Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . Transformasi Digital dalam Pendidikan: Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Deep Learning untuk Memperkuat Geocapability di MGMP Kabupaten Banyuwangi Digital Transformation in Education: Assistance in Developing Deep LearningBased Teaching Modules to Strengthen Geocapability in MGMP Banyuwangi Regency Tuti Mutia1*. Fatiya Rosyida1. Imam Rofiki2. Novika Adi Wibowo1. Martha Abymanyu Ragil Atmaja1 1Departemen Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Malang 2Departemen Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang fis@um. id, fatiya. fis@um. id, imam. fmipa@um. id, novika. fis@um. 2107216@students. *Correspondent author: Tuti Mutia . fis@um. ABSTRAK Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru MGMP Geografi Kabupaten Banyuwangi dalam menyusun modul ajar berbasis deep learning yang berorientasi pada penguatan geocapability. Program ini dirancang untuk mengatasi rendahnya ketersediaan perangkat ajar yang inovatif secara teknologi, kaya akan muatan lokal, serta mampu mendorong keterampilan berpikir tingkat tinggi pada siswa. Kegiatan dilaksanakan melalui metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, pelatihan konsep deep learning dan geocapability, pendampingan penyusunan modul Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Rogojampi sebagai sekolah mitra sekaligus pusat koordinasi MGMP Geografi Banyuwangi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa guru geografi mampu mengembangkan modul ajar yang lebih Relevan, lebih kritis, merefleksikan kurikulum geografi abad 21, serta memadukan isu ketahanan dan kerawanan terkini di Banyuwangi. Kegiatan pengabdian ini memperkuat kolaborasi MGMP, serta memperkuat kompetensi guru untuk melaksanakan pembelajaran berbasis deep learning dalam konteks geocapability. Kegiatan pendampingan di harapkan dapat dijadikan model pengembangan profesional berkelanjutan bagi komunitas MGMP, dan membantu mengangkat tren pembelajaran geografi berbasis kompetensi di masa mendatang. Kata Kunci: modul ajar. deep learning. transformasi digital ABSTRACT This community service activity aims to improve the competency of MGMP Geography teachers in Banyuwangi Regency in developing deep learning-based teaching modules oriented toward strengthening geocapabilities. This program is designed to address the low availability of technologically innovative teaching tools, rich in local content, and capable of fostering higher-order thinking skills in students. The activity was implemented through a method that included needs identification, training in deep learning and geocapability concepts, and mentoring in developing teaching modules. The activity took place at SMA Negeri 1 Rogojampi, a partner school and the coordination center for the Banyuwangi Geography MGMP. The results showed that geography teachers were able to develop teaching modules that were more relevant and critical, reflecting the 21st-century geography curriculum, and integrating current issues of resilience and vulnerability in Banyuwangi. This community service activity strengthened MGMP collaboration and strengthened teachers' competencies in implementing deep learning-based teaching within the context of geocapability. The mentoring activity is expected to serve as a model for continuous professional development for the MGMP community and help promote the trend of competency-based geography learning in the future. Keywords: teaching module. deep learning. digital transformation Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 PENDAHULUAN nyata (Walkington et al. , 2. Hingga saat Perkembangan digitalisasi saat ini ini, belum ditemukan upaya