ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif Hasti Kusuma Prabaning Budi a,1*. Zahara Zaharaa,2 Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional. Badan Pengawas Obat dan Makanan. Jl. Percetakan Negara No. Jakarta Pusat, 10560. Indonesia kusuma@pom. 2 zahara@pom. *corresponding author ARTICLE INFO Article history Received: October 23, 2023 Revised: March 21, 2024 Accepted: March 27, 2024 DOI: https://doi. org/10. 54384/eruditio. ABSTRACT / ABSTRAK Senyawa 4-Amino-3-nitrophenol (C6H6N2O. merupakan senyawa yang digunakan sebagai pewarna rambut oksidatif. Senyawa ini merupakan isomer posisi dari senyawa 2-Amino-4-nitrophenol dan 2-Amino-5-nitrophenol. Ketiga senyawa tersebut memiliki persyaratan yang berbeda. kadar maksimum senyawa 4-Amino-3-nitrophenol (C6H6N2O. di dalam pewarna rambut oksidatif adalah 1,5% setelah dicampurkan dengan bahan pengoksidasi. Sedangkan 2 senyawa lainnya merupakan senyawa yang dilarang digunakan dalam kosmetik. Oleh karena itu diperlukan suatu metode analisis penetapan kadar 4-Amino-3nitrophenol . ,3-ANP) yang valid dan dapat dibedakan dari kedua isomer lainnya, dengan resolusi lebih dari 1. 5 sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Metodologi yang dikembangkan adalah secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Detektor Photo Diode Array menggunakan kolom oktadesilsilana C18 X-Bridge . x 4,6 m. dengan ukuran partikel 5 Am. Fase gerak yang digunakan adalah sistem elusi isokratik berupa campuran Asetonitril dan larutan dapar asetat 0,05 M pH 5. 9 dengan komposisi 20:80. Laju alir 1,0 ml/menit, dengan suhu kolom 40CC, volume penyuntikan 20 AAl dan dideteksi pada panjang gelombang 230 nm. Metode Analisis Penetapan kadar 4,3-ANP memberikan hasil validasi spesifik/selektif terhadap kedua isomer 2,4ANP dan 2,5-ANP serta pengawet metil paraben dengan waktu retensi berturut 895 dan 10. 8 menit, menghasilkan data yang linier dengan koefisien korelasi 1. 0, presisi pada kadar 3,68AAg/ml. 14,70 AAg/ml dan 18,38 AAg/ml memberikan %RSD berturut turut 0. 92 dan 0. Akurasi pada kadar 3,68AAg/ml. 14,70 AAg/ml dan 18,38 AAg/ml memberikan rentang % recovery berturut turut 100. 39 dan 100. Sedangkan batas kuantitasi adalah 0. Metode Analisis penetapan kadar 4,3-ANP ini terbukti selektif dan menghasilkan data validasi yang memenuhi persyaratan selektifitas, linieritas, presisi, akurasi dan batas kuantitasi. 4-amino-3-nitrophenol (C6H6N2O. has been widely used as an oxidative hair This compound was a structural isomer of 2-amino-4-nitrophenol . ,4-ANP) and 2-amino-5-nitrophenol . ,5-ANP). All of these compounds have different regulations in Indonesia. The maximum concentration of 4-amino-3nitrophenol in oxidative hair colourants was 1. 5% after being mixed with oxidator agents. Otherwise, 2-amino-4-nitrophenol and 2-amino-5-nitrophenol were prohibited substances contained in cosmetic products. Therefore, it was essential to validate the method to differentiate all these three compounds with a resolution of more than 1. The High-Performance Liquid Chromatography with Photo Diode Array Detector using octadecylsilane (C. mm x 4. mm and 5 m particle siz. has been developed and validated. Acetonitrile HPLC grade and 0. 05 M acetic buffer with pH 5. have been used as mobile Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 phase isocratically. The flow rate and column temperature were 1. 0 ml/minute and 40oC, respectively. The validation result showed good linearity, with the correlation coefficient of the method being 1. The method is also selective in differentiating all three compounds and is specific to the methylparaben The precision data on the concentration of 3. 