JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 OPTIMASI WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUANG KELAS BARU MTSN 6 MALTENG Julfirawati Launuru. Lenora Leuhery. Meyke Marantika. 1,2,. Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Ambon launuruira@gmail. , lenoraleuhery@gmail. , meykemarantika@gmail. ABSTRACT The construction of the new classroom construction project at MTSN 6 Malteng was intended to be the object of this study because it was based on the background that occurred in the project, namely delays. Based on secondary data obtained from the project, the Budget Plan (RAB) and Time Schedule are used as projectAos duration and normal costs of the project. Then the time cost trade-off method is applied which aims to be able to reduce the duration and find out the total cost needed so that the project can reach the planned time target so as not to experience delays. After accelerating with the addition of 3 hours, it could save time by 8,33% where the project cost is reduced by around 0,21%. Meanwhile, the addition of 2 hours could save time by 6,67% where the project cost is also reduced by around 0,17%. While the optimal duration and optimal costs were known in the alternative addition of 3 hours of overtime obtained 110 working days for IDR 2,992,374,365. Meanwhile, in addition to 2 hours of overtime, 112 working days were obtained for IDR 2,993,479,584. ABSTRAK Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MTSN 6 Malteng, diambil untuk menjadi objek pada penelitian ini karena berdasarkan masalah yang terjadi pada proyek yaitu keterlambatan. Berdasarkan data sekunder yang didapat dari proyek yaitu Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Time Schedule dipakai sebagai durasi dan biaya normal proyek. Kemudian keunggulan diterapkan metode time cost trade off yang bertujuan untuk dapat mereduksi durasi dan mengetahui total biaya yang dibutuhkan agar proyek dapat mencapai target waktu rencana agar tidak mengalami keterlambatan. Setelah dilakukan percepatan dengan penambahan 3 jam dapat menghemat waktu sebesar 8,33% dimana biaya proyek tereduksi sekitar 0. Sedangkan dengan penambahan 2 jam dapat menghemat waktu sebesar 6,67% dimana biaya proyek ikut tereduksi sekitar 0,17%. Sedangkan durasi optimal dan biaya optimal diketahui pada alternative penambahan 3 jam lembur didapat 110 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 2,992,374,365. Sedangkan pada penambahan 2 jam lembur didapat 112 hari kerja dengan biaya sebesar Rp. 2,993,479,584. Kata Kunci: Keterlambatan. Time Cost Trade Off. Percepatan Waktu. PENDAHULUAN Tolak ukur berhasilnya suatu proyek dilihat dari segi waktu penyelesaian yang singkat dan biaya yang minimal tanpa mengubah kualitas hasil pekerjaan. Pengolahan proyek secara sistematis diperlukan untuk memastikan waktu pekerjaan proyek sesuai dengan kontrak atau lebih cepat sehingga biaya yang dikeluarkan dapat memberikan keuntungan dan juga dapat terhindar dari adanya denda akibat keterlambatan penyelesaian proyek. Pada perencanaan proyek konstruksi, waktu dan biaya yang dioptimasikan sangat penting untuk diketahui dari waktu dan biaya yang optimal agar pelaksana proyek bisa mendapatkan keuntungan yang lebih maksimal. agar keterlambatan proyek tidak terjadi lagi maka perlu diterapkan metode untuk memadatkan jadwal proyek secara keseluruhan atau mempercepat jadwal agar waktu dapat dioptimalkan. Maka dari itu salah satunya menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO). Metode TCTO adalah metode percepatan untuk mempercepat waktu pelaksanaan proyek dan menganalisis pengaruh waktu yang dipercepat dengan e-ISSN:2964-5158 penambahan biaya agar dapat diketahui waktu maksimum suatu proyek yang dipercepat dengan Pada pembangunan MTSN 6 Malteng ini dikerjakan oleh CV. Bakal Jaya Abadi dengan durasi pekerjaan selama 120 hari kalender dengan anggaran sebesar RP. 2,998. - pada bulan Juni hingga Oktober Tetapi,proyek ini mengalai keterlambatan dengan persen kumulatif realisasi yang dikerjakan pada kontrak awal sebesar 71,18% pekerjaan yang dilakukan,dan masih kurang 28,82% pekerjaan yang Proyek keterlambatan,karena pelaksanaannya tidak sesuai dengan jadwal yang direncanakan yang disebabkan oleh faktor cuaca . dan keterlambatan mobilisasi material sehingga menghambat proses pelaksanaan pada pekerjaan. Untuk mengembalikan tingkat kemajuan proyek, diperlukan analisis untuk durasi optimal proyek dan logika ketergantungan antara kegiatan tersebut untuk mendapat durasi pelaksanaan yang optimal. Halaman 195 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 