Infeksi COVID-19 pada Tenaga Kesehatan Rumah Sakit COVID-19 Infection Among Healthcare Workers Anita Puspitasari Dyah Nugroho1,2*. Herlina1,3. Farida Murtiani1. Intan Pertiwi1. Nunung Hendrawati1. Siti Maemun1,4. Andi Dala Intan Sapta Nanda1. Christine Ernita Banggai1 RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Universitas Muhammadiyah Prof. Hamka Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Respati Indonesia * Korespodensi Penulis: Anita PD Nugroho Email: nita. pdn@gmail. Abstrak Latar Belakang: Infeksi COVID-19 petugas kesehatan dapat menyebabkan krisis eksistensi pada tenaga kesehatan itu sendiri dan infrastruktur kesehatan, baik lokal maupun nasional. Oleh karena itu, surveilans berkualitas tinggi pada petugas kesehatan menjadi langkah mendasar untuk perlindungan dan penanggulangan yang tepat dilakukan. Tujuan: memberikan gambaran infeksi COVID-19 tenaga kesehatan berdasarkan data surveilans. Metode: Penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Pusat Infeksi Sulianti Saroso pada bulan Maret 2022. Data sekunder bersumber dari data surveilans epidemiologi pada petugas terkonfirmasi COVID-19 periode Januari Ae Februari 2022 sebanyak 233 subjek. Analisa data secara univariat. Hasil: Gambaran epidemiologi pegawai terkonfirmasi COVID-19 yaitu puncak kasus minggu ke-7, kasus terbesar pada umur 30-39 tahun . ,8%), berjenis kelamin perempuan . %), domisili Jakarta Utara . %), tenaga kesehatan lainnya . %), isolasi mandiri . %) dan luaran hidup . %). Faktor risiko yaitu tidak memiliki riwayat perjalanan . %), bukan pengguna transportasi umum . %), kontak dengan rekan kerja . %), tidak memiliki komorbid . %), infeksi pertama . %), vaksin primer 2x dan booster 1x . %). Terjadi klaster unit kerja. Kesimpulan: Infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan menggambarkan karakteristik epidemiologi . rang, tempat dan wakt. serta faktor Kata Kunci: COVID-19. Tenaga Kesehatan. Surveilans Abstract Background: The COVID-19 infection of health workers can cause an existence crisis for the healthcare workers themselves and health infrastructure, both locally and nationally. Therefore, high-quality surveillance of healtcare workers is a fundamental step for proper protection and prevention. Objective: to describe of COVID-19 infections in healthcare workers based on surveillance data. Methods: descriptive analytic study with cross sectional method. This study was held in Sulianti Saroso Infectious Disease Hospital in March 2022. Secondary data was extracted from surveillance epidemiological data containing HCW who were infected covid in Jan-Feb 2022. univariat analysis was performed. Results: The epidemiological description of health workers confirmed by COVID-19, the peak of cases in the 7th week of February year 2022, the largest at the age of 30-39 years . 8%), female . %), domiciled in North Jakarta . %), other healthcare worker . %), support services . %), self isolation . %) and outcome life . %). The risk factors are no travel history . %), not using public transportation . %), no comorbidities . %), first infection . %), primary vaccine 2x and booster 1x . %) There was a work unit cluster. Conclusion: COVID-19 infection in healthcare workers describing epidemiological characteristics . erson, place dan tim. and risk factors. Keywords: COVID-19. Healthcare Workers. Surveillance The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Pendahuluan dalam satu