasnya data guru sasaran bisa dilihat dari Tabel berikut in: atau lembaga SMK sesuai aspek kelayakan Identifikasi menjadilangkah awal dalam menciptakan atau memilih produk yang dapat memberikan manfaat bagi siswa dalam meningkatkan keterampilan, pengetahuan, atau pengalaman mereka dalam konteks pendidikan Tabel 1. Data Guru Sasaran Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Nama Lengkap Jabatan Adrianus Tanju. SP Guru Inosensius Asman. SP Guru Venansius Savio Hibur. Guru Sofia Meneng. Trp Guru Margareta Pawarrangan. SP Guru Yevendi Sariman. SST Guru Baltasar Jaga. SP Guru Herlinda Moli. SP Guru Workshop Unggulan Identifikasi Potensi Gambar 1. Pemaparan Materi Narasumber Utama . Tujuan Workshop Workshop identifikasi produk unggulan ini bertujuan untuk: Memberikan pemahaman mendalam tentang pasar dan kebutuhan pasar, mengenali tren dan peluang serta kemampuan mengubah ide menjadi produk. Produk Merangcang inovasi dan kreativitas guru SMK tentang metode pengajaran baru, teknologi terbaru, dan pendekatan terbaik dalam mengembangkan produk atau proyek yang relevan dengan mereka. Kegiatan workshop dilakukan secara luring atau tatap muka. Pada pelaksanaan kegiatan ini,para narasumber secara paralel memaparkan materi tentang pentingnyaidentifikasi produk uggulan, menyusun kurikulum mata pelajaran penciri jurusan, pedoman penyusunan kurikulum dan pedoman identifikasi produk unggulan di SMK serta internalisasi kurikulumBMW(Bekerja. Melanjutkan Studidan Wirausah. Guru yang memiliki pemahaman yang kuat tentang identifikasi produk dapat lebih efektif membimbing siswa dalam proyek-proyek penelitian atau pengembangan produk di . Pemaparan Materi Workshop Guru dapat mengeksplorasi cara - cara baru untuk melibatkan siswa dalam pengembangan produk atau proyek - proyek inovatif dan membangun kemitraan dengan DUDI. Pada pemaparan narasumber 1 yaitu berkaitan tentang pentingnya produk unggulan SMKN 1 Borong sebagai brandschool. Identifikasi potensi produk SMK merupakanproses pengenalan, analisis, dan penilaian terhadap produk atau ide-ide baru yang mungkin dapat dikembangkan atau diadopsioleh siswa . Tahapan Identifikasi Produk Unggulan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. 86 - . Tahapan dalam melakukan identifikasi produk unggulan sebagai berikut: pengembangan kurikulum, pengadaan sumber daya, pelat ihan bagi guru, dan penentuan metode Pemahaman Kebutuhan dan Tren Industri . Output DariPelaksanaan Workshop Identifikasi potensi produk dimulai dengan pemahaman mendalam tent ang kebutuhan dan tren industri terkait dengan program kejuruan yang di tawarkan oleh SMK. Ini termasuk pemahaman tentang keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan oleh para profesional di bidang tersebut. Pelaksanaan workshop identifikasi produk mempunyai output yang diharapkan yakni: Produk unggulan hasil praktik matapelajaran penciri SMKN 1 Borong Output dari palaksanaan workshop ini adalah penetapan Produk unggulan SMKN 1 Borong pada jurusan agribsinis tanaman pangan dan hortikultura. Evaluasi Keterampilan dan Minat Jurusan Guru dan staf sekolah melakukan evaluasi terhadap keterampilan, minat, dan kebutuhan siswa. Ini membantu mereka dalam mengidentifikasi produk atau proyek yang relevan dan sesuai dengan minat serta bakat siswa. Perangkat ajar Output kedua yang dihasilkan dari pelaksanaan workshop ini adalah penetapan bahan ajar dan kurikulum baru yang selanjutnya akan diterapkan pada tahun ajaran baru. Penjelasan ide dan inovasi secara aktif mencari ide-ide baru atau inovasi yang dapat dijadikan produk atau proyek. Ini bisa melibatkan brain storming, survei, atau penelitian pasar untuk mengidentifikasi peluang. Pemaparan Materi Penyelarasan Kurikulum di SMK. Pemaparan materi penyelarasan kurikulum di SMK pada sesi ini pemateri dua menjelaskan beberapa metodologi dalam penyusunan dan penerapan kurikulum hasil penyelarasan yang disebut dengan kurikulum BMW (Bekerja. Melanjutkan studi dan Wirausah. Pendekatan yang dapat diterapkan dalam pendidikan di SMK adalah pendekatan pembelajaran berbasis dunia usaha dan dunia industri dengan merancang bahan ajar yang sesuai dengan hasil identifikasi produk unggulan SMK. Kegiatan identifikasi produk yang didasarkan pada kondisi sumber daya sekolah akan terintegrasi ke dalam mata Penyelarasan kurikulum BMW yang diintegrasikan kedalam produk unggulan sekolah memerlukan cara atau metodologi yang efektif, aplikatif dan produktif sehingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud. Ada beberapa metodologi dalam proses pengintegrasian penyelarasan kurikulum dalam menciptakan produk unggulan diantaranya penjaringan, pencocokan sesuai dengan ketersediaan sumber Analisis Potensi Dan Kelayakan Setelahide-ideprodukatauproyekdiiden tifikasi,dilakukananalisisuntukmengevalua si potensi dan kelayakan masing-masing. Ini meliputi pertimbangan tentang pasar, kebutuhan siswa,sumber daya yang tersedia,dan dampak potensial terhadap pembelajaran. Pemilihan Produk Unggulan Berdasarkan hasil analisis, dipilihlah produk atau