J-LEE J-LEE Journal of Law, Economics, and English http://ejournal.uhb.ac.id/index.php/J-LEE/issue/archive PENGARUH E-COMMERCE DAN PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KINERJA UMKM DI PURBALINGGA Indra Sukma Subagio1 Universitas Harapan Bangsa Email: indrasukmasubagio@uhb.ac.id Esti Saraswati2 Universitas Harapan Bangsa Email: estisaraswati@uhb.ac.id Abstrak UMKM merupakan salah satu pilar utama ekonomi yang berperan dalam peningkatan PDB. Banyak UMKM masih menggunakan cara konvensional untuk mengemas dan memasarkan produknya, sehingga arah pemasarannya tersebar secara merata. E-commerce dapat memberikan penggiat UMKM perluasan jangkauan bisnis, sehingga mampu memasuki pangsa pasar baru, meningkatkan efisiensi pemasaran dan penjualan serta memperbaiki operasi bisnis. Selain teknologi informasi, penggunaan informasi akuntansi juga merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan hidup sebuah entitas bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran e-commerce dan informasi akuntansi dalam meningkatkan kinerja UMKM di Purbalingga. Dengan sampel 28 penggiat UMKM, diperoleh bahwa e-commerce tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja UMKM. Lebih lanjut, informasi keuangan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM tapi dengan arah yang negatif. Hal ini menunjukan bahwa, peran e-commerce dan informasi keuangan belum digunakan secara maksimal sehingga kurang memberikan dampak terhadap kinerja UMKM di Purbalingga.. Kata Kunci: E-Commerce, Informasi Akuntansi, Kinerja UMKM Abstract MSMEs are one of the main pillars of the economy that play a role in increasing GDP. Many MSMEs still use conventional methods to package and market their products, so that their marketing directions are evenly distributed. E-commerce can provide MSME activists with expanding business reach, so that they are able to enter new market shares, increase marketing and sales efficiency and improve business operations. Apart from information technology, the use of accounting information is also an important factor in the survival of a business entity. This study aims to determine the role of e-commerce and accounting information in improving the performance of MSMEs in Purbalingga. With a sample of 28 MSME activists, it was found that e-commerce had no significant effect on the performance of MSMEs. Furthermore, financial information has a significant influence on the performance of MSMEs but in a negative direction. This shows that the role of e-commerce and financial information has not been used optimally so that it has less impact on the performance of MSMEs in Purbalingga. Keyword: E-Commerce, Accounting Information, MSME Performa J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 1 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama ekonomi yang berperan cukup besar dalam peningkatan produk domestik bruto nasional. Pada tahun 2018, kontribusi UMKM terhadap PDB nasional adalah sebesar 61,07% atau lebih dari separuh total PDB nasional (Kementrian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah, 2018). Selain mempunyai kontribusi yang besar terhadap PDB, UMKM juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dibandingkan dengan usahausaha besar. Menurut data kementrian koperasi dan usaha kecil dan menengah pada tahun 2018 menunjukan UMKM menyerap sebanyak 116.978.631 orang atau 97% dari pangsa tenaga kerja yang ada di Indonesia. Secara umum, walaupun terjadi peningkatan dalam hal kontribusi terhadap PDB maupun penyerapan tenaga kerja, namun UMKM juga menghadapi banyak tantangan yang menghambat perkembangannya di Indonesia. Salah satu hambatan paling besar yang dihadapi adalah kurangnya inovasi, baik berupa kemasan produk, maupun cara memasarkan produk. Banyak UMKM yang masih menggunakan cara konvensional untuk mengemas dan memasarkan produknya, sehingga arah pemasaran produk UMKM terkadang tidak tersebar secara merata. J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, pelaku UMKM juga dituntuk untuk mampu memaksimalkan peran teknologi. Deloitte Access Economics, (2015) menjelaskan bahwa teknologi menjadi menjadi salah satu faktor pendorong penting bagi produktivitas bisnis dalam beberapa