Jurnal Siti Rufaidah Volume 3. Nomor 4. November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 327-334 DOI: https://doi. org/10. 57214/jasira. Tersedia: https://journal. org/index. php/JASIRA Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iner. Dengan Metode ABTS dan DPPH Hendri Faisal 1*,Azzura Ligo 2. Rizka Hasmi Nasution,3 Program Studi Farmasi. Fakultas Farmasi dan Kesehatan. Institut Kesehatan Helvetia Program Studi Profesi Apoteker. Fakultas Farmasi dan Kesehatan. Institut Kesehatan Helvetia hendrifaisal@helvetia. Abstract. Indonesia possesses remarkable biodiversity, including numerous medicinal plant species traditionally employed as natural therapeutic agents. Among these. Cinnamomum iners is widely utilized and is known to contain diverse bioactive compounds with reported antimicrobial, anti-inflammatory, and free radicalAe scavenging activities. This research focuses onevaluate the antioxidant activity of ethanol, ethyl acetate, and nhexane extracts of wild cinnamon leaves (Cinnamomum iner. using the ABTS and DPPH methods. Extraction was carried out using the maceration method. The antioxidant effectiveness was measured by analyzing the ICCICA values through free radical scavenging activity using the ABTS and DPPH methods with a UV-Vis The antioxidant activity of Cinnamomum iners leaves assessed using the ABTS method revealed that the ethanol extract exhibited very strong activity with an IC50 value of 7. 56 ppm, followed by the ethyl acetate extract with moderate activity (IC50 103. 59 pp. , and the n-hexane extract with weak activity (IC50 64 pp. In contrast, the DPPH assay showed that the ethanol extract demonstrated moderate antioxidant activity with an IC50 value of 168. 03 ppm, the ethyl acetate extract exhibited weak activity (IC50 400. 5 pp. , and the n-hexane extract displayed no antioxidant activity (IC50 2373. 2 pp. Keywords: Cinnamomum iners. antioxidant activity. ABTS. DPPH. IC50 Abstrak. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, termasuk berbagai spesies tanaman obat yang secara tradisional digunakan sebagai agen terapi alami. Di antara tanaman tersebut. Cinnamomum iners banyak dimanfaatkan dan diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif yang dilaporkan memiliki aktivitas antimikroba, antiinflamasi, dan penangkap radikal bebas. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol, etil asetat, dan n-heksana daun kayu manis hutan (Cinnamomum iner. menggunakan metode ABTS dan DPPH. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Efektivitas antioksidan diukur melalui analisis nilai ICCICA berdasarkan aktivitas penangkapan radikal bebas menggunakan metode ABTS dan DPPH dengan spektrofotometer UV-Vis. Aktivitas antioksidan daun Cinnamomum iners berdasarkan metode ABTS menunjukkan bahwa ekstrak etanol memiliki aktivitas sangat kuat dengan nilai ICCICA sebesar 7,56 ppm, diikuti oleh ekstrak etil asetat dengan aktivitas sedang (ICCICA 103,59 pp. , dan ekstrak n-heksana dengan aktivitas lemah (ICCICA 188,64 pp. Sebaliknya, berdasarkan uji DPPH, ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai ICCICA sebesar 168,03 ppm, ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas lemah (ICCICA 400,5 pp. , dan ekstrak n-heksana tidak menunjukkan aktivitas antioksidan (ICCICA 2373,2 pp. Kata kunci: Cinnamomum iners. aktivitas antioksidan. ABTS. DPPH. IC50 LATAR BELAKANG Stres oksidatif merupakan fenomena biokimia penting yang berkontribusi pada berbagai penyakit kronis seperti peradangan, penyakit kardiovaskular, dan kanker. Kondisi ini timbul ketika produksi radikal bebas, seperti reactive oxygen species (ROS), melebihi kapasitas pertahanan antioksidan tubuh, sehingga menyebabkan kerusakan molekuler . ipid, protein. DNA)(Halliwell & Gutteridge, 2. Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan Naskah Masuk: 17 November 2025. Revisi: 21 November 2025. Diterima: 08 Desember 2025. Terbit: 19 Desember 2025 Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iner. Dengan Metode ABTS dan DPPH antioksidan alami dari tumbuhan menjadi sangat relevan dalam upaya pencegahan stres Salah satu tanaman yang menarik untuk dieksplorasi adalah Cinnamomum iners, atau kayu manis hutan. Tanaman ini termasuk dalam famili Lauraceae dan tersebar di Asia Tenggara. Ekstrak daun Cinnamomum iners diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder seperti fenolik dan flavonoid yang potensial sebagai antioksidan (Fazlina et al. , 2. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa ekstrak metanol dari daun Cinnamomum iners serta fraksi kloroform memiliki kapasitas penangkap radikal DPPH yang menjanjikan (Udayaprakash et al. , 2. Selain itu, kajian lain melaporkan kandungan fenolik total yang tinggi pada ekstrak etanol daun Cinnamomum iners, serta aktivitas antioksidan yang baik berdasarkan metode DPPH dan ABTS (Tanruean et al. , 2. Pemilihan pelarut ekstraksi sangat menentukan komposisi senyawa bioaktif yang Pelarut polar seperti etanol biasanya mengekstraksi senyawa fenolik dan flavonoid, sedangkan pelarut dengan polaritas menengah . eperti etil aseta. bisa mengekstraksi flavonoid aglikon dan beberapa terpenoid. Di sisi lain, pelarut non-polar seperti n-heksan cenderung mengekstrak senyawa lipofilik seperti minyak atsiri dan triterpen (Azwanida, 2. Dengan demikian, perbandingan aktivitas antioksidan ekstrak dari daun Cinnamomum iners menggunakan pelarut dengan polaritas berbeda bisa mengungkap senyawa mana yang paling aktif secara antioksidan. Untuk menilai kapasitas antioksidan dari ekstrak tumbuhan, metode DPPH . ,2-difenil1-pikrilhidrazi. dan ABTS . ,2A-azinobis. -etilbenzotiazolin-6-asam sulfona. ) merupakan prosedur yang paling sering digunakan dalam penelitian fitokimia. Metode DPPH mengukur kemampuan senyawa bioaktif dalam mereduksi radikal stabil DPPH melalui perubahan intensitas warna larutan, sehingga mencerminkan kapasitas penangkap radikal dari suatu Sementara itu, metode ABTS memiliki keunggulan karena lebih fleksibel dan sensitif. radikal ABTS mampu mendeteksi antioksidan bersifat hidrofilik maupun lipofilik, dapat larut baik dalam pelarut organik maupun air, serta dapat diaplikasikan pada sistem berbasis air maupun organik. Selain itu, metode ABTS memiliki waktu reaksi yang lebih cepat, memberikan absorbansi yang lebih spesifik pada panjang gelombang tampak, dan dapat bekerja pada rentang pH yang luas (Udayaprakash et al. , 2. (Roberta RE, 1. Kombinasi kedua metode ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi antioksidan suatu ekstrak sehingga sering digunakan untuk memperoleh hasil evaluasi yang lebih akurat dan representatif. Meskipun telah ada beberapa studi mengenai aktivitas antioksidan daun Cinnamomum iners, penelitian yang membandingkan ekstrak dengan pelarut Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 327-334 yang berbeda . tanol, etil asetat, n-heksa. menggunakan metode DPPH dan ABTS masih Oleh karena itu, penelitian ini sangat penting untuk mengidentifikasi fraksi mana dari daun Cinnamomum iners yang paling efektif sebagai sumber antioksidan alami. METODE PENELITIAN Alat dan Bahan Alat yang digunakan Adalah timbangan analitik, blender, bejana maserasi, gelas jar, cawan porselin, krus porselin, kaca arloji, gelas ukur, tabung reaksi, , penjepit tabung, beaker gelas, objek gelas, deck gelas, erlenmeyer, labu ukur . ml, 25 ml, 50 ml, 1000 m. , bola hisap, pipet ukur, pipet tetes, aluminium foil, rotary evaporator, tanur, ayakan, kertas perkamen, kertas saring, lemari pengering, corong, batang pengaduk, oven, desikator, corong pisah,waterbath, mikroskop, spektrofotometer UV-VIS. Bahan yang digunakan yaitu daun kayu manis hutan (Cinnamomum Iner. Reinw. Ness & T. Ness