JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 PENGUATAN TEKNOLOGI PRODUKSI OLAHAN RUMPUT LAUT (Eucheuma cottoni. DENGAN MESIN PENGADUK DI POKLAHSAR SWAKARYA BERSAMA KABUPATEN PENAJAM PASER UTARA Improving Production Technology of Processed Seaweed (Eucheuma cottoni. with Mixer Machine on Poklahsar Swakarya Bersama Penajam Paser Utara Regency Faisal Manta1*,Diniar Mungil Kurniawati1. Menasita Mayantasari2. Riki Herliansyah3. Donny Prasunyar1. Riola Montissa1. Ahmad Yaser Sitompul1. Muhammad Idris AlHakim2. Achmad Farizul Hasmi1. Fauzan Adzimi1. Rifky Riansyah2. Rizky Saputra2. Anatalia Yosevin Simanjutak2 Program Studi Teknik Mesin. Jurusan Teknologi Indusri dan Proses. Institut Teknologi Kalimantan. Program Studi Fisika. Jurusan Sains. Teknologi Pangan dan Kemaritiman. Institut Teknologi Kalimantan. Program Studi Statistika. Jurusan Matematika dan Teknologi Informasi. Institut Teknologi Kalimantan. Jl. Soekarno Hatta Km. Karang Joang Ae Kotak Pos No. 76127 Ae Balikpapan * e-mail korespodensi : faisal86@lecturer. ABSTRAK Kelompok pengolahan dan pemasar (Poklahsa. Swakarya Bersama merupakan kelompok UMKM yang terletak di Kelurahan Tanjung Tengah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Provinsi Kalimantan Timur dengan produk olahan berbahan dasar rumput laut dengan produk unggulan keripik tortilla rumput laut menjadi mitra dalam pengabdian masyarakat ini. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kualitas produksi keripik tortitlla rumput laut Poklahsar Swakarya Bersama. Adapun kendala yang dihadapi oleh mitra adalah waktu proses produksi yang lama dan keseragaman produk yang Program pengabdian memberikan solusi permasalahan tersebut melalui mekanisasi proses mesin pencampur dan pengaduk. Program pengabdian diawali dengan diskusi bersama mitra melalui wawancara, pemetaan masalah, serta perancangan dan pembuatan alat. Pemetaan masalah memperhatikan kendala, solusi dan dampak yang akan ditimbulkan. Metode reverse engineering digunakan pada perancangan alat. Proses pengujian menggunakan bahan dasar singkong 2 kg dibutuhkan waktu 10-15 menit, sedangkan menggunakan lesung membutuhkan 3 jam. Alat pencampur dan pengaduk terukur mampu mempersingkat waktu proses produksi keripik tortilla dan mengefisiensi tenaga. Berdasarkan hasil respon dari mitra menyatakan bahwa dalam sehari dapat melakukan produksi lebih banyak daripada sebelumnya. Kata Kunci: mesin pengaduk, produktivitas, rumput laut ABSTRACT The Swakarya Bersama processing and marketing group (Poklahsa. is a group of MSMEs located in Tanjung Tengah Subdistrict. Penajam Paser Utara Regency (PPU) East Kalimantan Province with processed products made from seaweed with the superior product seaweed tortilla chips being partners in this community service. The aim of this service activity is to improve the quality of Poklahsar Swakarya Bersama's production of seaweed tortilla chips. The obstacles faced by partners are the long production process time and the uniformity of the products produced. The service program provides a solution to this problem through mechanization of the mixing and kneading machine process. The service program begins with discussions with partners through interviews, problem mapping, as well as designing and making tools. Problem mapping pays attention to obstacles, solutions and the impacts that will arise. The reverse engineering method is used in tool design. The testing process using 2 kg of cassava as the basic ingredient takes 10-15 minutes, while using a mortar takes 3 hours. Measurable mixing and kneading equipment can shorten the production process time for tortilla chips and save energy. Based on the results of responses from partners, it is stated that they can produce more in a day than before. Keywords: mixer machine, productivity, seaweed Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 PENDAHULUAN Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terdiri dari 4 kecamatan, 24 kelurahan, dan 30 desa dengan luas wilayah 333,06 kmA. Dimana sepanjang 272,24 km2 luas lautan, serta garis pantai sepanjang 148,23 km (BPS PPU, 2. Dengan luas pantai yang dimiliki oleh Kabupaten PPU menjadikan wilayah ini mempunyai komoditas laut unggulan berupa rumput laut. Rumput laut yang ada