P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Jurnal Language education literature UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS SURAT MELALUI MEDIA POWER POINT DI SISWA KELAS XII SMK NEGERI 3 REJANG LEBONG Sri Agustina SMK Negeri 3 Rejang Lebong. Indonesia Email: srisaphira18@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis surat melalui media power point pada siswa kelas XII SMK Negeri 3 Rejang Lebong. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas dari pratindakan sampai dengan Siklus II. Pengumpulan data dengan teknik tes. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasannya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: bahwa ketuntasan belajar perorangan subjek penelitian dari kondisi awal sebesar 72% ke akhir siklus I yang mencapai 81% berarti mengalami kenaikan 9%. Dari siklus I ke akhir siklus II juga ada peningkatan ketuntasan belajar perorangan, yaitu dari 81% pada siklus I menjadi 94% di akhir siklus II. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir ketuntasan belajar perorangan mengalami peningkatan 22%. Hal tersebut juga terjadi peningkatan pada ketuntasan belajar klasikal, yaitu 76% pada kondisi awal menjadi 86% pada kondisi akhir yang berarti terjadi kenaikan Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui media Power Point kemampuan menulis surat pada siswa kelas XII SMK Negeri 3 Rejang Lebong dapat Kata kunci : Media. Power Point, menulis, surat. EFFORTS TO IMPROVE LETTER WRITING ABILITY THROUGH POWER POINT MEDIA IN CLASS XII STUDENTS OF VOCATIONAL SCHOOL NEGERI 3 REJANG LEBONG ABSTRACT The aim of this research is to determine the improvement in letter writing skills using Power Point media in class XII students at SMK Negeri 3 Rejang Lebong. The research method used is Classroom Action Research from pre-action to Cycle II. Data collection using test techniques. Based on the results of data analysis and discussion, the following conclusion can be drawn: that the research subjects' individual learning mastery from the initial condition of 72% to the end of cycle I which reached 81% means an increase of From cycle I to the end of cycle II there was also an increase in individual learning completeness, namely from 81% in cycle I to 94% at the end of cycle II. Thus, from the initial condition to the final condition, individual learning completion increased by 22%. This also saw an increase in classical learning completeness, namely 76% in the initial condition to 86% in the final condition, which means an increase of 10%. Thus it can be concluded that through Power Point the ability to write letters in class XII students at SMK Negeri 3 Rejang Lebong can be increased. Keywords: Media. Power Point, writing, letter Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 PENDAHULUAN Aktivitas proses belajar mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah juga menuntut siswa untuk memahami dan menguasai empat komponen keterampilan berbahasa. Menurut Tarigan . AuKeterampilan berbahasa . anguage art, language skil. mencakup empat segi yaitu keterampilan menyimak/mendengarkan . istening skil. , keterampilan berbicara . peaking skil. , keterampilan membaca . eading skil. , dan keterampilan menulis . riting skil. Ay. Keempat keterampilan tersebut merupakan catur tunggal yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Salah satu keterampilan bahasa adalah menulis. Menulis merupakan keterampilan yang kompleks yang memerlukan kemampuan kompleks, sehingga dibutuhkan pengetahuan yang baik. Keterampilan menulis tidak bisa diabaikan begitu saja. Karena menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh siswa. Menulis berhubungan dengan komunikasi tulis, dan mempunyai tujuan untuk memperoleh informasi dan memahami isi informasi tersebut. Kurikulum yang saat ini sedang diimplementasikan adalah Kurikulum Pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013 tidak lagi menggunakan pendekatan yang didominasi oleh guru . eacher centere. , tetapi guru lebih banyak menempatkan siswa sebagai subjek didik, sehingga