Tasamuh: Jurnal Studi Islam Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021, 189-387 ISSN 2086-6291 . 2461-0542 . https://e-jurnal. id/index. php/Tasamuh Esensi Dakwah di Era Digital dalam Menjawab Problematika Umat Ibnu Chudzaifah Institut Agama Islam Negeri Sorong E-mail: ibnuchudzaifah@gmail. Muh. Muhyiddin SMA Averous Kota Sorong E-mail: muhyiddin@gmail. Afroh Nailil Hikmah Institut Agama Islam Negeri Sorong E-mail: afrohnh@gmail. Abstract: The Islamic daAowah in the millennial era is now faced with various complex Conditions like this become a motivation and challenge for a daAoi . so that they must have various competencies in dealing with the realities of the times. A reliable preacher is needed who is able to master various kinds of objectivity . , both material and formal so that his preaching is pragmatic in dealing with various kinds of problems of the people. Preaching in the millennial era is considered easier than in the past. In the past, our scholars, such as Walisongo, could be said to be faced with various limitations, such as transportation, information and communication media. Meanwhile, currently there are no such obstacles. The world today has undergone changes in the process of the information and communication revolution which gave birth to a new civilization so that it is easy for humans to communicate with each other in increasing their social mobility. The presence of mass media such as newspapers, television, radio and even the internet as a means of communication in modern times has had a very broad influence. A news is very easy to access in a relatively fast time. Internet media facilities are the most complete media and are considered more efficient than other media. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 All kinds of information can be easily accessed and cheap, where daAowah in the current era is faster supported by technology. Now we can preach using digital media such as television, radio and even internet media such as youtube, twetter, facebook, whatsapp and so on which are considered more effective in discussing the problems of the people. However, what cannot be avoided is how the content can be conveyed easily so that it is accepted by the community. The condition is that it must be rich in innovation and can even become a vehicle for entertainment. However, the urgent problem is that ordinary people rarely want to learn from ulamaAo, kyai, clerics and religious experts who are pious in talaqqi . They want to get knowledge instantly through internet media to access Islamic web content whose validity sometimes cannot be accounted for. The problem is that the Islamic sites they visit on the first page are sites affiliated with Wahhabi. Shia. Liberal, and other sects. The contents sometimes even spread slander, hatred, lies, blame fellow Muslims, pit organizations that believe in ahlussunnah waljamaAoah against the Shia, and they openly rebel against the legitimate government. Worse yet. Sunni clerics who believe in ahlussunnah waljamaAoah such as Sheikh Ramadlan al-Buti were killed because they were slandered as ShiAoites. Sheikh Hassan Saifuddin was sadly beheaded. Sheikh Ahmad Hassoun (Grand Mufti of Syri. was slandered that his fatwa had caused hundreds of thousands of Muslims. SyriaAos Sunnis were massacred and millions of people were expelled from their country, and many As a result, the daAowah orientation, which originally taught politeness, has become a field for spreading slander and berating. The pattern of millennial daAowah through electronic media is a challenge for daAoi. The influence of the media makes it possible for a daAoI to gain his own popularity like a celebrity. Keywords: DaAowah Method. PeopleAos Problems Abstrak: Dakwah Islam zaman milenial sekarang ini dihadapkan dengan berbagai persoalan yang kompleks. Kondisi seperti ini menjadi motivasi dan tantangan tersendiri bagi seorang daAoi . sehingga mereka harus memiliki berbagai kompetensi dalam menghadapi realitas zaman. Diperlukan sosok dai yang handal yang