Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Integrasi Akuntansi dan Teknologi : Pengembangan Website untuk Meningkatkan Pengelolaan Keuangan Pada Bank Sampah Suci Wahyuliza*1. Rizki Yuli Sari2. Mirza Ayunda Pratiwi3 Program Studi Akuntansi. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia Program Studi Bisnis Digital. Universitas Maritim Raja Ali Haji. Indonesia e-mail: 1suciwahyuliza@umrah. id, 2rizkiyulisari@umrah. mirzaayundapratiwi@umrah. Abstrak Keberadaan bank sampah KKBS yang berlokasi di kawasan komplek pertokoan dan pasar tradisional di kota Tanjungpinang dapat menjadi nilai tambah strategis dalam pengembangan dan keberlanjutan usahanya. Hal ini menjadi peluang besar untuk menjaring lebih banyak nasabah, terutama dari kalangan pedagang dan pengunjung pasar. Meskipun memiliki potensi yang besar. Bank Sampah KKBS masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam aspek manajemen dan pemasaran. Dari sisi manajemen, sistem pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana dan belum mengikuti siklus akuntansi yang terstruktur. Sementara itu, dari segi pemasaran, bank sampah ini belum memiliki platform digital yang dapat memperluas jangkauan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bank Sampah KKBS melalui perbaikan sistem manajemen dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Metode PkM yang digunakan yaitu metode pelatihan dan pendampingan kepada mitra Bank Sampah KKBS. Setelah adanya pelatihan dan pendampingan. Bank Sampah dapat melakukan sistem pencatatan dengan baik dan terstruktur, dan Bank Sampah dapat mengoperasikan platform digital berupa web yang dapat mmperluas jangakaun. Hal ini menunjukan peningkatan sekitar 30-40%. Peningkatan Kapasitas Bank Sampah ini penting untuk keberlanjtan BANK Sampah kedepannya sehingga akan terus beroperasi sampai kapanpun. Kata kunci: Bank Sampah. Pembukuan. Platform Digital. PENDAHULUAN Berdasarkan UU No. 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah menyebutkan, sampah adalah sisa ataupun buangan yang merupakan hasil buatan manusia dalam kegiatan sehari- hari ataupun hasil dari proses alam yang berbentuk padat maupun semi padat berupa zat organik maupun anorganik yang bersifat dapat terurai maupun tidak dapat terurai yang sudah tidak digunakan lagi. Meifari dan Vanisa menejelaskan bahwa bank sampah merupakan suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah yakni sampah yang berbentuk anorganik yang disetorkan ke tempat pengepul sampah . Bank sampah merupakan suatu sistem yang dikelola seperti pengelolaan perbankan yang dilakukan oleh petugas yang bertindak sebagai pengurus bank sampah secara sukarelawan Ulandari dan Ekowati . Menurut Hariyono menjelaskan bahwa Penyetor merupakan warga yang mengumpulkan dan menyetorkan sampah yang telah dikumpulkan dan sudah dipilah ke bank sampah . Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Bank sampah adalah fasilitas untuk mengelola sampah berdasarkan prinsip 3R . eduse, reuse, dan recycl. Purwanto . Bank Sampah komunitas keluarga berdaya Sejahtera (KKBS) merupakan salah satu bank sampah yang ada di kota tanjungpinang. Melalui visinya yaitu menciptakan Masyarakat yang berbudaya peduli lingkungan dan produktif secara ekonomi melalui pengelolaan sampah, bank sampah KKBS secara aktif melakukan edukasi Masyarakat tentang pentingnya mengelola sampah rumah tangga agar Masyarakat dapat memahami cara memilah, mengumpulkan dan mendaur ulang sampah sehingga dapat mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Bank Sampah KKBS memiliki potensi besar untuk berkembang berkat dukungan pengurus yang berkomitmen dalam pengelolaannya. Sejak didirikan pada Juli 2024, bank sampah ini dikelola oleh 10 pengurus yang aktif yang terdiri dari ibu-bu dan remaja . diantaranya penyandang disabilita. , telah berhasil menarik 100 nasabah yang rutin menyetorkan sampah. Bank sampah KKBS menangani sampah setiap harinya A286 kg dan memiliki pendapatan mingguan rata-rata Rp. 000-Rp. 000 tergantung pada jenis dan volume sampah yang dikumpulkan. Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi mencerminkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular serta membuka peluang bagi bank sampah ini untuk terus berkembang. Bank sampah KKBS menawarkan 4 jenis Tabungan sampah yaitu Tabungan reguler. Tabungan konversi emas. Tabungan konversi buku serta Tabungan donasi. Keberadaan bank sampah KKBS yang berlokasi di kawasan komplek pertokoan dan pasar tradisional di kota tanjungpinang dapat menjadi nilai tambah strategis dalam pengembangan dan keberlanjutan usahanya. Pasar tradisional merupakan pusat aktivitas masyarakat dan menghasilkan volume sampah yang tinggi. Hal ini menjadi peluang besar untuk menjaring lebih banyak nasabah, terutama dari kalangan pedagang dan pengunjung Menurut Siregar . Keberadaan bank sampah menjadi solusi berkelanjutan yang tidak hanya membantu mengurangi limbah tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat . Namun, meskipun memiliki potensi yang besar. Bank Sampah KKBS masih menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam aspek manajemen dan pemasaran. Dari sisi manajemen, sistem pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana dan belum mengikuti siklus akuntansi yang terstruktur, sehingga berisiko menimbulkan ketidaktepatan dalam pengelolaan Sementara itu, dari segi pemasaran, bank sampah ini belum memiliki platform digital yang dapat memperluas jangkauan dan menarik lebih banyak nasabah. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan di kedua bidang ini agar Bank Sampah KKBS dapat berkembang secara lebih profesional dan berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Bank Sampah KKBS melalui perbaikan sistem manajemen dan strategi pemasaran yang lebih efektif. Dari sisi manajerial, kegiatan difokuskan pada penguatan sistem pencatatan keuangan sesuai siklus akuntansi, sedangkan dari sisi pemasaran, akan dikembangkan media digital berupa website untuk memperluas jangkauan layanan dan edukasi kepada masyarakat. METODE Persiapan yang tim lakukan adalah dengan cara melakukan diskusi awal dan identifikasi kebutuhan pencatatan keuangan sesuai karakteristik operasional Bank Sampah KKBS, mengidentifikasi kebutuhan perbaikan, dan pengembangan dalam pembukuan dan laporan keuangan. Merancang solusi untuk meningkatkan kualitas pembukuan dan laporan keuangan bank sampah yang benar menurut akuntansi Sari et al. , . Selanjutnya melakukan survei kebutuhan dan potensi pemasaran bank sampah berbasis digital. Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Langkah-langkah yang perlu dilakukan sehingga tujuan kegiatan pada Bank Sampah ini dapat dicapai adalah antara lain: Identifikasi Masalah Identifikasi masalah merupakan langkah awal yang perlu dilakukan untuk dapat merumuskan masalah yang dihadapi Bank Sampah berserta solusi yang dapat diberikan. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Penyusunan Materi Materi yang disampaikan kepada Bank Sampah sasaran dibuat dengan menggunakan praktik secara langsung agar lebih jelas dan dapat dimengerti. Pelaksanaan Kegiatan Sosialisai dan pelatihan pembukuan dilaksanakan pada tanggal 16 Agustus 2025. Peserta yang hadir akan dibekali dengan pembukuan yang sesuai dengan satndar akuntansi berdasrkan SAK EMKM. Selanjutnya pada tanggal 25 Agustus 2025 tim juga memberi pembekalan mengenai daur ulang sampah yang dapat diajadikan produk benrilai jual yang dapat meningkatkan pendapatan Bank Sampah. Kegitan terakhir tim akan mensosialisakan dan pelatihan penggunaan web bagi bank sampah sebagai platform digital yang dapat menjangkau luas jaringan bagi bank sampah. Evaluasi Evaluasi dilakukan dengan menilai keterampilan pengurus dalam menggunakan sistem pencatatan berbasis SAK EMKM, melalui uji coba pencatatan dan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Keberlanjutan dijaga dengan menyediakan modul pencatatan yang sederhana serta pendampingan jarak jauh jika dibutuhkan. Evaluasi mencakup keterlibatan pengurus dalam pelatihan digital marketing, kualitas dan fungsionalitas website yang dibangun, serta peningkatan interaksi melalui media sosial. Untuk keberlanjutan, website diserahkan sepenuhnya kepada mitra dan disertai pelatihan pengelolaan konten agar promosi bisa terus berjalan mandiri. Evaluasi difokuskan pada kemampuan mitra dalam menghasilkan produk daur ulang baru, serta dokumentasi hasil karya dalam katalog sederhana. Keberlanjutan ditopang oleh pelatihan berbasis praktik dan pemanfaatan bahan lokal yang mudah didapatkan, sehingga proses produksi dapat terus berlanjut meskipun program selesai. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Adapun Mitra dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah Bank Sampah KKBS yang berada di Tanjungpinang. Sejak didirikan pada Juli 2024, bank sampah ini dikelola oleh 10 pengurus yang aktif yang terdiri dari ibu-bu dan remaja . diantaranya penyandang disabilita. , telah berhasil menarik 100 nasabah yang rutin menyetorkan sampah. Bank sampah KKBS menangani sampah setiap harinya A286 kg dan memiliki pendapatan mingguan rata-rata Rp. 000-Rp. 000 tergantung pada jenis dan volume sampah yang dikumpulkan. Tabel 1 Jadwal Pelaksanaan PKM Nama Kegiatan Observasi awal mengenai kebutuhan pencatatan keuangan dan Pemetaan Kebutuhan Promosi digitalisasi Bank Sampah bersama pengurus Penyusunan materi siklus Akuntansi Bank Sampah KKBS sesuai SAK EMKM Pelatihan pencatatan dan penyusunan laporan keuangan berbasis SAK EMKM Pendampingan pembuatan produk daur ulang sampah yang bernilai Penyusunan dan Pembuatan Website Bank Sampah KKBS Pelatihan penggunaan website bank sampah KKBS Evaluasi hasil pelatihan pencatatan keuangan dan website bank sampah Bulan Partisipasi Mitra Bank Sampah KKBS dalam Tahapan Kegiatan: Pada bidang manajemen, mitra berpartisipasi sejak awal melalui diskusi kebutuhan pencatatan, memberikan data keuangan awal sebagai bahan penyusunan sistem, serta mengikuti pelatihan akuntansi sederhana berbasis SAK EMKM. Setelah pelatihan, mitra turut menerapkan sistem pencatatan dan menyusun laporan keuangan secara Dalam bidang pemasaran, mitra terlibat dalam pemetaan kebutuhan promosi, menyediakan materi dan informasi untuk pembuatan website, serta mengikuti pelatihan digital marketing. Mitra juga berkontribusi dalam menyusun rencana pemasaran sederhana dan melakukan uji coba promosi melalui media sosial. Di bidang produksi, mitra aktif mengikuti pelatihan pengolahan limbah menjadi produk daur ulang, khususnya yang berbasis potensi lokal dari lingkungan pasar. Pengurus yang terdiri dari ibu-ibu, remaja, dan penyandang disabilitas juga berperan dalam proses desain dan pembuatan katalog produk sebagai sarana promosi. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X HASIL DAN PEMBAHASAN Dibawah ini merupakan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksnakan bersama mitra yaitu Bank Sampah KKBS, serta pemabahasan mengenai capaian, manfaat dan dampak dari kegiatan tersebut. Hasil yang diperoleh didajikan sesuai dengan tujuan program,kemudian dianalisis sejauh mana kegiatan Pkm ini memberikan kontribusi terhadap pemecahan masalah mitra. Observasi Awal Kegiatan awal yang dilakukan oleh tim yaitu observasi awal kepada Bank Sampah KKBS. Observasi awal mengenai kebutuhan pencatatan keuangan dan Pemetaan Kebutuhan Promosi digitalisasi Bank Sampah bersama pengurus Bank Sampah. Gambar 1. Observasi Awal Perencanaan dan Pelaksanaan Kegiatan Setelah adanya observasi awal, tim melakukan identifikasi dan melakukan penyusunan materi yang nantinya akan digunakan pada saat pelatihan penyusunan keuangan bagi bank sampah. Gambar 2. Materi Pelatihan Pelatihan Pencatatan Keuangan Pelatihan Pertama yang tim lakukan adalah pelatihan pencatatan Keuangan bagi Bank sampah KKBS, hal ini dikarenakan pada bank sampah untuk pencatatan keuangannya masih belum tersistem dan belum berdasarkan standar yang seharusnya seperti SAK EMKM. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia . Dengan pencatatan sesuai SAK EMKM, laporan keuangan Bank Sampah akan lebih rapi, jelas, dan bisa dipertanggungjawabkan kepada anggota maupun mitra . Bank Sampah terkendala dengan pencatatan keuangan dikarenakan memang tidak paham melakukan pencatatan dengan benar sesuai pedoman SAK EMKM. Materi disampaikan oleh narasumber yaitu Ibu Inge Lengga Sari Munth. ,SE. ,M. Si. ,Ak. Oleh karena itu dengan adanya pelatihan ini diharpakan dapat meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan pengurus Bank Sampah KKBS dibidang pencatatan keaungan maupun pelaporan keuangan. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Gambar 3. Pelatihan Pencatatan Keuangan Bagi Bank Sampah KKBS Pelatihan Daur Ulang Selain melakukan pelatihan pencatatan keuangan, tim juga memberi pelatihan mengenai daur ulang sampah menjadi produk yang bernilai. Menurut Ariyanti dan Lubis . Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan bagi bank sampah itu sendiri sehingga di bank sampah tersebut tidak hanya ada kegiatan menabung sampah akan tetapi juga ada kegiatan membuat produk yang akan dijual . Menurut Irwanto . Kegiatan pengabdian ini cukup efektif karena bahan-bahan yang diperlukan ada disekitar masyarakat setempat, yaitu dengan dihasilkan produk kerajinan dari sampah . Daur ulang yang tim dan mitra lakukan adalah mendaur ulang tutup botol menjadi produk seperti gantungan kunci. Ini dilakukan melalui proses, dimana semula tutup botol dihancurkan terlebih dahulu menggunakan mesin pengancur selanjtnya tutup botol yang hancur tadi akan dilelehkan menggunakan oven. Tutup botol yang sudah meleleh akan dicetak sesuai cetakan yang diinginkan sehingga menjadi sebuah gantungan kunci yang bernilai dan bisa dijual. Gambar 4. Produk Daur Ulang Tutup Botol Pembuatan Website Bagi Bank Sampah Menurut Abbas dan Sutrisno bahwa Pembuatan website bagi bank sampah KKBS merupakan langkah strategis untuk mendukung transparansi, efisiensi dan modernisasi dalam pengelolaan tabungan sampah . Melalui website ini, masyarakat dengan mudah mengakses informasi mengenai prodil Bank Sampah KKBS, prosedur penyetoran sampah, daftar harga terbaru serta program-program lingkungan yang dijalankan. itu website juga menampiklan fitur kalkukaltor sampah, sehingga masyarakat dapat Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X menghitung berapa nilai sampah yang akan ditabung. Dengan tampilan sederhana, ramah pengguna dan mudah diakses, website ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus media komunikasi anatara Bank Samapah