JURNAL PENGABDIAN PERIKANAN INDONESIA Volume 6. Nomor 1 Februari 2026 TRANSPLANTASI TERUMBU KARANG DUSUN KALANGAN DESA PULAU PAHAWANG : PENGUATAN PERAN MASYARAKAT DALAM KONSERVASI DAN REHABILITASI TERUMBU KARANG Almira Fardani Lahay1. Muhamad Gilang Arindra Putra1. Eko Efendi1. Mohammad Kholiqul Amiin1 Program Studi Ilmu Kelautan. Jurusan Perikanan dan Kelautan. Fakultas Pertanian. Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No. 1 Kota Bandar Lampung. Provinsi Lampung Alamat korespondensi : almira. lahay@fp. Keyword : Abstrak : Edukasi. Pulau pahawang memiliki bentangan pantai berpasir putih, hamparan vegetasi Konservasi, mangrove serta perairan yang jernih yang didukung dengan ekosistem Pulau terumbu karang yang indah sebagai wisata bawah air, snorkling, diving dan Pahawang, fotografi bawah air, dimana kegiatan wisatawan menjadi penyebab kerusakan Rehabilitasi pada ekosistem terumbu karang sebesar sebesar 47,09% dengan jenis kerusakan : 13 goresan coral massive (CM), 5 goresan coral encrusting (CE), 12 Terumbu luka CM, 6 luka CE, 13 hancur pada coral branching (CB) dan 6 patahan CB. Karang Diperlukan adanya upaya perbaikan terumbu karang yang rusak serta edukasi kepada masyarakat untuk dapat melestarikan ekosistem terumbu karang di Desa Pulau Pahawang. Upaya tersebut dapat diimplementasikan dalam kegiatan pengabdian unggulan dengan tahapan yang terdiri dari survei, koordinasi, sosialisasi & edukasi, diskusi dan monitoring/pendampingan. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat Dusun Kalangan yang terdiri dari Kepala Desa dan aparat Desa Pulau Pahawang, serta masyarakat yang berprofesi sebagai pemandu wisata. Pengabdian diawali dengan pemberian pretest, penyampaian materi, diskusi, penempelan bibit pada rangka dan pemasangan rangka transplantasi di bawah laut. Dari hasil posttest yang disampaikan oleh tim pengabdian menujukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat Dusun Kalangan terkait pemahaman manfaat fungsi terumbu karang, definisi dan peranan terumbu karang hingga pemilihan jenis bibit dalam transplantasi terumbu karang. Sebanyak 3 rangka spider web dipasang di wilayah konservasi terumbu karang. Kegiatan pengabdian mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Dusun Kalangan terutama yang berprofesi sebagai pemandu wisata, serta meningkatkan pemahaman Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. dan kesadaran masyarakat Dusun Kalangan terkiat konservasi terumbu karang di Desa Pulau Pahawang. Panduan Sitasi (APPA 7th editio. Lahay. Putra. Efendi. Amiin. Transplantasi Terumbu Karang Dusun Kalangan Desa Pulau Pahawang : Penguatan Peran Masyarakat Dalam Konservasi Dan Rehabilitasi Terumbu Karang. Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia, 6. , 62 -72. PENDAHULUAN Pulau Pahawang merupakan salah satu destinasi wisata bahari yang dimiliki Provinsi Lampung yang secara adminsitratif terletak di kawasan perairan Teluk Lampung. Pulau pahawang memiliki bentangan pantai berpasir putih, hamparan vegetasi mangrove serta perairan yang jernih yang didukung dengan ekosistem terumbu karang yang indah sebagai wisata bawah air, snorkling, diving dan fotografi bawah air (Radhiansyah & Pribadi, 2022. Panalaran & Pamungkan, 2. Pada tahun 2022. Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran melaporkan jumlah terdapat 85. 263 wisatawan yang menjadikan Pulau Pahawang sebagai lokasi tujuan wisata atau tujuan berlibur. Kegiatan wisata yang menjadi unggulan di Pulau Pahawang, memiliki dampak bagi ekosistem terumbu karang dalam jangka panjang. Aktivitas penginjakan, kayuhan fins pada saat snorkling ataupun diving dapat menyebabkan kerusakan patahnya karang dan juga sentuhan pada karang oleh wisatawan dapat menjadi pemicu stress pada terumbu karang yang memicu infeksi atau penyakit pada terumbu karang (Nirwan et al. , 2. Badriawan . mengemukakan bahwa perilaku destruktif manusia pada kegiatan wisata di Pulau Pahawang yang dapat menyebabkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang terdiri