The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 Peningkatan Self Management Penyakit Gasritis Melalui Gastroeduweb Pada Remaja Nian Afrian Nuari1. Dhina Widayati*1 Program Studi Sarjana Keperawatan. STIKES Karya Husada Kediri. Kediri 64225. Indonesia *Penulis Korespondensi: Dhina Widayati. Email: budinawida@gmail. Diterima: 27 Agustus 2021 | Disetujui: 09 Desember 2021 | Dipublikasikan: 30 Desember 2021 Abstrak Latar Belakang dan Tujuan: Gastritis merupakan salah satu jenis keluhan sistem pencernaan yang sering dialami remaja dengan tingkat kekambuhan yang Angka kejadian kekambuhan penyakit gastritis pada remaja cenderung meningkat karena kurangnya self management yang kurang optimal. Media penyampaian edukasi kesehatan berbasis web yang dikemas dalam bentuk GASTROEDUWEB pada sasaran remaja dapat menjadi solusi alternatif dalam meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimen dengan dua variabel yakni GASTROEDUWEB . ariabel independen. dan self management gastritis . ariabel dependen. Besar sampel sejumlah 40 remaja SMA yang diperoleh melalui purposive sampling. Data self management diukur menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan wilcoxon sign rank test pada 0,05. Hasil: Self management gastritis pada sebagian responden sebelum pemberian GASTROEDUWEB dalam kategori kurang dan setelah pemberian intervensi terjadi peningkatan, yakni hampir seluruh responden dalam kategori cukup. Nilai p value = 0,001, menunjukkan terdapat pengaruh pemberian GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja. Simpulan dan Implikasi: GASTROEDUWEB dapat meningkatkan self management gastritis pada remaja. Penyampaian informasi yang dikemas melalui media berbasis web dapat meningkatkan motivasi remaja untuk memperoleh informasi berkaitan dengan manajemen gastritis. Desain yang menarik dan juga dapat diakses melalui gadget di manapun dan kapanpun dari media ini juga dapat meningkatkan pengetahuan remaja sehingga dapat melakukan self management gastritits untuk mencegah kekambuhan penyakit ini. GASTROEDUWEB dapat digunakan sebagai salah satu media penyampaaian edukasi kesehatan terutama pada sasaran remaja. Kata Kunci: Gastritis. GASTROEDUWEB. Remaja. Self Management Sitasi: Nuari. A & Widayati. Peningkatan self management penyakit gasritis melalui gastroeduweb pada remaja. The Indonesian Journal of Health Science. , 141-151. DOI: 32528/ijhs. Copyright: A2021 Nuari, et. This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-NonCommercial 4. 0 International License, which permits unrestricted use, distribution, and reproduction in any medium, provided the original author and source are credited. Diterbitkan Oleh: Universitas Muhammadiyah Jember ISSN (Prin. : 2087-5053 ISSN (Onlin. : 2476-9614 DOI: 10. 32528/ijhs. The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 Abstract Background and Aim: Gastritis is one type of digestive system complaints that are often experienced by adolescents with a high recurrence rate. The incidence of recurrence of gastritis in adolescents tends to increase due to the lack of selfmanagement that is less than optimal. Media for delivering web-based health education packaged in the form of GASTROEDUWEB to target adolescents can be an alternative solution in increasing knowledge. This study aims to determine the effect of GASTROEDUWEB on self-management of gastritis in adolescents. Methods: Pre experiment design with a one group pre-post design approach became the design in this study. The variables in this study were GASTROEDUWEB . ndependent variabl. and self management gastritis . ependent variabl. The sample size were 40 student of senior hig school obtained by purposive sampling. Self-management data was measured using a questionnaire and analyzed using the Wilcoxon sign rank test at 0. Results: Some respondents had gastritis self-management before the intervention in the less category and after the intervention there was an increase, almost all of respondents were in the sufficient category. P value = 0. 