di Kabupaten PPU memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena memiliki banyak manfaat, baik sebagai bahan pangan, kosmetik, farmasi, maupun industri lain. Rumput laut juga mudah untuk dijual karena permintaannya yang tinggi baik didalam maupun luar Rumput laut kaya akan nutrisi dan sering digunakan dalam berbagai masakan di berbagai budaya. Contoh produk olahan rumput laut adalah nori . embaran tipis yang umumnya digunakan dalam sush. , keripik rumput laut, mi rumput laut dan sup rumput Selain itu rumput laut juga dapat diolah sebagai bahan tambahan dalam makanan contohnya adalah seperti saus, salad dan Keberagaman produk olahan rumput laut mencerminkan kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya alam. Manfaat lain dari rumput laut adalah sebagai sumber gizi dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak, abu, berbagai macam vitamin misalnya vitamin A. B1. B2. B6. B12, dan mineral yaitu K. Ca. Na. Fe, dan iodium (Somala, 2. Jenis rumput laut yang cocok digunakan untuk olahan keripik adalah Eucheuma cottonii (Desy, 2. Kelompok pengolahan dan pemasar ikan (Poklahsa. Swakarya Bersama merupakan kelompok UMKM yang terletak di Kelurahan Tanjung Tengah Kabupaten PPU Provinsi Kalimantan Timur dengan produk olahan berbahan dasar rumput laut. Anggota Poklahsar Swakarya Bersama adalah para ibu rumah tangga di Kelurahan Tanjung Tengah. Saat ini produk unggulan Poklahsar Swakarya Bersama Kab. PPU adalah keripik tortilla rumput laut (Gambar Gambar 1. Keripik tortilla rumput laut yang di produksi oleh Poklahsar Swakarya Bersama Menurut data Kementerian Koperasi. Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) tahun 2018, jumlah pelaku UMKM sebanyak 64,2 juta atau 99,99% dari jumlah pelaku usaha di Indonesia. Daya serap tenaga kerja UMKM adalah sebanyak 117 juta pekerja atau 97% dari daya serap tenaga kerja dunia usaha. Sementara itu kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar 61,1%, dan sisanya yaitu 38,9% disumbangkan oleh pelaku usaha besar yang jumlahnya hanya sebesar 5. 550 atau 0,01% dari jumlah pelaku usaha. Dari data di atas. Indonesia mempunyai potensi basis ekonomi nasional yang kuat karena jumlah UMKM terutama usaha mikro yang sangat banyak dan daya serap tenaga kerja sangat Pemerintah dan pelaku usaha harus menaikkan kelas usaha mikro menjadi usaha Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Basis usaha ini juga terbukti kuat dalam menghadapi krisis ekonomi. Usaha mikro juga mempunyai perputaran transaksi yang cepat, menggunakan produksi kebutuhan primer masyarakat (Nainggolan. Oleh karena itu sangat diperlukan usaha untuk meningkatkan produktivitas UMKM. Salah satu bentuk upaya peningkatan produktivitas pada UMKM yaitu dengan menerpkan aspek teknologi dalam bentuk teknologi tepat guna (TTG) yang merupakan hasil penelitian dan pengembangan yang telah dilakukan oleh sektor akademik seperti perguruan tinggi. Tentunya penerapan TTG ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan mitra secara umum maupun yang lebih spesifik. TTG yang digunakan adalah mesin pengaduk Pada kegiatan pengabdian yang lain unjuk kinerja mesin pengaduk adonan kerupuk tipe horizontal telah dilakukan sebelumnya dengan kapasitas produksi 127,3 kg/jam namun kualitas adonan sampai pada kondisi kalis tetapi tidak merata (Jabbar,. dkk, 2. Analisis hasil produksi juga telah dilakukan padamesin pengaduk rendemen 98,09 % dengan kapasitas aktual 45,31 kg/jam dan mesin dapat bekerja dengan baik hingga adonan kalis (Ledianti,. dkk, 2. Poklahsar Swakarya Bersama memproduksi keripik tortilla rumput laut yang proses pembuatannya sangat spesifik. Adapun alur pembuatan keripik tortilla rumput laut Poklahsar Swakarya Bersama adalah dengan mencampurkan singkong yang sudang matang dengan pasta jagung, rumput laut dan ikan. Dalam pembuatan membutuhkan 2 kali proses penumbukan yaitu untuk menghaluskan singkong dan proses pencampuran dengan adonan pasta. Dalam proses produksi keripik tersebut masih memiliki beberapa kendala sehingga produksi keripik tortilla yang dihasilkan masih belum maksimal. Adapun masalah produksi tersebut yaitu proses pembuatan . engadukan dan pencetaka. membutuhkan waktu lebih dari 3 jam untuk 3 kg kapasitas adonan dan rasa keripik yang tidak