TINJAUAN PUSTAKA 1 Proyek dan Management Proyek Proyek adalah suatu rangkaian yang bersifat sementara yang sudah ditetapkan awal pekerjaannya Menurut Nurhayati. ,sebuah proyek merupakan suatu usaha/ aktivitas yang kompleks,tidak rutin dan tidak waktu,anggaran,resources spesifikasi performansi yang diraacang untuk Manajement proyek adalah aplikasi pengentahuan . ,keterampilan. ,dan teknik. Dalamkebutuhan-kebutuhan proyek manajement proyek dilaksanakan melalui aplikasi dan integrasi tahapan proses management proyek yaitu intiating,planning,executing,dan controlling serta akhirnya closing keseluruhan proyek tersebut. Manajement proyek merupakan suatu Teknik yang digunakan untuk merencanakan, mengerjakan da mengendalikan aktivitas proyek untuk memenuhi kendala waktu dan biaya proyek (Muslich 2. 2 Jenis Data Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu adalah data yang diperoleh dari sumber lain,dalam penelitian ini data diperoleh dari CV. BAKAL JAYA ABADI berupa, rencana anggaran biaya (RAB), time schedule. 2 Metode Percepatan Time Cost Trade Off (TCTO) Metode TCTO merupakan salah satu metode analisa untuk mempercepat waktu dan biaya pada suatu proyek percepatan penjadwalan ini untuk mencari waktu daan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek sesuai target rencana efisien dan terbaik. (Eko Arif Budiant. untuk mempercepat atau mengkompres durasi proyek biasa disebut metode pertukaran waktu dan biaya. Perhitungan dalam proses percepatan ini hanya dilakukan pada aktivitas-aktivitas yang berada pada lintasan kritis dengan maksud agar dicapai pengurangan waktu proyek sebesar-besarnya dengan pengeluaran biaya yang sekecil-kecilnya. Diagram Alir Penelitian 2 Sumber data Sumber data yang dikumpulkan dalam penelitian ini Rancangan Anggaran Biaya Adalah salah satu data yang paling dibutuhkan sebagai variabel biaya dan digunakan sebagai acuan atau patokan biaya normal setiap item Time Schedule Time schedule, dipakai sebagai acuan durasi normal proyek dan juga dipakai untuk mengetahui waktu penyelesaian proyek dan durasi dari setiap item pekerjaan. 3 Analisa Time Cost Trade-Off Perencanaan awal suatu proyek sangat tergantung pada jumlah sumber daya, biaya dan waktu. Biaya merupakan aspek penting dari manajemen, dan dalam hal ini, kemungkinan biaya harus dijaga seminimal mungkin. Pengendalian biaya harus memperhatikan faktor waktu, karena waktu penyelesaian proyek berkaitan erat dengan biaya Seringkali proyek harus diselesaikan lebih cepat dari biasanya. Dalam hal ini pimpinan proyek dihadapkan pada masalah bagaimana mempercepat penyelesaian proyek dengan biaya yang seminimal Untuk itu perlu dilakukan studi time and cost exchange analysis (TCTO). METODOLOGI 1 Lokasi Penelitian Lokasi Proyek Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MTSN 6 Malteng e-ISSN:2964-5158 Gambar 1. Diagram Alir Penelitian Sumber: Penulis, 2023 Halaman 196 JOURNAL AGREGATE VOL. NO. MARET 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Menyusun Jaringan Kerja Pada Ms Project Pada penelitian ini, data yang dibutuhkan adalah time schedule proyek. Susunan pekerjaan pada time schedule dimasukkan sebagai dasar input data pada program Microsoft project. Langkah-langkah dalam menyusun jaringan kerja pada program Microsoft Projecrt adalah sebagai berikut: Menyusun aktivitas-aktivitas pekerjaan sesusai dengan urutan yang logis Menentukan durasi masing-masing aktivitas Menyusun predecessor . etergantungan antar aktivitas/kegiatan yang mengikut. pada masingmasing aktivitas. Dengan disusunnya predecessor maka secara otomatis program akan membentuk diagram gantt chart. Tabel 1. Aktivitas Pekerjaan Yang Termasuk Lintasan Kritis setelah penyusunan jaringan kerja pada Ms Project KEGIATAN SATUAN 1 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 2 Bekisting Kolom . x Paka. 3 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 4 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT kg 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR, 6 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 7 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 8 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 9 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 10 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan m3 Sumber: Penulis, 2023 [VOLUME] 1,782. 2,579. 