Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 ANALISIS KONTEKS DAN PRINSIP KOMUNIKASI GENDER DALAM PERSPEKTIF UMAT BERAGAMA (ISLAM. KRISTEN. HINDU) Kartini. Silvia Anggraini Zein. Siti Anasya. Fitri Nur Ahmad. Ade Anggelina Fauziah. Cantika zahara. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara kartinisikumbang86@gmail. com,2silvianaggraini316@gmail. sitinasya22@gmail. fitrianurahmad1@gmail. adeanggelinaf@gmail. com, . Cantikazaharazara@gmail. Abstrak. Kajian penelitian jurnal ini membahas mengenai persepktif umat beragama mengenai konteks dan prnsip komunikasi gender. Gender merupakan sebuah konsep untuk menandai sebuah perbedaan antara lelaki dan wanita dari pandangan sudut non biologis namun gender berbeda dengan jenis kelamin gender merupakan sebuah perbedaan antara lelaki dan wanita berdasarkan karakteristik, sifat, dan perilaku sedangkan jenis kelamin merupakan suatu insentifikasi seseorang berdasarkan halhal biologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka atau studi literature penelitian ini di teliti dengan mengunakan teknik literature study atau di sebut kajian pustaka dengan mengmpulkan data dan informasi dari bahan bacaan yang berhubungan langsung dengan pembahasan. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan teori yang sudah ada kemudian diteliti lebih mendalam. Hasil dari penelitian ini mangatakan mengenai persepektif gender menurut pandangan Islam, segala sesuatu yang diciptakan Allah swt. ada dasarnya dibawah yurisdiksi. Islam menetapkan bahwa setiap laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban tertentu khusus bagi keduanya untuk menjalankan tugasnya sampai dengan selesainya bangunan tersebut masyarakat di rumah dan di luarnya. Manusia mempunyai kewajiban untuk mencari nafkah dan penghasilan, jika perempuan itu wajib menyekolahkan anak-anaknya, untuk menafkahi keterikatan, menyusui dan mengasuh serta tugas-tugas relevan lainnya bahwa dia akan mengajar gadis-gadis itu. Dalam pandangan umat Kristen memahami bahwa Tuhan dan Yesus tidak memandang laki-laki dan perempuan sebagai inferior atau superior, mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati rahmat Tuhan. Oleh karena itu, lakilaki dan perempuan adalah setara tetapi tidak setara. Karena kesetaraan dan kesetaraan adalah dua hal yang berbeda. Sedangkan menurut pemahaman Komunikasi gender dalam agama Hindu suatu hal yang berjalan sesuai pada sistem kasta yang mengatur segala sesuatu dari peran dan tanggung jawab yang mereka jalani dalam kehidupan yang membedakan antara pria dengan wanita. Kata kunci : Gender. Komunikasi. Pandangan. Umat beragama Abstract. This journal research study discusses religious perspectives on the context and principles of gender communication. Gender is a concept to mark a difference between men and women from a non-biological point of view but gender is different from sex gender is a difference between men and women based on characteristics, traits, and behavior while sex is an indication of a person based on biological things. The research method used is a literature review or literature study, this research is examined using literature study techniques or called literature review by collecting data and Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 information from reading materials that are directly related to the discussion. This research was conducted by collecting existing theories and then investigated more The results of this study tell about the perspective of gender according to the Islamic view, everything created by Allah Almighty. There is a basis under jurisdiction. Islam stipulates that every man and woman has a specific obligation for both to perform their duties until the completion of the building, the community at home and outside it. Man has an obligation to earn a living and income, if the woman