Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 DOI: https://doi. org/10. 37366/jpgsd. E-ISSN: 2809-2910 RESEARCH ARTICLE Barokah et al. Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly Science Learning di Sekolah Dasar Awalina Barokah1*. Eko Handoyo 2, and Edi Waluyo 3 1 Program Studi Pendidikan Dasar. Universitas Negeri Semarang. Indonesia 2 Program Studi Politik dan Kewarganegaraan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia 3 Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Semarang. Indonesia O Corresponding author: awalinabarokah@students. To cite this article: Barokah. Handoyo. , & Waluyo. Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly Science Learning di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 7. , 1Ae12. https://doi. org/10. 37366/jpgsd. Articles Information Received : 01-05-2026 Revised : 15-05-2026 Accepted : 17-05-2026 Published : 30-05-2026 Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan partisipan kepala sekolah, guru, dan siswa di salah satu sekolah dasar yang menerapkan program sekolah ramah anak. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles. Huberman, dan Saldana melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning dilakukan melalui pembelajaran berpusat pada siswa dengan pendekatan student-centered learning, project-based learning, inquiry learning, dan integrasi STEAM. Nilai perlindungan hak anak terintegrasi melalui penciptaan lingkungan belajar yang aman, partisipatif, inklusif, serta komunikasi positif antara guru dan siswa. Implementasi tersebut berdampak pada meningkatnya partisipasi belajar, motivasi, keterampilan abad ke-21, kesejahteraan psikologis siswa, serta berkurangnya risiko kekerasan dan Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran IPAS ramah anak tidak hanya mendukung literasi sains, tetapi juga menjadi strategi pendidikan humanis yang berorientasi pada pemenuhan hak anak di sekolah dasar. Kata Kunci: perlindungan hak anak. pembelajaran IPAS. sekolah ramah anak. child-friendly science learning Abstract This study aims to analyze the implementation of the integration of child rights protection values in child-friendly science learning in elementary school science and social studies (IPAS) learning. The study employed a qualitative approach with a descriptive design. Data were collected through observations, interviews, and documentation involving principals, teachers, and students at an elementary school implementing a Child-Friendly School program. Data were analyzed using the interactive model of Miles. Huberman, and Saldana. The findings revealed that the implementation of child-friendly science learning was carried out through student-centered learning approaches, including project-based learning, inquiry learning, and the integration of STEAM. Child rights protection values were integrated through the creation of a safe, inclusive, and participatory learning environment, as well as positive communication between teachers and students. The implementation contributed to improving studentsAo participation, learning motivation, 21st-century skills, psychological well-being, and reducing the risk of violence and bullying. These findings indicate that child-friendly science learning not only supports scientific literacy but also serves as an innovative strategy to promote humanistic, inclusive, and child-rights-based elementary education. Keywords: child rights protection. child-friendly science learning. elementary education. inclusive learning Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 1 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 PENDAHULUAN Pendidikan dasar memiliki peran strategis dalam membentuk perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan karakter peserta didik. Pada jenjang sekolah dasar, anak membutuhkan lingkungan belajar yang tidak hanya fokus pada pencapaian nilai, tetapi juga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan menyenangkan (Mahesty dkk. , 2. Namun demikian, berbagai kasus kekerasan di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius dalam dunia pendidikan (KPAI, 2025. Mahesty dkk. , 2026. Mustofa. TaAorifin, 2. Data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menunjukkan bahwa kasus bullying, kekerasan verbal, diskriminasi, serta tekanan psikologis terhadap anak masih ditemukan pada lingkungan pendidikan dasar . Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perlindungan hak anak dalam proses pembelajaran belum sepenuhnya terimplementasi secara optimal. Permasalahan perlindungan hak anak di sekolah menjadi isu penting karena sekolah merupakan lingkungan utama dalam mendukung tumbuh kembang anak setelah keluarga (Setiyadi dkk. , 2. Anak memiliki hak untuk memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakat (Santriati, 2. Oleh karena itu, implementasi pembelajaran yang ramah anak menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pemenuhan hak anak di sekolah Dalam konteks pembelajaran IPAS , proses pembelajaran sering melibatkan aktivitas eksperimen, diskusi kelompok, observasi, dan interaksi sosial yang membutuhkan pengelolaan kelas yang aman dan mendukung partispasi siswa (Ulaa & Wardana, 2. Apabila pembelajaran IPAS dilakukan tanpa memperhatikan aspek perlindungan anak, maka risiko ketidaknyamanan belajar, diskriminasi, bahkan kekerasan verbal dapat terjadi. Objek penelitian ini adalah implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning di sekolah dasar. Child-friendly science learning merupakan pendekatan pembelajaran IPAS yang berpusat pada peserta didik dengan memperhatikan kebutuhan fisik, psikologis, sosial, dan emosional anak. Pendekatan ini menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pembelajaran melalui kegiatan eksploratif, kolaboratif, dan kontekstual yang aman dan menyenangkan. Pembelajaran IPAS ramah anak menjadi relevan untuk dikaji karena mampu mendukung pengembangan literasi sains sekaligus membangun lingkungan belajar yang aman dan inklusif. Penelitian mengenai pembelajaran ramah anak dan perlindungan hak anak telah banyak dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa sekolah ramah anak memiliki pengaruh positif terhadap kenyamanan belajar, partisIPAS si siswa, dan kesejahteraan psikologis peserta didik. Penelitian oleh UNICEF . menjelaskan bahwa pendekatan child-friendly school dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman. Penelitian lain menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis partisipatif mampu meningkatkan rasa percaya diri dan keterampilan sosial siswa sekolah dasar. Selain itu, penelitian pada bidang pendidikan IPAS menegaskan bahwa pembelajaran berbasis eksplorasi dan kolaborasi dapat meningkatkan motivasi belajar serta keterampilan berpikir kritis peserta didik. Meskipun demikian, kajian terkait integrasi nilai perlindungan hak anak secara spesifik dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih terbatas. Sebagian Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 2 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 besar penelitian sebelumnya lebih berfokus pada implementasi sekolah ramah anak secara umum, pengembangan literasi sains, atau efektivitas model pembelajaran IPAS tanpa mengaitkan secara mendalam aspek perlindungan hak anak dalam proses pembelajaran. Penelitian sebelumnya juga belum banyak membahas bagaimana guru mengintegrasikan nilai perlindungan hak anak ke dalam aktivitas pembelajaran IPAS seperti eksperimen, diskusi, dan pembelajaran berbasis proyek. Dengan demikian, terdapat kesenjangan penelitian terkait implementasi pembelajaran IPAS yang secara eksplisit mengintegrasikan nilai perlindungan hak anak dalam konteks pendidikan dasar. Berdasarkan kesenjangan tersebut, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman konseptual dan empiris mengenai implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning di sekolah Penelitian ini juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan pembelajaran IPAS yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga mendukung kesejahteraan, keamanan, dan partisipasi peserta didik. Selain itu, hasil penelitian diharapkan dapat menjadi rujukan bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran IPAS berbasis sekolah ramah anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning di sekolah dasar, mendeskripsikan bentuk implementasi pembelajaran IPAS ramah anak, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap kenyamanan dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. KAJIAN TEORI Perlindungan Hak Anak Perlindungan anak merupakan segala bentuk upaya untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar mereka dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta terlindungi dari kekerasan dan diskriminasi (Wahyudi & Kushartono, 2. Perlindungan anak juga dimaknai sebagai usaha menciptakan kondisi yang memungkinkan setiap anak melaksanakan hak dan kewajibannya secara seimbang dalam kehidupan bermasyarakat (Dewita dkk. , 2. Dengan demikian, perlindungan tidak hanya sebatas menjaga anak dari ancaman, tetapi juga memberikan jaminan keamanan, ketenteraman, kesejahteraan, dan kedamaian dari berbagai risiko yang dapat menghambat tumbuh kembangnya (Faradilla & Fitriani, 2. Secara lebih spesifik, perlindungan anak mencakup upaya pencegahan terhadap kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan berbagai bentuk perlakuan salah terhadap anak. Pelaksanaannya didasarkan pada prinsip-prinsip utama, yaitu non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan perkembangan anak, serta penghargaan terhadap pendapat anak. Meskipun demikian, perlindungan hak anak masih belum mendapat perhatian yang optimal dari berbagai pihak, terutama dalam penerapan langkah-langkah konkret untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak dalam kehidupan sehari-hari (Said , 2. Dalam konteks pendidikan, perlindungan hak anak diwujudkan melalui proses pembelajaran yang aman, nyaman, inklusif, serta menghargai partisipasi siswa. Lingkungan sekolah yang mendukung, baik secara fisik maupun sosial, menjadi faktor penting agar anak dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut atau tekanan. Oleh karena itu, kompetensi guru memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 3 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak, sehingga hak-hak anak di sekolah dapat terlindungi secara optimal (Fazila & Yasmin, 2. Child-Friendly Science Learning Pembelajaran IPAS yang ramah anak . hild-friendly science learnin. merupakan pendekatan pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar dengan memperhatikan kebutuhan fisik, emosional, sosial, dan intelektual mereka. Di sekolah dasar, konsep ini diwujudkan melalui pembelajaran yang menyenangkan, aktif, dan (Tamara, dkk, 2. Penerapan pembelajaran ramah anak semakin penting karena mampu menciptakan suasana belajar yang nyaman dan mendukung perkembangan peserta didik secara optimal. Menurut Suprapto . pembelajaran yang ramah anak dapat membangun lingkungan belajar yang aman, menyenangkan, serta mendukung keterlibatan aktif siswa dalam proses Dalam pembelajaran IPAS, siswa tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga dilibatkan dalam kegiatan diskusi, pengamatan, dan praktik sederhana sehingga pengalaman belajar menjadi lebih bermakna. Karakteristik pembelajaran IPAS yang ramah anak meliputi pembelajaran yang partisipatif, lingkungan belajar yang aman dan nyaman, penghargaan terhadap pendapat siswa, serta kegiatan belajar yang kontekstual dan kolaboratif. Guru dapat mengajak siswa melakukan eksperimen sederhana yang aman, berdiskusi bersama teman, dan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang positif antara guru dan siswa juga menjadi unsur penting agar anak merasa dihargai dan percaya diri dalam menyampaikan pendapat. Agar pembelajaran IPAS ramah anak dapat diterapkan dengan baik, metode yang digunakan harus sesuai dengan tingkat perkembangan, kemampuan, dan kebutuhan belajar siswa. Cobanoglu & Sevim . menjelaskan bahwa pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak akan lebih efektif dalam mendukung proses belajar. Selain itu, guru juga perlu menghubungkan materi akademik dengan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa. Hal ini sejalan dengan kajian (Rosmalah, 2. yang menekankan pentingnya mengaitkan pengalaman belajar siswa dengan materi pembelajaran. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif tidak hanya mendukung pencapaian akademik, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan sosial-emosional, pembentukan karakter, dan kesejahteraan anak. Menurut Mufida dkk. lingkungan sekolah yang inklusif membantu siswa merasa diterima dan berkembang secara optimal. Selain itu, penggunaan pendekatan edutainment juga dapat membangun suasana kelas yang lebih aman, nyaman, dan bebas tekanan, (Arismawanti dkk. , 2. Namun, penerapan sekolah ramah anak masih menghadapi beberapa kendala. Salah satunya adalah keterbatasan fasilitas pendukung, seperti ruang bermain edukatif, sarana bagi anak berkebutuhan khusus, serta lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya aman dan inklusif. Mahesty dkk. , . menyebutkan bahwa fasilitas penunjang sekolah ramah anak di beberapa sekolah dasar masih belum memadai. Oleh karena itu, sekolah ramah anak tidak hanya berkaitan dengan perlindungan hak anak secara sosial dan emosional, tetapi juga harus memastikan bahwa lingkungan fisik sekolah mendukung keselamatan, kesehatan, dan perkembangan belajar siswa secara optimal. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 4 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Pembelajaran IPAS Integrasi nilai perlindungan hak anak dalam pembelajaran IPAS dilakukan dengan mengaitkan proses pembelajaran terhadap pemenuhan hak anak, seperti hak memperoleh pendidikan berkualitas, hak berpartisipasi, hak merasa aman, dan hak memperoleh perlindungan selama proses belajar. Anak perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat, melaporkan peristiwa tidak menyenangkan, dan dilibatkan dalam pembuatan aturan kelas maupun sekolah (Athifa Farras Fazila, 2. Implementasi integrasi tersebut dapat dilakukan melalui: penggunaan metode pembelajaran aktif. penerapan aturan kelas yang menghargai siswa. penguatan keselamatan eksperimen. pemberian kesempatan bertanya dan berpendapat. pembelajaran berbasis kolaborasi. pengembangan empati dan kepedulian sosial. Fasilitas sekolah, termasuk ruang kelas, jalur akses, dan area bermain, harus dirancang agar aman dan mudah diakses oleh semua anak, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus (Muharammah & Sari, 2. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian deskriptif untuk menganalisis implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning di sekolah Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam proses pembelajaran IPAS ramah anak, interaksi sosial dalam pembelajaran, serta implementasi nilai perlindungan hak anak dalam konteks pembelajaran nyata di sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah dasar yang telah menerapkan program sekolah ramah anak. Partisipan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas, dan siswa sekolah dasar. Pemilihan partisipan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan keterlibatan langsung dalam implementasi pembelajaran IPAS berbasis ramah Guru yang dipilih merupakan guru yang aktif melaksanakan pembelajaran IPAS berbasis aktivitas dan kolaboratif, sedangkan siswa dipilih berdasarkan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Instrumen penelitian meliputi pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Pedoman observasi digunakan untuk mengamati implementasi child-friendly science learning selama proses pembelajaran IPAS berlangsung. Aspek yang diamati mencakup interaksi guru dan siswa, keamanan pembelajaran, partisipasi siswa, komunikasi positif, penggunaan metode pembelajaran, serta implementasi nilai perlindungan hak anak dalam kegiatan pembelajaran. Pedoman wawancara digunakan untuk memperoleh informasi secara mendalam terkait pengalaman guru dan siswa selama pembelajaran IPAS ramah anak. Dokumentasi berupa foto kegiatan pembelajaran, perangkat ajar, dan catatan pembelajaran digunakan sebagai data pendukung penelitian. Penelitian ini menggunakan beberapa alat dan bahan pendukung dalam proses pengumpulan data. Alat yang digunakan meliputi kamera digital untuk dokumentasi kegiatan pembelajaran, alat perekam suara untuk mendukung proses wawancara, serta lembar observasi yang disusun berdasarkan indikator pembelajaran ramah anak dan perlindungan hak anak. Bahan penelitian mencakup perangkat pembelajaran IPAS seperti modul pembelajaran, lembar kerja peserta didik, media eksperimen sederhana, dan dokumen Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 5 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 sekolah terkait implementasi sekolah ramah anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung selama proses pembelajaran IPAS berlangsung untuk memperoleh data mengenai implementasi pembelajaran IPAS ramah anak. Wawancara dilakukan secara semi terstruktur kepada guru dan siswa untuk menggali persepsi, pengalaman, serta hambatan dalam implementasi nilai perlindungan hak anak pada pembelajaran IPAS . Dokumentasi digunakan untuk memperkuat hasil observasi dan wawancara. Data penelitian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles. Huberman, dan Saldana yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan memilih dan memfokuskan data yang relevan dengan tujuan penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk deskriptif naratif untuk mempermudah interpretasi hasil penelitian. Selanjutnya, penarikan kesimpulan dilakukan berdasarkan pola dan temuan yang muncul selama proses analisis data. Keabsahan data penelitian dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan data hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan menggunakan berbagai teknik pengumpulan data untuk memperoleh data yang valid dan konsisten. HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Child-Friendly Science Learning dalam Pembelajaran IPAS Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning di sekolah dasar telah dilakukan melalui pendekatan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dan karakteristik peserta Guru tidak lagi berperan sebagai pusat pembelajaran, tetapi sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi siswa untuk aktif mengeksplorasi konsep IPAS melalui kegiatan investigatif, kolaboratif, dan berbasis proyek. Implementasi pembelajaran terkini terlihat melalui penggunaan pendekatan student-centered learning, project-based learning (PjBL), inquiry learning, serta integrasi STEAM (Science. Technology. Engineering. Arts, and Mathematic. dalam pembelajaran IPAS. Guru mengembangkan pembelajaran berbasis konteks nyata yang dekat dengan kehidupan siswa, seperti proyek lingkungan sehat, pengelolaan sampah sekolah, konservasi air, dan kesehatan tubuh. Pada kegiatan pembelajaran, siswa diberikan kesempatan untuk melakukan eksplorasi melalui eksperimen sederhana menggunakan alat dan bahan yang aman bagi anak. Guru juga memanfaatkan media digital interaktif, video pembelajaran, virtual experiment, dan platform pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan partisipasi siswa. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran dilakukan secara terkontrol dan tetap memperhatikan keamanan digital peserta didik. Implementasi pembelajaran IPAS ramah anak juga ditunjukkan melalui pengelolaan kelas yang inklusif dan demokratis. Guru membangun komunikasi positif dengan siswa, memberikan penghargaan terhadap pendapat siswa, serta menciptakan suasana belajar yang bebas dari intimidasi dan kekerasan verbal. Selain itu, guru menerapkan aturan kelas berbasis kesepakatan bersama sehingga siswa merasa dihargai dan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan belajar. Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 6 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 Hasil observasi menunjukkan bahwa siswa terlihat lebih aktif, percaya diri, dan antusias selama proses pembelajaran berlangsung. Pembelajaran berbasis proyek dan eksperimen memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari keterampilan abad ke-21. Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Pembelajaran IPAS Integrasi nilai perlindungan hak anak dalam pembelajaran IPAS dilakukan secara kontekstual melalui aktivitas pembelajaran. Guru mengintegrasikan nilai-nilai perlindungan anak tidak hanya melalui materi pembelajaran, tetapi juga melalui interaksi sosial, strategi pembelajaran, dan budaya kelas. Hak Anak atas Rasa Aman dan Nyaman Guru memastikan bahwa seluruh kegiatan pembelajaran berlangsung aman secara fisik maupun Pada kegiatan eksperimen IPAS , guru menggunakan alat dan bahan sederhana yang aman digunakan oleh siswa sekolah dasar. Guru juga memberikan pengarahan terkait prosedur keselamatan sebelum eksperimen dilakukan. Secara psikologis, guru menciptakan suasana belajar yang suportif dengan menghindari penggunaan hukuman verbal, membangun komunikasi empatik, dan memberikan