dari . menendang karang, . menginjak karang . memegang karang dan . mengaduk sedimen, dimana menginjak karang merupakan aktifitas dari wisata yang paling sering terjadi dengan jenis kerusakan dari setiap aktivitas snorkeling yaitu . goresan pada karang, . luka karang, . karang yang hancur dan . patahan karang. Selain kegiatan atau aktivitas manusia, bencana dan perubahan iklim yang terjadi saat ini juga dapat menjadi penyebab kerusakan ekosistem terumbu karang di Pulau Pahawang. Siklon tropis dalam jangka panjang mempengaruhi struktur komunitas terumbu karang yang dapat meningkatan polusi pada perairan, perubahan suhu laut yang tinggi mengakibatkan perubahan warna karang dimana paparan suhu tinggi selama empat decade di wilayah laut Phuket telah meningkatkan kejadian pemutihan karang, kejadian peningkatan tutupan karang hingga meningkatkan kematian karang (Raymundo et al. , 2008. Brown et al. , 2019. Riska et al. , 2. Kondisi terumbu karang di Pulau Pahawang dilaporkan oleh Badriawan . identifikasi mengalami kerusakan seperti goresan, luka, hancur hingga patahnya terumbu karang yang disebabkan oleh aktivitas snorkeling dengan jumlah kerusakan 13 goresan pada coral massive (CM), 5 goresan pada coral encrusting (CE), 12 luka CM, 6 luka CE, 13 hancur pada coral branching (CB) dan 6 patahan CB dimana disimpulkan bahwa aktivitas snorkeling memberikan dampak kerusakan pada terumbu karang di Desa Pulau Pahawang sebesar 47,09%. Tim pengabdian melakukan wawancara dengan Kepala Desa Pulau Pahawang (Bapak Ahmad Sali. untuk mengidentifikasi permasalahan di Desa Pulau Pahawang dimana didapatkan hasil bahwasanya di Desa Pulau Pahawang diperlukan upaya transplantasi yang berkelanjutan untuk memperbaiki ekosistem terumbu karang yang rusak akibat dampak penggunana bom ikan di masa lalu dan aktivitas antropogenik. Kepala Desa Pulau Pahawang juga memberikan rekomendasi untuk melaksanakan Edukasi terkait Konservasi dan Rehabilitasi ekosistem terumbu karang kepada Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. masyarakat agar masyarakat tidak hanya memanfaatkan ekosistem terumbu karang namun juga memiliki kepedulian untuk merawat, memilihara ekosistem terumbu karang di Desa Pulau Pahawang. Upaya perbaikan atau rehabilitasi yang dapat dilakukan untuk memperbaiki ekosistem terumbu karang yang rusak adalah metode/teknik transplantasi, metode transplantasi yang umum dilalukan di indonesia antaranya . metode rak jaring & substrat, . metode beton, . metode jaring dan pecahan, . metode substrat alami dan . metode modifikasi biorock karang (Madduppa et al. Fadli, 2008. Zamani et al. , 2009. Johan, 2012. Subhan et al. , 2. Berdasarkan permasalah tersebut, dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan akan pentingnya ekosistem terumbu karang dan upaya-upaya Rehabilitasi dan Konservasi yang dapat dilakukan oleh masyarakat Dusun Kalang Desa Pulau Pahawang. Kegiatan pengabdian difokuskan kepada masyarakat Dusun Kalangan yang bermata pencaharian sebagai pemandu wisata di Desa Pulau Pahawang, dengan harapan agar dapat menjadi agen penyebarluasan informasi edukasi yang telah disampaikan tim pengabdian. Tujuan Kegiatan Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat Dusun Kalangan Desa Pulau Pahawang terkait . nilai penting ekosistem terumbu karang, . jenis-jenis terumbu karang, . faktor-faktor penyebab kerusakan terumbu karang . upaya konservasi & rehabilitasi terumbu karang, . teknik transplantasi terumbu Diharapkan kegiatan ini dapat memberi manfaat untuk meningkatkan partisipasi masyarakat desa Pulau Pahawang dalam pengawasan ekosistem terumbu karang Pulau Pahawang sehingga masyarakat secara mandiri dapat menentukan apakah aktivitas manusia yang dilakukan dapat berdampak negatif pada ekosistem terumbu karang, dapat menetapkan langkah dan upaya pencegahan kerusakan terumbu karang hingga dapat merancang upaya rehabilitasi terumbu karang yang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Dengan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga, melestarikan