68 g/ml, 14. 70 g/ml 38 g/ml was 0. 59%, 1. 92% and 0. 68% respectively. The percent recovery of this method on the same concentration above was 100. 39 and 100. 05, respectively. The limit quantitation of this method was 0,07%. All validation parameters of the method have met the requirement so that the analysis method for determination of 4,3-ANP has been proven to be selective, accurate and reliable. Keywords: 4-amino-3-nitrophenol. HPLC-PDA, validation method Kata Kunci: 4-amino-3-nitrophenol. KCKT-PDA, validasi metode Pendahuluan Pewarna rambut merupakan salah satu kosmetik tertua yang telah digunakan oleh banyak budaya kuno di berbagai belahan dunia seperti Mesir kuno. Yunani. Persia. Cina dan Hindu (Hadizadeh, 2. Sebelum adanya pewarna rambut kimia, masyarakat kuno umumnya menggunakan pewarna rambut yang berasal dari bahan alami. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan produk-produk kosmetik yang beredar, penggunaan pewarna rambut kimia terus meningkat khususnya di kalangan kaum wanita . a Franya et , 2. (Patel et al. , 2. Alasan meningkatnya penggunaan pewarna rambut kimia bagi hampir semua wanita adalah untuk memberikan penampilan yang lebih muda, menyamarkan warna uban sehingga tampak lebih muda dan untuk alasan fashion style dengan memvariasikan warna rambut (Mitsui, 1. (Palaniappan et al. , 2. Sebagai kosmetik untuk mewarnai rambut, pewarna rambut digolongkan menjadi dua kategori utama, yaitu pewarna rambut oksidatif dan pewarna rambut non-oksidatif (Hadizadeh, 2. Pewarna rambut oksidatif digunakan untuk memberikan warna pada rambut secara permanen dan menggunakan senyawa pengoksidasi seperti hidrogen peroksida saat pengaplikasiannya pada rambut (Hedberg et al. , 2. , sedangkan pewarna rambut non-oksidatif digunakan untuk mewarnai rambut secara temporer atau secara semi permanen dan tidak menggunakan senyawa kimia pengoksidasi saat pengaplikasiannya (Kplan. Alevcan Celokogu, 2. Seperti halnya kosmetik lainnya, kosmetik pewarna rambut mengandung bahan-bahan kimia tertentu yang dapat menghasilkan efek pewarnaan lebih nyata. Salah satu kandungan bahan kimia yang umum digunakan dalam kosmetik pewarna rambut adalah senyawa 4Amino-3-nitrophenol . ,3-ANP) yang memiliki rumus kimia C6H6N2O3 dengan struktur molekul sebagaimana gambar 1 berikut (Burnett et al. , 2. Gambar 1. Struktur molekul 4,3-ANP Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Senyawa 4,3-ANP umumnya digunakan sebagai campuran di dalam kosmetik pewarna rambut oksidatif. Senyawa ini merupakan senyawa aromatik tersubstitusi (Burnett et al. dan merupakan isomer posisi dari senyawa 2-Amino-4-nitrophenol . ,4-ANP) dan 2Amino-5-nitrophenol . ,5-ANP). Meskipun memiliki keguanaan dalam mewarnai rambut dengan baik, penggunakan senyawa 4,3-ANP ini memiliki dampak negatif bagi kesehatan manusia (He et al. , 2. Baik senyawa 4,3-ANP. 2,4-ANP dan 2,5-ANP ketiganya memiliki persayaratan yang berbeda-beda di dalam kosmetik. Berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan No. 17 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Badan POM nomor 23 Tahun 2019 tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika disebutkan bahwa kadar maksimum senyawa ini di dalam pewarna rambut oksidatif adalah 1,5% setelah dicampurkan dengan bahan pengoksidasi (BPOM RI, 2. Hal ini sejalan dengan opini dari The Scientific Committee on Cosmetic Products and Non-Food Products intended for Consumers (SCCNFP) yang berpendapat bahwa 4,3-ANP dapat digunakan sebagai pewarna rambut permanen dengan konsentrasi maksimum 1. 