Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Tour Guide Di Desa Wisata Kurau Barat Agci Hikmawati*1, Iful Rahmawati Mega2, Rindu Handayani3, Dwi Indra Aprilliandari4 1,2,3,4 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung e-mail: *1agci.hikmawati@unmuhbabel.ac.id Abstrak Pelatihan Tour Guide ini dilakukan untuk menumbuhkan kemampuan masyarakat desa wisata Kurau Barat dalam berbahasa Inggris untuk mempromosikan kekuatan wisata yang ada di Desa Kurau Barat. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilakukan pelatihan Tour Guide berbahasa Inggris untuk masyarakat desa wisata Kurau Barat. Program ini dilakukan di Desa Kurau Barat, Kabupaten Bangka Tengah dengan peserta berjumlah 15 orang selama 8 minggu. Pengurus Desa Kurau Barat sangat mendukung dengan adanya pelatihan ini. Tujuan dari kegiatan yaitu peserta menerapkan praktik Tour Guide untuk mempromosikan wisata di Desa Kurau Barat. Keberhasilan peserta pada pelatihan ini dilihat dan diukur dari hasil praktik dalam mempromosikan wisata dengan menjadi Tour Guide serta mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keberanian dalam mempromosikan wisata desa. Hasil akhir dan saran sesuai dengan evaluasi peserta merasa puas dan bersedia mengikuti kegiatan apabila diselenggarakan pelatihan ataupun kegiatan pengabdian lainnya selama itu bisa memberikan manfaat untuk masyarakat. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Tour Guide, Desa Wisata 1. PENDAHULUAN Kurau Barat termasuk desa dengan tujuan wisata yang ada di Pulau Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kep. Bangka Belitung. Sebagai salah satu desa yang popular dengan kuliner dan tempat wisata, kemampuan Bahasa Inggris masyarakatnya sebaiknya sepadan dengan popularitasnya. Kemampuan bicara dalam Bahasa Inggris tentunya akan meningkatkan brand yang baik terhadap perkembangan pariwisata yang ada di desa Kurau Barat. Selain menambah wawasan masyarakat desa, pemberdayaan masyarakat akan meningkatkan kemahiran sosial masyarakat setempat dalam berinteraksi dengan dunia. Menurut Sugiarto dan Hikmawati (2019), kemampuan pemuda Bangka Belitung belum terbilang baik. Remaja di Bangka Belitung cenderung kurang percaya diri dan kurang termotivasi dalam berbicara Bahasa Inggris serta mengungkapkan ide – ide yang ingin disampaikan. Menurut Afifullah (2018), pemerintah perlu memberikan pelatihan Bahasa Inggris gratis kepada masyarakat agar kualitas Bahasa Inggris masyarakat daerah potensi wisata bisa meningkat. Beberapa destinasi wisata di desa Kurau Barat yakni Hutan Mangrove, Pulau Ketawai, dan Kampung Pelangi. Luas hutan mangrove sendiri mencapai 213 hektar, namun baru 30 persen yang dikelola oleh pemerintah sebagai tempat wisata (travelingyuk.com, 2017). Menurut website travelingyuk.com, suasana menyenangkan lainnya dari Hutan Mangrove Munjang Kurau Barat yaitu penggabungan antara area wisata sekaligus edukasi. Menurut backpackerjakarta.com, perasaan saat melewati sungai diantara tanaman Mangrove, akan 167 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X menjadikan kita seperti berada di hutan amazon, Brazil. Berbagai jenis mangrove didapatkan di sini, seperti Nipah (Nypa fruticans), Waru Laut (Hibiscus tiliaceus), Bintan (Cerbera manghas), Nyirih (Xylocarpus granatum), Perepat Lanang (Scyphiphora hydrophyllacea), Bakau Tampusing (Brugueira