Seminar & Call for Economic Paper (SCPE) UKMC 2025 04 Juli 2025 E-ISSN: 2963-153X Pengaruh Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Berbasis Teknologi terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan pada UMKM di Palembang Albert Antony Darren1. Gunawan Maryadi2 Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas. Palembang Fakultas Bisnis dan Akuntansi. Universitas Katolik Musi Charitas. Palembang . lbertantonydrn@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi terhadap efisiensi pelaporan keuangan pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di Palembang. Di tengah era digitalisasi yang berkembang pesat, banyak UMKM mulai mengadopsi teknologi informasi untuk memperbaiki sistem pencatatan dan pelaporan keuangan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pelaku UMKM yang telah menggunakan sistem akuntansi digital, baik dalam bentuk software akuntansi lokal maupun berbasis cloud. Teknik analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua variabel, yaitu sistem pembayaran dan kemudahan akses, berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi pelaporan keuangan. Sistem pembayaran digital yang terintegrasi mempercepat proses pencatatan transaksi dan mengurangi potensi kesalahan. Demikian pula, kemudahan akses terhadap sistem memungkinkan pelaku UMKM menyusun laporan keuangan secara tepat waktu dan akurat. Sebaliknya, variabel pemahaman pengguna tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yang kemungkinan disebabkan oleh fitur otomatisasi pada sistem akuntansi digital yang mengurangi ketergantungan pada pemahaman Temuan ini memperkuat urgensi digitalisasi dalam praktik akuntansi UMKM, serta mendorong pengembangan sistem yang mudah diakses, intuitif, dan relevan dengan kebutuhan usaha kecil. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelaku usaha, pengembang teknologi, serta pemerintah dalam mendukung efisiensi dan transparansi keuangan di sektor UMKM. Kata Kunci: Sistem Akuntansi Berbasis Teknologi. UMKM. Efisiensi Pelaporan Keuangan Abstract This study aims to analyze the influence of implementing technology-based financial accounting systems on the efficiency of financial reporting among Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. in Palembang. In the midst of rapid digitalization, many MSMEs have begun adopting information technology to improve their financial recording and reporting systems. This research employs a quantitative explanatory approach. Data were collected through questionnaires distributed to MSME owners who have implemented digital accounting systems, both locally installed software and cloud-based platforms. The data analysis technique used multiple linear regression with SPSS version 26. The findings reveal that two variablesAipayment systems and ease of accessAihave a positive and significant effect on financial reporting efficiency. Integrated digital payment systems accelerate transaction recording and reduce potential errors. Likewise, easy access to the system allows MSMEs to prepare financial reports more accurately and on time. Conversely, user understanding was found to have no significant effect, possibly due to automation features that minimize reliance on manual input. These results highlight the growing importance of digitalization in MSME accounting practices and emphasize the need for accessible, userfriendly, and relevant accounting solutions for small businesses. The studyAos findings are expected to serve as a valuable reference for business practitioners, technology developers, and policymakers in enhancing efficiency and financial transparency in the MSME sector. Keywords: Technology-Based Accounting System. Financial Reporting Efficiency. UMKM PENDAHULUAN 24 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Perkembangan teknologi informasi yang pesat dalam dua dekade terakhir telah membawa perubahan mendasar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam sistem pencatatan dan pelaporan keuangan (Fitari & Hartati, 2. Di era digital saat ini, kebutuhan akan informasi keuangan yang cepat, akurat, dan relevan semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya tuntutan efisiensi dan transparansi dalam tata kelola organisasi, termasuk