Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Kronis Yang Menjalani Hemodialisa Hayyu HafizahA. Eko Ch PurnomoA. Wenny Trisnaningtyas 3. Syamsul Arif SN4. Tri Anonim5. Sri Utami Dwiningsih6 1,2,3,4,5,6 Department of Nursing. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesi Email: ekopurnomo001@gmail. ABSTRAK Latar Belakang : Pasien gagal ginjal memiliki kualitas hidup yang berbeda dari orang sehat umumnya, yang membuat kondisi fisik maupun mental semakin menurun akibat penyakit yang diderita. Salah satu faktor yang bisa mengurangi kondisi ini adalah dukungan sosial. Dukungan sosial dapat memperkuat kondisi kualitas hidup individu. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan antara dukungan sosial dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Metode : Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross Responden berjumlah 100 orang yang diambil dengan metod purposive sampling. Kriteria inklusi adalah pasien gagal ginjal kronis yang rutin menjalani hemodialisa lebih dari 3 bulan dan rutin 2 Ae 3 kali seminggu. Instrumen yang digunakan Adalah kuesioner MSPSS dan KDQOL-SF36. Analisis data menggunakan korelasi spearman rank Hasil penelitian menunjukkan korelasi sangat signifikan antara dukungan sosial dan Hasil : kualitas hidup responden gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa . value=0,. dengan nilai r sebesar 0,936 yang menunjukkan tingkat hubungan yang sangat kuat artinya dukungan sosial berhubungan positif dengan kualitas hidup. semakin besar dukungan yang diterima, semakin baik kualitas hidup pasien. Kesimpulan : Dukungan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pasien. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memberikan intervensi yang efektif dalam memperkuat dukungan sosial, terutama dari keluarga Kata Kunci : dukungan sosial, kualitas hidup, gagal ginjal kronis Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. The Relationship Between Social Support And Quality Of Life In Chronic Kidney Failure Patients Undergoing Hemodialysis Hayyu HafizahA. Eko Ch PurnomoA. Wenny Trisnaningtyas 3. Syamsul Arif SN4. Tri Anonim5. Sri Utami Dwiningsih6 1,2,3,4,5,6 Department of Nursing. Poltekkes Kemenkes Semarang. Indonesia Email: ekopurnomo001@gmail. ABSTRACT Background : Chronic kidney failure have a different quality of life from healthy people in general, which makes their physical and mental conditions decline due to the disease they suffer from. One factor that can reduce this condition is social support. Social support can strengthen the condition of an individual's quality of life. The aim of this study was to describe the relationship between social support and the quality of life of chronic kidney failure patients undergoing hemodialysis. Method : This study employed a quantitative analytical correlational design with a cross- sectional A total of 100 respondents were selected using purposive sampling. Inclusion criteria included chronic kidney failure patients who have been undergoing hemodialysis for more than 3 months and attend sessions 2 to 3 times per week. The instruments used were MSPSS and the KDQOL-SF36. Data analysis was conducted using Spearman rank correlation. Result : The results from the Spearman rank correlation test indicated a highly significant correlation between social support and the quality of life of chronic kidney failure respondents undergoing hemodialysis . -value = 0. with an r value of 0. 936, demonstrating a very strong relationship. Social support is positively related to quality of life. the greater the support received, the better the patient's quality of life. Conclusion : Family support is very important to improve patient well-being. Further research is recommended to provide effective interventions in strengthening social support, especially from the family. Keyword : social support, quality of life, chronic kidney failure. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. Introduction (Pendahulua. Gagal ginjal kronis (GGK) telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan, terutama di negara negara berkembang, di mana penyakit ini menunjukkan peningkatan kematian dalam dua dekade terakhir. Data Survei Kesehatan Indonesia . mencatat bahwa 178 jiwa menderita penyakit ginjal kronis, 259 jiwa menjalani hemodialisa. Di Jawa Tengah, jumlah penderita GGK mencapai 88. 