dalam kurikulum ini menuntut diterapkannya penerapan metode pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa aktif (Student Centere. Kurikulum 2013 mata pelajaran bahasa dan Sastra Indonesia di SMK Negeri 3 Rejang Lebong kelas XII terdapat Kompetensi Dasar (KD. menulis surat. Pada kompetensi dasar tersebut siswa dituntut untuk dapat memiliki kemampuan menulis surat dengan baik dan benar. Proses pembelajaran di kelas siswa menghabiskan sebagian waktunya untuk menulis apa yang disampaikan oleh guru. Kegiatan menulis tersebut tidak bisa diabaikan begitu saja, karena kegiatan menulis menentukan keberhasilan seorang siswa. Semakin baik keterampilan menulis surat siswa, maka pemahaman siswa akan pelajaran tersebut juga akan baik pula. Dan salah satu keterampilan menulis yang harus dikuasai oleh siswa adalah menulis surat. Dalam Kompetensi Inti di SMK Negeri 3 Rejang Lebong, terdapat kompetensi dasar yang harus dicapai oleh siswa. Standar kompetensi tersebut adalah menulis Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Surat adalah informasi yang ditulis dalam situasi formal dan untuk kepentingan formal. Surat ini dapat ditulis oleh pribadi atau atas nama suatu lembaga pemerintah, perusahaan, atau organisasi yang ditunjukan kepada orang Dalam menulis surat, ada hal yang perlu di perhatikan, yaitu penerapan Surat resmi tidak memerlukan bahasa yang Auberbunga-bungaAy. Bahasa surat resmi singkat dan jelas, serta berpola tetap. Pembelajaran menulis surat sering memiliki kendala dan memiliki Berdasarkan hasil wawancara peneliti kepada guru bahasa Indonesia di SMK Negeri 3 Rejang Lebong pada tanggal 22 September 2021, didapatkan informasi bahwa masih banyak siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan yaitu 70. Dari 86 siswa kelas XII SMK Negeri 3 Rejag Lebong terdapat 41 siswa . ,09%) yang mencapai KKM. Sedangkan siswa yang tidak tuntas yaitu 45 siswa . ,91%) harus mengikuti perbaikan atau remedial untuk mencapai ketuntasan. Bahwa rata-rata siswa kesulitan dalam menulis surat khususnya kelas XII SMK Negeri 3 Rejang Lebong, sehingga motivasi dan tingkat keaktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas relatif Selain itu siswa mengalami komunikasi yang kurang baik saat pembelajaran sedang berlangsung, karena pembelajaran sering terjadi satu arah. Siswa kurang termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini membuat siswa sulit untuk menulis surat dan menyebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam menulis surat. Solusi yang diberikan dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan melakukan inovasi dalam pembelajaran. Salah satunya adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang tepat. Kata media berasal dari bahasa latin Medus yang secara harfiah berarti tengah, perantara, atau pengantar (Arsyad, 2006:. Pengertian media menurut Djamarah dalam kusuma . adalah Aualat bantu yang dapat dijadikan penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaranAy. Seperti yang dijelaskan oleh Sudjana dan Rivai . bahwa Aumedia pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainyaAy. Susilana dan Riyana . mengemukankan bahwa media Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 pembelajaran juga memiliki nilai dan manfaat salah satunya membuat konkrit konsep-konsep yang abstrak. Media yang digunakan dalam meningkatkan kemampuan menulis surat adalah media Power Point. Microsoft office power point merupakan program aplikasi yang dirancang untuk menampilkan program multimedia, seperti yang dikemukakan oleh Susilana dan Riyana . Program powert point salah satu soffware dirancang khusus untuk mampu menampilkan program multimedia dengan menarik mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan, dan relatif murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk penyimpanan data. Optimalisasi media Power Point diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis surat siswa kelas XII SMK Negeri Rajang Lebong. Berdasarkan latar belakang di atas dilakukan penelitian dengan judul AuUpaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Surat melalui Media Power Point pada siswa kelas XII SMK Negeri 3 Rejang Lebong. Diharapkan hasil penelitian dapat bermanfaat bagi siswa dan guru dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia di SMK Negeri 3 Rejang Lebong. METODE Tempat yang digunakan untuk penelitian tindakan kelas ini adalah SMK Negeri 3 Rejang Lebong. Kelas XII APAT Semester 1 Tahun Pelajaran 20212022. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juli 2021 sampai dengan bulan Januari 2022 dan dilakukan secara bertahap: . Tahap pelaksanaan, yaitu kegiatan-kegiatan yang berlangsung di sekolah yang meliputi uji coba instrumen, pelaksanaan tindakan dan pengambilan data. Tahap penyusunan, yaitu tahap pengolahan data dan penyusunan laporan. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas XII SMK Negeri 3 Rejang Lebong sebanyak 18 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu . tahap observasi awal dan . tahap pelaksanaan tindakan. Tahap observasi awal merupakan kegiatan sebelum dilaksanakan tindakan dengan tujuan untuk mengidentifikasi masalah, mendiskusikan temuan masalah dengan meminta saran-saran dan bimbingan dari kepala sekolah maupun guru lainnya . eman sejawa. yang sudah berpengalaman melaksanakan PTK sebagai bahan masukan dalam rangka perumusan tindakan. Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Tahap pelaksanaan tindakan merupakan kegiatan yang dilaksanakan peneliti untuk menetapkan rencana tindakan, dan jadwal pelaksanaan serta merumuskan komponen-komponen tindakan yang diperlukan, seperti rencana pembelajaran, materi bahan pembelajaran tentang menulis surat, instrumen penilaian /evaluasi, dan kelengkapan lain yang diperlukan. Tindakan yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini menggunakan skenario kerja dan prosedur tindakan dengan mengadaptasi model Kemmis dan McTaggart, yaitu . Perencanaan, . Pelaksanaan, . Pengamatan, . Tolak ukur keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah siswa dikatakan mencapai tuntas belajar apabila siswa mampu menguasai kompetensi atau tujuan pembelajaran yang mengacu pada KKM yang ditetapkan sekolah yaitu: . Jika nialai rata-rata kelas mencapai Ou 75. Jika 85% dari jumlah siswa sudah mencapai KKM . etuntasan belajar peroranga. Jika kesesuaian mengajar guru dengan RPPmencapai 85% . etuntasan belajar klsika. Tindakan kelas atau siklus selanjutnya dilakukan bila indikator-indikator tersebut belum dapat dicapai. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Pembahasan Deskripsi Kondisi Awal Deskripsi kondisi awal kegiatan belajar siswa kelas XII APAT SMK Negeri 3 Rejang Lebong pada semester 5 tahun pelajaran 2021 Ae 2022 cenderung pasif yang terefleksi oleh dominasi pembelajaran satu arah oleh guru, sehingga hasil belajar kurang bermakna. Media yang ada berupa buku teks pelajaran. LKS dan papan tulis kurang membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan analisisnya karena tidak disetai ilustrasi yang dapat memancing keingintahuan siswa atau memotivasi siswa untuk belajar lebih giat. Sebelum tindakan kelas dilaksanakan, langkah yang ditempuh peneliti adalah mengamati dan mengetahui kondisi awal kemampuan siswa. Data ini diperoleh dari hasil analisis ulangan harian Bahasa Indonesia pada pelajaran sebelumnya, sebagaimana terdapat pada Tabel 1. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Jurnal Language education literature Tabel 1. Hasil Ketuntasan Belajar Siswa pada Kondisi Awal Parameter Ketuntasan belajar perorangan Jumlah siswa seluruhnya Jumlah siswa yang telah tuntas belajar Jumlah siswa yang belum tuntas belajar Jumlah 18 orang 14 orang 4 orang Deskripsi Siklus I Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini meliputi beberapa siklus yang berdaur ulang dan berkelanjutan dari siklus pertama ke siklus berikutnya. Setiap siklus meliputi kegiatan perencanaan tindakan . , implementasi tindakan . Pengamatan . , refleksi . Setiap siklus dilakukan dengan memberikan tindakan pembelajaran bahasa Indonesia dengan media Power Point dan diakhiri dengan tes. Perencanaan