terumbu karang dapat menyediakan ekosistem terumbu karang yang lestari dan dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih panjang. Solusi dan Target Luaran Permasalahan kurangnya kepedulian masyarakat Desa Pulau Pahawang terhadap upaya konservasi dan rehabilitasi ekosistem terumbu karang dapat diupayakan dengan . pendampingan transplantasi sebagai upaya konservasi dan rehabilitasi serta . pendampingan monitoring transplantasi terumbu karang. Edukasi disampaikan dengan memberikan materi terkait nilai ekonomi terumbu karang, jenis-jenis terumbu karang, faktor penyebab kerusakan terumbu karang, upaya konservasi & rehabilitasi terumbu karang, dan teknik transplantasi terumbu karang. Pendampingan transplantasi dilakukan dengan pelibatan perwakilan peserta dan pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang untuk membuat rangka transplantasi, pemilihan bibit transplantasi, penempalan bibit transplantasi pada rangka hingga memasangan transplantasi di wilayah yang rusak sedangkan pendampingan monitoring dengan pelibatan pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang untuk memantau transplantasi yang telah dipasang sebelumnya, monitoring ini bertujuan untuk memantau presentase keberhasilan transplantasi dan kendala yang dihadapi. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. METODE PELAKSANAAN Lokasi dan Mitra Kegiatan pengabdian ini akan dilaksanakan di Dusun Kalangan. Desa Pulau Pahawang. Kabupaten Pesawaran dengan melibatkan Kepala Desa Pulau Pahawang beserta aparat desa, masyarakat Dusun Kalangan Desa Pulau Pahawang, pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang. Pendekatan Pelaksanaan Kegiatan Penguatan peran masyarakat dalam kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan action learning dengan beberapa tahapan : . Survei, tahapan dimana tim pengabdian didampingi oleh perangkat desa mengidentifikasi wilayah/titik ekosistem terumbu karang yang rusak yang dapat dijadikan lokasi tranplantasi. Mengidentifikasi jenis-jenis terumbu karang di lokasi tersebut dan tim pengabdian juga melakukan studi literatur tambahan terkait jenis dan Kelimpahan terumbu karang di wilayah perairan Desa Pulau Pahawang, . Koordinasi, tahapan dimana tim pengabdian melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Pulau Pahawang dan Kepala Dusun Kalangan terkait lokasi dan teknis pelaksanaan pengabdian, . Sosialisasi & Edukasi, tahapan dimana tahapan dimana tim pengabdian unggulan menyampaikan materi kepada perangkat desa, perwakilan masyarakat dan pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang terkait . nilai penting ekosistem terumbu karang . jenis-jenis terumbu karang di Pulau Pahawang . faktor penyebab kerusakan terumbu karang . upaya konservasi & rehabilitasi terumbu karang Pulau Pahawang dan . teknik transplantasi terumbu karang, . Diskusi, tahapan dimana peserta pengabdian berdiskusi dengan tim pengabdian terkait materi yang diberikan dan situasi di Lapangan terkini . Praktik, tahapan pembuatan rangka transplantasi berbentuk web spider, pemilihan bibit terumbu karang, pemasangan rangka transplantasi bersama pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang dan . Monitoring, tahapan tim pengabdian bersama pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang melakukan pemantauan transplantasi yang telah dilakukan . Gambar 1. Alur Pelaksanaan Pengabdian HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Kegiatan Kegiatan pengabdian dilakukan di Dusun Kalangan. Desa Pulau Pahawang. Kecamatan Punduh Pidada. Kabupaten Pesawaran. Secara administratif Desa Pulau Pahawang memiliki batas-batas wilayah yaitu sebelah Utara. Timur dan Selatan berbatasan dengan Teluk Lampung sedangkan sebelah Barat berbatasan dengan Kampung Bebangak. Pahawang merupakan pulau yang terletak di kawasan Teluk Lampung yang berada di Kecamatan Punduh Pidada Kabupaten Pesawaran. Berdasarkan data statistik 2012 luas Pulau Pahawang adalah sebesar 10,20 km2 atau 1020 ha. Secara geografis berada pada 5A41Ao53Ay-5A39Ao02 