mampu menguasai berbagai macam objektivitas . , baik yang bersifat material maupun formal supaya dakwahnya pragmatis di dalam menghadapi berbagai macam problematika umat. Berdakwah di zaman milenial dianggap lebih mudah dibandingkan dengan zaman dahulu. Dahulu para ulamaAo kita seperti walisongo bisa dikatakan dihadapkan dengan berbagai keterbatasan, seperti transportasi, media informasi dan komunikasi. Sedangkan saat ini tidak ada lagi hambatan seperti itu. Dunia saat ini sudah mengalami perubahan dalam proses revolusi informasi dan komunikasi yang melahirkan peradan baru sehingga manusia mudah untuk saling berkomunikasi dalam meningkatkan mobilitas Kehadiran media masa seperti koran, telivisi, radio bahkan internet sebagai alat komunikasi zaman modern telah berpengaruh sangat luas. Suatu berita sangat mudah diakses dalam waktu relative cepat. Fasilitas media internet merupakan media Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . terlengkap dan dianggap lebih efisien dibandingkan media lainnya. Segala macam bentuk informasi dapat dengan mudah diakses dan murah yang dimana dakwah di era sekarang lebih cepat didukung dengan adanya teknologi. Sekarang kita bisa berdakwah dengan menggunakan digital bisa melalui media telivisi, radio bahkan media internet seperti youtube, twetter, facebook, whatsap dan lain sebagainya dianggap lebih efektif unuk membahas problematika umat. Kendati demikian, hal yang tidak dapat dihindari adalah bagaimana muatan itu bisa disampaikan dengan mudah agar diterima masyarakat. syaratnya memang harus kaya akan inovasi bahkan bisa menjadi wahana hiburan. Akan tetapi yang menjadi problem urgen masyarakat awam sudah jarang yang mau belajar kepada ulamaAo, kyai, ustad dan ahli agama yang alim secara talaqqi . Mereka ingin mendapatkan ilmu secara instan lewat media internet mengakses konten-konten web islami yang terkadang isinya tidak bisa dipertanggungjawabkan kevaliditasannya. Masalahnya adalah situs-situs Islam yang mereka kunjungi berada di urutan halaman awal adalah situs yang berafiliasi dengan paham Wahabi. Syiah. Liberal, dan aliran Yang terkadang Isinya malah menebarkan fitnah, kebencian, kebohongan, mengfirkan sesama muslim, mengadu domba organisasi yang berpaham ahlussunnah waljamaAoah dengan Syiah, dan mereka terang-terangan memberontak terhadap pemerintahan yang sah. Parahnya lagi, ulama Sunni yang berpaham ahlussunnah waljamaAoah seperti Syekh Ramadlan al-Buti dibunuh karena difitnah sebagai SyiAoah. Syekh Hassan Saifuddin secara sadis dipenggal kepalanya. Syekh Ahmad Hassoun (Grand Mufti Suria. difitnah bahwa fatwanya telah menyebabkan ratusan ribu kaum muslimin Sunni Suriah dibantai dan jutaan orang terusir dari negaranya, dan masih banyak lagi. Dampaknya orientasi dakwah yang semula mengajarkan kesantunan, kabaikan menjadi ladang untuk menyebarkan fitnah dan mencaci maki. Pola dakwah milenial melalui media elektronik menjadi tantangan tersendiri bagi para daAoi. Pengaruh media memungkinkan bagi seorang daAoI memperoleh popularitas tersendiri layaknya selebriti. Kata Kunci: Metode Dakwah. Problematika Umat Pendahuluan Islam merupakan agama terakhir yang diturunkan oleh Allah swt kepada Nabi Muhammad saw, untuk membina umat manusia supaya tetap berpegang teguh kepada ajaran-ajaran yang benar yang diridhai oleh Allah swt, serta untuk mencapai kebahagiaan hidup manusia baik didunia maupun di akhirat. Agama Islam merupakan agama penyempurna dari keberadaan agama-agama sebelumnya. Perkembangan agama Islam yang disebarkan oleh Nabi Muhammad saw di Makkah. Madinah dan kemudian berkembang keseluruh dunia tidak lain adalah karena TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 adanya proses dakwah yang dilakukan oleh tokoh Islam lainnya. Perkembangan dakwah Islamiyah inilah yang menyebabkan agama Islam bisa berkembang dan tersebarluas di masyarakat. Bangkitnya agama Islam merupakan suatu peristiwa paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Hanya dalam tempo yang relatif singkat, dari gurun yang tandus Islam bisa tersebar hampir ke seluruh