ANALISIS FAKTOR PEMILIHAN OBAT TRADISIONAL DAN OBAT KIMIA SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN BATU GINJAL DI RSUD BANYUMAS Anggiani Nuralinda1 Universitas Harapan Bangsa. S1 Farmasi Email : anggianin23@gmail. Galih Samodra2 Universitas Harapan Bangsa Email : galihsamodra93@gmail. Made Suandika3 Universitas Harapan Bangsa Email : madesuandika@uhb. Rani Prabandari4 Universitas Harapan Bangsa Email : raniprabandari@uhb. ABSTRAK Batu ginjal merupakan salah satu penyakit ginjal yang di dalamnya terdapat batu yang mengandung komponen kristalin dan matriks organik, serta merupakan penyebab kelainan saluran kemih yang paling umum. Prevalensi penyakit batu ginjal meningkat seiring dengan bertambahnya umur, lebih tinggi pada laki-laki dibanding Terdapat dua jenis pengobatan yang sering digunakan oleh masyarakat antara lain pengobatan modern yaitu dengan obat kimia, dan pengobatan tradisional. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor pemilihan obat kimia dan obat tradisional sebagai alternative pengobatan batu ginjal di RSUD Banyumas. Metode jenis penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif dan pendekatan cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara faktor sosial, budaya dan psikologis dengan pemilihan obat kimia dan obat tradisional dengan hasil p-value < 0. Dengan hasil pemilihan obat responden terhadap obat kimia sebesar 80% dan obat tradisional 20%. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu sebagian besa responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal, karakteristik responden dikelompok umur paling banyak adalah kelompok lansia, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan rendah dan terdapat pengaruh antara faktor sosial, budaya dan psikologi terhadap pemilihan obat. Kata Kunci: Batu Ginjal. Pemilihan Obat. Obat Kimia. Obat Tradisional ABSTRACT Nephrolithiasis is a disease where there are stones containing crystalline elements and organic matrix in the kidney and are the most common triggers of urinary tract diseases. The incidence of this disease increases along with the age, men have a higher risk of getting nephrolithiasis than women. This disease can be treated with namely traditional and modern medicine . hemical drug. This study aims to analyze the selection of traditional and modern medicines as an alternative to nephrolithiasis treatment in the Regional General Hospital Banyumas. This descriptive quantitative study used a cross-sectional design involving 80 respondents. Data analysis used univariate and bivariate analysis of the Chi-square test. The results showed a relationship between social, cultural, and psychological factors with the selection of traditional and modern medicine with a p-value of < 0. The selection of modern and traditional medicine reached 80% and 20% respectively, the characteristics of respondents in the age group are the elderly group, the education level group is at the basic education level, marital status is married and the income group is in the low income group. It can be concluded that most respondents prefer chemical drugs for kidney stones andthere is an influence of social, cultural, and psychological factors on drug selection. Keywords: Nephrolithiasis. Medicine Selection. Chemical Drug. Traditional Medicine ISSN 2502-1524 Page | 296 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :296-304 PENDAHULUAN Batu ginjal yakni penyakit saluran kemih yang paling sering dan meningkat didunia (Pardede, 2. Antara 1% sampai 15% orang di dunia mengalami batu ginjal (Pardede, 2. Di Indonesia, kejadian batu ginjal paling tinggi yaitu di Yogyakarta . ,2%), kemudian Aceh . ,9%). Jawa Barat. Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah masingmasing . ,8%) (RISKESDAS, 2. Angka kejadian penyakit batu ginjal memuncak bersama dengan bertambahnya umur, tertinggi pada rentang umur 55-64 tahun . ,3%), tertinggi kedua yaitu di rentang umur 65-74 tahun . ,2%) dan hanya sekitar . ,1%) yang mengalami batu ginjal pada usia Ou75 tahun. Pria memiliki peluang lebih tinggi terkena batu ginjal daripada wanita, yaitu pada pria sekitar . ,8%) dan pada wanita sekita . ,4%) (RISKESDAS, 2. Ada dua jenis pengobatan yang biasa digunakan oleh masyarakat yaitu dengan pengobatan modern/obat kimia, dan pengobatan tradisional (Krisna Triyono & Herdiyanto, 2. Banyak metode pengobatan batu ginjal yang bisa dipilih yaitu dengan cara pembedahan, uretroskop. Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) (Kristianingsih & Wiyono, 2. , serta pengobatan dengan obat yaitu menggunakan obat diuretik dan 2 1. penghambat xantin oksidase . (Keban et al. , 2. Pemilihan obat untuk suatu penyakit 4. tentunya melihat baik dan buruknya obat tersebut bagi tubuh kita. Kelebihan obat 7. tradisional yaitu efek samping sedikit, mudah digunakan, murah, dan aman digunakan jangka panjang. Kelemahan obat tradisional membutuhkan waktu, kurang terpercaya, interaksi dengan obat lain, kurangnya pengetahuan mengenai tanaman obat dan penggunaannya sebagai ISSN 2502-1524 obat (Marwati, 2. Sedangkan obat kimia, biasanya untuk penyakit yang bersifat akut dan reaksi yang timbul cepat (Merdekawati, 2. Kekurangan dari obat kimia sintetis cenderung memiliki efek samping dan terakumulasi di dalam tubuh (Johnson, 2. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini yaitu deskriptif Survei deskriptif adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi didalam Penelitian ini menggunakan teknik sampling accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner kepada pasien yaitu salah satu dari hasil data primer serta dokumentasi hasil dari data sekunder. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariate menggunakan Chi-Squre. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan pada 80 pasien batu ginjal di poli Urologi RSUD Banyumas usia >18 tahun. Tabel 1 Pemilihan responden terhadap obat tradisional dan obat kimia. Pemilihan 2. Jumlah 3. Obat tradisional 5. Obat kimia Jumlah Presentase (%) Berdasarkan diperoleh responden yang memilih untuk menggunakan obat tradisional sebagai alternatif pengobatan batu ginjal yaitu Page | 297 Anggiani Nuralinda dkk : Analisis Faktor Pemilihan Obat Tradisional Dan Obat Kimia Sebagai Alternatif Pengobatan Batu Ginjal Di Rsud Banyumas sebanyak 16 responden dengan presentase sebesar . %), sedangkan pemilihan terhadap obat kimia sebanyak 64 responden dengan presentase sebesar . %). Dari hasil data pemilihan obat menunjukan bahwa dalam pemilihan obat sebagai alternatif pengobatan batu ginjal lebih tinggi obat kimia daripada obat Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi seorang individu untuk memilih metode pengobatan tradisional atas pengobatan modern. Faktor-faktor tersebut diantaranya ketakutan terhadap metode pengobatan modern dipandang memiliki akses yang sulit dalam hal jarak. Serta faktor sosiodeografi seperti penghasilan, pendidikan, pekerjaan dan lokasi akses kepada pengobatan modern seperti dating ke pusat layanan kesehatan (Alia, 2. Tetapi tidak bisa dipungkiri, terdapat responden yang cenderung lebih memilih obat tradisional dikarenakan menginginkan pengobatan yang sifatnya alami dengan efek samping yang rendah. Sedangkan untuk obat tradisional, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui tentang dosis, aturan pakai, serta efek samping obat tradisional. Menurut masyarakat obat tradisional tidak memiliki takaran dosis yang tepat pada penggunaanya dan penggunaan obat tradisional tidak perlu mengikuti aturan pakai yang tertera pada kemasan serta tidak adanya efek samping yang ditimbulkan (Madania, et al. , 2. ISSN 2502-1524 Karakteristik Responden Frekuensi obat . Persentase Obat (%) Umur Tradisional Kimia Tradisional Kimia Remaja akhir Dewasa Lansia Manula Tabel 2 Distribusi frekuensi umur responden berdasarkan preferensi terhadap obat tradisional dan obat kimia. Berdasarkan data kelompok umur hasil pemilihan obat tradisonal maupun obat kimia terbanyak terdapat pada kelompok umur lansia . -65 tahu. , responden usia lansia memiliki preferensi terhadap obat tradisional yaitu sebanyak 10 responden . ,5%) dan yang memilih obat kimia sebanyak 46 responden . ,5%). Umur merupakan faktor yang cukup penting karena perbedaan umur akan mengakibatkan perbedaan selera dan kesukaan terhadap suatu produk tertentu (Sudarminto, 2. Pada hasil didapatkan bahwa umur lansia paling banyak memilih pengobatan menggunakan obat kimia, hal ini menunjukan pada usia lansia responden lebih memilih obat kimia sebagai pengobatan karena melihat hasilnya yang lebih cepat menyembuhkan dan mudah didapatkan, dilihat dari usianya lansia lebih suka proses yang instan daripada harus menunggu lama (Lestari, et al. Page | 298 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :296-304 Tabel 4 Distribusi frekuensi tingkat pendidikan responden berdasarkan preferensi terhadap obat tradisional dan obat Tabel 3 Distribusi frekuensi gender responden berdasarkan preferensi terhadap obat tradisional dan obat kimia. Frekuensi obat Persentase Obat (%) Gender Tradisional Kimia Tradisional Kimia Frekuensi obat Tingkat Persentase Obat (%) Tradisional Kimia Tradisional Kimia Laki-laki Dasar Perempuan Menengah Tinggi Berdasarkan gender atau jenis kelamin diketahui bahwa laki-laki dan perempuan lebih memilih penggunaan obat kimia untuk pengobatan batu ginjal. Pemilihan terhadap obat kimia pada laki-laki yaitu sebanyak 44 responden . ,0%) dan pada perempuan . ,0%), sedangkan pemilihan terhadap obat tradisional pada laki-laki yaitu sebanyak 13 responden . ,3%) dan pada wanita sebanyak 3 responden . ,8%). Tindakan pemilihan obat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor salah satunya adalah jenis kelamin (Yudhianto, 2. Dari data kelompok jenis kelamin, dapat dilihat preferensi terhadap obat sintetik lebih laki-laki Perempuan lebih banyak melakukan pengobatan dan lebih peduli terhadap kesehatan, baik dirinya sendiri Selain perempuan juga lebih memperhatikan efektivitas obat yang digunakan serta menganggap pencegahan dan pengobatan menggunakan obat lebih efektif dari pada kaum laki-laki (Lukovic, et al. , 2. ISSN 2502-1524 Berdasarkan data hasil tingkat pendidikan pemilihan obat tradisional maupun obat kimia dari semua kelompok pendidikan memilih obat kimia. Pada pemilihan obat tradisional tingkat pendidikan terbanyak yaitu pada tingkat pendidikan rendah sebanyak 6 responden . ,5%), sedangkan ada pemilihan obat kimia tingkat pendidikan terbanyak yaitu pada tingkat pendidikan rendah/dasar sebanyak 33 responden . ,3%) diikuti tingkat menengah . ,5%) dan tingkat menengah . ,3%). Dilihat dari ketiga kelompok tersebut, pendidikan memang sangat berpengaruh terhadap cara berpikir kelompok masyarakat tersebut terhadap Tingkat pendidikan menentukan mudah tidaknya sesorang dalam menyerap dan memahami pengetahuan yang mereka peroleh. Pada umumnya semakin tinggi pendidikan pengetahuannya (Puspariki & Suharti. Page | 299 Anggiani Nuralinda dkk : Analisis Faktor Pemilihan Obat Tradisional Dan Obat Kimia Sebagai Alternatif Pengobatan Batu Ginjal Di Rsud Banyumas Tabel 6 Distribusi responden berdasarkan preferensi terhadap obat tradisional dan obat Tabel 5 Distribusi frekuensi marital status responden berdasarkan preferensi terhadap obat tradisional dan obat Frekuensi obat Persentase Obat (%) Tradisional Kimia Tradisional Kimia Tradisional Kimia Belum menikah Sudah menikah Cerai Tradisional Kimia Rendah Sedang Tinggi Berdasarkan data hasil marital status pada penelitian didapatkan data hasil pada status belum menikah, masingmasing pemilihan obat antara obat tradisional dan kimia terbanyak yaitu pada usia sudah menikah, pada pemilihan obat kimia 48 sebanyak 59 responden . sedangkan pada pemilihan obat tradisional . ,8%). Seseorang dengan status sudah menikah lebih cenderung memilih pengobatan yang Widyawati . menyebutkan bahwa status pernikahan berpengaruh terhadap pola tindakan self care. Dimana dengan preferensi terbesar obat sintetik dipilih oleh responden yang sudah