5% pada pencampuran dengan oksidator hidrogen peroksida sebelum diaplikasikan (SCCNFP/0234/. Sedangkan senyawa 2,4-ANP dan 2,5-ANP merupakan senyawa yang dilarang digunakan dalam kosmetik (BPOM RI, 2022. Mukhtorov et al. , 2. Untuk dapat menganalisis dan membedakan ketiga senyawa tersebut, diperlukan metode analisis yang selektif dan sensitif, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Beberapa metode untuk analisis pewarna rambut telah dilaporkan sebelumnya oleh peneliti-peneliti di seluruh dunia, baik menggunakan instrumen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi-Photo Diode Array (KCKT-PDA). Kromatografi Gas-Spektrometri Massa (KGSM), maupun Kromatografi Ion (KI) (Burnett et al. , 2. Penggunaan instrumen KG memiliki kelemahan karena senyawa 4,3-ANP merupakan senyawa kimia yang sukar menguap sehingga sulit dianalisis dengan KG (Zhong et al. , 2. Analisis dengan KI juga memiliki kelemahan karena senyawa 4,3-ANP merupakan senyawa organik yang sukar membentuk ionnya. Berdasarkan hal tersebut, instrumen KCKT merupakan instrumen yang paling memungkinkan untuk digunakan pada analisis senyawa 4,3-ANP (Zhong et al. , 2. Penggunaan instrumen KCKT-PDA untuk analisis senyawa 4,3-ANP memiliki beberapa keuntungan, antara lain mampu menganalisis banyak senyawa organik baik senyawa polar maupun nonpolar, menghasilkan spektrum yang khas/ spesifik untuk masing-masing senyawa dengan gugus kromofor, analisis cepat dan banyak variabel penelitian yang dapat dioptimasi untuk menghasilkan metode yang valid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan metode analisis penetapan kadar 4,3-ANP yang valid sehingga dapat dibedakan dari kedua isomer lainnya, yaitu 2,4ANP dan 2,5-ANP. Hal ini penting dilakukan karena perbedaan persyaratan ketiga isomer dalam kosmetik, metode harus dapat membedakan antara senyawa yang diperbolehkan digunakan dengan senyawa yang dilarang, apabila tidak dapat dibedakan maka bisa terjadi kesalahan misalnya seharusnya senyawanya 2-4 ANP yang dilarang digunakan, teridentifikasi sebagai 4-3 ANP yang diperbolehkan, sehingga seharusnya produk tersebut tidak memenuhi syarat menjadi memenuhi syarat. Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Metodologi Bahan Bahan kimia yang digunakan dalam penelitian ini adalah asetonitril derajat KCKT (Supelc. , asam asetat glasial (Supelc. L=1,05 Kg. M=60,05g/mo. , ( )-sodium Lascorbate (Sigma Aldric. , amonia 32% (Merc. , air bebas mineral, 4-amino-3nitrophenol (Sigma Aldric. , 2-amino-4-nitrophenol (Sigma Aldric. , 2-amino-5nitrophenol (Sigma Aldric. , metil paraben (BPFI) dan matriks sampel pewarna rambut oksidatif yang beredar di pasaran. Instrumen Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah HPLC Shimadzu LC 20 AD Prominence dengan degasser system DGU-20 A5. Auto sampler SIL-20 A HT, communication bus module CBM-20 A, column oven CTO-20A dan Diode Array Detector SPD-M20A. Pemisahan secara kromatografi dilakukan dengan kolom oktadesilsilana C18 X-Bridge . x 4,6 m. dengan ukuran partikel 5 Am. Fase gerak yang digunakan berupa campuran asetonitril dan larutan dapar asetat 0,05 M pH 5,9 dengan komposisi 20:80 dan sistem elusi isokratik. Laju alir 1,0 ml/menit, suhu kolom 40CC, volume penyuntikan 20 AAl dan dideteksi pada panjang gelombang 230 nm. Fase gerak disaring terlebih dahulu dengan penyaring membran dan dilakukan proses degassing. Peralatan gelas yang digunakan adalah amber glass bertutup rapat untuk menghindari oksidasi. Pembuatan larutan baku Dibuat larutan baku 4,3-ANP, 2,4-ANP, 2,5-ANP dan metil paraben dalam pelarut hingga diperoleh konsentrasi akhir 15 AAg/ml. Pelarut yang digunakan dalam penelitian ini adalah campuran asetonitril dengan larutan natrium askorbat 0,2% dengan perbandingan 60:40. Penyiapan larutan baku seri Dibuat larutan baku 4,3-ANP dalam pelarut hingga diperoleh konsentrasi 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml. Penyiapan Sampel dan spiked sample Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel yang tidak mengandung 4,3ANP, dan tidak memberikan puncak pada daerah di sekitar puncak senyawa ini muncul. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampel pewarna rambut oksidatif yang beredar di pasaran. Sampel uji disiapkan sesuai petunjuk pemakaian yaitu dengan mencampur homogen antara pengembang dan pewarna dengan perbandingan 1:1. Setelah sampel disiapkan segera dilakukan pengukuran untuk menghindari terjadinya oksidasi. Larutan seri spiked sample disiapkan dengan menimbang saksama 0,5gram sampel uji, dimasukkan ke dalam 5 labu tentukur 25 ml terpisah, ditambahkan larutan baku sejumlah tertentu dan pelarut sehingga diperoleh larutan spiked sample dengan konsentrasi akhir baku 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml. Larutan spiked sample dengan konsentrasi 3,75. dan 18,75 AAg/ml dibuat masing masing triplo sedangkan larutan spiked sample konsentrasi 7,5 dan 11,25 AAg/ml dibuat masing masing duplo. Untuk mendapatkan larutan jernih yang siap diinjeksikan ke dalam sistem KCKT, dilakukan tahapan vorteks selama 1 menit dan sentrifus dengan kecepatan 4000 rpm selama 10 menit serta penyaringan dengan membran Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 filter PTFE 0,45 AAm. Uji kesesuaian sistem dilakukan dengan cara menyuntikkan larutan baku 4,3-ANP sebanyak enam kali. Validasi metode Validasi metode mengacu pada United States of Pharmacopoeia ke-37 dimana parameter validasi untuk penetapan kadar meliputi spesifisitas/selektifitas, linieritas, presisi, akurasi dan batas kuantitasi (Procedures, 2. Spesifisitas dan selektivitas metode diuji dengan menginjeksikan larutan baku target 4,3-ANP dengan baku yang memiliki kemiripan sifat maupun baku yang memiliki panjang gelombang yang mirip dengan baku target tersebut seperti 2,4-ANP, 2,5-ANP dan metil Metode dikatakan selektif jika puncak baku-baku tersebut terpisah dengan nilai resolusi Ou1,5. tidak ada puncak di sekitar waktu retensi baku pada larutan sampel dan larutan spiked sample memiliki waktu retensi yang sama dengan larutan baku. Penetapan linieritas dilakukan dengan membuat seri larutan spiked sample dengan variasi konsentrasi 4-3ANP, yaitu 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml. Masing masing dibuat duplo, kemudian disuntikan pada sistem kromatografi dan dihitung nilai koefisien korelasi nya. Metode memenuhi syarat keberterimaan linieritas apabila nilai koefisien korelasi . Ou 0,995 (Yuwono & Indrayanto, 2. Presisi adalah pengukuran tingkat kedekatan diantara hasil uji individu bila prosedur diterapkan berulangkali terhadap sampel yang homogen dengan kondisis analisis yang sama (United Nations Office on Drugs and Crime, 2. Presisi dilakukan dengan menginjeksikan seri kurva baku pada konsentrasi 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml dan seri spiked sample pada konsentrasi 3,75. 