dan 105A11Ao44-105A14Ao59BT (Hakim et al. , 2. Pulau Pahawang merupakan kawasan pesisir, terdiri dari laut, pantai, rawa, daratan dan daerah perbukitan, serta termasuk bagian pulau-pulau kecil yang ada di kawasan Teluk Lampung Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. Desa Pulau Pahawang terletak pada ketinggian 10 m dari permukaan laut. Topografi daerahnya adalah landai dan berbukit, dengan suhu udara rata-rata 28,5 Ae 32,0 AC. Pulau Pahawang terbagi menjadi 6 dusun yaitu Dusun Suah Buah. Dusun Penggetahan. Dusun Jeralanga. Dusun Kalangan. Dusun Pahawang dan Dusun Cukuh Nyai dengan potensi geografis yang terdapat di wilayah darat maupun lautnya, sebagian besar ekosistem daratan merupakan hutan, di daerah pantai terdapat hutan mangrove yang relatif masih baik. Di beberapa kawasan terdapat pantai landai, berpasir ataupun berlumpur. Perbedaan ketinggian permukaan air saat pasang dan surut relatif rendah. Pulau pahawang memiliki potensi di bidang pertanian, perikanan, dan pariwisata Mitra Kegiatan Mitra kegiatan dalam pengabdian ini adalah Kepala Desa Pulau Pahawang. Kepala Dusun Kalangan, masyarakat Dusun Kalangan yang memiliki mata pencaharian sebagai pemandu wisata serta pemuda konservasi terumbu karang Desa Pulau Pahawang. Pelaksanaan Pengabdian Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di Dusun Kalangan. Desa Pulau dengan peserta kegiatan kepala Desa, aparat Desa, dan masyarakat Dukun Kalangan yang berprofesi sebagai pemandu wisata. Kegiatan pengabdian diawali dengan memberikan quisioner post test kepada peserta yang terdiri dari lima pertanyaan yang mencakup terkait pengetahuan transplantasi terumbu karang di Dusun Kalangan, dilanjutkan dengan sesi materi oleh tim pengabdian, sesi post test dan sesi praktik transplantasi terumbu karang Hasil pretest dan posttest (Tabel . Materi yang disampaikan kepada peserta kegiatan meliputi : manfaat transplantasi terumbu karang, metode-metode transplantasi, metode transplantasi dengan jaring & rangka, teknik transplantasi yang baik dan benar . embuatan media transplantasi, pemilihan bibit transplantasi, syarat bibit transplantasi dan tahapan pemasangan transplantas. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. Gambar 2. Penyampaian Materi Edukasi Rehabilitasi dan Konservasi Ekosistem Terumbu Karang . Penyampaian Materi oleh Tim Pengabdian. Peserta Pengabdian Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dimana . kepala Desa menyampaikan bahwasanya kegiatan transplantasi terumbu karang sejak 2017 telah digalakkan di Desa Pulau Pahawang, namun masih kurangnya monitoring berkelanjutan oleh pihak penyelenggara transplantasi dan monitoring dilakukan mandiri oleh masyarakat peduli terumbu karang Desa Pulau Pahawang secara mandiri. Hal ini menjadi salah satu penyebab minimnya keberhasilan dalam kegiatan transplantasi di Desa Pulau Pahawang, sehingga masyarakat Desa Pulau Pahawang memerlukan pendampingan monitoring oleh akademisi ataupun pihak lainnya. Bp. Rizal . emandu wisata dan pemilik usaha Dusun Kalanga. bertanya bagaimana panduan wisata terumbu karang yang baik, yang tidak menyebabkan kerusakan pada ekosistem terumbu karang serta panduan tersebut diharapkan dapat disosialisasikan kepada pemandu wisata Desa Pulau Pahawang dan wisatawan Desa Pulau Pahawang . Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. Gambar 3. Sesi Diskusi dengan Peserta Pengabdian . Kepala Desa Pulau Pahawang. Pemandu Wisata Desa Pulau Pahawang Tabel 1. Hasil Pretest dan Posttest Pengabdian Pertanyaan/Indikator Pemahaman fungsi/manfaat terumbu Pemahaman transplantasi terumbu karang Pemamahan manfaat transplantasi terumbu karang dalam perbaikan ekosistem terumbu karang Frekuensi pelaksanaan kegiatan terumbu karang Pemahaman tentang jenis terumbu karang yang dapat dijadikan bibit dalam kegiatan transplantasi terumbu karang Pretest 24% peserta telah memahami fungsi/manfaat terumbu karang 75% belum memahami fungsi/manfaat terumbu 85% peserta telah memahami arti/makna transplantasi terumbu 