mandiri yang ternyata memberikan dampak yang signifikan sistematis dari MGMP Geografi Kabupaten pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pada Banyuwangi untuk mengatasi rendahnya Penggunaan sebenarnya sudah merupakan kebutuhan saat ini mengintegrasikan teknologi dan konteks guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan Padahal, penguatan kompetensi guru dalam menyusun modul berbasis deep learning sangat mendesak dilakukan guna Teknologi merupakan aspek yang sangat penting menumbuhkan geocapability peserta didik dikarenakan geografi telah berkaitan dengan data di Banyuwangi. Kemampuan ini krusial spasial dan analisis lingkungan yang semakin agar siswa mampu merespons tantangan global yang semakin kompleks, seperti lingkungan sekitar dalam pembelajaran yang perubahan iklim, urbanisasi, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan. Guru Hal dikarenakan, pergeseran paradigma pendidikan Di MGMP (Musyawarah Guru dari pembelajaran tradisional ke digital dan Mata Banyuwangi, meningkatkan kompetensi mereka, khususnya dalam mengembangkan materi pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman pedagogis yang inovatif untuk memenuhi (Taneo et al. , 2. Peningkatan literasi geografi kebutuhan siswa di era digital ini. Hal ini peserta didik dalam pembelajaran diupayakan mendorong perlunya pendampingan dalam melalui implementasi strategi yang sistematis. penyusunan modul ajar yang kontekstual Hal Pelajara. Geografi Kabupaten guru-guru Peningkatan kemampuan literasi geografi agar dapat mencapai tujuan pembelajaran di kalangan siswa, diperlukan pendekatan yang yang lebih baik (Abdurahman et al. , 2. memperkuat geocapability. Geocapability yaitu Kondisi MGMP kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan Geografi Kabupaten Banyuwangi saat ini menunjukkan kesenjangan serius antara konteks yang lebih luas (Rizqon et al. , 2. tuntutan digitalisasi kurikulum dengan Geocapability pengetahuan geografis yang mendalam, sehingga Masalah utama terletak pada dapat diimplementasikan dalam konteks dunia dominasi metode hafalan . urface learnin. Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 dan pemanfaatan teknologi yang sebatas media kemampuan guru untuk menyusun modul ajar berbasis deep learning menjadi hal menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa. yang sangat penting, agar mereka dapat Kondisi ini diperburuk oleh belum optimalnya menyampaikan materi pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik. Deep learning keunikan Ijen dan pesisir Banyuwangi, ke dalam merupakan pendekatan yang bertujuan perangkat ajar digital yang sistematis. Akibatnya, profil geocapability siswa menjadi lemah, di mana mereka kesulitan mengaitkan materi kelas kreativitas yang mendalam (Fullan et al. dengan pemecahan masalah nyata di lingkungan Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan cara yang lebih mendalam Oleh karena itu, pengabdian berupa dan bermakna, yang pada gilirannya akan pendampingan penyusunan modul berbasis deep membantu mereka dalam mengembangkan mendesak untuk mentransformasi peran guru dari menghadapi isu-isu global dan lokal. pengajar tekstual menjadi pengembang konten Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk digital yang inovatif. Tanpa intervensi ini, memberikan pendampingan intensif bagi digitalisasi pendidikan di Banyuwangi hanya guru-guru di MGMP Geografi Kabupaten akan menjadi modernisasi administratif tanpa Banyuwangi menyentuh esensi literasi geografi. Sinergi ini perangkat ajar melalui penyusunan modul berbasis deep learning yang berorientasi keterampilan teknis dalam merancang modul interaktif yang mampu mencetak spesifik, program ini dirancang untuk membekali