dekade terakhir. Lebih lanjut dalam survey yang dilakukan Deloitte Access Economics, perusahaan yang memiliki situs web, sosial media dan aplikasi mobile atau kita sebut saja e-commerce adalah hal yang sangat penting dalam kesuksesan bisnis. Dengan menggunakan ecommerce, akan memberikan pelaku UMKM perluasan jangkauan bisnis, sehingga mampu memasuki pangsa pasar baru, meningkatkan efisiensi pemasaran dan penjualan serta memperbaiki operasi bisnis. Menurut Romero & Rodrı´guez (2010) e-commerce menawarkan peluang bagi entitas bisnis di lingkungan pasar yang kompetitif dan dapat menjadi komponen inti dari strategi bisnis yang menghasilkan nilai serta memungkinkan perusahaan, pemasok, pelanggan dan konsumen untuk bertukar informasi tentang kegiatan bisnis, barang dan jasa. Jauh sebelumnya, Konings & Roodhooft (2002) memberikan gambaran umum bahwa e-commerce menawarkan pembeli dan penjual format baru dalam berkomunikasi dan menyediakan kesempatan untuk membuat marketplace yang baru. 2 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) Selain teknologi informasi, penggunaan informasi akuntansi juga merupakan salah satu faktor penting dalam keberlangsungan hidup sebuah entitas bisnis. Penggunaan informasi akuntansi akan menjadi senjata yang mumpuni bagi UMKM untuk menentukan dalam pengambilan keputusan usaha, terutama terkait kegiatan investasi dan pembiayaan lainnya. Pelaporan keuangan yang akurat dan andal, akan meningkatkan kinerja keuangan sebuah entitas bisnis. Menurut Pinasti (2007) informasi akuntansi mampu menjadi alat yang andal bagi manajemen pengelolaan usaha kecil terutama dalam hal pengembangan pasar, penetapan harga, dan hubungan dengan perusahaan pembiayaan. Beberapa penelitian terdahulu memberikan gambaran nyata tentang hambatan-hambatan yang menyebabkan kinerja UMKM yang kurang maksimal. Jehangir et. al (2011) menemukan bahwa walaupun e-commerce berpengaruh positif namun pergerakannya masih sangat lambat dan tidak konsisten. Di sisi lain, Purnata & Suardikha (2019) menemukan bahwa e-commerce berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan UKM yang ada di Denpasar. Penelitian yang dilakukan oleh Saraswati & Subagio (2019) memberikan bukti bahwa secara parsial, sistem informasi akuntansi tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja. Pemerintah Indonesia dalam hal ini memberikan pembinaan dan J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 bantuan kepada UMKM dalam bentuk permodalan melalui rumah kreatif BUMN. Selain bantuan dalam bentuk permodalan, Rumah Kreatif BUMN (RKB) juga memberikan edukasi lain terhadap UMKM, misalnya digitalisasi dan kompetensi yang berhubungan dengan pengembangan usaha. Di Purbalingga sendiri, terdapat RKB yang bersinergi dengan PT. Pertamina, dan sampai tahun 2019 telah memiliki 94 UMKM binaan. Penelitian ini dilatarbelakangi masih adanya research gap antara beberapa penelitian terkait dengan pengaruh ecommerce dan informasi keuangan terhadap kinerja UMKM. TINJAUAN PUSTAKA E-Commerce Ledakan teknologi dan informasi yang terjadi beberapa dekade terakhir membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia bisnis. Konings & Roodhooft (2002) mengatakan bahwa perusahaan atau entitas tradisional yang tidak mengambil bagian dalam perubahan ini akan mengalami kegagalan dan terlempar keluar dari persaingan bisnis yang ada. salah satu manfaat teknologi dan informasi yang diadopsi ke dalam dunia bisnis adalah e-commerce. Menurut Becker et al. (2008) ecommerce atau electronic commerce didefinisikan sebagai penggunaan internet dan web untuk transaksi bisnis dalam konteks pasar global. Ecommerce memudahkan para pelaku bisnis dalam mengidentifikasi alur kerja, persaingan, membangun kemitraan, dan pemasaran produk 3 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) yang lebih efektif. Selain itu penggunaan e-commerce memudahkan baik pemasok maupun konsumen dalam hal proses order, pembelian, manajemen persediaan, serta dapat mengurangi biaya pemasaran. Menurut Becker et al. (2008) ada lima tipe e-commerce, yang pertama B2C (Business to Customer) yang menyatukan produsen dan konsumen di pasar online untuk bertransaksi bisnis. Biasanya B2C memiliki virtual store yang