is obliged to send her children to school, to provide for attachment, breastfeeding and nurturing and other relevant duties that she will teach the girls. In the view of Christians understand that God and Jesus do not view men and women as inferior or superior, they have equal rights and opportunities to enjoy God's grace. Therefore, men and women are equal but not Because equality and equality are two different things. Meanwhile, according to the understanding of gender communication in Hinduism, things that run according to the caste system that regulates everything from the roles and responsibilities they live in life that distinguish between men and women. Keywords: Gender. Communication. Views. Religious Community PENDAHULUAN Kajian jurnal ini membahas mengenai persefektif/pandangan agama Islam, keristen. Hindu mengenai komunikasi gender atau kesetaraan gender dalam masyarakat di Indonesia. Gender merupakan sebuah konsep untuk menandai sebuah perbedaan antara lelaki dan wanita dari pandangan sudut non biologis namun gander berbeda dengan jenis kelamin gender merupakan sebuah perbedaan antara lelaki dan wanita berdasarkan karakteristik, sifat, dan perilaku sedangkan jenis kelamin merupakan suatu insentifikasi seseorang berdasarkan halhal biologis contohnya anatomi tubuh, perbedaan anatomi tubuh wanita dengan laki-laki atau pun perbedaan reproduksi antara laki-laki dan perempuan. berarti gander dan komunikasi adalah sesuatu hal yang berbeda. Menurut Dusek identitas peran gender adalah stereotipe sosial yang berlaku untuk perilaku laki-laki dan wanita, sebagian didasarkan pada kriteria biologis dan sebagian besar melibatkan belajar stereotipe sosial yang diajarkan oleh orang tua, teman sebaya, dan agen institusi sosial lain yang diperkuat. lebih khusus lagi, 1Burns menyatakan bahwa identitas peran gender adalah konseptualisasi mengenai derajat ke-maskulin-an dan ke-femininannya sendiri dan sejauh mana individu tersebut cocok dengan keyakinan yang disetujui publik mengenai karakteristik-karakteristik yang sesuai bagi laki-laki dan perempuan. Intinya dapat 1DUEK. Karel. Are cured thermoset resins inhomogeneous?. Die Angewandte Makromolekulare Chemie: Applied Macromolecular Chemistry and Physics, 1996, 240. 1: 1-15. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 di artikan komunikasi gander adalah proses komunikasi makhluk hidup berdasarkan ketentuan gander. METODE PENELITIAN Penelitian ini membahas mengenai analisis konteks dan prinsip komunikasi gender dalam persepektif umat beragama (Islam. Kristen. Hind. penelitian ini diteliti dengam mengunakan teknik literature Study atau di sebut kajian pustaka dengan mengmpulkan data dan informasi dari bahan bacaan yang berhubungan langsung dengan pembahasan. Penelitian ini di lakukan dengan mengumpulkan teori yang sudah ada kemudian diteliti lebih mendalam. penelitian ini juga menggunakan metode library research yang di lakukan untuk mengumulkan/mengelolah data untuk mencari jawaban atas permasalahan penelitian. Alasan peneliti menggunakan library research karena penelitian ini membutuhkan berbagai sumber literature baik dari jurnal maupun dari buku untuk mendapatkan pembahasan yang di teliti mengenai konteks dan prinsip komunikasi gander dalam prespektif berbagai agama. Menurut Denial dan Warsiah studi literature adalah penelitian yang di teliti dengan mengumpulkan data dari sejumblah buku,jurnal yang berkaitan dengan masalah. Manurut Rosyidhana studi literature adalah metode penelitian denagan mencari sumber data dengan membaca sumber-sumber yang tertulis yang ada seperti buku atau literature yang menjelaskan mengenai landasan teori sama dengan pengumpuan data dan informasi dengan cara menggali pengetahuan atau ilmu dari sumber buku,karya tulis seseorang,serta bebarapa sumber lainnya. HASIL PENELITIAN Pengertian dan Teori Komunikasi Gender Menurut Para Ahli Pengertian Komunikasi Gender Komunikasi gender merupakan suatu mata kuliah dari ilmu komunikasi yang berfokus pada seperti apa manusia berkomunikasi sebagaimana makhluk gender. Ivy dan Backlund menyatakan bahwa Gender communication is communication about men and women 2 GARDES. Monique. BRUNS. Thomas D. ITS primers with enhanced specificity for basidiomycetesAa application to the identification of mycorrhizae and rusts. Molecular ecology, 1993, 2. 