001 from the wilcoxon signed rank test, indicating that there is an effect of giving GASTROEDUWEB on self-management of gastritis in adolescents. Conclusion: GASTROEDUWEB can improve self-management of gastritis in Submission of information packaged through web-based media can increase the motivation of adolescents to obtain information related to gastritis An attractive design can also be accessed through gadgets anywhere and anytime from this media can also increase adolescent knowledge so that they can do self-management of gastritis to prevent recurrence of this This research is expected to be one of the alternative media for delivering health education, especially to adolesence. Keywords: Adolesence. Gastritis. GASTROEDUWEB. Self Management PENDAHULUAN Gastritis merupakan salah satu gangguan pada sistem pencernaan yang dapat bersifat kronik dan dapat diderita oleh berbagai rentang usia tidak terkecuali remaja (Nuari, 2. Pada terutama untuk penyakit yang bersifat kronik diperlukan self management untuk mencegah dan meminimalkan Self merupakan suatu perilaku yang menekankan pada peran dan tanggung jawab individu dalam pengelolaan penyakitnya sendiri (G. Kisokanth. Keterlibatan individu secara aktif dalam mempertahankan dan DOI: 10. 32528/ijhs. pengambilan keputusan mengadakan relasi dengan beberapa pihak terkait yang permasalahan yang dialami dalam mempertahankan kesehatan melalui pengetahuan yang baik sehingga merasa mampu dan mempunyai rasa kesehatanya (Kusnanto. Sundari. Asmoro, & Arifin, 2. Self-management pada remaja erat kaitannya dengan pengalaman dalam menghadapi suatu penyakit atau The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 kesehatannya (Lynn, 2. Selfmanagement memungkinkan remaja keterampilan dalam memecahkan masalah, meningkatkan keyakinan . elf-effcac. dan juga pengetahuan (Perkeni, 2. Remaja dengan penyakit gastritis dapat melakukan pengelolaan penyakitnya secara mandiri dengan menerapkan perilaku hidup sehat yakni: menjaga pola makan, melaksanakan aktiftas fisik dengan berolahraga yang cukup dan tidak merokok. Hal ini dapat mengurangi dampak penyakit yang dideritanya (D Widayati, 2. Berdasarkan kriteria waktu, penyakit gastritis yang ditandai dengan keluhan utama rasa nyeri pada bagian perut bawah sebelah kiri dapat terjadi secara tiba-tiba, yang biasanya kita kenal dengan gastritis akut atau dapat pula terjadi dalam kurun waktu lama bertahap yang kita kenal dengan gastritis kronis (LeMone. Burke. Bauldff, 2. Mayoritas kondisi kerusakan lambung pada penderita kasus gastritis tidak terjadi secara permanen, akan tetapi nyeri pada bagian lambung yang diakibatkan oleh adanya iritasi pada mukosa lambung seringkali dirasakan secara dan respon yang ditunjukkan oleh penderita tersebut adalah nyeri hebat pada area ulu hati (Ehrlich, 2. Apabila penyakit gastritis tidak mendapat penanganan yang baik maka dapat menimbulkan perdarahan dan luka pada bagian lambung yang biasanya dialami oleh penderita gastritis kronis (Made. Kejadian penyakit gastritis di Indonesia cukup tinggi dengan 396 (Budiana dalam DOI: 10. 32528/ijhs. Syamsu, 2. Pada tahun 2016, 116 kasus gastritis di Jawa Timur atau mencapai 44,5% (Dinkes Jatim, 2. Berdasarkan dari data Dinas Kesehatan Kota Nganjuk, jumlah penderita penyakit gastritis pada tahun 2017 sebesar 35. 