Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Pengaruh Perilaku Asertif Dan Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F IPS Di SMA Negeri 2 Painan Renzami Zulmia Putri1*. Caterina Lo2, dan Reni Respita3 1,2,3 Pendidikan Ekonomi. Universitas Ekasakti Padang *Email: renzamizulmiaputri@gmail. Received: 11/07/2025 . Revised: 17/07/2025 . Accepted: 14/08/2025 . Published: 16/08/2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh perilaku asertif dan percaya diri, baik secara parsial maupun simultan, terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan populasi 70 siswa dan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner, lalu dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Pengujian hipotesis dilakukan melalui uji-t untuk pengaruh parsial dan uji-F untuk pengaruh simultan. Hasil menunjukkan perilaku asertif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi . = 4,037. sig = 0,000 < 0,. Percaya diri juga berpengaruh positif dan signifikan . = 2,767. sig = 0,007 < 0,. Secara bersama-sama, perilaku asertif dan percaya diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi (F = 29,133. sig = 0,000 < 0,. Kesimpulannya, peningkatan perilaku asertif dan percaya diri berkaitan dengan peningkatan hasil belajar ekonomi siswa di sekolah tersebut. Kata Kunci: Perilaku Asertif. Percaya Diri. Hasil Belajar Abstract This study examines the partial and simultaneous effects of assertive behavior and self-confidence on the economics learning outcomes of Phase F social studies students at SMA Negeri 2 Painan. The research used a quantitative approach with a population of 70 students and employed saturated sampling. Data were collected through questionnaires and analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS version 25. Hypotheses were tested using the t-test for partial effects and the F-test for simultaneous effects. The results show that assertive behavior has a positive and significant effect on economics learning outcomes . = 4. = 0. 000 < 0. Self-confidence also has a positive and significant effect . = 2. p = 0. 007 < 0. Simultaneously, assertive behavior and self-confidence have a positive and significant effect on economics learning outcomes (F = 29. p = 0. 000 < 0. In conclusion, higher levels of assertive behavior and selfconfidence are associated with better economics learning outcomes among students at the school. Keywords: Assertive Behavior. Self-Confidence. Learning Outcomes PENDAHULUAN Pendidikan merupakan landasan utama dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan Sebagai upaya terencana, pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi diri peserta didik secara aktif, mencakup aspek spiritual, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang esensial bagi diri, masyarakat, bangsa, dan negara (UndangUndang No. 20 Tahun 2. Di lingkungan sekolah, proses pendidikan diwujudkan melalui kegiatan belajar mengajar, di mana hasil dari proses ini menjadi indikator keberhasilan siswa dalam memahami materi dan mencapai tujuan pembelajaran. Salah satu tolok ukur utama keberhasilan ini adalah hasil belajar siswa. Hasil belajar adalah cerminan perubahan perilaku, baik dalam ranah kognitif . , afektif . , maupun psikomotorik . , setelah siswa mengikuti proses pembelajaran (Melda Hotnisari Hutagaol. Binsar Tison Gultom, & Sotarduga Sihombing, 2024. Darwanto & Kiki Herdiansyah, 2. Pencapaian hasil belajar yang optimal menjadi tujuan akhir yang harus dicapai oleh setiap siswa, tetapi realisasinya dipengaruhi This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 296 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ banyak faktor, termasuk faktor internal dari dalam diri siswa. Karena itu, penelitian ini berfokus pada dua aspek internal yang krusial, yaitu perilaku asertif dan rasa percaya diri (H. Meli. NurAoaini, & T. Yuliani, 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh penulis di SMA Negeri 2 Painan pada tanggal 6 Januari 2025, diketahui bahwa hasil belajar siswa fase F IPS pada mata pelajaran ekonomi sebagian besar di bawah KKTP. Data nilai Ujian Akhir Semester (UAS) ganjil tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan bahwa hasil belajar siswa sebagian besar di bawah KKTP. Tabel 1. Data UAS Siswa Kelas XI Semester Ganjil Tahun Ajaran 20242025 Kelas Jumlah Siswa Nilai rata-rata