proyek yang memiliki potensi untuk memberikan manfaat yang signifikan bagi siswa dan sesuai dengan visi dan misi sekolah. Produk atau proyek ini kemudian menjadi fokus utama dalam pengembangan lebih lanjut. Pengembangan Rencana dan Strategi Langkah terakhir adalah mengembangkan rencana dan strategi untuk mengimplementasikan produk atau proyek tersebut. Ini meliputi Workshop dan Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan Jurusan ATPH SMKN 1 Borong Kabupaten Manggarai Timur (Nicolaus Noywuli. Marten Umbu Kaleka. Maria. Uran. Igniosa Taus. Victoria Ayu Puspita. Karina Dhena God. daya, pelatihan, inovasi, produktif, integrasi dan internalisasi, serta pembinaan. pangan dan hortikultura ditunjukkan pada Tabel 2 sebagai berikut: Tabel 2. Hasil Identifikasi Produk Unggulan Jurusan ATPH Gambar 2. Pemaparan Materi Kurikulum Oleh Narasumber Kedua Pendampingan Identifikasi Potensi Produk Unggulan pada jurusan ATPH Tahapan selanjutnya adalah proses pendampingan identifikasi potensi produk unggulan pada jurusan ATPH di SMKN 1 Borong. Pada sesi ini, guru sasaran didampingi untuk mengidentifikasi produk unggulan berbasis Pendampingan ini melibatkan dosen dari Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa. Produk yang di identifikasi merupakan hasil penyelarasan kurikulum di SMKN 1 Borong. Project ATPH Unggulan Turunan Limbah Agribisnis Tanaman Tomat Buah tomat Bibit Pupuk organik cair bahan kulit Agribisnis Tanaman Singkong Umbi Stek/ Pupuk organik cair bahan duan Agribisnis Tanaman Nenas Buah nenas Bibit Pupuk organik cair bahan kulit Agribisnis Tanaman Kopi Biji kopi Bibit kopi hasil Pupuk organik padat bahan daun kopi . ompos daun kop. Agribisnis Tanaman Kakao Biji kakao Bibit Pupuk organik padat bahan kulit dan daun kakao Hasil pendampingan terhadap guru-guru ATPH diperoleh produkunggulan yakni dari kelima mata pelajaran penciri diperoleh masingmasing tiga produk unggulan yakni berupa buah/umbi/biji selanjutnya produk bibit/stek sedangkan produk turunan ketiga adalah pupuk organik cair dari sisa limbah tanaman. Integrasi Kurikulum BMW Dalam Penciptaan Produk Unggulan di SMKN 1 Borong Pada tahapan ini, guru diberikan pembinaan dalam mengintegrasikan kurikulum BMW dalam pembelajaran. Langkah awal yang penting dilakukan ialah merancang silabus. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan jobsheet yang terintegrasi dengan penciptaan produk unggulan. Dalam menyusun silabus. RPP dan jobsheet diperlukan kemampuan guru untuk memfasilitasi pengalaman belajar yang berkesan sehingga mampu meningkatkan sikap, pengetahuan dan keterampilan siswa. Sebagaimana telah difahami Bersama bahwa RPP Kurikulum 2013 meliputi kegiatan pendahuluan, inti, penutup. Sebagian atau seluruh kegiatan pembelajaran dipilih dan dilaksanakan agar Gambar 3. Proses Pendampingan Identifikasi Produk Unggulan oleh Dosen Stiper FB bersama Guru ATPH Produk Hasil Olahan Hasil Identifikasi Produk Unggulan SMKN 1 Borong Hasil identifikasi produk berdasarkan mata palajaran pada jurusan agribisnis tanaman Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, http://ojs. id/index. php/JPKM DOI: https://doi. org/10. 30999/jpkm. 86 - . Smkn 1 Borong Kabupaten Manggarai Timur. Jurnal Media Agribisnis, 9. , 87Ae peserta didik memperoleh pengetahuan tentang nilai, memahami atau meresapi pentingnya nilai, dan mempraktikkan nilai-nilai karakter. Ada beberapa hal lain yang perlu dilakukan oleh guru untuk mendorong dipraktikkannya nilainilai selama proses pembelajaran berlangsung, diantaranya: . Guru harus selalu ingat bahwa ia merupakan seorang model dalam tutur kata dan perilaku . Dalam memberikan umpan balik dan/atau penilaian kepada siswa, guru harus mulai dari aspek-aspek positif atau sisi-sisi yang telah kuat/baik pada pendapat, karya, dan/atau sikap siswa. Keputusan Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 165/M/2021 Tentang Program Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan. Menteri Pendidikan. Kebudayaan. Riset. Dan Teknologi Republik Indonesia. Maknun. Pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Boarding School Berbasis Keungulan Lokal. JPTA FPTK UPI. KESIMPULAN Nurtanto. Ramdani. , & Nurhaji. Pengembangan Model Teaching Factory Di Sekolah Kejuruan. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 447Ae454. Kegiatan workshop dan pendampingan identifikasi produk unggulan yang telah diselenggarakan di SMKN 1 Borong cukup berhasil dilaksanakan, hal ini terlihat dari peserta workshop yang sangat antusias dalam kegiatan pelatihan, hal tersebut bisa dilihat dari presentase kehadiran guru sasaran yang mencapai 100% beserta kehadiran koordinator pengawas yang sangat mendukung program ini. Disamping itu, hasil pendampingan menunjukkan produk unggulan mata pelajaran penciri yang dihasilkan adalah produk buah tomat, umbi singkong, buah nenas berkualitas, biji kopi unggul dan biji kakao Sudiyono. Teaching Factory Sebagai Upaya Peningkatan Mutu Lulusan Di SMK. Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan, 2, 159Ae181. DAFTAR PUSTAKA