lingkungan namun tidak Penyakit menular adalah salah satu kontak dekat . alam radius 2 mete. ancaman terbesar untuk manusia. Saat Profesi yang berisiko tinggi terinfeksi ini, dunia sedang dalam wabah kondisi Covid-19 adalah tenaga kesehatan. yang disebabkan oleh virus SARS-CoV- Kurang lebih 9% kasus Covid-19 di Italia 2 dimulai pada tahun Wuhan. China, adalah tenaga medis. Lebih dari 3. pada Desember 2019. Penyakit ini tenaga medis terinfeksi Covid-19 di menyebar dengan cepat di seluruh China. dunia dan diumumkan sebagai pandemi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 11 Maret 2020. Indonesia gelombang serangan COVID-19 yang dipengaruhi oleh adanya varian baru. Sejak pandemi COVID-19 melanda dimana salah satunya adalah varian seluruh dunia, rumah sakit menjadi Delta (B. yang terjadi pada benteng terakhir dalam perlawanan bulan Juni dengan puncak kasus di terhadap pandemi COVID-19. Namun pertengahan Juli di tahun 2021 lalu dan tingginya penambahan kasus COVID- varian Omicron (B. yang terjadi 19 di masyarakat membuka peluang pada awal tahun 2022. Seperti varian tertularnya petugas kesehatan di tempat Delta, varian Omicron merupakan hasil pelayanan kesehatan dalam hal ini mutasi alamiah yang terjadi pada SARS- rumah sakit semakin banyak. 2 Tenaga CoV2, varian ini pertama kali dilaporkan kesehatan yang berada di garis depan di Afrika Selatan pada 24 Oktober 2021 dalam penanganan Covid-19 berisiko tinggi mendapatkan infeksi Covid-19. penularan yang tinggi hingga mencapai Lebih dari 10% dilaporkan di Cina dan Italia adalah Petugas kesehatan, di Spanyol 20,4% dari kasus yang dikonfirmasi merupakan tenaga kesehatan. Beberapa termasuk Delta. Penilaian risiko WHO menyebutkan Omicron ditetapkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) adalah 6 Awal tahun 2022 varian kontak erat, termasuk tinggal satu Omicron terbukti menyebabkan lonjakan rumah dengan pasien Covid-19 dan kasus di Indonesia khususnya DKI riwayat perjalanan ke area terjangkit. Jakarta, yang kemudian berimbas atau Dianggap risiko rendah jika berada membuka peluang banyaknya petugas The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. kesehatan dalam hal ini COVID-19 petugas kesehatan di rumah sakit. mencapai 2029 orang, dari jumlah 35,9% dokter dan 32,8% berprofesi sebagai Surveilans COVID-19 pada tenaga kesehatan menjadi salah satu cara Pedoman untuk memantau peningkatan kasus Pengendalian COVID-19 (COVID-. Revisi ke-5, menyebutkan rumah sakit. Pencatatan dan pelaporan tenaga kesehatan merupakan salah satu kelompok yang paling berisiko berkualitas menjadi langkah mendasar terkonfirmasi COVID-19, oleh karena itu surveilans epidemiologi pada tenaga penanggulangan yang tepat dimulai. kesehatan diperlukan sebagai bagian Data surveilans WHO Januari 2020 dari strategi penanggulangan penularan hingga Mei 2021, menunjukkan 3,45 juta dengan tujuan menghambat penularan, kematian akibat COVID-19 terjadi di seluruh dunia dengan 6643 kematian mengakhiri wabah. 9 Berdasarkan hal tersebut diatas maka dilakukan kajian Indonesia Pencegahan Coronavirus COVID-19 Diseases September 2021, laporan kematian kesehatan di RSPI Sulianti Saroso tenaga kesehatan akibat COVID-19 periode Januari-Februari 2022. Metode berdasarkan hasil PCR dengan hasil Kajian ini merupakan studi deskriptif terkonfirmasi COVID-19 berdasarkan Penelitian ini telah mendapat ethical pegawai yang terkonfirmasi COVID-19 clearance dari komite etik RSPI Prof Dr di RSPI Sulianti Saroso bulan Januari- Sulianti Saroso dengan lolos kaji etik Februari Tahun 2022. Menggunakan No: 56/xVi. 10/Vi/2022. Kriteria eklusi yaitu pegawai yang data sekunder yang berasal dari data surveilans COVID-19 pada pegawai dengan jumlah sampel 233 orang dan tehnik pengambilan sampel adalah total Data dianalisa secara univariat. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu pegawai yang terkonfirmasi COVID-19 PCR Hasil Bila melihat kasus harian pegawai yang terkonfirmasi COVID-19 pada bulan Januari 2022 hingga Februari 2022 di RSPI Sulianti Saroso, terlihat peningkatan signifikan kasus dimulai dari akhir Januari 2022 . inggu ke-. The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. hingga pertengahan Februari . inggu penunjang . %), melaksanakan isolasi ke-. Total terdapat 233 pegawai yang mandiri . %) dan hidup . %) (Tabel terkonfirmasi COVID-19 pada periode (Grafik . Terdapat 163 Tabel 2. Karakteristik Epidemiologi Pegawai Terkonfirmasi COVID-19 bergejala berdasarkan kelompok umur terbanyak pada usia 30-39 Tahun (Tabel . Variabel Fekuensi (%). n=233 Umur 19-24 tahun 12 . ,2%) 25-29 tahun 34 . ,6%) 30-39 tahun 81 . ,8%) 40-49 tahun 75 . ,2%) 50-59 tahun 30 . ,9%) 60-69 tahun 1 . ,3%) Jenis Kelamin Laki-laki 92 . %) Perempuan 141 . %) Domisili Grafik 1. Kasus Harian Pegawai Terkonfirmasi COVID-19 Januari-Februari 2022 Tabel 1. Gejala Berdasarkan Kelompok Umur Pegawai Terkonfirmasi COVID-19 Variabel Fekuensi (%). n=163 Umur Jakarta Utara Jakarta Timur Bekasi 41 . %) Jakarta Pusat Jakarta Selatan 11 . %) Depok Tangerang Jakarta Barat Bogor Luar Jabodetabek 19-24 tahun . Jenis ketenagaan 25-29 tahun . %) Nakes Dokter 30-39 tahun . Nakes Perawat 80 . %) 40-49 tahun . Nakes Bidan 50-59 tahun . Nakes Lainnya 60-69 tahun . Kategori pelayanan Gambaran pegawai terkonfirmasi COVID-19, yaitu terbesar infeksi terjadi pada kelompok 3 . %) 128 . %) Rawat Kritis (ICU. IGD. IBS) 50 . %) Rawat Inap Rawat Jalan Penunjang (Lab. Gizi. Radiologi, dl. Non Pelayanan 84 . %) 46 . %) Penanganan umur 30-39 tahun . ,8%), jenis kelamin Rawat Inap %), berdomisili di Jakarta Isolasi Terpusat 5 . %) Isolasi Mandiri 223 . %) Utara . %), tenaga kesehatan perawat Luaran . %) dan non tenaga kesehatan . %). Meninggal Terbesar pegawai bekerja di pelayanan Hidup The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Tabel 3. Faktor Risiko Pegawai Terkonfirmasi COVID-19 Variabel Riwayat Perjalanan . %), booster 1x, terjadi klaster unit kerja, terbesar pada unit ICU . dan 25 . %) Tidak 208 . %) Transportasi tiga klaster terkait lainnya. Pembahasan 53 . %) Tidak pertama . %), vaksin primer 2x dan Fekuensi (%). n=233 Pengguna Umum 180 . %) Riwayat kontak kasus Bila COVID-19 pegawai, pada awal tahun Rekan Kerja 125 . %) 2022 kembali terjadi peningkatan kasus Keluarga Covid-19 pada pegawai di RSPI Sulianti Tidak tahu 42 . %) Komorbid & Penyulit Saroso. Peningkatan dimulai dari akhir 40 . %) Januari 2022 minggu ke-5, dengan Tidak 193 . %) Februari Setelah Riwayat Infeksi Pertama 114 . %) Kedua 83 . %) Delta. Ketiga 29 . %) pegawai di RSPI Sulianti Saroso telah Keempat atau lebih 7 . %) Status Vaksinasi COVID-19 mencapai nol kasus selama 16 minggu Tidak vaksin berturut-turut yaitu pada minggu ke-40 Vaksin 1x Vaksin 2x tahun 2021 hingga minggu ke-2 Januari Vaksin 2x Booster 1x Kejadian kasus pertama di Vaksin 2x Booster 2x awal tahun 2022 terjadi pada minggu ke- Klaster unit kerja ICU Instalasi