JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. June 2025 Page 559-573 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPLANASI SISWA SEKOLAH DASAR Desmi Warnis1. Junaidi2. Syafruddin3 1,2 Universitas Terbuka. Indonesia 2 Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Indonesia Email: desmiwarnis78@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 12 May 2025 Final Revised: 21 May 2025 Accepted: 16 June 2025 Published: 22 June 2025 Keywords: Cooperative Jigsaw Learning Motivation Explanatory Text ABSTRACT This study aims to describe the effect of jigsaw cooperative learning model and learning motivation together on students' ability to write explanatory text. The research method used in this study is a quasi-experiment with a nonequivalent control group design . nequal pretest-posttes. The population in this study were all grade VI students in cluster 2 of Sungai Lasi kecematan consisting of 8 schools. general, the jigsaw cooperative learning model (X. has an effect of 13% on the ability to write explanatory text (Y) of elementary school students. However, the effect is still low as evidenced by the t-test result of -2. Learning motivation (X. also has a significant effect of 56% on the ability to write explanatory text (Y) of elementary school students. The influence on motivation and ability to write explanatory text is evidenced by the results of the t test with a calculated t value of 2. The jigsaw cooperative learning model (X. and learning motivation (X. have an effect of 7. on the ability to write explanatory text (Y) of elementary school students. The effect of the jigsaw cooperative learning model and motivation together on the ability to write explanatory text is evidenced by the results of the f test of 3,585. The contribution of interest and motivation is 7. 6%, the remaining 24% is influenced by factors outside the study. This is evidenced by the R2 value obtained in the multiple regression output 076 or 7. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan pola nonequivalent control group design . retest-posttest yang tidak Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VI di gugus 2 kecematan Sungai Lasi yang terdiri dari 8 sekolah. Secara umum model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. berpengaruh sebesar 13% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah dasar. Namun pengaruh tersebut masih rendah sebagaimana dibuktikan dengan hasil uji t hitung sebesar -2. Motivasi belajar (X. juga berpengaruh dan signifikan sebesar 56% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah Pengaruh pada motivasi dan kemapuan menulis teks eksplanasi ini dibuktikan dengan hasil uji t dengan nilai t hitung sebesar 2,561. Model pembelajaran kooperasif jigsaw (X. dan Motivasi belajar (X. berpengaruh sebesar 7,6% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah dasar. Pengaruh pada model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi ini dibuktikan dengan hasil uji f sebesar 3. Sumbangan minat dan motivasi sebesar 7,6% sisanya 24% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. Hal ini di buktikan dengan di peroleh nilai R2 pada output regresi berganda sebesar 0,076 atau 7,6 %. Kata kunci: Kooperatif Jigsaw. Motivasi Belajar. Teks Eksplanasi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar PENDAHULUAN Pembelajaran menulis di sekolah dasar mencakup berbagai materi, salah satunya menulis teks eksplanasi. Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu materi baru yang diajarkan di sekolah dasar sejak Kurikulum 2013 diterapkan sampai kurikulum merdeka (Setiawan. Hartati. , & Sopandi, 2. menjelaskan teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya sesuatu dan mengapa sesuatu itu terjadi. Teks eksplanasi merupakan jenis teks yang lebih rumit dibandingkan dengan berbagai teks Oleh karena itu, tidak jarang peserta didik kesulitan dalam menulis teks Selain itu, menulis teks eksplanasi masih dianggap sulit karena materinya masih baru, sehingga keterampilan peserta didik dalam menulis teks eksplanasi harus terus ditingkatkan dengan tahapan pembelajaran yang sesuai. Saat ini menulis masih belum menjadi sesuatu yang digemari oleh peserta didik. Faktanya, menulis masih dianggap sebagai kegiatan yang sulit. Menurut (Mulyani et al. rendahnya keterampilan menulis disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain minimnya peran guru dalam mengembangkan peserta didik agar terampil menulis dan rendahnya motivasi belajar peserta didik. Begitu juga dengan pembelajaran bahasa Indonesia tidak lepas dari kegiatan menulis. Menulis teks eksplanasi merupakan salah satu materi pembelajaran yang harus dikuasai peserta didik karena dengan menulis peserta didik dapat menguraikan fenomena atau peristiwa. (Mulyani et al. , 2. menyatakan bahwa tujuan menulis secara umum adalah agar setiap peserta didik mampu mengekspresikan diri melalui pikiran dan perasaan. Seorang guru diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang meningkatkan keterlibatan peserta didik secara langsung dan tanggung jawab terhadap Pembelajaran dapat terarah dengan baik apabila peserta didik mempunyai motivasi belajar yang baik. Pembelajaran yang baik dapat tercipta apabila guru dapat mengatur pembelajaran peserta didik, sehingga minat dan motivasi peserta didik dapat berkembang dalam suasana kelas yang menarik dengan berbagai variasi dan model pembelajaran. Namun sebagian guru belum seutuhnya menerapkan pembelajaran yang terpusat kepada peserta didik. dimana pertukaran informasi lebih bersifat satu arah. Guru seringkali berperan sebagai narasumber, sedangkan peserta didik berperan sebagai pendengar pasif . enerima informas. Model pembelajaran ini menetapkan guru sebagai inti dalam kelangsungan proses belajar mengajar. Peserta didik dianggap mempunyai motivasi, minat, keterampilan, minat belajar, dan kesiapan belajar yang sama, serta tidak diberi banyak kesempatan untuk mengemukakan pendapat dan berdiskusi dengan peserta didik lain. (Viola et al. , 2. menjelaskan faktor penyebab rendahnya kemampuan menulis peserta didik salah satunya adalah penerapan strategi atau model pembelajaran yang kurang tepat. Pemilihan model pembelajaran yang sesuai dengan konsep mata pelajaran dan materi pembelajaran yang akan disampaikan merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik. Salah satu model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model pembelajaran koperatif Jigsaw. (Sihombing et al. , 2. menjelaskan model pembelajaran kooperatif Jigsaw sangat efektif untuk mengajarkan peserta didik cara menulis teks eksplanasi. Dalam pendekatan ini, peserta didik bekerja dalam kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga enam orang, yang membangun saling ketergantungan positif dan rasa kepemilikan terhadap materi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar (Hasanah. , & Himami, 2. menegaskan model pembelajaran koperatif Jigsaw tidak hanya meningkatkan tanggung jawab belajar peserta didik, tetapi juga memfasilitasi interaksi dan kolaborasi yang bermanfaat dalam memahami dan menyampaikan materi. Dalam konteks pembelajaran teks eksplanasi, teknik Jigsaw membantu peserta didik mempelajari materi yang dibagi-bagi dalam kelompok dan kemudian mengajarkannya kepada anggota kelompok lainnya. Hal ini mendorong kerja sama dan pertukaran informasi yang penting untuk memahami topik secara mendalam. Selain itu, peserta didik berkesempatan untuk berdiskusi dengan guru dan teman sebaya baik dalam kelompok ahli maupun secara individu di rumah, yang memperkaya proses belajar mereka. (Zulmaulida. Saputra. Munir. Zanthy. Wahnyuni. Irham. , & Akmal, 2. menjelaskan interaksi yang kurang lancar antara guru dan peserta didik, serta minimnya interaksi antara peserta didik, dapat berdampak negatif pada motivasi belajar peserta didik. Ketika peserta didik tidak merasa terlibat atau terdorong untuk berpartisipasi, hal ini bisa mengakibatkan rendahnya motivasi belajar yang tidak Untuk mengatasi masalah ini, model pembelajaran seperti Jigsaw bisa menjadi solusi efektif, karena model ini mendorong kolaborasi aktif dan interaksi antara peserta didik, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian (Darudin, 2. , model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar peserta didik. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuasi dengan pola nonequivalent control group design . retest-posttest yang tidak ekuivale. (Irfan Abraham, 2. Menjelaskan eksperimen adalah observasi di bawah kondisi buatan . rtificial conditio. di mana kondisi tersebut dibuat dan diatur oleh peneliti. Penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan mengadakan manipulasi terhadap objek penelitian serta adanya kontrol. Alasan peneliti memilih metode eksperimen adalah untuk menilai pengaruh suatu tindakan terhadap tingkah laku atau menguji ada tidaknya pengaruh tindakan tersebut. Dalam eksperimen, tindakan ini disebut treatment, yang artinya pemberian kondisi yang akan dinilai pengaruhnya. Dalam pelaksanaan penelitian eksperimen, kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sebaiknya diatur secara intensif sehingga kedua kelompok mempunyai karakteristik yang sama atau mendekati sama. Yang membedakan kedua kelompok adalah bahwa kelompok eksperimen diberi treatment atau perlakuan tertentu, sedangkan kelompok kontrol diberikan treatment seperti keadaan biasanya. Karena sulitnya mengontrol semua variabel yang mempengaruhi variabel yang sedang diteliti, peneliti memilih eksperimen kuasi. Alasan lain menggunakan desain eksperimen kuasi adalah karena penelitian ini termasuk dalam penelitian sosial. Jadi, metode eksperimen kuasi dengan pola nonequivalent control group design memungkinkan peneliti untuk menguji pengaruh treatment terhadap variabel yang diteliti, meskipun kontrol terhadap variabel lain tidak sepenuhnya dapat dilakukan. Rancangan nonequivalent control group design merujuk pada pendapat (Sugiono, 2. sebagai berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Gambar 3. 1 Rancangan Nonequivalent Control Group Design Keterangan : O1 : Pengukuran kemampuan awal kelompok eksperimen O2 : Pengukuran kemampuan akhir kelompok eksperimen X : Pemberian perlakuan O3 : Pengukuran kemampuan awal kelompok kontrol O4 : Pengukuran kemampuan akhir kelompok control Dalam penelitian eksperimen kuasi dengan pola nonequivalent control group design, terdapat tiga tahapan penting yang disebutkan oleh (Sutrisno Hadi,2. Pre-experiment Measurement (Pengukuran Sebelum Perlakua. Tahap ini melibatkan pengukuran awal terhadap variabel yang diteliti sebelum diberikannya perlakuan atau treatment. Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui kondisi awal dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, sehingga perubahan yang terjadi setelah perlakuan dapat diukur dengan lebih akurat. Treatment (Tindakan Pelaksanaan Eksperime. Pada tahap ini, kelompok eksperimen diberikan perlakuan atau treatment tertentu yang merupakan variabel bebas dalam Perlakuan ini dirancang untuk menilai pengaruhnya terhadap variabel terikat yang sedang diteliti. Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan khusus atau diberikan perlakuan seperti keadaan biasanya. Post-experiment Measurement (Pengukuran Sesudah Eksperimen Berlangsun. Setelah perlakuan diberikan, dilakukan pengukuran kembali terhadap variabel yang Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui perubahan atau perbedaan yang terjadi setelah perlakuan diberikan dan untuk membandingkan hasilnya dengan pengukuran awal. Tahapan-tahapan ini memungkinkan peneliti untuk mengukur efek dari treatment yang diberikan dan mengevaluasi perbedaan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Tahap penelitian dapat dilihat pada gambar berikut: Kelompok eksperimen model pembelajaran jigsaw Kelompok kontrol model Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Posttest Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Gambar 3. 2 Langkah-langkah penelitian Berikut adalah tahapan-tahapan dalam penelitian eksperimen kuasi dengan pola nonequivalent control group design yang digunakan: Tahapan Pertama Pre-experiment Measurement Sebelum melaksanakan tindakan, siswa dari kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diberikan pretest, yaitu menulis teks eksplanasi. Pretest ini dilakukan untuk mengetahui apakah hasil belajar menulis teks eksplanasi dipengaruhi oleh model pembelajaran tipe jigsaw atau karena kemampuan awal yang berbeda. Tahap Kedua Treatment Setelah kedua kelompok diberikan pretest dan dianggap sepadan, tahap selanjutnya adalah memberikan treatment. Treatment pada kelompok eksperimen menggunakan model pembelajaran tipe jigsaw dengan rancangan yang telah direncanakan yaitu pembelajaran dipantau observer untuk melihat pengaruh model pembelajaran tipe jigsaw terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi dengan mengunakan instrumen dan angket motivasi siswa. Treatment pada kelompok kontrol menggunakan model pembelajarn Perlakuan dilakukan sebanyak 2 kali, yaitu 1 kali pada kelompok eksperimen dan 1 kali pada kelompok kontrol. Masing-masing perlakuan dilaksanakan dalam waktu 2x35 menit. Tahapan ketiga post-experiment measurement. Langkah ketiga sekaligus langkah terakhir adalah memberikan posttest berupa test menulis teks eksplanasi kepada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasilnya berupa data kemampuan akhir siswa yang digunakan untuk mengetahui pengaruh dari pemberian perlakuan. Tahapan-tahapan ini memastikan bahwa perubahan yang terjadi pada kemampuan menulis teks eksplanasi dapat diukur secara objektif dan dapat diketahui pengaruh perlakuan yang diberikan terhadap kedua kelompok. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Peneliti melakukan observasi awal proses pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi teks eksplanasi di kelas VI pada bulan Agustus 2024. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan dalam proses pembelajaran. Permasalahan yang terjadi di kelas pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi menulis eksplanasi. Hal ini dilihat dari beberapa indikator Motivasi Belajar terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi, yaitu tekun menghadapi tugas yang diamati dari jumlah siswa yang rajin mengerjakan tugas sebesar 28,33% atau 6 dari 17 siswa. Siswa yang mampu memahami dan menuliskan teks eksplanasi secara jelas sebesar 41,17% atau 7 dari 17 siswa. Minat terhadap pelajaran yang diamati dari jumlah siswa yang antusias selama proses pembelajaran menulis teks ekplanasi dan mencatat poin-poin sebesar 29,41% atau 5 dari 17 siswa. Lebih senang bekerja mandiri yang diamati dari banyaknya siswa yang masih menunggu pekerjaan teman dan menyontek sebesar 23,52% atau 4 dari 17 siswa. Siswa dapat dikatakan memiliki motivasi belajar yang tinggi apabila siswa Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar memperoleh kriteria minimal yang ditentukan yaitu 70% (Mulyasa, 2013:. Hasil wawancara dengan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia pada bulan November 2024, diperoleh beberapa informasi. Informasi tersebut berupa nilai Ulangan Harian Bahasa Indonesia khususnya pada materi penulisan teks eksplanasi siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD). Berdasarkan data tersebut masih banyak siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 70 dan masih tergolong rendah. Dari observasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa metode pembelajaran yang digunakan guru adalah metode ceramah dan pemberian latihan. Pertama guru menjelaskan materi kemudian guru memberikan soal atau tugas kepada siswa agar siswa lebih mendalami materi yang telah disampaikan. Alasan guru menggunakan metode ceramah adalah karena metode ceramah merupakan metode yang mudah diterapkan dan sederhana karena tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode lain. Anggapan guru dengan menggunakan metode ceramah dapat membuat siswa paham pada materi yang disampaikan. Namun, berdasarkan observasi awal, pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah secara terus menerus membuat siswa bosan, mengantuk dan proses pembelajaran masih berpusat pada guru, sehingga menyebabkan siswa kurang aktif dan kegiatan pembelajaran kurang optimal. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya kemampuan menulis teks eksplanasi di kelas VI SDN 02 Tarung-Tarung memerlukan suatu tindakan untuk meningkatkan Motivasi Belajar Kompetensi Dasar Persediaan dan prestasi belajar siswa. Cara yang diusulkan oleh peneliti pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi belajar terhadap kemampuan menulis teks ekplanasi siswa kelas VI Sekolah Dasar. Analisis Data Deskripsi Data Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan menganalisis hasil nilai posttest yang diberikan kepada siswa pada kelas VI SDN 02 Tarung-Tarung dan VI SDN 01 Tarung-Tarung. Kelas VI SDN 02 Tarung-tarung diberi perlakukan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan kelas VI SDN 01 Tarung-Tarung tidak diberikan perlakuan atau menggunakan metode ceramah. Instrument soal posttest diberikan kepada siswa untuk melakukan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada kelas control dan kelas eksperimen, data tabel tersebut ada pada pada lampiran halaman 80. Berdasarkan analisis posttest tersebut untuk mengetahui apakah penelitian peneliti bisa dianjurkan atau tidak maka dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan Uji coba instrument Instrument yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data atau mengukur data secara valid. Instrument dapat dikatakan valid apabila dapat mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Instrument teknik tes ini dilakukan beberapa pengujian antara lain Uji Validitas Model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. Pengujian regresi sebagai bentuk uji pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, maka uji validitas merupakan suatu persyaratann sebelum melakukan uji regresi. Berdasarkan data penelitian yang didapatkan lapangan, maka penulis melakukan uji Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Untuk uji validitas variable model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. soal questioner berjumlah 18 butir. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan software Minat SPSS versi 21 didapatkan hasinya sebagai berikut Tabel Hasil Uji Validitas model pembelajaran kooperatif jigsaw (XI) ada terdapat pada lampiran halaman 81. Berdasarkan data tabulasi dari angket untuk indikator model pembelajaran koopertif jigsaw terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi dari table pada lampiran halaman 81 yang mana dasar pengambilan keputusan yaitu apabila r hitung > r table maka data di nyatakan valid, dan apabila r hitung < r table maka data di nyatakan tidak valid. Hasil output SPSS di Lampiran menunjukan bahwa jumlah soal yang sebanyak 18 item didapat nilai pearson korelasi adalah mulai dari item 1 sampai dengan 18 nilainya adalah. Item 1 = 0,761 > 0,244 dinyatakan valid Item 2 = 0,746 > 0,244 dinyatakan valid Item 3 = 0,376 > 0,244 dinyatakan valid Item 4 = 0,568 > 0,244 dinyatakan valid Item 5 = 0,682 > 0,244 dinyatakan valid Item 6 = 0,635 > 0,244 dinyatakan valid Item 7 = 0,617 > 0,244 dinyatakan valid Item 8 = 0,584 > 0,244 dinyatakan valid Item 9 = 0,817 > 0,244 dinyatakan valid Item 10 = 0,703 Item 11 = 0,609 Item 12 = 0,520 Item 13 = 0,631 Item 14 = 0,564 Item 15 = 0,564 Item 16 = 0,596 Item 17 = 0,640 Item 18 = 0,723 > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 dinyatakan valid > 0,244 di nyatakan valid > 0,244 di nyatakan valid > 0,244 di nyatakan valid Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Dapat disimpulkan bahwa soal angket yang digunakan untuk pengumpulan data penelitian variable model pembelajaran kooperatif jigsaw dengan jumlah soal 18 dinyatakan valid. Motivasi belajar (X. Uji validitas merupakan suatu persyaratan sebelum melakukan uji regresi. Berdasarkan data penelitian yang didapatkan lapangan, maka penulis melakukan uji validitas. Untuk uji validitas variable Motivasi (X. soal questioner berjumlah 17 butir. Uji validitas dilakukan dengan menggunakan software SPSS versi 21 didapatkan data tersebut hasilnya bisa dilihat pada lampiran halaman 67. Berdasarkan data tabulasi dari angket untuk indikator motivasi terhadap hasil belajar dari table pada lampiran halaman 83 yang mana dasar pengambilan keputusan yaitu apabila r hitung > r table maka data di nyatakan valid, dan apabila r hitung < r table maka data di nyatakan tidak valid. Hasil output SPSS di atas menunjukan bahwa jumlah soal yang sebanyak 17 item didapat nilai pearson korelasi adalah mulai dari item 1 sampai dengan 17 nilainya adalah : Item 1 = 0,320 > 0,244 dinyatakan valid Item 2 = 0,342 > 0,244 dinyatakan valid Item 3 = 0,504 > 0,244 dinyatakan valid Item 4 = 0,465 > 0,244 dinyatakan valid Item 5 = 0,601 > 0,244 dinyatakan valid Item 6 = 0,422 > 0,244 dinyatakan valid Item 7 = 0,431 > 0,244 dinyatakan valid Item 8 = 0,530 > 0,244 dinyatakan valid Item 9 = 0,505 > 0,244 dinyatakan valid Item 10 = 0,432 > 0,244 dinyatakan valid Item 11 = 0,614 > 0,244 dinyatakan valid Item 12 = 0,504 > 0,244 dinyatakan valid Item 13 = 0,573 > 0,244 dinyatakan valid Item 14 = 0,626 > 0,244 dinyatakan valid Item 15 = 0,578 > 0,244 dinyatakan valid Item 16 = 0,707 > 0244 dinyatakan valid Item 17 = 0,669 > 0,244 Dinyatakan valid Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Reliabilitas Uji reliabitlitas merupakan suatu uji konsistensi suatu soal. Uji reliabilitas merupakan suatu persyaratan untuk melakukan uji regresi. Soal angket untuk mengetuhui minat siswa dibuat sejumlah 18 item. Dasar pengambilan keputusan untuk uji reliabitas adalah: Apabila