penjuru dunia ini. Merevolusi kerajaan-kerajaan besar yang tidak mau membayar zakat dan mendzalimi umat manusia serta memperbaharui beberapa agama besar yang sudah dianut masyarakat luas yang belum mengenal Tuhannya. Merevolusi cara berpikir manusia baik dari jiwa maupun bangsa, sekaligus membina satu umat di dunia untuk mengenal Allah dan ajaran agamanya. Kita sebagai muslim yang beriman kepada Allah swt, diwajibkan untuk melaksanakan dakwah walaupun hanya satu ayat. Apalagi di era globalisasi yang serba kecukupan saat ini, bermacam-macam metode, strategi dan media yang dapat kita lakukan untuk melaksanakan Hadirnya media-media baru seperti surat kabar, majalah, sosial media, jurnal, film, televisi, radio, lukisan, iklan, lagu, dan sebagainya mempercepat penyebaran aktivitas dan materi dakwah. Berbeda ketika pada zaman Rasulullah dan sahabat media dakwah sangat terbatas, hanya berkisar pada dakwah qauliyah . dan dakwah fiAoliyah . Walaupun begitu masih ada juga yang berdakwah dengan menggunakan metode ceramah, misalnya dilingkungan pesantren para santri-santri dibekali ilmu agama yang kuat, public specking, dalam kegiatan muhadloroh dengan materi-materi yang diperoleh dari para kyai atau ustadznya. Hal tersebut, dimaksudkan untuk melatih ketrampilan para santri ketika dihadapkan dengan masyarakat dalam menyampaikan agama. Semua hal yang memiliki koherensi dakwah akan memiliki nilai-nilai positif. Dengan berdakwah berarti kita ikut membantu menyebarluaskan ajaran agama Islam, nilai-nilai toleran dan Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani. Kiat Sukses Dalam Berdakwah, (Jakarta: Amzah, 2. , h. Samsul Munir Amir. Ilmu Dakwah, (Jakarta: Amzah, 2. , h. Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . moderat yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw untuk disebarluaskan kepada umatnya. Walaupun demikian, apabila dakwah dilakukan dengan manhaj . yang salah, seperti memanifestasikan pada kekerasan, pemaksaan, atau melanggar nilai-nilai normative kemanusiaan maka kemuliaannya menjadi tidak berarti. Dan lama-kelamaan akan berujung pada generasi millenial penerus bangsa yang radikal, ekstream bahkan sampai menjadi terosis. Karena tumbuh dan besar dalam lingkungan budaya digital yang sangat erat bersinggungan dengan penyebaran pola konsumsi dan gaya hidup serba instan. Di masa milenial saat ini adalah masa yang sangat istimewa di mana semua orang bisa mendapatkan, mengerjakan, mengakses sesuatu dengan sangat mudah. Di masa klasik sebelum penemuan media elektronik sekarang ini, orang tersebut harus mencari beberapa literatur kitab-kitab atau refensi-referensi buku lainnya. Sedangkan di era digital sekarang ini orang mencari sesuatu yang dikehendaki seperti mencari ibarot, hadits-hadits tinggal mencari di salah satu situs internet semua akan muncul dengan sangat banyak refensi dengan berbagai model. Dengan situasi perkembangan pesat seperti saat inilah sarana dakwah yang sangat strategis. Semua orang, dari berbagai umur dan profesi, dapat mengakses konten-konten web Islami. Mereka yang sedang sibuk beraktivitas, tidak sempat atau malas mengikuti pengajian di kampung dan malu bertatap muka dengan gurunya atau ustadnya, bisa langsung mengetik permasalahan yang dicari di searching engine . esin pencar. seperti google, yahoo, dan sebagainya langsung muncul jawabannya. Dan terkadang mereka yang tidak alim atau memiliki bacgroud agama yang kuat juga bisa melakukan dakwah di medsos, baik dengan tulisan, atau streaming secara langsung. Dan inilah terkadang yang menjadi kekhawatiran kita akan keberlangsungan ajaran agama yang rahmatan lil alamin bisa tercederai oleh oknum tertentu. Pada sisi yang lain dakwah di media social yang dilakukan mereka baik untuk mengenalkan ajaran agam Islam, akan tetapi disisi lain terkadang malah ada yang mencaci maki antar pendakwah satu dengan lainnya bahkan saling mengkafirkan sesamat umat muslim. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Beberapa hadis yang sudah diakui validitasnya dilemahkan hanya dengan mengacu pada seorang ahli hadits versi mereka, tanpa melihat kitab-kitab induk hadits yang sudah disepakati oleh jumhur ulamaAo ahli hadits. Beberapa problematika hukum klasik dan modern juga dijawab dengan mengacu pada pandangan ahli fikih versi mereka, dengan menafikan pendapat para ulamaAo fuqohaAo yang sudah disepakati oleh ulamaAo dunia seperti aimmah madzahib arbaAoah atau empat madzhab seperti. NuAoman bin Tsabit (Imam Hanaf. Malik bin Anas (Imam Mali. Muhammad bin Idris (Imam SyafiAo. , dan Ahmad bin Muhammad bin Hambal (Imam Hambal. serta berbagai pendapat yang banyak sekali melenceng dari paham ahlussunnah wal-jamaAoah dan ulamaAo salaf as-shalih. Beberapa website intoleran memiliki konten yang menarik, dia berada di oeringkat tinggi. Lebih parhnya lagi banyak yang mengunjungi dan mengaksesnya. Paham-paham mereka telah menyebar di media online dan media cetak radio dengan frekuensi jangkauan yang luas, majalah, selembaran buletin, serta buku-buku dengan kualitas perwajahan . yang terlihat menarik dengan harga yang cukup terjangkau serta dana yang melimpah untuk mendukung penyebaran paham mereka . liran non ahlussunnah wal-jamaAoa. Bahkan, propaganda mereka yang membidAoahkan amaliyah kelompok di luar mazhab mereka juga berhasil mengisi salah satu acara di salah satu stasiun Tv. Selain itu, propaganda mereka yang mengusung paham radikal atau pun paham pendirian khil afah Islamiyah . egara Isla. juga berpotensi memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa ini. Islam paham ahlussunnah wal-jamaAoah yang sudah diamalkan, didakwahkan dan dikembangkan di bumi Nusantara oleh opra pendakwah esensisnya untuk mengantisipasi dan membentegi umat Islam dari paham radikalisme, liberalisme, syiAoah, salafi wahabi dan paham-paham lain yang tidak sejalan dengan metode . ahlussunnah wal-jamaAoah, sebagaimana yang sudah dijelaskan oleh seorang ulamaAo Indonesia yaitu Syeh Hasyim AsyAoari :3 Syaikh Hasyim AsyAoari. Risalah Ahlussunnah Wal JamaAoah. AA281AA AAIbnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . Aa e U e a a a a ac a e a a a e a a eA Aac acA a a a a a a a AIA A N aE EI a OEI a A UAOO aA aE aA O aA AI I aE N aE OO aIN aA a a Aa a a eA Aa a a e a aA AeA AEIea e aA A aA Ae a a aeA AI I aO aA AOA Aa aA AN aA a OOA UAOO aA A a a NO a aA AE OI a aA a Aae a a a e ae aeA Aac aA a AeA AE aA AacA a AA aN a acA a AI E aEA aA AEA ACA AEA AOA AIA AEA AIA AIA AEA ACA AA. AIA AIA a a AOO a aA EI aA a a a AeA Aa a a a e a a a acA Aa a a e aA Aa a a acA A aA UAAE aN eI a A aO aI ac a aO EI a OEIA ANA AE aE a I aA aC E a OEI aA Aa aA a Ae eA Aac e a e aA Ae aa a e aA a AeA AuE aIIa I acI a e aI ua aOA UAO aA AO aEA ANA AIA AOA a AIEA ANA a a Aa aA AE aAC aN EI aA a a Aac e a aA Aa ac a ac a a a e aA A aI e aN uE aIIa E a aI E e aA ANA AIA a AOA a AEA a AOA AOAUAA AEO aIA a a Aa aA a a a a Aa a aA AacA a AuE aA A eOaA ANEE aIe aN eI a e aA AEE a a A aA a a AuEIIa a E aIA AOA AEA AEA AIA AIaA a a a a a AAMetodologi dakwah Islam di bumi Nusantara agar dilakukanAA AAsecara santun dan damai, di tengah penduduknya yang multi etnis, multiAA AAbudaya, dan multi agama. Seperti yang dijelaskan oleh ulamaAo Indonesia AAlainnya yaitu Syaikh Abu al-Fadhl as-Senori Tuban:4AA AI CE EO I IN EI OO OA NN EO IEI uE I OOA AEO AIO OAO O NOA . AAII OE IEI OA O ONA AA AEI OE EO I OOI IE uOE OI NEE OE OuOE NA AO N OA uEEI IO NE IAOE OI ONE OE NE OOA. AOI EE uE I ION OEIN OA EO OI ECN IA Ae aA a A u aE aA AOE a acEA AIE OI IENI uONI IE ECONE OEA :A aA Aa aA Ae a a a a a e a e acA Aa a eA Ae e a a ea e aA AN a aI EO (IEEA:AA AA AEA AIA ANA AEA AOA AIA AEA Aa aA Aa a aA a AEEI a OEIO a aA a Ae e aa a aA AE e aI eII aA AIO (EA U)88 :AOCONEA AA )125AOCONE OEAa :AO aA I a a aA A)ASyaikh Abu al-Fadl as-Senori. Ahlal al-Musamarah, (Maktabah ad-DimakiAA AA4AA TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 a a ca a a a a a a a e e a a e a e a a e a e ae e aea AOA OIN aI EIIE a OA a I AE uaI EaEA a A OI aEIA:AOEA ae ea e A ONE OIO I OEOI I IEEIIOA. )17 :AO (ECIIA a AaII Ia EIA AOIONI OE NN EOC O OEOI IE OEOI OA OI NEEA AAOA Metode