KKTP Tuntas Tidak XI F IPS 1 XI F IPS 2 Jumlah Persentase Tuntas Tidak tuntas Ditemukan sebanyak 60% nilai siswa tidak tuntas dan sebanyak 40% nilai siswa yang Dari dua kelas yaitu fase F IPS 1 dan fase F IPS 2, dua kelas tersebut memiliki jumlah siswa yang sama yaitu 35 siswa, dengan nilai KKTP 80. Hal ini membuktikan bahwa standar keberhasilan belajar siswa kelas fase F IPS 1 dan F IPS 2 di SMA Negeri 2 Painan masih belum tercapai secara maksimal. Rendahnya hasil belajar ini diduga kuat berkaitan dengan perilaku dan psikologis siswa selama proses pembelajaran. Salah satu aspek yang menonjol adalah kurangnya perilaku Perilaku asertif didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengekspresikan pendapat, perasaan, dan hak-hak pribadinya dengan cara yang jujur, langsung, dan tidak melanggar hak orang lain (Lange & Jakubowski, 2. Berdasarkan pengamatan. Perilaku asertif yang terlihat di kelas fase F IPS SMA Negeri 2 Painan diduga masih rendah, hal ini dapat dilihat ketika proses pembelajaran berlangsung, kurangnya keberanian siswa untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Bahkan, ketika diminta untuk bertanya, siswa cenderung lebih memilih diam dan menghindar. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan pemahaman yang optimal mengenai pembelajaran tersebut. Selain itu, ada juga siswa yang kesulitan menolak ajakan yang mengganggu, seperti mengobrol saat guru menjelaskan atau bekerja sama dalam mencontek, karena takut dianggap sombong atau tidak solid dalam pertemanan, sehingga rentan dimanfaatkan oleh orang lain dan menghambat fokus belajar. Selain perilaku asertif, rendahnya hasil belajar juga disinyalir berhubungan erat dengan tingkat percaya diri siswa. Percaya diri adalah keyakinan akan kemampuan diri sendiri, yang membuat seseorang mampu bertindak tanpa keraguan, merasa bebas, dan bertanggung jawab (Lauster, 2. Tingkat kepercayaan diri siswa di kelas fase F IPS SMA Negeri 2 Painan diduga tergolong rendah. Sebagian siswa merasa ragu terhadap kemampuan mereka sendiri, sehingga enggan mencoba atau berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Ketika diminta mengerjakan soal di depan kelas atau melakukan presentasi, beberapa siswa merasa cemas, gemetar, bahkan menghindari kesempatan tersebut karena takut salah dan dikritik oleh teman-temannya. Tidak hanya itu, siswa yang tidak memiliki kepercayaan diri, mereka sering takut melakukan kesalahan, sehingga lebih memilih untuk tidak mencoba atau mengambil resiko bahkan dalam tugas sederhana. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara kedua variabel ini dengan hasil belajar. Penelitian Meli. Nur'aini, & Yuliani . menemukan bahwa This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 297 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ perilaku asertif dan percaya diri secara signifikan mempengaruhi hasil belajar ekonomi. Selain itu, penelitian Indriawati . juga menunjukkan adanya pengaruh positif antara percaya diri dengan hasil belajar. Namun, penelitian-penelitian tersebut dilakukan pada konteks dan lokasi yang berbeda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kembali pengaruh kedua variabel ini secara spesifik pada konteks siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan, mengingat data awal menunjukkan adanya masalah yang signifikan pada hasil belajar. Berdasarkan latar belakang masalah yang telah penulis kemukakan, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang AuPengaruh Perilaku Asertif Dan Percaya Diri Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Fase F IPS Di SMA Negeri 2 PainanAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal-komparatif untuk menguji pengaruh perilaku asertif (X. dan percaya diri (X. terhadap hasil belajar ekonomi (Y) pada siswa Fase F IPS SMA Negeri 2 Painan. Kabupaten Pesisir Selatan. Sumatera Barat, yang dilaksanakan pada AprilAeMei 2025. Populasi sekaligus sampel berjumlah 70 siswa . ampling jenu. Data X1 dan X2 dikumpulkan melalui angket skala Likert, sedangkan Y diambil dari dokumentasi nilai UAS, serta didukung observasi perilaku siswa di kelas. Instrumen terdiri atas 23 item valid untuk perilaku asertif dan 25 item valid untuk percaya diri, dengan reliabilitas sangat tinggi (Alpha Cronbach 0,926 dan 0,. Analisis data meliputi deskriptif menggunakan TCR, uji asumsi klasik . ormalitas, heteroskedastisitas, multikolinearitas, linearitas, homogenita. , regresi linear berganda (Y= b1X1 b2X2 . , serta pengujian hipotesis melalui uji-t, uji-F, dan koefisien determinasi (RA). HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Analisis Deskriptif Variabel Hasil belajar Berikut nilai distribusi frekuensi hasil belajar dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 2. Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Jumlah Mean Median Modus Standar Devisi Maksimum Minimum Kelas Interval 70 Ae 73 74 Ae 77 78 Ae 81 82 Ae 85 86 Ae 89 90 Ae 93 This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence Frekuensi Persentase (%) 80,66 79,00 6,397 | 298 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar siswa berada pada kelas interval 78Ae81 dengan frekuensi 20 siswa atau sebesar 28,6%. Nilai rata-rata . hasil belajar siswa adalah 80,66 dengan median sebesar 79,00. Nilai maksimum yang diperoleh siswa adalah 93, sedangkan nilai minimum adalah 70. Perilaku Asertif Tingkat capaian responden variabel perilaku asertif (X. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Tingkat Capaian Responden Variabel Perilaku Asertif (X. Indikator Permintaan Penolakan Pengekpresian diri Pujian Berperan dalam pembicaraan Rerata-rata Keseluruhan Mean 3,59 3,63 3,59 3,79 3,62 3,71 TCR (%) 71,77% 72,69% 71,83% 75,71% 72,43% 72,88% Kriteria Baik Baik Baik Baik Baik Baik Rata-rata keseluruhan TCR sebesar 72,88% dengan kategori "Baik". Indikator "pujian" memiliki capaian tertinggi . ,71%), sedangkan "permintaan" memiliki capaian terendah . ,77%). Percaya Diri Tingkat capaian responden variabel percaya diri (X. dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Tingkat capaian responden variabel percaya diri (X. Indikator Melakukan kegiatan tanpa ragu-ragu Mampu membuat keputusan dengan cepat Tidak mudah putus asa Tidak canggung dalam bertindak Berani tampil di depan umum Rerata-rata Keseluruhan Mean TCR (%) Kriteria 3,70 3,49 3,78 3,53 3,40 3,58 73,94% 69,83% 75,60% 70,57% 68,06% 71,6% Baik Baik Baik Baik Baik Baik Rata-rata keseluruhan TCR sebesar 71,6% dengan kategori "Baik". Indikator "tidak mudah putus asa" memiliki capaian tertinggi . ,60%), sedangkan "berani tampil di depan umum" memiliki capaian terendah . ,06%). Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas: Nilai Asymp. Sig. Oetaile. sebesar 0,200 > 0,05, menunjukkan data berdistribusi normal. Uji Heteroskedastisitas: Nilai signifikansi variabel independen dengan absolut residual > 0,05 (Perilaku Asertif = 0,813. Percaya Diri = 0,. , menunjukkan tidak terjadi Uji Multikolinearitas: Nilai VIF untuk Perilaku Asertif dan Percaya Diri adalah 1,560 (< . dan nilai Toleransi 0,641 (> 0,. , menunjukkan tidak terjadi multikolinearitas. This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 299 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Uji Linearitas: Nilai signifikan pada Linearity sebesar 1,000 > 0,05, menunjukkan hubungan linear antara variabel. Uji Homogenitas: Nilai signifikansi 0,297 > 0,05, menunjukkan varians data homogen. Analisis Regresi Linear Berganda Hasil pengujian regresi linear berganda dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Pengujian Regresi Linear Berganda Coefficientsa Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. 46,185 4,552 Perilaku Asertif 0,253 0,063 Percaya Diri 0,149 0,054 Dependent Variable: Hasil Belajar Standardized Coefficients Beta 0,451 0,309 10,147 4,037 2,767 Sig. 0,000 0,000 0,007 Dari tabel di atas, persamaan regresi linear berganda yang diperoleh adalah: Y=46,185 0,253X1 0,149X2 e. Konstanta 46,185 menunjukkan bahwa jika tidak ada perilaku asertif dan percaya diri, hasil belajar adalah 46,185. Koefisien regresi perilaku asertif . sebesar 0,253 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan perilaku asertif akan meningkatkan hasil belajar sebesar 0,253. Koefisien regresi percaya diri . sebesar 0,149 menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 satuan percaya diri akan meningkatkan hasil belajar sebesar 0,149. Pengujian Hipotesis Uji-t (Parsia. Hasil uji t pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Hasil Uji t Coefficientsa Model Standardized Coefficients Beta (Constan. Perilaku Asertif Unstandardized Coefficients Std. Error 46,185 4,552 0,253 0,063 Percaya Diri 0,149 0,054 0,451 10,147 4,037 Sig. 