1,960. NORMAL 27 days 29 days 6 days 15 days 5 days 7 days 8 days 4 days 4 days 1 days Dari tabel ditas dapat diketahui menentukan durasi normal setiap item pekerjaan dan menyusun jaringan kerja pada Ms. Project dapat diketahui pekerjaan apa saja yang termasuk dalam lintasan kritis pada Pembangunan ruang kelas baru MTSN 6 Malteng. Dimana aktivitas yang berada pada linntasan kritis tidak boleh mengalami keterlambatan karena Sehingga, pada lintasan kritis tersebut dilakukan percepatan agar memastikan penyelesaian proyek dapat selesai tepat waktu atau lebih awal. 2 Analisa Produktivitas Tenaga Kerja 1 Menentukan Produktivitas Tenaga Kerja Per Hari Produktivitas tenaga kerja digunakan untuk mencari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis, untuk mengetahui nilai produktivitas tenaga kerja dibutuhkan nilai koefisien tenaga kerja tersebut. Sehinggah untuk mencari nilai produktivitas digunakan rumus: Perhitungan produktivitas pada Pekerjaan Pembesian Kolom Lantai 1 Koefisien tenaga kerja . idapat dari lampiran Analisa Harga Satua. A Pekerja = 0. Mandor = 0. Kepala Tukang = 0. Mandor = 0. (Nilai koefisien didapat dari AHS proye. A Pekerja = 0. 14,29kg3/hari A Tukang Besi = 0. = 14,29 kg3/hari A Kepala Tukang = 0. = 142,86 kg /hari A Mandor = 0. = 250 kg /hari 2 Menentukan Jumlah Tenaga Kerja Per Hari Setelah mendapatkan nilai produktivitas tenaga kerja, selanjutnya akan dicari jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan per hari. Dimana untuk mencari jumlah tenaga kerja digunakan rumus. Perhitungan jumlah tenaga kerja pada Pekerjaan Pembesian Kolom pedestal Volume = 1,782. 89 kg . erdasarkan Tabel 4. Durasi = 27 hari . erdasaran Tabel 4. 1,782. Pekerja = 14,29 ycu 27 = 5 OH Tukang Kepala Tukang Mandor 1,782. = 14,29 ycu 27 = 5 OH = 14,29 ycu 27 = 1 OH = 14,29 ycu 27 = 1 OH 1,782. 1,782. 3 Menghitung Upah Normal Tenaga Kerja Untuk mengetahui total biaya upah normal tenaga kerja, maka dapat dihitung dengan menggunakan total tenaga kerja per hari dikali dengan harga satuan tenaga kerja itu sendiri pada setiap item Rumus yang dapat digunakan untuk menghitungan biaya upah normal adalah sebagai yaycaycyciyca ycOycyycaEa = yaycycoycoycaEa ycyceycuycayciyca ycoyceycycyca ycu yaycaycyciyca ycycaycycycaycu ycyceycuycayciyca ycoyceycycyca ycu yaycycycaycycn Untuk harga satuan tenaga kerja dpat dilihat pada lampiran analisa harga satuan, dan untuk durasi dapat dilihat pada tabel 1. Perhitungan harga upah per hari tenaga kerja pada Pekerjaan Pembesian Kolom pedestal Pekerja = 5 OH x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 12,480,230. e-ISSN:2964-5158 Halaman 197 JOURNAL AGREGATE Tukang = 5 OH x Rp. 000,00 x 27 = Rp. 16,224,299. Kepala Tukang = 1 OH x Rp. 000,00 x 27= Rp. 3,780,000. Mandor = 1 OH x Rp. 160,000. 00 x 27 = Rp. 4,320,000. Analisa Menggunakan Metode Time Cost trade Off 1 Penambahan Jam Kerja Lembur Pada penelitian ini, percepatan dilakukan dengan menggunakan Metode Time Cost Trade Off. Dalam metode ini ada berbagai alternatif yang dapat digunakan untuk mereduksi durasi atau waktu Diantaranya percepatan dilakukan dengan penambahan jam kerja . Metode penambahan jam kerja akan diterapkan pada studi kasus kali ini, dimana akan dilakukan penambahan jam kerja sebanyak 2 jam dan 3 jam dari jam kerja normal, hal ini diputuskan berdasarkan keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 3, dimana lembur yang diperbolehkan paling lama yaitu selama 3 jam. Penambahan jam kerja juga sangat berpengaruh terhadap produktivitas masing-masing tenaga kerja. Sehingga untuk melakukan percepatan dengan penambahan 3 jam kerja/hari harus berdasarkan pertimbangan dengan melihat penurunan produktivitas tenaga kerja pada saat jam lembur, seperti yang disajikan pada tabel 2. Tabel 2. Produktivitas Tenaga Kerja VOL. NO. MARET 2024 ycEycycuycc ycyyceyc Eaycaycycn Produktifitas per jam = yaycayco ycoyceycycyca ycuycuycycoycayco Di mana : Jam kerja normal harian = 8 jam Menghitung produktifitas lembur Produktifitas lembur = jam kerja lembur x produktifitas x prod. per jam Di mana : Jam kerja lembur per hari = 2 jam dan 3 jam Koefisien Produktifitas = 80% dan 70% Menghitung produktifitas harian setelah dilakukan Produktifitas harian setelah ycaycycaycEa = Prod. harian Prod. Lembur Menghitung crash duration ycOycuycoycycoyce yaycycaycEa yaycycycaycycnycuycu= ycEycycuycc ycyceycyceycoycaEa ycaycycaycEaycnycuyci Hasil produktifitas per jam, produktifitas harian setelah dilakukan crash dan crash duration untuk tiap kegiatan kritis disajikan dalam tabel 3 untuk 3 jam lembur dan tabel 4 untuk 2 jam lembur. Tabel 3 Crash Duration untuk 3 Jam Lembur Uraian Pekerjaan Volume Satuan Normal Duration Jam Kerja Normal Prod Harian Prod Per Jam Prod Lembur Prod Crashing Crash Duration . c d = a/b e = d/c f = 3 x 0. 7 x e g = d f h = a/g 1 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 1,782. 