digunakan untuk bertransaksi secara online dan real time, sehingga bisa menghilangkan kebutuhan untuk secara fisik melihat dan mengambil barang dagangan. Contoh nyata B2C di Indonesia adalah Zalora, Blibli.com. dll. Kemudian yang kedua adalah B2B (Business to Business). B2B secara sederhana bisa diartikan transaksi bisnis yang dilakukan oleh satu perusahaan dengan perusahaan lainnya, bukan direct ke konsumen akhir. Contoh perusahan yang menerapkan B2B di Indonesia adalah Ralali, dimana Ralali menyediakan berbagai macam produk yang diperlukan oleh perusahaan lainnya. Selanjutnya adalah C2C (Customer to Customer) yang mana terjadi transaksi penjualan antara konsumen dan konsumen dalam market place. Dalam tipe ini, konsumen tidak hanya bisa membeli, tapi juga bisa menjual produk yang dimilikinya. Di Indonesia sendiri contoh bisnis C2C adalah OLX dan Kaskus forum jual beli. Keempat adalah B2G (Business to Government) atau bisa juga disebut egovernment. B2G mengacu pada J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 penggunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk membangun dan memperkuat hubungan antara pemerintah dan karyawan, masyarakat, bisnis, organisasi nirlaba, dan lembaga pemerintah lainnya. Contoh administrasi publik yang menerapkan B2G adalah BPJS, pajak.go.id, dll. Terakhir adalah C2B (Customer to Business). Dalam hal ini, konsumen akhir yang menyediakan produk atau jasa kepada perusahaan. Contoh paling mudah untuk memahami sistem C2B adalah royalty dari fotografer yang hasil fotonya digunakan oleh perusahaan untuk kepentingan bisnisnya Informasi Akuntansi Sistem informasi akuntansi (SIA) merupakan salah satu tools yang bisa memberikan keunggulan kompetitif bagi UMKM. Secara sederhana SIA akan memberikan informasi-informasi penting yang akan memudahkan proses pengambilan keputusan terkait investasi, pembiayaan dan forecasting. Dalam skala usaha kecil dan menengah, kecepatan mendapatkan informasi akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan usaha. Menurut Romney & Steinbart (2018) sistem informasi akuntansi adalah sistem yang mengumpulkan, mencatat, menyimpan, dan memproses data untuk menghasilkan informasi bagi para pembuat keputusan. Termasuk orang, prosedur dan instruksi, data, perangkat lunak, infrastruktur teknologi informasi, dan kontrol internal serta langkah-langkah keamanan Komponen-komponen tersebut memungkinkan SIA untuk memenuhi 43 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) tiga fungsi bisnis penting, yaitu, mengumpulkan dan menyimpan data tentang kegiatan perusahaan, sumber daya dan personel. Kedua, mengubah data menjadi informasi sehingga manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengendalikan, dan mengevaluasi kegiatan, sumber daya, dan personel. Terakhir, SIA memberikan kontrol yang memadai untuk melindungi aset dan data organisasi. Sistem informasi akuntansi yang dikelola dengan baik akan memberikan nilai tambah bagi entitas bisnis: (1) meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya produk atau jasa; (2) meningkatkan efisiensi; (3) sharing knowledge; (4) meningkatkat efektifitas dan efisiensi dari supply chain; (5) meningkatkan struktur pengendalian internal, dan; (6) meningkatkan pengambilan keputusan pada tingkat manajemen. Menurut Holmes and Nicholls (1988) dalam Wibowo & Kurniawati (2015) informasi akuntansi menurut manfaatnya bagi pengguna dibagi menjadi 3 jenis, yaitu: (1) Statutory accounting information yaitu informasi yang perlu disiapkan oleh entitas usaha sesuai dengan peraturan yang berlaku, (2) Budgetary information yaitu informasi akuntansi yang disajikan dalam bentuk anggaran yang berguna bagi pihak internal dalam perencanaan, penilaian dan pengambilan keputusan. (3) Additional accounting information yaitu informasi akuntansi lain yang disiapkan perusahaan guna meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan manajer. J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 UMKM UMKM dianggap sebagai salah satu tulang punggung ekonomi, tidak hanya di Indonesia namun juga di Uni Eropa (European Commission, 2016), sedangkan kewirausahaan dipandang sebagai mesin pertumbuhan ekonomi (Audretsch, 2009). Secara definisi, menurut Undang-Undang No 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah, kriteria usaha mikro adalah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah). Kriteria usaha kecil adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah). Sedangkan kriteria usaha menengah adalah memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah). 