487 orang (Dinkes Nganjuk, 2. Penyakit gastritis dapat dialami oleh berbagai tingkatan usia, tidak terkecuali pada remaja yang disebabkan oleh pola makan yang kurang teratur akibat (Susilowati & Hasan. Hariri, 2. Data studi pendahuluan pada bulan Februari 2021 di SMA Negeri 3 Nganjuk terhadap 10 siswa didapatkan 40% siswa-siswi memiliki riwayat gastritis dan 70% diantaranya belum dengan baik. Berdasarkan wawancara mempunyai riwayat makanan pedas, minuman bersoda dan kopi, serta mempunyai pola makan tidak teratur. Aktivitas harian dan tugas sekolah yang padat pola makan tidak teratur, selain itu tugas sekolah yang banyak juga seringkali berdampak pada aspek psikologis, yakni stres. Salah upaya yang dapat pengelolaan gastritis secara mandiri dapat dilakukan melalui edukasi dengan pendekatan berbasis web. Intervensi ini sejalan dengan situasi pandemi covid 19 yang saat ini masih dialami oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Edukasi berbasis website dapat mengurangi karena edukasi bisa dilakukan dari rumah lewat media handphone. Remaja lebih tertarik membaca dan belajar melalui handphone. Informasi dimanapun dan kapanpun oleh remaja The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 sehingga mereka lebih mengerti tentang informasi yang mereka butuhkan terkait pengelolaan gastritis. Pada era modern seperti ini internet masyarakat sehingga informasi lebih cepat didapatkan dari internet. Penelitian yang dilakukan oleh (Eka Novitayanti. SMA menunjukkan hasil sebagian besar siswa mengabaikan pola makan yang terarur sebagai upaya pencegahan penyakit gastritis. Self-management dilakukan oleh remaja dalam upaya kekambuhan gastritis. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan baik manakala pengetahuan yang baik tentang kekambuhan gastritis. Upaya pengelolaan dan pencegahan gastritis secara mandiri dapat diberikan melalui edukasi berbasis website yang GASTROEDUWEB informasi mengenai gastritis dan Penyampaian informasi dengan website ini sangat tepat karena sekarang hampir semua orang memiliki media elektronik. Penelitian GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimen dan melibatkan sejumlah 40 remaja SMA sebagai responden yang diperoleh melalui purposive sampling. Terdapat dua Variabel dalam penelitian ini yakni GASTROEDUWEB sebagai variabel independen dan self management gastritis sebagai variabel dependennya. Kriteria inklusi dalam penelitian ini DOI: 10. 32528/ijhs. yakni: Remaja kelas XI yang memiliki riwayat gastritis dan berusia 15 tahun - 18 tahun, sedangkan kriteria eksklusinya adalah remaja XI yang memiliki riwayat gastritis dan memiliki riwayat sakit tipoid, desminore dan diare. Intervensi GASTROEDUWEB diberikan 2 kali dalam seminggu selama 30 menit. Responden diberikan link untuk membuka web dan pada pertemuan sebelumnya telah dijelaskan untuk proses membuka web dan waktu membaca web tersebut. Proses koordinasi dilakukan melalui grup Materi GASTROEDUWEB berisi tentang konsep gastritis yang terdiri dari: definisi, etiologi, faktor risiko, faktor pemicu kekambuhan, dan cara yang dilakukan agar gastritis tidak gambuh. Data self management gasrtitis pre dan post diukur menggunakan kuesioner. Kuesioner tersebut memuat komponen mengenai: pola makan, pemakaian obat-obatan, manajemen stress dan aktivitas . Selanjutnya data tersebut dianalisis dengan uji wilcoxon Sign Rank Test dengan tingkat kepercayaan 0,05. Penelitian dilakukan pada bulan April 2021 selama 1 bulan dan telah dinyatakan laik etik dengan No. 242/EC/LPPM/STIKES/KH/i/202. HASIL PENELITIAN Berdasarkan tabel 1 tentang karakteristik responden didapatkan data: mayoritas responden . ,5%) berusia 17 tahun, sebagian besar responden . ,5%) berjenis kelamin perempuan, sebagian besar responden . ,5%) dengan riwayat pola makan teratur, sebagian besar responden . 0%) tidak olahraga, dan mayoritas responden . 0 %) telah menderita gastritis < 6 The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 Tabel. 1 Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Usia. Jenis kelamin. Pola makan. Kebiasaan Olah raga dan lama menderita gastritis Karakteristik Responden Frekuensi Prosentase (%) 16 Tahun 17 Tahun 18 Tahun Laki - Laki Jenis Kelamin Perempuan Teratur . x Pola Makan Tidak Teratur Sering Olahraga Kebiasaan Tidak Pernah Olahraga Olahraga Lama Menderita < 6 Bulan > 6 Bulan Gastritis Usia Tabel. 