Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA APLIKASI ANDROID TERHADAP TINGKAT KECEMASAN REMAJA DALAM MENGHADAPI MENARCHE Muji Handayani1. Vivi Silawati2. Bunga Tiara Carolin3 1,2,3 Prodi Kebidanan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Nasional Jl. Harsono RM No. Ragunan. Jakarta Selatan 12550 e-mail : ayaraisya@gmail. com, vivi. sila@civitas. tiara@civitas. Artikel Diterima : 15 Agustus 2022. Direvisi : 7 September 2022. Diterbitkan : 27 September 2022 ABSTRAK Latar belakang: Masa remaja adalah peralihan dari kanak-kanak menuju usia dewasa. Hal ini ditandai dengan mulainya remaja putri mengalami menstruasi pertama atau menarche. Menarche yang tidak disertai dengan pemberian informasi tentang menstruasi dapat menimbulkan Pemberian Pendidikan Kesehatan tentang menstruasi menggunakan aplikasi android dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche pada Sekolah Dasar di wilayah Kota Adm Jakarta Timur. Metodologi: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasy eksperimental dengan menggunakan rancangan one-group pre test-post test. Sampel pada penelitian ini adalah remaja putri yang belum menstruasi sebanyak 30 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Data diperoleh dengan cara membagikan Analisa data secara univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan hasil rata-rata kesemasan sebelum intervensi adalah 2,93 dan sesudah intervensi adala 2,43 dengan hasil uji wilcoxon didapatkan p-value adalah 0,000 dan ada perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan mobile learning melalui media aplikasi android. Kesimpulan dan saran: Pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android efektif menurunkan tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Aandroid dapat dijadikan alternatif sebagai sarana untuk memberikan Pendidikan Kesehatan mengenai menstruasi kepada remaja. Kata Kunci : aplikasi, kecemasan, menstruasi, remaja Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 1 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 ABSTRACT Background: Adolescence is a transition from childhood to adulthood. This is marked by the start of adolescent girls experiencing their first menstruation or menarche. Menarche that is not accompanied by the provision of information about menstruation can cause anxiety. The provision of Health Education about menstruation using an android application can be used to reduce adolescent anxiety in dealing with menarche. Objective: To determine the effectiveness of health education with android application media on the level of adolescent anxiety in facing menarche at primary school at City of East Jakarta. Method: This type of research is a quantitative study with a Quasy experimental research design using a one-group pre-test-posttest design. The sample in this study were adolescence girls who had not menstruated which consisted of 30 respondents who were taken by purposive sampling technique. Data were obtained by distributing questionnaires. Data analysis was univariate and bivariate with Wilcoxon test. Results: The results showed the average anxiety before the intervention was 2. and after the intervention was 2. 43 with the Wilcoxon test results obtained p-value was 0. and there was a difference in anxiety before and after health education with mobile learning through the android application media. Conclusions and suggestions: Health education with android application media is effective in reducing adolescent anxiety levels in dealing with Android can be used as an alternative as a means to provide health education about menstruation to adolescents. Keywords : applications, anxiety, adolescents, menstruation. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 2 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index PENDAHULUAN Masa remaja atau pubertas adalah masa dimana usia ini adalah peralihan dari kanak-kanak menuju usia dewasa. Diusia ini remaja mengalami banyak perubahan dalam hidupnya, dari hormon, fisik maupun Hal ini ditandai dengan mulainya remaja putri mengalami menstruasi pertama atau menarche. Selain peluang untuk pengembangan, transisi ini menimbulkan risiko bagi kesehatan dan kesejahteraan mereka (Haryono, 2. Munculnya tandatanda ini dapat dilihat pada perubahan hormonal, perubahan fisik, maupun perubahan psikologis dan sosial, yang dapat berbeda untuk setiap individu (Kemenkes. Menarche merupakan menstruasi pertama yang biasanya terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja di tengah pubertas sebelum memasuki masa reproduksi (Haryono. Di Indonesia gadis remaja pada waktu menarche bervariasi antara 10-16 tahun dan rata-rata menarche 12,5 tahun (Riskesdas, 2. Data demografi di Indonesia yang ditampilkan oleh Badan Pusat Statistik . menunjukkan pada tahun 2021, jumlah penduduk di Indonesia 682,5 ribu jiwa, dimana rentang usai 10-19 tahun sebanyak 44. ribu jiwa atau 16% yang terdiri dari 52% 837,9 ribu remaja laki-laki dan 48% 478,3 ribu remaja perempuan. Sedangkan untuk jumlah anggota penduduk remaja perempuan yang berada pada kelompok umur 10-19 tahun di Provinsi DKI Jakarta tahun 2021 sebanyak 807. Menurut National Institute of Mental Health (NIMH), remaja memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi daripada orang NIMH menemukan bahwa hampir 32% remaja AS telah menderita gangguan NIMH menemukan bahwa gadis remaja menderita gangguan kecemasan lebih JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 dari kelompok lain. NIMH menunjukkan bahwa 38% remaja perempuan menderita gangguan kecemasan, dibandingkan 26% remaja laki-laki (Newport Academy, 2. Diperkirakan 3,6% usia 10-14 tahun dan 4,6% usia 15-19 tahun mengalami gangguan kecemasan (WHO, 2. Menarche yang tidak disertai dengan pemberian informasi atau pendidikan kesehatan tentang menstruasi dengan benar dan tepat akan mengakibatkan munculnya gejala-gejala ketakutan, kecemasan, gangguan berupa pusing, mual, disminorhea, haid tidak teratur dan berbagai macam gangguan lainnya . Hal disayangkan karena berdasarkan penelitian kecemasan remaja dalam menghadapi menarche di SD N Plalangan 01 yang dilakukan Retnaningsih1, et all . , sebanyak 20 responden atau 55,6% mengalami kecemasan sedang dan 13 36,1% kecemasan berat. Dalam penelitian lain di SD Negeri 1 Ceper menunjukkan hasil 51,6% atau 16 responden mengalami kecemasan sedang, dan 22,6% atau 7 responden mengalami kecemasan ringan (Ananda, 2. Di Indonesia sudah ada kebijakan mengenai Kesehatan reproduksi remaja, yaitu Permenkes Nomor 21 Tahun 2020, dimana salah satu program adalah penyuluhan mengenai Kesehatan reproduksi. Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) merupakan salah satu strategi yang dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan remaja. Akan tetapi, fokus dalam program PKPR adalah TRIAD KRR yaitu tiga resiko yang dihadapi oleh remaja, yaitu Seksualitas. HIV/ AIDS dan Napza. Program tersebut belum adanya Pendidikan Kesehatan mengenai persiapan emnghadapi menarche, sehingga banyak remaja belum siap menghadapi menarche yang bisa menimbulkan kecemasan. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 3 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Berdasarkan hasil study pendahuluan yang peneliti lakukan di SDN Cipinang Besar Utara 03 Kota Adm Jakarta Timur, dari 25 siswi kelas 4 dan kelas 5, didapatkan hasil 9 siswi atau 36% sudah mengalami menstruasi dan 16 siswi atau 64% belum mengalami menstruasi. Dari 16 siswi yang belum mengalami menstruasi, sebanyak 10 siswi atau 62,5% mengalami kecemasan dan 6 siswi atai 37,5% tidak mengalami kecemasan dalam menghadapi menarche. Pendidikan menstruasi merupakan suatu aplikasi atau suatu proses penyampaian informasi tentang kesehatan menstruasi yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada remaja putri mengetahui apa yang harus dilakukan di saat mengalami menarche atau menstruasi Diharapkan dengan diberikannya pendidikan kesehatan tentang menstruasi remaja putri akan merasa siap dan tidak takut atau cemas dalam menghadapi menarche (Proverawati dan Misaroh, 2. Hal ini dibuktikan dalam penelitian khaerunisa . pada anak SD, yang menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menurunkan tingkat kecemasan siswa dalam menghadapi menarche. Penelitian lainnya di SD Negeri 16 pontianak, yang menunjukkan hasil bahwa terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang menarche dalam menurunkan tingkat kecemasan siswi (Pernanda, 2. Salah satu media elektronik yang dikembangkan saat ini adalah mobile Perkembangan perangkat mobile terus berkembang disetiap tahunnya, lebih banyak penggunanya dari pada komputer, mudah dioperasikan dibandingkan komputer dan perangkat mobile menjadi solusi alternatif untuk menciptakan aplikasi media pembelajaran (Dermawan, 2. Mobile learning cukup mudah digunakan, sehingga remaja dapat mengunduh aplikasi android di perangkat mobile, salah satunya adalah aplikasi Oky. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Aplikasi Oky indonesia adalah aplikasi yang diluncurkan oleh Nations Children's Fund (UNICEF) dan Jejaring AMPL Nasional, merupakan aplikasiedukasi Oky adalah aplikasi pelacak menstruasi pertama di dunia untuk remaja perempuan dan dibuat oleh remaja Aplikasi Oky dengan tampilan yang ramah dengan remaja sehingga bisa memberikan informasi menstruasi yang menyenangkan, kreatif, dan positif sehingga bisa diterima oleh remaja putri dengan baik (Oky, 2. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian Quasy rancangan one-group pre test-post test. Desain penelitian quasi eksperimen sering digunakan pada penelitian lapangan atau di Pada desain penelitian ini tidak ada pembatasan yang ketat terhadap randomisasi dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman-ancaman validitas (Notoatmodjo, 2. Dalam penelitian ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Observasi sebelum eksperimen (O. disebut pre-test, dan observasi sesudah eksperimen (O. disebut post-test. Populasi keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti tersebut. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi di SDN Cipinang Besar Utara 03 kelas 4 dan 5 sebanyak 60 siswi. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik pertimbangan tertentu yang dibuat oleh peneliti yaitu berdasarkan sifat-sifat populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 30 siswi dengan kriteria inklusi adalahm siswi yang belum menstruasi, yang memiliki Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 4 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index handphone, belum pernah mendapatkan penyuluhan tentang menstruasi dan yang bersedia untuk dijadikan sampel. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang dibagikan kepada responden sesuai dengan jumlah sampling yang telah ditentukan dan lembar pengukuran. HASIL Karakteristik responden Hasil penelitian terhadap 30 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1 Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden Umur 10 tahun 11 tahun 12 tahun Jumlah Frekuensi Persentase Berdasarkan pemaparan tabel 1 diatas, jumlah responden penelitian adalah 30 orang. Mayoritas responden berumur 10 tahun yaitu 17 siswi . ,7%), kemudian diikuti responden yang berumur 11 tahun sebanyak 12 siswi . %) dan paling sedikit 1 siswi . ,3%) yang berumur 12 tahun. Distribusi Frekuensi tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche sebelum dan sesudah mendapatkan mobile learning dengan media aplikasi android Hasil penelitian terhadap 30 siswi sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan di SDN Cipinang Besar Utara 03 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 2 Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi mobile learning Tingkat Kecemasan Tidak Ringan Sedang Berat Sangat Berat/pani Jumlah Sebelum Frekuens Persen i . (%) Sesudah Frekuen Persen si . (%) JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dari tabel 2 didapatkan hasil Tingkat kecemasan sebelum intervensi responden adalah 29 siswi . ,7%) dimana mayoritas siswi mengalami cemas ringan. Sedangkan tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi yaitu sebanyak 28 siswi . ,3%) dimana mayoritas responden mengalami cemas rinyan yaitu sebanyak 20 siswi . ,7%). Hasil analisis rata-rata tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi mobile learning adalah sebagai berikut: Tabel 3 Rata-rata skor Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi mobile learning Min Max Mean Sebelum 2,93 1,08 Sesudah 2,43 0,89 Sebelum tingkat kecemasan paling tinggi adalah sangat cemas sekali/panik dan paling rendah adalah tidak