Blume, alkohol 97%. ABTS . ,2Ao-azino-bis. -etilbenzotiazolin-6-sulfona. Etanol 96%,N-Heksan,Etil Aseat. Kalium Persulfat. Aquades. DPPH . ,2 diphenyl-1picrylhydrazy. Prosedur Kerja Pembuatan Ekstrak Serbuk simplisia sebanyak 500 gram direndam dengan etanol 96% sebanyak 3,750 ml selama 5 hari sambil sesekali di aduk. Lalu disaring menggunakan kertas saring dan diperoleh filtrat 1 dan ampas. Kemudian ampas direndam ulang selama 2 hari dengan pelarut sebanyak 1,250 ml sambil sesekali diaduk kemudian disaring dengan menggunakan kertas saring dan diperoleh filtrat 2 dan ampas dibuang. Kemudian filtrat 1 dan 2 dicampurkan dan dipekatkan di rotary evaporator dengan suhu 40 oC sampai diperoleh ekstrak kental. Lakukan prosedur yang sama untuk ekstrak etil asetat dan n-heksan(Faisal, 2. Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol. Ekstrak Etil Asetat, dan Ekstrak Nheksan Daun Kayu Manis Hutan Dengan Metode DPPH Pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak etanol dan etil asetat daun kayu manis hutan (Cinnamomum iner. diuji dengan konsentrasi 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, dan 250 Tiap konsentrasi ditambahkan larutan DPPH 100 ppm sebanyak 2 ml dan diaddkan dengan etanol 96% sampai tanda batas. Serapannya diukur menggunkan spektrofotometer UVVis dengan panjang gelombang 516 nm. Pengukuran absorbansi ekskstrak N-Heksan diuji dengan konsentrasi dengan konsentrasi 100 ppm, 200 ppm, 300 ppm, 400 ppm,dan 500 ppm (Faisal et al. , 2. Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iner. Dengan Metode ABTS dan DPPH Pengukuran Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol. Ekstrak Etil Asetat, dan Ekstrak Nheksan Daun Kayu Manis Hutan Dengan Metode ABTS Larutan ABTS disiapkan dengan menggabungkan masing-masing 5 ml larutan stok ABTS 7 mM dan larutan kalium peroksidisulfat 2,45 mM, lalu campuran tersebut dibiarkan bereaksi selama 12Ae16 jam. Setelah proses inkubasi, larutan ABTS diencerkan menggunakan etanol 70% hingga mendapatkan absorbansi 0,7 A 0,02 pada panjang gelombang 734 nm. Selanjutnya,masing-masing 0,1 ml larutan ekstrak etanol, etil asetat dan n-heksan daun kayu manis hutan (Cinnamomum iner. dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100 g/mL dicampurkan dengan 0,9 ml larutan ABTS. Campuran ini kemudian didiamkan selama 6 menit di tempat gelap, setelah itu absorbansinya diukur pada panjang gelombang 734 nm menggunakan spektrofotometer UV-Vis (Faisal & Handayani, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Daun Kayu Manis Hutan Dengan Metode DPPH dan Metode ABTS Hasil dari uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH ekstrak kayu manis hutan menujukan adanya aktivitas antioksidan yang berbeda dari masing-masing ekstrak daun tersebut. Tabel 1. Persen Inhibisi dan Nilai IC50 Ekstrak Etanol. Ekstrak Etil Asetat. Ekstrak N-Heksan Daun Kayu Manis Hutan dengan Metode DPPH Sampel Ekstrak Etanol Ekstrak Etil Asetat Ekstrak N-Heksan Konsentrasi % Inhibisi 23,05 % 36,58 % 52,43 % 56,94 % 68,35 % 9,40 % 14,71 % 20,80 % 27,13 % 32,28 % 9,17 % 12,03 % 13,89 % 16,94 % 18,76 % Nilai IC50 03 ppm 5 ppm 20 ppm Tabel 2. Persen Inhibisi dan Nilai IC50 Ekstrak Etanol. Ekstrak Etil Asetat. Ekstrak N-Heksan Daun Kayu Manis Hutan dengan Metode ABTS Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 327-334 Sampel Ekstrak Etanol Ekstrak Etil Asetat Ekstrak N-Heksan Konsentrasi % Inhibisi 49,86 % 51,28 % 54,05 % 58,09 % 59,49 % 12,25 % 16,99 % 28,19 % 38,86 % 49,24 % 1,84 % 2,78 % 11,09 % 19,01 % 23,53 % Nilai IC50 7,56 ppm 103,59 ppm 188,64 ppm Penentuan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan ABTS memberikan gambaran komprehensif mengenai kemampuan ekstrak daun kayu manis hutan (Cinnamomum iner. dalam menangkap radikal bebas. Kedua metode ini berbasis pengukuran absorbansi dari radikal stabil, sehingga nilai