89 kg 27 2 Bekisting Kolom . x Paka. 37 m2 29 3 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 07 m3 6 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . 2,579. 32 kg 15 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & 13 kg 5 5 MEJA: Struktur LT . 6 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 1,960. 23 kg 7 7 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 48 m2 8 8 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 0. 92 m3 4 9 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 0. 20 m3 4 10 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan 1. 12 m3 1 Sumber : Penulis, 2023 Sumber : Penulis, 2023 Tabel 4. Crash Duration Untuk 2 Jam Lembur Sehingga berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa percepatan dengan menggunakan penambahan produktivitasnya adalah 0. 7, sedangkan penambahan produktivitasnya adalah 0. 2 Perhitungan Crash Duration Langkah-langkah dalam menghitung crash duration adalah : Menghitung produktifitas harian ycOycuycoycycoyce Produktifitas harian = yaycycycaycycn ycAycuycycoycayco Di mana : Volume dan Durasi Normal dapat dilihat pada tabel 1 Menghitung produktifitas per jam e-ISSN:2964-5158 Uraian Pekerjaan Volume Satuan Normal Duration Jam Kerja Normal Prod Harian Prod Per Jam Prod Lembur Prod Crashing Crash Duration . d = a/b e = d/c f = 2 x 0. 8 x e g = d f h = a/g 1 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 1,782. 89 kg 27 2 Bekisting Kolom . x Paka. 37 m2 29 3 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 07 m3 6 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT 2,579. 32 kg 15 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR, 13 kg 5 5 CANOPY & MEJA: Struktur LT . 6 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 1,960. 23 kg 7 7 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 48 m2 8 8 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 0. 92 m3 4 9 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 0. 20 m3 4 10 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan 1. 12 m3 1 Sumber : Penulis, 2023 Halaman 198 JOURNAL AGREGATE VOL A. NO. BULAN TAHUN 3 Perhitungan Biaya Percepatan (CrashCos. Setelah mendapatkan durasi pekerjaan yang dipercepat . rash duratio. , maka selanjutnya dapat dihitung biaya tambahan akibat penambahan jam Berdasarkan ketentuan yang tertulis dalam Menteri Tenaga Kerja Nomor KEP. 102/MEN/VI/2004 pasal 11, tentang upah jam kerja lembur, maka akan diuraikan dalam rums sebagai berikut: Untuk penambahan upah jam lembur A Jam ke 1 = 1. 5 x 173 x upah normal x hari kerja A Jam ke 2, dst = 2 x 173 x upah normal x hari kerja Tabel 6. Crash Cost untuk 2 jam kerja Lembur Langkah-langkah dalam menghitung crash cost adalah sebagai berikut : Menghitung upah kerja lembur per hari 3 jam dan 2 jam kerja lembur Upah kerja lembur per hari = . ,5 ycu upah sejam norma. 2 ycu . ycu upah sejam norma. Menghitung crash cost tenaga kerja per hari yaycycaycEa ycaycuycyc tenaga kerja per hari = upah harian upah kerja lembur per hari Menghitung crash cost total yaycycaycEa ycaycuycyc total =( ycaycycaycEa ycaycuycyc per hari x jumlah tenaga x ycaycycaycEa yccycycycaycycnycuyc. Hasil perhitungan upah kerja harian normal, upah kerja per jam normal, upah lembur per hari . jam dan 3 jam kerj. , crash cost per hari dan crash cost total untuk tiap kegiatan kritis disajikan dalam hasil perhitungan pada tabel 5 untuk 3 jam kerja dan tabel 6 untuk 2 jam kerja. Tabel 5 Crash Cost untuk 3 jam kerja Lembur Jumlah Normal crash Total Upah 3 Total Upah Tenaga Kerja Uraian Pekerjaan Tenaga Total Crash Cost Duration Duration jam Lembur Normal Kerja e=axcxd Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm Pekerja 5 Rp179,479. 77 Rp17,421,823. Rp12,480,230. Tukang Rp233,323. 70 Rp22,648,371. Rp16,224,299. Kepala Tukang Rp251,271. 68 Rp5,276,705. Rp3,780,000. Mandor 5 Rp287,167. 63 Rp6,030,520. Rp4,320,000. Rp51,377,420. Rp36,804,529. Bekisting Kolom . x Paka. Pekerja Rp179,479. 77 Rp4,887,899. Rp3,433,815. Tukang Rp233,323. 70 Rp3,177,134. Rp2,231,979. Kepala Tukang 3 Rp251,271. 68 Rp5,779,248. Rp4,060,000. Mandor 3 Rp287,167. 63 Rp6,604,855. Rp4,640,000. Rp20,449,137. Rp14,365,794. Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Pekerja 3 Rp179,479. Rp586,450. Rp392,100. Mandor 3 Rp287,167. 63 Rp1,435,838. Rp960,000. Rp2,022,288. Rp1,352,100. Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . Pekerja Rp179,479. 77 Rp25,924,402. Rp18,055,240. Tukang Besi Rp233,323. 70 Rp33,701,723. Rp23,471,812. Kepala Tukang Rp251,271. 68 Rp3,629,416. Rp2,527,733. Mandor Rp287,167. 