Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 ANALISIS FAKTOR PRODUKSI. DAN PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH (Studi Kasus di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupan. (Production Factor Analysis, and Rice FieldAos Income (A Study at Keluarahan Oesao. Kecamatan Kupang Timur. Kabupaten Kupan. Oleh: Febriyani M. Harumbaha. Maximillian M. Kapa. Selfius P. Nainiti Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Nusa Cendana Alamat E-mail Korespondensi : megaharumbaha09@gmail. Diterima: 12 Juni 2023 Disetujui: 25 Juni 2023 ABSTRACT This study aims to determine the production, and income factors of rice farming in the Oesao village . East Kupang District. Kupang Regency. The determination of the research location was carried out purposively . urposive samplin. , namely in the Oesao Village. East Kupang District. Kupang Regency. The sample in the study were 38 rice farmers. The data analysis used was multiple linear regression analysis, revenue analyis, and income The results showed that the factor that significantly influenced the production of rice was land area, while the other four factors had no significant effect. Simultaneously all factors have a very significant effect on lowland rice production with a very significant value of 0,00<0,05. As well as 89% of the influence of land area, seeds, fertilized, pesticides and labor on lowland rice production can be explained by the variables in the model (LnY= 2,599 2,362LnX1- 0,320LnX2 0,072LnX3- 0,066LnX4- 0,029LnX. With an average income of paddy rice farming per respondent farmer of IDR 8. 256 per average land area of 72 acres in one growing season. Keywords: ricefield farm, production factor, income ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mendeterminasi produksi, dan pendapatan usahatani padi di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja . urposive samplin. yaitu di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani padi sawah sebanyak 38 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda, analisis penerimaan, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi sawah adalah luas lahan, sedangkan empat faktor lain tidak berpengaruh nyata. Secara simultan semua faktor berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi sawah dengan nilai sangat signifikan 0,00 < 0,05. Serta 89% besar pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah dapat diterangkan oleh variabel dalam model (LnY= 2,599 2,362LnX10,320LnX2 0,072LnX3- 0,066LnX4- 0,029LnX. Dengan rata-rata pendapatan usahatani padi sawah per petani responden sebesar Rp 8. 256 per rata-rata luas lahan 72 are dalam satu kali musim tanam. Kata Kunci: usahatani padi sawah, faktor produksi, pendapatan . PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara yang sumber daya alamnya berlimpah serta didukung oleh iklim yang bagus untuk perkembangan usaha pertanian. Indonesia juga cukup dikenal sebagai negara agraris dimana pembangunan dalam pertanian menjadi prioritas utama. Pertanian merupakan sektor utama perekonomian dari sebagian besar negara berkembang, di Indonesia sektor pertanian adalah sumber mata pencaharian penduduknya (Hidayah,2. Sejak awal, pembangunan sektor pertanian di Indonesia dianggap strategis. Hal ini disebakan karena wilayah daratan Indonesia yang sangat luas dan ditunjang oleh struktur geografis yang pembudidayaan berbagai komoditi pertanian (Anjani,2. Pembangunan pembangunan ekonomi dan masyarakat umum (Mosher,1. Secara umum pembangunan pertanian bukan hanya proses atau kegiatan menambah produksi pertanian melainkan sebuah proses yang menghasilkan perubahan sosial baik nilai, norma, perilaku dan lembaga, demi Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 143 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 masyarakat yang lebih baik (Soedarsono dalam Harten. Trifa 2. Optimasi produktivitas padi di lahan sawah merupakan salah satu peluang peningkatan produksi padi nasional. Belum optimalnya produktivitas padi sawah, dapat disebabkan oleh hal-hal berikut, . rendahnya efisiensi pemupukan. belum efektifnya pengendalian hama dan penyakit. penggunaan benih, pestisida, pupuk yang kurang bermutu, varietas yang dipilih kurang adaptif. sifat fisik tanah yang tidak optimal oleh Makarim et al, . dalam Wasirin . Menurut Kementerian Pertanian, produksi padi Nasional pada tahun 2020-2022 sebanyak 715 Ton, di tahun 2022 mengalami peningkatan luas panen sebesar 19,4% sehingga mempengaruhi hasil produksi. Produksi padi di Indonesia pada tahun 2020 dengan luas panen 274 ha, produksi sebanyak 54. ton dan produktivitas 51,28 ton/ha. Pada tahun 2021 dengan luas panen 10. 