Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 PENGARUH PERENCANAAN ANGGARAN. PELAKSANAAN ANGGARAN. REGULASI DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN PADA OPD KOTA PALEMBANG Nurbaverischa Politeknik Negeri Sriwijaya nurbaverischa153@gmail. Susi Ardiani Politeknik Negeri Sriwijaya susiardiani12@gmail. Nurhasanah Politeknik Negeri Sriwijaya nurhasanahrizkiramadhan@gmail. ABSTRACT This research aims to prove the factors that influence the level of budget absorption in the Palembang city OPD. The factors tested in this research are budget planning, budget implementation, regulations and organizational The population and sample selected were 32 Regional Operational Apparatus with a total of 160 samples of employees from all regional agencies and organizational bodies in the city of Palembang with a sampling technique, namely purposive sampling. Data analysis was carried out using multiple linear regression which was processed with the help of the SPSS version 29 program. The research results revealed that budget planning and organizational commitment had a positive impact on budget absorption in the Palembang City OPD. Meanwhile, budget implementation and regulations have no impact on budget absorption. Keywords: Budget Planning. Budget Implementation. Regulations. Organizational Commitment. Budget Absorption. Palembang City OPD ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan faktor-faktor mempengaruhi tingkat penyerapan anggaran pada OPD kota Palembang. Faktor-faktor yang diuji dalam penelitian ini adalah perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, regulasi dan komitmen organisasi. Populasi dan sampel yang dipilih yaitu 32 Operasional Perangkat Daerah dengan jumlah 160 sampel pegawai diseluruh dinas dan badan organisasi perangkat daerah kota Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Palembang dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda yang diolah dengan bantuan program SPSS versi 29. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan anggaran dan komitmen organisasi berdampak positif terhadap penyerapan anggaran belanja di OPD Kota Palembang. Sedangkan pelaksanaan anggaran dan regulasi tidak berdampak pada penyerapan anggaran belanja. Kata kunci: Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran. Regulasi. Komitmen Organisasi. Penyerapan Anggaran. OPD Kota Palembang PENDAHULUAN Setelah dikeluarkannya UU No 1/2022 tentang perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pemerintahan yang semula sentralisasi menjadi desentralisasi ialah Pemerintah Pusat menyampaikan kewenangan kepada daerah otonom untuk menjalankan urusan keuangannya sendiri. Lingkup pemerintahan yang merupakan bagian Pemerintah Pusat didanai APBN, sementara lingkup pemerintahan yang merupakan bagian Pemerintah Daerah didanai APBD agar anggaran menjadi efektif, efisien, dan tidak tumpang tindih. Dalam era otonomi hingga saat ini, terdapat suatu fenomena yang menarik yaitu rendahnya realisasi penyerapan APBD di sebagian wilayah NKRI. Penyerapan anggaran yang kecil di awal tahun dan penumpukan di akhir tahun memicu anggaran yang direalisasikan belum tepat sasaran dan berkurangnya kualitas kinerja pemerintah. Keterlambatan dalam penyerapan anggaran belanja ini juga berdampak pada segi internal dan eksternal, contohnya meliputi kewaspadaan satker dalam melaksanakan programnya. Karena jika perencanaan anggaran lemah dapat menggambarkan pelaksanaan program yang kurang optimal. Tabel 1 LRA Belanja Daerah Kota Palembang Tahun 2019-2022 Sumber : Djpk. id (Data diolah 2. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Berdasarkan gambar diatas, fenomena rendahnya realisasi penyerapan anggaran belanja ini juga terjadi di Kota Palembang dimana persentase realisasi anggaran belanja untuk Kota Palembang tahun 2019 hingga tahun 2022 masih terbilang rendah dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain yang berada di Provinsi Sumatera Selatan yang masih cenderung stabil. Gambar 1 Persentase laporan Realisasi Anggaran Belanja Daerah Kota Palembang Tahun 2019-2022 Dapat dilihat pada gambar diatas bahwa dalam periode 4 tahun terakhir memperlihatkan persentase penyerapan anggaran naik turun, hanya 2019 persentase penyerapan dapat dikatakan optimal. Ditemukan sebagian aspek yang berdampak terhadap penyerapan anggaran seperti Perencanaan anggaran yang dapat diartikan sebagai suatu rancangan awal dengan tujuan pengendalian dan penentuan arah yang akan dilewati oleh suatu organisasi. Perencanaan anggaran yang telah dilaksanakan secara optimal belum tentu menjadi standar bahwa pelaksanaan anggaran akan berjalan dengan efektif pula. Pelaksanaan anggaran merupakan tahapan sumber daya yang digunakan untuk melaksanakan prosedur anggaran yang telah dibuat. Selain perencanaan dan pelaksanaan, aspek yang berpengaruh terhadap penyerapan anggaran adalah regulasi. Regulasi berguna untuk merealisasikan prosedur organisasi untuk menghadapi timbulnya suatu Namun karena banyaknya regulasi sementara periode tidak mumpuni, menyebabkan pelaksanaan anggaran mengalami hambatan dalam Faktor berikutnya yang mempengaruhi penyerapan anggaran yaitu komitmen organisasi, komitmen organisasi merupakan sikap kepatuhan pegawai dalam memihak dan ikut serta di suatu organisasi tertentu yang mempunyai tujuan untuk mengayomi anggotanya. Dari hasil penjelasan sebelumnya, maka peneliti Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 ingin melakukan kajian guna memberikan gambaran terhadap pengaruh variabelvariabel tersebut. TELAAH LITERATUR Teori Stakeholders Teori stakeholders menjabarkan bahwa sebuah sistem sosial terdiri dari beberapa stakeholders yang perilaku dan tindakannya saling mempengaruhi. Dalam suatu negara, pemerintah merupakan stakeholders yang terpenting sehingga keadaan ini menumbuhkan sebuah mutualisme dimana pemerintah perlu mengelola tugas secara dua arah untuk mencukupi kepentingan pemerintahan sendiri serta stakeholders lain. Demikian halnya pada tingkat daerah, pemerintah daerah adalah stakeholders yang dampaknya cukup relevan terhadap pembangunan di daerah (Mutmainna,2. Penyerapan Anggaran Menurut Syahwildan dan Damayanti . , penyerapan anggaran merupakan gambaran kesigapan pemerintah daerah saat mengimplementasikan tanggung jawabnya pada tiap kegiatan berupa pengumpulan dari serapan anggaran yang telah dilakukan oleh OPD. Perencanaan anggaran dapat diartikan sebagai persiapan untuk mengendalikan dan menentukan arah demi tercapainya suatu tujuan organisasi. Menurut Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan . Perencanaan ialah pedoman awal yang merupakan langkah dalam Merumuskan program pendapatan, belanja, dan pembiayaan untuk suatu periode spesifik. Pelaksanaan anggaran yakni langkah dalam mengatur finansial yang perlu dijalankan setelah tahap perencanaan anggaran selesai. Proses pelaksanaan melingkupi regulasi tentang penggunaan alat, aparatur yang menjalankan, tata cara menjalankannya, periode pelaksanaan dan tempat pelaksanaannya. Regulasi Dalam organisasi sektor publik, regulasi digunakan untuk merealisasikan kebijakan serta sebagai alat untuk menghadapi persoalan yang ada. Regulasi didefenisikan sebagai seperangkat aturan mengenai penggunaan dan pengelolaan Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 anggaran dimana pelaksana anggaran pada OPD menerapkan peraturan yang tidak tumpeng tindih, dengan melakukan sosialisasi apabila terdapat pembaharuan regulasi yang akan diterapkan. Semakin jelas regulasi maka akan memudahkan dalam menjalankan berbagai program yang ada disatuan kerja sehingga serapan anggaran mampu terlaksana secara optimal. Komitmen Organisasi Komitmen organisasi menggambarkan kepatuhan pegawai untuk ikut serta dalam organisasi yang memiliki tujuan untuk mengayomi anggotanya. Pegawai yang memiliki komitmen penuh pada organisasi pemerintah mampu merealisasikan kebutuhan organisasi dari pada kebutuhan pribadi. Kondisi ini akan memotivasi aparatur untuk memperoleh sasaran anggaran sesuai dengan target yang ingin diraih satuan kerja dan berdampak pada perolehan penyerapan anggaran. METODOLOGI PENELITIAN Jenis kajian yang digunakan adalah kuantitatif dimana peneliti memberikan kuesioner untuk