15 dan 18,75 AAg/ml masing masing dibuat triplo. Metode memenuhi syarat keberterimaan presisi apabila nilai RSD hitung O RSD Tabel 1 sebagai berikut: Tabel 1. Syarat Keberterimaan Presisi Zat Aktif (%) Ou 10 Ou1 Ou 0,1 Ratio Analit (%) Konsentrasi (%) 0,1 % 100 ppm 10 ppm 1 ppm 100 ppb 10 ppb 1 ppb RSD (%)*) *) Official Methods of Analysis of AOAC International Penetapan akurasi metode dilakukan menggunakan larutan yang sama pada presisi. Nilai akurasi dihitung sebagai persen rekoveri menggunakan rumus: ycIyceycoycuycyceycycn (%) = ycoycayccycayc ycycaycuyci yccycnycyyceycycuycoyceEa ycu 100% yaycayccycayc ycyceycuycycnycycnyc Metode dikatakan memenuhi syarat keberterimaan akurasi apabila nilai rekoveri hitung Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 berada pada Tabel 2. sesuai konsentrasi analit dalam matriks sampel. Tabel 2. Syarat Keberterimaan Akurasi Zat Aktif (%) Ratio Analit (%) Konsentrasi (%) Ou 10 Ou1 Ou 0,1 0,1 % 100 ppm 10 ppm 1 ppm 100 ppb 10 ppb 1 ppb Rentang rekoveri (%)*) 98 Ae 102 98 Ae 102 97 Ae 103 95 Ae 105 90 Ae 107 80 Ae 110 80 Ae 110 80 Ae 110 60 Ae 115 40 - 120 *) Official Methods of Analysis of AOAC International Batas kuantitasi adalah jumlah analit terkecil yang dapat diukur oleh suatu metode analisa dengan presisi dan akurasi yang dapat diterima di bawah kondisi percobaan. Batas kuantitasi dilakukan menggunakan pendekatan kurva seri spiked sample pada konsentrasi 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml. Larutan disuntikkan pada system kromatografi 10 ycu ycI kemudian dilakukan perhitungan untuk memperoleh nilai LOQ dengan rumus = yca ya Oc. cuycn )2 Dimana ycIya = ycIycOiycu ycu Oo ycu ycu Oc. cuycn Oe ycuycycaycycaOeycycaycyca )2 Oc. cycn Oe ycyca )2 ycIycOiycu = Oo ycuOe2 n = jumlah data, b=slope Nilai LOQ dihitung dalam gram sampel dengan memperhitungkan pengenceran dan bobot sampel yang ditimbang. Nilai ini minimal 1/10 dari persyaratan kadar yang diperbolehkan. Hasil dan Pembahasan 4,3-ANP mempunyai rumus molekul sama dengan senyawa 2,4-ANP dan 2,5-ANP. Perbedaan antara ketiga senyawa hanya pada letak posisi dari gugus NH2 dan NO2. Gambar 2. Struktur molekul 3 senyawa isomer . 4,3-ANP. 2,4-ANP. 2,5-ANP Metode Analisis PPOMN terkait pengujian pewarna 2,4-ANP dan 2,5-ANP terdapat dalam dua metode yang terpisah. Pengujian pewarna 2,4-ANP terdapat pada MA No. Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 01/KO/15 yang merupakan metode identifikasi simultan dengan pewarna 2-Aminophenol, 4-Methyl-m-phenylenediamine dan 3,4-Diaminotoluene. Dengan sistem elusi gradien, senyawa 2,4-ANP keluar pada waktu retensi 11. 49 menit (MA PPOMN, 2. Sedangkan Metode Analisis terkait pengujian 2,5-ANP terdapat pada MA PPOMN No. 051/KO/17 merupakan metode identifikasi simultan dengan Pewarna 4-Aminofenol, 2-Aminofenol, 2Nitro 1,4-fenilendiamin, dan 4-Nitro 1,3-fenilendiamin. Dengan sistem elusi gradien, senyawa 2,5-ANP keluar pada waktu retensi 26,189 menit (MA PPOMN, 2. Pada Research Notes from NERI No. 142 terdapat kromatogram hasil analisis untuk 2,4-ANP dan 2,5-ANP dengan pemisahan yang baik, akan tetapi tidak terdapat analisis untuk 4,3-ANP (NERI, 2. Pada kedua metode pOMN digunakan pelarut metanol dan larutan dapar Soerensen dengan perbandingan 60:40. Larutan dapar Soerensen dibuat dari campuran antara larutan sodium tetraborat dekahidrat 0,01 M dan larutan antioksidan 0,2% dengan perbandingan 112:88 (MA PPOMN, 2015, 2. Sedangkan metode pada NERI digunakan campuran dapar fosfat-natrium askorbat dan asetonitril (NERI, 2. Pada penelitian ini Penulis mencoba untuk menyederhanakan pelarut yang digunakan yaitu campuran Asetonitril-larutan natrium askorbat 0,2% . Larutan natrium askorbat digunakan sebagai antioksidan karena sifat reduktornya sehingga dapat melindungi 4,3-ANP dari reaksi oksidasi. Pada MA PPOMN terdahulu waktu retensi untuk kedua senyawa isomer relatif panjang, oleh karenanya pada penelitian ini dilakukan optimasi dengan mengganti kolom yang digunakan dari C8 menjadi C18 dan mengganti sistem elusi fase gerak secara isokratik dengan komposisi asetonitril Ae dapar phospat 0. M pH 5. 