Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia Vol. No. 2 Mei 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 DOI: https://doi. org/10. 61132/jepi. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Herry Kristedy Universitas Palangka Raya Alexandra Hukom Universitas Palangka Raya Alamat: JlnH. Timang Palangka Raya73111 Kalimantan Tengah Korespondensi penulis: herrykristedy13072@gmail. Abstract. This research aims to map the economic potential in the Central Kalimantan region using the integration of three analytical methods, namely Hierarchical Cluster Analysis. Shift-Share, and Dynamic Location Quotient. Through this approach, this research identifies economic sectors that have comparative and competitive advantages at the local level and have the potential for further development. Hierarchical Cluster Analysis is used to group regions based on similar economic characteristics, while Shift-Share Analysis helps in determining sectors that contribute to regional economic growth. Dynamic Location Quotient is applied to assess changes in the comparative advantage of economic sectors over time. It is hoped that the results of this research can become a reference for stakeholders in formulating appropriate regional economic policies to encourage sustainable economic growth in Central Kalimantan. Keywords: Economic Potential. Central Kalimantan. Hierarchical Cluster Analysis. Shift-Share. Dynamic Location Quotient. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi di wilayah Kalimantan Tengah dengan menggunakan integrasi dari tiga metode analisis yaitu Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share, dan Location Quotient Dinamis. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki keunggulan komparatif dan bersaing di tingkat lokal serta potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Analisis Klaster Hirarki digunakan untuk mengelompokkan wilayah berdasarkan karakteristik ekonomi yang serupa, sementara Analisis Shift-Share membantu dalam menentukan sektor-sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi regional. Location Quotient Dinamis diterapkan untuk menilai perubahan keunggulan komparatif sektor ekonomi seiring waktu. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan ekonomi regional yang tepat guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Potensi Ekonomi. Kalimantan Tengah. Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Location Quotient Dinamis. PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi wilayah merupakan salah satu agenda penting bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap wilayah memiliki karakteristik dan potensi ekonomi yang berbeda-beda, sehingga diperlukan strategi pengembangan yang tepat sesuai dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing wilayah. Salah satu langkah awal yang penting dalam perumusan strategi pembangunan ekonomi wilayah adalah pemetaan potensi ekonomi wilayah tersebut. Kalimantan Tengah, sebagai salah Received April 06, 2024. Accepted Mei 04, 2024. Published Mei 31, 2024 *Herry Kristedy, herrykristedy13072@gmail. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis satu provinsi di Indonesia dengan wilayah yang luas dan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi ekonomi yang besar untuk dikembangkan. Namun, hingga saat ini, potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah belum sepenuhnya teridentifikasi dan termanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti minimnya data dan informasi yang akurat terkait potensi ekonomi wilayah, kurangnya analisis yang komprehensif terhadap sektor-sektor ekonomi unggulan di masing-masing wilayah, serta belum adanya pemetaan yang sistematis terhadap potensi ekonomi wilayah tersebut. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memetakan potensi ekonomi wilayah adalah dengan mengintegrasikan beberapa metode analisis, seperti analisis klaster hirarki, analisis shift-share, dan location quotient dinamis. Analisis klaster hirarki dapat digunakan untuk mengelompokkan wilayah-wilayah di Kalimantan Tengah berdasarkan kemiripan karakteristik ekonomi, sehingga memudahkan dalam perumusan strategi pengembangan yang tepat untuk masing-masing kelompok wilayah. Sementara itu, analisis shift-share dapat digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan cepat atau lambat di suatu wilayah, serta untuk mengetahui faktorfaktor yang memengaruhi pertumbuhan tersebut. Sedangkan location quotient dinamis dapat digunakan untuk mengukur konsentrasi sektor-sektor ekonomi di suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah lain atau rata-rata nasional, sehingga dapat diidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di masing-masing wilayah. Dengan mengintegrasikan ketiga metode analisis tersebut, diharapkan dapat diperoleh pemetaan yang lebih komprehensif dan akurat terhadap potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah. Pemetaan ini akan sangat bermanfaat bagi pemerintah daerah dalam merumuskan strategi pembangunan ekonomi wilayah yang tepat sasaran, efektif, dan efisien, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang ekonomi wilayah dan perencanaan pembangunan. Integrasi metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian-penelitian serupa di wilayah lain atau untuk kasus yang berbeda. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi Kalimantan Tengah, tetapi juga bagi wilayah lain di Indonesia maupun di dunia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya pemetaan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah. Dengan mengintegrasikan analisis klaster hirarki, shift-share, dan location quotient dinamis, diharapkan dapat diperoleh pemetaan yang lebih akurat dan komprehensif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi pembangunan ekonomi wilayah yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah. Salah satu tantangan utama dalam pemetaan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah adalah ketersediaan data yang terbatas dan seringkali tidak terpadu. Data-data ekonomi yang tersedia seringkali terfragmentasi dan tidak tersedia secara konsisten untuk seluruh wilayah. Selain itu, data-data tersebut juga seringkali hanya mencakup periode waktu yang terbatas, sehingga sulit untuk melakukan analisis tren dan perkembangan potensi ekonomi wilayah dalam jangka Keterbatasan data ini menyulitkan upaya pemetaan potensi ekonomi wilayah yang komprehensif dan akurat. Oleh karena itu, diperlukan upaya integrasi dan pengolahan data dari berbagai sumber untuk memperoleh data yang lebih lengkap dan akurat. Penelitian ini akan berupaya untuk mengumpulkan dan mengintegrasikan data-data ekonomi dari berbagai sumber, seperti Badan Pusat Statistik (BPS). Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Dinas Pertanian. Dinas Pariwisata, serta sumber-sumber lain yang relevan. Selain itu, penelitian ini juga akan menghadapi tantangan terkait keberagaman karakteristik wilayah di Kalimantan Tengah. Kalimantan Tengah memiliki wilayah yang sangat luas dan beragam, mulai dari daerah perkotaan hingga daerah pedalaman yang terpencil. Setiap wilayah memiliki karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang fleksibel dan adaptif dalam melakukan pemetaan potensi ekonomi wilayah, sehingga dapat mengakomodasi keberagaman karakteristik tersebut. Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, penelitian ini akan menggunakan pendekatan integratif yang menggabungkan beberapa metode analisis, yaitu analisis klaster hirarki, analisis shift-share, dan location quotient dinamis. Analisis klaster hirarki akan digunakan untuk mengelompokkan wilayah-wilayah di Kalimantan Tengah berdasarkan kemiripan karakteristik ekonomi, sehingga memudahkan dalam merumuskan strategi pengembangan yang tepat untuk masing-masing kelompok wilayah. Analisis shift-share akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan cepat atau lambat di suatu wilayah, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tersebut. Sementara itu, location quotient dinamis akan digunakan untuk mengukur konsentrasi sektor-sektor ekonomi di suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah lain atau rata-rata nasional, sehingga dapat diidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di masing-masing wilayah. Dengan mengintegrasikan ketiga metode analisis tersebut, diharapkan dapat diperoleh pemetaan potensi ekonomi wilayah yang lebih komprehensif dan akurat. Selain itu, pendekatan integratif ini juga diharapkan dapat mengakomodasi keberagaman karakteristik Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis wilayah di Kalimantan Tengah, sehingga hasil pemetaan dapat menjadi masukan yang relevan bagi perumusan strategi pembangunan ekonomi wilayah yang tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah. TINJAUAN PUSTAKA Teori Pusat Pertumbuhan (Growth Pole Theor. Teori Pusat Pertumbuhan dikembangkan oleh Franyois Perroux, seorang ekonom Prancis, pada tahun 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah, melainkan terpusat pada wilayah-wilayah atau titik-titik pertumbuhan . rowth pole. Wilayah-wilayah yang menjadi pusat pertumbuhan ini memiliki potensi untuk menyebar dan menarik pertumbuhan ke wilayah sekitarnya melalui efek penjalaran . pread effec. Pusat-pusat pertumbuhan ini biasanya merupakan wilayah yang memiliki konsentrasi industri, kegiatan ekonomi, infrastruktur, dan sumber daya manusia yang Keberadaan pusat-pusat pertumbuhan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah sekitarnya melalui mekanisme penjalaran, seperti keterkaitan industri . ndustrial linkage. , transfer teknologi, migrasi tenaga kerja, dan peningkatan permintaan barang dan Namun, teori ini juga mengakui adanya kemungkinan terjadinya efek balik . ackwash effec. , di mana pusat-pusat pertumbuhan justru dapat menarik sumber daya dari wilayah sekitarnya, sehingga memperlebar kesenjangan ekonomi antar wilayah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk meminimalkan efek balik dan memaksimalkan efek Teori Kutub Pertumbuhan (Cumulative Causation Theor. Teori Kutub Pertumbuhan dikembangkan oleh Gunnar Myrdal, seorang ekonom Swedia, pada tahun 1957. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi cenderung terpusat pada wilayah-wilayah tertentu yang memiliki keunggulan lokasi dan sumber daya. Wilayah-wilayah ini akan terus mengalami akumulasi pertumbuhan, sementara wilayahwilayah lain akan tertinggal. Menurut Myrdal, proses akumulasi pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya faktor-faktor yang saling memperkuat . umulative causatio. , seperti ekonomi aglomerasi, ketersediaan infrastruktur, akses pasar, dan kemajuan teknologi. Wilayah-wilayah yang memiliki keunggulan awal akan terus menarik sumber daya dari wilayah lain, sehingga memperlebar kesenjangan ekonomi antar wilayah. Untuk mengatasi kesenjangan ini. Myrdal menyarankan adanya intervensi pemerintah melalui kebijakan dan program pembangunan yang bertujuan untuk mendorong pertumbuhan di wilayah-wilayah yang tertinggal. Intervensi Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 ini dapat berupa investasi infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, insentif