KKBS dan masyarakat sehingga dapat memperkuat partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan Gambar 5. Pembuatan Website Bank Sampah Capaian Pengabdian Kepada Masyarakat Adapun Capaian dari Pengabdian Kepada Masyarakat aini adalah : Tabel 2 Capaian Pengbadian Kepada Masyarakat Permasalaha Target Penyelesaian Indikator Metode pengukuran n Mitra Luaran Manajemen Tersusunnya sistem Tersedia sistem Dokumentasi sistem dan pencatatan keuangan pencatatan dan modul. daftar hadir sederhana berbasis modul. pelatihan pelatihan. hasil laporan SAK EMKM, terlaksana. keuangan bulanan. dilengkapi dengan laporan panduan, keuangan serta meningkatnya disusun rutin. kapasitas pengurus Pemasaran Tersedianya website Website Uji coba website. resmi Bank Sampah pelatihan KKBS, pelatihan dilaksanakan. strategi pemasaran marketing plan plan. rencana tersedia. serta jumlah nasabah. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 Produksi p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X jumlah nasabah. Meningkatnya mengolah sampah, 2Ae3 produk baru berbasis tersusunnya katalog produk hasil olahan. Produk katalog produk Dokumentasi salinan katalog. hadir pelatihan dan hasil evaluasi keterampilan. Dampak dari Pelatihan Dibawah ini merupakan dampak dari pelatihan yang dilaksanakan Tim PkM bersama mitra yaitu penjelasan mengenai kondisi sebelum dan sesudah melaksanakan pelatihan. Tabel 3 Kondisi sebelum dan Sesudah Pelatihan Bidang Kondisi Sebelum Pelatihan Kondisi Setelah Pelatihan Manajemen (SAK EMKM) Pencatatan masih manual, tidak sesuai standar, laporan keuangan tidak Pengurus mampu menggunakan sistem pencatatan berbasis SAK EMKM, menghasilkan laporan keuangan sederhana yang sesuai standar. Website berfungsi sebagai media promosi, pengurus Promosi masih terbatas dari Pemasaran (Digital Marketing & aktif menggunakan media mulut ke mulut, belum ada Websit. sosial, dan mulai media digital yang dikelola. menerapkan strategi digital Produksi (Produk Daur Ulan. Mitra menghasilkan produk daur ulang baru. Produk daur ulang terbatas, terdokumentasi dalam kurang inovasi, dan tidak katalog sederhana, serta memanfaatkan bahan lokal untuk keberlanjutan. Evaluasi dan Hasil Evaluasi Evaluasi Bidang manajemen, evaluasi dilakukan dengan menilai keterampilan pengurus dalam menggunakan sistem pencatatan berbasis SAK EMKM, melalui uji coba pencatatan dan kualitas laporan keuangan yang dihasilkan. Keberlanjutan dijaga dengan menyediakan modul pencatatan yang sederhana serta pendampingan jarak jauh jika dibutuhkan. Bidang pemasaran, evaluasi mencakup keterlibatan pengurus dalam pelatihan digital marketing, kualitas dan fungsionalitas website yang dibangun, serta peningkatan interaksi melalui media sosial. Untuk keberlanjutan, website diserahkan sepenuhnya kepada mitra dan disertai pelatihan pengelolaan konten agar promosi bisa terus berjalan mandiri. Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Bidang produksi, evaluasi difokuskan pada kemampuan mitra dalam menghasilkan produk daur ulang baru, serta dokumentasi hasil karya dalam katalog sederhana. Keberlanjutan ditopang oleh pelatihan berbasis praktik dan pemanfaatan bahan lokal yang mudah didapatkan, sehingga proses produksi dapat terus berlanjut meskipun program selesai. Hasil Evaluasi Bidang Manajemen Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengurus mampu mengoperasikan sistem pencatatan berbasis SAK EMKM dengan cukup baik. Uji coba pencatatan yang dilakukan menghasilkan laporan keuangan sederhana yang sesuai standar. Adanya modul pencatatan dan pendampingan jarak jauh membuat mitra merasa lebih percaya diri untuk