seragam . ominan rasa bahan baku tertent. pada tiap keping keripik. Hal tersebut menyebabkan Poklahsar Swakarya Bersama permintaan pasar yang cukup tinggi untuk pemintaan keripik tortilla rumput laut ini. Oleh karena itu dengan adanya program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan diatas dengan merancang mesin pengaduk yang mampu mempersingkat waktu produksi sehingga dapat menekan biaya produksi dan meningkatkan kualitas adonan yang lebih seragam dari sisi rasa. Selain itu, dengan adanya pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan agar dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat akan hilirisasi hasil dari rumput laut. METODE Proses beberapa metode yaitu diskusi atau wawancara, identifikasi proses pembuatan keripik tortilla, perancangan dan pembuatan. Berikut pengabdian masyarakat untuk meningkatkan produksi olahan rumput laut dari Poklahsar Swakarya Bersama. Diskusi/wawancara digunakan terhadap mitra untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi. Diskusi dengan mitra Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 dilakukan untuk mendapatkan masalah yang dihadapi oleh mitra. Identifikasi masalah ini berkaitan dengan proses diskusi yang dilakukan. Masalah yang didentifikasi digunakan dalam proses pembuatan keripik tortilla berdasarkan tingkat urgensi dan dampak terluas untuk segera diselesaikan. Pokok masalah ditentukan dan dicari solusi berdasarkan latar belakang keilmuan yang dimiliki yaitu dengan proses Perancangan dilakukan berdasarkan data awal setelah masalah teridentifikasi. Adapun data yang digunakan adalah proses produksi keripik, waktu yang diperlukan, kapasitas produksi dan visualisasi produk dengan proses produksi manual. Perancangan dilakukan dengan metode reverse engineering yaitu mendesain ulang alat yang ada, dengan memperhatikan kekuatan dan kelemahan alat tersebut. Tujuannya agar alat yang dibuat memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan alat sebelumnya. Pembuatan mesin penghalus dan pengaduk dilakukan di bengkel Institut Teknologi Kalimantan. Setelah proses pembuatan mesin selesai selanjutnya dilakukan proses uji coba untuk mengetahui performa mesin. Jika tidak terdapat kendala mesin dapat diserahkan kepada mitra untuk digunakan. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Mitra dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah kelompok (Poklahsa. Swakarya Bersama. Poklahsar Swakarya Bersama memiliki 10 anggota, berlokasi di Kelurahan Tanjung Tengah. Kecamatan Penajam. Kabupaten Penajam Paser Utara. Wawancara dilakukan di lokasi tersebut terhadap ketua di bulan Juni 2023. Perancangan dan pembuatan dilakukan dalam waktu 4 bulan. Tahap pengujian dilakukan di lokasi mitra pada bulan November 2023. Pemetaan Masalah Poklhasar Swakarya Bersama saat ini memiliki produk unggulan berupa keripik tortilla dengan bahan baku rumput laut yag merupakan komoditas perikanan unggulan dari Kabupaten PPU. Beradasarkan hasil wawancara yang telah dilakukan kepada ketua Poklahsar Swakarya Bersama di Bulan Juni didapatkan permasalahan yang dialami oleh mitra. Adapun permasalahan tersebut diuraikan sebagai berikut : Pada proses pembuatan keripik tortilla masih dilakukan secara manual dengan menumbuk bahan baku . ingkong, rumput laut dan jagun. dengan alat penumpuk dari batu. Waktu yang diperlukan dalam proses menumbuk membutuhkan lebih dari 3 jam untuk 3 kg kapasitas adonan. Rasa tiap keping dari keripik yang dihasilkan tidak seragam. Terdapat rasa bahan baku yang dominan di tiap keping missal dominan singkong atau dominan Karena proses produksi yang lama sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar yang mulai tinggi untuk keripik tortilla rumput laut. HASIL DAN PEMBAHASAN Program pengabdian masyarakat diawali dengan melakukan survei untuk dapat mengidentifikasi masalah yang dihadapi mitra. Wawancara dan observasi dilakukan selama proses survei. Mitra merupakan kelompok masyarakat yang bergabung dalam Poklahsar Swakarya Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Bersama membuat keripik tortilla rumput laut dengan pemanfaatan hasil pertanian seperti singkong, jagung dan rumput laut, yang bertepatan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Lokasi mitra berjarak 45. 