cemas dengan rata-rata 2,93 yaitu berada diantara cemas ringan dan cemas sedang. Sedangkan setelah dilakukan intervensi, rata-rata tingkat kecemasan adalah 2,43 dengan tingkat kecemasan paling tinggi adalah sangat cemas dan paling rendah adalah tidak cemas. Efektivitas Aplikasi Oky Hasil efektivitas Aplikasi Oky setelah 30 siswi menggunakan aplikasi selama 7 hari di SDN Cipinang Besat Utara 03 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4 Gambaran Efektivitas Aplikasi Oky Uji Efektivitas Navigasi (Navigatio. Antarmuka (Interfac. Isi (Conten. Keandalan (Reliabilit. Teknis (Technica. Jumlah Rata-Rata Persentase Kategori Sangat Efektif Sangat Efektif Sangat Efektif Sangat Efektif Sangat Efektif Sangat Efektif Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 5 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Berdasarkan tabel 4 didapatkan hasil efektivitas tertinggi dapat dilihat dari konten yang ditampilkan dalam aplikasi yaitu 98,3%, sedangkan hasil terendah adalah antarmuka yaitu 89% Dari nilai persentase total, efektivitas aplikasi oky yaitu 94,5%, dapat kita ambil kesimpulan bahwa aplikasi Oky sangat efektif sebagai saranan untuk memberikan Pendidikan Kesehatan dengan mobile Sebelum melakukan uji statistik bivarait. Peneliti terlebih dahulu melakukan uji normalitas untuk melihat kenormalan sebaran data. Peneliti menggunakan uji shapiro-wilk karena memiliki tingkat konsistensi yang lebih baik dibandingkan dengan uji kolmogorov-smirnov. Hasil uji normalitas adalah sebagai berikut: Tabel 6 Uji Wilcoxon Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Media Aplikasi Android Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja Dalam Menghadapi Menarche Tabel 5 Uji Normalitas pada Pretest Posttest Statistic 0,896 0,804 p-value. 0,007 0,000 Uji normalitas suatu data dapat dikatakan berdistribusi normal apabila nilai signifikan > 0,05. Peneliti melakukan uji shapiro-wilk dengan hasil nilai p-value < 0,05 yang dapat dilihat pada tabel 5, maka dapat diartikkan bahwa data tidak berditribusi normal. Berdasarkan data tabel 5 diatas, peneliti melakukan uji statistik untuk menganalisis pengaruh variabel dependen dan independen menggunakan uji nonparametik wilcoxon karena data penelitian berskala ordinal dan tidak berdistribusi Berikut adalah hasil uji bivariat yang dilakukan oleh peneliti. Hasil penelitian terhadap 30 siswi sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan menggunakan mobile learning pada responden di SDN Cipinang Besar Utara 03 yang dapat dilihat pada tabel berikut: Pretest Negativ e rank Positif Ties Total Mean Rank Sum of Ranks 13,81 19,00 359,00 19,00 4,092 Berdasarkan tabel 6 didapatkan hasil 26 siswi dengan hasil kecemasan setelah pemberian pendidikan kesehatan lebih rendah dibanding sebelum diberikan pendidikan Kesehatan, 1 siswi mengalami peningkatan kecemasan dan 3 siswi tidak mengalami perubahan tingkat kecemasan. Berdasarkan tabel 6 menunjukkan bahwa hasil uji wilcoxon antara pre-test and pos-test menunjukkan nilai signifikan < 0,05 yaitu 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa Hipotesis diterima, yaitu ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Dari data tersebut menunjukkan adanya perbedaan kecemasan sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan dengan mobile learning melalui media aplikasi android. PEMBAHASAN Karakteristik responden Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden penelitian adalah 30 Dari data tersebut mayoritas kelompok intervensi berumur 10 tahun yaitu 17 siswi . ,7 %). Berdasarkan teori Utami . tentang aspek-aspek yang dapat mempengaruhi suatu mekanisme koping tentang kecemasan salah satunya adalah umur. Orang yang Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 6 0,00 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index lebih muda lebih mungkin menderita gangguan kecemasan dibandingkan orang yang lebih tua. Dibandingkan dengan anak usia 13 tahun, anak usia 9-11 tahun merasa cemas saat pertama kali mengalami Menurut studi Wong . dalam sholeha . , siswa yang mengalami menstruasi pertama pada usia 6-12 tahun . asa inkubas. akan menjadi stressor dalam hidup karena tahap perkembangan alat kelaminnya sudah di