Laboratorium terkonfirmasi COVID-19, minggu ke-4 Instalasi Pemeliharaan Sarpras tidak ada kejadian kasus COVID-19 Instalasi Laundry Klaster terkait lainnya . Klaster pelatihan kasus pegawai kembali terjadi pada Klaster angkot carter Klaster bulutangkis pada pegawai. Kejadian dan kenaikan meningkat di minggu ke-6 menjadi 54 kasus, minggu ke-7 sebanyak 107 kasus, dan kasus mulai berangsur- faktor risiko dan masalah kesehatan angsur menurun di minggu ke-8 sebesar yang menyertainya antara lain terbesar 40 kasus dan minggu ke-9 sebesar 11 tidak memiliki riwayat perjalanan . %). Dengan demikian terdapat 233 tidak menggunakan transportasi umum kasus pegawai terkonfirmasi COVID-19 . %), riwayat kontak kasus dengan selama periode Januari dan Februari Tabel The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. dimana pegawai yang terkonfirmasi imunitas di populasi, kepatuhan protokol berasal dari berbagai unit layanan baik kesehatan, sosial budaya, kegiatan langsung dengan pasien maupun yang tidak berhubungan langsung dengan Besaran kasus di masyarakat akan mempengaruhi besaran infeksi kasus Masuknya varian baru Omicron di lain-lain. pada pegawai rumah sakit dimana peran sosial individu pegawai rumah Indonesia mulai mengalami lonjakan sakit tidak bisa dilepaskan sebagai kasus Omicron, dimana sebagian besar bagian dari masyarakat itu sendiri. kasus Omicron diawali kasus impor atau Usia pegawai di RSPI Sulianti berasal dari pelaku perjalanan luar Saroso berada pada rentang usia 20-65 negeri paling banyak berasal dari Turki tahun, dari keseluruhan pegawai yang Arab Kesehatan Saudi. Kementerian berada pada kelompok usia 30-39 tahun menyebutkan tercatat sebanyak 136 . ,8%) dan 40-49 tahun . ,2%) kasus Omicron pelaku perjalanan luar negeri pada bulan Desember 2021 dan 278 kasus baru di minggu pertama terbanyak yang bekerja di RSPI Sulianti Januari Saroso. COVID-19, transmisi menjadi transmisi lokal telah Pada DKI Jakarta menjadi epicentrum menyebutkan terdapat hubungan antara dari penularan kasus COVID-19 baik usia dengan tingkat imunitas alami, pada masa Delta maupun Omicron, hal individu berusia lanjut lebih memiliki tersebut disebabkan karakteristik kota DKI Jakarta sebagai pusat kegiatan seiring dengan menurunnya imunitas ekonomi nasional, pusat administrasi alami dan studi terbaru menjelaskan bahwa pasien dengan usia >50 tahun populasi tertinggi dari provinsi lainnya di Indonesia dimana perkantoran menjadi ACE2 yang berlebihan sebagai akibat salah satu pusat penularan COVID-19 di dari penurunan imunitas, penurunan 10,11 fungsi organ, kehadiran komorbid dan Peningkatan kasus COVID-19 di meningkatkan risiko kematian. 12,13 karakteristik penyakit itu sendiri, status The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Berdasarkan pegawai mayoritas Persentase kasus Covid-19 pada RSPI Sulianti Saroso mengalami gejala COVID-19. Adapun menunjukkan perempuan lebih tinggi gejala umum yang dialami adalah batuk, pilek dan demam, kadang disertai nyeri informasi yang diperoleh dari bagian SDM RSPI Sulianti Saroso per 1 Maret 2022, jumlah pegawai aktif antara lain mengalami anosmia. Pada pegawai jumlah pegawai laki-laki 270 orang dan pegawai perempuan sebesar 385 orang, pegawai mengeluhkan batuk disertai namun tidak dapat diasumsikan bahwa sakit tenggorokan yang parah dan suara banyaknya kasus pegawai perempuan menjadi serak atau kehilangan suara. dikarenakan jumlah perempuan lebih Gejala COVID-19 