Dakwah Strategi dakwah Islam ala ahlussunnah wal-jamaAoah zaman sekarang harus sama substansinya dengan metode dakwah dimasa Meskipun dalam strateginya perlu dilakukan pembaharuan dan dinamisasi sesuai dengan tantangan zaman, dengan tetap mengacu pada aturan syarAoi. Secara eksplisit metode tersebut akan kami jelaskan sebagai berikut: Berdakwah dengan penuh hikmah, mauAoidzah hasanah, dan tabayun . dengan penuh kesantunan Toleran terhadap budaya lokal yang tidak bertentangan dengan syariAoat agama Islam Memberikan contoh teladan dengan al-akhlak al-karimah Lebih memprioritaskan mashlahah ammah daripada mashlahah Tetap berprinsip pada irtikab akhaff ad-dhararain Tetap berprinsip pada kaidah darAou al-mafasid muqaddam ala jalbi al-mashalih. Dalam tataran praktik dakwah Islam di Nusantara ini, ketika dihadapkan dengan berbagai macam tradisi dan budaya, kita bisa menggunakan tiga pendekatan . , yaitu pendekatan adaptasi, netralisasi dan minimalisasi. Pertama pendekatan adaptasi, dilakukan untuk menyikapi tradisi atau budaya yang secara prinsip tidak bertentangan dengan syariat Islam. Bahkan hal ini merupakan implementasi dari al-akhlaq al-karimah yang dianjurkan oleh Nabi saw. Tradisi atau budaya yang disikapi dengan Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . pendekatan adaptasi mencakup tradisi atau budaya yang muncul setelah Islam berkembang maupun sebelum berkembang. Seperti tradisi bahasa kromo inggil dan kromo alus dalam adat Jawa agar sopan santun terhadap orang yang lebih tua. AI O I I I OO EII I I E O NEEA A C NEE OIA: AE INI I O E NEE AOE NEE EON OEI CEA AEI O EO EI IN OEC IE EC IA A IOACA:AOC E IO IE iO OE O NEE IN I EE O ACEA AIE OA EE O I IEOAA Kedua dengan pendekatan netralisasi, pendekatan ini dilakukan untuk menyikapi sebuah tradisi atau budaya yang di dalamnya tercampur antara hal-hal yang diharamkan yang dapat dihilangkan dan hal-hal yang dibolehkan. Netralisasi terhadap budaya seperti ini dilakukan dengan menghilangkan keharamannya dengan cara makan-makan yang di dalamnya bermuatan dzikir. Serta sebagaimana tradisi mengirimkan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia pada hari ke tujuh, empat puluh, seratus, dan seribu, tradisis seperti itu tidak bertentangan dengan agama dan justru lebih menarik masyarakat untuk mengirimkan doa bagi orang-orang yang sudah meninggal dunia. Sebab jika tradisi seperti ini dihilangkan maka tradisi untuk mengirimkan doa juga akan ikut berkurang bahkan hilang Allah swt berfirman: a a a ca e a a a a a a ca a a a a a aa a a e AEE EaE aE I aa aE I O ac aE A AAua COI IIaEEI AEOA a a a a ca a ca aI aI IEA AEI aO aO aI aEu aA eE aa a I aI E nCA A aII aOCOE a ac aI a aaI a Imam Abi Zakariya Yahya bin Syarif an-Nawawi. Kitab ArbaAoin an-Nawawi, (Mesir: Dar as-Salam,2007, cet ke . , h. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah dengan menyebut Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut . embangga-banggaka. nenek moyangmu, atau . berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: Ya Tuhan kami, berilah kami . di dunia, dan tiadalah baginya bahagian . ang menyenangka. di akhirat. Ketiga pendekatan minimalis, yaitu suatu pendekatan yang laksanakan untuk menyikapi perbedaan agama yang menjadi Hal ini seharusnya yang menjadi asas dalam melakukan amr maAoruf nahi munkar, sehingga jelas tujuannya untuk melaksanakan perintah Allah swt, bukan untuk menghilangkan semua kemungkaran daari bumi ini yang justru dalam prosesnya sering melanggar norma dan prinsip-prinsipnya. Memperkuat keyakinan kita atas kebenaran ajaran agama Islam dan tidak mengikuti ajaran agama lain serta menghindari caci maki terhadap penganut yang lain. Allah swt berfirman:7 a a a a ca e ca a a a ca a a a a ca e ca a a a a AA AOA AEEA AOA AOA a AEEA AOIA AaIA AIA AOIA AOE O EaOI OA nAO aEIA e a a a a a c a a a a a ca c a a ca a a a a a ca a c a ca ca a a a a ANI AOIaNI aI EIOA a AaE I s IENI I uaE a aNI IA a AEE aE OI EA a a AaO aIEOIA Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memAberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan Problematika umat Problem Akidah Meskipun pembangunan secara fisik telah mencapai Al-QurAoan al-Karim Surat al-Baqoroh 200 Al-QurAoan al-Karim. Surat al-AnAoam 108 Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . kemajuan yang sangat pesat tetapi persoalan umat yang mendasar masih sering kita dengar seperti persoalan akidah agar umat terhindar dari segala bentuk kesyirikan. Menurut etimologi, syirik adalah persekutuan. Sementara itu perbuatan syirik yang dimaksud di sini adalah penyekutuan terhadap Allah, dengan menciptakan Tuhan-tuhan baru , menciptakan keyakinan bahwa tuhan itu lebih dari satu atau Dalam perkembangannya terdapat keyakinan akan wujudnya sekutu tuhan, sebagaimana yang diyakini oleh paham Majusi. Penganut paham Majusi mempercayai keharusan wujudA nya dua tuhan atau lebih yang memiliki tugas masing-masing. Terdapat pula adanya Tuhan terang dan Tuhan gelap. Segala varian kebaikannya adalah otoritas Tuhan terang, sedangkan Tuhan gelap memiliki otoritas untuk menimbulkan segala bentuk Ada pula yang sekedar menjadikan Tuhan sebagai objek Misalnya penyembahan terhadap berhala-berhala yang dilakukan secara tradisional oleh bangsa Arab klasik. Diantara misi tauhid yang dibawa oleh Nabi SAW dapat kita temukan dalam surat al-Taubah ayat 31:9 ca a c a a a a a a a a a a a e e a a ca a AEEa aOE aIA aO IA AOIA a AO NI ONINI IaI A a AaI aO aI aO aI e aI aa eO e u acE aEa a a eO e u aE N aO a acEe u aE aN u acE aN aO a A aA aINuA a a n a a a ca a AEOIA a AI OA Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahibrahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan . uga mereka mempertuhanka. al-Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan . ang berhak disemba. selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Saifullah al-Maslul MuAoin al-Haq Maulana Syeh Fadl Rasul. Saif al-Jabbar, (Istanbul: Haqiqah Kitabifi, t. , h. Al-QurAoan al-Karim. Surat al-Taubah 31 TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Untuk menghindari hilangnya eksistensi Tuhan yang berimbas kepada syiriknya sang pelaku, maka sangat penting kita mengetahui klasifikasi dan meminimalisir dari perbuatan yang dapat mengakibatkan kepada kesyirikan. Sebab dengan mengetahuinya, maka kita bisa terhindar dari perbuatan syirik Secara tradisional, para teolog klasik kita memmbagi perbuatan syirik menjadi dua macam: Syirik besar dan syirik Syirik besar adalah perbuatan yang sudah jelas-jelas mengAanggap ada sesembahan lain selain Allah swt, dan Tuhan-Tuhan itu dijadikan sebagai objek tandingannya, atau mengAimplementasikan Allah swt mempunyai anak, serta melakukan eksistensialisme terhadap kekuasaanya. Misalnya fenomena yang terjadi saat ini, misalkan kita menyimpan rasa takut kepada seorang pejabat atau penguasa, kita mengira bahwa dia dengan kapasitas dan otoritasnya bisa menimpakan kesulitan-kesulitan kepada kita. Perbuatan ini sudah termasuk kategori syirik akbar karena terdapat unsur kepercayaan bahwa selain Allah swt bisa memberikan keuntungan dan memberikan kerugian. 10Seperti dalam firmannya yang terdapat dalam surat al-Maidah: a ca ca a a a a a a a a a a ca a a a e ca aAOI acEaOIA AuaI IE EOO AaON NO OIO o OEI aN IEaOA e a a a a a a a a ca ca ca a e a a a ca e a a a AEIO E aEaOI NO OEI aOOI OE aI AaO IaIA a a a a e a a a a a e a a a ca a a caA a aO e IEA A aO O aIA A EEa OEIO EONa N o AEA a AEaA ca a a a e a a a ca a a a a a a e a a a a a aAEEA AOE O iAs aaO a II CE aOE o OII EI OEI aI IEA a a a a a a e a e a a AAOEaE NI EEAaOIA Sulaiman bin Abdillah bin Muhamad bin Abdul Wahab. Taisir al-Aziz fi alSyarh Kitab al-Tauhid, (Maktabah Riyadh al-Haditsiyah, vol. I), h. Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya . petunjuk dan cahaya . ang menerang. , yang dengan Kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya. Karena itu janganlah kamu takut kepada manusia, . takutlah kepada-Ku. Dan janganlah kamu menukar ayatayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. Syirik kecil adalah perbuatan yang secara tersirat . mevitalisme akan eksistensi kekuasaan selain Allah swt. Contohnya, penyerahan diri terhadap sesama manusia. seperti di dalam firman Allah swt: e a a a a a a ca a a a a a a a a ca a a a ACE a aE aI IaI EaOI OAOI II EE EO aNI EOA ca a a a a a a ca a a a a a a a a a a a a a aAOI aO EEA o AEO aNI E Aua EION AuaIEI E aA a a a aO acEa eO e uI aEA a AII acI aIIA AaIOA Berkatalah dua orang diantara orang-orang yang takut . epada Alla. yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang . itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman. Jadi berserah diri kepada selain Allah swt termasuk kategori syirik kecil. Syirik kecil juga dapat terjadi dalam aktifitas ritual ibadah. Contohnya mengikutkan kepentingan Al-QurAoan al-Karim. Surat al-Maidah 44 Al-QurAoan al-Karim. Surat al-Maidah 23 TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 lain dalam ibadah atau perbuatan riaAo, adalah salah satu komponen syirik kecil. 13 Dalam tataran praktisnya, syirik dapat berbentuk perbuatan, anggapan, dan keyakinan. Ketiga komponen ini dijalankan dalam praktek menyekutukan Allah swt, baik dalam sifat, zat, atau perbuatannya. Dengan kata lain, perbuatan, anggapan, dan keyakinan kita mengenai sifat, zat, dan tindakan Allah swt menilai bahwa ketiganya terdapat kesamaan dengan unsur-unsur yang lain. Kemudian dalam prakteknya apakah tawasul dan amaliyah lain yang sudah dijalankan masyarakat luas masuk dalam kategori syirik yang dapat menyimpang dari akidah? Tawasul dalam prakteknya, paham Ahlussunnah wal JamaAoah termasuk salah satu sebagai golongan yang membolehkan tawassul dengan syarat tetap berkeyakinan bahwa Allahlah yang bisa berbuat apa saja karena dia Maksudnya, jangan disalahpahami bahwa tawasul adalah media pengkultusan Nabi Muhamad sebagai rival utama Allah swt. Sama sekali tidak. Nabi Muhamad tetap statusnya sebagai utusan Allah. Begitu juga para wali Allah dan orang-orang shaleh, semuanya adalah ciptaan Allah yang tetap berada di bawah kontrolnya. Mereka tidak dapat menimbulkan pengaruh bahkan eksistensi terhadap sesama makhluk lainnya. 14 Hanya orang bodoh yang bisa terperdaya dengan tipu daya dibalik materi tersebut. Problem ahlak Sebagai ciptaan Allah yang paling sempurna manusia diA lengkapi dengan suatu tabiAoat yang berbentuk dua kekuatan. Dua kekuatan tersebut adalah amarah dan syahwat atau hawa nafsu. Dua kekuatan inilah yang nantinya akan menentukan ahlak dan Wizarat al-Awqaf wa al-SyuAoun al-Islamiyyah bi al-Kuwait. MausuAoah alFiqhiyyah al-kuwaitiyah, vol. IV, h. Syeh Ali Maksum. Hujjah Ahlussunnah WaljamaAoah. Maktabah Mat,baah Karomah, t. th, h. Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . sifat manusia. Dengan kekuatan syahwat, seseorang akan mencari segala hal yang bisa berguna bagi dirinya untuk mempertahankan Menurut al-Mawardi hawa nafsu adalah sebuah penghalang kebaikan dan menjadi lawan bagi akal. Sebab ia dihasilkan oleh perbuatan tercela , keji dan dapat menggoyak kewibawaan dan menjadi pintu gerbang segala keA 15 Sedangkan dengan kekuatan amarah seseorang dapat menolak bahaya yang bisa mengancam keselamatan dirinya. maupun keturunanya. Konsekuensinya timbulah yang dinamakan ahlak dan sifatnya. Persoalan moralitas merupakan suatu hal yang sangat menonjol di era milenial sekarang ini. Era digitalisasi membawa dampak yang sangat luar biasa dalam kehidupan Dengan membumingnya tehnologi dan informasi mereka tidak perlu jauh-jauh dalam mencari informasi. Banyak dari kaAlangan masyarakat akhirnya menyendiri dengan memegang gadgetnya untuk mencari informasi ataupun mencari jawaban dari permasalahannya tanpa menghiraukan yang ada disekitarnya. Akhirnya terkadang informasi yang mereka temukan bersifat hoak tanpa adanya klarifikasi terlebih dahulu. Era digitalisasi memang membawa dampak positif yang luar biasa walaupun imbasnya juga sangat besar. Umumnya generasi milenial yang bergantung pada teknologi sangat masif menggunakan seperti laptop, iPad, smartphone. TV dan lainnya tiap harinya menjadikan media sosial sebagai bagian sangat penting dalam koneksi social mereka. Mereka lebih banyak meghabiskan waktu sehari-harinya bersama perangkat teknologi digital dan beragam aplikasi daripada dengan teman atau anggota Inilah yang dimanfaatkan oleh beberapa komunitas keagamaan untuk menyebarkan dakwahnya melalui via media sosial, seperti facebook, twitter, whatsApp. Instagram atau Abu al-Hasan Ibn Muhammad Ibn Habib al-Mawardi al-Bashri. Adab AlDunya wa Al- Din, (Kediri: al-MaAohad al-Islami al-Salafi, t. , h. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 Kemajuan teknologi diharapkan tidak mengakibatkan masyarakat menjadi terpecah belah, karena telah banyak penindasan baik dalam bidang politik, ekonomi, dan sosial Teknologi informasi juga mendorong kelompok garis keras untuk memperluas jaringannya untuk memobilisasi individu-individu melakukan ujaran kebencian, mencaci maki, dan kejahatan lainnya baik via online maupun offline. Terlepas dari pandangan di atas, yang pasti semua itu diA sebabkan karena krisis moralitas yang telah melanda masyarakat. Kehidupan sekarang dipenuhi dengan nilai-nilai materialistik, sehibgga membuat binggung masyarakat sehingga mereka kehilanggan pegangan hidup. Dengan demikian, peranan dakwah sangat dibutuhkan untuk memperbaiki ahlak dan mengarahkan umat pada jalan kebenaran. Al-Mawardi di dalam kitab adab aldunya wa al-din berkata: a a ae a e a a a a a e a ca a a a a a e a e a a a e a a a e A aIINA A OIEAU A EI EE aC II IAN aA sA:aAEEA AOCE A e a e a a a a a a e a ca a a e a ca ca a a a a U A ONO aII IA a aN aA I sAU AOEO EE aC IE aIIN aA E sA. a EI sA a ae a e a a a a e a a e a aea e a aAEA aA aECaE Aau acI Eac aOA AIA AEA AEA ANA :a AA AIA AOCE EA U a AON eI C aEOEA a a Seorang ahli bahasa berkatas: Ahlak mulia yang timbul dalam diri seseorang akan menimbulkan ketenangan dalam hidupnya dan orang-orang disekitarnya akan selalu merasakan kedamaian. Sedangkan ahlak yang buruk akan membuat orang-orang disekitarnya selalu merasa dalam kekhawatiran dan dirinya selalu dihadapkan kesulitan. Orang yang berahlak baik, sahabatnya akan bertambah banyak dan musuhnya akan berkurang sehingga semua urusan sulit akan menjadi mudah baginya dan hati yang marah akan Abu al-Hasan Ibn Muhammad Ibn Habib al-Mawardi al-Bashri. Adab AlDunya wa Al- Din,. ,h. Ibnu Chudzaifah. Muh. Muhyiddin. Afroh Nailil H. - Esensi Dakwah di Era Digital . menjadi lembut kepadanya. Ahlak yang baik ditandai dengan budi pekerti yang lembut bersikap lunak terhadap sekitarnya, berwajah ceria dan baik perkataannya. Problem Ilmu Ketika seseorang memiliki ilmu, terutama ilmu agama dia akan memfilter, mengklarifikasi semua informasi yang dating kepadanya, tidak langsung diterima begitu saja. Dengan ilmu agama juga bisa memperbaiki hubungan antara sesame manusia sehingga terciptanya suasana yang harmonis. Dengan begitu dia bisa mendakwahi dirinya sendiri dan orang lain. Ilmu yang bermanfaat akan kelihatan kepada seseorang dengan tanda-tandanya sebagai berikut: Dengan ilmunya dia akan mudah beramal. Dia akan benci ketika disanjung dan dipuji Ketika ilmunya semakin tinggi dia semakin rendah diri Menghindari kecintaannya terhadap ketenaran dan gemerA lapnya dunia Selalu berburuk sangka kepada dirinya sendiri dan berbaik sangka kepada orang lain dalam rangka menghindari celaan orang lain. Penutup Metode . dakwah Islam di bumi Nusantara agar dilakukan secara santun dan damai, di tengah penduduknya yang multi etnis, multi budaya, dan multi agama. Secara eksplisit metode tersebut meliputi: Berdakwah dengan penuh hikmah, mauAoidzah hasanah, dan tabayun . dengan penuh kesantunan. Toleran terhadap budaya lokal yang tidak berA tentangan dengan syariAoat agama Islam. Memberikan contoh teladan dengan al-akhlak al-karimah. Lebih memprioritaskan mashlahah ammah daripada mashlahah khasshah. Tetap berprinsip pada irtikab Bakr ibn Abdillah Abu Zaid . Hilyah al-tolib al-Ilmi, (Maktabah Waqfey. TASAMUH. Volume 13. Nomor 2. Oktober 2021 akhaff ad-dhararain. Tetap berprinsip pada kaidah darAou al-mafasid muqaddam ala jalbi al-mashalih. Sedangkan problematika umat terdiri dari berbagai macam diantaranya: Akidah, ahlak dan ilmu Daftar Pustaka