Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 PENGAYAAN WISATA EDUKASI DI KAMPUNG KAHURIPAN MELALUI STRATEGI PROMOSI BERBASIS BUDAYA ASIA TIMUR Widiastuti,Febi Nur Biduri. Eka Yuniar Ernawati. Yessy Harun. Universitas Darma Persada Email Koresponden Autor: widi_g@yahoo. Artikel Info Abstract Keywords : Pelatihan. Pelaku Kuliner. Pemandu Public Speaking. Obyek wisata alam dan edukasi Kampung Kahuripan Cirangkong Usaha, menghadapi tantangan dalam penyelenggaraan wisata. Adanya Wisata, pelaku usaha kuliner disekitar kawasan wisata yang cenderung menyajikan produk yang cenderung monoton. Disisi lain aspek interaksi antara pemandu wisata saat menghadapi pengunjung yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat dengan stratifikasi sosial yang berbeda. Melalui kegiatan ini berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjadi startegi promosi yang akan memperkaya wisata edukasi yang ditawarkan Kampung Kahuripan dilakukan kegiatan pelatihan yang mencakup pelatihan usaha dan public speaking. Melalui metode Article History: pelaksanaan yang berawal dari observasi, identifikasi kebutuhan. Received: 01/07/2025 penyiapan kegiatan hingga pelaksanaan pelatihan secara Revised:10/07/2025 Hasil kegiatan menunjukkan adanya ide-ide dan Accepted:26/07/2025 inspirasi baru dalam pengembangan variasi produk kuliner. Available Online:30/07/2025 sedangkan karyawan yang bertugas sebagai pemandu wisata mengalami peningkatan kepercayaan diri dan pemahaman terhadap ketrampilan komunikasi, melalui kegiatan ini akan meningkatkan layanan wisata yang pada akhirnya berperasn sebagai strategi promosi dalam memperkaya pengalaman edukatif berbasis pengayaan dari budaya Asia Timur khususnya Budaya Jepang. PENDAHULUAN Kampung Kahuripan Cirangkong terletak di kecamatan Cibatu Purwakarta merupakan obyek wisata alam dan edukasi yang menarik karena mengusung tema bernuansa alam pedesaan yang membuat pengunjung terhibur selain selain berfungsi sebagai pendidikan. Obyek wisata ini kini semakin digemari khususnya institusi pendidikan seperti sekolah tingkat dasar dan menengah atas, komunitas, masyarakat sampai keluarga, menjadi alternatif pilihan karena lokasi yang ideal untuk bersantai mampu memadukan dalam kegiatan pembelajaran dengan konteks di luar kelas (Sidiq. Risn. (Hariyani,dkk, 2. Sebagai destinasi wisata edukasi dengan nilai-nilai lingkungan asri dan Cirangkong memiliki potensi besar untuk menjadi ikon wisata di wilayah Purwakarta, hal ini dirasakan bagi para pengunjung bernostalgia mengingat kembali kampung halamannya terhadap nilai, budaya dan adat istiadat setempat khususnya adat budaya Sunda. Berbagai aktivitas belajar terhadap budaya setempat seperti bercocok tanam. Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 bermain angklung, belajar membuat kerajinan gerabah, memandikan kerbau dan lainnya menambah wawasan pengunjung. Aktivitas lainnya juga permainan dan hiburan tradisional sunda seperti oray-orayan, congklak, galah asin, engrang, bakiak, panahan dan toroktok. Perkembangan pariwisata saat ini menunjukkan minat wisatawan terhadap aspek budaya dan tradisi. Unsur budaya dan tradisi yang diminati wisatawan, disamping argowisata dan ekowisatanya, diperkaya pula tradisionalnya sebagai aset yang bernilai dalam menarik kunjungan wisatawan, namun belum sepenuhnya dikembangkan oleh pemda setempat khususnya wilayah propinsi jawa barat (Nuryanto, dkk, 2. Dalam upaya meningkatkan dan mengembangkan potensi wisata di Kampung Kahuripan. Cirangkong Purwakarta diperlukan daya tarik yang terus menerus. Salah satunya melalui pendekatan budaya luar yang mendukung budaya lokal yang bertujuan agar budaya lokal terus bertahan dan semakin menarik minat wisatawan. (Widiatningrum T, dkk, 2. Melalui program pengabdian masyarakat Universitas Darma Persada dimana salah satu bidang pendidikan yang dikelola adalah kebudayaan Asia timur khususnya kebudayaan Jepang. Tradisi budaya Asia Timur telah lama mengalami akulturasi dalam budaya Indonesia yang tercermin dalam berbagai aspek kehidupan diantaranya tradisi kuliner, teknologi, ilmu pengetahuan serta nilai-nilai budaya baik seperti hormati menghormati, etos kerja keras, disiplin yang sudah menjadi bagian keseharian