63 Rp2,370,231. Rp1,650,764. Rp65,625,772. Rp45,705,550. Pembesian Meja Wastafel . ekerjaan Lantai Dasar,Canopy & Meja: Struktur LT . Pekerja Rp179,479. Rp717,919. Rp500,000. Tukang Kayu Rp233,323. Rp933,294. Rp650,000. Kepala Tukang Rp251,271. 68 Rp1,005,086. Rp700,000. Mandor Rp287,167. 63 Rp1,148,670. Rp800,000. Rp3,804,971. Sumber: Penulis, 2023 e-ISSN:2964-5158 Rp2,650,000. Jumlah Normal crash Total Upah 2 jam Total Upah Tenaga Total Crash Cost Tenaga Duration Duration Lembur Kerja Normal e=axcxd Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm Pekerja Rp150,578. 03 Rp16,008,413. 20 Rp12,480,230. Tukang Rp195,751. 45 Rp20,810,937. 16 Rp16,224,299. Kepala Tukang Rp210,809. 25 Rp4,848,612. 72 Rp3,780,000. Mandor Rp240,924. 86 Rp5,541,271. 68 Rp4,320,000. Rp47,209,234. 75 Rp36,804,529. Bekisting Kolom . x Paka. Pekerja Rp150,578. 03 Rp4,279,093. 36 Rp3,433,815. Tukang Rp195,751. 45 Rp2,781,410. 68 Rp2,231,979. Kepala Tukang Rp210,809. 25 Rp5,059,421. 97 Rp4,060,000. Mandor Rp240,924. 86 Rp5,782,196. 53 Rp4,640,000. Rp17,902,122. 54 Rp14,365,794. Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Pekerja Rp150,578. 03 Rp492,013. 73 Rp392,100. Mandor Rp240,924. 86 Rp1,204,624. 28 Rp960,000. Rp1,696,638. 01 Rp1,352,100. Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . Pekerja Rp150,578. 03 Rp23,562,262. 14 Rp18,055,240. Tukang Besi Rp195,751. 45 Rp30,630,940. 79 Rp23,471,812. Kepala Tukang Rp210,809. 25 Rp3,298,716. 70 Rp2,527,733. Mandor Rp240,924. 86 Rp2,154,263. 97 Rp1,650,764. Rp59,646,183. 60 Rp45,705,550. Pembesian Meja Wastafel . ekerjaan Lantai Dasar,Canopy & Meja: Struktur LT . 5 Pekerja Rp150,578. 03 Rp602,312. 14 Rp500,000. Tukang Kayu Rp195,751. 45 Rp783,005. 78 Rp650,000. Kepala Tukang Rp210,809. 25 Rp843,236. 99 Rp700,000. Mandor Rp240,924. 86 Rp963,699. 42 Rp800,000. Rp3,192,254. 34 Rp2,650,000. Uraian Pekerjaan Sumber: Penulis, 2023 4 Perhitungan Cost Slope Cost slope merupakan pertambahan biaya untuk mempercepat suatu aktifitas per satuan waktu. Cost slope dapat dihitung dengan rumus : ycaycycaycEa ycaycuycycOeycuycuycycoycayco ycaycuycyc Cost Slope = ycuycuycycoycayco yccycycycaycycnycuycuOeycaycycaycEa yccycycycaycycnycuycu Untuk hasil perhitungan Cost Slope untuk tiap kegiatan kritis dapat dilihat pada tabel 7 untuk 3 jam kerja dan tabel 8 untuk 2 jam kerja. Tabel 7. Cost Slope Untuk 3 Jam Kerja Lembur Uraian Pekerjaan 1 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 2 Bekisting Kolom . x Paka. 3 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 4 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: Struktur LT . 6 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 7 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 8 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 9 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 10 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan Lantai Dudukan Tando. Normal Crash Duratio Duratio n n . Cast Normal Cast Crashing Cost Slope Rp36,804,529. 00 Rp51,377,420. Rp14,365,794. 75 Rp20,449,137. Rp1,352,100. 00 Rp2,022,288. Rp2,595,876. Rp1,008,895. Rp537,214. Rp45,705,550. 40 Rp65,625,772. Rp6,387,118. Rp2,650,000. Rp33,794,250. Rp14,690,454. Rp2,120,000. Rp2,120,000. Rp614,800. Rp1,110,972. Rp12,501,159. Rp3,056,657. Rp882,220. Rp882,220. Rp2,350,133. Rp3,804,971. Rp51,989,007. Rp19,774,794. Rp2,853,728. Rp2,853,728. Rp1,103,441. Sumber: Penulis, 2023 Halaman 199 VOL A. NO. BULAN TAHUN JOURNAL AGREGATE Tabel 8. Cost Slope Untuk 2 Jam Kerja Lembur Uraian Pekerjaan 1 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 2 Bekisting Kolom . x Paka. 3 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Normal Crash Duratio Duratio Cast Normal Cast Crashing n n . 27 23 Rp36,804,529. 00 Rp47,209,234. 29 24 Rp14,365,794. 75 Rp17,902,122. Rp1,352,100. 00 Rp1,696,638. 4 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: Struktur LT 5 4 6 . Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 7 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 8 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 9 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 10 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan Lantai Dudukan Tando. 1 1 Cost Slope Rp2,312,156. Rp731,654. Rp344,538. Rp45,705,550. Rp59,646,183. Rp5,576,253. Rp2,650,000. Rp33,794,250. Rp14,690,454. Rp2,120,000. Rp2,120,000. Rp614,800. Rp3,192,254. Rp43,617,186. Rp19,355,522. Rp2,394,190. Rp2,394,190. Rp925,753. Rp650,705. Rp8,419,659. Rp3,498,801. Rp411,286. Rp411,286. Rp1,865,722. Sumber: Penulis, 2023 Setelah diperoleh nilai Cost Slope dari masing-masing kegiatan, maka dilakukan penekanan . durasi proyek pada setiap kegiatan di lintasan kritis yang dimulai dari kegiatan dengan Cost Slope Berikut urutan kegiatan dengan Cost Slope terendah sampai tertinggi seperti ditunjukkan pada tabel 9 untuk 3 jam lembur dan tabel 10 untuk 2 jam Tabel 9. Cost Slope Dari Yang Terkecil Untuk 3 Jam Lembur Norm Crash al Durati Uraian Pekerjaan Cast Normal Cast Crashing Durati on on . 