2: 113-118. 3 Rosyidhana. Sistem Informasi Inventori Dan Penjualan Berbasis Web Di Toko Bangunan Enggal Jaya Klaten (Doctoral dissertation. Universitas Gadjah Mad. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 . omunikasi gender adalah komunikasi tentang laki Ae laki dan perempua. Inti dari makna komunikasi gender yang dijelaskan menurut Ivy dan Backlund yaitu istilah Aulaki-lakiAy dan AuperempuanAy serta AutentangAy dan AuantaraAy. Masing-masing mempunyai arti tersendiri, yaitu : AuTentangAy ialah menyatakan seperti apa tiap - tiap gender dibahas, dirujuk, atau dijelaskan, secara lisan ataupun melalui bahasa tubuh. AuAntaraAy mengacu pada tiap gender yang berinteraksi antar pribadi. Teori Komunikasi Gender Komunikasi gender ini bisa dipelajari melalui lingkungan sekitar. Proses dari komunikasi gender bukanlah semudah kelihatannya. Cara yang bisa dipakai untuk memperoleh definisi yang jelas tentang komunikasi gender ialah, dengan menekuni berbagai teori komunikasi gender yang dirumuskan oleh para ahli di bidang ini maupun dari bidang keilmuan yang lain. Teori komunikasi gender adalah sebagai berikut : Genderlect Teori (Deborah Tanne. Teori ini berasumsi bahwa komunikasi gender pada dasarnya ialah digambarkan dalam bentuk komunikasi antar budaya. Wanita selalu berkomunikasi yang berorientasi pada keterhubungan dengan orang lain, untuk membangun hubungan yang baik dengan banyak orang. Kini, pria selalu memakai komunikasi yang dibuat untuk memberikan atau menerima informasi, untuk memperoleh status dalam hubungannya dengan orang lain. Menurut Tannen, pria dan wanita berkomunikasi dalam bahasa yang berbeda sehingga berkomunikasi dengan aksen yang berbeda pula, yang dikenal sebagai AugenderlectsAy. Tujuan dari teori genderlect ini ialah untuk mengakui dan menghormati bahasa yang dipakai oleh lawan jenis untuk mencapai rasa hormat dan pemahaman yang setara. Stand point Teori Ae (Sandra Harding dan Julia Woo. Teori ini mengatakan perbedaan dalam strata sosial antara wanita dan pria mempengaruhi apa yang mereka lihat. Wanita dan pria bereaksi berbeda terhadap apa yang mereka lihat. Menurut teori ini, wanita ada di posisi terbawah jika dibandingkan dengan pria. Sandra Harding mengatakan bahwasanya tiap orang hanya mendapatkan sebahagian pandangan tentang realitas. Perolehan tersebut merupakan hasil dari pandangan di mana tiap - tiap dari mereka berada di suatu strata sosial. Sedangkan Julia Wood mengatakan bahwasanya kelompok sosial yang berbeda mempunyai kekuatan 4 Juliano. "Komunikasi dan Gender: Perbandingan Gaya Komunikasi Dalam Budaya Maskulin dan Feminim. " JIPSI - Jurnal Ilmu Politik dan Komunikasi. , 2015: 5. : 19-30. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 yang amat besar dalam membentuk apa yang kita alami dan dapatkan sebagaimana kita menekuni dan berinteraksi dengan diri kita sendiri, orang banyak dan dunia. Muted Group Teori Ae (Cheris Kramara. Teori Kramarae ini mengatakan bahwasanya bahasa dan norma yang digunakan wanita dipengaruhi oleh kelompok dominan . Contohnya seperti, untuk mengemukakan apa dan kapan mereka menginginkan suatu hal. Kramarae menyatakan bahwa wanita tidaklah sebebas pria. Konteks Komunikasi Gender Dalam Perspektif Agama Islam Gender dalam perspektif Islam Allah SWT menciptakan bentuk, ciri-ciri perempuan dan laki-laki. Allah SWT telah memberikan manusia kelebihan