sexangula), Bakau Minyak (Rhizophora apiculata), Peterpat (Sonneratia alba), Bakau Tengar (Ceriops decandra), serta Biduri (Calotropis gigantean) (gpswisataindonesia.info, 2019). Pesona Pulau Ketawai pun lebih memikat hati karena pemandangan yang eksotis dipadu dengan pasir putih bersih. Menurut Imawan (2020), jika berkunjung ke Pulau Bangka, destinasi yang wajib dikunjungi adalah pulau Ketawai. Haryanto (2020) mengungkapkan, pulau Ketawai merupakan surge bagi para snorkeling dan diving lovers. Salah satu destinasi yang layak mendapatkan apresiasi adalah Kampung Pelangi. Kasmirudin (2019) menyebutkan, kawasan yang dulunya biasa saja disulap indah menjadi kampong pelangi yang akan mendatangkan banyak wisatawan, karena kampong pelangi terletak di dekat dermaga yang menuju Pulau Ketawai. Berdasarkan hasil observasi dari lapangan serta wawancara tahap awal, pemerintah desa Kurau berkeinginan menjadikan Kurau sebagai international destination, dimana spot utama dari international tourism spot ini adalah Pulau Ketawai. Menurut penjelasan diatas, maka tim pengabdian melakukan pelatihan tour guide terhadap masyarakat Kurau Barat yang juga didukung oleh pemerintah setempat. 2. METODE Dalam melakukan kegiatan pengabdian ini, tim pengabdian melakukan beberapa fase, diantaranya; 1) observasi, dan 2) kegiatan pengabdian. Kegiatan observasi dilakukan sebelum melakukan kegiatan . pengabdian. Hal ini bertujuan untuk mengetahui keadaan real atau real situation, serta tingkat kemahiran dan ketertarikan masyarakat Kurau Barat dalam mengikuti kegiatan pelatihan Tour Guide. Dalam kegiatan pelatihan, beberapa tahap juga diaplikasikan, diantaranya; 1) tahap persiapan, di mana terdapat 2 orang pengajar yang akan menjadi tutor dalam kegiatan pelatihan ini, juga mempersiapkan peserta didik. Peserta didik dipilih berdasarkan usia yang dimulai dari tingkat SMP – Umum. 2) tahap pelaksanaan, pada tahap ini tim pengajar membagi 3 kelompok yang terdiri dari 5 orang dari tiap kelompok dengan materi Introduction, lalu materi disesuaikan dengan kebutuhan tiap minggu. Kegiatan pelatihan dilakukan setiap minggu selama 2 bulan. Table pelaksanaan akan dipresentasikan di bawah ini (Tabel 1). 3) tahap penutupan, pada tahap ini masing – masing peserta melakukan demo speaking for tour guide kepada public yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah, Kepala Desa, Tim PKK, serta masyarakat. Table 1. Pelaksanaan Pelatihan Tour Guide No Tahapan 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Bulan Januari Februari 1. 2. 3. Keterangan Tahapan Persiapan Pelaksanaan Penutupan Kontribusi pendidikan terhadap perkembangan masyarakat dilihat dari kepiawaian masyarakat dalam menunjukkan skil atau bakat serta hasil pemikiran positif yang terkembang dalam berbagai kegiatan. Dalam hal ini, tim pengabdian membantu masyarakat dalam pengembangkan skil speaking for tour guide yang dilaksanakan selama delapan (8) kali pertemuan. Kurau Barat, yang terletak di Kabupaten Bangka Tengah, adalah salah satu destinasi kuliner yang banyak dirujuk oleh masyarakat Bangka sebagai salah satu pusat oleh – oleh Bangka. Desa ini terletak sekita 75km dari pusat kota Pangkalpinang. Pada tahapan persiapan, tim pengabdian 168 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X melakukan pendekatan kepada para peserta yang awalnya diikuti oleh 10 