varian Omicron laki-laki. Berdasarkan besar dari pada laki-laki. umumnya sama dengan varian lainnya Beberapa kajian atau penelitian yaitu gejala infeksi saluran pernafasan. sebelumnya menyebutkan bahwa jenis Di Inggris, untuk membandingkan Delta kelamin laki-laki merupakan kelompok dan Omicron, diambil sampel 363 kasus yang paling berisiko tinggi terinfeksi delta pada 3-10 Oktober 2021 . aat COVID-19 kasus Delta domina. dan dibandingkan seksual, estrogen, dan testosteron, dengan data terbaru kasus Omicron . kasus pada 3-10 Desember 2. Analisis awal ini tidak menemukan 15,16 Berdasarkan perbedaan yang jelas antara Delta dan besar pegawai berdomisili di wilayah Omicron pada gejala awal. Namun, kerja RSPI Sulianti Saroso yaitu di Jakarta Utara . %). Data kepadatan masyarakatnya bahwa sangat penting penduduk DKI Jakarta pada Maret 2020 anggota masyarakat menyadari gejala penduduk terpadat di DKI Jakarta Inggris Jakarta Pusat masyarakat yang tinggal di daerah yang memiliki tingkat infeksi Omicron yang penduduk, luas wilayah 48,13 km . Bila sangat tinggi, jika anggota masyarakat memiliki gejala pilek ringan atau parah, kepadatan penduduk di DKI Jakarta, kemungkinan besar terkena COVID-19 Jakarta Utara tidak termasuk dalam 3 jika berada di daerah dengan tingkat wilayah yang kepadatan penduduknya . rata-rata infeksi Omicron sangat tinggi. The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. diatas rata-rata (Jakarta Pusat. Jakarta Barat, dan Jakarta Timu. mengakibatkan tingginya pergerakan Penelitian masyarakat yang disertai menurunnya kepatuhan dalam menjalankan protokol kepadatan penduduk di Kota Manado kesehatan, ditambah hadirnya informasi bahwa varian Omicron bersifat lebih menjadi faktor risiko kejadian COVID- ringan dari varian lainnya sehingga Kepadatan penduduk kasar atau mematuhi aturan dari pemerintah. 19,20,21 Nelwan COVID-19 (CPD) menunjukkan jumlah penduduk untuk Berdasarkan setiap kilometer persegi luas wilayah. Luas wilayah yang dimaksud adalah luas seluruh daratan pada suatu wilayah kesehatan perawat dan non tenaga masing-masing Informasi SDM Kepadatan penduduk di suatu daerah. Kepadatan menyebutkan jenis ketenagaan terbesar dan jumlah penduduk termasuk salah yang bekerja di RSPI Sulianti Saroso satu faktor yang mempengaruhi tinggi berturut-turut rendahnya angka kejadian penyakit di kesehatan 283 orang, perawat-bidan 253 orang, tenaga kesehatan lainnya lainnya 145 orang, dokter . Seluruh Jabodetabek mengalami peningkatan kasus COVID- spesialis dan gig. 83 orang. Kategori 19 pada periode awal masuknya varian memiliki proporsi terbesar terkonfirmasi Omicron yaitu wilayah dimana pegawai COVID-19 . %), hal ini disebabkan bertempat tinggal. Pada bulan Januari adanya beberapa klaster besar terjadi 2022, pemerintah mengumumkan DKI pada unit kerja pelayanan penunjang. Jakarta 5 wilayahnya berstatus zona Hal ini diduga adanya kontak langsung merah kecuali Kepulauan Seribu, dan Oleh karena itu, sangat Februari DKI Jakarta direkomendasikan agar setiap tenaga episentrum penularan COVID-19 dan kesehatan memastikan diri bebas dari pola penularan mulai bergeser menuju gejala COVID-19 sebelum bertugas Penerapan PPKM yang tidak sesuai The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. Mayoritas Hasil surveilans mendapati sebesar terkonfirmasi memilih menjalani isolasi mandiri di rumah . %) dengan alasan COVID-19 mengatakan tidak memiliki lebih memiliki kenyamanan daripada riwayat