53 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) Kinerja UMKM Secara umum kinerja sebuah entitas bisnis, baik yang berskala kecil, menengah, sampai yang berskala besar bisa diukur dengan dua pendekatan, yaitu, pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada perspektif kuantitatif, kinerja usaha bisa diukur melalui efisiensi, revenue, tingkat produksi, jumlah pelanggan, produktivitas, pangsa pasar, biaya produksi, likuiditas, dll. (Cicea et. al., 2019). Sedangakan pada perspektif kualitatif, kinerja usaha dapat diukur menggunakan tercapainya tujuan bisnis, gaya kepemimpinan, perilaku karyawan, kepuasan pelanggan, inovasi produk, inovasi pemasaran, dll. (Cicea et al., 2019). Pada penelitian lain, Gopang et. al., (2017) menawarkan 14 indikator untuk mengukur kinerja UMKM. Keempat belas indikator tersebut adalah reputasi, produktivitas, kepuasan karyawan, laba, penjualan, pengiriman pesanan cepat, modal kerja yang cukup, efektivitas dalam operasi produksi, kualitas produk, pencapaian target, jumlah klien, kemudahan dalam pengawasan, pengurangan biaya produk dan diversifikasi produk. Pengembangan Hipotesis Pada teori resource-based view dikatakan bahwa kinerja sebuah perusahaan akan meningkat jika perusahaan memiliki keunggulan kompetitif (Wernerfelt, 1984). Perusahaan yang mampu memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya dengan efektif dan efisien akan memberikan keunggulan J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 kompetitif untuk kinerjanya. Salah satu sumber daya yang bisa dimanfaatkan oleh UMKM untuk meningkatkan kinerjanya adalah penggunaan e-commerce dan penerapan sistem informasi akuntansi. E-commerce atau perdagangan elektronik merupakan salah satu wadah yang bisa digunakan oleh UMKM untuk memaksimalkan penjualan produknya. E-commerce dibentuk sebagai sebuah ekosistem yang mempertemukan pihak-pihak yang berkepentingan, misalnya penjual, makelar, dan konsumen. Tujuan utamanya adalah untuk memudahkan proses transaksi bisnis dari produsen ke konsumen. Penggunaan e-commerce akan sangat menguntungkan pemilik usaha karena mengurangi biaya pemasaran, biaya sewa tempat, mempermudah pencarian bagi konsumen. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Purnata & Suardikha, (2019) yang menemukan bahwa ecommerce berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja UMKM di Kota Denpasar. Sebelumnya (Jehangir et al., 2011) menemukan bahwa walaupun e-commerce berpengaruh terhadap kinerja namun pergerakannya sangat lambat dan tidak konsisten. H1: E-Commerce berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM Sistem informasi akuntansi merupakan salah satu alat yang memberikan kemudahan-kemudahan bagi manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Jika manajemen sebuah perusahaan mampu memaksimalkan penerapan sistem informasi akuntansinya, maka 63 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) sesuai dengan resource-based view theory kinerja perusahaannya akan meningkat. Hal ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Wibowo & Kurniawati (2015) yang menemukan bahwa penggunaan informasi akuntansi berpengaruh terhadap keberhasilan usaha UMKM di Salatiga. H2: Penerapan Sistem Informasi Akuntansi berpengaruh positif terhadap kinerja UMKM. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan populasi seluruh UMKM yang menjadi binaan RKB Purbalingga sebanyak 94 unit. Pemilihan sample berdasarkan pertimbangan bahwa UMKM yang menjadi binaan RKB memiliki kelengkapan data yang diperlukan pada penelitian ini dan sudah mendapatkan pelatihan terkait penggunaan e-commerce dan penerapan sistem informasi akuntansi. Sedangakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria sudah menggunakan informasi akuntansi dan e-commerce dalam proses bisnisnya selama kurang lebih 2 tahun. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dengan menggunakan kuesioner dan wawancara langsung terhadap responden pengelola UMKM. Hasil jawaban kuesioner kemudian diukur menggunakan skala likert dengan skor 5 untuk sangat setuju, 4 setuju, 3 netral, 2 tidak setuju dan 1 untuk sangat tidak setuju. Variabel Penelitian J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 E-Commerce Menurut Zwass (1996) ecommerce adalah berbagi informasi bisnis, menjaga hubungan bisnis, dan melakukan transaksi bisnis melalui jaringan telekomunikasi. Pada penelitian ini e-commerce diukur menggunakan instrumen dari (Wibowo & Kurniawati, 2015) dan dikembangkan oleh Pramiswari & Dharmadiaksa (2017). Penggunaan Informasi Akuntansi Penggunaan informasi akuntansi yang efektif dan efisien akan memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Pinasti (2007) bahwa bagi usaha kecil dan menengah, informasi akuntansi memiliki peran yang krusial dalam meningkatkan keberhasilan usaha. Keputusankeputusan penting terkait pengambilan keputusan seperti pengembangan pasar, inovasi produk, dan penetepan harga bisa didapatkan dari penggunaan informasi akuntani yang efektif dan efisien. Pengukuran penggunaan informasi akuntansi menggunakan instrument yang dikembangkan oleh Purnata & Suardikha (2019). Kinerja UMKM Kinerja UMKM dapat diukur dengan berbagai cara, namun yang paling umum adalah dengan menggunakan ukuran kuantitatif dan kualitatif. Pada penelitian ini, untuk mengukur kinerja UMKM menggunakan instrument penilaian yang dikembangkan oleh Gopang et al. (2017). Teknik Analisis Data Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan regresi linier berganda. 73 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) Model persamaan structural yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Y=α+β1X1+β2X2+ε………..(1) Keterangan: Y = Kinerja UMKM α = Konstanta β1, β2 = Koefisien regresi X1 = E-Commerce X2 = Penggunaan Informasi Akuntansi ε = Residual Hasil dan Pembahasan Berdasarkan Teknik purposive sampling data yang diperoleh sampel sebanyak 28 kuesioner. Sampel tersebut didapat dari penyebaran 94 kuesioner kepada seluruh pegiat UMKM yang terdaftar di Rumah kreatif Bersama Purbalingga. Kriteria pengambilan sampel adalah untuk penggiat UMKM yang sudah menggunakan e-commerce dan informasi akuntansi dalam melaksanakan operasi bisnisnya. Pengujian dan Analisis Data Sebelum melakukan uji hipotesis perlu dilakukan pengujian terhadap instrumen yang digunakan dalam mengukur variabel memang bisa memberikan gambaran yang akurat (Sekaran & Bougie, 2016). Lebih lanjut, penggunaan instrumen yang tepat akan memberikan hasil yang lebih akurat, yang berarti akan meningkatkan kualitas sebuah penelitian. Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah pertanyaanpertanyaan yang diajukan kepada J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 sample benar-benar mampu mengukur variabel yang ingin diteliti. Menurut Ghozali (2018) jika r tabel lebih kecil dari r hitung dengan nilai yang positif, maka dianggap pertanyaan atau indikator yang diajukan dinyatakan valid. Berdasarkan perhitungan r tabel dengan rumus df=n-2, maka dengan jumlah responden sebanyak 28 orang didapatkan nilai r tabel sebesar 0,306 dengan signifikansi 5%. Dari tabel 4.1 di bawah terlihat bahwa seluruh pertanyaan yang diajukan untuk mengukur variabel e-commerce menunjukan nilai r hitung yang lebih tinggi dari r tabel, dengan kata lain seluruh item pertanyaan dianggap valid. Hal serupa juga terlihat pada semua item pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel informasi akuntansi menunjukan r hitung yang lebih tinggi dar r tabel, sehingga semua item pertanyaan dianggap valid. Tabel 4.1 Uji Validitas No. Variabel 1 ECommerce (X1) 2 3 Informasi Akuntansi (X2) Kinerja UMKM (Y) Kode Isntrumen E1 R hitung 0,878 Ket Valid E2 E3 E4 E5 IA1 0,829 0,832 0,810 0,502 0,931 Valid Valid Valid Valid Valid IA2 IA3 IA4 IA5 Y1 0,873 0,805 0,851 0,692 0,742 Valid Valid Valid Valid Valid Y2 Y3 Y4 Y5 Y6 Y7 Y8 Y9 Y10 0,814 0,859 0,803 0,818 0,880 0,754 0,746 0,694 0,747 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 83 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) No. Variabel Kode Isntrumen Y11 Y12 Y13 Y14 R hitung 0,768 0,743 0,866 0,715 Ket Valid Valid Valid Valid Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Variabel No Variabel Sumber: data primer yang diolah 1. 