Menurut teori marital status mempengaruhi seseoang untuk melakukan suatu pengobatan (Dini, 2. ISSN 2502-1524 Persentase Obat (%) Penghasilan Marital status Frekuensi obat . Berdasarkan data penghasilan per bulan responden pada pemilihan obat tradisional dan obat kimia terbanyak yaitu pada kelompok penghasilan rendah. Yaitu pada pemilihan obat kimia sebanyak 32 responden . ,0%) dan ada obat tradisional sebanyak 6 responden . ,5%). Persentase terbesar pemilihan obat berada pada tingkat penghasilan rendah, hal ini karena tingkat penghasilan rendah melihat dari sisi keefektifan obat dan faktor ekonomi dari masing-masing responden. Tingkat bermasyarakat yang biasanya ditentukan oleh pekerjaan dan pendapatan. Tingkat ekonomi dapat mempengaruhi seseorang untuk dapat menentukan suatu pemilihan pengobatan yang ada sesuai dengan kemampuannya (Lestari, et. , 2. Menurut Pangastuti . , faktor ekonomi yakni murahnya biaya berobat menjadi alasan yang 49 dipilih oleh Penelitian Natu . juga menyebutkan bahwa tingkat penghasilan memberikan pengaruh terhadap pemilihan penggunaan obat, yang menunjukan bahwa pendapatan sedang cenderung memiliki tingkat konsumsi yang lebih Page | 300 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :296-304 tinggi, hal ini berkaitan dengan tingkat responden yang sangat dipengaruhi oleh tingkat pendapatannya. Tabel 7 Presentase dan hasil chi square pemilihan obat tradisional dan obat kimia pada faktor sosial Faktor sosial Pemilihan Obat kimia Pernyataan 1 Obat Total Obat kimia Pernyataan 2 Obat Total Obat kimia Pernyataan 3 Obat Total Sangat Tidak Setuju Sangat Faktor sosial mempunyai 3 tradisional dan obat kimia. Dimana pernyataan 1 yaitu menyatakan bahwa responden mendapat informasi tentang pengobatan tradisional maupun obat kimia dari kelompok, keluarga, saudara dan teman . rang terdeka. Pernyataan 2 faktor sosial yaitu mengenai responden yang tertarik untuk mencoba pengobatan tradisional setelah mendengar informasi tersebut dan berpendapat bahwa obat kimia lebih berkelas dan bergengsi dibandingkan obat tradiaional. Kemudian untuk pernyataan 3 faktor sosial menyatakan bahwa responden memakai obat tradisional maupun obat kimia karena kelompok, keluarga, saudara dan teman . rang terdeka. juga memakainya. Berdasarkan Tabel. 7 nilai p-value yang didapatkan dari hasil uji chi square pada pernyataan 2 yaitu hasil p-value 0,168 (> 0,. yang artinya tidak ada hubungan antara pernyataan 2 dengan pemilihan obat. Sedangkan hasil p-value sebesar 0,012 dan 0,047 (< 0,. terhadap pernyataan 1 dan 3 artinya terdapat ISSN 2502-1524 hubungan antara faktor sosial pernyataan 1 dan 3 dengan pemilihan obat. Faktor sosial berpengaruh terhadap pemilihan obat, perilaku pengobatan dilakukan karena adanya kesadaran dari individu terhadap kesehatan dan umumnya terjadi karena adanya rekomendasi dari professional dan didukung oleh faktor sosial budaya serta perilaku dari individu Perilaku seseorang banyak dipengaruhi oleh banyak kelompok kecil (Fitriah & Noormalisa, 2. Kelompok yang mempunyai pengaruh langsung dan tempat di mana seseorang menjadi keanggotaan (Yudhianto, 2. Faktor sosial yaitu lingkungan terdekat responden merupakan pihak yang kuat untuk memberi pengaruh kepada responden (Natu, 2. Tabel 8 Presentase dan hasil chi square pemilihan obat tradisional dan obat kimia pada pernyataan faktor budaya Faktor Pemilihan Obat kimia Pernyataan 1 Obat Total Obat kimia Pernyataan 2 Obat Total Obat kimia Pernyataan 3 Obat Total Sangat Tidak Setuju Sangat Pada faktor budaya masing-masing memiliki 3 pernyataan pada pemilihan obat tradisional dan obat kimia. Dimana faktor budaya pernyataan 1, pada pemilihan obat tradisional maupun obat kimia berisikan bahwa responden menkonsumsi obat tradisional/kimia merupakan warisan budaya, suku dan bangsa yang mereka anut. Pernyataan 2 Page | 301 Anggiani Nuralinda dkk : Analisis Faktor Pemilihan Obat Tradisional Dan Obat Kimia Sebagai Alternatif Pengobatan Batu Ginjal Di Rsud Banyumas faktor budaya pada pemilihan obat tradisional yaitu mengenai budaya, suku atau agama yang responden anut lebih menganjurkan pengobatan tradisional dibandingkan obat kimia. Sedangkan pernyataan pada obat kimia berisi bahwa terdapat budaya pada responden bahwa pengobatan kimia lebih unggul daripada Kemudian pernyataan 3 pada pemilihan obat tradisional maupun obat kimiayaitu menyatakan bahwa budaya, suku, atau agama yang dianut memiliki sudut pandang yang baik terhadap obat tersebut. Berdasarkan Tabel. 