perjalanan baik dari luar kota melaksanakan isolasi di tempat yang dan luar negeri. Berdasarkan data New All Sulianti Saroso RSPI Record (NAR) Kementerian Kesehatan tanggal 1-22 Januari 2022, pelayanan pemeriksaan laboratorium proporsi kasus Omicron didominasi transmisi lokal, tidak lagi oleh pelaku pegawai yang terkonfirmasi COVID-19, perjalanan luar negeri (PPLN). Pada 22 bekerja sama dengan dinas kesehatan Januari 2022 sebanyak 90,1% kasus terkait dalam melakukan pemantauan rutin pada pegawai dan keluarga yang transmisi lokal. Sejalan dengan Menkes, menjalani isolasi mandiri di rumah. Menteri Selama Kemaritiman dan Investasi mengatakan Omicron bulan Januari dan Februari kasus yang disebabkan oleh para 2022, tidak ada kematian akibat Covid- pelaku perjalanan luar negeri sudah 19 pada pegawai di RSPI Sulianti berada di bawah 10% dari total kasus Saroso. Dari sini dapat disimpulkan sebelumnya terdapat 3 . kematian bahwa transmisi lokal Omicron yang pegawai pada tahun 2020 dan 2 . kematian pegawai pada tahun 2021. Faktor risiko adalah faktor yang Koordinator Indonesia Bidang berhubungan secara statistik dengan Hasil sebuah penelitian analisis suatu masalah kesehatan atau penyakit. korelasi antara mobilitas manusia dan Pelaksanaan surveilans faktor risiko guna mengetahui faktor risiko maupun Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta faktor penyebab kejadian kasus baik menyebutkan korelasi negatif antara variabel AoperumahanAo . oefisien korelasi -0,. Data ini menunjukkan bahwa dimana hasilnya menjadi dasar tindak semakin banyak orang tinggal di rumah, lanjut bagi PPI dan manajemen untuk COVID-19 COVID-19. Situasi The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. merasa bosan tinggal di rumah dan ada Hal ini disebabkan kewaspadaan dalam hari libur, terjadilah lonjakan mobilitas dan sejak itu tingkat penyebaran Covid- penerapan PPI sangat baik dan telah Lonjakan memenuhi standar yang ditetapkan. Namun berbanding terbalik dengan hal transmisi lokal antar individu, yang itu kewaspadaan antar pegawai baik di kemudian membentuk klaster-klaster dalam maupun di luar rumah sakit COVID-19 pada lingkungan keluarga. kemungkinan telah menurun. mulai bergerak Mayoritas pegawai mengaku lebih Sejumlah pegawai menyebutkan melandainya kasus COVID-19 pada pribadi daripada transportasi umum bulan-bulan dengan adanya rasa jenuh dalam Menggunakan sehari-hari dianggap lebih berisiko tertular COVID- kewaspadaan antar rekan kerja menjadi 19 karena kemungkinan berinteraksi dengan individu lain di tempat umum. Penggunaan penurunan kewaspadaan antar anggota dianggap lebih aman karena hanya keluarga di rumah turut berdampak ke digunakan oleh pegawai dan anggota tempat kerja. Dari penggalian informasi. Namun hasil kajian ini masih ada pegawai yang anggota menunjukkan bahwa kendaraan pribadi tidak menjamin pegawai terhindar dari namun pegawai sebagai kontak erat COVID-19, anggota keluarga tetap masuk kerja dimana saja dimana ada interaksi tanpa protokol kesehatan termasuk di dalam Selain COVID-19 Interaksi intens antar anggota keluarga biasa terjadi, semakin intens COVID-19, dengan demikian faktor penularan antar anggota keluarga. Mayoritas menjadi poin penting dalam mencegah tertular oleh rekan kerja atau tertular di terjadinya penularan kasus di unit kerja. %). Dari Komorbid merupakan faktor risiko penyelidikan epidemiologi, didapatkan yang berhubungan dengan keparahan tidak ada pegawai . enaga kesehata. penderita COVID-19. Hasil surveilans yang mengatakan tertular dari pasien. 