ICCICA menjadi parameter utama untuk menentukan potensi antioksidan (Molyneux, 2. Semakin kecil nilai ICCICA, semakin tinggi aktivitas antioksidan suatu ekstrak. Hasil uji DPPH menunjukkan adanya perbedaan aktivitas antioksidan berdasarkan jenis pelarut ekstraksi. Ekstrak etanol memberikan nilai ICCICA sebesar 168,03 ppm, termasuk kategori antioksidan sedang. Hal ini sesuai dengan sifat etanol sebagai pelarut polar yang mampu mengekstraksi senyawa fenolik, flavonoid, dan tanin secara lebih optimal. Senyawa-senyawa tersebut berperan sebagai donor proton dan memiliki aktivitas kuat dalam menetralkan radikal bebas (Kahkonen, 1. ,(Mathew & Abraham, 2. Ekstrak etil asetat menunjukkan nilai ICCICA sebesar 400,50 ppm yang termasuk kategori Etil asetat mengekstraksi metabolit semi-polar yang kandungan total fenoliknya lebih rendah dibandingkan ekstrak polar. Studi pada Cinnamomum menunjukkan bahwa fraksi semipolar biasanya memiliki potensi antioksidan lebih rendah karena minimnya senyawa fenolik polar (Singleton, 1. Sementara itu, ekstrak n-heksan memiliki nilai ICCICA sebesar 2373,20 ppm, yang masuk kategori tidak aktif. Pelarut non-polar seperti n-heksan umumnya mengekstraksi minyak atsiri Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iner. Dengan Metode ABTS dan DPPH dan senyawa lipofilik lainnya yang tidak memiliki gugus hidroksil aromatik untuk berpartisipasi dalam mekanisme donasi elektron pada uji DPPH (Diem et al. , 2. Oleh karena itu, aktivitas antioksidannya jauh lebih rendah dibandingkan ekstrak polar. Pengujian menggunakan metode ABTS juga menunjukkan adanya variasi aktivitas antioksidan berdasarkan jenis pelarut. Pada metode ini, nilai ICCICA ekstrak etanol sebesar 7,56 ppm, yang termasuk kategori sangat kuat. Hasil ini konsisten dengan literatur yang menyatakan bahwa metode ABTS lebih sensitif terhadap senyawa polar seperti polifenol, sehingga ekstrak etanol yang kaya komponen polar cenderung menunjukkan aktivitas antioksidan yang lebih tinggi (Czemerys & Oszmian, 2. Ekstrak etil asetat memiliki nilai ICCICA 103,59 ppm yang termasuk kategori sedang. Aktivitas ini lebih baik dibandingkan hasil DPPH, hal ini disebabkan karena metode ABTS dapat mendeteksi radikal hidrofilik dan lipofilik, sehingga senyawa semi-polar dalam etil asetat terdeteksi lebih baik dibandingkan pada metode DPPH (Arnao et al. , 2. Ekstrak n-heksan memiliki nilai ICCICA 188,64 ppm, termasuk kategori lemah. Meskipun masih rendah, aktivitasnya sedikit lebih baik dibandingkan hasil DPPH. Hal ini karena metode ABTS dapat mendeteksi reaksi antioksidan yang terjadi pada senyawa lipofilik tertentu, sehingga fraksi non-polar dapat menunjukkan sedikit aktivitas (Prior et al. , 2. Perbedaan nilai ICCICA antara metode DPPH dan ABTS merupakan fenomena yang umum DPPH lebih selektif terhadap senyawa antioksidan lipofilik, sedangkan ABTS dapat berinteraksi baik dengan senyawa hidrofilik maupun lipofilik. Oleh karena itu, ekstrak yang kaya senyawa polar seperti etanol biasanya memberikan nilai ICCICA lebih rendah pada ABTS dibandingkan DPPH (WojdyCo et al. , 2. Hasil penelitian ini memperlihatkan tren yang konsisten ekstrak etanol menunjukkan aktivitas tertinggi pada kedua metode, menegaskan bahwa senyawa polar pada daun Cinnamomum iners merupakan penyumbang utama aktivitas antioksidan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa daun genus Cinnamomum kaya akan senyawa fenolik polar, dan aktivitas antioksidannya sangat dipengaruhi oleh jenis pelarut ekstraksi (Mathew & Abraham, 2. (Davoudi & Ramazani, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025 e-ISSN: 3032-1344. p-ISSN: 3032-1336. Hal 327-334 Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak daun kayu manis hutan (Cinnamomum iner. sangat dipengaruhi oleh jenis pelarut. Ekstrak etanol memiliki aktivitas tertinggi dengan kategori sangat kuat