180 jiwa, menjadikannya salah satu provinsi dengan angka tertinggi di Indonesia. Penderita GGK sering kali harus menjalani hemodialisa secara rutin, yang membutuhkan komitmen waktu dan dapat memengaruhi kualitas hidup secara Hemodialisa, sebagai prosedur yang melelahkan, dapat menimbulkan berbagai efek samping yang berdampak pada kesejahteraan fisik dan emosional Oleh karena itu, dukungan sosial dari keluarga, teman, dan tenaga medis sangat penting dalam membantu pasien menghadapi stres dan kecemasan yang sering menyertai kondisi ini. Dukungan sosial tidak hanya mencakup bantuan praktis, tetapi juga dukungan emosional yang dapat membantu pasien merasa lebih terhubung dan memiliki kontrol atas kondisi kesehatan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan emosional dari keluarga berpengaruh besar terhadap adaptasi pasien terhadap kondisi pasien dan dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan. Interaksi yang baik dengan tenaga medis juga dapat meningkatkan persepsi pasien terhadap kualitas perawatan yang mereka terima. Dengan memahami hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup, penyedia layanan kesehatan dapat merancang program dukungan yang lebih efektif, termasuk konseling dan kelompok dukungan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas hidup pasien GGK Methods (Metod. Desain pendekatan kuantitatif analitik korelasional dengan metode cross sectional untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani Populasi terdiri dari 160 responden di Klinik Ginjal dan Hipertensi Semarang, dengan sampel 100 pasien yang diambil melalui purposive Kriteria inklusi mencakup pasien yang rutin hemodialisa lebih dari tiga bulan, sementara kriteria eksklusi mencakup gangguan indra dan kejiwaan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, dan uji validitas serta reliabilitas memastikan keakuratan instrumen. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat, dengan uji korelasi Spearman untuk menguji hipotesis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya dukungan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup Results (Hasi. Gambaran karakteristik responden Tabel. Analisa Univariat Karakteristik responden Variabel Kategori (%) Usia Masa Dewasa Masa Lansia Awal Masa Lansia Ahir Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Pendidikan SMA Status Pernikahan Belum Menikah Menikah Duda/Janda Kondisi Kesehatan Baik Sedang Buruk Lama Perawatan < 6 bulan Ou 6 bulan Total Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK 36-45 thn 46-55 thn 56-65 thn Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. Berdasarkan tabel 4. 1, mayoritas responden gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa berusia lansia awal . -65 tahu. , dengan 38 responden . %) dan rata-rata usia 51 tahun. Jenis kelamin responden terdiri dari 55% laki-laki, dan 51% memiliki pendidikan terakhir di tingkat SMA. Sebanyak 78 responden . %) telah menikah. Dalam kondisi kesehatan, 53 responden . %) berada dalam keadaan buruk, dan 52 responden . %) menjalani perawatan hemodialisa lebih dari 6 bulan, perawatan 6,08 bulan dan standar deviasi 1,997 Gambaran tingkat dukungan sosial pada responden gagal ginjal kronis Table 4. Univariat Dukungan Sosial Variabel Dukungan Sosial Rendah Sedang Tinggi Total Kategori MeanASD 1-2,9 5,1-7 3,60A1,89 diukur menggunakan kuesioner MSPSS. Skor dukungan sosial responden berkisar antara 1,08 hingga 6,17. Sebanyak 37 responden mendapatkan dukungan sosial sedang, 30 responden tinggi, dan 33 responden rendah. Rata-rata dukungan sosial adalah 3,60 dengan standar deviasi 1,89, menunjukkan konsistensi tingkat dukungan Gambaran responden gagal ginjal kronis berdasarkan item dimensi dukungan social Table 4. Multidimensional Scale Perceived Social Support Dimensi Keluarga Item Tertinggi Saya dapat permasalahan yang saya hadapi dengan keluarga Item Terendah Keluarga saya membantu saya untuk membuat Teman Item Tertinggi MeanASD 2 A 0. Kategori Rendah 7 A 1. 3 A 0. 97 A 0. Sedang Saya memiliki teman-teman untuk berbagi suka dan duka Item Terendah Saya dapat teman-teman ketika terjadi halhal yang tidak Orang Terdekat Item Tertinggi Ada seseorang yang selalu siap ketika saya Item Terendah Ada seseorang yang menjadi kenyamanan bagi 3,9 A2,38 3,29A1,28 97 A 0. Sedang 3,84A2,26 3,31A1,64 Berdasarkan tabel 4. 