masyarakat. Mengangkat budaya diatas, program pengabdian masyarakat yang kami lalukan bertema pengayaan wisata edukasi di Kampung Kahuripan melalui Strategi Promosi berbasis Budaya Asia Timur khususnya kebudayaan Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 Jepang. Dengan sasaran pengabdian masyarakat bagi pemandu wisata yang dijalankan oleh karyawan wisata edukasi kampung kahuripan dan pelaku usaha lokal yang berdagang disekitaran lokasi wisata edukasi tersebut. Tujuannya adalah berupaya meningkatkan kualitas layanan sekaligus menjadi startegi promosi yang akan memperkaya wisata edukasi yang ditawarkan Kampung Kahuripan. METODE PELAKSANAAN Metode melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan melalui strategi promosi budaya asia timur khususnya budaya Jepang khususnya budaya kuliner dan budaya baik bagi pemandu wisata berupa public speaking. Sasaran peserta adalah pelaku usaha masyarakat sekitaran tempat pariwisata, pegawai dan pemandu wisata yang bekerja di wisata edukasi kamping kahuripan. Adapun tahap pelaksanaan dilakukan dengan 3 tahapan Tahap 1. Perencanaan Tahap masyarakat di lokasi Kampung Kahuripan melalui kunjungan tim dosen pengabdian perwakilan masyarakat dan pimpinan wisata menemukan kebutuhan yang diharapkan. Dari beberapa pertemuan disepakati apa yang dibutuhkan saat ini yaitu pengayaan peluang usaha khususnya kuliner bagi masyarakat sekitar lokasi wisata edukasi kampung kahuripan dan kemampun public speaking karyawan wisata edukasi kampung kahuripan dalam menjalankan tugas sebagai pemandu wisata. Setelah identifikasi kebutuhan diketahui dalam tahapan perencanaan ini juga dilakukan koordinasi Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 dengan pihak pengguna perihal pelaksanaan dan jadwal kegiatan, tempat kegiatan, jumlah dan sasaran peserta, metode pelatihan sampai dengan perlengkapan kegiatan yang Tim juga menyiapkan materi pelatihan yang mencakup peluang usaha kuliner berbasis budaya jepang, serta penyusunan monitoring dan evaluasi. Tahap 2. Pelaksanaan Tahap ini pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dalam bentuk pelatihan dilaksanakan dalam dua sesi dengan tujuan menambah wawasan dan meningkatkan kemampuan pelaku usaha dan karyawan dalam menghadapi tantangan disektor Sesi pertama pelatihan pengayaan peluang usaha bagi pelaku usaha kecil dengan memperkenalkan potensi kuliner berbasis budaya Jepang. Jenis makanan yang diperkenalkan adalah kuliner khas Jepang yang mudah dibuat, dengan menggunakan bahan baku yang banyak tersedia di pasar lokal, memiliki nilai jual dan disukai masyarakat umumnya. Melalui pelatihan ini diharapkan membuka wawasan peserta tentang variasi produk sehingga memperkaya kreasi dan inovasi kuliner dengan memperhatikan ketersediaan bahan baku lokal dan selera pasar. Dalam pelatihan ini pula peserta juga diberikan pengetahuan tentang pentingnya pengemasan produk yang berdampak pada aspek promosi produk dan keamanan produk yang dihasilkan. Sesi kedua ditujukan bagi karyawan wisata edukasi kampung Kahuripan yang bertugas menjadi pemandu wisata. Program pelatihan yang diberikan tentang ketrampilan komunikasi berupa public speaking. Materi diberikan meliputi kemampuan komunikasi verbal dan non verbal yang sesuai dengan budaya baik, memahami audiens serta teknik menyampaikan informasi secara efektif. Pembekalan mengedepankan nilai nilai budaya baik yang Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 selaras dengan niali-nilai budaya lokal seperti kesopanan, keramahan, kejelasan menyampaikan pesan yang dapat diterima audiens sebagai pengunjung dari berbagai latar belakang. Pengetahuan lainnya juga disiapkan kepada peserta tentang strategi mengelola mental seperti mengatasi rasa gugup, membangun kepercayaan diri dan kemampuan bersikap profesional saat berinteraksi dengan pengunjung. Tahap ke 3 Evaluasi Program Dalam tahapan ini kegiatan evaluasi program pengabdian masyarakat dilakukan untuk mengetahui bahwa pelatihan yang diberikan memberi manfaat nyata bagi Evaluasi ini dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh seluruh peserta terkait penyampaian materi, keterlibatan peserta dan manfaat pelatihan, serta saran saran yang menjadi masukan