atas 12 tahun. Penelitian Marvan dan Veronica . menunjukkan menarche pada usia kurang dari 12 tahun, menarche usia 12 sampai 13 tahun, dan menarche usia lebih dari 13 tahun menunjukkan tingkat kecemasan yang lebih tinggi pada menarche kurang dari 12 tahun sebesar Kecemasan yang dialami berupa takut, khawatir, dan tidak ingin menceritakan kepada orang lain bahwa sudah menstruasi. Menurut asumsi peneliti umur remaja dalam menghadapi menarche. Sehingga diperlukan adanya pendidikan kesehatan tentang menstruasi untuk mengurangi angka kecemasan pada Pendidikan Kesehatan bisa dilakukan oleh tenaga Kesehatan, guru, keluarga ataupun remaja bisa mengakses sendiri seperti pada aplikasi android. Tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi dengan mobile Hasil penelitian menggambarkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami siswi SDN Cipinang Besar Utara 03 sebanyak 29 siswi . ,7%). Hasil yang intervensi, mayoritas siswi mengalami cemas ringan yaitu sejumlah 13 orang . ,3%). Setelah diberikan intervensi. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 kecemasan berkurang menjadi 28 siswi ,3%) mengalami kecemasan ringan yaitu sebanyak 19 siswi . ,3%). Hasil penelitian tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh khaerunisa . tentang pengaruh pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche di sekolah dasar di SDN Banjarsari 5 Kota Serang yang melakukan penelitian kepada 39 siswi menunjukkan bahwa semua responden kecemasan berat terjadi pada 28 siswi . ,8%). Setelah dilakukan intervensi, tingkat kecemasan menurun, menjadi 5 responden . ,8%%) tidak mengalami cemas, dan 34 responden . ,2%) mengalami kecemasan dengan tingkat kecemasan berat turun menjadi 6 responden . ,4%). Hasil yang seragam juga ditemukan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh widyasari . di MI 03 Islamiyah Kota Madiun. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa tingkat kecemasan yang dialami siswi kelas 4,5 sebelum diberi pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan jumlah 33 siswi . %) yaitu siswi yang mengalami cemas ringan berjumlah 6 orang . ,2%), siswi yang mengalami cemas sedang berjumlah 17 orang . ,5%), dan siswi yang mengalami cemas berat berjumlah 10 orang . ,3%). Setelah diberikan pendidikan kesehatan, siswi yang mengalami cemas ringan berjumlah 9 orang . ,3%), siswi yang mengalami cemas sedang berjumlah 18 orang . ,5%), siswi yang mengalami cemas berat berjumlah 6 orang . ,2%). Begitu juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Elsa . yang Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 7 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index berjudul pengaruh pendidikan kesehatan tentang menstruasi terhadap tingkat kecemasan menghadapi menarche pada siswi kelas 4 SD Negeri 16 Pontianak. Dari 18 responden, sebanyak 7 ,9%) pendidikan kesehatan, responden yang mengalami kecemasan turun menjadi 3 responden . ,7%). Kecemasan menarche pada anak sekolah dasar datangnya peran baru yang harus dialami oleh siswi, adanya intervensi yang berbeda pada anak dan tanggung jawab yang harus diemban anak ketika telah dianggap dewasa. Kecemasan yang dialami oleh siswi SD terhadap menarche dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain pengetahuan dan integritas fisik . udjana, 2. Hal yang sama juga disampaikan oleh Oktarina . , pendidikan kesehatan dan pemberian informasi tentang kesehatan reproduksi dari orang tua maupun guru di sekolah dapat mengurangi kecemasan yang timbul akibat menarche pada Menurut Pendidikan Kesehatan berpengaruh terhadap penurunan kecemasan remaja dalam menghadapi menarche. Remaja Pendidikan Kesehatan tentang Kesehatan reproduksi terutama menstruasi sehingga remaja lebih siap dalam menghadapi menarche sehingga kecemasan yang disebabkan karena kurangnya pengetahuan tentang menstruasi bisa berkurang. Efektivitas Aplikasi Oky Uraian mengukur Efektivitas Aplikasi Oky di SDN Cipinang Besar Utara 03 menggunakan lima indikator menurut Merwe dan Bekker dalam JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Dewanti . Berikut indikator-indikator tersebut: Navigasi (Navigatio. Navigasi menjadi penting karena mengacu pada proses untuk berpindah