mitra dengan keterampilan menghadapi tantangan global seperti perubahan teknis dalam mengintegrasikan teknologi digital dan konteks fenomena geosfer lokal Urgensi kegiatan Secara ke dalam proses pembelajaran yang lebih mengingat perkembangan cepat teknologi digital mendalam dan bermakna. Upaya ini yang menuntut pendidikan untuk beradaptasi agar menjadi krusial mengingat sebelumnya tetap relevan. Di Kabupaten Banyuwangi, masih pihak mitra telah melakukan berbagai terdapat sejumlah tantangan dalam hal akses inisiatif mandiri, seperti diskusi rutin dalam memanfaatkan teknologi tersebut. Peningkatan MGMP mengadopsi platform belajar digital secara Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 otodidak dan pemanfaatan sumber belajar dari menjadi lebih terampil dalam geografi tetapi juga lebih siap menghadapi tantangan sepenuhnya utuh karena masih terbatas pada yang ada di era digital (Afif, 1. Melalui penggunaan teknologi di level administratif dan program ini, diharapkan terjadi sinergi metode pembelajaran yang bersifat superfisial. antara guru dan siswa dalam menyongsong Namun. Masalah mendasar berupa ketiadaan transformasi pendidikan yang lebih baik metodologi penyusunan modul yang terstruktur dan sesuai dengan tuntutan zaman. dan keterbatasan akses terhadap kepakaran dalam METODE PENELITIAN konsep deep learning membuat inovasi yang Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan mitra selama ini belum berdampak diawali dengan pemetaan masalah secara signifikan terhadap peningkatan geocapability komprehensif melalui instrumen evaluasi Pendampingan kepada guru-guru di diri dan diskusi kelompok terfokus (Focus MGMP Kabupaten Banyuwangi dalam menyusun Group modul ajar berbasis deep learning. Deep learning. MGMP Geografi Kabupaten Banyuwangi. yang menekankan proses belajar yang lebih Pemetaan dalam dan bermakna, sangat relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep- ketersediaan perangkat digital sekolah konsep geografi yang kompleks (Haryanti et al. dengan rendahnya kompetensi pedagogis Dengan modul ajar yang didesain secara guru dalam merancang konten ajar yang tepat, diharapkan siswa dapat belajar secara aktif Hasil pemetaan menunjukkan dan kreatif, serta mengembangkan kemampuan bahwa hambatan utama terletak pada geocapability mereka (NiAomatussyahara et al. kesulitan guru dalam mentransformasikan Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru data geospasial lokal menjadi materi ajar dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi yang interaktif, sehingga pembelajaran dalam pembelajaran, sehingga proses belajar tetap terjebak pada pola tekstual. Sebagai mengajar menjadi lebih interaktif dan menarik. solusi yang ditawarkan, tim pengabdi Dalam konteks yang lebih luas, penguatan Discussio. kapasitas guru melalui penyusunan modul ajar penyusunan modul berbasis deep learning yang inovatif diharapkan dapat memberikan yang mengintegrasikan teknologi digital dengan penguatan geocapability berbasis pendidikan di Kabupaten Banyuwangi. Dengan kearifan wilayah. memanfaatkan teknologi dan pendekatan baru Pemilihan dalam pembelajaran, siswa tidak hanya akan Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 menciptakan model pembelajaran yang tidak Survei Pendahuluan Tujuan dari hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga mampu meningkatkan daya kritis siswa terhadap Guna masalah berdasarkan kondisi lingkungan. memastikan solusi ini bersifat aplikatif dan Survey pendahuluan dilakukan dengan berkelanjutan, pengabdian ini menggunakan mendukung program. (PAR). Participatory Pendekatan Action Research Pertemuan mengutamakan kolaborasi aktif, di mana tim membahas hal-hal seperti: . penentuan pengabdi dan