menerapkan sistem ini secara berkelanjutan. Bidang Pemasaran Pada aspek pemasaran, pengurus aktif mengikuti pelatihan digital marketing dan mulai memahami strategi promosi berbasis digital. Website yang dibangun telah berfungsi dengan baik dan digunakan sebagai media informasi sekaligus promosi. Interaksi mitra melalui media sosial juga menunjukkan peningkatan. Dengan adanya pelatihan pengelolaan konten dan penyerahan penuh website kepada mitra, diharapkan aktivitas pemasaran dapat berjalan mandiri. Bidang Produksi Dalam bidang produksi, mitra berhasil mengembangkan beberapa produk daur ulang baru dan terdokumentasi dalam bentuk katalog sederhana. Produk yang dihasilkan memanfaatkan bahan lokal, sehingga mudah untuk dilanjutkan setelah program berakhir. Pelatihan berbasis praktik yang diberikan memperkuat keterampilan mitra dalam berinovasi, sehingga keberlanjutan proses produksi lebih terjamin. KESIMPULAN Setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan, yaitu berupa pelatihan pencatatan keuangan, pelatihan daur ulang sampah, dan pembuatan website. Bank Sampah mendapatkan banyak perubahan positif. Melalui pelatihan pencatatan keuangan, pengurus dan anggota semakin memahami pentingnya mengelola keuangan secara rapi, teratur, dan transparan. Laporan keuangan yang dulunya masih sederhana kini bisa dibuat lebih jelas, sehingga memudahkan pengurus dalam mempertanggungjawabkan kegiatan serta meningkatkan rasa percaya anggota dan Pelatihan daur ulang sampah juga membawa dampak yang besar karena memberikan keterampilan baru kepada anggota untuk memanfaatkan sampah menjadi barang yang bermanfaat, menarik, dan bahkan memiliki nilai jual. Dengan cara ini, sampah tidak hanya menjadi limbah, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat. Selain itu, pembuatan website membuat Bank Sampah semakin mudah dikenal oleh masyarakat luas. Website berfungsi sebagai media informasi, promosi, dan komunikasi yang memperlihatkan bahwa Bank Sampah mampu mengikuti perkembangan teknologi di era digital. Keberadaan website juga membantu memperkuat citra Bank Sampah sebagai lembaga yang modern, terbuka, dan siap menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya menambah pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga memperkuat kemandirian Bank Sampah, membuat pengurus lebih terampil, menambah Jurnal Abdimas PHB Vol 8 No 4 Tahun 2025 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X peluang ekonomi bagi anggota, serta memperluas jangkauan Bank Sampah ke Dengan adanya kegiatan ini. Bank Sampah menjadi lebih siap untuk berkembang, lebih bermanfaat bagi lingkungan, dan lebih mampu memberdayakan masyarakat sekitar. SARAN Adapun Saran dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini yaitu: Pengembangan produk daur ulang, perlu diadakan pelatihan lanjutan yang lebih kreatif, misalnya desain, pengemasan, dan strategi pemasaran agar produk hasil daur ulang bisa memiliki nilai jual lebih tinggi. Optimalisasi website, website yang sudah dibuat dapat dikembangkan dengan fitur tambahan, seperti sistem pencatatan digital sederhana, katalog produk hasil daur ulang, atau menu tabungan online untuk anggota. Pemasaran dan jaringan kerja sama ke depan, perlu dijembatani kerja sama dengan pihak pemerintah, sekolah, maupun swasta agar hasil produk dan program bank sampah bisa lebih dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas. Peningkatan kapasitas SDM pengurus dan anggota bank sampah dapat diberikan pelatihan tambahan, misalnya tentang kewirausahaan, digital marketing, atau literasi keuangan untuk meningkatkan kemampuan manajerial. UCAPAN TERIMA KASIH