baik jasmani maupun rohani dalam memikirkan wanita sehingga laki-laki dapat menguasai bumi. Wanita ditemukan dalam Alquran dengan surah An Nisa. Jadi kebetulan mengurus keluarga adalah tanggung jawab lakilaki. Ash Syekh Ibnu Baaz berkata: AuIslam mengatur bahwa setiap laki-laki dan perempuan mempunyai kewajiban dan hak tertentu yang spesifik baik sampai selesai pembinaan masyarakat di dalam maupun di luar rumah. Di antaranya melaksanakan tugas lainnya yang patut, yaitu mengajarkan anak perempuan, bersekolah dan merawat mereka serta pekerjaan-pekerjaan lainnya dikhususkan bagi perempuan. Jika seorang perempuan melalaikan kewajibannya di rumah, berarti ia menelantarkan rumah dan hal ini mempunyai dampak yang nyata dan signifikan terhadap keluarga. Dalam Islam itu sendiri, sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT. hakikatnya berada di bawah kendalinya. Pemikiran para Islam memaknai Qadar dalam Al-Qur'an sebagai suatu dimensi dan kualitas yang Tuhan berikan kepada setiap manusia, yang disebut dengan alam. Bisa dikatakan, laki-laki dan perempuan sebagai individu dan keluarga mempunyai kelebihan masing-masing. Syekh Mahmud Syaltu mengatakan, sudah menjadi kodrat manusia bahwa laki-laki dan perempuan berbeda, dapat dikatakan Allah SWT memberikan banyak kemampuan kepada perempuan sebagaimana adanya, memberikannya kepada para pria. Ayat-ayat Alquran sering 5 Mansour Fakih. Membincang Feminisme Diskursus Gender Perspektif Islam. Surabaya: Risalah Gusti. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 dijadikan rujukan ketika membahas peristiwa-peristiwa perempuan. Firman Allah SWT berbunyi: dengan surat An Nisa': 35. AuDan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha MengenalAy. Firman Allah dalam QS. An-Nisa ayat 1 AyHai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu, yang telah menciptakan kamu dari diri . yang satu, dan darinya Allah menciptakan pasangannya dan keduanya Allah mengembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyakAy7 Menurut sebagian besar ahli tafsir. Nafs di sini mengacu pada Adam dan temannya, istrinya Siti Hawa. Oleh karena itu, cara pandang ini menimbulkan sikap negatif terhadap perempuan yang mengatakan bahwa perempuan adalah bagian dari laki-laki. tanpa laki-laki tidak ada perempuan, nyatanya banyak dari mereka yang menganggap dirinya perempuan (Haw. diciptakan dari tulang rusuk Adam. Hampir semua kitab tafsir sebelumnya sepakat menafsirkan seperti ini. Perbedaan antara laki-laki dan perempuan tidak dapat dipungkiri karena keduanya mempunyai kelebihan masing-masing. Perbedaannya setidaknya bersifat Al-Qur'an mengingatkan kita: AuJangan kamu iri karena Allah memberi sebagian dari kamu lebih dari yang lain, bahwa laki-laki mendapat bagian dari apa yang telah mereka usahakan dengan keras, dan wanita . bagian dari apa yang mereka perjuangkan dan memohon kepada Allah. Bagian itu untuk. Sebenarnya Tuhan mengetahui segalanya. Islam merupakan sistem kehidupan yang membimbing manusia untuk memahami realitas kehidupan. Islam juga merupakan tatanan dunia yang diturunkan Allah sebagai 6 tafsirq. Al Quran QS An-nisa/4:35 7 TafsirQ. com,Al Quran QS An-nisa/4:1 Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Rahmatan Lil-jaalamin. Oleh karena itu konsekuesi logisnya ketika Allah menciptakan ciptaannya laki-laki dan perempuan harus dilakukan sebagai kehendak-Nya yang menyuburkan dunia, untuk mencapai kesadaran dengan tujuan menyelamatkan peradaban Perempuan yang masuk Islam dengan demikian mempunyai peran yang besar dan setara nilainya sebagai makhluk Allah, dan menjalankan tugas yang dengan para laiki-laki. Sebagai itu. Islam menghubungkan makhluk lain dengan yang lain dan memilik hubungan dengan manusia lainnya merupakan ikatan mendampingi benda. Apabila manusia mempunyai keunggulan dibandingkan khalayak lain, bahwa potensi