guru bersama-sama melewati siklus waktu pelatihan, . tempat pelaksanaan riset mulai dari refleksi atas praktik mengajar saat kegiatan, . sarana dan prasarana yang ini, perencanaan aksi melalui penyusunan modul, dibutuhkan selama pelaksanaan kegiatan, hingga observasi dan evaluasi hasil implementasi di kelas. Dengan PAR, guru diposisikan sebagai pembagian materi yang akan disampaikan kepada tim pelaksana PkM, dan . tantangan pendidikannya sendiri melalui inovasi pengurusan izin melaksanakan kegiatan digital yang mereka susun secara mandiri dan pengabdian, baik di kalangan internal institusi maupun pihak eksternal terkait. PAR memiliki jenis pendekatan atau metode PkM karena PAR bersifat . Tahap Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan pengabdian dengan memecahkan masalah yang ada (Andini Kegiatan & Wahyuningsih, 2021. Qomar et al. , 2022. Rahmat, 2020. Sufia et al. , 2. Kegiatan dilaksanakan 2 gelombang, yaitu . pada tanggal 5 Juni 2025 secara daring, . tanggal 26 Juni 2025 Kegiatan secara luring untuk mempelajari lebih lanjut materi pada online. Metode pelaksanaan pendampingan pada guru geografi di pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan Kabupaten Banyuwangi dalam pembuatan dengan beberapa tahap, yaitu: modul ajar kontekstual berbasis deep Tahap Persiapan Kegiatan persiapan dilaksanakan yang Tahap Evaluasi dilakukan meliputi: Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 Evaluasi kegiatan pelatihan dilakukan dua Kegiatan ini dilakukan di SMA Negeri 1 kali, yakni setelah sesi penyuluhan dengan Rogojampi. Mei 2026. pemberian materi dan setelah rangkaian proses HASIL DAN PEMBAHASAN pelaksanaan pelatihan selesai. Evaluasi pertama. Kegiatan Pengabdian untuk melihat seberapa jauh pemahaman guru Masyarakat ini dilakukan bersama dengan mengenai materi yang disampaikan. Dalam Musyawarah Guru mengetahui hasil kemampuan pasca latihan (MGMP) Geografi dengan memberikan proyek pembuatan modul Banyuwangi, bertujuan utama memberikan ajar kontekstual berbasis deep learning. kekuatan pengetahuan kepada guru dalam Mata Pelajaran Kabupaten Hasil evaluasi sebagai acuan perbaikan di pengembangan modul ajar kontekstual sesi ke dua atau secara program secara berbasis deep learning. Kegiatan ini menghasilkan modul ajar yang adaptif, dilakukan setelah semua program selesai. Pada inovatif dan relevan dengan kebutuhan tahap ini merupakan refleksi dan evaluasi proses Pada Tahap Akhir, terdapat penilaian kegiatan yang dilaksanakan secara luring dari kegiatan pelatihan. Hal ini merupakan pada gambar 1 berikut. Evaluasi Adapun refleksi para peserta mengenai materi yang disajikan dan bagaimana para penyajinya serta Tim pengabdian juga kehadiran, keaktifan, maupun partisipasinya selama kegiatan berlangsung. Tahap Keberlanjutan Program Program kegiatan pelatihan ini akan dilakukan Gambar 1. Peserta pelatihan Penyusunan tindak lanjutnya, untuk mencapai tujuan, solusi Modul ajar kontekstual berbasis deep dan target. Setelah evaluasi maka penyusunan Kegiatan Implementasi kekurangan dan ketercapaian program akan pendampingan ini telah berhasil mendorong guru-guru MGMP Geografi Kabupaten Rencana keberlanjutan program Banyuwangi keterampilan pedagogis dan teknis mereka Hasil Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 mentransformasi peran mereka dari sekadar terhadap tantangan global dan berakar pada pengajar menjadi pengembang modul digital kearifan lokal (Rahmandani et al. , 2. berbasis deep learning yang aplikatif. Data Ada observasi mengonfirmasi bahwa keterlibatan aktif dalam siklus aksi-refleksi memungkinkan guru untuk secara mandiri mengintegrasikan isu-isu keberlanjutan program. strategis seperti perubahan iklim dan kearifan