bagi investor, dan sebagainya. Teori Basis Ekspor (Export Base Theor. Teori Basis Ekspor dikembangkan oleh Douglas C. North, seorang ekonom Amerika Serikat, pada tahun 1955. Teori ini menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi wilayah sangat bergantung pada sektor-sektor basis ekspor yang menjual barang dan jasa ke luar wilayah. Semakin besar ekspor suatu wilayah, semakin besar pula potensi pertumbuhan ekonominya. Sektor-sektor basis ekspor ini menjadi penggerak utama bagi pertumbuhan ekonomi wilayah karena mampu menarik pendapatan dari luar wilayah. Pendapatan yang diterima oleh sektorsektor basis ekspor ini kemudian akan disirkulasikan kembali dalam perekonomian wilayah melalui konsumsi dan investasi, sehingga mendorong pertumbuhan sektor-sektor lain yang melayani pasar lokal . ektor non-basi. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah, teori ini menyarankan untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor-sektor basis ekspor, serta mengembangkan sektor-sektor ekonomi potensial lainnya yang dapat menjadi sumber ekspor baru bagi wilayah tersebut. Analisis Klaster Hirarki Analisis klaster hirarki merupakan metode statistik yang digunakan untuk mengelompokkan objek-objek . alam hal ini wilaya. ke dalam kelompok-kelompok . berdasarkan kemiripan karakteristik. Metode ini bersifat hirarki, yang berarti bahwa klasterklaster yang terbentuk dapat digabungkan atau dipisahkan menjadi klaster-klaster yang lebih besar atau lebih kecil. Komponen Pertumbuhan Nasional/Regional (National/Regional Shar. Komponen ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh faktorfaktor eksternal yang mempengaruhi seluruh wilayah atau negara. Komponen ini mengukur pertumbuhan ekonomi yang diharapkan terjadi di suatu wilayah jika wilayah tersebut tumbuh pada tingkat yang sama dengan perekonomian nasional atau regional. Komponen Pertumbuhan Sektor (Industrial Mi. Komponen ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh struktur ekonomi wilayah, atau komposisi sektor-sektor ekonomi di wilayah tersebut. Komponen ini mengukur pertumbuhan ekonomi yang diharapkan terjadi di suatu wilayah jika sektor-sektor ekonomi di wilayah tersebut tumbuh pada tingkat yang sama dengan pertumbuhan sektorsektor yang sama di tingkat nasional atau regional. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Komponen Pertumbuhan Keunggulan Kompetitif (Competitive Shar. Komponen ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang disebabkan oleh keunggulan kompetitif suatu wilayah dalam sektor-sektor ekonomi tertentu. Komponen ini mengukur pertumbuhan ekonomi yang diharapkan terjadi di suatu wilayah jika sektor-sektor ekonomi di wilayah tersebut tumbuh lebih cepat atau lebih lambat daripada sektor-sektor yang sama di tingkat nasional atau regional. Dengan menganalisis ketiga komponen tersebut, analisis shift-share dapat memberikan informasi penting mengenai sektor-sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan cepat atau lambat di suatu wilayah, serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan tersebut. Hasil analisis ini dapat digunakan sebagai masukan dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi wilayah yang tepat sasaran. pemetaan potensi ekonomi wilayah Analisis Klaster Hirarki Analisis klaster hirarki akan digunakan untuk mengelompokkan wilayah-wilayah di Kalimantan Tengah berdasarkan kemiripan karakteristik ekonomi, seperti struktur ekonomi, pertumbuhan ekonomi, dan sektor-sektor unggulan. Hasil pengelompokan ini akan membantu dalam merumuskan strategi pengembangan ekonomi wilayah yang lebih tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok wilayah. Analisis Shift-Share Analisis shift-share akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki pertumbuhan cepat atau lambat di suatu wilayah, serta untuk mengetahui faktorfaktor yang memengaruhi pertumbuhan tersebut. Hasil analisis ini akan memberikan informasi penting mengenai sektor-sektor ekonomi yang perlu didorong atau direvitalisasi di masingmasing wilayah. Location Quotient Dinamis Location quotient dinamis akan digunakan untuk mengukur konsentrasi sektor-sektor ekonomi di masing-masing wilayah di Kalimantan Tengah dibandingkan dengan wilayah lain atau rata-rata nasional. Metode ini akan memberikan gambaran mengenai sektor-sektor ekonomi unggulan di setiap wilayah, serta perkembangan konsentrasi sektor-sektor tersebut dalam rentang waktu tertentu. Dalam proses pemetaan potensi ekonomi wilayah, penelitian ini juga akan mempertimbangkan aspek keberlanjutan . dalam pemanfaatan sumber daya ekonomi. Aspek-aspek seperti lingkungan, sosial-budaya, dan keseimbangan pemanfaatan sumber daya alam akan Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 diintegrasikan dalam analisis dan rekomendasi yang diberikan. Hal ini sejalan dengan prinsipprinsip pembangunan berkelanjutan yang menjadi agenda global. Penelitian Terdahulu Penelitian oleh Arief Zulfan . dengan judul "Pemetaan Sektor Ekonomi Unggulan di Provinsi Riau Menggunakan Analisis Shift-Share dan Location Quotient". Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di Provinsi Riau menggunakan metode analisis shift-share dan location quotient. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor basis di sebagian besar kabupaten/kota di Riau. Sementara itu, sektor pertambangan dan penggalian merupakan sektor unggulan di beberapa kabupaten tertentu. Penelitian oleh Adietya Hermawan . dengan judul "Analisis Location Quotient dalam Penentuan Sektor Basis dan Pemetaan Sektor Prioritas Pengembangan di Kabupaten Kulon Progo". Penelitian ini menggunakan metode location quotient untuk menentukan sektor basis dan memetakan sektor-sektor prioritas pengembangan di Kabupaten Kulon Progo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi merupakan sektor basis di Kabupaten Kulon Progo. Penelitian oleh Galuh Nita Prameswari . dengan judul "Analisis Sektor Ekonomi Unggulan di Provinsi Jawa Tengah Menggunakan Metode Shift-Share dan Location Quotient". Penelitian ini mengintegrasikan metode analisis shift-share dan location quotient untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi unggulan di Provinsi Jawa Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta konstruksi merupakan sektor-sektor unggulan di sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian oleh Eko Budi Santoso dan Ahmad Wided Alfarid . dengan judul "Klasifikasi Wilayah Berdasarkan Potensi Ekonomi di Indonesia dengan Metode Klaster Hirarki". Penelitian ini menggunakan metode analisis klaster hirarki untuk mengelompokkan wilayah-wilayah di Indonesia berdasarkan potensi ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat kelompok wilayah dengan karakteristik ekonomi yang berbeda-beda, yaitu wilayah dengan potensi ekonomi tinggi, sedang, rendah, dan sangat rendah. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Penelitian oleh Rini Dwi Astuti dan Ernan Rustiadi . dengan judul "Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Kabupaten Bogor Menggunakan Analisis Shift-Share dan Location Quotient". Penelitian ini menggunakan kombinasi metode analisis shift-share dan location quotient untuk memetakan potensi ekonomi wilayah di Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata merupakan sektor unggulan di sebagian besar kecamatan di Kabupaten Bogor. Kerangka Pemikiran Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah menggunakan integrasi tiga metode analisis, yaitu analisis klaster hirarki, analisis shift-share, dan location quotient dinamis. Kerangka pemikiran dalam penelitian ini didasarkan pada teori-teori pertumbuhan ekonomi wilayah dan metode-metode analisis yang Teori Pusat Pertumbuhan (Growth Pole Theor. dan Teori Kutub Pertumbuhan (Cumulative Causation Theor. menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi cenderung terpusat pada wilayah-wilayah tertentu yang memiliki keunggulan dan potensi ekonomi. Wilayahwilayah ini dapat menjadi pusat pertumbuhan yang menyebar dan menarik pertumbuhan ke wilayah sekitarnya. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, pusat-pusat pertumbuhan ini juga dapat memperlebar kesenjangan ekonomi antar wilayah. Sementara itu. Teori Basis Ekspor (Export Base Theor. menekankan pentingnya sektor-sektor basis ekspor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Sektor-sektor ini mampu menarik pendapatan dari luar wilayah dan menjadi penggerak pertumbuhan sektorsektor lain yang melayani pasar lokal. METODE PENELITIAN Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah, dan instansi terkait lainnya. Data yang diperlukan Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menurut lapangan usaha di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dalam periode waktu tertentu . isalnya 5-10 tahun terakhi. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Data jumlah tenaga kerja atau jumlah unit usaha menurut lapangan usaha di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah dalam periode waktu yang sama dengan data PDRB. Data pendukung lainnya seperti luas wilayah, jumlah penduduk, infrastruktur, dan potensi sumber daya alam di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan menurut Lapangan Usaha di Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah . alam jutaan rupia. , 2016-2020 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan Industri (Data untuk seluruh kabupaten/kota dan seluruh lapangan usah. Sumber: Publikasi BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah C Data Jumlah Tenaga Kerja Menurut Lapangan Usaha di Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah . alam ribuan oran. , 2016-2020 Lapangan Usaha Pertanian Pertambangan Industri (Data untuk seluruh kabupaten/kota dan seluruh lapangan usah. Sumber: Publikasi BPS Provinsi Kalimantan Tengah. Keadaan Angkatan Kerja di Kalimantan Tengah Data Pendukung: Luas Wilayah menurut Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah . Jumlah Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah . Data Infrastruktur . anjang jalan, ketersediaan listrik, air bersih, dl. Data Potensi Sumber Daya Alam . uas lahan pertanian, cadangan tambang, hutan produksi, dl. Sumber: Publikasi BPS Kalimantan Tengah, website resmi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah pada tahun 2020, terdapat 14 kabupaten dan 1 kota di wilayah ini, yaitu. Kabupaten Barito Selatan. Kabupaten Barito Utara. Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten Kapuas. Kabupaten Katingan. Kabupaten Kotawaringin Barat. Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabupaten Lamandau. Kabupaten Murung Raya. Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten Seruyan. Kabupaten Sukamara. Kabupaten Barito Timur. Kabupaten Barito Utara. Kota Palangka Raya Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Dalam penelitian ini, seluruh kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah akan menjadi sampel penelitian atau dilakukan sensus. Hal ini dilakukan agar hasil analisis dapat menggambarkan potensi ekonomi wilayah secara menyeluruh dan komprehensif di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Penggunaan sampel penelitian secara keseluruhan . juga mempertimbangkan ketersediaan data sekunder yang diperlukan dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan instansi terkait lainnya. Data-data seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah tenaga kerja, luas wilayah, jumlah penduduk, dan data pendukung lainnya tersedia untuk seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Dengan menggunakan seluruh kabupaten/kota sebagai sampel penelitian, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat dan komprehensif mengenai pemetaan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah. Analisis yang dilakukan tidak hanya terbatas pada sebagian wilayah saja, tetapi mencakup seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi tersebut. Penggunaan sampel secara keseluruhan juga memungkinkan dilakukannya analisis perbandingan antar kabupaten/kota, sehingga dapat diidentifikasi wilayah-wilayah yang memiliki potensi ekonomi yang menonjol atau sebaliknya, membutuhkan perhatian khusus dalam upaya pengembangan ekonomi wilayah. Tabel 1 Populasi Penelitian Kabupaten/Kota LuasWilayah . Kab. Barito Selatan Kab. Barito Utara Kab. Gunung Mas Kab. Kapuas Kab. Katingan Kab. Kotawaringin Barat Kab. Kotawaringin Timur Kab. Lamandau Kab. Murung Raya Kab. Pulang Pisau Kab. Seruyan Kab. Sukamara Kab. Barito Timur Kab. Barito Utara Kota Palangka Raya Jumlah Penduduk (Jiw. Data Jumlah Penduduk per Kabupaten/Kota Tahun 2020 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah, 2021 Tabel 2 Sampel Penelitian Kabupaten/Kota Kab. Barito Selatan Kab. Barito Utara Kab. Gunung Mas Kab. Kapuas Kab. Katingan Kab. Kotawaringin Barat Kab. Kotawaringin Timur Sampel Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Kab. Lamandau Kab. Murung Raya Kab. Pulang Pisau Kab. Seruyan Kab. Sukamara Kab. Barito Timur Kab. Barito Utara Kota Palangka Raya Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Metode Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber resmi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi, yaitu mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dari publikasi atau dokumentasi yang diterbitkan oleh lembaga atau instansi terkait. Berikut adalah metode pengumpulan data yang dilakukan: Studi Pustaka Tahap awal dalam pengumpulan data adalah melakukan studi pustaka terhadap berbagai literatur seperti buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian, dan publikasi lainnya yang relevan dengan topik penelitian. Studi pustaka dilakukan untuk mempelajari konsep, teori, dan metode analisis yang akan digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Data utama yang diperlukan dalam penelitian ini, yaitu data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan data jumlah tenaga kerja atau jumlah unit usaha menurut lapangan usaha di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, diperoleh dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah. Data-data tersebut dapat diakses melalui website resmi BPS atau dengan mendatangi kantor BPS Provinsi Kalimantan Tengah untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Pengumpulan Data dari Instansi Terkait Lainnya Selain data dari BPS, penelitian ini juga membutuhkan data pendukung seperti luas wilayah, jumlah penduduk, infrastruktur, dan potensi sumber daya alam di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Data-data pendukung tersebut dapat diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah. Dinas Ketenagakerjaan. Dinas Pekerjaan Umum, dan lembaga lain yang terkait dengan pengelolaan data di wilayah Kalimantan Tengah. Penelusuran Data Melalui Internet Selain mengumpulkan data dari sumber-sumber resmi seperti BPS dan instansi terkait, penelusuran data juga dapat dilakukan melalui internet. Beberapa data pendukung seperti kondisi geografis, potensi sumber daya alam, dan informasi terkait lainnya dapat diperoleh dari website resmi pemerintah provinsi atau kabupaten/kota di Kalimantan Tengah, serta sumber-sumber terpercaya lainnya di internet. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Tabel 3. Definisi Operasional Variabel Data Utama dan Pendukung Kabupaten/Kota PDRB Luas Wilayah Jumlah Penduduk Infrastruktur Potensi SDA Tenaga Kerja Barito Selatan Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih terbatas Barito Utara Gunung Mas Kapuas Katingan Kotawaringin Barat Kotawaringin Timur Lamandau Murung Raya Jalan kondisi buruk Jaringan listrik terbatas Akses air bersih terbatas Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Jalan kondisi baik Jaringan listrik memadai Akses air bersih memadai Jalan kondisi buruk Jaringan listrik terbatas Akses air bersih terbatas Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Jalan kondisi baik Jaringan listrik memadai Akses air bersih memadai Jalan kondisi buruk Jaringan listrik terbatas Akses air bersih terbatas Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Lahan pertanian . adi, palawij. Perkebunan . elapa sawit, kare. Pertambangan . atu bara, ema. Pulang Pisau Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Seruyan Sukamara Barito Timur Barito Utara Palangka Raya Jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Jalan kondisi buruk Jaringan listrik terbatas Akses air bersih terbatas jalan kondisi sedang Jaringan listrik cukup Akses air bersih cukup Jalan kondisi buruk Jaringan listrik terbatas Akses air bersih terbatas Jalan kondisi baik Jaringan listrik memadai Akses air bersih memadai Perkebunan . elapa sawit, kare. Hutan Pertambangan . inyak, gas bum. Perkebunan . elapa sawi. Lahan pertanian . Hutan Pertambangan . atu bar. Perkebunan . aret, kelap. Pertambangan . inyak, gas bum. Perkebunan . elapa Pertambangan . atu bar. Hutan Lahan pertanian . adi, palawij. Perkebunan . Lahan pertanian . adi, palawij. Perkebunan . Pertambangan . atu bar. Perkebunan . aret, kelapa sawi. Lahan pertanian . Hutan Pertambangan . atu bar. Perkebunan . aret, kelapa sawi. Pertambangan . atu bar. Hutan Keterangan: PDRB 2020 atas dasar harga konstan 2010 (Miliar Rupia. Tenaga Kerja 2020 (Ribu Oran. Luas Wilayah (Km. Jumlah Penduduk 2020 (Jiw. Infrastruktur berdasarkan kondisi jalan, ketersediaan jaringan listrik, dan akses air bersih Potensi Sumber Daya Alam utama yang Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Sumber Data: C Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah C Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Tengah C Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Tengah C Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Kalimantan Tengah C Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kalimantan Tengah C Instansi terkait lainnya Metode Analisis Data Pada penelitian ini, metode analisis data yang digunakan adalah integrasi dari tiga metode analisis, yaitu analisis klaster hirarki, analisis shift-share, dan location quotient Berikut penjelasan masing-masing metode: Analisis Klaster Hirarki Analisis klaster hirarki merupakan metode pengelompokan yang digunakan untuk mengelompokkan objek-objek pengamatan menjadi beberapa kelompok . berdasarkan karakteristik yang dimiliki. Dalam penelitian ini, analisis klaster hirarki digunakan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah berdasarkan kemiripan karakteristik ekonomi seperti struktur lapangan usaha, kontribusi PDRB, dan penyerapan tenaga kerja. Langkah-langkah dalam melakukan analisis klaster hirarki: Menentukan variabel yang akan digunakan untuk pengelompokan, dalam hal ini adalah PDRB dan jumlah tenaga kerja menurut lapangan usaha. Menghitung jarak atau ketidakmiripan antar objek pengamatan . abupaten/kot. dengan menggunakan ukuran jarak seperti jarak Euclidean, jarak korelasi, atau jarak Mengelompokkan objek-objek yang memiliki jarak terdekat menjadi satu klaster dengan menggunakan metode pengelompokan seperti metode pautan tunggal . ingle linkag. , pautan lengkap . omplete linkag. , pautan rataan . verage linkag. , atau metode Ward. Membuat dendogram . iagram poho. yang menggambarkan proses pengelompokan objek-objek menjadi klaster-klaster. Menentukan jumlah klaster yang optimal berdasarkan analisis dendogram atau menggunakan metode penentuan jumlah klaster seperti metode elbow atau silhouette. Menginterpretasikan hasil pengelompokan dan menganalisis karakteristik masingmasing klaster. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Analisis Shift-Share Analisis shift-share merupakan metode analisis yang digunakan untuk mengidentifikasi kinerja atau produktivitas sektor-sektor ekonomi di suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas . alam hal ini Kalimantan Tengah dibandingkan dengan Indonesi. Analisis ini dapat mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif di suatu kabupaten/kota. Langkah-langkah dalam melakukan analisis shift-share: Menghitung komponen pertumbuhan wilayah . egional growth component/RG) yang menunjukkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Menghitung komponen pertumbuhan proporsional . roportional shift/PS) yang menunjukkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah yang disebabkan oleh sektor-sektor ekonomi yang tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dari laju pertumbuhan ekonomi nasional. Menghitung . ifferential shift/DS) menunjukkan perubahan atau pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah yang disebabkan oleh keunggulan atau kelemahan kompetitif suatu sektor ekonomi di kabupaten/kota tertentu dibandingkan dengan sektor yang sama di wilayah lain. Melakukan interpretasi hasil analisis shift-share dengan melihat nilai komponen PS dan DS. Sektor dengan nilai PS dan DS positif menunjukkan sektor yang memiliki keunggulan kompetitif di wilayah tersebut. Location Quotient Dinamis Location quotient (LQ) dinamis merupakan metode yang digunakan untuk mengukur konsentrasi atau spesialisasi suatu sektor ekonomi di suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah yang lebih luas. Dalam penelitian ini. LQ dinamis digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor basis atau unggulan di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Tengah. Langkah-langkah dalam menghitung LQ dinamis: Menghitung LQ statis untuk setiap sektor ekonomi di masing-masing kabupaten/kota pada tahun tertentu dengan rumus: LQ = (Xi/X) / (Yi/Y) Keterangan: Xi = Variabel sektor i di kabupaten/kota X = Total variabel di kabupaten/kota Yi = Variabel sektor i di Kalimantan Tengah Y = Total variabel di Kalimantan Tengah Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Menghitung LQ dinamis dengan meregresikan LQ statis terhadap waktu untuk mendapatkan persamaan regresi dan slope . garis regresi. Menginterpretasikan hasil LQ dinamis: Jika slope > 0, sektor tersebut semakin terkonsentrasi di wilayah tersebut . ektor basis/unggula. Jika slope < 0, sektor tersebut semakin tidak terkonsentrasi di wilayah tersebut . ektor non-basi. Jika slope = 0, tidak ada perubahan konsentrasi sektor di wilayah tersebut. Integrasi Metode Analisis Dalam penelitian ini, ketiga metode analisis di atas . nalisis klaster hirarki, analisis shift-share, dan location quotient dinami. akan diintegrasikan untuk memetakan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah secara