nilai alpha > rtabel dinyatakan konsisten/reliabel Apabila nilai alpha < rtabel dinyatakan tidak konsisten/reliabel Selanjutnya penulis melakukan uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS Versi 27 proses uji terdapat pada lampiran bisa dilihat pada halaman 68. Berdasarkan output SPSS angket model pembelajaran kooperatif jigsaw di atas dapat dikatakan bahwa soal nomor 1 sampai dengan 18 memiliki nilai Cronbach's Alpha if Item Deleted , di atas nilai r tabel yaitu 0,244. Adapun Cronbach Alpha untuk 18 soal angket untuk variable minat adalah sebesar 0,755 > 0,244 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal angket untuk variable dinyatakan reliable. Berdasarkan output SPSS angket motivasi pada lampiran halaman 68 dapat dikatakan bahwa soal nomor 1 sampai dengan 18 memiliki nilai Cronbach's Alpha if Item Deleted, di atas nilai rtabel yaitu 0,244. Adapun Cronbach Alpha untuk 18 soal angket untuk variable minat adalah sebesar 0,736 > 0,244 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa soal angket untuk variable dinyatakan Reliabel proses uji terdapat pada lampiran bisa dilihat pada halaman 68. Normalitas uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi secara normalatau tidak. Uji normalitas data penelitian ini menggunakan rumus Kolmogorov-Smirnov dan grafik P-Plot. Perhitungan rumus kolmogorov-Smirnov ini dibantu dengan bantuan SPSS 27. 0 for windows. Kriteria pengambilan keputusan yaitu jika signifikansi > 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal, dan jika signifikansi < 0,05 maka data tidak berdistribusi normal. Secara lebih rinci hasil uji normalitas dapat dilihat pada lampiran bida dilihat pada halaman 84. Berdasarkan output SPSS di lampiran halaman 84 dapat dikatakan bahwa hasil uji normalitas diketahui 0,070 > 0,05, maka dapat di simpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal Uji Linieritas Fungsi uji linieritas untuk mengetahui bentuk hubungan antara variable bebas dengan variable terikat. Arti kata linier secara bahasa yaitu hubungan seperti garis lurus, dasar dalam pengambilan keputusan adalah : Jika Sig. deviatiom from linearity > 0,05 maka terdapat hitungan yang linear anatara variable bebas dengan variable terikat. Jika nilah Sig. deviation from lineartay < 0,05, maka tidak terdapat hubungan yang linear anatara variabel bebas dengan variable terikat. Secara lebih rinci hasil uji linearitas dapat dilihat padaproses uji terdap at pada lampiran bida dilihat pada halaman 85. Berdasarkan output SPSS di halaman 85 dapat dikatakan bahwa hasil uji linearitas diketahui nilai Sig. deviation from lineary sebesar 0,722 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linear antara model, dan motivasi dengan menulis teks eksplanasi. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Analisis Regresi Berganda Analisis berganda bertujuan untuk mengetahui pengaruh dua atau lebih variable independent (X) terhadap variable dependen (Y). Uji t bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh parsial . yang diberikan variable bebas (X) terhdap varibabel terikat (Y). Uji F bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh simultan ( bersama-sam. yang diberikan variable bebas (X) terhadap variable (Y). Dalam analisis berganda juga ada interminasi dimana koeefesien diterminasi berfungsi untuk mengetahui berapa persen pengaruh yang diberikan variable X secara silmutan . ersama-sam. terhadap variable Y. Uji t . Jika nilai sig < 0. 05, atau t hitung > t table maka terdapat pengaruh variable X . Jika nilai sig > 0. 05, atau t hitung < t table maka tidak terdapat pengaruh variable X terhadap Y T table = t (/2. n-k-. = t ( 0. = 2. Uji F . Jika nilai sig < 0. 05 atau F hitung > F table maka terdapat pengaruh variable X secara silmutan terhadap Y . Jika nilai sig > 0. 05 atau F hitung < dari F table maka tidak terdapat pengaruh variable X secara silmultan terhadap variable Y F table = F . = F . = 3. Pengajuan Hipotesis Rumusan hipotesis H1 = terdapat pengaruh model pembelajaran jigsaw X1 terhadap kemampuan menulis(Y) H2 = terdapat pengaruh motivasi belajar (X. terhadap kemampuan menulis (Y) H3 = terdapat pengaruh Model pembelajaran jigsaw (X. dan motivasi belajar (X. secara bersama-sama terhdap kemampuan menulis teks (Y) Tingkat kepercayaan 95%,= 0. Pengaruh model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi hipotesis 1 (H. bisa dilihat pada lampiran halaman 71. Berdasarkan data tabulasi dari angket untuk indikator model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi dari table pada halaman 71 yang mana dasar pengambilan keputusan jika Jika nilai sig < 0. 