0,000 0,000 0,309 2,767 0,007 Dependent Variable: Hasil Belajar Perilaku Asertif (X. : thitung = 4,037 > ttabel = 1,996 dan sig = 0,000 < 0,05. Hipotesis 1 diterima, artinya perilaku asertif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi. Percaya Diri (X. : thitung = 2,767 > ttabel = 1,996 dan sig = 0,007 < 0,05. Hipotesis 2 diterima, artinya percaya diri berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar ekonomi. Uji-F (Simulta. Hasil uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut: This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 300 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ Tabel 7. Hasil Uji f ANOVAa Model Sum of Squares df ReRRegression 1313,453 ResiResidual 1510,318 Total 2823,771 Dependent Variable: Hasil Belajar Predictors: (Constan. Percaya Diri. Perilaku Asertif Mean Square 656,727 22,542 29,133 Sig. ,000b Fhitung = 29,133 > Ftabel = 3,13 dan sig = 0,000 < 0,05. Hipotesis 3 diterima, artinya perilaku asertif dan percaya diri secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar Koefisien Determinasi (R. Nilai R2 sebesar 0,465. Ini berarti 46,5% variasi hasil belajar ekonomi dijelaskan oleh perilaku asertif dan percaya diri, sedangkan 53,5% dipengaruhi oleh variabel lain di luar model Pembahasan Hasil penelitian ini secara konsisten menunjukkan bahwa perilaku asertif dan percaya diri memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan, baik secara parsial maupun simultan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai perilaku asertif dengan t hitung 4,037 > ttabel 1,996 dan nilai sig perhitungan yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 . diterima yang berarti perilaku asertif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Pengaruh signifikan perilaku asertif terhadap hasil belajar sejalan dengan penelitian Meli dkk . dan pendapat Lange & Jakubowski . Siswa yang asertif lebih berani bertanya, menyampaikan pendapat, dan menolak hal-hal yang mengganggu proses belajar, sehingga menciptakan interaksi pembelajaran yang efektif dan meningkatkan pemahaman materi. Begitupun dengan variabel percaya diri, berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai percaya diri dengan thitung 2,767 > ttabel 1,996 dan nilai sig perhitungan yang diperoleh sebesar 0,007 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 . diterima, yang berarti percaya diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Adriani . dan Indriawati . Siswa dengan kepercayaan diri tinggi lebih yakin pada kemampuannya, tidak mudah putus asa, berani mencoba, dan lebih siap dalam menghadapi tugas serta Hal ini sesuai dengan teori Fadlillah . dan Komara . yang menyatakan bahwa percaya diri berkorelasi kuat dengan hasil belajar kognitif dan merupakan modal dasar untuk aktualisasi diri. Secara bersama-sama, perilaku asertif dan percaya diri saling melengkapi dalam mendukung hasil belajar. Berdasarkan hasil penelitian diketahui nilai F hitung 29,133 > Ftabel 3,13 dan nilai sig yang dihasilkan dari perhitungan adalah 0,000 < 5% . yang berarti perilaku asertif dan percaya diri secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Perilaku asertif mendorong keberanian berkomunikasi dan bertanya, sementara percaya diri memberikan kekuatan mental untuk mencoba dan bangkit dari kegagalan. Kombinasi kedua sikap ini membentuk This Is an open access article under the CC BY SA-4. 0 licence | 301 Jurnal Armada Pendidikan Vol. No. Agustus 2025 https://doi. org/10. 60041/jap/v3i3. ISSN 2985-8623 /Print/ ISSN 2985-7902 /Online/ siswa yang aktif, mandiri, dan termotivasi tinggi dalam belajar, yang pada akhirnya berkontribusi pada hasil belajar yang lebih optimal. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa: Perilaku asertif berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Siswa yang mampu menyampaikan pendapat dan terlibat aktif dalam komunikasi cenderung memiliki hasil belajar yang lebih baik. Percaya diri berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Siswa dengan kepercayaan diri tinggi lebih aktif dalam belajar, berani bertanya, dan siap menghadapi penilaian. Perilaku asertif dan percaya diri secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa Fase F IPS di SMA Negeri 2 Painan. Kedua sikap ini saling melengkapi, menciptakan siswa yang aktif, mandiri, dan termotivasi tinggi dalam DAFTAR PUSTAKA