8 diperoleh nilai p-value yang didapatkan dari hasil uji chi square pada pernyataan 2 yaitu 0,880 (> 0,. yang artinya tidak ada hubungan antara faktor budaya pernyataan nomor 2 pada pemilihan obat. Sedangkan pada pernyataan nomor 1 dan 3 hasil p-value yang diperoleh sebesar 0,024 dan 0,000 (< 0,. Artinya ada hubungan antara pemilihan obat tradisional dan obat kimia dengan pernyataan nomor 1 dan 3 faktor Kecenderungan untuk masih melakukan pengobatan tradisional pada umumnya dilandasi oleh nilai-nilai budaya yang masih dipegang erat oleh individu. Meskipun kesehatan telah beranjak maju. Namun, tradisi kultural masih dipegang oleh sebagian individu yang berusaha menjaga tradisi atau tidak mengakses kemajuan teknologi tersebut (Alia, 2. ISSN 2502-1524 Tabel 9 Presentase dan hasil chi square pemilihan obat tradisional dan obat kimia pada pernyataan faktor psikologi. Faktor Pemilihan Obat kimia Pernyataa Obat Total Obat kimia Pernyataa Obat Total Obat kimia Pernyataa Obat Total Tidak Setuju Sangat Setuju Faktor psikologis memiliki 3 pernyataan pada pemilihan obat tradisional dan obat kimia. Dimana faktor psikologis pernyataan 1 pada pemilihan obat tradisional maupun obat kimia berisikan kepuasan setelah mengonsumsi obat Pernyataan 2 faktor psikologis obat tradisional maupun obat kimia yaitu pernyataan mengenai responden yang paham mengenai bagaimana manfaat pengobatan tradisional maupun kimia. Penyataan 3 faktor psikologis yaitu mengenai kepercayaan pada obat yang Berdasarkan Tabel. 9 diperoleh nilai p-value yang didapatkan dari hasil uji chi square pernyataan 1 faktor psikologis yaitu 0,098 (> 0,. dan pernyataan 2 faktor psikologis yaitu 0,737 (> 0,. Artinya tidak ada hubungan antara faktor psikologis pada pernyataan 1 dan 2 pada pemilihan obat. Sedangkan hasil p-value 3 faktor psikologis yaitu sebesar 0,005, artinya ada hubungan antara faktor psikologis pada pernyataan 3 dengan pemilihan obat. Page | 302 Journal of Nursing and Health (JNH) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2022 Halaman :296-304 Penentuan pemilihan pengobatan yang dilakukan masyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor psikologis seperti pengetahuan, ketidakpuasan terhadap hasil pelayanan yang diterima dalam menjalani Individu melakukan suatu tindakan berdasarkan atas pengalaman, persepsi, pemahaman dan penafsiran atas suatu obyek stimulus atau situasi tertentu. SIMPULAN Karakteristik demografi responden laki-laki, dikelompok umur paling banyak adalah kelompok 45-65 tahun, kelompok tingkat pendidikan paling banyak di tingkat pendidikan dasar, marital status terbanyak adalah sudah menikah dan kelompok penghasilan di kelompok penghasilan Sebagian besar responden memilih obat kimia sebagai pengobatan batu ginjal dari pada obat tradisional yaitu dengan presentase obat kimia sebesar 80%. Dari hasil analisis faktor sosial, budaya dan psikologi, pada masing-masing faktor pernyataan yang berpengaruh terhadap pemilihan obat adalah pernyataan nomor 1 Sedangkan dari masing-masing faktor pada pernyataan nomor 2 tidak berpengaruh terhadap pemilihan obat. SARAN Peneliti berharap penelitian ini dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian selanjutnya dengan memperluas variabel-variabel Dengan menambahkan jumlah sampel yang representatif dengan analisis penelitian yang lebih mendalam terutama dalam pemberian obat serta rute, dosis, waktu dan jenis yang lebih Sehingga lebih menganalisis pada variable pekerjaan yang mungkin. ISSN 2502-1524 DAFTAR PUSTAKA