orang. Perkenalan ini dilakukan dalam Bahasa Inggris, sekaligus melihat kemampuan peserta dalam pengucapan kata berbahasa Inggris. Pada tahap ini, peserta yang terdiri dari 5 orang dari SMP dan 5 orang dewasa terlihat belum terbentuk kepercayaan dirinya. Peserta didik terlihat tidak percaya diri dan ragu ketika mengucapkan pelafalan Bahasa Inggris. Namun, peserta diberikan kesempatan untuk memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Pada tahap pelaksanaan, materi pertama yakni Introduction sudah diberikan. Terdapat 15 orang peserta didik yang hadir pada materi Introduction, maka mereka pun dibagi menjadi 3 kelompok. Pada pertemuan ini, 7 orang merupakan siswa SMP dan 8 orang merupakan peserta dewasa. Ke- 15 orang tersebut masih ragu dan kurang percaya diri ketika mengucapkan pelafalan Bahasa Inggris. Pada pertemuan kedua tahap pelaksanaan, materi yang diberikan adalah Vocabulary in Tour Guide, materi ini diberikan untuk menambah khasanah perbendaharaan kata kepada siswa. Untuk memudahkan pembelajaran, siswa dibagi menjadi 2 kelompok. Pada saat pertemuan berlangsung, terdapat 8 orang yang hadir, 5 orang SMP dan 3 orang dewasa. 4. KESIMPULAN Dengan berakhirnya pelatihan Tour Guide sebagai bentuk kegiatan pengabdian untuk pemberdayaan masyarakat Desa Kurau Barat, maka dapat disimpulkan bahwa “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Tour Guide Di Desa Wisata Kurau Barat” sangat bermanfaat bagi masyarakat terutama bagi masyarakat desa. Dengan adanya pelatihan ini, masyarakat Desa Kurau Barat mampu melakukan peningkatan kepercayaan diri dan keberanian dalam mempromosikan daerah wisata Desa Kurau Barat. Peserta sangat merasa puas, bangga, dan percaya diri dengan hasil praktik yang telah dilaksanakan. Pelatihan ini sangat diperlukan agar masyarakat dapat mengenal kegiatan pelatihan Tour Guide dengan baik, bisa menjadi pembiasaan masyarakat sekitar, sehingga masyarakat sekitar bisa dengan bangga mengoptimalkan kemampuan mereka untuk mempromosikan kelebihan yang ada di daerah sekitar mereka. Keberlanjutan dari pelatihan ini diperlukan agar dapat menumbuhkan kepekaan masyarakat untuk lebih maju dan terbuka dengan perubahan dunia. DAFTAR PUSTAKA [1] Afifulloh, M. (2018). Pemetaan Kebutuhan Bahasa Inggris pada Masyarakat Daerah Potensi Wisata Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. JSSH (Jurnal Sains Sosial dan Humaniora), 2(1), 133-144. [2] Haryanto. (2020). https://travel.okezone.com/read/2020/10/30/408/2301783/pulau-ketawaisurga-tersembunyi-di-bangka-belitung-untuk-pecinta-diving. Diakses pada 15 Agustus 2020 [3] Imawan, A.P. (2020). Eloknya Pemandangan di Pulau Ketawai, Bangka. https://travel.detik.com/domestic-destination/d-5092821/eloknya-pemandangan-di-pulauketawai-bangka. Diakses pada 15 Agustus 2020 [4] Sugiarto, D. & Hikmawati, A. (2019). Bangka tour guide training: be a confidence future tourism ambassador. Jurnal Pemberdayaan, 3(3), 273-280. [5] https://backpackerjakarta.com/menyusuri-mangrove-munjang-kurau-barat-hutanamazonya-bangka/ Diakses pada 12 Agustus 2021 169 Jurnal Abdimas PHB Vol.5 No.1 Tahun 2022 p-ISSN:2598-9030 e-ISSN:2614-056X [6] https://travelingyuk.com/mangrove-munjang-kurau-barat/215323 Agustus 2021 [7] https://gpswisataindonesia.info/taman-mangrove-munjang-kurau-barat-bangka-tengahbabel/ Diakses pada 12 Agustus 2021 170 Diakses pada 12