9 optimal pada perbandingan 20:80. Metode ini terbukti dapat mempersingkat waktu pengujian hanya sampai 12 menit sudah termasuk pengawet metil paraben yang keluar pada menit ke 10. Pewarna 4,3-ANP memberikan 2 panjang gelombang maksimal yaitu pada 230 nm dan 456 nm. Pada penelitian ini digunakan panjang gelombang 230 nm karena memberikan respon yang lebih Pada panjang gelombang 230 nm respon area sebesar 2002317 Sedangkan pada panjang gelombang 456 nm memberikan respon area sebesar 557707 atau sekitar 3. 5 kali. Respon senyawa pada kedua panjang gelombang dapat dilihat pada gambar 3. Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Gambar 3. Respon area pada 2 panjang gelombang 230 nm dan 456 nm Sebelum dilakukan validasi metode disiapkan terlebih dahulu sistem kromatografi pada Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan melakukan Uji kesesuaian sistem dengan cara menyuntikkan larutan baku sebanyak enam kali. Hasil yang diperoleh pada Uji kesesuaian sistem seperti dalam tabel 3. Tabel 3. Data Uji Kesesuaian Sistem 4,3-ANP Rerata RSD (%) Parameter Waktu retensi . Area Hasil Uji kesesuaian sistem menunjukkan nilai % RSD yang memenuhi syarat sesuai dengan yang ditetapkan USP 43 . , yakni kurang dari dua persen. Hal ini menunjukkan bahwa sistem kromatografi sudah siap untuk dilakukan analisis selanjutnya. Metode yang dikembangkan penulis selektif terhadap senyawa isomer 2,4-ANP dan 2,5-ANP serta pengawet metil paraben dengan nilai resolusi lebih dari 1. 5, seperti tampak dalam gambar 4 berikut. Gambar 4. Kromatogram 4,3-ANP. 2,4-ANP. 2,5-ANP dan metil paraben Data waktu retensi, panjang gelombang maksimal dan resolusi ditampilkan pada Tabel Berdasarkan data pada tabel 3, 4,3-ANP mempunyai waktu retensi paling rendah, kemudian diikuti dengan 2,4-ANP, 2,5-ANP dan terakhir metil paraben. Dari data waktu retensi tersebut dapat disimpulkan bahwa interaksi senyawa 4,3-ANP dengan kolom Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 oktadesilsilana (C. adalah yang paling lemah dibandingkan ketiga senyawa lainnya. Sedangkan interaksi senyawa metil paraben dengan kolom oktadesilsilana adalah yang paling kuat. Kolom oktadesilsilanan (C. merupakan kolom yang bersifat nonpolar. Artinya semakin lama senyawa tertahan di dalam kolom, interaksi yang terjadi semakin kuat dan semakin nonpolar sifat senyawa tersebut (Fiorelia et al. , 2. Dari data pada tabel 4, urutan kepolaran keempat senyawa tersebut mulai dari yang paling polar hingga non-polar adalah 4,3-ANP. 2,4-ANP. 2,5-ANP dan metil paraben. Tabel 4. Data selektifitas Senyawa 4-Amino - 3- nitrophenol 2-Amino - 4- nitrophenol 2-Amino - 5- nitrophenol Metil paraben Parameter Lambda maks Waktu retensi . Resolusi Linieritas dilakukan pada 5 level konsentrasi yaitu 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml dengan nilai slope 134064. 23, intercept -7309. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh 0 dan Vx0 1. Nilai yang diperoleh ini sudah memenuhi kriteria keberterimaan linieritas, dimana syarat koefisien korelasi lebih dari 0,999 dan Vx0 kurang dari 5% (Indrayanto, 2. Referensi lain menyebutkan kriteria keberterimaan nilai koefisien korelasi untuk penetapan kadar senyawa aktif di dalam sampel yaitu lebih dari atau sama dengan (O. 0,997 . a Silva Guedes & da Silva Guedes, 2. Metode ini juga memberikan hasil presisi dan akurasi yang memenuhi syarat, bila dibandingkan dengan persyaratan yang ditetapkan oleh Official Methods of Analysis of AOAC International. Perhitungan presisi dilakukan dengan meninjeksikan larutan spiked sample sebanyak 3 