2 Self Management Gastritis GASTROEDUWEB Kriteria Self Management Frekuensi Gastritis Sebelum Intervensi Kurang Cukup Baik Total Berdasarkan Tabel 2 didapatkan data self management gastritis pada sebagian responden . ,5%) sebelum diberikan GASTROEDUWEB dalam kategori kurang. Setelah pemberian Pada Remaja Sebelum Pemberian Kriteria Self Management Frekuensi Gastritis Setelah Intervensi Kurang Cukup Baik Total Sebelum dan Setelah Intervensi GASTROEDUWEB Sebelum Sesudah Tabel 3 menunjukkan bahwa self management sebagian responden sebelum pemberian intervensi dalam kategori kurang dan setelah pemberian DOI: 10. 32528/ijhs. GASTROEDUWEB hampir seluruh responden . 5%) memiliki self management gastritis dalam kategori Tabel. 3 Self Managmement Gastritis Pada Remaja pemberian GASTROEDUWEB Kriteria Self Management Gastritis Kurang Cukup Baik Value 0,0001 intervensi hampir seluruh responden dalam kategori cukup. Berdasarkan hasil p value . dalam uji statistik tersebut dengan 0,05 dapat The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 Intervensi GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja. PEMBAHASAN Hasil penelitian didapatkan bahwa self management gastritis pada GASRTOEDUWEB didapatkan lebih dari setengah . ,5%) responden memiliki self management gastritis dalam kriteria kurang dan terdapat hampir setengah . ,5%) responden memiliki self management gastritis dalam kategori cukup. Faktor- faktor yang mempengaruhi self mangement gastritis yaitu usia, jenis kelamin, kesehatan, dan pengetahuan. Data umum yang berhubungan dalam hasil penelitian diantaranya: usia, jenis kelamin, pola makan, aktivitas dan lama menderita penyakit. Pola hidup sehat merupakan upaya seorang individu untuk meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatannya (Notoatmojo, 2. Namun pada kenyataannya, masih terdapat individu pentingnya pola hidup sehat. Data umum responden pada karakteristik usia didapatkan hampir seluruh . ,5%) responden berusia 17 tahun dan sebagian kecil . ,5%) responden berusia 16 tahun. Usia berkorelasi dengan pola pikir dan daya analisis seseorang. Seiring dengan pertambahan usia, berkembang pula pola pikir dan daya analisisnya dalam memikirkan apa yang baik dan apa yang tidak baik untuk kesehatannya. Pada rentang usia remaja awal, sesuai dengan tahap tumbuh kembangnya maka remaja lebih mempunyai rasa ingin tahu yang semakin tinggi (Notoatmojo, 2. DOI: 10. 32528/ijhs. Pada masa ini terjadi beberapa perubahan, yakni perubahan fisik, emosi dan sosial. Pada perkembangan emosi, tahap remaja emosinya masih labil sehingga seringkali berdampak pada stres psikologis yang dalam kaitannya dengan penyakit gastritis, dapat menjadi salah satu pemicunya (Hasmarlin & Hirmaningsih, 2. Perubahan ini juga diperkuat dengan makin derasnya arus globalisasi (Kemenkes RI, 2. Hasil studi ini sejalan dengan studi yang dilakukan oleh (Kurnia Gustin, 2. di Puskesmas Gulai Bancah Kota Bukit Tinggi yang menunjukkan prevalensi kejadian gastritis lebih tinggi pada responden kelompok usia remaja dan dewasa muda daripada kelompok usia Selanjutnya dari segi jenis kelamin didapatkan sebagian besar . ,5%) responden berjenis kelamin Hal ini menyatakan bahwa kejadian gastritis lebih banyak dialami oleh kelompok perempuan. Pernyataan yang dapat menjelaskan hal ini adalah bahwa pada perempuan sering melakukan pola diet yang masih keliru dengan berorientasi pada kuantitas namun tidak memperhatikan kualitas makanan yang nutrisinya sangat dibutuhkan oleh tubuh, merasa takut gemuk . ila berat badannya bertabah sedikit langsung stres dan pola makan tidak teratur bahkan cenderung memilih untuk tidak makan yang dapat mengganu kesehtaan pencernaan dalam hal ini lambung. Perempuan juga sering melibatkan perasaan daripada logika, sehingga seringkali merasa stres dan juga lebih emosional bila dibandingkan dengan (Hasmarlin Hirmaningsih, 2. Hasil studi ini juga sejalan dengan penelitian (Sunarmi, 2. yang meneliti faktor risiko yang berhubungan dengan The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 gastritis, dan didapatkan hasil bahwa responden perempuan 3,059 kali lebih tinggi berisiko menderita gastritis dibanding laki-laki. Oleh karena itu, perempuan harus memiliki self management gastritis yang baik, agar kekambuhan ulang gastritis bisa Hasil penelitian didapatkan bahwa self management gastritis pada GASTROEDUWEB hampir seluruh . ,5%) responden memiliki self management gastritis kriteria cukup dan sebagian kecil . ,5%) responden memiliki kriteria Data umum responden pada menunjukkan sebagian besar . ,5%) responden mempunyai pola makan tidak teratur dan kurang dari setengah . ,5%) responden memiliki pola makan teratur . x sehar. Menurut penelitian (Arikah & Muniroh, 2. , salah satu yang memicu kasus gastritis adalah ketidakteraturan pola makan, kebiasaan frekuensi makan yang tidak teratur dapat meningkatkan sensitivita Ketidakteraruran makan membuat lambung sulit beradaptasi dan apabila terjadi dalam meningkatkan produksi asam lambung (Dhina Widayati. Ariningsih, & Taukhid, 2. Produksi asam lambung yang berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada lapisan dinding lambung dan konsisi inilah Lambung secara fisiologis menjadi produsen asam lambung dengan produksi asam lambung dalam jumlah kecil yang biasanya terjadi 4-6 jam setelah makan (Bruner & Suddart. Pada kondisi lapar di mana kadar glukosa dalam darah telah terpakai untuk aktivitas, lambung akan memproduksi asam lambung DOI: 10. 32528/ijhs. (Dhina Widayati & Nuari, 2. Produksi asam lambung ini akan semakin berlebih manakala seseorang telat makan dalam kurun waktu 2-3 jam dari waktu kebiasaan harian (Guyton. Hall, 2. Kondisi lambung mengalami iritasi dengan respon klinik yang ditunjukkan oleh individu tersebut adalah adanya nyeri hebat di area ulu hati (Susilowati & Hasan. Hariri, 2. Studi yang dilakukan oleh (Merita. Sapitri, & Sukandar, 2. menunjukkan adanya korelasi antara ketepatan waktu makan dengan tingkat stress pada mahasiswa yang menderita gastritis. Faktor pola makan yang dimiliki responden secara tidak langsung juga memberikan dampak pada self management gastritis, kebanyakan dari mereka tidak memperhatikan jenis makanan, frekuensi makanan, dan jumlah makanan. Sehingga mereka memiliki kesadaran yang management gastritis. Selanjutnya dari segi kebiasaan olahraga didapatkan sebagian besar . ,0%) responden tidak pernah olahraga dan kurang dari setengah . responden sering olahraga. Olahraga atau aktivitas fisik yang indurance dapat menstimulasi kerja beberapa otot di dalam tubuh kita, yakni otot jantung, pernafasan dan juga usus. Stimulasi pada otot di membantu tubuh dalam mempercepat pengeluaran limbah makanan hasil Akan tetapi olahraga dalam durasi yang terlalu lama juga dapat meningkatkan produksi asam lambung dan memicu terjadinya penyakit gastritis yang ditandai dengan keluhan mayor berupa nyeri pada ulu hati dan mual (Supriyanto. Kondisi ini dapat karena The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 memproduksi asam lambung yang berperan dalam membantu proses pencernaan makanan. Ketika dalam kondisi tidur, walaupun tidak ada makanan yang harus di metabolisme, lambung tetap memproduksi asam (LeMone. Burke. Bauldff. Seperti hasil penelitian yang (Supriyanto, 2. menunjukkan adanya korelasi antara rutinitas olahraga dengan kejadian Sebagaimana olahraga ini tentu saja mereka lebih kekambuhan ulang gastritis dan membuat mereka terpacu untuk meningkatkan pengelolaan gastritis secara mandiri atau self management karena mereka sadar bahwa mereka tidak ingin mengalami kekambuhan gastritisnya kembali. Selanjutnya dari segi lama sebagian besar . ,0%) responden lama menderita gastritis < 6 bulan dan . ,0%) responden lama menderita gastritis > 5 bulan. Teori perilaku sakit oleh Mechanics apabila seorang individu sering merasakan adanya gangguan dalam kecenderungan untuk berperilaku dengan lebih memperhatikan gejala yang dialami dan akan berusaha mencari pertolongan untuk mengatasi masalah kesehtaan yang dialminya (Notoatmojo, 2. Hasil penelitian terkait lama terdiagnosis gastritis menunjukan bahwa sebagian besar responden mengalami gastritis akut. Sehingga dibutuhkan self mangement gastritis yang baik agar tidak kambuh DOI: 10. 