motivasi positif kepada siswa. Pendekatan tersebut membuat siswa merasa nyaman untuk bertanya dan menyampaikan pendapat selama pembelajaran berlangsung. Hak Anak untuk Berpartisipasi Pembelajaran IPAS berbasis child-friendly learning memberikan ruang partisipasi yang luas bagi siswa. Siswa terlibat aktif dalam diskusi kelompok, presentasi hasil proyek, eksperimen, dan pemecahan masalah berbasis lingkungan sekitar. Pada implementasi project-based learning, siswa bekerja dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan proyek IPAS mengenai lingkungan sehat sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar menghargai pendapat teman, bekerja sama, dan mengembangkan keterampilan sosial. Hak Anak atas Pendidikan Berkualitas Guru menggunakan metode dan media pembelajaran yang bervariasi sehingga mampu mengakomodasi berbagai gaya belajar siswa. Integrasi teknologi digital dan media interaktif membuat pembelajaran IPAS menjadi lebih menarik dan kontekstual. Pembelajaran juga dirancang berbasis diferensiasi sehingga siswa dengan kemampuan yang berbeda tetap dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal. Guru memberikan pendampingan khusus kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar tanpa memberikan label negatif terhadap kemampuan siswa. Non-Diskriminasi dan Inklusivitas Implementasi pembelajaran menunjukkan bahwa guru memperlakukan seluruh siswa secara setara tanpa membedakan gender, kemampuan akademik, maupun latar belakang sosial siswa. Guru memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh siswa untuk berpartispasi dalam kegiatan pembelajaran. Selain itu, lingkungan belajar yang inklusif membuat siswa merasa diterima dan dihargai. Pendekatan ini mampu Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 7 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 meminimalkan perilaku bullying dan meningkatkan hubungan sosial positif antarsiswa. Dampak Implementasi Pembelajaran IPAS Ramah Anak Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning memberikan dampak positif terhadap proses dan hasil pembelajaran siswa sekolah dasar. Meningkatkan Partispasi dan Motivasi Belajar Pembelajaran berbasis proyek, eksperimen, dan teknologi interaktif membuat siswa lebih antusias mengikuti pembelajaran IPAS. Siswa terlihat aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan ide selama pembelajaran berlangsung. Meningkatkan Keterampilan Abad ke-21 Implementasi pembelajaran terkini berbasis STEAM dan project-based learning mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan komunikasi siswa. Kegiatan pembelajaran kontekstual membantu siswa menghubungkan konsep IPAS dengan kehidupan seharihari. Mendukung Student Well-Being Pembelajaran ramah anak menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman sehingga mendukung kesejahteraan psikologis siswa. Siswa merasa lebih percaya diri, dihargai, dan memiliki keberanian untuk berpartispasi dalam pembelajaran. Mengurangi Risiko Kekerasan dan Bullying Komunikasi positif, pembelajaran kolaboratif, dan budaya kelas yang inklusif membantu mengurangi konflik antarsiswa. Guru juga menanamkan nilai empati dan saling menghargai melalui aktivitas pembelajaran kelompok. Pembahasan Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi child-friendly science learning memiliki keterkaitan yang erat dengan konsep Child-Friendly School dan pendidikan berbasis hak anak. Pembelajaran IPAS yang berpusat pada siswa mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Lingkungan fisik sekolah yang aman menjadi faktor penting agar anak dapat belajar dan berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan, sehingga proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pemenuhan hak anak dalam memperoleh perlindungan selama berada di sekolah (Maharani dkk. , t. ) Sejalan dengan hal tersebut, sarana dan prasarana sekolah juga perlu dirancang secara aman agar tidak menimbulkan risiko yang dapat membahayakan peserta didik (Syafrudie & Haryo, 2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penerapan pendekatan pembelajaran terkini, seperti STEAM, project-based learning, dan inquiry learning, tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga mendukung perlindungan hak anak