Jurnal Miftahul Ilmi: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume. Nomor. 2 April 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. DOI: https://doi. org/10. 59841/miftahulilmi. Tersedia: https://ibnusinapublisher. org/index. php/MiftahulIlmi Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang Fithoturrohmah1*. Umayah2. Wulan Fauzia3 Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Indonesia fithorohmah@gmail. com1, umayah@uinbanten. id2, wulan. fauzia@uinbanten. *Penulis korespondensi: fithorohmah@gmail. Abstract. This study aims to analyze the role of the principal in evaluating the QurAoan reading program using the Batiq Izzati method at RA Al-Izzah in Serang City. The principal holds a strategic responsibility in ensuring the quality of education, including the implementation of religious programs that play a crucial role in shaping Islamic character in early childhood. The Batiq Izzati method is an internally developed approach by the Al-Izzah Foundation, designed to facilitate QurAoan reading through a gradual, enjoyable, and child-friendly method. This research employs a descriptive qualitative approach, using data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the principal has fulfilled eight key leadership roles. however, the evaluation process is not yet optimal due to limited time and insufficient parental involvement. Evaluations are conducted daily by teachers and periodically by the principal to determine students' progress through different levels . Supporting factors include competent teachers, adequate facilities, and a structured evaluation system, while inhibiting factors involve time constraints and limited human resources. This study recommends strengthening the principal's role in continuous evaluation and fostering better collaboration between the school and parents to enhance the program's effectiveness. Keywords: Batiq Izzati Method. Principal. Program Evaluation. QurAoan Reading. RA Al-Izzah Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala sekolah dalam mengevaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab strategis dalam menjamin mutu pembelajaran, termasuk dalam pelaksanaan program keagamaan yang menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Islami anak usia dini. Metode Batiq Izzati merupakan metode internal yang dirancang khusus oleh Yayasan Al-Izzah untuk memfasilitasi pembelajaran membaca AlQurAoan secara bertahap dan menyenangkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah telah menjalankan peranannya dalam delapan aspek kepemimpinan, namun pelaksanaan evaluasi program belum optimal karena keterbatasan waktu dan kurangnya keterlibatan orang tua. Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi harian oleh guru dan evaluasi kenaikan jilid oleh kepala sekolah. Faktor pendukung evaluasi antara lain kompetensi guru, ketersediaan sarana prasarana, dan sistem evaluasi yang terstruktur. Adapun faktor penghambat mencakup waktu yang terbatas dan kurangnya sumber daya. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan intensitas evaluasi serta kolaborasi yang lebih erat antara sekolah dan orang tua untuk meningkatkan efektivitas program. Kata Kunci: Evaluasi Program. Kepala Sekolah. Membaca Al-QurAoan. Metode Batiq Izzati. RA Al-Izzah LATAR BELAKANG Kepala sekolah memiliki peran yang sangat penting dalam suatu lembaga pendidikan. Kepala sekolah adalah seorang guru yang memimpin, membimbing, mengelola mengatur, mengarahkan, dan mempengaruhi seluruh warga sekolah termasuk guru, siswa, dan staf untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. dimulai dari perencanaan program kerja sekolah, pengelolaan serta pemanfaatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana yang tersedia. Menurut Hadiyanto . Kepala sekolah merupakan manajer pendidikan di tingkat sekolah dan berperan sebagai garda terdepan dalam pengelolaan pendidikan. Naskah Masuk: 17 Februari 2026. Revisi: 27 Maret 2026. Diterima: 24 April 2026. Terbit: 30 April 2026 Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang Salah satu peran kepala sekolah yaitu mengelola siswa, staf, kurikulum, keuangan, sarana dan prasarana, manajemen sekolah dan hubungan sekolah dengan masyarakat secara Ia juga bertanggung jawab untuk melaksanakan program-program yang telah dirancang bersama, serta mengontrol dan mengevaluasi program. Evaluasi program digunakan untuk menilai sejauh mana program kegiatan yang telah dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya, atau membandingkan hasil capaiannya dengan kriteria yang telah ditentukan. Sedangkan Arikunto . menyatakan bahwa evaluasi merupakan salah satu aspek penting dalam menilai keberhasilan proses pendidikan. Salah satu objek dalam evaluasi adalah program. Program adalah segala usaha yang dilakukan oleh seseorang dengan harapan dapat memberikan hasil atau dampak yang diinginkan. Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mengevaluasi program pendidikan di sekolah, termasuk dalam program pembelajaran membaca Al-Qur'an. Mengajarkan Al-Quran kepada anak-anak merupakan salah satu cara terbaik untuk melestarikan kitab suci ini dari satu generasi ke generasi berikutnya. Seperti di lingkungan sekolah RA Al-Izzah yang berfokus pada pembentukan karakter Islami, pembelajaran membaca Al-Qur'an menjadi salah satu program unggulan yang memerlukan perhatian khusus. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk menanamkan nilai-nilai religius pada peserta didik sejak dini, karena membaca AlQur'an adalah kewajiban setiap Muslim, dan pengenalan serta pembelajaran Al-Qur'an harus dimulai sejak dini agar anak-anak dapat memahami dan mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya. Namun, masih banyak anak-anak yang belum lancar dalam membaca Al-QurAoan. Mengajarkan anak-anak usia dini untuk membaca Al-Qur'an membutuhkan metode yang sesuai dengan karakteristik dan kemampuan kognitif anak-anak pada usia tersebut. Pada saat memilih metode pengajaran Al-QurAoan yang tidak sesuai dapat berdampak besar pada proses pembelajaran serta keberhasilan siswa dalam mengenali huruf hijaiyah dan membaca Al-QurAoan. Dalam belajar Al-QurAoan, diperlukan metode agar siswa dapat dengan cepat memahami cara membaca Al-QurAoan. Metode yang dimaksud di sini adalah cara atau pendekatan yang digunakan dalam menyajikan materi pelajaran agar dapat diterima, dipahami, dan dikuasai oleh siswa dengan baik dan menyenangkan. Oleh karena itu RA Al-Izzah menggunakan metode Batiq Izzati sendiri merupakan salah satu program metode yang dirancang secara khusus untuk memudahkan anak-anak usia dini dalam belajar membaca AlQur'an dengan pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Batiq Izzati adalah kepanjangan dari Bina Tilawatl QurAoan yang ada di dalam naungan yayasan Al-Izzah. Batiq Izzati itu sendiri. Pada awal berdiri Al-izzah sampai tahun 2009 program unggulannya MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. yaitu Tahsin dan Tahfidz Al-QurAoan untuk pengajaran Al-QurAoan memakai metode QiroAoati, setiap tahun siswa terus bertambah dan untuk mendapatkan buku qiroAoati itu tidak mudah dan tidak boleh untuk di foto copy. Pertama kali Batiq Izzati ini di buat pada tahun 2010 yang berjumlah 3 jilid . Buku A, 2 Buku B, 3 Buku C ). Kemudian metode Batiq direfisi pada tahun 2017 dengan bertambahnya jumlah jilid yaitu menjadi 6 jilid . Buku Basic, 2 Buku A, 3 Buku B1, 4 Buku B2, 5 Buku C, 6 Buku Tajwi. Batiq Izzati ini memiliki petunjuk dan target pada setiap jilidnya. keberhasilan suatu program pendidikan tidak hanya ditentukan oleh metode yang digunakan, tetapi juga sangat bergantung pada bagaimana program tersebut direncanakan, dilaksanakan, dan terutama dievaluasi secara berkala. Dalam hal ini, kepala sekolah memegang peran strategis sebagai penanggung jawab utama dalam mengevaluasi jalannya program, menilai efektivitas implementasinya, serta memberikan arahan untuk perbaikan berkelanjutan. Evaluasi program menjadi proses penting untuk mengetahui sejauh mana tujuan pembelajaran tercapai, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung maupun penghambatnya. Kenyataannya, permasalahan yang sering terjadi di lapangan adalah kurangnya sistem evaluasi yang terarah dan menyeluruh terhadap program membaca Al-QurAoan. Evaluasi sering kali terbatas pada hasil akhir anak, tanpa mempertimbangkan proses pembelajaran, kompetensi guru, kesesuaian metode, dukungan sarana prasarana. Belum optimalnya peran kepala sekolah dalam mengevaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati secara menyeluruh dan berkelanjutan, masih ditemukan peserta didik yang belum mampu membaca huruf hijaiyah dan melafalkannya dengan benar, terbatasnya waktu pelaksanaan program membaca Al-QurAoan di RA Al-Izzah, pelatihan guru terhadap metode Batiq Izzati belum dilakukan secara konsisten, dan kemitraan antara sekolah dan orang tua dalam mendukung program membaca Al-QurAoan belum terbentuk secara optimal. Hal ini menyebabkan tidak maksimalnya perbaikan yang dapat dilakukan terhadap program yang berjalan. Seperti penelitian oleh Ade Gea Veronica menunjukkan bahwa masih banyaknya Peserta didik yang belum memahami pentingnya membaca Alquran. Peserta didik yang membedakan penyebutan makrojal huruf atau bunyi konsonan dalam praktiknya padahal setiap huruf memiliki tata letak bunyi konsonan yang berbeda beda. Wiwit Aryani juga dalam penelitiannya mengatakan bahwa masih ada beberapa anak yang belum dapat melafalkan huruf hijaiyah dengan benar, sehingga penempatan pada tingkatan jilid, disesuaikan dengan kemampuan mereka. Membaca AlQurAoan dibutuhkan metode dalam mempelajarinya, agar dapat melafalkan huruf hijaiyah dengan benar. Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang Berdasarkan wawancara awal yang peneliti lakukan dengan kepala sekolah, diperoleh informasi bahwa metode Batiq Izzati sangat mudah dipahami. Untuk mengukur kemampuan anak didik dalam membaca Al-Qur'an, dilakukan evaluasi yang terdiri dari evaluasi harian dan evaluasi kenaikan jilid. Pelaksanaan evaluasi harian bertujuan untuk membantu anak didik melanjutkan pemahaman huruf dari halaman sebelumnya ke halaman berikutnya, yang dilakukan oleh tiap pengajar kepada siswanya. Sementara itu, evaluasi kenaikan jilid dilaksanakan oleh kepala sekolah. Tujuan dari evaluasi ini adalah untuk memastikan kualitas pendidikan anak didik tetap terjaga, sehingga mereka tidak akan dipindahkan ke jilid berikutnya sebelum benar-benar lancar dan menguasai materi yang telah diajarkan. Namun demikian, mekanisme evaluasi yang digunakan belum sepenuhnya mengacu pada prinsipprinsip evaluasi pendidikan yang komprehensif, karena masih banyak anak yang belum lancar dalam membaca Al-QurAoan, terdapat keterbatasan waktu dalam program dalam membaca alquran dengan metode batiq izzati, pelatihan guru yang belum konsisten, kemitraan antar orang tua belum terbentuk terkait. penggunaan metode ini menjadi beberapa permasalahan yang perlu dikaji lebih lanjut. Oleh karena itu, penting untuk melakukan penelitian tentang Peran kepala sekolah dalam mengevaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bagaimana kepala sekolah berkontribusi terhadap evaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah serta faktor-faktor apa saja yang mendukung dan menghambat implementasi program ini. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini peneliti akan menggunakan jenis penelitian kualitatif dan pendekatan deskriptif, yaitu data yang dikumpulkan dengan bentuk kata-kata bukan angkaangka. Penelitian kualitatif adalah tahapan penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat di amati. Sedangkan pendekatan deskriptif adalah sebuah pernyataan masalah yang membantu peneliti dalam menjelajah atau mengamati kondisi sosial yang akan diteliti dengan cara yang komprehensif, luas, dan mendalam. Penelitian kualitatif deskriptif menurut Sukmadinata . mengatakan bahwa Penelitian kualitatif deskriptif merupakan penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan dan menggambarkan fenomena-fenomena yang terjadi, baik yang bersifat alami maupun yang dihasilkan oleh manusia, dengan fokus pada karakteristik, kualitas, dan hubungan antara berbagai kegiatan. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Sumber data dalam penelitian ini merujuk kepada objek yang menjadi asal data Berdasarkan kategori data yang dihimpun oleh peneliti, maka sumber informasi dari penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu: Pertama data primer. Sumber data merupakan subjek penelitian tempat data menempel, dapat berupa benda, gerak, manusia, tempat, dan sebagainya. Data primer diperoleh dari sumber pertama melalui prosedur dan teknik pengambilan data yang didapat berupa wawancara, observasi, maupun pengamatan dari peneliti terhadap subjek yang dituju yaitu kepala sekolah dan guru. Kedua data sekunder. Adapun data sekunder menjadi data tambahan yang diambil melalui proses kajian kepustakaan seperti artikel, jurnal, ebook, buku, juga penelitian terdahulu yang semuanya ada relevansinya dengan pembahasan penelitiannya. Pengumpulan data bisa dilakukan di berbagai tempat, dengan beragam sumber, serta menggunakan berbagai metode. Jika dilihat dari aspek metode atau teknik pengumpulan data, peneliti menerapkan teknik pengumpulan data melalui observasi wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengacu pada konsep Milles & Huberman . yaitu interactive model yang mengklasifikasikan analisis data dalam tiga langkah, yaitu: Reduksi data (Data Reductio. Penyajian data (Display Dat. Penarikan Kesimpulan (Conclution drawing/verificatio. Uji keabsahan data dalam penentuan peneliti menggunakn teknik triangulasi data. Teknik triangulasi dalam uji kredibilitas ini diartikan sebagai pemeriksaan informasi dari berbagai sumber dengan berbagai metode, serta pada berbagai waktu. Adapun triangulasi dalam pengujian keabsahan data yaitu triangulasi teknik. Tringulasi teknik bertujuan untuk menguji kredibilitas data, dilakukan dengan cara memeriksa data dari sumber yang sama menggunakan metode yang berbeda. Teknik yang digunakan untuk memverifikasi data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Apabila metode pengujian keandalan data tersebut menunjukkan hasil yang tidak konsisten, maka peneliti akan mengadakan diskusi lebih lanjut dengan sumber data terkait untuk menentukan data mana yang dianggap akurat. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kegiatan program membaca al-qurAoan terdapat beberapa aspek: aspek perencanaan kegiatan, perlu melibatkan kepala sekolah, guru kelas, dan koordinator kurikulum dalam forum rapat kerja tahunan. Kegiatan ini menunjukkan adanya pendekatan kolaboratif dalam menyusun arah dan strategi pelaksanaan program. Penetapan tujuan pembelajaran dilakukan dengan sangat jelas dan terukur, yaitu mengenalkan huruf hijaiyah, membaca Al-QurAoan secara tartil, dan memahami dasar ilmu tajwid sesuai dengan tahap perkembangan usia anak. Tujuan Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang ini sudah sesuai dengan prinsip pembelajaran anak usia dini yang menekankan pada kesesuaian perkembangan . evelopmentally appropriate practice. Selanjutnya, materi pembelajaran yang digunakan berasal dari buku-buku dalam rangkaian metode Batiq Izzati, yang disusun secara bertingkat dan terstruktur. Penyusunan dan pengorganisasian materi ini telah memperlihatkan pemahaman yang baik dari pihak sekolah terhadap pentingnya kurikulum yang progresif dan adaptif. Pemilihan media pembelajaran yang beragam dan menarik, seperti kartu huruf, media audio visual, serta kalender hijaiyah, juga menjadi bukti bahwa sekolah memahami pentingnya media yang kontekstual dan menyenangkan bagi anak usia dini. Seperti yang dikemukakan oleh Ahmad Sunanto pemilihan metode pengajaran AlQurAoan yang kurang tepat sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran serta keberhasilan siswa dalam mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-QurAoan. Dalam mempelajari Al-QurAoan membutuhkan metode agar peserta didik cepat memahami tata cara membaca Al-QurAoan, namun demikian metode yang dimaksud di sini adalah cara atau jalan yang ditempuh sebagai penyajian bahan-bahan pelajaran agar mudah diterima, diserap dan dikuasai oleh peserta didik dengan baik dan menyenangkan (Sunarto et al. , 2. Penjadwalan kegiatan yang dilakukan secara rutin setiap pagi hari juga menunjukkan kesungguhan lembaga dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam rutinitas harian Dengan menyisipkan kegiatan membaca Al-QurAoan sebelum pembelajaran inti, anakanak tidak hanya dilatih kemampuan membaca, tetapi juga ditanamkan kebiasaan spiritual positif sejak dini. Dari sisi pelaksanaan, program ini dijalankan dengan baik oleh guru-guru yang telah memahami metode Batiq Izzati. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara klasikal, tetapi juga memberikan pendampingan individual sesuai dengan kebutuhan anak. Hal ini menggambarkan pendekatan diferensiasi pembelajaran yang efektif, di mana setiap anak mendapat perhatian sesuai dengan perkembangan dan kemampuannya masing-masing. Proses pembelajaran pun dilaksanakan dalam suasana yang menyenangkan dan Penggunaan metode belajar sambil bermain, lagu-lagu edukatif, dan permainan huruf menunjukkan bahwa pembelajaran tidak bersifat kaku, melainkan menyesuaikan dengan karakteristik anak usia dini yang cenderung aktif dan mudah bosan. Strategi ini terbukti membantu anak dalam menyerap materi dengan lebih baik dan tetap termotivasi mengikuti proses pembelajaran. Tidak kalah penting, aspek evaluasi juga mendapat perhatian dalam pelaksanaan program ini. Monitoring harian, penilaian bulanan, dan laporan semesteran menunjukkan bahwa program ini tidak hanya menekankan pada proses, tetapi juga hasil pembelajaran yang terukur. Guru memiliki instrumen penilaian yang memadai untuk mencatat perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan peserta didik dari waktu ke waktu. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan program ini terlihat sangat strategis. Kepala sekolah tidak hanya bertindak sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator dan motivator. Dengan melakukan supervisi berkala dan berdialog dengan guru, kepala sekolah memastikan bahwa program ini berjalan sesuai rencana dan memberikan umpan balik yang membangun untuk perbaikan proses. Ini sejalan dengan fungsi kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran . nstructional leade. Lebih jauh, pelibatan orang tua dalam program ini memperkuat pendekatan pendidikan yang berbasis kemitraan. Sekolah memberikan buku penghubung dan panduan belajar di rumah sebagai bentuk komunikasi dan keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak-anak. Kolaborasi antara guru, kepala sekolah, dan orang tua menjadi salah satu faktor penting yang mendukung keberhasilan program ini. Secara keseluruhan, program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah telah menunjukkan praktik pengelolaan pendidikan yang efektif, dengan perpaduan antara perencanaan yang matang, pelaksanaan yang profesional, serta evaluasi yang terstruktur. Hal ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kemampuan membaca Al-QurAoan anak-anak sejak usia dini, dan menjadi model pelaksanaan program keagamaan yang patut dijadikan rujukan bagi lembaga sejenis lainnya. Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RA Al-Izzah Kota Serang, melalui teknik observasi, wawancara mendalam dengan kepala sekolah dan guru, serta dokumentasi pelaksanaan program di lapangan. Penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah RA Al-Izzah berperan aktif sebagai pendidik dengan melakukan bimbingan dan pelatihan kepada guru-guru RA Al-Izzah terkait metode Batiq Izzati. Pelatihan dilakukan secara rutin setiap minggu, sedangkan pembinaan dilakukan di awal tahun ajaran baru. Evaluasi kemampuan guru menggunakan buku mutabaAoah tilawah dan tahfidz QurAoan menjadi bukti konkret dari proses pembinaan yang terstruktur. Peran kepala sekolah sebagai edukator sangat penting dalam meningkatkan kompetensi guru. Kepala sekolah RA Al-Izzah secara konsisten memberikan motivasi kepada guru melalui kegiatan Aumorning motivationAy dua kali seminggu. Kegiatan ini tidak hanya membangun semangat kerja, tetapi juga menanamkan nilai spiritual dan profesionalisme. Motivasi dari pimpinan terbukti meningkatkan kinerja dan semangat kerja guru. Kepala sekolah yang mampu memotivasi akan menciptakan lingkungan kerja yang positif dan Kepala sekolah juga selalu memastikan semua aspek administrasi berjalan efektif untuk mendukung proses pembelajaran, karena administrasi yang baik menjadi fondasi utama Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang keberhasilan program sekolah (Nasir et al. , 2. Peran sebagai supervisi, kepala sekolah RA Al-Izzah melakukan supervisi di setiap semester untuk menilai kinerja guru, khususnya dalam pembelajaran membaca Al-QurAoan. Penilaian mencakup aspek pedagogik, administrasi, kepribadian, dan sosial. Peran kepala sekolah RA Al-Izzah sering menciptakan suasana kerja yang positif, terbuka terhadap masukan, dan memberikan apresiasi kepada guru yang Kepemimpinan partisipatif ini membangun rasa tanggung jawab kolektif. Inovasi dilakukan kepala sekolah sebagai Leader (Pemimpi. yaitu dengan menjalin komunikasi intensif dengan orang tua dan memberikan keteladanan kepada staf. Kepala sekolah RA AlIzzah juga membuat buku bacaan huruf abjad untuk mendukung literasi anak. Peran sebagai Innovator (Pembahar. Kepala sekolah RA Al-Izzah memastikan seluruh program berjalan selaras dengan visi dan misi sekolah, yakni mencetak generasi QurAoani yang cerdas dan berakhlak mulia. Peran sebagai Manager (Manaje. Kepala sekolah RA Al-Izzah sebagai berinovasi dengan membuat buku bacaan huruf abjad sebagai pelengkap pembelajaran membaca Al-QurAoan, sehingga meningkatkan daya saing dan citra sekolah. Peran kepala sekolah sebagai wirausahawan mendorong terciptanya inovasi dan kreativitas di lingkungan Peran-peran tersebut sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Mulyasa . , yang menyatakan bahwa kepala sekolah memiliki tujuh peran utama, yaitu sebagai educator . , manajer, administrator, supervisor, leader . , innovator, dan wirausahawan . kepala sekolah RA Al-Izzah telah melaksanakan ketujuh peran manajerial secara optimal dalam mendukung program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati. Setiap peran saling melengkapi dan berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan belajar yang kondusif, guru yang profesional, serta peserta didik yang berkembang dalam aspek religius dan literasi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah di RA Al-Izzah telah menjalankan peran strategis dalam mengevaluasi dan mengembangkan program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati. Peran tersebut meliputi aspek edukatif, motivatif, administratif, supervisi, kepemimpinan, inovasi, manajerial, dan kewirausahaan. Seluruh peran ini saling bersinergi untuk mendukung keberhasilan program dan pencapaian visi sekolah. Cara Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati Evaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah yaitu menggunakan model CIPP (Context. Input. Process. Produc. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Tahap pertama yaitu evaluasi context (Kontek. Evaluasi konteks berfokus pada latar belakang, kebutuhan, dan tujuan program. Program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati dilatarbelakangi oleh kebutuhan lembaga untuk mencetak generasi QurAoani sejak usia dini, selaras dengan visi-misi RA Al-Izzah. Program ini menjadi unggulan di bawah Yayasan Al-Izzah dan diterapkan pada seluruh peserta didik. Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya mampu membaca Al-QurAoan dengan baik, tetapi juga memiliki karakter religius yang Tahap kedua yaitu evaluasi Input (Masuka. Evaluasi input di RA Al-Izzah adalah menilai sumber daya, strategi, dan perencanaan program. Kepala sekolah menyediakan pelatihan awal bagi guru, pembinaan rutin, serta fasilitas pendukung seperti buku mutabaAoah tilawah, tahfidz QurAoan, dan alat peraga. Guru-guru juga dilibatkan dalam pelatihan dan penilaian rutin. Dukungan administrasi, sarana-prasarana, dan inovasi seperti buku bacaan abjad untuk anak usia dini menjadi faktor penting dalam menunjang keberhasilan program. Tahap ketiga yaitu evaluasi Process (Prose. Evaluasi proses mencakup pelaksanaan program di lapangan. Kepala sekolah