di sektor Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) (Chandrawan et al. , 2. UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, karena mampu menyerap tenaga kerja secara masif dan berkontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia . menunjukkan bahwa UMKM menyumbang lebih dari 61% terhadap PDB dan menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja Namun, dibalik kontribusi besar tersebut, masih terdapat persoalan mendasar yang menghambat pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM, salah satunya adalah lemahnya sistem akuntansi keuangan yang diterapkan serta keterlambatan dan ketidakefisienan dalam proses pelaporan keuangan (Hidayati & Wafa, 2. Keterbatasan sumber daya manusia, rendahnya literasi keuangan, serta belum optimalnya adopsi teknologi informasi menjadi hambatan utama dalam pengelolaan sistem akuntansi keuangan di sebagian besar UMKM (Rosilawati, 2. Banyak pelaku UMKM masih mengandalkan pencatatan manual yang rawan kesalahan, tidak terdokumentasi dengan baik, dan memerlukan waktu yang relatif lama dalam proses rekonsiliasi dan penyusunan laporan. Kondisi ini berdampak pada rendahnya efisiensi dan akurasi pelaporan keuangan, yang pada gilirannya menghambat pengambilan keputusan strategis oleh manajemen, memperkecil peluang mendapatkan akses pembiayaan dari lembaga keuangan, serta menimbulkan kesulitan dalam pemenuhan kewajiban perpajakan (Soda et al. , 2. Seiring dengan perkembangan teknologi digital, mulai bermunculan berbagai sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi yang dirancang khusus untuk UMKM, baik dalam bentuk aplikasi desktop maupun berbasis cloud. Sistem ini menawarkan kemudahan input transaksi, otomatisasi proses pembukuan, penyusunan laporan yang cepat, serta integrasi dengan layanan perbankan dan perpajakan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas informasi keuangan secara signifikan (Rosilawati, 2024. Rosyidah & Achyani, 2. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan penelitian . esearch ga. terkait sejauh mana sistem ini benar-benar berdampak langsung pada efisiensi pelaporan keuangan, khususnya di lingkungan UMKM di luar kota-kota besar seperti Palembang. Studi seperti yang dilakukan oleh Lestari & Prabowo . serta Andriani . lebih banyak berfokus pada UMKM di wilayah metropolitan seperti Jakarta dan Surabaya, dengan pendekatan yang menekankan persepsi pengguna terhadap kemudahan penggunaan sistem dan kepuasan terhadap fitur teknologi. Sementara itu, penelitian oleh Sari dan Utami . menyebutkan bahwa meskipun UMKM mulai mengadopsi sistem berbasis teknologi, belum banyak bukti empiris yang mengukur efektivitas penerapannya secara kuantitatif terhadap efisiensi pelaporan, seperti penurunan waktu penyusunan laporan, pengurangan kesalahan pencatatan, atau peningkatan kecepatan pengolahan data. Dengan demikian, penelitian ini mencoba mengisi kekosongan tersebut dengan fokus pada pengaruh nyata penerapan sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi terhadap efisiensi pelaporan keuangan pada UMKM di Palembang sebagai wilayah yang relatif belum banyak diteliti. Urgensi penelitian ini semakin meningkat seiring dengan kebutuhan UMKM untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing di tengah persaingan bisnis yang semakin 25 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 ketat. Digitalisasi sistem akuntansi menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung transparansi, kecepatan, dan akurasi dalam pelaporan keuangan, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kredibilitas dan pengambilan keputusan usaha. Meskipun pemerintah telah mendorong transformasi digital melalui berbagai program, seperti pelatihan literasi keuangan digital dan insentif adopsi teknologi, efektivitas kebijakan tersebut tetap memerlukan dukungan data empiris yang valid. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi penting untuk memberikan dasar ilmiah bagi pelaku UMKM, pengembang aplikasi, dan pengambil kebijakan dalam mengevaluasi sejauh mana penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi mampu menjawab tantangan efisiensi dan memperkuat posisi UMKM dalam persaingan pasar. Berdasarkan literatur yang ada, beberapa variabel telah digunakan untuk mengukur efisiensi pelaporan keuangan, antara lain kecepatan dalam menyusun laporan, akurasi dan kelengkapan data keuangan, serta kemudahan dalam mengakses dan menginterpretasi laporan keuangan (Susanti & Arifin, 2020. Hery, 2. Sedangkan penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi dapat diukur dari sejauh mana penggunaan software akuntansi, fitur-fitur otomatisasi transaksi, serta integrasi antara input data dan output laporan dalam sistem tersebut. Penelitian ini mengembangkan kerangka pemikiran berdasarkan teori sistem informasi akuntansi dan teori efisiensi operasional, yang menyatakan bahwa penggunaan sistem digital akan mempercepat proses kerja, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan produktivitas (Laudon & Laudon, 2. Nilai tambah pada penelitian ini terletak pada sudut pandang dan pendekatan yang digunakan, yaitu dengan mengkaji langsung dampak penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi terhadap efisiensi output pelaporan keuangan UMKM di Palembang melalui pendekatan kuantitatif. Hal ini berbeda dari penelitian sebelumnya yang umumnya hanya mengukur persepsi pengguna terhadap sistem. Selain itu, fokus pada wilayah Palembang yang masih minim diteliti juga memberikan kontribusi geografis terhadap pengembangan literatur. Penelitian ini juga mengangkat konteks riil keterbatasan literasi digital yang dihadapi UMKM, yang sering kali menjadi kendala dalam implementasi teknologi. Dengan demikian, temuan penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan mengenai efektivitas digitalisasi keuangan di sektor UMKM dan memberikan masukan praktis bagi pelaku usaha serta pembuat kebijakan dalam mendukung transformasi digital yang lebih inklusif di berbagai wilayah Indonesia. KAJIAN PUSTAKA Digitalisasi Akuntansi Digitalisasi telah menjadi topik penting dalam dunia akuntansi, terutama dalam konteks perkembangan bisnis berskala kecil dan menengah seperti UMKM. Penerapan teknologi informasi, termasuk sistem akuntansi berbasis digital, diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaporan keuangan serta mendorong pertumbuhan produktivitas usaha. Digitalisasi memberikan peluang bagi UMKM untuk melakukan transformasi dalam pengelolaan laporan keuangan yang sebelumnya bersifat manual menjadi lebih otomatis, cepat, dan akurat. Proses ini memungkinkan pelaku usaha untuk mengakses data keuangan secara real-time, melakukan analisis keuangan yang lebih baik, serta meningkatkan kemampuan dalam pengambilan keputusan bisnis. (Ria, 2. Meskipun demikian, implementasi sistem akuntansi digital pada UMKM tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Salah satu tantangan utama adalah keterbatasan sumber daya, baik dari segi finansial, teknologi, maupun keterampilan sumber daya manusia. Banyak UMKM yang belum sepenuhnya memahami manfaat teknologi akuntansi modern dan belum memiliki akses atau kapasitas untuk mengoperasikan perangkat lunak akuntansi digital. Hal ini menyebabkan 26 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 kecanggihan teknologi yang ada tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal dan bahkan menjadi beban operasional tambahan. (Arsal, 2. Perubahan lanskap teknologi juga menuntut peran akuntan untuk mengalami transformasi. Akuntan kini dituntut tidak hanya sekedar mencatat transaksi keuangan, tetapi juga menjadi analis data dan konsultan keuangan yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk menghasilkan informasi yang relevan dan strategis. Oleh karena itu, penguasaan keterampilan baru yang relevan dengan era digital seperti pemahaman terhadap sistem cloud, data analytics, dan software akuntansi menjadi kebutuhan yang mendesak. (Amalia, 2. Perkembangan teknologi yang semakin cepat juga menempatkan profesi akuntansi dalam posisi yang dinamis. Akuntan dan auditor tidak lagi bekerja dalam kerangka kerja tradisional, melainkan diharapkan mampu beradaptasi dengan ekosistem digital yang terus berkembang. Digitalisasi menuntut akuntan untuk berpikir lebih kritis, kreatif, dan strategis dalam memberikan nilai tambah bagi perusahaan, termasuk UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian di banyak negara, termasuk Indonesia. Dengan melihat fenomena ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi dapat memberikan pengaruh positif terhadap efisiensi pelaporan keuangan pada UMKM, asalkan disertai dengan dukungan infrastruktur, pelatihan, dan pemahaman yang memadai dari pelaku usaha. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk tidak hanya mengadopsi teknologi, tetapi juga melakukan penyesuaian budaya organisasi, peningkatan literasi digital, serta pembentukan mindset yang terbuka terhadap perubahan dan inovasi. Pengelolaan Keuangan Keuangan adalah salah satu aspek yang sangat penting dan menjadi bagian tak terpisahkan dalam kehidupan setiap individu. Pemahaman mengenai keuangan memberikan kemampuan kepada seseorang untuk menggunakan uang dengan lebih bijaksana. Pengelolaan keuangan pribadi sendiri merupakan bagian integral dari manajemen keuangan secara umum. Sebagaimana diungkapkan oleh Parotta dan Johnson . dalam jurnal yang dikutip oleh (Bulqis, 2. , pengelolaan keuangan pribadi merupakan serangkaian kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh individu, dengan tujuan untuk memastikan pemenuhan kebutuhan baik untuk saat ini maupun di masa depan. Lebih lanjut, menurut Godwin dan Koonce . , seperti yang dijelaskan dalam penelitian (Miftahussalam et al. , 2. , manajemen keuangan pribadi adalah suatu rangkaian proses yang melibatkan perencanaan, analisis, serta pengendalian terhadap berbagai aspek kegiatan keuangan yang dilakukan oleh individu atau keluarga. Secara garis besar, pengelolaan keuangan pribadi menurut mereka mencakup tiga aspek utama: pengelolaan dan pengendalian keuangan, pengeluaran dan pinjaman, serta tabungan dan investasi. Gitman . (Dwitri & Pradikto, 2. , pengelolaan keuangan pribadi dipandang sebagai seni dan ilmu dalam mengatur sumber daya keuangan baik milik individu maupun Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan pribadi menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting, terlebih bagi manusia di era modern yang harus cermat dalam mengelola aset pribadi mereka. Pendapat ini juga didukung oleh Kapoor et al. , yang menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan pribadi adalah upaya untuk mengelola keuangan dengan tujuan mencapai kepuasan ekonomi. Karena setiap individu memiliki kondisi keuangan yang berbedabeda, perencanaan keuangan menjadi salah satu cara yang membantu seseorang untuk menyusun strategi pengelolaan keuangan secara efektif, sehingga kebutuhan dan tujuan keuangan mereka dapat tercapai sesuai harapan. 27 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori yang bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh penerapan sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi terhadap efisiensi pelaporan keuangan pada UMKM di Palembang. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang disebarkan kepada pelaku UMKM yang telah berdiri minimal dua tahun dan menggunakan sistem akuntansi berbasis teknologi. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kemudahan akses responden . onvenience samplin. (Sugiyono, 2. Instrumen penelitian mengukur dua variabel utama, yaitu penerapan sistem akuntansi berbasis teknologi . imensi penggunaan teknologi, kemudahan penggunaan, dan efisiensi operasiona. serta efisiensi pelaporan keuangan . imensi ketepatan waktu, akurasi laporan, dan kemudahan akse. , menggunakan skala Likert 1Ae5. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terlebih dahulu untuk memastikan kualitas instrumen, diikuti uji asumsi klasik . ormalitas, multikolinearitas, heteroskedastisita. sebelum pengujian hipotesis (Ghozali, 2. Analisis data menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS versi 23 untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, didukung dengan uji t dan koefisien determinasi (RA) guna mengukur signifikansi serta besarnya kontribusi variabel independen terhadap efisiensi pelaporan keuangan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 1. Uji Validitas Variabel Rhitung Rtabel Keterangan Sistem Pembayaran (X. X1. 0,734 0,1648 Valid X1. 0,670 0,1648 Valid X1. 0,653 0,1648 Valid Pemahaman Pengguna (X. X2. 0,619 0,1648 Valid X2. 0,693 0,1648 Valid X2. 0,655 0,1648 Valid Kemudahan Akses (X. X3. 0,655 0,1648 Valid X3. 0,767 0,1648 Valid X3. 