Beberapa kegiatan perencanaan yang dilaksanakan pada siklus I yaitu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar materi pelajaran. Selanjutnya yang ada hubungannya menyususn Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dikaitkan dengan penggunaan media presentasi Power Point serta menyiapkan Instrumen pengajaran. Pelaksanaan Pada siklus I ini diadakan 2 kali pertemuan, pertemuan pertama guru menjelaskan materi pelajaran surat-menyurat dengan media Power Point, dan pada pertemuan kedua merupakan akhir siklus I, dilakukan tes kemampuan individu untuk mengetahui hasil belajar siswa. Pengamatan Secara umum perhatian siswa terhadap penyajian materi dengan media Power Point cukup baik, beberapa siswa diam saja sambil menyaksikan, ada juga yang berkomentar, tetapi kebanyakan siswa selalu ingin mencatat semua materi yang ditayangkan. Pengamatan terhadap kemampuan siswa mengerjakan soal dapat dilihat pada hasil evaluasi akhir siklus I sebagai berikut: Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Tabel 1. Hasil Ketutasan Belajar Siswa pada Siklus I Parameter Ket ketuntasan belajar perorangan Jumlah siswa seluruhnya Jumlah siswa yang telah tuntas belajar Jumlah siswa yang belum tuntas belajar Jumlah 81 81% 18 orang 14 orang 4 orang Berdasarkan Tabel 1. 2 di atas menunjukkan bahwa persentase ketuntasan belajar perorangan mengalami kenaikkan dari 72% pada kondisi awal menjadi 81% pada siklus I. Adapun ketuntasan belajar klasikal juga mengalami 76 % pada kondisi awal menjadi 82 % pada siklus I. Data-data primer hasil ulangan harian yang digunakan sebagai dasar perhitungan ketuntasan belajar untuk siklus I terdapat pada lampiran 2. Dari sebanyak 18 siswa, prosentase jumlah siswa yang belum memenuhi kriteria tuntas belajar sebanyak 4 orang atau sebesar 19%. Refleksi Dari tabel 4. dapat diketahui bahwa prosentase ketuntasan belajar baru mencapai 81% dari 85% yang ditentukan. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa indikator keberhasilan belum dapat dicapai. Oleh karenanya penelitian dilanjutkan dengan siklus II dengan diadakanya beberapa perbaikan atau tindakan. Deskripsi Siklus II . Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I merekomendasikan untuk diadakan perbaikan atau tindakan. Hal ini bertujuan agar hasil yang diperoleh pada siklus II menjadi lebih baik dibanding hasil siklus I, sehingga indikator keberhasilan dapat Adapun perbaikan yang dilakukan adalah dengan memberikan tugas secara kelompok kepada siswa untuk membuat media Power Point dan mempresentasekan secara berkelompok di depan kelas . Pelaksanaan Pada siklus II ini masing-masing kelompok mempersentasekan materi pelajaran dengan menggunkana media Power Point yang telah mereka buat. Setelah persentasi, diadakan kegiatan diskusi , sehingga setiap siwa dapat terlibat P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Jurnal Language education literature secara aktif dalam mengikuti proses belajar mengajar. Pada siklus II diadakan ulangan, untuk mengukur kemampuan siswa dalam menerima materi pelajaran yang diberikan oleh teman-teman mereka sendiri. Pengamatan Selama proses belajar mengajar yang dilakukan oleh siswa dengan menggunakan presentasi Power Point berjalan sangat lancar. Semua siswa memperhatikan dengan seksama, dan mereka sangat senang terhadap hasil karya presentasi temannya sendiri. Secara umun, materi presentase Power Point sudah menarik, walaupun masih perlu ada beberapa perbaikan terutama dalam hal penggunaan ukuran huruf dan komposisi warna. Adapun hasil evaluasi siswa pada kegiatan pembelajaran Siklus II seperti tercamtum pada Tabel 1. 3 di bawah ini: Tabel 1. 3 Hasil Ketuntasan Belajar Siswa pada Siklus II Parameter Ketuntasan belajar perorangan Jumlah siswa seluruhnya Jumlah siswa yang telah tuntas Jumlah siswa yang belum tuntas belajar Jumlah 18 orang 14 orang 4 orang Mencermati tabel 1. 