melalui peningkatan partisipasi aktif, komunikasi yang positif, serta penguatan interaksi sosial antar peserta didik (AlAli, 2024. Nisa & Wijayanto, 2. Pembelajaran berbasis proyek memberikan ruang bagi siswa untuk terlibat secara langsung dalam proses Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 8 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 belajar, sehingga hak anak untuk berpartisipasi dapat terakomodasi secara optimal. Temuan ini sejalan dengan pendapat Hajaroh dkk. , . bahwa menciptakan lingkungan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman merupakan kebutuhan mendasar bagi perkembangan anak. Selain aspek keamanan dan partisipasi, implementasi child-friendly science learning juga menekankan pentingnya pendidikan inklusif dan anti-diskriminasi. Pemahaman tentang anti-diskriminasi diwujudkan melalui sikap menerima keberagaman, saling bekerja sama, serta menghargai guru dan teman sebaya. Sikap-sikap tersebut menjadi bentuk nyata sekolah dalam memenuhi aspek perlindungan anak, khususnya dalam menciptakan lingkungan sosial yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan (Annisa & Habiby, 2. Dengan demikian, pembelajaran IPAS yang ramah anak tidak hanya mendukung aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan nilai sosial dan kemanusiaan pada peserta didik. Pembelajaran IPAS ramah anak juga berkontribusi pada pengembangan student well-being melalui terciptanya hubungan positif antara guru dan siswa. Dalam konteks ini, peran guru sangat penting sebagai fasilitator yang merancang tujuan pembelajaran sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang sesuai dengan minat dan kebutuhan anak (Aziz dkk. , 2. Guru tidak lagi berperan semata sebagai pemberi informasi, tetapi sebagai pembimbing yang membantu siswa belajar secara mandiri, kreatif, dan kritis (Rosyida dkk. , 2. Hubungan yang harmonis antara guru dan siswa menjadi salah satu faktor pendukung terciptanya suasana belajar yang aman dan menyenangkan. Di sisi lain, integrasi teknologi digital dalam pembelajaran IPAS turut memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan kontekstual. Pemanfaatan media digital dapat membantu siswa memahami konsep sains secara lebih nyata melalui visualisasi, simulasi, maupun aktivitas berbasis teknologi. Namun, implementasi teknologi dalam pembelajaran tetap perlu memperhatikan aspek keamanan digital anak agar penggunaannya tetap sejalan dengan prinsip perlindungan hak anak di lingkungan sekolah. Secara keseluruhan, temuan penelitian ini memperkuat bahwa pembelajaran IPAS tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan literasi sains, tetapi juga sebagai media pembentukan karakter, empati sosial, kesadaran ekologis, dan kesadaran terhadap hak anak (Aulia & Attalina, 2. Dengan demikian, implementasi child-friendly science learning dapat menjadi strategi inovatif dalam mendukung pendidikan dasar yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak. KESIMPULAN Implementasi integrasi nilai perlindungan hak anak dalam child-friendly science learning pada pembelajaran IPAS di sekolah dasar dapat diwujudkan melalui pembelajaran yang berpusat pada siswa, lingkungan belajar yang aman dan inklusif, komunikasi positif, serta pemberian ruang partisipasi yang luas kepada peserta didik. Guru berperan penting sebagai fasilitator yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga menjamin terpenuhinya hak anak selama proses pembelajaran. Penerapan pendekatan pembelajaran seperti project-based learning, inquiry learning, dan integrasi STEAM terbukti mendukung terciptanya pembelajaran IPAS yang ramah anak. Selain meningkatkan literasi sains, pembelajaran ini juga Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar 7 . S) May 2026: 1-12 | 9 Integrasi Nilai Perlindungan Hak Anak dalam Child-Friendly ScienceA E-ISSN: 2809-2910 berdampak positif terhadap motivasi belajar, keterampilan berpikir kritis, kemampuan kolaborasi, kesejahteraan psikologis siswa, serta penguatan nilai empati dan anti-diskriminasi. Dengan demikian, childfriendly science learning dapat menjadi strategi inovatif dalam mewujudkan pendidikan dasar yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada perlindungan hak anak. DAFTAR PUSTAKA