1 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Rp1,352,100. 00 Rp2,022,288. 2 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm Rp2,120,000. 00 Rp2,853,728. 3 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm Rp2,120,000. 00 Rp2,853,728. 29 23 Rp14,365,794. 75 Rp20,449,137. 4 Bekisting Kolom . x Paka. 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: 5 4 Rp2,650,000. 00 Rp3,804,971. LT . Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan Lantai 6 Struktur Beton Mutu Rp614,800. 00 Rp1,103,441. Dudukan Tando. 7 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 27 21 Rp36,804,529. 00 Rp51,377,420. 8 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 8 6 Rp14,690,454. 00 Rp19,774,794. 9 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . 15 12 Rp45,705,550. 40 Rp65,625,772. 10 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 7 6 Rp33,794,250. 20 Rp51,989,007. 5 Analisa Percepatan Durasi Setelah diperoleh crash duration dari analisa sebelumnya, maka dengan bantuan program Microsoft Project dilakukan controlling kembali yaitu dengan mengganti durasi normal dengan durasi Crash pada kegiatan kritis. Berdasarkan langkah-langkah metode anilisis data pada Bab 3 maka yang dilakukan adalah kegiatan-kegiatan mempunyai kombinasi slope biaya terendah. Disini berdasarkan alternative: A 3 jam menggunakan kombinasi cost slope terkecil (Rp. 000,00 Ae Rp. terdapat 5 item pekerjaan yang akan dilakukan percepatan. A 2 jam menggunakan kombinasi cost slope terkecil yaitu dari range (Rp. 300,000,00Ae Rp. terdapat 5 item pekerjan yang akan dilakukan Tabel 11. Percepatan Durasi Berdasarkan Kombinasi Cost Slope Untuk 3 Jam Lembur Norm Crash al Durati Cast Normal Cast Crashing Durati on on . 1 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Rp1,352,100. 00 Rp2,022,288. 2 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm Rp2,120,000. 00 Rp2,853,728. 3 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm Rp2,120,000. 00 Rp2,853,728. 29 23 Rp14,365,794. 75 Rp20,449,137. 4 Bekisting Kolom . x Paka. 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: 5 4 Rp2,650,000. 00 Rp3,804,971. Struktur LT . Penulis, 2023 Sumber: Uraian Pekerjaan Rp537,214. Rp882,220. Rp882,220. Rp1,008,895. Rp1,110,972. Rp2,350,133. Berdasarkan tabel 11 hasil perhitungan total durasi proyek setelah dilakukan Crashing untuk 3 jam lembur pada tiap-tiap pekerjaan pada kombinasi cost slope terendah yang dimana durasi normal penyelesaiaan proyek adalah 120 hari kerja menjadi 110 hari. Dan untuk total kombinasi cost slope dari yang terendah yaitu sebesar Rp. 529,49. Rp2,595,876. Rp3,056,657. Rp6,387,118. Rp12,501,159. Tabel 10 Cost Slope Dari Yang Terkecil Untuk 2 Jam Lembur Crash Normal Duration Duration . 1 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: 6 2 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 4 3 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 4 300 mman Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI 4 Pembesi 5 Bekisting Kolom . x Paka. 6 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Plat Lantai t = 12 cm ( Pekerjaan Lantai Dudukan Tando. 7 Pembesian Kolom Pedestal K1 300 x 300 mm 8 Bekisting Kolom K2 . x Paka. Struktur LT 2 9 Pembesian Kolom K1 300 x 300 mm (Pekerjaan Kolom: Struktur LT . 10 Pembesian Kolom K2 300 x 300 mm ( Struktur LT . 7 Uraian Pekerjaan Sumber: Penulis, 2023 e-ISSN:2964-5158 Rp537,214. Rp882,220. Rp882,220. Rp1,008,895. Rp1,110,972. Cost Slope Tabel 12 Percepatan Durasi Berdasarkan Kombinasi Cost Slope Untuk 2 Jam Lembur Sumber: Penulis, 2023 Cost Slope Cast Normal Cast Crashing Cost Slope Rp1,352,100. Rp2,120,000. Rp2,120,000. Rp2,650,000. Rp14,365,794. Rp1,696,638. Rp2,394,190. Rp2,394,190. Rp3,192,254. Rp17,902,122. Rp344,538. Rp411,286. Rp411,286. Rp650,705. Rp731,654. Rp614,800. Rp925,753. 76 Rp1,865,722. Rp36,804,529. 00 Rp47,209,234. 75 Rp2,312,156. Rp14,690,454. 00 Rp19,355,522. 30 Rp3,498,801. Rp45,705,550. 40 Rp59,646,183. 60 Rp5,576,253. Rp33,794,250. 20 Rp43,617,186. 