3, rata-rata dukungan sosial keluarga adalah 3,2 A 0,495, dukungan rendah. Item "Saya menceritakan permasalahan dengan keluarga" . ,7 A 1,. , sedangkan terendah "Keluarga membantu saya membuat keputusan" . ,3 A 0,. Dukungan teman rata-rata 3,97 A 0,79, dan orang terdekat juga 3,97 A 0,79. Dukungan keluarga cenderung rendah, sedangkan teman dan orang terdekat pada tingkat sedang Gambaran Tingkat kualitas hidup Tabel 4. 4 Gambaran Tingkat Kualitas Hidup pada Responden Variabel Kategori F (%) MeanASD Kualitas Hidup Baik 27 52,40A20,9 Sedang Buruk Total Hasil analisis univariat pada variabel kualitas hidup responden gagal ginjal kronis menunjukkan bahwa 27 responden . %) memiliki kualitas hidup baik, 41 responden . %) sedang, dan 32 responden . %) buruk. Skor kualitas hidup bervariasi dengan rata-rata 52,40 dan standar deviasi 20,9, mencerminkan Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. variasi signifikan di antara responden. Gambaran Kualitas Hidup pada Responden Gagal Ginjal Kronis yang menjalani Dimensi Fungsi Fisik Peran Fisik Rasa Nyeri Kesehatan Umum Kesejahtera an Emosi Peran Emosional Fungsi Sosial Energi Mean A SD Kategori 63,39 A 24,08 58,33 A 25,71 57,05 A 28,19 44,82 A 15,42 48,21 A 20,91 53,30A 16,61 75,89A 24,52 48,21A 20,91 Baik Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Baik Sedang Dimensi kualitas hidup yang diukur dengan kuesioner KDQOL-SF36 menunjukkan hasil berbeda. Fungsi fisik memiliki mean 63,39 A 24,08 . , sementara peran fisik 58,33 A 25,71 . Rasa nyeri tercatat 57,05 A 28,19 . , kesehatan umum 44,82 A 15,42 . , dan kesejahteraan emosi 48,21 A 20,91 . Fungsi sosial baik dengan mean 75,89 A 24,52, dan energi 48,21 A 20,91 . Hasil ini mengindikasikan bahwa meskipun terdapat aspek positif, masih ada tantangan yang dihadapi responden dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Uji Korelasi Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Tabel 4. 6 Uji Korelasi Hubungan Dukungan Sosial Tingkat Kualitas Hidup Tingkat Dukungan Sosial Rendah . Sedang . Tinggi . ,1-. Baik . Sedang . Buruk 15,15 54,55 30,30 32,43 54,05 13,51 33,33 56,67 Koefisien Korelasi 0,936 0,000 hemodialisa berdasarkan Kualitas Hidup Item Dimensi Tabel 4. 5 Gambaran Kualitas Hidup Tabel 4. 6 menunjukkan hasil uji korelasi Spearman yang signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup, dengan nilai korelasi 0,936 yang menandakan hubungan sangat kuat. Responden dengan dukungan sosial rendah . memiliki kualitas hidup buruk. ,15%) berkualitas hidup baik. Pada dukungan sosial sedang . , 12 responden . ,43%) berkualitas hidup baik. Namun, di kategori dukungan sosial tinggi . ,1-. , meskipun 10 responden . ,33%) berkualitas hidup baik, terdapat 17 responden . ,67%) yang berkualitas hidup buruk, menunjukkan bahwa dukungan sosial tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan kualitas hidup. Discussion (Pembahasa. Hubungan Dukungan dengan Kualitas Hidup Sosial Penelitian ini mengungkapkan hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan p-value 0,000 . < 0,. dan koefisien korelasi r = 0,936, menandakan hubungan positif yang sangat kuat. Semakin tinggi dukungan sosial yang diterima, semakin baik kualitas hidup pasien. Penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa. Kualitas hidup pasien terpengaruh oleh berbagai faktor, termasuk kesehatan fisik, kondisi psikologis, ketergantungan, dan perubahan dalam hubungan Responden dengan dukungan keluarga yang baik mengalami peningkatan kualitas hidup, sementara stres dan kondisi kesehatan yang buruk dapat menurunkan kualitas hidup meskipun dukungan Berdasarkan tabel 4. mayoritas responden gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa berusia lansia awal . -65 tahu. , dengan 38 responden . %) dan rata-rata usia 51 tahun. Jenis kelamin responden terdiri dari 55% laki-laki, dan 51% memiliki pendidikan terakhir di Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. tingkat SMA. Sebanyak 78 responden . %) telah Dalam kondisi kesehatan, 53 responden . %) berada dalam keadaan buruk, dan 52 responden . %) menjalani perawatan hemodialisa lebih dari 6 bulan, perawatan 6,08 bulan dan standar deviasi 1,997 Gambaran tingkat dukungan sosial pada responden gagal ginjal kronis Table 4. Univariat Dukungan Sosial Variabel Dukungan Sosial Rendah Sedang Tinggi Total Kategori MeanASD memperburuk penilaian diri dan mengurangi motivasi pasien untuk menjaga kesehatan, sehingga menurunkan kualitas hidup mereka. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sosial dalam meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, menunjukkan bahwa interaksi sosial yang positif dapat membantu pasien dalam menghadapi tantangan kesehatan Kekuatan dan Keterbatasan Penelitian Penelitian ini memiliki kekuatan dan keterbatasan yang signifikan. Kekuatan penelitian terletak pada eksplorasi hubungan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, dengan data kualitas hidup dibagi dalam lima kategori, yang dapat menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut untuk meningkatkan diukur menggunakan kondisi pasien. Selain itu, keragaman karakteristik kuesioner MSPSS. Skor dukungan sosial responden responden, seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, dan berkisar antara 1,08 hingga 6,17. Sebanyak 37 responden status pernikahan, memberikan wawasan tentang mendapatkan dukungan sosial sedang, 30 responden faktor- faktor yang mempengaruhi dukungan sosial. tinggi, dan 33 responden rendah. Rata-rata dukungan Namun, keterbatasan penelitian mencakup sosial adalah 3,60 dengan standar deviasi 1,89, tiga kuesioner yang totalnya memiliki 48 menunjukkan konsistensi tingkat dukunga sosial ada. dapat memakan waktu lama untuk Hal ini menunjukkan bahwa persepsi kualitas hidup diisi dan mungkin memengaruhi respons. Selain itu, bersifat subjektif. pasien yang merasa frustrasi beberapa karakteristik responden, seperti hasil dengan kondisi mereka cenderung memiliki hemodialisa dan identitas pribadi, tidak ditanyakan, yang dapat menjadi bahan pelengkap untuk analisis Responden dengan kualitas hidup yang baik cenderung lebih mandiri dalam menjalani terapi 3. Implikasi Keperawatan hemodialisa, merasa lebih aman dan mampu Ketika menjalani hemodialisa, pasien menghadapi menerima kondisi penyakit mereka, meskipun proses terapi yang menggantikan fungsi ginjal untuk mempertahankan hidup dengan membersihkan darah awalnya mereka mengalami kecemasan dan dari racun. Masalah kepatuhan dalam pengobatan dan ketakutan saat mengetahui penyakitnya (Putri et al. manajemen cairan sering muncul, mempengaruhi efektivitas terapi. Dukungan sosial, berdasarkan teori Dukungan sosial mencakup dukungan dari keluarga, kebutuhan Maslow, sangat penting bagi pasien gagal ginjal kronis untuk memperkuat mekanisme koping berkontribusi pada kesejahteraan psikologis pasien. dan membantu penerimaan kondisi penyakit. Dukungan keluarga, khususnya, sangat berperan Dukungan dari keluarga dan teman menciptakan dalam keberhasilan suasana positif yang dapat mengurangi risiko memberikan dukungan emosional, informasi, dan Oleh karena itu, tenaga kesehatan, harga diri. Dukungan dari teman dan kerabat juga terutama perawat, perlu lebih memperhatikan kondisi penting, memberikan empati dan perhatian. Selain psikologis pasien dan melakukan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup serta mempercepat itu, dukungan masyarakat, seperti kunjungan dan proses penyembuhan. edukasi, dapat membantu pasien merasa lebih 1-2,9 5,1-7 3,60A1,89 diperhatikan dan termotivasi untuk mengikuti rencana perawatan. Responden yang merasakan dukungan sosial cenderung merasa dicintai dan dihargai, yang berkontribusi pada ketenangan psikologis dan kualitas hidup yang lebih baik. Sebaliknya, kurangnya dukungan sosial dapat Conclusion (Simpula. Penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara dukungan sosial dan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, dengan nilai signifikansi 0,000 dan koefisien korelasi r = 0,903. Copyright @2025. JLK, https://ejournal. poltekkes-smg. id/ojs/index. php/LIK Jurnal Lintas Keperawatan e-ISSN : 2807-9280 Volume 6 Nomor 2 (. yang berarti semakin tinggi dukungan sosial, semakin baik kualitas hidup pasien. Dari 100 responden, 37% memiliki dukungan sosial dalam kategori sedang, 30% tinggi, dan 33% rendah, dengan rata-rata dukungan sosial 3,60. Kualitas hidup juga teridentifikasi, di mana 27% responden berada dalam kategori baik, 41% sedang, dan 32% buruk, dengan rata-rata 52,40. Dukungan dari keluarga, teman, dan masyarakat terbukti penting dalam meningkatkan kualitas hidup pasien hemodialisa. Oleh karena itu, disarankan agar keluarga meningkatkan dukungan memperbaiki kualitas hidup pasien, dan perawat perlu menekankan pentingnya dukungan sosial kepada keluarga untuk meningkatkan pelayanan kesehatan yang efektif References (Referens.