dari satu halaman ke halaman lainnya. Struktur navigasi berfungsi guna menggambarkan dengan jelas hubungan dan seluruh elemen yang ada di aplikasi. Fokus pada indikator ini adalah struktur tampilan, user friendly, mesin pencari . earch engin. dan akses Tanggapan efektivitas indikator tinggi. Merujuk pada rumus perhitungan skor indikator navigasi dalam penelitian berdasarkan tabel kriteria interpretasi skor 81%-100%, maka masuk di kelas sangat efektif. Antarmuka (Interfac. Antarmuka merupakan hal yang sangat penting karena menjadi penentu kesan pertama pengguna aplikasi tersebut. Fokus pada indikator ini adalah desain tampilan, gambar yang ditampilkan, model tulisan dan fleksibilitas. Jika sebuah aplikasi atau website dirancang dengan baik, maka akan membuat Berikut hasil dari kuesioner yang diisi oleh responden: Tanggapan mengenai Antarmuka, persentase efektivitas indikator tinggi. Merujuk pada rumus perhitungan skor Antarmuka penelitian didapatkan 96,7% dan berdasarkan tabel kriteria interpretasi Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 8 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index skor 81%-100%, maka masuk di kelas sangat efektif. Isi (Conten. Isi mengacu pada informasi aktual pada situs jaringan/aplikasi, bisa dipresentasikan melalui teks, dokumen, animasi, gambar, suara. Tanggapan responden mengenai Isi persentase efektivitas indikator tinggi. Merujuk pada rumus perhitungan skor indikator Isi dalam penelitian didapatkan 98,3% dan berdasarkan tabel kriteria interpretasi skor 810%, maka masuk di kelas sangat Keandalan (Reliabilit. Keandalan sangat penting pengguna/operator menggunakan aplikasi. Pengujian pengembangan aplikasi, terutama berbasis online, yaitu dengan cara menjalankan aplikasi pada waktu yang bersamaan oleh banyak Fokus pada indikator ini adalah penyimpanan profil data pengguna dan keamanannya. Tanggapan mengenai Keandalan, persentase efektivitas indikator tinggi. Merujuk pada rumus perhitungan skor Keandalan penelitian didapatkan 91,7% dan tabel kriteria interpretasi skor 810%, maka masuk di kelas sangat JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 Teknis Technica. Teknis dari sebuah situs jaringan penting diperhatikan agar situs tersebut dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Fokus pada indikator ini adalah kecepatan dan Hal ini dikarenakan technical merupakan kebutuhan hal yang sangat mendasar. Tanggapan Teknis, efektivitas indikator tinggi. Merujuk pada rumus perhitungan skor indikator Teknis dalam penelitian didapatkan 96,7% dan tabel kriteria interpretasi skor 81%-100%, maka masuk di kelas sangat efektif. Dari semua indikator efektivitas sebuah aplikasi, dapat kita ambil nilai rata-rata dari total indikator. Apikasi Oky mendapatkan nilai persentase efektivitas yaitu 94,5% yang artinya bahwa aplikasi Oky sangat efektif Pendidikan Kesehatan melalui mobile Mobile learning adalah salah satu alternatif bahwa layanan pembelajaran harus dilaksanakan dimanapun dan kapan pun . idayanto dan refianti, 2. Mobile learning dikembangkan dengan format multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio dan meminimalkan video dan animasi karena alasan keterbatasan ukuran konten agar mudah diakses melalui HP sehingga menjadi bahan belajar yang menarik dan (Warsita. Berdasarkan penelitian Sudiarto et al . membuktikan bahwa penggunaan aplikasi android dapat meningkatkan kesadaran tentang menjaga kesehatan reproduksi, menyenangkan dipakai, mudah dimengerti, dapat menghafal materi, dan juga dapat kebutuhan pengetahuan generasi muda. Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 9 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index Menurut asumsi peneliti aplikasi Oky sangat efektif untuk dijadikan sebagai salah satu metode dalam pemberian Pendidikan Kesehatan mengenai menstruasi. Sehinggan Aplikasi Oky bisa digunakan oleh remaja putri sebelum menstruasi maupun saat sudah menstruasi sebagai sarana yang mudah untuk mendapatkan informasi mengenai Pengaruh Pendidikan Kesehatan Dengan Media Aplikasi Terhadap Tingkat Kecemasan Remaja dalam Menghadapi Menarche Ha sil penelitia n mengga mba rka n ba hwa tingka t kecema sa n ya ng dia la mi siswi SDN Cipina ng