67 Rp8,419,659. Uraian Pekerjaan Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & Bekisting Kolom . x Paka. Crash Normal Duration Cast Normal Duration . Cast Crashing Cost Slope Rp1,696,638. Rp2,394,190. Rp2,394,190. Rp3,192,254. Rp17,902,122. Rp344,538. Rp411,286. Rp411,286. Rp650,705. Rp731,654. Rp1,352,100. Rp2,120,000. Rp2,120,000. Rp2,650,000. Rp14,365,794. Sumber: Penulis, 2023 Berdasarkan tabel 12 hasil perhitungan total durasi proyek setelah dilakukan Crashing untuk 2 jam lembur pada tiap-tiap pekerjaan pada kombinasi cost slope terendah yang dimana durasi normal penyelesaiaan proyek adalah 120 hari kerja menjadi 112 hari. Dan untuk total kombinasi cost slope dari yang terendah yaitu sebesar Rp. 469,50. Hasil Penelitian Setelah menggunakan penambahan jam kerja pada kegiatan- Halaman 200 JOURNAL AGREGATE VOL A. NO. BULAN TAHUN kegiatan kritis maka biaya langsungnya mengalami kenaikan sementara biaya tidak langsung mengalami Pada proyek ini, biaya tidak langsung meliputi biaya profit dan biaya overhead. Dimana biaya profit dan overhead itu sendiri merupakan biaya yang dikeluarkan secara tidak langsung seperti keuntungan gaji, biaya listrik, operasional, dan lainlain. Dalam proyek ini, bobot biaya langsung sebesar 90% dan bobot biaya tidal langsung sebesar 10% dimana terdiri dari bobot biaya overhead sebesar 3% dan profit sebesar 7%. Berikut perhitungan biaya langsung dan biaya tidak langsung dengan . enambahan jam kerja / lembu. antara keadaan normal dan setelah percepatan adalah sebagai berikut: = . urasi crashing x overhead per har. = Rp. 895,35 Total biaya proyek = direct cost indirect cost = Rp. 367,55 1 Total Perubahan Waktu dan Biaya Akibat Penambahan Jam Kerja 1 Proyek Pada Kondisi Normal Durasi normal = 120 hari Rencana anggaran biaya = Rp. Profit = Total biaya proyek x 7% = Rp. x 7% = Rp. Biaya overhead = Total biaya proyek x 3% = Rp. x 3% = Rp. ycaycnycaycyca ycuycyceycEayceycaycc . Overhead per hari = yccycycycaycycn ycuycuycycoycayco ycIycy. = Rp. 686,25 Setelah mendapatkan nilai profit dan biaya overhead, maka selanjutnya dapat menghitung biaya langsung dan biaya tidak langsung: Direct cost = 90% x Total biaya proyek = 90% x Rp. = Rp. Indirect cost = Profit Biaya overhead =Rp. 912,150 Rp. 962,350 = Rp. Biaya total proyek = Direct Cost Indirect Cost =Rp. 000 Rp. = Rp. 2 Biaya Proyek Pada Kondisi Percepatan Dalam perhitungan ini menggunakan nilai cost slope terkecil: Penambahan jam lembur 3 jam Durasi crashing =110 hari . idapat setelah melakukan percepatan durasi pada tabel 4. - Biaya Langsung = biaya langsung normal kombinasi cost slope terkecil 3 jam = Rp. 472,20 - Biaya tidak langsung e-ISSN:2964-5158 Tabel 13 Perubahan Waktu Dan Biaya Akibat Penambahan 3 Jam Kerja Lembur URAIAN DURASI NORMAL DURASI DIPERCEPAT SELISIH WAKTU 120 HARI 110 HARI 10 HARI BIAYA Rp2. 000,00 RP. 367,55 RP. 632,45 Sumber: Penulis, 2023 Berdasarkan tabel 13 dapat diketahui bahwa dengan melakukan penambahan jam kerja selama 3 jam, waktu dapat dipercepat selama 110 hari selisih 10 hari dari durasi normalnya yaitu 120 hari sedangkan untuk total biaya diperoleh Rp2. 367,55selisih Rp. 632,45 dari biaya normalnya yaitu sebesar RP. Penambahan jam lembur 2 jam Durasi crashing = 112 hari . idapat setelah melakukan percepatan durasi pada tabel 4. - Biaya Langsung = biaya langsung normal kombinasi cost slope terkecil 2 jam = Rp. 154,03 Biaya tidak langsung = . urasi crashing x overhead per har. profit = Rp. 430,00 Total biaya proyek = direct cost indirect cost = Rp. 584,03 Tabel 14 Perubahan Waktu Dan Biaya Akibat Penambahan 2 Jam Kerja Lembur URAIAN DURASI NORMAL DURASI DIPERCEPAT SELISIH WAKTU 120 HARI 112 HARI 8 HARI BIAYA Rp2. 000,00 RP. 584,03 RP. 415,97 Sumber: Penulis, 2023 Berdasarkan tabel 14 dapat diketahui bahwa dengan melakukan penambahan jam kerja selama 2 jam, waktu dapat dipercepat selama 112 hari selisih 8 hari dari durasi normalnya yaitu 120 hari sedangkan untuk Rp. 479,03 Rp. 415,97 dari biaya normalnya yaitu sebesar Rp2. Berdasarkan hasil perhitungan diatas dibuat perbandingan biaya dan waktu dari penambahan 2 dan 3 jam kerja terhadap waktu dan durasi normal proyek. Halaman 201 VOL A. NO. BULAN TAHUN JOURNAL AGREGATE Tabel 15 Perbandingan Waktu Dan Biaya Dipercepat Terhadap Durasi Normal URAIAN 1 DURASI NORMAL 2 PENAMBAHAN 3 JAM KERJA 3 PENAMBAHAN 2 JAM KERJA WAKTU 120 HARI 110 HARI 112 HARI BIAYA Rp2. 000,00 RP. 367,55 RP. 584,03 Sumber: Penulis, 2023 Berdasarkan tabel diatas dibuat grafik perbandingan waktu dan biaya akibat penambahan jam kerja selama 3 dan 2 jam dengan biaya dan durasi normal Yang dapat dilihat pada gambar 2 dibawah Tabel 16. Perhitungan Total Biaya Proyek Untuk 3 Jam Kerja DURASI NORMAL 1 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 2 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 3 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 4 Bekisting Kolom . x Paka. 