2. Tabel 4.1 juga menggambarkan validitas setiap item pertanyaan yang digunakan untuk mengukur variabel kinerja UMKM. Berdasarkan hasil perhitungan r hitung, seluruh item pertanyaan memiliki nilai yang lebih besar dibanding r tabel yang hanya sebesar 0.306, hal tersebut menandakan bahwa semua item pertanyaan bersifat valid. Uji Reliabilitas Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrumen tersebut bebas kesalahan serta konsistensinya ketika digunakan (Sekaran & Bougie, 2016). Lebih lanjut, Sekaran & Bougie (2016) menjelaskan bahwa uji reliabilitas adalah indikasi stabilitas dan konsistensi dari instrumen dalam mengukur konsep dan membantu untuk menilai goodness of measure. Secara umum, uji reliabilitas diukur menggunakan nilai dari Cronbach’s alpha. Jika nilai Cronbach’s alpha kurang dari 0,60 maka reliabilitas dianggap buruk, jika berada di kisaran 0,70 dianggap bisa diterima dan jika lebih besadari 0,80 maka reliabilitasnya dianggap baik. Berdasarkan hal tersebut dan pengujian yang telah dilakukan terhadap ketiga variabel menghasilkan nilai Cronbach’s alpha masingmasing di atas 0,80 yang berarti reliabilitas instrumen dianggap bagus. 3. E-Commerce Informasi Akuntansi Kinerja UMKM Cronbach’s alpha 0,801 0,887 Reliabel Reliabel 0,945 Reliabel Ket Sumber: data primer yang diolah Uji Normalitas Salah satu syarat yang harus terpenuhi ketika melakukan analisis multivariate adalah distribusi data yang normal. Menurut Ghozali (2018) uji statistik akan terdegradasi jika distribusi tiap variabelnya tidak normal. Pengujian normalitas yang dilakukan menggunakan Nonparametrik statistik dengan uji Kolmogorov-Smirnov menunjukan nilai signifikasi 0,200 jauh di atas nilai minimal yang diminta sebesar 0,05. Hal ini mengindikasikan bahwa variabel dalam penelitian ini terdistribusi dengan normal. Uji Multikolinearitas Multikolinearitas merupakan fenomena statistik yang sering dijumpai di mana dua atau lebih variabel independen dalam model regresi berganda berkorelasi tinggi. Dalam kasus yang paling parah (jika korelasi antara dua variabel independen sama dengan 1 atau -1) multikolinieritas membuat estimasi koefisien regresi tidak mungkin dilakukan. Dalam semua kasus lainnya, ini membuat perkiraan koefisien regresi tidak dapat diandalkan. Syarat untuk terbebas dari multikolinearitas adalah nilai VIF harus lebih kecil dari 10 dan nilai toleransinya lebih dari 10%. Berdasarkan pengujian yang dilakukan seluruh varibel memiliki 3 9 J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) nilai toleransi di atas 10% dengan nilai VIF di bawah 10 seperti terlihat pada tabel di bawah ini: Tabel 4.3 Uji Multikolinearitas Variabel Toleransi Ket 0,515 Nilai VIF 1,940 ECommerce (X1) Informasi Akuntansi (X2) 0,515 1,940 Bebas Multikolinearitas Bebas Multikolinearitas Sumber: data primer yang diolah Pengujian Hipotesis Untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan maka dilakukan pengujian dengan menggunakan multiple regression. Hasil pengujian ditampilkan pada tabel 4.5 di bawah ini: Tabel 4.5 Pengujian Hipotesis Model 1 (Constant) X1 X2 Adjusted R Square F Sig. F Coefficientsa Unstandardized Coefficients B 67,481 -2,123 -3,878 0,496 14,268 0,000 Std. Error 1,769 1,410 1,473 Standardized Coefficients Beta -,287 -,501 t Sig. 38,148 -1,505 -2,632 ,000 ,145 ,014 Sumber: data primer yang diolah Berdasarkan hasil pengolahan regresi yang telah dilakukan, diketahui bahwa nilai Adjusted R Square model adalah 0,496. Dalam hal ini berarti kinerja penggiat UMKM di Purbalingga yang dipengaruhi oleh variasi dari variabel e-commerce dan informasi akuntansi hanya sebesar 49,6% sedangkan sisanya dipengaruhi sebesar 50,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor yang timbul di luar model. Untuk mengetahui apakah seluruh variable independent yang digunakan dalam model mampu menjadi variabel penjelas atau predictor, maka dilakukan uji F. Sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan, uji F menunjukan angka 14,268 dengan level signifikansi 1%. Variabel independent yang digunakan dalam model berarti mampu digunakan