mempelajari populasi atau sampel tertentu untuk membuktikan hipotesis yang ada. Pembagian kuesioner dalam penelitian ini yaitu Pengguna Anggaran. Kuasa Pengguna Anggaran. Pejabat Pelaksana Teknik Anggaran. Pejabat Penatausahaan Keuangan, dan Bendahara Pengeluaran. Populasi dan sampel yang dipilih yaitu 32 Operasional Perangkat Daerah dengan jumlah 160 Berikut hipotesis yang ditetapkan dalam kajian ini. H1: X1 secara parsial berpengaruh relevan terhadap penyerapan anggaran. H2: X2 secara parsial berpengaruh relevan terhadap penyerapan anggaran. H3: X3 secara parsial berpengaruh relevan terhadap penyerapan anggaran. H4: X4 secara parsial berpengaruh relevan terhadap penyerapan anggaran. H5: Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran. Regulasi dan Komitmen Organisasi secara simultan berpengaruh simultan terhadap penyerapan anggaran. Proses pengolahan data dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan analisis Regresi Berganda dalam hal ini dengan memanfaatkan perangkat lunak SPSS Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas bermanfaat menilai data yang diperoleh dari hasil kajian melalui . Dengan tingkat signifikan 5% maka nilai tabel r adalah 0,176. Realibilitas . adalah suatu pengukur yang menunjukan kestabilan dari suatu kajian. Variabel dikatakan dapat memenuhi apabila nilai koefisien CronbachAos Alpha >0,60. Tabel 2 Hasil Uji Validitas Tabel 3 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Penyerapan Anggaran Cronbach's Alpha Keterangan Reliabel Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Perencanaan Anggaran Pelaksanaan Anggaran Regulasi Komitmen Organisasi Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Uji Normalitas Uji normalitas memanfaatkan tingkat signifikan 5% atau 0,05, jika di atas nilai signifikan 5% mampu diartikan jika data yang diperoleh berdistribusi normal. Tabel 4 Hasil Uji Normalitas Gambar 2 Hasil Normalitas Dengan Menggunakan Scatter Plot Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Pada gambar ini memperlihatkan titik meluas di daerah garis dan menyertai arah garis diagonal, mampu disimpulkan bahwa gambaran regresi residual mencukupi aspek normalitas secara baik dan dapat dimanfaatkan sehingga dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal Analisis Regresi Linier Berganda Analisa berguna memahami dan mengukur besar variabel bebas dengan variabel Tabel 5 Hasil Koefisien Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model (Constan. PRA PLA Dependent Variable: PA Standardize Coefficient Std. Error Beta Sig. Y = 0,083 1. 077 X1 0. 152 X2 0. 166 X3 0. 196 X4 Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Dimana Y = Penyerapan Anggaran. X1 = Perencanaan Anggaran. X2 = Pelaksanaan Anggaran. Regulasi X3 = Regulasi . X4= Komitmen Organisasi Dari persamaan regresi tersebut dapat disimpulkan bahwa: Konstanta sebesar 0. 083 menyatakan bahwa jika tidak ada penurunan nilai dari variabel X1 = Perencanaan Anggaran. X2 = Pelaksanaan Anggaran. Regulasi X3 = Regulasi dan X4= Komitmen Organisasi adalah 0. Koefisien regresi sebesar 1. 077 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variabel X1 akan memberikan kenaikan skor sebesar 1. Koefisien regresi sebesar 0. 152 menyatakan bahwa setiap penambahan satu nilai pada variabel X2 akan memberikan kenaikan skor sebesar 0. Koefisien regresi sebesar 0. 166 menyatakan bahwa setiap pengurangan satu nilai pada variabel X3 akan memberikan kenaikan skor sebesar 0. Koefisien regresi sebesar 0. 166 menyatakan bahwa setiap pengurangan satu nilai pada variabel X4 akan memberikan kenaikan skor sebesar 0. Variabel perencanaan anggaran mempunyai nilai ycEaycnycycycuyci 4,287 dan nilai signifikan 0,000 sehingga disimpulkan secara parsial variabel X1 berdampak relevan positif. Variabel pelaksanaan anggaran memperoleh nilai ycEaycnycycycuyci 0,160 dan nilai signifikan 0,873 sehingga disimpulkan secara parsial variabel X2 tidak berdampak signifikan positif. Variabel Regulasi anggaran memperoleh nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 1,089 dan nilai signifikan 0,278 sehingga disimpulkan secara