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: Struktur LT . Efisiensi waktu proyek 3 jam kerja 120Oe110 = 120 x 100% = 8,33% Efisiensi biaya proyek 3 jam kerja Rp. 000Oe2. 367,55 x 100% = 0,21% Rp. Efisiensi waktu proyek penambahan 2 jam kerja 120Oe112 = 120 x 100% = 6,67% Efisiensi biaya proyek penambahan 2 jam kerja Rp. 000 OeRp2. 584,03. x 100% = 0,17% Rp. Pada studi kasus kali ini disimpulkan bahwa metode yang paling efektif untuk diterapkan pada Pembangunan Gedung Ruang Kelas Baru MTSN 6 Malteng adala dengan penambahan 3 jam lembur. karena dilihat dari waktu yang tereduksi dan pengaruhnya terhadap biaya proyek juga tidak memberikan dampak yang buruk. Dimana biaya proyek juga ikut tereduksi. Normal Crash Total Total Crash Biaya tidak Duratio Duratio Duration Cast Slope Biaya Langsung Total biaya . Langsung n n . Rp2,698,870,500. 000 Rp299,874,500. 000 Rp2,998,745,000. 6 5 1 119 Rp537,214 Rp2,699,407,714. 43 Rp298,939,693. 17 Rp2,998,347,407. 4 3 1 118 Rp882,221 Rp2,699,752,720. 96 Rp298,316,188. 61 Rp2,998,068,909. 4 3 1 117 Rp882,221 Rp2,699,752,720. 96 Rp297,692,684. 06 Rp2,997,445,405. 111 Rp1,008,896 Rp2,699,879,395. 94 Rp293,172,276. 04 Rp2,993,051,671. 110 Rp1,110,972 Rp2,699,981,472. 20 Rp292,392,895. 35 Rp2,992,374,367. Sumber: Penulis, 2023 Tabel 17. Perhitungan Total Biaya Proyek Untuk 2 Jam Kerja Gambar 2. Grafik Perbandingan Biaya Uraian Pekerjaan Uraian Pekerjaan DURASI NORMAL 1 Urug Pasir Bawah Lantai t = 5 cm (Pekerjaan Tanah: Struktur LT . 2 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL3 200 x 300 mm 3 Beton Mutu Fc' = 21,7 MPa (K-. Balok BL4 200 x 300 mm 4 Bekisting Kolom . x Paka. Normal Crash Total Total Biaya tidak Duratio Duratio Crash Duration Cast Slope Biaya Langsung Total biaya Langsung n n . Rp2,698,870,500. 000 Rp299,874,500. 000 Rp2,998,745,000. 6 5 1 119 Rp344,538. 01 Rp2,699,215,038. 01 Rp299,125,260. 00 Rp2,998,340,298. 4 3 1 118 Rp411,286. 13 Rp2,699,281,786. 13 Rp298,625,466. 67 Rp2,997,907,252. 4 3 1 118 Rp411,286. 13 Rp2,699,281,786. 13 Rp298,125,673. 33 Rp2,997,407,459. 5 4 1 117 Rp650,705. 20 Rp2,699,521,205. 20 Rp297,500,931. 67 Rp2,997,022,136. 5 Pembesian Meja Wastafel (PEKERJAAN LANTAI DASAR. CANOPY & MEJA: Struktur 29 24 5 LT . 112 Rp731,654. 03 Rp2,699,602,154. 03 Rp293,877,430. 00 Rp2,993,479,584. Sumber: Penulis, 2023 Masing-masing penambahan jam kerja didapat durasi optimal pada penambahan 3 jam lembur sebesar 110 hari kerja dan biaya optimal sebesar Rp. 367,55 Sedangkan untuk durasi optimal pada penambahan 2 jam lembur sebesar 112 hari kerja dan biaya optimal sebesar Rp. 584,03. Berdasarkan hasil diatas dapat diketahui bahwa durasi optimal dan biaya yang paling optimal dalam mempercepat pembangunan gedung Ruang Kelas Baru MTSN 6 Malteng yaitu pada alternative penambahan 3 jam kerja sebesar sebesar 110 hari kerja dan biaya optimal sebesar Rp. 367,55 Yang didapat dari total biaya penyelesaian yang paling 2 Biaya Optimal dan Durasi Optimal Setelah melakukan proses percepatan sehingga memperoleh crash duration,crash cost dan cost slope maka langkah selanjutnya adalah menghitung total biaya dari biaya langsung dan biaya tidak langsung untuk mengetahui biaya dan durasi optimal. Adapun hasil perhitungan untuk alternatif penambahan jam kerja lembur tersaji dalam tabel 16 untuk 3 jam kerja dan tabel 17 untuk 2 jam kerja. e-ISSN:2964-5158 Halaman 202 JOURNAL AGREGATE PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil analisa menggunakan metode time cost trade off,diperoleh kesimpulan yaitu: Dari hasil analisa hasil penambahan 3 jam kerja lembur dapat penghematan waktu sebesar 8,33% yaitu 110 hari dan biaya proyek tereduksi sebesar 0,21% sedangkan penambahan 2 jam kerja lembur penghematan waktu sebesar 6,67% yaitu 112 hari dimana biaya tereduksi sebesar 0,17% dilihat dari biaya awal proyek yaitu sebesar RP. Berdasarkan hasil perhitungan masing-masing alternative penambahan jam kerja diketahui durasi dan biaya yang paling optimal dan durasi optimal yaitu pada alternatif penambahan 3 jam kerja dengan durasi 110 hari dan total biaya sebesar RP. 365,55 2 Saran. Disarankan pada penelitian yang akan datang bisa menggunakan seperti penambahan jumlah pekerja atau menambah jumlah alat yang digunakan. Hasil dari biaya dan durasi optimum yang didapat dari analisis metode ini dapat dipertimbangkan dikarenakan,hasil optimasi waktu dan biaya menunjukkan durasi yang singkat dengan biaya yang lebih kecil daripada kondisi normal. ini dapat berguna bagi kontraktor dalam efisiensi waktu dan biaya. DAFTAR PUSTAKA