RA Al-Izzah melakukan monitoring dan supervisi secara berkala, baik melalui pembinaan mingguan maupun supervisi formal setiap semester. Kegiatan motivasi seperti morning motivation dua kali seminggu juga menjadi bagian dari proses untuk menjaga semangat guru. Komunikasi dengan orang tua dilakukan secara intensif melalui pertemuan rutin dan grup WhatsApp, memastikan keterlibatan semua pihak. Dan tahap terakhir yaitu evaluasi Product (Produk/Hasi. Evaluasi produk menilai hasil akhir dari program. Program ini berhasil meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan peserta didik secara signifikan, yang dibuktikan dengan capaian target. Selain itu, karakter religius dan literasi dasar anak juga Model CIPP (Context. Input. Process. Produc. adalah salah satu model evaluasi yang komprehensif dan sering digunakan untuk menilai efektivitas program pendidikan (Aneza et , 2. Untuk itu, kepala sekolah di RA Al-Izzah menerapkan model CIPP dalam mengevaluasi program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati karena model CIPP memiliki pendekatan komprehensif yang memungkinkan penilaian dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya pada hasil akhir . , tetapi juga pada latar belakang pelaksanaan program . , perencanaan dan sumber daya . , serta proses pelaksanaan kegiatan itu sendiri. Hal ini sejalan dengan kebutuhan penelitian yang bertujuan mengevaluasi program dari berbagai aspek agar diperoleh gambaran menyeluruh mengenai efektivitas dan kendala Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Mengevaluasi Program Membaca AlQurAoan dengan Metode Batiq Izzati Pelaksanaan evaluasi program membaca Al-QurAoan di RA Al-Izzah Kota Serang didukung oleh beberapa faktor utama yang berperan penting dalam keberhasilan proses Salah satu faktor pendukung utama adalah pelatihan guru. Seluruh guru di RA AlIzzah telah mendapatkan pelatihan khusus mengenai metode Batiq Izzati, sehingga mereka memahami secara spesifik indikator pencapaian anak. Hal ini memudahkan guru dalam melakukan evaluasi terhadap kemampuan membaca Al-QurAoan siswa, karena setiap guru memiliki acuan yang jelas dan terstruktur sesuai dengan metode yang diterapkan. Selain itu, sarana dan prasarana yang memadai juga menjadi faktor pendukung yang signifikan. Fasilitas yang lengkap dan nyaman menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sehingga proses pembelajaran dan evaluasi dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Adanya ruang kelas yang representatif, alat peraga, serta perangkat evaluasi yang memadai sangat membantu guru dan siswa dalam melaksanakan program membaca Al-QurAoan. Jadwal evaluasi yang terstruktur juga turut memperkuat pelaksanaan program ini. Evaluasi dilakukan secara rutin, baik harian, setiap semester, maupun di akhir tahun ajaran. Setiap hasil evaluasi didokumentasikan dengan baik, sehingga perkembangan kemampuan membaca Al-QurAoan setiap anak dapat dipantau secara berkelanjutan dan sistematis. Sedangkan faktor penghambat dalam pelaksanaan evaluasi program membaca AlQurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah menghadapi beberapa tantangan yang perlu diperhatikan agar proses evaluasi dapat berjalan secara optimal dan mencapai tujuan yang Salah satu hambatan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan waktu. Jadwal pembelajaran di RA Al-Izzah yang cukup padat menyebabkan alokasi waktu khusus untuk evaluasi menjadi terbatas. Padahal, evaluasi membaca Al-QurAoan memerlukan waktu yang cukup agar dapat dilakukan secara menyeluruh dan mendalam. Evaluasi tidak hanya sekadar menilai kemampuan membaca, tetapi juga mencerminkan pemahaman dan penguasaan anak terhadap huruf, tajwid, serta kelancaran membaca. Faktor lain yang turut menghambat adalah kemampuan konsentrasi anak yang masih Sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini, mereka cenderung mudah terdistraksi oleh lingkungan sekitar dan memiliki rentang perhatian yang pendek. Dalam proses evaluasi, terutama yang dilakukan secara satu per satu, beberapa anak menunjukkan gejala kebosanan atau kehilangan minat, yang berdampak pada hasil evaluasi yang kurang mencerminkan kemampuan sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan evaluasi yang MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. digunakan perlu disesuaikan dengan karakteristik perkembangan anak. Dan keterlibatan orang tua yang belum merata. KESIMPULAN DAN SARAN Penelitian ini menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan aktif dalam mengevaluasi program membaca Al-QurAoan, seperti perannya sebagai educator yang aktif membimbing, memberikan pelatihan, serta melakukan pembinaan rutin kepada guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagai motivator, kepala sekolah memberikan semangat dan arahan secara rutin, seperti melalui morning motivation, sehingga guru merasa dihargai dan didampingi dalam menjalankan tugasnya. Secara keseluruhan, evaluasi dengan model CIPP menunjukkan bahwa program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah terlaksana dengan baik dan efektif. Dukungan kepala sekolah dalam motivasi, fasilitasi pelatihan, serta inovasi menjadi kunci utama keberhasilan program ini. Evaluasi terhadap program membaca Al-QurAoan dilakukan di RA Al-Izzah menggunakan model CIPP yang mencakup evaluasi konteks, input, proses, dan produk. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah antara lain adalah pelatihan guru yang berkelanjutan, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, serta jadwal evaluasi yang sistematis. Namun demikian, beberapa hambatan masih ditemui, seperti keterbatasan waktu, kesulitan konsentrasi pada anak usia dini, dan belum meratanya keterlibatan orang tua. Dalam menghadapi hambatan-hambatan yang terjadi pada program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati, kepala sekolah RA Al-Izzah mengambil langkah-langkah strategis seperti meningkatkan kolaborasi dengan guru dan orang tua, memotivasi guru secara berkelanjutan, dan memastikan tersedianya media pembelajaran yang menunjang. Kepala sekolah juga terus melakukan evaluasi berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan program tetap optimal. Dalam menghadapi hambatan-hambatan yang terjadi pada program membaca Al-QurAoan dengan metode Batiq Izzati, kepala sekolah RA Al-Izzah mengambil langkah-langkah strategis seperti meningkatkan kolaborasi dengan guru dan orang tua, memotivasi guru secara berkelanjutan, dan memastikan tersedianya media pembelajaran yang menunjang. Kepala sekolah juga terus melakukan evaluasi berkala guna menjamin kualitas pelaksanaan program tetap optimal. Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang DAFTAR REFERENSI Abdillah. Rofiah. , & Azizah. Problem dan model pembelajaran membaca AlQuran anak usia dini masa pandemi di Kabupaten Jember. Al-Riwayah: Jurnal Kependidikan, 13. , 65Ae90. https://doi. org/10. 47945/al-riwayah. Alaslan. Metode penelitian kualitatif. Ananda. Rafida. , & Wijaya. Pengantar evaluasi program pendidikan. Aneza. Inayah. Nursifah. Nursaripah. , & Laksono. Evaluasi program pendidikan anak usia dini berbasis model CIPP . ontext input process product evaluatio. di PAUD Kober Nurul Anwar. Jurnal Ilmiah Cahaya Paud, 5. , 18Ae32. https://doi. org/10. 33387/cahayapd. Anufia. , & Alhamid. Instrumen pengumpulan data. Arikunto. , & Jabar. Evaluasi program pendidikan: Pedoman teoritis praktisi Aryanti. Supriyono. , & Ishaq. Evaluasi program pendidikan dan pelatihan. Jurnal Pendidikan Nonformal, 10. , 1Ae13. Cahyani. , & Puspaningtyas. Evaluasi program membaca private dalam upaya peningkatan kemampuan membaca siswa di SD Kusuma Putra. Eksekusi: Jurnal Ilmu Hukum Administrasi Negara, 1. , 322Ae334. https://doi. org/10. 55606/eksekusi. Chayani. , & Karwanto. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam upaya peningkatan kompetensi guru di SMA Unggulan Amanatul Ummah Surabaya. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 2. Darma. , & Julkifli. Kepala sekolah sebagai administrator dan supervisor di lingkungan sekolah. Jurnal Serunai Administrasi Pendidikan, 10. , 38Ae45. Daulay. Studi pendekatan Alquran. Thariqah Ilmiah: Jurnal Ilmu-ilmu Kependidikan & Bahasa Arab, 1. Dewi. , & Masayu. Evaluasi manajemen pemasaran di sekolah Ar-Raudah Kota Bandar Lampung. Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran, 2. , 37Ae48. https://doi. org/10. 52647/jep. Eriyanto. Kompetensi manajerial kepala sekolah dalam peningkatan kinerja guru. Lisan Al-Hal: Jurnal Pengembangan Pemikiran dan Kebudayaan, 8. , 349Ae366. Fauzan. Pola pembinaan baca tulis Al-QurAoan (BTQ) sebagai upaya peningkatan kemampuan membaca Al-Quran. Ar-Risalah, 8. , 19Ae29. Gunawan. Evaluasi program pembelajaran. Jurnal Pendidikan, 17. Guntur. Kartadinata. , & Rachmawati. Meningkatkan kualitas penilaian dan evaluasi di dunia pendidikan. Jurnal Pendidikan. Hafiz. Evaluasi program pembelajaran bilingual di SD Al Zahra Indonesia Kota Tangerang Selatan. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hasibuan. Evaluasi program tahfidz QurAoan SDIT As-Shiddiq Seura Indah Tangerang Selatan. FITK UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Hikmawati. Metodologi penelitian. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026 E-ISSN . : 3064-1527. P-ISSN . : 3089-5448 Hal. Jamilah. Warman. , & Azainil. Peran kepala sekolah sebagai inovator dan motivator dalam meningkatkan kinerja guru. Jurnal Ilmu Manajemen dan Pendidikan, 3, 55Ae60. https://doi. org/10. 30872/jimpian. v3iSE. Julaiha. Konsep kepemimpinan kepala sekolah. Karimulah. , & Ummah. Pelaksanaan supervisi akademik kepala madrasah sebagai upaya meningkatkan profesionalisme guru untuk memotivasi belajar siswa MTs Muqoddimatul Akhlak Curah Wungkal Silo Jember. Southeast Asian Journal of Islamic Education Management, 3. , 13Ae34. https://doi. org/10. 