parsial variabel X3 tidak berdampak relevan positif. Variabel Komitmen Organisasi X4 memperoleh nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 4,041 dan nilai signifikan 0,000 sehingga disimpulkan secara parsial variabel X1 memiliki pengaruh secara Uji Koefisien Determinasi Uji ini bermanfaat untuk memutuskan besar hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Hasil uji koefisien determinasi sebagai berikut Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Tabel 6 Model Summary Variabel perencanaan anggaran, variabel pelaksanaan anggaran, variabel regulasi serta variabel komitmen organisasi secara simultan . ersama-sam. memberikan pengaruh cukup besar yaitu 47% terhadap penyerapan anggaran (Y) sedangkan sisanya sebesar 53% . %- R Squar. dipengaruhi oleh variabel lain . Uji Signifikan Simultan (Uji . Tabel 7 Hasil Anova Berdasarkan hasil diatas memperlihatkan bahwa yaEaycnycycycuyci untuk semua variabel secara simultan sebesar 26,369 dengan signifikansi sebesar 0,000 diartikan secara simultan variabel perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, regulasi dan komitmen organisasi berdampak signifikan terhadap penyerapan anggaran. Pengaruh Perencanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran Berlandaskan kajian hipotesis pada variabel tersebut, dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 4,287 sedangkan nilai ycycycaycayceyco 1,657 sehingga mampu disimpulkan bahwa nilai ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . Untuk nilai signifikansi dari perencanaan 0,000 yang diartikan kurang dari 0,05. Dari penjabaran pengujian hipotesis tersebut dapat disimpulkan variabel perencanaan anggaran berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran. Hasil pengujian koefisien determinasi ycI 2 diperoleh nilai R Square 0,470 atau 47% yang menunjukkan adanya keterkaitan Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 yang cukup besar antara variabel independen dan variabel dependen. Dilihat dari hasil jawaban kuesioner pada OPD Kota Palembang bahwa pengelola anggaran telah menyusun kegiatan dalam satu tahun anggaran secara baik dan efektif serta sasaran, sehingga penyerapan anggaran dapat Perencanaan dapat diartikan sebagai proses penentuan tindakan yang akan diambil dimasa depan dengan memperhatikan sumber daya yang tersedia. Hasil kajian ini sesuai dengan kajian Sasmita et al . Nursela, et al . , dan penelitian sasmita, et al . yang mengemukakan bahwa perencanaan anggaran memberikan pengaruh bagi penyerapan anggaran. Pengaruh Pelaksanaan Anggaran terhadap Penyerapan Anggaran Berdasarkan kajian hipotesis pada variabel tersebut, dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 0,160 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,657 sehingga mampu disimpulkan bahwa nilai ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco . Untuk nilai signifikansi dari perencanaan 0,873 diartikan lebih besar dari 0,05. Dari penjabaran perhitungan kajian hipotesis tersebut mampu diartikan variabel pelaksanaan anggaran tidak berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran. Dilihat dari hasil jawaban kuesioner pada OPD Kota Palembang. Penyebab pelaksanaan anggaran tidak berdampak terhadap penyerapan anggaran karena OPD masih mendapat beberapa persoalan dalam proses pelaksanaan anggaran seperti internal OPD serta proses alur pembayaran . encairan anggara. Anggaran yang disusun dengan perencanaan yang benar bisa dijalankan secara buruk, namun anggaran yang disusun dengan perencanaan yang buruk tidak mungkin dijalankan dengan baik. Sebanyak apapun persentase pelaksanaan anggaran tidak berdampak dalam tingkat penyerapan Hasil kajian ini sesuai dengan Lestari et al . dan Puluala . yang mengemukakan bahwa pelaksanaan anggaran tidak memberikan pengaruh bagi penyerapan anggaran. Pengaruh Regulasi terhadap Penyerapan Anggaran Berdasarkan kajian hipotesis pada variabel regulasi, dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 1,089 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,657 sehingga mampu disimpulkan bahwa nilai ycEaycnycycycuyci < ycycycaycayceyco . Untuk nilai signifikansi dari perencanaan 0,278 Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 diartikan lebih besar dari 0,05. Dari penjabaran perhitungan pengujian hipotesis tersebut bisa diartikan variabel regulasi tidak berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran. Dilihat dari hasil jawaban kuesioner pada OPD Kota Palembang. Penyebab regulasi tidak berdampak terhadap penyerapan anggaran dikarenakan OPD terlihat bimbang dan ragu untuk menjalankan program ataupun kegiatan, walaupun regulasi yang diberikan telah jelas, selain itu regulasi yang diberikan pemerintah pusat tidak diberikan dalam bentuk SOP. Hasil penelitian ini menyanggah pendapat yang diajukan bahwa semakin tinggi tingkat kepatuhan dan pemahaman yang baik terhadap regulasi maka penyerapan anggaran dapat maksimal. Hasil kajian ini didukung dengan kajian Rifai . dan Sanjaya,T . yang mengemukakan bahwa Regulasi tidak memberikan pengaruh bagi penyerapan anggaran. Kajian ini tidak didukung Ramadhani, dkk . yang mengemukakan bahwa regulasi memberikan dampak bagi penyerapan anggaran. Pengaruh Komitmen Organisasi terhadap Penyerapan Anggaran Berdasarkan kajian hipotesis pada variabel tersebut, dapat dilihat nilai ycEaycnycycycuyci sebesar 4,041 sedangkan nilai ycycycaycayceyco sebesar 1,657 sehingga mampu disimpulkan bahwa nilai ycEaycnycycycuyci > ycycycaycayceyco . Untuk nilai signifikansi dari perencanaan 0,000 diartikan kurang dari 0,05. Dari penjabaran perhitungan kajian hipotesis tersebut dapat diartikan variabel komitmen organisasi berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran. Selanjutnya, berdasarkan pengujian koefisien determinasi ycI 2 dimiliki nilai R Square 0,470 atau 47% yang menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup besar antara variabel independen dan variabel dependen. Dilihat dari hasil jawaban kuesioner pada OPD Kota Palembang bahwa pegawai OPD telah mengikuti dan memberikan rasa kepercayaan terhadap organisasi, adanya kemauan berusaha dan bekerja keras untuk meningkatkan penyerapan Untuk mencapai target anggaran, pegawai harus memiliki komitmen yang tinggi sehingga akan berdampak terhadap pencapaian penyerapan anggaran. Hasil kajian ini didukung dengan Islahuddin et al . Nursela, et al . , dan putri, et al . yang mengemukakan Komitmen Organisasi memberikan dampak bagi penyerapan anggaran. Jurnal Bina Akuntansi. Januari 2024. Vol. 11 No. 1 Hal 51-64 Pengaruh Perencanaan Anggaran. Pelaksanaan Anggaran. Regulasi dan Komitmen Organisasi terhadap Penyerapan Anggaran Berdasarkan kajian hipotesis, dapat dilihat nilai yaEaycnycycycuyci sebesar 26,369 sedangkan nilai yaycycaycayceyco sebesar 2,45 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai ya > yaycycaycayceyco . Untuk nilai signifikansi dari perencanaan 0,000 diartikan kurang dari 0,05. Dari penjabaran perhitungan pengujian hipotesis diartikan variabel perencanaan anggaran, pelaksanaan anggaran, regulasi dan komitmen organisasi berdampak positif dan signifikan secara simultan. Kemudian, berlandaskan hasil kajian koefisien determinasi ycI 2 dimiliki nilai R Square 0,470 atau 47% yang menunjukkan adanya keterkaitan yang cukup besar antara variabel independen dan variabel dependen. Sedangkan sisanya sebesar 53% . %- R Squar. dipengaruhi variabel lain yang tidak termasuk dalam kajian ini. SIMPULAN Dari penjabaran diatas membuktikan jika variabel perencanaan anggaran dan komitmen organisasi berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran, sedangkan untuk variabel pelaksanaan anggaran dan regulasi tidak berdampak positif dan relevan terhadap penyerapan anggaran. Adapun dari hasil penelitian ini ada beberapa saran yang di sampaikan adalah bagi satuan kerja daerah Kota Palembang diharapkan hasil kajian ini dapat menjadi gambaran dan bahan evaluasi kedepannya agar penyerapan anggaran di masing-masing OPD dapat terealisasikan secara optimal. Bagi peneliti berikutnya, diharapkan dapat memperbanyak variabel independen lain dan memperluas cakupan objek kajian agar mendapatkan hasil gambaran yang lebih baik tentang Penyerapan Anggaran. DAFTAR PUSTAKA