dan perbaikan program dimasa mendatang. HASIL PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di wisata edukasi Kampung Kahuripan Cirangkong yang berlangsung dalam dua sesi pelatihan pada waktu yang berbeda yaitu pengayaan peluang usaha dan pelatihan public speaking bagi pemandu Pelatihan ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan latar belakang peserta dengan kebutuhan khusus dari kelompok Dalam Kegiatan pengabdian masyarakat Kegiatan pengayaan bagi pelaku usaha yang dihadiri ibu-ibu dan remaja putri yang memiliki usaha sampingan dan tinggal disekitaran kawasan wisata dengan jumlah 20 peserta. Fokus kegiatan pelatihan berupa pengenalan budaya kuliner Jepang beserta filosofinya, dilanjutkan dengan praktek pembuatan kuliner khas Jepang yang mudah, murah dan mempunyai nilai jual. Kuliner yang dipraktekkan dalam Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 kegiatan ini adalah okonomiyaki pancake Jepang jenis kuliner yang kaya akan variasi akan menjadi insiprasi dalam Dengan bahan baku yang mudah didapat dan cara serta penyajian yang tidak rumit. Jenis masakan ini dapat dimodifikasi dengan bahan baku lainnya yang mudah ditemukan dan didapatkan. Hal ini diharapkan mampu menarik minat pengunjang sehingga menambah daya jual. Selain pengetahuan kuliner diberikan juga penyuluhan bagaimana mengemas makan yang baik, menarik minat dan higienis. Penyampaian pelatihan ini tidak hanya ceramah, juga diberikan kesempatan menyelaraskan teori yang disampaikan disamping juga diselingi dengan diskusi dan tanya jawab untuk memahami secara Selanjutnya sesi kedua pelatihan public speaking yang ditujukan bagi Kahuripan yang bertugas sebagai pemandu wisata, peserta yang mengikuti berjumlah 25 Pelatihan ini sebagai bentuk pengayaan ketrampilan komunikasi untuk mendukung aktivitas kegiatan wisata edukasi khususnya pemandu wisata Dalam pelatihan ini para pemandu wisata diberikan ketrampilan komunikasi yang efektif, penggunaan komunikasi verbal (Atiqah & Salindri, 2. dan non verbal (Triyasningrum, dkk, 2. yang sesuai dengan budaya baik dan menjadi salah satu ketrampilan yang dibutuhkan terutama dalam menyampaikan informasi yang jelas, menarik dalam menciptakan wisata yang Pelatihan ini juga diperkaya dengan nilai-nilai budaya Jepang. Melalui konsep omotenashi sebuah makna keramahan yang memiliki konsep pelayanan tetapi mencakup pendidikan, kesopanan, harmoni dan kedamaian. Nilai-nilai ini juga Penerbit : LPPM UNSADA Tanggal : 30 Juli 2025 relevan dengan budaya lokal Indonesia yang menjunjung keramahan dan kesopanan. Melalui pemahaman ini pemandu wisata diharapkan dalam menjalankan tugasnya mampu memberikan pelayanan yang informatif kepada pengunjung dengan penuh perhatian menyampaikan informasi dengan sopan dan menarik melalui penguasaan intonasi suara, bahasa tubuh merespon pertanyaan dengan sabar, sehingga suasana wisata edukasi ini menyenangkan. Dalam kegiatan pelatihan public speaking tidak hanya penyampaian materi yang interaktif juga diperkaya dengan simulasi praktik pemanduan wisata, quiz dan permainan edukatif yang terkait dengan Sehingga berlangsung semangat dan menarik. (Febi, dkk, 2. Pada akhir kegiatan setelah rangkaian kegiatan pelaksanaan selesai dilaksanakan, dilakukan aktivitas evaluasi guna mengetahui keberhasilan program dan menghimpun masukan sebagai upaya masyarakat lebih lanjut. KESIMPULAN Melalui penyebaran kuesioner kepada peserta pelatihan baik kelompok pelaku kuliner maupun kelompok karyawan pemandu wisata untuk menilai penyampaian materi, keterlibatan peserta dan manfaat pelatihan, serta saran saran yang menjadi masukan dan perbaikan program dimasa mendatang. Berdasarkan hasil kuesioner yang telah diisi oleh peserta, diperoleh hasil kesimpulan bahwa secara umum pelatihan ini bermanfaat. Peserta pelaku usaha, ibu rumah tanggan dan reamaja putri merasakan pengayaan inspirasi baru dalam pengembangan makanan, sedangkan karyawan yang bertugas sebagai pemandu wisata merasakan peningkatan kepercayaan diri Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 03 No. P-ISSN 3025-3306 Masukan dan umpan balik disampaikan para peserta memastikan adanya keberlanjutan program di masa mendatang terus berlangsung. REFERENSI