keunggulan tercantum hanya pada arti kesiapannya dalam menjalankan tugas dan kewajiban umat manusia menjadi dia. Keutamaan pengetahuan tambahan . yang diklaim memberikan manusia kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan benda ciptaan lainnya di hadapan Tuhan. Namun potensi keunggulan tersebut bisa saja tidak penting jika mesti dimanfaatkan setara dengan peruntukannya atau ditempatkan di bawah manusia lainnya. Konteks Komunikasi Gender Dalam Perspektif Agama Kristen Identitas Gender dalam Pengaruh Agama Kristen Kejadian Alkitab 1:27 Aumaka Tuhan menurut gambar Tuhan di ciptakannya dia. di sini. Tuhan menciptakan laki-laki dan perempuanAy berarti Tuhan menciptakan manusia, perempuan dan laki-laki sama-sama segambar dengan Tuhan, dan bahwa manusia mempunya kodrat yang sama dengan Hal ini juga menekankan satu hal. Artinya. Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk yang mulia, suci, dan cerdas agar manusia dapat berkomunikasi dengan Tuhan dan layak mengembangkan misi Tuhan untuk menjadi pemimpin seluruh ciptaan Tuhan. Dalam Alkitab, setelah manusia memakan buah yang dilarang Tuhan (Misalnya kejadian 3: . hubungan yang tidak setara muncul antara pria dan wanita. Adammengutuk Hawa sebagai pembawa dosa, dan Hawa mengutuk ular tercatat menyebutnya sebagai Namun pada akhirnya TUhan menghukum Adam. Adam di hokum bukan hanya karena memakan buah yang di larang Tuhan, tapi juga karena dia bersama Hawa ketika dia 8 Dzuhayatin. Siti Ruhaini. Rekonstruksi Metodologis Wacana Kesetaraan Gender dalam. yogyakarta: PSW IAIN SUNAN KALIJAGA, 2019. 9 Marditama Theresia. Solihah Cucu. Women Empowement. (Yogyakarta. : Zahir Publishing, 2. , h. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 berbicara dengan ular da memetik buah tersebut. Adam juga ada disana, tapi dia diam. Dengan kata lain, perbuatan Hawa sebenarnya di berkati oleh Adam. Oleh karena itu, tanggung jawab ada pada kedua belah pihak. Artinya Adam dan manusia tidak bisa menyalahkan Hawa dan kaumnya karena menanggung dosa mereka. Perkembangan selanjunya selalu membatasi partisipasi perempuan dan mengarah pada dominasi perempuan atas laki-laki. Berbagai peran perempuan selalu dibatasi. Alkitab menunjukkan bahwa diskrimanasi dan dominasi laki-laki terhadap perempuan terus berlanjut selama masa hidup Yesus. Ketika Yesus memulai misi-nya, dia menentang diskriminasi dan Para pemimpin agama Yahudi pernah menangkap seorang wanita yang kedapatan berzinah dan membawanya kepada Yesus. Mereka memnuntuk agar wanita ini di rajam menurut hokum Yahudi, namun Yesus tidak mengindahkan permintaan mereka. Pasalnya, wanita tersebut ditangkap, namun pria yang menidurinya tidak. Yesus berkata kepada mereka Au Barang siapa berdosa, hendaklah dia melempari wanita ini dengan batu terlebih dahuluAy. Tidak seorangpun akan melakukan itu Akhirnya. Yesus menyuruh wanita itu pulang dan menasihatinya untuk tidak berbuat dosa lagi (Yohanes 8: 2-. Kesadaran feminis dalam tradisi Kristen muncul sejak tahun 1820-an. Pengakuan ini bertepatan dengan keinginan kuat perempuan Amerika untuk membuat perbedaan dalam masyarakat. Pada awal abad ke-20, para cendekiawan perempuan dibidang kitab suci menunjukkan kemampuan akademis yang luar biasa dibidangnya, namun mereka juga berperan sebagai feminis. Setelah itu pada tahun 1970-an perempuan anggota Society of Biblical Literature (SBL) menyatakan bahwa pendekatan hermeneutika feminis bermanfaat bagi pekerjaan mereka. Pada abad ke-19, mayoritas perempuan menolak penafsiran Alkitab yang misoginis. Dengan kata lain, mereka mengembangkan strategi yang mempengaruhi pemujaan dan fetisasi terhadap status perempuan. Pandangan Alkitabiah tentang Kesetaraan Gender Menggunakan perjanjian lama, jika kita melihat manusia pertama yang di ciptakan oleh Tuhan, penafsiran gendernya adalah laki-laki (Ada. dan dia menciptakan perempuan (Haw. untuk menjadi penolong laki-laki. Oleh karena itu, kekuasaan laki-laki adalah yang pertama dan kekuasaan perempuan adalah yang kedua. Penafsiran partriaki inilah yang telah menentukan pemahaman agama Kristen selama berabad-abad (Barth dan Barth, 2. 