Besa r Uta ra 03 cukup tinggi. Ha sil ya ng diperoleh diberika nnya ma yorita s siswi menga la mi cema s ringa n. Setelah diberika n intervensi, ya ng menga la mi kecema sa n berkura ng dima na seba gia n besa r menga lami kecema san ringa n. Ha l menunjukka n ba hwa kecema sa n turun setela h pemberia n pendidikan kesehata n denga n ha sil uji wilcoxon a nta ra pre-test a nd pos-test menunjukkan ba hwa a da nya perbeda a n kecema sa n sebelum da n sesuda h pendidikan keseha ta n denga n mobile lea rning melalui media a plika si a ndroid. Ha sil penelitia n tersebut seja la n denga n penelitia n ya ng dila kuka n oleh kha erunisa . tenta ng penga ruh pendidikan keseha ta n denga n media a plika si android terhada p tingka t kecema sa n rema ja da la m mengha da pi mena rche di sekola h da sa r di SDN Ba nja rsa ri 5 Kota Sera ng ya ng melakuka n penelitia n kepa da 39 siswi ha sil da ri menunjukkan ba hwa semua responden menga la mi kecema sa n, dima na kecema sa n bera t terjadi pa da 28 siswi . ,8%). Setela h dilakuka n intervensi, tingka t kecema sa n menurun, menja di 5 JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 responden . ,8%%) tida k menga lami cemas, da n 34 responden . ,2%) menga la mi kecema sa n denga n tingka t kecema sa n bera t turun menja di 6 responden . ,4%). Ha sil uji wilcoxon a nta ra pre-test a nd pos-test signifika n < 0,05 ya itu 0,000. Ha l ini menunjukkan ba hwa penga ruh pendidikan keseha ta n denga n media a plika si android terhada p tingka t kecema sa n rema ja da la m mengha da pi mena rche di Sekola h Da sa r ta hun 2021 (Kha erunnisa , 2. Ha sil ya ng sera ga m juga ditemuka n da ri ha sil ya ng dila kuka n oleh Widya sa ri . di MI 03 Isla miya h Kota Ma diun. Ha sil penelitia n tersebut menunjukka n ba hwa tingka t kecema sa n ya ng dia lami siswi kela s 4,5 sebelum diberi pendidika n keseha ta n reproduksi rema ja denga n jumla h 33 siswi . %) ya itu siswi ya ng menga la mi cema s ringa n berjumla h 6 ora ng . ,2%), siswi ya ng menga la mi cemas seda ng berjumlah 17 ora ng . ,5%), da n siswi ya ng menga la mi cemas berat berjumla h 10 orang . ,3%). Setelah diberika n pendidika n keseha ta n, siswi ya ng menga la mi cema s ringa n berjumla h 9 orang . ,3%), ya ng menga la mi seda ng berjumla h 18 orang . ,5%), siswi ya ng menga la mi cemas berat berjumla h 6 ora ng . ,2%). Ha sil uji wilcoxon a nta ra pre-test a nd pos-test menunjukkan nilai signifika n < 0,05 ya itu 0,000. Ha l ini menunjukka n ba hwa a da penga ruh pendidikan keseha ta n denga n media a plika si a ndroid da n media power point terha da p tingka t kecema sa n rema ja da la m mengha da pi mena rche di Sekola h Da sa r ta hun 2018 (Widya sa ri, 2. Begitu juga denga n penelitia n ya ng dila kuka n oleh Elsa . ya ng aid ai sis wi Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 10 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index berjudul penga ruh pendidika n keseha ta n tentang menstrua si terha dap tingka t kecema sa n mengha da pi mena rche pa da siswi kela s 4 SD 16 Pontia na k. Da ri 18 responden, seba nya k 7 responden . ,9%) menga lami kecema sa n, setela h menda pa tkan pendidika n keseha ta n, responden ya ng menga la mi kecema sa n turun menja di 3 responden . ,7%). Berda sa rka n penelitia n ya ng dila kuka nnya , dida pa tka n hasil ba hwa diberikan pendidika n kesehata n tenta ng menstrua si terda pa t kecema sa n denga n nila i p=0. <0. ya ng bera rti Ha diterima da n HO ditola k. Sehingga da pa t disimpulka n ba hwa terdapa t penga ruh pendidika n keseha ta n tenta ng menstrua si terha da p mengha da pi mena rche di SD Negeri 16 Pontia na k (Elsa , 2. Kecema sa n mengha da pi mena rche pa da a na k sekola h da sa r a nta ra la in kecema sa n terha da p da ta ngnya pera n ba ru ya ng ha rus dia la mi oleh siswi, a da nya intervensi ya ng berbeda pa da a nak da n ta nggung ja wa b ya ng ha rus diemba n a na k ketika telah dia ngga p dewa sa . Kecema sa n ya ng dia la mi oleh siswi SD terha da p mena rche dipenga ruhi oleh bebera pa fa ktor, a ntara lain pengetahua n da n integrita s fisik . udja na , 2. Ha l ya ng sa ma juga disampaika n oleh Okta rina . , pendidika n keseha ta n da n