pada metode ABTS dan kategori sedang pada metode DPPH, menunjukkan kandungan senyawa polar sebagai kontributor utama. Ekstrak etil asetat menunjukkan aktivitas sedang pada ABTS dan lemah pada DPPH, sedangkan ekstrak n-heksan menunjukkan aktivitas terendah pada kedua metode. Disarankan untuk dilakukan isolasi dan identifikasi senyawa aktif dari masing-masing fraksi untuk memastikan komponen yang paling berkontribusi terhadap aktivitas antioksidan dan juga uji aktivitas antioksidan dengan metode lain seperti FRAP atau ORAC. DAFTAR REFERENSI Arnao. Cano. , & Acosta. The hydrophilic and lipophilic contribution to total antioxidant activity. 73, 239Ae244. Azwanida. Medicinal & Aromatic Plants A Review on the Extraction Methods Use in Medicinal Plants . Principle . Strength and Limitation. , 3Ae8. https://doi. org/10. 4172/2167-0412. Czemerys. , & Oszmian. Food Chemistry Antioxidant activity and phenolic 940Ae949. https://doi. org/10. 1016/j. Davoudi. , & Ramazani. Antioxidant and anti-inflammatory effects of Cinnamomum species and their bioactive compounds: An updated review of the molecular mechanisms. Physiology and Pharmacology, 28. , 99Ae116. Diem. Elisa. , & Tran-nguyen. Effect of extraction solvent on total phenol content , total flavonoid content , and antioxidant activity of Limnophila aromatica. Journal Food Drug Analysis, 22. , 296Ae302. https://doi. org/10. 1016/j. Faisal. Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Okra (Abelmoschus esculentus L. Moenc. Dengan Metode DPPH . , 1-difenil-2-pikrilhidrazi. dan Metode ABTS . , 2-azinobis-. -Ethylbenzothiazoline-6-Sulfonic Aci. Ready Star, 2. , 1Ae5. Faisal. Andry. Lumbantoruan. , & Farmasi. PEMANFAATAN EKSTRAK BUAH TAKOKAK (Solanum torvum Sw. ) PADA FORMULASI MINUMAN SUPLEMEN SEBAGAI SUMBER ANTIOKSIDAN 1,. , 222Ae237. Faisal. , & Handayani. Comparison of Antioxidant Activity of Ethanol Extract of Fruit and Okra Leaves ( Abelmoschus esculentus L . Moench ) by DPPH and ABTS Methods. , 6Ae13. Fazlina. Zurina. , & Mohd. Antioxidant activity of Cinnamomum iners leaves standardized extract. Asian J Biochem, 11, 90Ae96. Halliwell. , & Gutteridge. Free radicals in biology and medicine. Oxford university press. Kahkonen. Antioxidant Activity of Plant Extracts Containing Phenolic Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol,Etil Asetat, dan n-Heksan Daun Kayu Manis Hutan (Cinnamomum iner. Dengan Metode ABTS dan DPPH Compounds. 3954Ae3962. https://doi. org/10. 1021/jf990146l Mathew. , & Abraham. Food Chemistry Studies on the antioxidant activities of cinnamon ( Cinnamomum verum ) bark extracts , through various in vitro models. 520Ae528. https://doi. org/10. 1016/j. Molyneux. The use of the stable free radical diphenylpicryl- hydrazyl ( DPPH ) for estimating antioxidant activity. 50(June 2. Prior. Wu. , & Schaich. Standardized methods for the determination of antioxidant capacity and phenolics in foods and dietary supplements. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 53. , 4290Ae4302. Roberta RE, et all. ANTIOXIDANT ACTIVITY APPLYING AN IMPROVED ABTS RADICAL. , 1231Ae1237. Singleton. Analysis of Total Phenols and Other Oxidation Substrates and Antioxidants by Means of Folin-Ciocalteu Reagent. , 152Ae178. Tanruean. Luangkamin. Srisurat. , & Bunmusik. Optimization of Microwave-Assisted Extraction Process for Production of Polyphenol-Rich Crude Extract from Cinnamomum iners Leaves. 1Ae18. Udayaprakash. Ranjithkumar. Deepa. Sripriya. Al-arfaj. , & Bhuvaneswari. Antioxidant , free radical scavenging and GC Ae MS composition of Cinnamomum iners Reinw . ex Blume. Industrial Crops & Products, 69, 175Ae179. https://doi. org/10. 1016/j. WojdyCo. OszmiaEski. , & Czemerys. Antioxidant activity and phenolic compounds in 32 selected herbs. Food Chemistry, 105. , 940Ae949. Jurnal Siti Rufaidah - Volume 3. Nomor, 4 November 2025