10 A. Halidi. AuIdentitas Gender Dalam Perspektif Agama KristenAy. (Jurnal Al-Maiyyah, 2. : Vol 10. No 1: Hal 11-14. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Karena kehidupan dan keunikan mereka. Tuhan tidak memperlakukan mereka secara berbeda, tetapi memberi mereka tugas dan tanggung jawab, serta memberkati kedua makhluk tersebut. Ayat-ayat Alkitab yang menjelaskan kesetaraan dengan laki-laki antara lain kejadia 34:12. Keluaran 21: 17. Imamat 12: 1-5. Ulangan 24: 1-4. Samuel 18: 25. Nehemia 6: 14, 15 Galatia 3: 28 dan lain-lain. Jika ayat ini dipahami dengan baik maka ayat ini menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan mempunya hak yang sama (Telnoni, 2. Kalintabu . mengatakan bahwa Tuhan dan Yesus tidak memandang laki-laki dan perempuan sebagai inferior atau superior, mereka memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati rahmat Tuhan. Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan adalah setara tetapi tidak setara. Karena kesetaraan dan kesetaraan adalah dua hal yang berbeda. Ada beberapa contoh wanita dalam Alkitab yang memiliki sifat-sifat yang seharusnya dimiliki pria, seperti kuat, tabah, memipin, dan berani. Demikian pula halnya dengan pria yang memiliki sifat lemah lembut, peyabar, setia, dan penuh kasih. Peran gender merupakan karakteristik yang dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan, dan karakteristik tersebut juga dapat dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Pak Barth menyampaikan bahwa manusia harus saling mendukung tidak hanya dalam keluarga tetapi juga dalam komunitas lokalnya . Oleh karena itu, sesuai dengan rencana Tuhan. Tuhan membedakan jenis kelamin manusia, namun tidak membedakan peran masing-masing (Barth & Barth, 2. Dengan itu, kesetaraan gender harus dibangun di seluruh masyarakat. Hanya dengancara inilah laki-laki dan perempuan dapat mengembangkan kemampuan dan potensinya secara lebih leluasa, tanpa rasa takut akan perbedaan gender di masyarakat. Konteks Komunikasi Gender Dalam Perspektif Agama Hindu Konteks komunikasi dan konsep gender dalam agama Hindu dapat berhubungan dengan prinsip seperti dharma . ugas atau kewajiba. , karma . erbuatan dan akiba. , serta pandangan mengenai peran gender dalam kehidupan masyarakat dan spiritualitas. Komunikasi gender dalam agama Hindu berjalan sesuai pada sistem kasta yang mengatur segala sesuatu dari peran dan tanggung jawab yang mereka jalani dalam kehidupan yang membedakan antara pria dengan wanita. Meskipun banyak pandangan mengenai pendapat diantara aliran agama Hindu tersebut. Penting untuk kita ketahuai bersama bahwa 11 YK. , ega. "Perspektif Alkitab Tentang Kesetaraan Gender dan Implikasinya Bagi Pendidikan Agama Kristen. "( Jurnal of Christian Education, 2. : Vol. No. 2: Hal 7-9. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 pandangan terhadap gender dalam agama Hindu biasanya sangat beragam dan sangat bervariasi antara kelompok kelompok hindu dan dalam konteks budaya Hindu yang sangat Dalam agama Hindu, konsep gender memiliki keterkaitan terhadap prinsip-prinsip dalam ajaran agama yang mereka anut atau jalani. Konsep ini mendasari peran gender yang telah disahkan berdasarkan pandangan tentang kodrat dan tugas yang mereka anggap pantas untuk dilakukan oleh setiap orang Hindu baik seorang pria maupun wanita. Pada agama Hindu juga memiliki konsep yang bernama purusha dan prakriti yang mendasari pandangan tentang gender. Purusha ialah melambangkan sebuah aspek maskulin, yang dianggap sebagai asal mula kesadaran, sementara prakriti ialah melambangkan aspek