05 atau F hitung > F table maka terdapat pengaruh variable X secara silmutan terhadap Y. Jika nilai sig > 0. 05 atau F hitung < dari F table maka tidak terdapat pengaruh variable X secara silmultan terhadap variable Y. Diketahui nilai sig. untuk pengaruh variable model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. terhadap variable kemempuan menulis teks eksplanasi (Y) pada output SPSS di atas dapat dikatakan bahwa hasil uji t adalah sebesar 0. 037 < 0. 05 dan nilai 131 > 2. 110 r table , sehigga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti variable X1 berpengaruh secara signifikan terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi (Y) Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar . Pengaruh motivasi belajar terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi hipotesis 1 (H. bisa dilihat pada lampiran halaman 71. Berdasarkan data tabulasi dari angket untuk indikator model pembelajaran kooperatif jigsaw terhadap kemampuan menukis teks eksplanasi dari table pada lampiran halaman 71 yang mana dasar pengambilan keputusan jika Jika nilai sig < 05 atau F hitung > F table maka terdapat pengaruh variable X secara silmutan terhadap Y. Jika nilai sig > 0. 05 atau F hitung < dari F table maka tidak terdapat pengaruh variable X secara silmultan terhadap variable Y. Diketahui nilai sig. untuk pengaruh variable model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. terhadap variable kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) pada output SPSS di atas dapat dikatakan bahwa hasil uji t adalah sebesar 0. 013 < 0. 05 dan nilait 561 > 2. 110 r table , sehigga dapat disimpulkan bahwa Ha diterima yang berarti variable X1 berpengaruh secara signifikan Terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) Pengaruh Model pembelajaran jigsaw dan Motivasi secara Bersama-sama terhadap Kemampuan menulis teks eksplansi siswa pada mata Pelajaran Bahasa Indonesia (F) bisa dilihat pada lampiran halaman 72. Berdasarkan ouput di atas diketahui nilai signifikansi untuk pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,034 < 0,05 dan nilai F hitung 3. 585 > F tabel 3,15, sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yang berarti terdapat pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y. Perumusan Hipotesis A H1 = Tidak terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif (X. terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) A H2 = Terdapat pengaruh motivasi (X. terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) A H3 = Tidak terdapat pengaruh pengaruh model pembelajaran kooperatif (X1dan Motivasi (X. secara simultan ( Bersama-sam. terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) A Tingkat kepercayaan 95%, = 0,05 Koefisien diterminasi Koefisien determinasi (R. mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel kemampuan menulis teks eksplanasi. Nilai koefisien determinasi antara 0 dan 1. Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel independen penelitian memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel kemampuan menulis teks eksplanasi. Hasil koefisiendeterminasi dapat dilihat dalam tabel pada lampiran halaman 73. Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi pada tabel 3. 10 maka diperoleh nilai adjusted R-square sebesar 0,076 . ,6%). Hal tersebut memiliki arti bahwa kemampuan variabel independen dalam penelitian ini mempengaruhi variabel dependen sebesar 07,6%, sedangkan sisanya sebesar 93,4% . Ae 0,. dijelaskan oleh variabel lain selain variabel independen dalam penelitian. Pembahasan Pada pembahasan ini akan di bahas dari setiap hipotesis yang telah di ujidan akan dijabarkan mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi hipotesis tersebut yang akan diuraikan sebagai berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar Pengaruh variable model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa kelas VI sekolah dasar. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada siswa kelas VI sekolah dasar, pengujian hipotesis ( X1 terhadap Y), model pembelajaran kooperatif berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa kelas VI sekolah dasar Adapun hasil uji t adalah sebesar 0,037 < 0,05 dan nilai t hitung -2. 