Pada penelitian ini, penepatan presisi dilakukan pada konsentrasi 3,69 AAg/ml sebanyak 3 replikasi kemudian dihitung kadar yang diperoleh. Dari 3 kali replikasi dihitung rata ratanya, kemudian dihitung SD dan RSD. Nilai RSD yang diperoleh sebesar 0,59%. Nilai ini memenuhi syarat keberterimaan dari AOAC sebesar 3,7% pada konsentrasi 3,69 AAg/ml atau 0,37% (Method et al. , 2. Demikian juga untuk konsentrasi yang lain. Nilai presisi metode yang diperoleh dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Data Nilai Presisi Konsentrasi (AAg/m. SD (AAg/m. *) Official Methods of Analysis of AOAC International Parameter RSD (%) Persyaratan (%) *) Perhitungan akurasi dilakukan menggunakan larutan spiked sample yang sama dengan larutan spiked sample untuk presisi kemudian dihitung kadar yang diperoleh dari masing masing larutan. Akurasi dapat didefinisikan sebagai kedekatan hasil yang diperoleh saat Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 pengujian atau pengukuran dengan nilai yang sebenernya atau teoritis (Menditto et al. Berdasarkan literatur, penetapan akurasi metode dapat dilakukan dengan cara menginjeksikan 1 . level konsentrasi spiked sample sebanyak 6 . kali pengulangan atau dapat juga dilakukan dengan menginjeksikan 3 . level konsentrasi masing-masing sebanyak 3 . kali pengulangan. Pada penelitian ini, dilakukan penetapan nilai akurasi metode menggunakan 3 level konsentasi dengan membandingkan kadar yang diperoleh dengan kadar teoritis dikalikan 100%. Hasil pengujian dengan 3 . kali replikasi diperoleh rentang rekoveri 100. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 6. Nilai ini memenuhi syarat keberterimaan dari AOAC sebesar 95105% pada konsentrasi 3,69 AAg/ml atau 0,37%. Demikian juga untuk konsentrasi yang Tabel 6. Data Nilai Akurasi Konsentrasi (AAg/m. Rekoveri (%) *) Official Methods of Analysis of AOAC International Parameter Rentang rekoveri (%) Persyaratan(%)* 95 - 105 93 - 107 93 - 107 Nilai batas kuantitasi dilakukan dengan pendekatan kurva spiked sample yang dibuat pada 5 level konsentrasi yaitu 3,75. 7,5. 11,25. 15 dan 18,75 AAg/ml masing masing duplo. Nilai batas kuantitasi diperoleh yaitu sebesar 0,07%. Nilai ini dapat diterima karena persyaratan kadar maksimum yang diijinkan untuk bahan pewarna ini adalah 1,5%. Artinya metode ini dapat menentukan seperduapuluhsatu kali dari persyaratan yang ditetapkan dengan presisi dan akurasi yang diterima pada kondisi pengujian yang Dengan kata lain metode ini mampu mengukur analit sampai 0,07% atau lebih kecil dari yang dipersyaratkan dan dapat dikatakan metode ini sensitif. Kesimpulan Metode analisis yang telah dikembangkan dengan menggunakan pelarut yang lebih sederhana untuk analisis senyawa 4-Amino-3-nitrophenol di dalam pewarna rambut oksidatif telah memenuhi kriteria validitas metode sesuai dengan yang dipersyaratkan. Metode ini juga bersifat selektif dan sensitif sehingga dapat digunakan untuk pengujian rutin baik di laboratorium BPOM maupun di laboratorium eksternal yang membutuhkan dapat membedakan secara selektif pewarna oksidatif 4-Amino-3-nitrophenol dari kedua isomer lainnya, yaitu 2-amino-4-nitrophenol dan 2-Amino-5-nitrophenol dengan waktu pengujian relatif lebih cepat. Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Daftar Referensi BPOM RI. Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 17 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 23 Tahun 2019 Tentang Persyaratan Teknis Bahan Kosmetika Dengan. Bpom RI, 11, 1Ae Burnett. Bergfeld. Belsito. Klaassen. Marks. Shank. Slaga. Snyder. , & Alan Andersen. Final report on the safety assessment of amino nitrophenols as used in hair dyes. International Journal of Toxicology, 28. Suppl . https://doi. org/10. 