801 ha, produksi 294 ton . Dan pada tahun 2022 dari luas panen 10. 513 ha, produksi 219 juta Ton dan produktivitas 52,48 Ton/Ha (Sumber Badan Pusat Statistik. Produksi padi di Kabupaten Kupang tahun 2018 dengan luas panen 18. 497 ha, menghasilkan produksi sebanyak 70. 823 ton dengan produktivitas 3,83 ton/ha. Pada tahun 2019 mengalami penurunan hasil produksi dengan luas panen 18. 804 ha menghasilkan produksi sebanyak 61. 593 ton dengan produktivitas 3,28 ton/ha. Dan pada tahun 2020 dengan luas panen 14. 975 ha menghasilkan 086 ton dengan Produktivitas 3,56 ton/ha. Kabupaten Kupang dengan tingkat produksi padi sawah yang mengalami peningkatan setiap tahun, terdapat salah satu Kecamatan penghasil produksi padi sawah tertinggi yaitu Kecamatan Kupang Timur. Produksi padi pada Kecamatan Kupang Timur tahun 2021 dengan luas lahan 463 ha menghasilkan 18. 353 ton dengan produktivitas 5,3 ton/ha. Berdasarkan data di atas. Kelurahan Oesao merupakan salah satu Kelurahan yang berada di Kecamatan Kupang Timur. Kelurahan Oesao memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas khususnya dalam pengembangan tanaman padi sawah. Dengan melihat potensi lahan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 pertanian yang cukup luas di Kelurahan Oesao, peneliti ingin melakukan penelitian tentang Analisis Faktor Penentu Produksi Dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah Di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang. METODE PENELITIAN Waktu dan lokasi penelitian Penelitian ini telah dilaksanakan di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang pada bulan april tahun 2023. Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei, jenis data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara dengan responden berdasarkan daftar pertanyaan . yang telah disiapkan dan observasi lapangan. Data sekunder diperoleh dari intansi terkait seperti kantor kelurahan, badan pusat statistik dan Metode Analisis Data Data yang diperoleh dari lapangan ditabulasi, setelah itu dianalisis sesuai dengan tujuan penelitian sebagai berikut : Untuk menjawab tujuan pertama yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi produksi dan pendapatan usahatani padi sawah digunakan analisis regresi linear berganda dengan persamaan sebagai berikut : Faktor Yang Mempengaruhi Produksi LnY = a LnB1X1 LnB2X2 LnB3X3 Ln B4X4 LnB5X5 e Keterangan : = Variabel Dependen/terikat = Konstanta = Logaritma natural X1-X5 = Variabel Independen/bebas 1- 5 = Koefisien = error Dalam analisis ini yang menjadi variabel dependen (Y) adalah produksi padi sawah sedangkan variabel independen adalah (X. merupakan luas lahan yang digunakan petani responden untuk berusahatani padi sawah di lokasi penelitian. (X. adalah benih, varietas benih yang digunakan petani di lokasi penelitian adalah varietas membramo. (X. adalah pupuk. Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 144 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 3 jenis pupuk yang digunakan di lokasi penelitian yaitu pupuk Urea. Npk dan Tsp. (X. adalah pestisida, 3 jenis pestisida yang digunakan petani dilokasi penelitian yaitu Chlormite. Pestor dan Siperin. (X. adalah tenaga kerja, yang digunakan petani selama masa produksi padi sawah berlangsung. Dalam menganalisis regresi linear berganda digunakan bantuan aplikasi SPSS 25. Koefisien Determinasi (R. Uji koefisien determinasi (R. digunakan untuk mengukur besarnya sumbangan variabel independen terhadap variabel Besarnya koefisien determinasi (R. mempunyai nilai antara 0 sampai 1. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi (R. suatu regresi maka semakin kuat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilai koefisien determinasi (R. suatu regresi yang semakin kecil maka semakin lemah pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Umumnya nilai koefisien regresi ditulis dalam bentuk Dalam menganalisis koefisien determinasi digunakan bantuan aplikasi SPSS 25. Uji Simultan (Uji F) Uji F pada dasarnya menunjukkan bebas/independen . uas lahan, benih, pupuk, pestisida, tenaga kerj. yang dimasukkan dalam model mempunyai bersama-sama terhadap variabel Y . roduksi pad. Dalam menganalisis uji F digunakan bantuan aplikasi SPSS 25. Hipotesis Statistik : Jika nilai signifikan F < 0,05 maka H0 ditolak dan Ha Artinya semua variabel independen memiliki pengaruh variabel dependen. Jika nilai signifikan F > 0,05 maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya terhadap variabel dependen. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Uji Parsial (Uji . Uji t statistik menunjukan seberapa besar pengaruh satu variabel bebas . uas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerj. secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (Y) produksi padi. Dalam menganalisis uji t digunakan bantuan aplikasi SPSS Hipotesis Statistik : Bila nilai signifikansi t > 0,05, maka H0 diterima Ha ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel . Bila nilai signifikan t < 0,05, maka H0 ditolak Ha diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel Untuk menjawab tujuan kedua yaitu besar pendapatan usahatani padi sawah di Kelurahan Oesao Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang digunakan analisis sebagai berikut : Biaya Usahatani : Keterangan : TC = Total Cost ( biaya produks. FC = Fixed Cost ( biaya teta. VC = Variable Cost ( biaya variabe. Penerimaan Usahatani Padi: Keterangan : TR = Total Revenue ( total penerimaa. P = Price ( harga jual/k. Y = Jumlah produksi dalam periode . Pendapatan Usahatani Padi: Keterangan : Keterangan : Pd = Pendapatan padi sawah (Rp/petan. TR = Total Revenue Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 145 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Usahatani (Rp/petan. TC = Total Cost ( total biaya (Rp/petan. HASIL DAN PEMBAHASAN Usahatani Padi Sawah Dalam pengelolaan usahatani padi sawah meliputi beberapa tahap seperti persiapan lahan, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Persiapan Lahan dan Penyemaian Persiapan lahan yang dilakukan berupa pembersihan lahan dari rumput atau jerami, kemudian lahan diairi agar mudah untuk pengelolaan tanah. Setelah itu, lahan dibajak dan digaru dengan tujuan untuk meratakan gumpalan tanah. Selanjutnya dilakukan penyemaian, penyemaian benih direndam antara 12-24 jam lalu ditiriskan ditempat yang aman selama 24 jam, kemudian benih yang mulai berkecambah ditaburkan dengan 1-2 kg per 20 m2. Penanaman Jumlah bibit yang dipakai sebanyak 4/5 lubang tanam. Dengan jarak tanam 20x20 cm, bibit yang ditanam adalah bibit yang sudah berumur 25-30 hari setelah Pemeliharaan Pemeliharan yang dilakukan petani penyiangan gulma atau rumput liar, penyulaman dilakukan untuk mengganti tanaman padi sawah yang mati. Pemupukan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan unsur p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 hara pada tanaman. Serta dilakukan pengendalian hama dan penyakit yang menyerang tanaman padi sawah. Panen Pemanenan dilakukan dengan cara tanaman padi yang sudah siap dipanen dipotong dan dikumpulkan dalam satu tempat di atas wadah untuk siap dirontok. Pasca Panen Pasca pembersihan kotoran setelah perontokan padi dengan cara mengangin-anginkan gabah, dilanjutkan dengan pengeringan gabah selama 2-3 hari untuk mengurangi kadar air pada gabah, lalu kemudian dilanjutkan dengan penggilingan gabah. Analisis Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil analisis regresi mempengaruhi variabel dependen dapat dilihat pada tabel berikut : Uji Koefisien Determinasi ( R Squar. Uji ini digunakan untuk mengukur besarnya sumbangan variabel independen terhadap variabel dependen. Semakin tinggi nilai koefisien determinasi maka semakin kuat pengaruh variabel independen terhadap dependen begitupun sebaliknya. Hasil uji Koefisien Determinasi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel I. Hasil Perhitungan Koefisien Determinasi R Square Pada SPSS 25 Model Summary Model Square Adjusted Square ,943a ,890 Predictors : (Constan. ,LnX5,LnX4,LnX2,LnX3,LnX1 Std. Error of the Estimate ,873 ,21045 Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Tabel hasil perhitungan bantuan SPSS 25 di atas menunjukkan besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen adalah sebesar 89%. Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 146 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 artinya naik turun produksi padi sawah di pengaruhi oleh variabel independen . uas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerj. sebesar 89% dan sisanya 11% masih terdapat variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Uji F ( Uji Simulta. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Uji F untuk menunjukan apakah bebsa/independen mempumyai pengaruh secara bersamasama terikat/dependen. Hasil uji F dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel II. Hasil Perhitungan Uji F Pada SPSS 25 Anovaa Model Sum of Squares Mean Square Regression 11,456 2,291 Residual 1,417 ,044 Total 12,873 Sig. ,000b 51,732 Dependent Variable: LnY Predictors: (Constan. LnX5. LnX4. LnX2. LnX3. LnX1 Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Pada tabel hasil perhitungan di atas diperoleh hasil Fhitung sebesar 51,732 sedangkan F tabel sebesar 2,52. Ini berarti Fhitung lebih besar Ftabel maka dapat disimpulkan secara signifikan 0,00 < 0,05 sehingga hipotesis diterima. Dengan demikian semua variabel bebas . uas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerj. berpengaruh nyata secara bersama-sama terhadap variabel terikat . roduksi pad. Uji t (Uji Parsia. Uji menunjukan seberapa jauh pengaruh variabel independen secara individu terhadap variabel dependen. Dalam rumusan hipotesis diduga ada sekian faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi. Berdasarkan tabel data hasil perhitungan SPSS 25 analisis statistik secara individual untuk masingmasing faktor sebagai berikut: Tabel i. Hasil Perhitungan Uji t Pada SPSS 25 Coefficientsa Model (Constan. Unstandardized Coefficients Std. Error 2,599 4,478 LnX1 2,362 0,355 LnX2 -0,320 0,211 LnX3 0,072 0,334 LnX4 -0,066 0,100 LnX5 -0,029 0,203 Dependent Variable:LnY Standardized Coefficients Beta 1,109 -0,187 0,026 -0,048 -0,009 0,580 Sig. 0,566 6,662 -1,513 0,217 -0,667 -0,144 0,000 0,140 0,830 0,509 0,886 Sumber: Data Primer Diolah, 2023 Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 147 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 Berdasarkan hasil uji t di atas maka di dapat model analisis regresi linear berganda sebagai berikut : LnY = 2,599 2,362LnX1 0,320LnX2 0,072LnX3 - 0,066LnX4 - 0,029LnX5 e Berikut hasil analisis secara individual untuk masing-masing faktor : Luas Lahan Koefisien regresi variabel luas lahan sebesar 1,361 dengan nilai sangat signifikan 0,00<0,05 maka H0 ditolak. Ha Artinya variabel luas lahan berpengaruh sangat nyata terhadap produksi padi. Benih Koefisien regresi variabel benih sebesar 0,190 dengan nilai signifikan 0,330>0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artimya variabel benih tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Pupuk Koefisien regresi variabel pupuk sebesar 0,078 dengan nilai signifikan 0,797>0,05 maka H0 diterima dan Ha ditolak. Artinya variabel pupuk tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Pestisida Koefisien regresi variabel pestisida sebesar -0,092 dengan nilai signifikan 0,318>0,05 maka H0 diterima Ha ditolak. Artinya berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Tenaga Kerja Koefisien regresi variabel tenaga kerja sebesar -0,044 dengan nilai signifikan 0,812>0,05 maka H0 diterima dan Ha Artinya variabel tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi padi. Faktor-faktor Produksi Luas Lahan Di lokasi penelitian luas lahan yang digunakan petani responden untuk berusahatani padi sawah berkisar 50-120 Lahan semakin luas maka hasil produksi akan semakin