9 km dari Institut Teknologi Kalimantan sesuai Gambar 2. Pemetaan tersebut memperhatikan masalah yang ada, solusi yang ditawarkan serta dampak yang ditimbulkan. Gambar 2. Lokasi Mitra Poklahsar Swakarya Bersama dari Institut Kalimantan Gambar 4. Wawancara Ketua Pokhlahsar Swakarya Bersama Produk unggulan saat ini dari Poklasar Swakarya Bersama yaitu tortilla seaweed seperti pada Gambar 3. Mitra tersebut menargetkan produksi sebanyak 50 kg per hari untuk memenuhi permintaan pasar. Pasar yang cukup besar ini baru dirasakan setelah pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19. Hasil wawancara pada proses survey kebutuhan mitra diolah oleh tim pelaksana dengan menghasilkan rumusan bahwa mitra memerlukan suatu alat yang dapat produktivitas produk keripik tortilla rumput Selanjutnya tim pelaksana Kembali ke mitra untuk melakukan uji coba produksi manual atau yang biasa dilakukan oleh mitra sebagai data awal proses produksi yaitu alur proses pembuatan keripik tortilla, waktu yang dibutuhkan dan visualisasi produk yang dihasilkan. Perwujudan adonan yang dihaluskan dan dicampur mengunakan metode tradisional seperti yang terlihat pada Gambar 5 berikut. Gambar 3. Produk Tortilla rumput laut Wawancara yang telah dilakukan pada periode bulan September 2023. Pada wawancara dilakukan terhadap ketua kelompok Poklahsar saja. Wawancara dilakukan secara bertahap sesuai Gambar 4. Pada hasil wawancara dan melakukan identifikasi masalah dibuatlah pemetaan masalah Poklahsar Swakarya Bersama. Gambar 5. Proses Penghalusan dan Pencampuran Adonan Menggunakan Lesung Batu Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 Berdasarkan identifikasi tersebut tim pelaksana membuat uraian kebutuhan mesin yang akan digunakan mitra untuk meningkatkan produksi seperti yang tertera pada Tabel 1. Tabel 1. Identifikasi Solusi yang Dibutuhkan oleh Mitra No Kendala Proses Akibat Identifikasi Solusi Penghalusan dengan cara Waktu yang Mengurangi waktu dibutuhkan sangat penghalusan dan lama dan mengurangi tenaga tenaga yang kuat Pencampuran Pencampuran Proses dapat pasta . donan adonan tidak jagung, rumput merata dan produk dengan mesin laut, dan ika. yang dihasilkan pencampur dengan tidak memiliki rasa perbandingan yang yang seragam dilakukan tanpa yang sesuai Mekanisasi proses produk keripik tortilla dilakukan dengan alat pencampur dan pengaduk seperti ditunjukan pada Gambar 6. Mesin ini adalah alat yang berfungsi menghaluskan bahan dari keripik tortilla salah satunya singkong yang telah di Prinsip yang digunakan berupa tekanan yang diberikan oleh auger dipasang secara horizontal. Auger juga berfungsi sebagai pencampur adonan dan ujung dari mesin terdapat mata pisau berjumlah 4. Penggunaan mata pisau membuat adonan yang keluar halus dan tercampur merata. Mata pisau tersambung secara langsung terhadap shaft auger yang dapat dilepas Hal ini memudahkan dalam perawatan dan penggantian mata pisau dan Shaft auger terhubung secara horizontal terhadap poros penggerak mesin. Penggerak utama poros berupa motor listrik berdaya 370 Watt dengan transmisi gear. Gambar 6. Alat Pengaduk dan Pencampur Komponen utama alat pencampur dan pengaduk (Gambar . adalah: . ) Rangka pondasi untuk motor listrik, . ) Motor listrik berdaya 370 Watt, . ) Gearbox, . Feed Screw, . ) Hopper, . ) Mata pisau, . ) Saluran Masuk dan Keluar bahan berbentuk T, . ) Lock Screw, . ) Front Ca, dan . ) Saringan. Gambar 7. Komponen Mesin Pengaduk Sebelum alat diserahkan kepada mitra, alat diuji terlebih dahulu untuk mendapatkan visualisai hasil dari proses Dalam proses ini sekaligus dilakukan kalibarasi mesin. Berdasarkan Gambar 8 proses uji coba menghaluskan singkong sebagai bahan baku utama dari keripik tortilla rumput laut yang diproduksi oleh mitra telah dilakukan pada 3 kecepatan. Manta et al. Penguatan Teknologi Produksi Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 8 NOMOR 1 TAHUN 2024 (Halaman 38-. Diterima: Desember 2023 Disetujui: April 2024 Dipublikasikan: April 2024 mulai dari keseragaman adonan, kuantitas produksi dan waktu produksi. Oleh karena itu mesin pengaduk dan penghalus adonan keripik tortilla dapat bermanfaat untuk kegiatan produksi dan pemenuhan pasar keripik tortilla rumput laut oleh Poklahsar Swakarya Bersama. UCAPAN TERIMAKASIH