Tahap Persiapan lokal Banyuwangi ke dalam perangkat ajar. Koordinasi Capaian pengabdian kepada masyarakat dimulai pendampingan yang dilakukan tidak hanya pada tanggal 25 April 2025 sebagai langkah meningkatkan literasi digital mitra, tetapi juga menghasilkan produk modul ajar yang secara nyata mampu mengaktivasi profil geocapability Tahap ini diawali dengan peserta didik dalam proses pembelajaran di kelas. survei potensi lokal dan kebutuhan guru. Kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat khususnya dalam konteks pembelajaran mendorong guru untuk tidak hanya meningkatkan geografi di era digital. Survei ini bertujuan keterampilan mengajar mereka, tetapi juga untuk mengidentifikasi kekuatan sumber daya lokal, tantangan pedagogis, serta nilai-nilai kontekstual yang dapat diterapkan dalam situasi mengembangkan modul ajar kontekstual yang sejalan dengan prinsip deep learning (Rahmandani et al. , 2. mengembangkan kesadaran kritis siswa terhadap Survei untuk pemetaan kemampuan isu-isu lingkungan, sosial, dan budaya setempat. guru dalam memanfaatkan teknologi digital Deep learning digunakan untuk merancang pembelajaran yang dapat membentuk karakter (Knowles et al. , 2. geocapability dan kemampuan berpikir Model spasial, reflektif, dan kontekstual dalam memaknai ruang dan tempat. Setelah survei berkelanjutan, memainkan peran mereka sebagai fasilitator dan inovator dalam membentuk mengintegrasikan hasil temuan ke dalam generasi pembelajar sepanjang hayat yang adaptif rencana pelaksanaan kegiatan. Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 Tahap Pelaksanaan Tahap pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat disesuaikan dengan jadwal yang telah disusun saat koordinasi di tahap persiapan. Pelaksanaan kegiatan pelatihan ditujukan untuk guru MGMP Geografi Kabupaten Banyuwangi. Terdapat 2 tahapan pelaksanaan kegitan yakni: Workshop Daring AuPenyusunan Modul ajar Gambar 2. Pamflate dan Workshop Daring Kegiatan kontekstual berbasis Deep learning Untuk Era melibatkan MGMP geografi Kabupaten Transformasi Digital Pada MGMP Kabupaten Banyuwangi yang merupakan sasaran dari BanyuwangiAy dan workshop luring. kegiatan ini. Keterlibatan guru sangat Workshop Daring strategis, mengingat geografi adalah satu Pengabadian dengan kegiatan pendampingan dari mata pelajaran yang secara langsung yang dirancang untuk memberikan pemahaman berhubungan dengan geocapability, yaitu konseptual dan teknis kepada para guru geografi dalam menyusun modul ajar kontekstual berbasis memahami, menganalisis, dan memaknai ruang, tempat, dan dinamika lingkungan workshop adalah memperkuat geocapability, dalam rentang lingkup yang luas dari skala yaitu kemampuan guru dan siswa dalam lokal hingga global (Bustin et al. , 2. Penguatan Geocapability Dalam Fokus Oleh menginterpretasikan fenomena geosfer secara kritis dan reflektif, terutama dalam konteks learning untuk dapat menyusun modul ajar transformasi digital. Kegiatan secara daring kontekstual yang tidak hanya bertujuan melalui platform Google Meet pada tanggal 5 Juni membangun pemikiran kritis, reflektif, dan analitis terhadap fenomena geosfer yang terjadi di sekitar siswa. Melalui program pendampingan, guru geografi diberdayakan mengintegrasikan sumber belajar lokal, teknologi digital, serta isu-isu spasial Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 kontemporer ke dalam perangkat ajar yang yang menstimulasi proses berpikir tingkat tinggi . igher order thinking skill. melalui pemanfaatan pendekatan deep learning. Pendekatan ini menekankan pentingnya lingkungan sekitar siswa sebagai bentuk Gambar 3. Pelaksanaan Workshop Daring Setelah pelaksanaan workshop daring kegiatan akan dilanjutkan dengan