0,714 0,1648 Valid Efisiensi Pelaporan Keuangan (Y) 0,703 0,1648 Valid 0,735 0,1648 Valid 0,712 0,1648 Valid 28 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 0,744 0,1648 Valid Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Dilihat dari tabel 1 menunjukkan bahwa semua indikator pernyataan untuk sistem pembayaran, pemahaman pengguna, kemudahan akses dan efisiensi pelaporan keuangan valid. Pernyataan ini diperoleh karena hasil r hitung lebih besar daripada r tabel. Uji Reliabilitas Tabel 2. Reliabilitas Variabel CronbachAos Alpha CronbachAos Alpha standard Hasil S P (X. 0,737 0,60 Reliabel PP (X. 0,682 Reliabel KA (X. 0,778 0,60 Reliabel EPK (Y) 0,780 0,60 Reliabel Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Dilihat dari tabel 2 di atas, hasil uji reliabilitas seluruh variabel dalam penelitian telah memenuhi syarat reliabilitas, ditunjukkan dengan nilai cronbach alpha > 0,60. Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Tabel 3. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences -,1797538 ,83798725 ,124 ,124 -,094 ,124 ,094 Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Dari data yang di atas bahwa data variabel tersebut sudah di residual dan hasil dari data tersebut dikatakan normal data karena telah memenuhi standar normalitas yaitu Asymp. Sig. sebesar 0,091 artinya 0,091 > 0,05. Uji Multikolinearitas Tabel 4. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Collinearity Statistics Model Tolerance VIF ,916 1,092 29 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 ,878 1,139 ,946 1,057 Hasil pengujian ini menunjukkan tidak terdapat variabel yang memiliki nilai toleransi lebih kecil dari 0,10 dan nilai VIF masing-masing variabel tidak lebih dari 10. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak terdapat multikolinearitas antar variabel. Uji Heteroskedastisitas Dalam konteks model regresi. Uji Heteroskedastisitas berusaha menentukan apakah terdapat ketidaksetaraan varians antara pengamatan yang tersisa saat dibandingkan satu sama lain. Analisis grafis adalah pendekatan yang digunakan untuk uji heteroskedastisitas dalam studi khusus ini. Berikut ini adalah daftar hasil pemeriksaan. Gambar 1. Diagram Scatterplot Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Data dianggap tidak memiliki masalah heteroskedastisitas dalam analisis grafis jika titiktitik pada scatterplot membentuk pola yang tidak jelas dan distribusinya berada di atas atau di bawah sumbu Y tergantung pada arah scatterplot. Berdasarkan grafik yang ditampilkan di atas, titik-titik tersebut membentuk pola yang tidak jelas dan distribusinya bebas, baik diatas maupun di bawah sumbu Y. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa data dari penelitian ini tidak mengandung masalah heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Autokorelasi merupakan petunjuk adakah hubungan antara anggota yang diobservasi berdasarkan waktu dan tempat. Model regresi yang baik seharusnya tidak menunjukkan Dalam penelitian ini, uji autokorelasi menggunakan metode Durbin Watson. Berikut ini merupakan hasil pengujiannya. Tabel 5. Uji Autokorelasi Model R Square Model Summaryb Adjusted R Std. ErroroftheEstimate Square Durbin Watson 30 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 ,576a ,331 ,280 Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . ,83233 1,063 Dari hasil pengujian tersebut, dapat diketahui bahwa uji autokorelasi memiliki nilai 1,063. Hasil pengujian harus berada di antara -2 dan 2, atau -2 < DW < 2, agar dapat dianggap tidak memiliki autokorelasi. Karena hasil 1,063 memenuhi kriteria ini, maka data penelitian dianggap bebas autokorelasi. Hasil Pengujian Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Untuk mengetahui bagaimana faktor-faktor independen mempengaruhi variabel dependen, digunakan uji regresi linier berganda. Tabel berikut menampilkan temuan penelitian Tabel 6. Uji Regresi Linear Berganda Coefficientsa Un Std C Std Model Std. Error Beta (Constan. ,584 ,283 2,955 ,731 ,553 ,130 ,131 ,139 ,464 ,225 ,278 Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26, 2025 Sig. 2,062 4,040 ,995 2,064 ,046 ,000 ,326 ,046 Berdasarkan hasil pengujian tersebut, dapat dihasilkan persamaan berikut: Y = 0,584 2,955 X1 0,130 X2 0,464 X3 e Uji Koefisien Determinasi Tabel 7. Uji Koefisien