83% pegawai mengaku tidak memiliki The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. komorbid maupun penyulit dan pegawai 2x vaksin primer dan 2x vaksin booster yang memiliki komorbid keseluruhan namun tetap terkonfirmasi COVID-19. COVID-19. Sejalan dengan kebijakan pemerintah Seseorang yang pernah terkonfirmasi Indonesia yang memprioritaskan tenaga COVID-19 dan sembuh . kesehatan dalam program vaksinasi COVID-19. Tenaga kesehatan yang reinfeksi atau infeksi berulang dari telah divaksinasi lengkap mempunyai COVID-19. Mengingat sifatnya yang tingkat perawatan di RS dan tingkat sangat menular. Omicron menyebabkan 49% infeksi pertama pada pegawai dan dibandingkan tenaga kesehatan yang 51% mengalami reinfeksi baik kedua, belum divaksinasi atau yang divaksin ketiga bahkan keempat. dosis 1, hal tersebut mengindikasikan Wang J. menyebutkan reinfeksi bahwa meskipun vaksinasi membuka mungkin terjadi disebabkan strain yang berbeda dan beberapa kasus reinfeksi mengalami gejala yang lebih parah dari diandalkan untuk melindungi tenaga infeksi sebelumnya. Namun literatur lain kesehatan dari risiko perawatan dan kematian akibat COVID-19. COVID-19, kemungkinan kasus reinfeksi terjadi Karakteristik Omicron yang sangat dengan tipe virus yang sama. Selang menular dan menurunnya kewaspadaan waktu terjadinya reinfeksi juga sangat menimbulkan sejumlah klaster unit kerja bervariasi, mulai dari beberapa minggu terbesar pada ICU, selain klaster unit kerja terbentuk klaster lain yang saling dinyatakan sembuh. Oleh sebab itu berkaitan dengan aktivitas bersama walaupun sudah dinyatakan sembuh pegawai dari unit kerja pegawai yang dari COVID-19, diharapkan tetap harus Hasil penelitian sebelumnya 25,26,27,28 Persentase COVID-19 yang cukup besar terjadi pada kurang lebih 40 tenaga kesehatan RS UNS pegawai yang terkonfirmasi COVID-19 dengan sebagian besar perawat tertular pada periode tersebut terbesar adalah COVID-19. Penularan hanya berfokus pada area bedah sentral dan ruang pemerintah yaitu 2x vaksin primer dan Setelah dianalisis penularan 1x vaksin booster bahkan terdapat terjadi karena makan bersama setelah persentase pegawai yang mendapatkan melakukan operasi, interaksi erat antar The Indonesian Jounal Of Infectious Disease | Volume 8 No. sesama yang berperan atas terjadinya infeksi menganggap tidak menularkan, dan pada pegawai dan terjadinya klaster unit kurang kewaspadaan antar sesama tenaga kesehatan. Sebelumnya kasus Kesimpulan yang terjadi pada dokter yang dimuat di koran Solo Pos tanggal 12 Juli 2020 menyebutkan 25 orang residen dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran UNS COVID-19. 30 Kejadian sama juga terjadi di Rumah Sakit Kanker Dharmais tahun 2020 dimana Gambaran kasus infeksi COVID-19 pada tenaga kesehatan di RSPI Sulianti Saroso periode Januari hingga Februari karakteristik epidemiologi dan faktor COVID-19 pada petugas kesehatan Ucapan Terima Kasih Penulis . okter dan perawa. dan non petugas kesehatan . dministrasi atau pekerjaan kasih kepada Direktur Utama beserta lain yang tidak berhubungan langsung seluruh jajaran Direksi RSPI Sulianti dengan pasie. pada bulan November Saroso atas izin dan dukungan yang . dan Desember . diberikan dan juga kepada semua pihak dengan Insiden Rate tertinggi di bulan yang berkonstribusi dalam kajian ini. Desember sebesar 5,8% karena adanya Daftar Pustaka