pelatihan dan pendampingan yang difokuskan pada penyusunan modul ajar kontekstual berbasis deep learning. Pendampingan ini dirancang untuk membantu para guru geografi dalam mengembangkan materi ajar yang mampu memperkuat geocapability siswa melalui pembelajaran berbasis konteks Gambar 4. Penyampaian Materi Workshop Luring Workshop luring dengan bimbingan langsung Melalui kegiatan ini, para guru pada guru dalam menyusun dan mereview dengan dapat memahami langkah penyusunan tujuan meningkatkan kapasitas pedagogik guru modul ajar kontekstual berbasis deep Deep learning mendorong guru Workshop Luring mampu menstimulasi pemikiran kritis. Workshop luring ini merupakan bagian koneksi antarkonsep, serta pemaknaan dari praktik bimbingan langsung yang bertujuan terhadap isu-isu geosfer dalam konteks untuk membantu guru, dalam menyusun modul Melalui kegiatan ini, para guru pembelajaran kontekstual berbasis deep learning. Kegiatan pembelajaran lingkungan sekitar secara Rogojampi. Kabupaten Banyuwangi pada tanggal kontekstual ke dalam proses pembelajaran. SMAN 26 Juni 2025. Kegiatan ini dengan membimbing peserta dalam merancang struktur modul ajar Deep pemahaman konseptual yang mendalam Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 terhadap materi geografi dan isu-isu lingkungan, spasial, refleksi terhadap isu lingkungan kemampuan berpikir reflektif, dan rasa tanggung jawab ekologis dalam diri peserta didik (Raup et konsep-konsep geografis dengan realitas. , 2. Implementasi modul ajar dapat Namun, memberikan dampak nyata terhadap kualitas pendampingan untuk penguatan koneksi pendidikan, baik pada skala lokal maupun antarkonsep dan integrasi teknologi digital secara optimal dalam modul yang didesain. Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut Pelaksanaan program pengabdian Evaluasi kegiatan pelatihan terdiri dari masyarakat ini diawali dengan serangkaian dua tahap, yaitu setelah sesi penyuluhan dan pemberian materi, serta setelah seluruh rangkaian melibatkan para guru di MGMP Geografi pelaksanaan pelatihan selesai. Pertama, sesudah Kabupaten Banyuwangi. Hasil pengabdian sesi penyuluhan dan penyampaian materi. Kedua menunjukkan adanya pergeseran paradigma setelah seluruh rangkaian kegiatan pelatihan guru, dari pola pembelajaran konvensional menuju penyusunan modul ajar berbasis deep learning yang lebih adaptif terhadap digunakan untuk menilai hingga sejauh mana para dinamika era digital. Melalui metode guru memahami materi yang telah disampaikan. pendampingan yang bersifat partisipatif. Para guru diberikan proyek penyusunan Aomodul para guru berhasil merumuskan indikator ajarAo berbasis deep learning. Hasil proyek tersebut dievaluasi oleh tim pengabdian berdasarkan karakteristik wilayah Banyuwangi, seperti indikator yakni kontek konten, deep kontent, isu perubahan iklim di kawasan pesisir dan learning strategy, dan implevent strategy dari mitigasi bencana di dataran tinggi. deep learning dan local context. Hasil evaluasi Capaian tersebut didukung oleh data proyek dimaksudkan sebagai bahan perbaikan kuantitatif yang menunjukkan peningkatan pelatihan dan pendampingan sesi berikutnya. rata-rata Hasil evaluasi pertama menunjukkan bahwa sebagian besar guru telah mampu penguasaan guru terhadap strategi deep mengembangkan struktur modul ajar yang learning meningkat dari 55% menjadi 88%, relevan dengan konteks lokal dan mengandung sementara kemampuan integrasi teknologi elemen-elemen pembelajaran mendalam. Modul digital dalam modul ajar mencapai skor ajar telah mengarah pada pemahaman terhadap rata-rata 90% setelah program selesai. Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 Peningkatan ini dapat divisualisasikan melalui Banyuwangi dalam menyusun modul ajar menunjukkan tren positif pada seluruh indikator Penilaian yang melibatkan pencapaian dan utama, mulai dari aspek pedagogis hingga tantangan dari pelaksanaan sebelumnya penguasaan konten teknis. sebagai landasan utama untuk merancang Sedangkan, progran selanjutnya secara adaptif. menunjukkan bahwa para guru merasa pelatihan Program berkelanjutan ini akan ini sangat relevan dan aplikatif. Para peserta praktik kegiatan belajar berupa modul mendorong untuk berpikir lebih dalam dalam kursus kontekstual berbasis deep learning menyusun strategi pembelajaran yang dapat membentuk cara berpikir kritis siswa. capabilities siswa. Selain itu, guru yang Pencapaian ini melalui efektivitas metode kapasitas kolaborasi dalam menyiapkan Hasil yang diperoleh membuktikan modul ajar dan desain pembelajaran yang bahwa penggunaan konteks geografi lokal inovatif dan mengacu pada refleksi serta . eperti fenomena Blue Fire Ijen atau tata ruang konteks sosial-ekologis. kota Banyuwang. sebagai bahan ajar mampu Menutup mengimplementasikan konsep deep learning diuraikan melalui komitmen pembentukan secara konkret. Luaran yang dihasilkan dari komunitas praktisi digital di dalam MGMP Geografi Kabupaten peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Komunitas tetapi juga berupa produk fisik berupa modul ajar wadah peer-mentoring berkelanjutan yang digital interaktif. Tahap keberlanjutan program Tercapainya tujuan, solusi, dan target Banyuwangi. transformasi digital di sekolah-sekolah se- yang direncanakan sebagai dasar untuk menyusun Kabupaten berjalan selaras dengan perkembangan Setelah Banyuwangi teknologi dan isu lingkungan global. Kegiatan pengabdian ini, memberikan memperkuat pemahaman dan mengembangkan kontribusi dalam pembelajaran geografi yang lebih inovatif. Kabupaten Modul-modul ajar Mutia, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 585-598 Kabupaten Negeri Malang. SMA Negeri 1 Rogo Jampi beradaptasi dengan tuntutan pembelajaran abad yang telah terlibat dan mendukung kegiatan Serta membentuk ekosistem pembelajaran pengabdian, sehingga terlaksana dengan progresif berbasis digitalisasi pendidikan untuk memepersiapkan guru dengan kapasitas sebagai DAFTAR PUSTAKA penggerak perubahan. Abdurahman. Akbar. , & Christine. SIMPULAN DAN SARAN Banyuwangi. Universitas . Pendampingan Pelatihan Kegiatan pengabdian masyarakat dengan Model Pembelajaran Pgsd Dalam MGMP Geografi di Kabupaten Banyuwangi Meningkatkan berhasil mengembangkan kompetensi guru dalam Pedagogik Guru Di Sma Ramu Bogor. Communnity Development berbasis deep learnig yang relevan dengan konteks lokal dan lingkungan siswa. Hal ini Kompetensi Journal, 5. , 5695Ae5703. Afif, . Pengajaran dicapai melalui kombinasi pelatihan daring dan Pembelajaran di Era Digital. IQ (Ilmu luring, pendampingan intensif, dan praktik Al-QurAoa. : Jurnal Pendidikan Islam, 2. Saran dari kegiatan ini, 117Ae129. https://doi. org/10. 37542/iq. Andini. , & Wahyuningsih. pasca-pelatihan. Pendampingan Dan Pemberdayaan optimalisasi penerapan teknologi digital, serta Masyarakat Sebagai Tutor Baca Tulis kolaborasi dengan sekolah, dinas pendidikan, dan Al-QurAoan Dengan Media Flashcard masyarakat setempat. Evaluasi berkala juga Pada Siswa Era Covid-19 Di Dusun diperlukan untuk memastikan bahwa modul yang Maron Desa Genteng Kulon. Jurnal dikembangkan guru benar-benar berkontribusi Pengabdian Kepada Masyaraka. |, 4 No. 184Ae198. menumbuhkan budaya pembelajaran kontekstual http://ejournal. id/inde yang kritis, interaktif, dan berkelanjutan, serta php/Abdi_Kami memperkuat peran guru sebagai fasilitator dan Bustin. Lambert. , & Tani. agen perubahan di sekolah. The development of GeoCapabilities: UCAPAN TERIMA KASIH