feminim, dianggap sebagai asal mula materi dan energi kreatif. Dalam konteks komunikasi dan gender dalam perspektif agama, manusia menjadi unsur ataupun komponen pada kehidupan beragama. Agama sebuah prinsip atau pedoman yang diteguhkan pada setiap umat yang menganutnya baik pada seorang pria maupun seorang wanita yang beragama. Perbedaan gender juga tidak terlepas dari agama maupun sebagian besar tradisi agama yang ada pada dunia. Banyak terdapat dalam sejarah yang merujuk pada perbedaan biologis bagi wanita Hindu ada sejarah mengenai tulisan negatif dan kritis tentang jenis kelamin Pada Manu dictum yaitu . emberi huku. dihitung dari ayunan hingga liang lahat seorang wanita tergantung pada pria, dimana saat masa kecil tergantung pada ayahnya, selah pada pasangannya, dimasa tua pada anaknya yang pria. Kebanyakan dari seluruh wanita Hindu pada umumnya dalam kenyataan hidup mereka. Banyak pada kenyataan dikehidupan mereka sehari hari biasanya drajat seorang wanita dipandang lebih rendah daripada seorang pria. Dalam hak dan kewajiban pun seorang wanita biasa tidak diberikan pendidikan yang lebih baik ketimbang seorang pria. Hal ini menyebabkan ketidak adilan terhadap hak pada seorang wanita. Selain itu banyak juga ketidak setaraan gender yang dialami pada wanita Hindu. 12 Fadhillah. Ay Gender Dalam Agama BuddhaAy. UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta, 2015, hlm,2. 13 Julia Cleves Mosse. Au Gender dan PembangunanAy, (Yogyakarta. Pustaka Pelajar, 2. , hlm. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 KESIMPULAN Komunikasi gender merupakan bidang studi yang fokus pada komunikasi antara lakilaki dan perempuan. Hal ini dapat dipahami melalui berbagai teori, seperti AuGenderlectAy oleh Deborah Tannen. AuStand PointAy oleh Sandra Harding dan Julia Wood, serta AuMuted GroupAy oleh Chris Kramarae. Teori-teori tersebut menekankan pada perbedaan strata sosial antar individu dan perannya, pengaruh bahasa dan norma terhadap kelompok dominan, serta pentingnya memahami peran kelompok dominan dalam membentuk perilaku seseorang. Memahami dan menangani teori-teori ini dapat membantu dalam memahami dan menangani komunikasi gender secara efektif. Dalam persepektif agama Islam, laki-laki dan perempuan diciptakan oleh Allah SWT dengan peran dan kelebihan masing-masing, baik dari segi jasmani maupun rohani. Alkitab menunjukkan bahwa diskriminasi dan dominasi laki-laki terhadap perempuan terus berlanjut sepanjang kehidupan Yesus. Jika kita melihat manusia pertama yang diciptakan Tuhan sepanjang Perjanjian Lama, penafsiran gender adalah laki-laki, dan Tuhan menciptakan perempuan untuk menjadi penolong laki-laki. Oleh karena itu, kekuasaan laki-laki adalah yang utama dan kekuasaan perempuan adalah yang kedua. Jika kita memahami ayat ini dengan benar, kita memahami bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai hak yang sama. Al-kitab mengatakan. Tuhan dan Yesus tidak memandang laki-laki dan perempuan sebagai inferior atau superior, melainkan laki-laki dan perempuan mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menikmati rahmat Tuhan. Oleh karena itu, laki-laki dan perempuan adalah setara, tetapi tidak sama. Peran gender merupakan karakteristik yang dapat dipertukarkan antara laki-laki dan perempuan, dan karakteristik ini juga dapat dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Saran Berdasarkan penelitian dapat di peroleh hasil penelitian dengan baik. peneliti ingin memberikan saran sedikit yang semoga bermanfaat bagi peneliti selanjutnya,adapun sedikit saran yang penelitian berikan adalah: untuk Peneliti selanjutnya sebaiknya dapat menggali lebih dalam lagi mengenai prinsip komunikasi gander dalam perspektif umat beragama dan mempelajari sedikit perbedaan agama dalam membahas komunikasi gander. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 DAFTAR PUSTAKA