32528/ijhs. Hasil pengolahan data self management pre dan post pemberian GASTROEDUWEB wilcoxon didapatkan nilai p-value = 0,001 dengan tingkat kemaknaan 0,05 menunjukan terdapat pengaruh GASTROEDUWEB terhadap self management gastritis pada remaja. Berdasarkan perubahan nilai mean pre = 12,42, post = 23,05 juga menunjukkan terjadi peningkatan self Sebagian responden . ,5%) memiliki Self GASTROEDUWEB dalam kategori kurang dan setelah pemberian intervensi didapatkan hampir seluruh . ,5%) responden memiliki self management gastritis dalam kategori Self management yang dimiliki oleh para remaja dalam kaitannya dengan pengalaman penyakit dan masalah spesifik tentang kesehatan (Lynn. Self management dapat dilakukan remaja dengan baik untuk mendukung Remaja harus memiliki pengetahuan yang baik tentang gastritis sehingga dapat mengelola penyakitnya oleh dirinya sendiri, salah GASTROEDUWEB membentuk perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran remaja. Setelah GASTROEDUWEB peningkatan self management yang telah dihitung rata-rata nya yaitu obat-obatan, management aktivitas dan self management manajemen stress. The Indonesian Journal of Health Science Volume 13. No. Desember 2021 Penyampaian kesehatan berbasis website dilakukan dalam upaya untuk menambah pengetahuan dan kesadaran remaja untuk meningkatkan kesehatannya Jenis media dan metode penyampaian edukasi juga berkorelasi terhadap pemahaman responden. GASTROEDUWEB ini merupakan salah satu media pembelajaran yang interaktif, termasuk dalam e-learning dimana memugkinkan terjadinya komunikasi langsung antara peneliti dengan responden (Rusman, 2. Menurut (Daryanto, 2. pada media interaktif terdapat alat pengontrol sehingga dapat dipilih sesuai tujuan masing-masing dengan sistem layanan berbasis komputer atau handphone yang dapat menyajikan konten tidak hanya terbatas pada teks saja namun dapat dilengkapi dengan gambar maupun audio visual melalui video. Selain itu, pada sistem penyampaian informasi berbasis web ini dapat diakses dengan mudah, dimanapun dan kapanpun, lebih fleksible dari segi waktu yang dapat disesuakan dengan kesibukan masing masing individu (Andriani, 2. Pada penelitian yang dilakukan oleh (Lathifa & Mahmudiono, 2. menunjukkan adanya pengaruh media edukasi gizi berbasis web terhadap perilaku makan gizi seimbang remaja SMA Surabaya. Terdapat peningkatan pengetahuan . ,4%), sikap . ,3%) dan psikomotor . ,4%). Perilaku hidup sehat pada remaja sangat penting dalam menunjang pencegahan kekambuhan ulang gastritis, perilaku hidup sehat dapat diterapkan jika remaja memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang perilaku hidup sehat yang dapat diperoleh dari berbagai informasi salah satunya melalui GASTROEDUWEB sehingga informasi tentang perilaku hidup sehat DOI: 10. 32528/ijhs. yang didapatkan oleh responden dapat Hal tersebut diperjelas dengan hasil penelitian ini yang menunjukkan perbedaan tingkat self management sebelum dan sesudah intervensi, yakni dari kategori kurang menjadi cukup serta dari nilai p value hasil uji statistik yang menyatakan kurang dari nilai alfa yang ditentukan. Penyampaian informasi yang dikemas melalui media berbasis web dengan desain yang menarik dan mudah diakses dapat meningkatkan motivasi remaja untuk memperoleh informasi berkaitan dengan manajemen gastritis. SIMPULAN GASTROEDUWEB gastritis pada Strategi peningkatan self management tersebut dengan peningkatan pengetahuan remaja melalui GASTROEDUWEB kekambuhan gastritis. SARAN