131 > r tabel 2,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat berpengaruh negatif variable model pembelajaran (X. sebesar 13% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y). Temuan ini sejalan dengan penelitian terbaru yang mengevaluasi efektivitas metode Jigsaw dalam pembelajaran. Sebuah tinjauan sistematis oleh (Sihombing et al. menyoroti bahwa terrdapat pengaruh yang signifikan dengan Implementasi model koperatif jigsaw . Hasil penelitiannya menunjukkan bahawa dengan tingkat kepercayaan 95%, terdapat pengaruh model jigsaw terhadap kemampuan menulis teks meskipun model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar. Pengaruh variable motivasi (X. terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa kelas VI sekolah dasar Pada pengujian hipotesis ( X2 terhadap Y). Pada pengujian hipotesis (X. terhadap (Y) motivasi berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa kelas VI sekolah dasar. Adapun hasil uji t adalah sebesar 0,013 < 0,05 dan nilai t hitung 2. 561 < r tabel 2,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yang berarti terdapat berpengaruh secara signifikan variable model pemebelajaran kooperatif (X. sebesar 56% terhadap Kemampuan Menilis Teks Eksplanasi (Y). Temuan ini juga didukung oleh penelitian yang menekankan pentingnya motivasi dalam pembelajaran menulis oleh (Andyani. Saddhono. , & Mujyanto, 2. yang menekankan bahwa motivasi menulis siswa berperan penting dalam pencapaian menulis mereka, dan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mendukung dan meningkatkan motivasi tersebut. Pengaruh variable Model Pembelajaran Kooperatif jigsaw (X. dan Motivasi Belajar (X. secara bersama-sama terhadap kemampuan Menulis Teks Eksplanasi (Y) siswa kelas VI Sekolah Dasar Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Model pembelajaran Kooperatif terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi siswa kelas VI sekolah dasar . Adapun pengaruh X1 dan X2 secara simultan terhadap Y adalah sebelsar 0. 034 < 0. 05 dan F hitung 3. 585 > f table 3. sehingga dapat di simpulkan bahwa H3 diterima yang berarti pengaruh X1 dan X2 secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi siswa di sekolah dasar. Dukungan teoritis dapat ditemukan dalam penelitian yang menyoroti efektivitas kombinasi strategi pengajaran dan motivasi belajar. Penelitian yang dilakukan oleh (Sihombing et al. , 2. menyoroti bahwa terrdapat pengaruh yang signifikan dengan Implementasi model koperatif jigsaw . Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa dengan tingkat kepercayaan 95%, terdapat pengaruh model jigsaw terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi. meskipun model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar. Selain itu, oleh (Andyani. Saddhono. , & Mujyanto, 2. yang menekankan bahwa motivasi menulis siswa berperan penting dalam pencapaian menulis mereka, dan lingkungan belajar yang tepat juga dapat mendukung dan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Dan Motivasi Belajar Terhadap Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Sekolah Dasar meningkatkan motivasi tersebut. KESIMPULAN Secara umum model pembelajaran kooperatif jigsaw (X. berpengaruh sebesar 13% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah dasar. Namun pengaruh tersebut masih rendah sebagaimana dibuktikan dengan hasil uji t hitung sebesar -2. Motivasi belajar (X. juga berpengaruh dan signifikan sebesar 56% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah dasar. Pengaruh pada motivasi dan kemapuan menulis teks eksplanasi ini dibuktikan dengan hasil uji t dengan nilai t hitung sebesar 2,561. Model pembelajaran kooperasif jigsaw (X. dan Motivasi belajar (X. berpengaruh sebesar 7,6% terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi (Y) siswa sekolah dasar. Pengaruh pada model pembelajaran kooperatif jigsaw dan motivasi secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis teks eksplanasi ini dibuktikan dengan hasil uji f sebesar 3. Sumbangan minat dan motivasi sebesar 7,6% sisanya 24% dipengaruhi oleh faktor-faktor di luar penelitian. Hal ini di buktikan dengan di peroleh nilai R2 pada output regresi berganda sebesar 0,076 atau 7,6 %. REFERENSI