meningkat. Curahan Tenaga Kerja Setiap melakukan suatu usaha akan membutuhkan tenaga kerja begitu juga dengan usahatani padi sawah. Data hasil penelitian menunjukan intensitas tenaga kerja pria dan wanita dalam setiap tahapan Pengelolan p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 berdasarkan jenis kelamin dilakukan agar mengetahui perbedaan curahan tenaga kerja pada usahatani padi sawah. Pada tabel di atas menunjukan bahwa curah tenaga kerja pria lebih besar dibandingkan dengan wanita, hal ini disebabkan karena pada tahan persipan lahan serta penanaman curahan tenag kerja yang sangat dibutuhkan adalah tenaga kerja Pengalaman Berusahatani Pengalaman usahatani merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi petani dalam mengelola usahatani. Semakin berusahatani maka pengalaman yang diperoleh semakin banyak. Pengalaman berusahatani padi sawah petani responden di lokasi penelitian dimulai dari 3-28 Hal ini dapat disimpulkan bawah berusahatani padi sawah sudah lama dan turun termurun dilakukan oleh petani. Biaya Total Produksi Padi Sawah Secara ringkas biaya selama proses produksi padi sawah di lokasi penelitian dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel IV. Rekapitulasi Biaya Total Produksi Usahatani Padi Sawah di Kelurahan Oesao No. Jenis Total biaya (R. Rata-rata (R. Benih Pupuk Pestisida Tenaga Penyusutan 237. Jumlah Sumber: Data Primer Diolah, 2023 Produksi Padi Sawah Produksi adalah hasil yang diperoleh Produksi total yang di dapat dari hasil usahatani padi sawah di lokasi penelitian selama musim tanam I tahun 2023 dengan rata-rata luas panen 72 are menghasilkan produksi padi sawah sebesar 038 kg dengan rata-rata 4. 159 kg per petani responden. Penerimaan Usahatani Padi Sawah Penerimaan adalah total produksi usahatani yang dihasilkan dalam jangka Harumbaha, et al. Analisis Faktor Produsi dan Pendapatan Usahatni a. Page 148 Buletin Ilmiah IMPAS Volumen 24 No. 2 Edisi Agustus 2023 waktu tertentu baik yang dijual maupun tidak dijual. Besarnya penerimaan di lokasi penelitian diukur berdasarkan harga satuan pasar yang berlaku di tingkat petani dan pasar yaitu 1 kg beras dengan harga Rp 5. Hasil perhitungan menunjukkan total penerimaan petani responden sebesar rata-rata responden Rp 20. 421 per petani. Didapat dari hasil perkalian dari hasil produksi padi sawah sebesar 158. 038 kg dikali harga per kg sebesar Rp 5. p-ISSN : 0853-7771 e-ISSN : 2714-8459 Berdasarkan kesimpulan tersebut maka disarankan : Pada petani agar dapat mengurangi penggunaan benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja yang berlebihan pada usahatani padi sawah agar dapat meningkatkan produksi padi sawah. Bagi secara aktif pada petani guna menunjang optimalisasi produksi padi. DAFTAR PUSTAKA Pendapatan Petani Padi Sawah Pendapatan petani perlu diketahui dari perbandingan jumlah usahanya guna Pendapatan adalah jumlah nilai keuntungan nominal selisih antara penerimaan dengan total biaya yang dikelurkan oleh petani selama usahatani Jumlah Pendapatan yang dihitung adalah total penerimaan dikurangi total biaya produksi menghasilkan total pendapatan sebesar Rp 752 dengan rata-rata Rp 8. 756 per petani Anjani S. Darwanto D. Mulyo J. Analisis permintaan kedelai di Indonesia. Badan Pusat Statistik. Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Kupang Dalam Angka Badan Pusat Statistik. Nusa Tenggara Timur. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2018 Badan Pusat Statistik. Nasional. Produksi Padi Nasional Dalam Angka PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan uraian yang dikemukakan maka disimpulan : Faktor penentu produksi padi sawah secara parsial adalah luas lahan, sedangkan 4 faktor lain tidak berpengaruh nyata. Secara simultan semua faktor berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah. Serta 89% besar pengaruh faktor luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah. Besarnya pendapatan yang diperoleh untuk total petani responden di lokasi penelitian dengan rata-rata luas panen 72 are menghasilkan pendapatan sebesar Rp 336. dengan rata-rata per responden Rp 256 dalam I kali musim tanam pada tahun 2023. Saran