1177/1091581809354651 da Franya. Dario. Esteves. Baby. , & Velasco. Types of hair dye and their mechanisms of action. Cosmetics, 2. , 110Ae126. https://doi. org/10. 3390/cosmetics2020110 da Silva Guedes. , & da Silva Guedes. Quantificayyo do indicador de Nelson de Moraes . urva de mortalidade proporciona. Revista de Saude Publica, 40. , 951Ae961. https://doi. org/10. 1590/s0034-89102006000700002 Fiorelia. Wibowo. Lae. Ang. , & Krisbianto. Types of High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) Columns: A Review. FoodTech: Jurnal Teknologi Pangan, 5. , 1. https://doi. org/10. 26418/jft. Hadizadeh. Review on the Types of Hair Colorant . Structure and their Characteristics. August. He. Michailidou. Gahlon. , & Zeng. Hair Dye Ingredients and Potential Health Risks from Exposure to Hair Dyeing [Review-articl. Chemical Research Toxicology, 35. , 901Ae915. https://doi. org/10. 1021/acs. Hedberg. Uter. Banerjee. Lind. Skovvang Steengaard. Teo. , & Lidyn. Non-oxidative hair dye products on the European market: What do they contain? Contact Dermatitis, 79. , 281Ae287. https://doi. org/10. 1111/cod. Indrayanto. Validation of Chromatographic Methods of Analysis: Application for Drugs That Derived From Herbs. In Profiles of Drug Substances. Excipients and Related Methodology . st Vol. Elsevier Inc. https://doi. org/10. 1016/bs. Kplan. Alevcan Celokogu. Middle East Journal of Science. Middle East Journal of Science, 6. , 57Ae67. Menditto. Patriarca. , & Magnusson. Understanding the meaning of accuracy, trueness and precision. Accreditation and Quality Assurance, 12. , 45Ae47. https://doi. org/10. 1007/s00769-006-0191-z Method. Requirements. Method. Requirements. , & Guide. Guidelines for Standard Method Performance Requirements. Official Methods of Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif ERUDITIO Vol. No. Desember 2023, pp. P-ISSN: 2580-7722 | E-ISSN: 2807-6222 Analysis AOAC https://doi. org/10. 1093/9780197610145. INTERNATIONAL. Mitsui. New Cosmetc Science. First Edition. Elsevier Science B. , 13Ae21. Mukhtorov. Pestsov. Nikishina. Ivanova. Atroshchenko. , & Perelomov, . Fungicidal Properties of 2-Amino-4-nitrophenol and Its Derivatives. Bulletin of Environmental Contamination and Toxicology, 102. , 880Ae886. https://doi. org/10. 1007/s00128-019-02602-4 Palaniappan. Karthikeyan. , & Anusuya. Dermatological adverse effects of hair dye use: A narrative review. Indian Journal of Dermatology. Venereology and Leprology, 0(Decembe. , 1Ae17. https://doi. org/10. 25259/ijdvl_745_2022 Patel. Narayana. , & Krishnaswamy. Trends in use of hair Dye: A crosectional study. International Journal of Trichology, 5. , 140Ae143. https://doi. org/10. 4103/0974-7753. Procedures. of A. <1225> Validation of Compendial Procedures. United States Pharmacopeia 37 - National Formulary 32, c, 1640Ae1646. United Nations Office on Drugs and Crime. A commitment to quality and continuous improvement. In Unodc. Yuwono. , & Indrayanto. Validation of Chromatographic Methods of Analysis. Profiles of Drug Substances. Excipients and Related Methodology, 32. , 241Ae260. https://doi. org/10. 1016/S0099-5428. Zhong. Li. Wu. Zhu. , & Luo. Determination of aminophenols and phenol in hair colorants by ultrasound-assisted solid-phase dispersion extraction coupled with ion chromatography. Journal of Separation Science, 37. , 2208Ae2214. https://doi. org/10. 1002/jssc. Hasti Kusuma Prabaning Budi. Zahara Zahara Validasi Metode Analisis Penetapan Kadar 4-Amino-3-Nitrophenol Dalam Pewarna Rambut Oksidatif