Determinasi Model Model Summaryb R Square Adjusted R Square ,576a ,331 Predictors: (Constan. X1. X2. X3 Dependent Variable: Y Sumber: Hasil Pengolahan Data dengan SPSS 26 . ,280 Std. Error of the Estimate ,83233 Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa nilai dari R Square sebesar 0,280 atau sebesar 28% pada variasi variabel independen yaitu Sistem Pembayaran (X. Pemahaman Pengguna (X. Kemudahan Akses (X. , dapat menjelaskan variabel dependen yaitu Efisiensi Pelaporan Keuangan (Y). Sisanya sebesar 72% dapat dijelaskan oleh variabel lainnya yang tidak termasuk ke dalam model regresi. Artinya terdapat variabel lain yang bisa mempengaruhi Efisiensi Pelaporan Keuangan. Uji F Uji F dilakukan untuk mengetahui sejauh mana semua faktor independen secara bersamaan mempengaruhi variabel yang diuji atau diteliti. Apabila nilai signifikansi F kurang dari 0,05, dapat dipahami bahwa faktor-faktor independen tersebut secara bersamaan memengaruhi variabel dependen atau sebaliknya (Ghozali, 2. Ambang signifikansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 0,05, yang sama dengan 5%. Berikut ini adalah hasil Uji 31 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Tabel 8. Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Regression 13,382 Residual 27,018 Total 40,400 DependentVariable: PBV Predictors: (Constan. DPR. TVA. ROA Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Mean Square 4,461 ,693 Sig. ,001b 6,439 Berdasarkan Tabel 8 diatas, dapat dilihat bahwa nilai uji simultan F dapat diperoleh dengan rumus yaitu df = n . = 42 Ae . = 39, nilai ini dapat diperoleh dengan melihat hasilnya pada uji F Tabel 2,85. Berdasarkan pengujian ini, kita dapat menyimpulkan bahwa Fhitung adalah 6,439, yang lebih besar dari 2,79, dan nilai signifikansinya adalah 0,01, yang lebih kecil dari 0,05. Uji T Uji T dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh dari variabel independen terhadap variabel dependen. Berikut hasil uji T yang sudah dilakukan. Tabel 9. Uji Parsial (Uji T) Coefficientsa Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta (Constan. ,584 ,283 2,955 ,731 ,553 ,130 ,131 ,139 ,464 ,225 ,278 Sumber: Pengolahan Data dengan SPSS 26 . Sig. 2,062 4,040 ,995 2,064 ,046 ,000 ,326 ,046 Dalam menghitung t-table menggunakan ketentuan = 0,025 dan df = n Ae . = 43 Ae . = 39. Nilai yang didapatkan berdasarkan t-table adalah 2,022. Hasil dari t-table tersudut akan dibandingkan dengan t-hitung sesuai dengan hasil tabel yang telah didapatkan yaitu: Sistem Pembayaran (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan (Y). Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi < 0,05 . dan nilai t-hitung > t-tabel. Artinya, semakin baik sistem pembayaran yang digunakan, maka efisiensi pelaporan keuangan akan meningkat secara signifikan. Pemahaman Pengguna (X. tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan (Y), karena nilai signifikansi > 0,05 . Artinya, meskipun koefisien regresinya positif, namun tidak cukup kuat secara statistik untuk menyimpulkan bahwa peningkatan pemahaman pengguna akan meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan dalam model ini. Kemudahan Akses (X. berpengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan (Y), karena nilai signifikansi < 0,05 . Ini menunjukkan bahwa semakin mudah akses terhadap sistem, maka efisiensi pelaporan keuangan akan meningkat secara 32 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Pembahasan Berdasarkan hasil uji t yang dilakukan, variabel Sistem Pembayaran (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik sistem pembayaran yang digunakan, seperti integrasi sistem digital atau non-tunai, maka efisiensi dalam proses pelaporan keuangan juga akan semakin meningkat. Hasil ini sejalan dengan penelitian Yolanda et al. yang menyatakan bahwa diversifikasi sistem pembayaran berbasis digital mampu meningkatkan kecepatan dan ketepatan dalam penyusunan laporan keuangan pada sektor UMKM. Selain itu. Ardana et al. , . juga menyatakan bahwa penggunaan e-money dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan keuangan perusahaan retail, yang mendukung temuan penelitian ini. Sementara itu, variabel Pemahaman Pengguna (X. menunjukkan tidak adanya pengaruh yang signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan, dengan nilai signifikansi sebesar 0,326 yang lebih besar dari 0,05. Meskipun demikian, pemahaman pengguna tetap merupakan aspek penting dalam proses pelaporan keuangan, hanya saja dalam konteks penelitian ini pengaruhnya tidak cukup kuat secara statistik. Temuan ini berbeda dengan hasil penelitian oleh I Made Mudiana dan I Putu Gede Diatmika . yang menyatakan bahwa pemahaman laporan keuangan berpengaruh signifikan terhadap ketepatan waktu dalam pelaporan keuangan koperasi. Perbedaan hasil ini dapat disebabkan oleh perbedaan karakteristik responden, sistem yang digunakan, atau tingkat literasi keuangan dalam konteks masing-masing organisasi. Variabel Kemudahan Akses (X. juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap Efisiensi Pelaporan Keuangan dengan nilai signifikansi sebesar 0,046. Hal ini menunjukkan bahwa semakin mudah akses terhadap sistem atau aplikasi pelaporan keuangan, maka semakin efisien pula proses pelaporan yang dilakukan oleh pengguna. Hasil ini diperkuat oleh penelitian Padriyansyah dan Trie Sartika Pratiwi . yang menyatakan bahwa sistem informasi yang mudah diakses dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan data keuangan, serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Penelitian oleh Teuku Radhifan Syauqi . juga menunjukkan bahwa digitalisasi sistem perpajakan melalui akses online dapat meningkatkan efisiensi pelaporan pajak, terutama di sektor UMKM, meskipun tetap menghadapi tantangan dalam hal literasi dan infrastruktur teknologi. SIMPULAN Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sistem akuntansi keuangan berbasis teknologi berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi pelaporan keuangan pada UMKM di Palembang. Secara spesifik, sistem pembayaran berbasis digital dan kemudahan akses terhadap sistem menunjukkan pengaruh positif dan signifikan dalam meningkatkan efisiensi pelaporan. Kedua faktor ini terbukti mempercepat pencatatan transaksi dan mempermudah penyusunan laporan yang akurat dan tepat waktu. Namun, pemahaman pengguna terhadap sistem akuntansi tidak menunjukkan pengaruh positif signifikan, kemungkinan besar karena adanya fitur otomatisasi dalam sistem yang mengurangi ketergantungan terhadap keterampilan manual. Temuan ini menegaskan pentingnya digitalisasi dalam mendukung efisiensi pelaporan keuangan UMKM. Keterbatasan Penelitian 33 | Journal of UKMC National Seminar On Accounting Proceeding. Vol. No. Ags 2025 Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Pertama, objek penelitian terbatas pada UMKM di Kota Palembang yang telah menggunakan sistem akuntansi berbasis teknologi, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasi untuk UMKM di daerah lain yang memiliki karakteristik dan tingkat adopsi teknologi yang berbeda. Kedua, pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, sehingga tidak mengeksplorasi lebih dalam persepsi, pengalaman, atau hambatan subjektif yang dirasakan pelaku UMKM. Ketiga, variabel bebas yang digunakan hanya mencakup tiga indikator utama, yaitu sistem pembayaran, pemahaman pengguna, dan kemudahan akses, sehingga belum mencerminkan seluruh aspek dari sistem akuntansi digital yang mungkin relevan terhadap efisiensi pelaporan. Implikasi Hasil penelitian ini memberikan beberapa implikasi penting: Implikasi praktis: Pelaku UMKM didorong untuk memprioritaskan penggunaan sistem pembayaran digital dan memilih platform akuntansi yang mudah diakses untuk meningkatkan efisiensi pelaporan keuangan. Sementara itu, peningkatan pemahaman pengguna tetap penting sebagai langkah pendukung jangka panjang. Implikasi kebijakan: Pemerintah dan lembaga terkait perlu memperluas pelatihan digitalisasi akuntansi yang tidak hanya berfokus pada literasi keuangan, tetapi juga pada pemanfaatan sistem berbasis teknologi yang sederhana, terjangkau, dan sesuai dengan kebutuhan UMKM. Implikasi akademik: Penelitian ini membuka ruang bagi penelitian lanjutan dengan pendekatan kualitatif atau mixed-method untuk menggali lebih dalam pengalaman pengguna, serta menambahkan variabel lain seperti dukungan infrastruktur teknologi, keamanan data, dan integrasi sistem untuk memperluas pemahaman terhadap digitalisasi pelaporan keuangan UMKM. DAFTAR PUSTAKA