21154/sajiem. Kurniatin. Eksistensi perkembangan dokumentasi di Indonesia. Lovedly. Peran kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan mutu sumber daya guru di SMP Negeri 8 Sarolangun. Amnesia: Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 2. , 229Ae234. Magdalena. Ridwanita. , & Aulia. Evaluasi belajar peserta didik. Pandawa, 2. , 117Ae127. Maghribi. Anisa. Marsela. Syamila. , & Sari. Peran mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran melalui kegiatan KKN mengajar BERDAYA: Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 6. , 51Ae62. https://doi. org/10. 36407/berdaya. Makbul. Metode pengumpulan data dan instrumen penelitian. Mamik. Metodologi kualitatif. Sidoarjo: Zifatama Jawara. Moleong. Metodologi penelitian kualitatif . disi revis. Mubarika. Imani. Astrella. Febry. , & Arianti. Implementasi supervisi pendidikan kepala sekolah sebagai wahana evaluasi kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Proceedings Series of Educational Studies. Muharika. Metodologi penelitian evaluasi program. Alfabeta. Muljono. Pengukuran dalam bidang pendidikan. Munthe. Pentingnya evaluasi program di institusi pendidikan: Sebuah pengantar, pengertian, tujuan dan manfaat. Scholaria: Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, 5. , 1Ae14. https://doi. org/10. 24246/j. Muryadi. Model evaluasi program dalam penelitian evaluasi. Jurnal Ilmiah Penjas (Penelitian. Pendidikan Dan Pengajara. , 3. Nadila. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas guru di SMA N 3 Unggul Sigli. UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Nasir. Mahmudinata. Ulya. , & Firdaus. Strategi pemberdayaan sekolah sebagai upaya peningkatan manajemen pendidikan. Journal of International Multidisciplinary Research, 1. Neni. Manajemen evaluasi program tulis baca Al-QurAoan. Tarbiyah Islamiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Agama Islam, 10. Ningsih. Asrin. , & Saputra. Peran kepala sekolah dalam mengembangkan mutu pembelajaran pada SDN 1 Aikdewa. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 6. , 675Ae679. https://doi. org/10. 29303/jipp. Peran Kepala Sekolah dalam Mengevaluasi Program Membaca Al-QurAoan dengan Metode Batiq Izzati di RA Al-Izzah Kota Serang Oktami. Imran. , & Nurwita. Peran kepala sekolah dalam menerapkan kurikulum merdeka di TK Aisyiyah Xi. Journal of Education Research, 5. , 2704Ae https://doi. org/10. 37985/jer. Pratama. Peranan kepala sekolah terhadap kinerja guru AoThe role of the principal in teacher performanceAo . tudi pada SMA Bakti Sahaba. JEMSI (Jurnal Ekonomi. Manajemen. Akuntans. , 10. , 2694Ae2700. https://doi. org/10. 35870/jemsi. Rahmita. Parapat. Nurmawati. , & Sitorus. Evaluasi pembelajaran tahsin tilawah Al-QurAoan dalam meningkatkan hafalan Al-QurAoan. Murhum: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4. , 520Ae530. https://doi. org/10. 37985/murhum. RifaAoi. , & Ananda. Kepemimpinan pendidikan (Bahan ajar berbasis riset Rosyadi. , & Pardjono. Peran kepala sekolah sebagai manajer dalam meningkatkan mutu pendidikan di SMP 1 Cilawu Garut. Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 3. , 124Ae133. https://doi. org/10. 21831/amp. Sakir. , & Hartiningsih. Peran kepala sekolah sebagai manajer . tudi multisitu. di MIN 1 dan MIN 2 Flores Timur. Jurnal Kebijakan dan Pengembangan Pendidikan, 6. , 197Ae208. Septiani. Peran kepala sekolah sebagai motivator terhadap kompetensi pedagogik Skripsi. Unnes. Semarang, 26Ae27. Setiyati. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja, dan budaya sekolah terhadap kinerja guru. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 22. , 200Ae Sofanudin. Metodologi penelitian ilmu tarbiyah. Samudra Biru. Sriwahyuni. Peran kepala sekolah dalam meningkatkan minat baca siswa melalui perpustakaan sekolah. JMKSP (Jurnal Manajemen. Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, 3. , 170Ae179. https://doi. org/10. 31851/jmksp. Sukiyat. Good leadership: Kepemimpinan era globalisasi pendidikan. Jakad Media Publishing. Sutisno. Administrasi pendidikan dasar teoritis untuk profesional. Angkasa. Thahir. Pengaruh kompetensi manajerial kepala madrasah terhadap kinerja guru pada madrasah aliyah di Makassar. Jurnal Ilmiah Islamic Resources, 19. , 1Ae11. Wahyuningsih. Implikasi penggunaan metode Qiraati untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-QurAoan anak usia dini pada pendidikan inklusi. AL Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2. , 010Ae018. Wijayanto. Kurniawan. , & Masudi. Evaluasi program baca tulis Al-QurAoan menggunakan model CIPP di SMPN 7 Rejang Lebong. IAIN Curup. Zai. Duha. Gee. , & Laia. Peran kepala sekolah dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMA Negeri 1 Ulugawo. Curve Elasticity: Jurnal Pendidikan Ekonomi, 3. , 13Ae23. https://doi. org/10. 57094/jpe. MIFTAHULILMI Ae VOLUME. NOMOR. 2 APRIL 2026