15% peserta belum memahami arti/makna transplantasi terumbu 85% peserta telah memahami transplantasi terumbu berperan penting dalam perbaikan ekosistem terumbu karang 15% peserta belum memahami transplantasi terumbu berperan penting dalam perbaikan ekosistem terumbu karang 1x/bulan : 30% 1-3x/3 bulan : 30% 1-3/ 6bulan : 35% 1x/tahun : 5% 85% peserta telah memahami jenis terumbu karang yang dapat digunakan sebagai bibit transplantasi terumbu Open access article under the CCAeBY-SA license. Postest 100% peserta telah memahami fungsi/manfaat terumbu karang 100% peserta telah memahami arti/makna transplantasi terumbu 100% peserta telah memahami transplantasi terumbu berperan penting dalam perbaikan ekosistem terumbu karang 1x/bulan : 20% 1-3x/3 bulan : 35% 1-3/ 6bulan : 20% 1x/tahun : 25% 100% peserta telah memahami jenis terumbu karang yang dapat digunakan sebagai bibit transplantasi terumbu Copy rightA 2026. Lahayi et al. No Pertanyaan/Indikator Pretest karang di Desa Pulau Pahawang Postest karang di Desa Pulau Pahawang 15% peserta belum memahami jenis terumbu karang yang dapat digunakan sebagai bibit transplantasi terumbu karang di Desa Pulau Pahawang Rekomendasi materi/tema untuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dibutuhkan oleh Tidak ditanyakan Bidang Konservasi Terumbu Karang : 45% Bidang Peternakan : 10% Bidang pariwisata : 5% Tanpa saran : 40% Kegiatan pengabdian dilanjutkan praktik transplantasi yaitu penempelan bibit terumbu karang pada rangka transplantasi dan pemasangan rangka ke lokasi transplantasi, praktik pemasangan rangka ke lokasi transplantasi melibatkan partisipasi masyarakat peduli terumbu karang Desa Pulau Pahawang (Bp. Ary. Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. Gambar 4. Praktik Transplantasi Terumbu Karang . Pemilihan bibit transplantasi. Pemasangan bibit transplantasi pada rangka web spider. Pemasangan web spider di Perairan Pulau Pahawang Monitoring Pengabdian Pada minggu ke 7 setelah pemasangan tranplantasi dilaksanakan monitoring tranplantasi terumbu karang dengan melakukan pengecekan posisi rangka transplantasi dan perhitungan jumlah bibit yang masih menempel pada rangka transplantasi serta mewawancari kepala desa untuk mengetahui kondisi arus, ombak, angin yang sekiranya dapat mengakibatkan kerusakan terhadap transplantasi yang telah dilaksanakan. Hasil monitoring mendapatkan survival rate bibit transplantasi mencapai 91,3%, rangka spider web tetap pada posisi awal pemasangan dan mulai terlihat pertumbuhan pada masingmasing bibit . Gambar 5. Monitoring Transplantasi Terumbu Karang KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Dari hasil kegiatan Pengabdian ini dapat disimpulkan bahwa Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan diikuti dengan partisipasi dan respon yang positif dari masyarakat Dusun Kalangan terutama yang berprofesi sebagai pemandu wisata. Masyarakat Dusun Kalangan juga telah memiliki pengetahuan dan kesadaran yang cukup baik dalam rehabilitasi dan konservasi terumbu karang di Desa Pulau Pahawang. Saran Open access article under the CCAeBY-SA license. Copy rightA 2026. Lahayi et al. Sesuai dengan saran dari masyarakat pada sesi diskusi dan di lapangan, masyarakat dusun kalangan membutuhkan kegiatan pengabdian terkait : . Monitoring pelaksanaan transplantasi terumbu karang. Pelaporan kegiatan dan monitoring. Edukasi wisatawan terkait wisata bahari yang ramah lingkungan. Edukasi dan pelatihan ternak kambing. UCAPAN TERIMA KASIH Tim penulis mengucapkan terima kasih Universitas Lampung atas pendanaan kegiatan pengabdian melalui pendanaan hibah BLU Unila No. 832/UN26. 21/PM/2025. LPPM Unila, aparat Desa Pulau Pahawang. Masyarakat Dusun kalangan, pemuda konservasi terumbu Karang Desa Pulau Pahawang dan pihak yang telah terlibat secara langsung dalam pelaksanaan pengabdian, juga kepada Alifia Adibilia Nurhalisa. Meilani Eka Saputri. Arsyah Poetra Lasmono. Muhammad Raffid Ramadhan, dan Mochammad Rafli Ginanjar sebagai mahasiswa tim teknis pengabdian. DAFTAR PUSTAKA