3 di atas dapat diketahui bahwa prosentase ketuntasan belajar perorangan mengalami kenaikan dari 81% pada siklus I menjadi 94% pada siklus II. Adapun ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan, yaitu dari 82% pada kondisi awal menjadi 86% pada siklus II. Refleksi Dengan melihat tabel 4. dapat diketahui bahwa prosentase ketuntasan belajar perorangan sudah mencapai 94% dari 85% yang ditentukan. Hal tersebut memberikan gambaran bahwa indikator keberhasilan sudah dapat dicapai. Deskripsi Antar Siklus Berdasarkan hasil pelaksanaan tindakan kelas mulai memantau keadaan awal hingga pelaksanaan tidakan pada siklus II maka dapat digambarkan seperti dibawah ini: Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Tabel 1. 4 Rekapitulasi Hasil Ketuntasan Belajar Siswa pada Tiap Siklus Parameter Kondisi Awal Ketuntasan belajar perorang Jumlah siswa seluruhnya 18 orang Jumlah siswa yang telah tuntas belajar 11 orang Jumlah siswa yang belum tuntas 7 orang Siklus I 18 orang 14 orang 4 orang Siklus II 18 orang 16 orang 2 orang Perubahan Antar Siklus . Tindakan Ciri khas penelitian tindakan kelas adalah dalam melaksanakan penelitian seorang peneliti melakukan tindakan kelas. Tindakan kelas dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran adalah dalam rangka memecahkan masalah yang sering muncul dalam kegiatan belajar mengajar. Masalah yang ingin dipecahkan dalam penelitian tindakan kelas ini adalah masalah masih rendahnya prestasi hasil belajar siswa. Sebagaimana tercantum dalam kerangka berpikir yang terdapat dalam Bab II terdahulu, guru melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan melakukan kegiatan-kegiatan pokok yang terdapat pada kondisi awal, kegiatan pada siklus I, dan kegiatan pada siklus II. Pada kondisi awal, guru belum memanfaatkan media Power Point dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan secara konvensional , yaitu dengan mengacu RPP yang ada serta menggunakan LKS dan papan tulis. Pada siklus I, guru peneliti sudah memanfaatkan media Power Point secara satu arah dalam pembelajaran. Secara garis besar, tindakan-tindakan peneliti dalam penelitian tindakan kelas ini terangkum dalam tabel berikut ini : Tabel 1. 5 Rangkuman Situasi dan Tindakan Situas Kondisi Awal Siklus I Siklus II Tindakan Guru belum menggunakan media Power Point Guru sudah menggunakan media Power Point Guru mempresentasikan media Power Point pada proses belajar Tindakan guru peneliti dalam proses pembelajaran pada kondisi awal belum memanfaatkan media Power Point. Keadaan demikian mengakibatkan kurangnya perhatian siswa terhadap materi pelajaran yang disampaikan oleh guru. Proses Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 belajar mengajar metode ceramah banyak menimbulkan verbalisme, siswa menjadi kurang tertarik, dan tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran menjadi sedikit. Sehingga dapat mengakibatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran menjadi rendah. Rendahnya daya serap siswa, dibuktikan dengan rendahnya nilai hasil Guru memanfaatkan media Power Point pada saat pembelajaran siklus I. Materi pelajaran tentang Surat Menyurat yang disampaikan melalui media Power Point menjadi daya tarik bagi siswa. Verbalisme dapat berkurang, konsep-konsep dalam materi pelajaran divisualisasikan melalui tampilan media yang menarik dan Tingkat keterlibatan siswa dalam pembelajaran bertambah, siswa menjasi lebih aktif dan tampak antusias mengikuti pelajaran. Peningkatan daya serap terhadap materi pelajaran ini dibuktikan dengan meningkatnya ketuntasan belajar perorangan. Prosentase ketuntasan belajar perorangan pada kondisi awal sebesar 72% meningkat menjadi 81%. Pemanfaatan media Power Point oleh guru dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia pada saat siklus I yang terbukti hasilnya meningkat, hasil belajar subjek penelitian, memotivasi guru peneliti untuk lebih meningkatan hasil belajar pada siklus II dengan mengubah sistem proses belajar mengajar. Jika pada siklus I media Power Point dibuat dan dipresentasekan 0leh guru sendiri, maka pada siklus II ini guru melibatkan siswa secara lebih aktif dalam proses pembelajaran ini. Siswa diberi tugas untuk membuat Power Point yang terkait dengan materi pembelajaran, dan