pemberia n informa si tenta ng keseha ta n reproduksi da ri ora ng tua guru di sekola h da pat mengura ngi kecema sa n ya ng timbul a kibat mena rche pa da remaja . Menurut Ha wa ri ta hun 2016 da lam Hendra ni et all ta hun 2019, bebera pa fa ktor ya ng mempenga ruhi kecema sa n seseora ng a da la h umur, sta tus pekerjaa n, pendidika n, da n penda pata n. Makin tinggi pendidika n Negeri JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 seseora ng ma kin muda h menerima informa si sehingga ma kin ba nya k pula pengeta hua n ya ng dimiliki (Hendria ni. Pemberia n informa si siswi dida patka n keseha ta n ya ng tela h diberika n, khusunya media a plikasi a ndroid ya ng diguna ka n dala m penelitia n ini. Menurut Na sir da n Muhith . , sa la h sa tu ga ya koping positif Problem solving . a sa la h diha da pi da n dipeca hka . , dima na kecema san remaja da la m mengha da pi mena rche ada la h kura ngnya pengeta hua n. Pendidika n Keseha ta n bisa diberika n kepa da remaja da la m persia pa nnya mengha da pi mena rche. Menurut a sumsi pendidikan keseha ta n mobile lea rning denga n mengguna ka n a plika si a ndoid efektif menurunka n kecema san rema ja da lam mengha da pi mena rche. Ha l ini ba hwa Pendidika n Keseha ta n berpenga ruh terha da p penuruna n kecemasa n rema ja da la m mengha da pi mena rche. Remaja perlu menda pa tkan Pendidika n Keseha ta n tentang Keseha ta n reproduksi teruta ma menstrua si sehingga rema ja lebih sia p da lam mengha da pi mena rche sehingga kecema sa n ya ng diseba bka n ka rena kura ngnya pengeta hua n tenta ng menstrua si bisa berkura ng. Sa a t ini suda h ba nya k media ya ng bisa diguna ka n da lam memberika n Pendidika n Keseha ta n, mula i media cetak, lea flet, video, power point a ta upun Mobile lea rning. Melihat dari ma nfaa tnya . Pendidika n Keseha ta n a plikasi a ndoit da pa t menurunka n kecema san rema ja da la m mengha da pi menarche, mobile lea rning dija dikan a lternatif da la m Pendidika n Keseha ta n, menginga t ha ndphone a da lah a la t Jurnal Menara Medika Vol 5 No 1 September 2022 | 11 Jurnal Menara Medika https://jurnal. id/index. php/menaramedika/index elektronik ya ng suda h umum diguna ka n da lam kehidupa n sehari-ha ri. JMM 2022 p-ISSN 2622-657X, e-ISSN 2723-6862 karena terbukti efektif menurunka n kecema sa n da la m mengha da pi mena rche. Ha sil penelitia n ini dihara pkan da pa t diguna ka n seba ga i evidence ba se practice da n mema suka n keda lam sub pokok ba ha sa n tenta ng metode pendidika n keseha ta n tentang menstrua si mengguna ka n mobile lea rning denga n media a plika si a ndroid. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian di di SDN Cipinang Besar Utara 03 Kota Adm Jakarta Timur, maka penulis membuat kesimpulan sebagai berikut: Dari 30 responden. Mayoritas responden berumur 10 tahun yaitu 17 siswi . ,7%), diikuti responden yang berumur 11 tahun sebanyak 12 siswi . %) dan paling sedikit 1 siswi . ,3%) yang berumur 12 tahun. Tingkat kecemasan sebelum intervensi responden adalah 29 siswi . ,7%) dimana mayoritas siswi mengalami cemas ringan. Sedangkan tingkat kecemasan setelah dilakukan intervensi yaitu sebanyak 28 siswi . ,3%) dimana mayoritas responden mengalami cemas ringan yaitu sebanyak 20 siswi . ,7%). Rata-rata kecemasan remaja dalam menghadapi menarche adalah tingkat kecemasan sebelum diberikan pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android adalah 2,93 sedangkan rata-rata kecemasan remaja setelah intervensi adalah 2,43. Ada pengaruh pendidikan kesehatan dengan media aplikasi android terhadap tingkat kecemasan remaja dalam menghadapi menarche di SDN Cipinang Besar Utara 03 Kota Adm Jakarta Timur, yaitu p-value 0,000< . Aplikasi Oky sangat efektif Pendidikan Kesehatan dengan mobile learning dengan hasil persentase 94,5%. Peneliti Sekola h bekerja sama denga n insta nsi keseha ta n untuk memberika n Pendidika n keseha ta n khususnya tenta ng menstruasi, sehingga da ri Pendidika n Keseha ta n tersebut diha ra pka n kecemasa n siswi mengha da pi mena rche bisa berkura ng. Piha k Sekola h, teruta ma guru, bisa mengguna ka n a plika si Oky da la m Pendidika n Keseha ta n kepa da siswi mengena i menstrua si. KEPUSTAKAAN