sebagai variable penjelas J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 atau predictor, sehingga model regresi dapat digunakan untuk melakukan prediksi terhadap kinerja UMKM. Berbeda dengan uji F, uji t menggambarkan sebarapa jauh secara individual variabel independen mampu menjelaskan variasi dari variabel dependennya (Ghozali, 2018). Dari table 4.5 menunjukan hanya variable informasi akuntansi yang memiliki signifikansi pada level 1%, sedangkan variabel e-commerce level signifikansinya jauh di atas 10%. Untuk nilai koefiseinenya sendiri, kedua variabel menunjukan angka yang negatif, yang berarti arah yang ditunjukan juga negatif. Hasil uji tersebut menunjukan bahwa secara simultan, e-commerce dan informasi keuangan mampu meningkatkan kinerja UMKM. Hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Pramiswari & 3 10 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) Dharmadiaksa (2017). Hal ini juga sesuai dengan resource-based view theory yang menyatakan bahwa perusahaan yang mampu memaksimalkan sumber daya yang dimilikinya akan memiliki peluang untuk semakin meningkatkan kinerjanya (Wernerfelt, 1984). Secara parsial ditunjukan bahwa e-commerce tidak memberikan pengaruh yang signifikan bahkan dengan arah yang negatif, ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh (Triandra et. al. 2019). Berdasarkan diskusi dan wawancara tambahan yang dilakukan selama pengumpulan kuesioner, diketahui bahwa penerapan e-commerce masih sebatas memasukan produk-produk mereka ke dalam platform tersebut. Kurangnya pendampingan dan pelatihan serta konsistensi dalam pemanfaatan ecommerce ditengarai menjadi penyebab belum maksimalnya peran e-commerce dalam meningkatkan kinerja penggiat UMKM di Purbalingga. Disisi yang lain masalah umum yang sering dihadapi oleh penggiat UMKM adalah terbatasnya sumber daya manusia untuk mengelola e-commerce secara lebih maksimal sehingga walaupun sudah menggunakan e-commerce namun tidak memberikan dampak apapun. Dalam pengujian hipotesis kedua menunjukan tingkat signifikansi pada level 5% namun arahnya negatif, yang artinya informasi akuntansi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja UMKM di Purbalingga namun memiliki arah yang negatif. Hal ini dimungkinkan karena pemahaman yang masih kurang terkait bagaimana membuat, J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 menggunakan dan memaksimalkan peran informasi akuntansi. Hasil ini sesuai dengan penelitian Purnata & Suardikha) 2019). Kesimpulan dan Saran Dari hasil pengujian dan pembahasan di atas, ditemukan bahwa e-commerce tidak memberikan pengaruh terhadap kinerja penggiat UMKM di Purbalingga. Hal ini bisa terjadi karena pemahaman yang masih kurang dan penggunaan yang belum dimaksimalkan, sehingga belum memberikan dampak yang positif terhadap omzet penjualan yang didapatkan oleh penggiat UMKM di Purbalingga. Sedikit berbeda dengan penggunaan informasi akuntansi yang memberikan pengaruh yang signifikan namun dengan arah hubungan yang negatif. Dalam proses bisnisnya ketika terjadi kesalahan dalam membaca atau memahami informasi akuntansi akan memberikan kesalahan dalam pengambilan keputusan yang bisa menyebabkan kurang berkembangnya pemasaran dari UMKM, sehingga perlu pendampingan dan pelatihan yang lebih lanjut. Beberapa keterbatasan dalam penelitian ini memungkin adanya celah yang bisa digunakan pada penelitian yang akan datang. Hasil penelitian kurang maksimal karena terbatasnya jumlah responden yang hanya berjumlah 28 penggiat UMKM hal ini salah satunya disebabkan karena masih adanya pandemi covid19 sehingga menyebabkan terbatasnya akses penyebaran kuesioner dan wawancara terhadap para penggiat UMKM. Selain itu penelitian ini hanya 113 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) menggunakan variabel independen yang berhubungan dengan sistem dan teknologi informasi, untuk penelitian selanjutnya mungkin bisa menggunakan pendekatan lain agar bisa lebih membuka tabir variabel yang paling memberikan pengaruh terhadap kinerja UMKM. Daftar Pustaka Audretsch, D. B. (2009). The entrepreneurial society. The Journal of Technology Transfer, 34(December 2008), 245–254. https://doi.org/10.1007/s10961008-9101-3 Becker, S. A., Klinger, K., Neidig, J., & Reed, S. (2008). Electronic Commerce: Concepts, Methodologies, Tools, and Applications. Cicea, C., Popa, I., Marinescu, C., Ștefan, S. C., & Simona, C. (2019). Determinants of SMEs ’ performance : evidence from European countries Determinants of SMEs ’ performance : evidence from. Economic Research, 32(1), 1602–1620. https://doi.org/10.1080/1331677 X.2019.1636699 Deloitte Access Economics. (2015). UKM pemicu kemajuan Indonesia. Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IBM SPSS 25 (9th ed.). Semarang: Badan Penerbit UNDIP. J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 Gopang, M. A., Nebhwani, M., Khatri, A., & Marri, H. B. (2017). An assessment of occupational health and safety measures and performance of SMEs : An empirical investigation. Safety Science, 93, 127–133. https://doi.org/10.1016/j.ssci.201 6.11.024 Jehangir, M., Dominic, P. D. D., & Downe, A. G. (2011). Technology Resources and ECommerce Impact on Business Performance. Digital Information Processing and Communications, 440–441. Kementrian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah. (2018). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Umkm) Dan Usaha Besar (Ub) Tahun 2017 - 20kementrian Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah. (2018). Perkembangan Data Usaha Mikro, Kecil, Menengah (Umkm) Dan Usaha Besar (Ub) Tahun 2017 - 2018 (Vol. 2000). R (Vol. 2000). Retrieved from http://www.depkop.go.id/dataumkm Konings, J., & Roodhooft, F. (2002). The effect of e-business on corporate performance: firm level evidence for belgium***. DE ECONOMIST 150, (5), 569– 581. Muller, P., Devnani, S., Julius, J., Gagliardi, D., & Marzocchi, C. (2016). Annual Report on 3 12 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) European SMEs 2015/2016. Pinasti, M. (2007). Pengaruh Penyelenggaraan Dan Penggunaan Informasi Akuntansi Terhadap Persepsi Pengusaha Kecil Atas Informasi Akuntansi : Suatu Riset Eksperimen. Simposium Nasional Akuntansi X, 1–21. Pramiswari, D. A. A., & Dharmadiaksa, I. B. (2017). PENGARUH E-COMMERCE DAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN UNTUK BERWIRAUSAHA. E-Jurnal Akuntansi Universitas Udayana, 20(1), 261–289. Purnata, I. W. R., & Suardikha, I. M. S. (2019). Pengaruh ECommerce, Budaya Organisasi, dan Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan pada UKM. E-Jurnal Akuntansi, 28(1), 296–321. Romero, C. Q., & Rodrı´guez, D. R. (2010). Int . J . Production Economics E-commerce and efficiency at the firm level. International Journal of Production Economics, 126, 299–305. https://doi.org/10.1016/j.ijpe.201 0.04.004 Romney, M. B., & Steinbart, P. J. (2018). Accounting Information Systems. New York: Pearson. J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 Saraswati, E., & Subagio, I. S. (2019). Pengaruh Kompetensi dan Pemahaman Sistem Informasi Akuntansi Serta Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Journal of Law, English and Economics, 01, 11–27. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research Method For Business. In Encyclopedia of Quality of Life and Well-Being Research (Seventh Ed). Wiley. Triandra, N., Hambali, D., Nurasia, & Rosalina, N. (2019). Analisis Pengaruh E-Commerce Terhadap Peningkatan Kinerja Umkm (Studi Kasus Pada Umkm Di Kabupaten Sumbawa). Jurnal Ekonomi Dan Bisnis Indonesia, 4(1), 6–10. https://doi.org/10.37673/jebi.v4i 1.259 Wernerfelt, B. (1984). A ResourceBased View of the Firm. Strategic Management Journal, 5(2), 171–180. Retrieved from http://onlinelibrary.wiley.com/do i/10.1002/smj.4250050207/abstr act Wibowo, A., & Kurniawati, E. P. (2015). PENGARUH PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KEBERHASILAN USAHA KECIL MENENGAH ( STUDI PADA SENTRA KONVEKSI DI KECAMATAN TINGKIR. Jurnal Ekonomi Dan Bisnis, XVIII(2), 107–126. 133 J-LEE: Journal of Law, Economics, and English, 2 (01), Desember 2020 Indra Sukma Subagio, et. al. (Pengaruh E-Commerce dan Informasi Akuntansi Terhadap Kinerja UMKM di Purbalingga) Zwass, V. (1996). Electronic Commerce : Structures and Issues. International Journal of Electronic Commerce, 1(1), 3– 23. https://doi.org/10.1080/10864415.199 6.11518273 J-LEE | VOLUME 2/NOMOR 01/DESEMBER/2020 14 3