presentasekan di depan kelas serta didiskusikan secara berkelompok. Dengan metode ini, suasana belajar menjadi lebih hidup, semua siswa dapat terlibat secara aktif sehingga daya serap terhadap materi pelajaran menjadi meningkat. Hasil Pengamatan Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh guru penelitian sejak dari kondisi awal, keadaan di akhir siklus I, sampai dengan keadaan di akhir siklus II, sesuai dengan data-data yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan terus menerus pada ketuntasan belajar. Selain ketuntasan belajar perorangan meningkat, juga diketahui bahwa akibat pengaruh tindakan kelas tersebut terjadi peningkatan presentase pada ketuntasan belajar klasikal. P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 Jurnal Language education literature . Refleksi Ketuntasan belajar perorangan subjek penelitian dari kondisi awal sebesar 72% ke akhir siklus I yang mencapai 81% berari mengalami kenaikan 9%. Dari siklus I ke akhir siklus II juga ada peningkatan ketuntasan belajar perorangan, yaitu dari 81% pada siklius I menjadi 94% di akhir siklus II. Dengan demikian dari kondisi awal ke kondisi akhir ketuntasan belajar perorangan mengalami peningkatan 22%. Hal tersebut juga terjadi peningkatan pada ketuntasan belajar klasikal, yaitu 76% pada kondisi awal menjadi 86% pada kondisi akhir yang berarti terjadi kenaikan sebesar 10%. Peningkatan ketuntasan belajar dari kondisi awal ke kondisi akhir siklus I terjadi karena adanya perubahan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Sebelum diadakan tindakan kelas, guru belum menggunakan media Power Point dalam pembelajaran yang diselenggarakannya. Pembelajaran dalam siklus I guru sudah menggunakan media Power Point. Penggunaan media ini membuat subjek penelitian menjadi lebih tertarik. Daya serap subjek penelitian terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru menjadi lebih tinggi, karena verbalisme dalam pembelajaran ditekan seminimal mungkin. Peningkatan ketuntasan belajar yang merupakan sesuatu yang diharapkan terjadi melalui penelitian tindakan kelas, adalah keliru kalau hanya melihat perubahan presentase akhir siklus I ke akhir siklus II saja. Tentunya kita melihat secara keseluruhan. Yaitu kondisi awal sampai ke kondisi akhir. Apabila dari kondisi awal telah terjadi peningkatan hasil belajar, maka dapat dikatakan bahwa dalam penelitian tindakan kelas tersebut teklah berhasil meningkatkan hasil belajar subjek penelitian. SIMPULAN Sebagaimana tertulis dalam bab 4, bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru peneliti dalam siklus I yang berupa pemanfaatan media Power Point telah berhasil meningkatkan ketuntasan belajar, baik perorangan maupun klasikal. Presentase kenaikan ketuntasan belajar perorangan adalah 9%, sedangkan Dengan mengikutsertakan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar Jurnal Language education literature P- ISSN: 2798-2645 E- ISSN: 2798-2653 Vol. 2 No. Page:210-221 pembuatan serta presentase oleh siswa yang dilakukan pada siklus II juga telah berhasil meningkatkan lagi hasil belajar siswa. Bila diakhir siklus I presentase ketuntasan belajar perorangan sebesar 81% maka di akhir siklus II meningkat menjadi 94%. Adapun ketuntasan belajar klasikal meningkat dari 82% pada akhir siklus I menjadi 86% pada akhir siklus II. Berdasarkan data hasil penelitian menunjukan bahwa tindakan kelas yang dilakukan oleh guru sebagai peneliti baik pada siklus I dan siklus II telah berhasil menungkatkan hasil pembelajaran Bahasa Indonesia. Kesimpulan berdasarkan data penelitian tersebut sesuai dengan pengajuan hipotesis berdasarkan kajian teoritis sebagaimana tercantum dalam bab II yang berbunyi bahwa jika dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia pokok bahasan Menulis Surat pada siswa kelas XII semester ganjil SMKN 3 Rejang Lebong tahun pelajaran 2021-2022 menggunakan media Power Point maka prestasi hasil belajar siswa akan meningkat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis tindakan dalam penelitian tindakan kelas ini terbukti. DAFTAR PUSTAKA