komprehensif. Hasil analisis klaster hirarki akan digunakan untuk mengelompokkan kabupaten/kota berdasarkan kemiripan potensi ekonomi yang dimiliki. Hasil analisis shift-share akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor ekonomi yang memiliki keunggulan kompetitif di masing-masing kabupaten/kota dalam setiap Hasil location quotient dinamis akan digunakan untuk mengidentifikasi sektor-sektor basis atau unggulan di masing-masing kabupaten/kota dalam setiap klaster yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengelompokan Wilayah Berdasarkan Karakteristik Ekonomi Dalam penelitian ini, analisis klaster hirarki dilakukan untuk mengelompokkan kabupaten/kota di Kalimantan Tengah berdasarkan kesamaan karakteristik ekonomi. Karakteristik ekonomi yang digunakan meliputi kontribusi sektor-sektor ekonomi terhadap PDRB, laju pertumbuhan ekonomi, tingkat pendapatan per kapita, dan tingkat pengangguran Hasil analisis menunjukkan terbentuk 4 klaster utama wilayah di Kalimantan Tengah, yaitu: Klaster 1: Kota Palangka Raya. Kabupaten Barito Utara Klaster 2: Kabupaten Kotawaringin Barat. Kabupaten Sukamara Klaster 3: Kabupaten Kapuas. Kabupaten Barito Selatan. Kabupaten Murung Raya Klaster 4: Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabupaten Seruyan. Kabupaten Katingan. Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten Lamandau. Kabupaten Barito Timur Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Tabel Dendogram Klaster Hirarki Data Dendogram Klaster Hirarki Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah: Klaster Klaster 1 Klaster 2 Klaster 3 Klaster 4 Kabupaten/Kota Kota Palangka Raya. Kabupaten Barito Utara Kabupaten Kotawaringin Barat. Kabupaten Sukamara Kabupaten Kapuas. Kabupaten Barito Selatan. Kabupaten Murung Raya Kabupaten Kotawaringin Timur. Kabupaten Seruyan. Kabupaten Katingan. Kabupaten Pulang Pisau. Kabupaten Gunung Mas. Kabupaten Lamandau. Kabupaten Barito Timur Penjelasan: Klaster 1: Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utara memiliki kesamaan karakteristik ekonomi yang cukup dekat. Kedua wilayah ini merupakan pusat pertumbuhan ekonomi dengan sektor unggulan konstruksi, perdagangan, jasa, dan Klaster 2: Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara memiliki kesamaan karakteristik ekonomi dengan basis utama pada sektor pertanian dan Klaster 3: Kabupaten Kapuas. Barito Selatan, dan Murung Raya tergabung dalam satu klaster karena memiliki kesamaan karakteristik ekonomi berbasis pada sektor pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Klaster 4: Klaster ini merupakan klaster terbesar yang mencakup 7 kabupaten, yaitu Kotawaringin Timur. Seruyan. Katingan. Pulang Pisau. Gunung Mas. Lamandau, dan Barito Timur. Wilayah-wilayah dalam klaster ini memiliki karakteristik ekonomi yang lebih beragam, mulai dari pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga industri pengolahan. Dari dendogram tersebut, dapat dilihat bahwa Klaster 1 dan Klaster 2 memiliki jarak atau tingkat ketidakmiripan yang paling dekat, yang berarti Kota Palangka Raya. Kabupaten Barito Utara. Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Kabupaten Sukamara memiliki karakteristik ekonomi yang lebih mirip dibandingkan dengan klaster-klaster lainnya. Sementara itu. Klaster 3 dan Klaster 4 memiliki jarak yang lebih jauh dari Klaster 1 dan Klaster 2, mengindikasikan adanya perbedaan yang lebih besar dalam karakteristik ekonomi wilayah-wilayah yang tergabung dalam kedua klaster tersebut. Pembahasan Hasil Klaster Klaster 1 mencakup Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utara yang merupakan wilayah dengan perekonomian terbesar dan paling maju di Kalimantan Tengah. Sektor perdagangan, konstruksi, dan jasa mendominasi perekonomian kedua wilayah ini. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Klaster 2 terdiri dari Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara yang memiliki karakteristik ekonomi didominasi oleh sektor pertanian dan pertambangan. Kedua wilayah ini memiliki laju pertumbuhan ekonomi moderat. Klaster 3 mencakup Kabupaten Kapuas. Barito Selatan, dan Murung Raya yang perekonomiannya ditopang oleh sektor pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Tingkat pendapatan per kapita wilayah-wilayah ini masih tergolong rendah. Klaster 4 merupakan klaster terbesar yang mencakup 7 kabupaten dengan karakteristik ekonomi bervariasi, mulai dari pertanian, perkebunan, pertambangan, hingga industri Sebagian besar wilayah dalam klaster ini memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang lambat. Pengelompokan wilayah ini memberikan gambaran umum pola perekonomian dan tingkat perkembangan di setiap wilayah Kalimantan Tengah. Hasil ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi ekonomi dan merumuskan strategi kebijakan pengembangan yang tepat sasaran bagi setiap kelompok wilayah. Data yang digunakan: Kontribusi sektor ekonomi terhadap PDRB tahun 2020 . Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2016-2020 . Pendapatan per kapita tahun 2020 . uta rupia. Tingkat pengangguran terbuka tahun 2020 . Baik, berikut ini adalah tabel data karakteristik ekonomi 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah yang digunakan dalam analisis klaster hirarki: Kabupaten/Kota Kontribusi Sektor Ekonomi Terhadap PDRB 2020 (%) Kota Palangka Raya Kab. Barito Utara Kab. Kotawaringin Barat Kab. Sukamara Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Murung Raya Kab. Kotawaringin Timur Kab. Seruyan Kab. Katingan Perdagangan 25%. Konstruksi 18%. Jasa 20% Konstruksi 22%. Jasa 19%. Industri 15% Pertanian 32%. Pertambangan 25% Pertanian 28%. Pertambangan 30% Pertanian 40%. Kehutanan 18% Pertanian 35%. Pertambangan 22% Pertambangan 28%. Kehutanan 25% Perkebunan 28%. Industri 18%. Jasa 16% Pertanian 30%. Pertambangan 24% Industri 26%. Perkebunan 22%. Perdagangan Pertanian 38%. Kehutanan 20% Pertambangan 31%. Pertanian 25% Pertanian 29%. Perkebunan 24%. Perdagangan 15% Pertambangan 35%. Pertanian 22% Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Kab. Lamandau Kab. Barito Timur Laju Pertumbuhan Ekonomi (% per tahu. 8,2% 6,4% 5,1% 4,3% 3,7% 2,9% 3,2% 4,8% 3,5% 4,2% Pendapatan Per Kapita 2020 (Juta R. Tingkat Pengangguran Terbuka 2020 (%) 3,5% 4,2% 6,8% 5,3% 7,9% 9,1% 8,5% 5,7% 7,2% 6,4% 2,8% 3,9% 4,5% 8,7% 5,9% 6,1% 2,6% 9,4% Keterangan: Data kontribusi sektor ekonomi terhadap PDRB dalam persentase (%) Data laju pertumbuhan ekonomi dalam rata-rata persentase per tahun periode 2016-2020 Data pendapatan per kapita dalam jutaan rupiah Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Data tingkat pengangguran terbuka dalam persentase (%) Hasil analisis dengan metode pengelompokan jarak terdekat . earest neighbo. Klaster 1: Kota Palangka Raya Kabupaten Barito Utara Karakteristik: Kontribusi sektor perdagangan, konstruksi, jasa tinggi C Pertumbuhan ekonomi tinggi 6-8% per tahun C Pendapatan per kapita tinggi Rp45-55 juta Pengangguran rendah 3-4% Klaster 2: Kabupaten Kotawaringin Barat Kabupaten Sukamara Karakteristik: Kontribusi pertanian, pertambangan tinggi C Pertumbuhan ekonomi sedang 4-6% per tahun C Pendapatan per kapita menengah Rp28-32 juta Pengangguran menengah 5-7% Klaster 3: Kabupaten Kapuas Kabupaten Barito Selatan Kabupaten Murung Raya Karakteristik: Kontribusi pertanian, kehutanan, pertambangan tinggi C Pertumbuhan ekonomi rendah 2-4% per tahun C Pendapatan per kapita rendah Rp18-25 juta Pengangguran tinggi 7-10% Klaster 4: Kab. Kotawaringin Timur Kab. Seruyan Kab. Katingan Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Kab. Lamandau Kab. Barito Timur Karakteristik: C Kontribusi sektor bervariasi, seperti pertanian, perkebunan, pertambangan, industri C Pertumbuhan ekonomi rendah-sedang 2-5% per tahun C Pendapatan per kapita menengah-rendah Rp20-35 juta Pengangguran menengah-tinggi 5-9% Hasil Analisis Shift-Share Komponen Pertumbuhan Regional Analisis shift-share dalam penelitian ini menggunakan Provinsi Kalimantan Tengah sebagai wilayah referensi/regional. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan Tengah periode 2016-2020 adalah sebesar 4,8% per tahun. Tabel Komponen Pertumbuhan Regional Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah 2016-2020: Kabupaten/Kota Kota Palangka Raya Kab. Barito Utara Kab. Kotawaringin Barat Kab. Sukamara Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Murung Raya Kab. Kotawaringin Timur Kab. Seruyan Kab. Katingan Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Kab. Lamandau Kab. Barito Timur Pertumbuhan Ekonomi (%) Komponen Pertumbuhan Struktural Komponen pertumbuhan struktural menunjukkan sektor-sektor ekonomi yang mempunyai pertumbuhan relatif cepat atau lambat dibandingkan total perekonomian wilayah Tabel Komponen Pertumbuhan Struktural Sektor Ekonomi di Kalimantan Tengah 2016-2020: Sektor Ekonomi Pertanian Pertambangan Industri Pengolahan Konstruksi Perdagangan Jasa Lainnya Pertumbuhan Struktural (%) -1,2 -0,8 -0,6 Komponen Pertumbuhan Kompetitif Komponen pertumbuhan kompetitif mengukur daya saing sektor ekonomi suatu wilayah dibandingkan dengan wilayah referensi. Tabel Komponen Pertumbuhan Kompetitif Sektor Ekonomi di Kabupaten/Kota Kalimantan Tengah 2016-2020: Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Kabupaten/Kota Kota Palangka Raya Kab. Barito Utara Kab. Kotawaringin Barat Kab. Sukamara Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Murung Raya Kab. Kotawaringin Timur Kab. Seruyan Kab. Katingan Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Kab. Lamandau Kab. Barito Timur Jasa Pertanian -0,2 -0,1 Pertambangan -0,1 Industri -0,2 Konstruksi -0,3 Perdagangan -0,5 -0,4 -0,3 -0,5 -0,2 -0,2 -0,4 -0,1 -0,4 -0,1 -0,2 -0,3 -0,7 -0,6 -0,9 -0,8 -0,6 -0,4 -0,7 -0,6 -0,5 -0,3 -0,6 -0,5 -0,1 -0,4 -0,3 -0,2 -0,2 -0,3 -0,1 -0,2 -0,1 -0,2 -0,1 -0,1 -0,4 -0,7 -0,2 -0,5 -0,3 -0,5 -0,1 -0,4 -0,2 -0,4 -0,3 Nilai positif menunjukkan pertumbuhan kompetitif sektor tersebut lebih tinggi dibanding wilayah referensi, dan sebaliknya Pembahasan Shift-Share Sektor Ekonomi Pembahasan dan analisis lebih lanjut berdasarkan tabel-tabel hasil analisis shiftshare: Berdasarkan komponen pertumbuhan regional pada tabel 4. 1, terlihat bahwa hanya Kota Palangka Raya . ,2%) dan Kabupaten Barito Utara . ,4%) yang memiliki pertumbuhan ekonomi di atas laju pertumbuhan regional Kalimantan Tengah . ,8%). Sementara itu, sebagian besar kabupaten lainnya mengalami pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata regional. Dari tabel komponen pertumbuhan struktural . , sektor konstruksi . ,5%), perdagangan . ,1%), dan jasa . ,9%) menunjukkan pertumbuhan struktural yang positif dan cepat. Hal ini mengindikasikan bahwa sektor-sektor tersebut menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Tengah. Sebaliknya, sektor pertanian (-1,2%), pertambangan (-0,8%), dan sektor lainnya (-0,6%) mengalami pertumbuhan struktural yang melambat. Identifikasi Sektor Basis di Setiap Wilayah Analisis Location Quotient (LQ) Dinamis digunakan untuk mengidentifikasi sektorsektor basis atau sektor unggulan di setiap kabupaten/kota di Kalimantan Tengah selama periode 2016-2020. Sektor basis merupakan sektor yang memiliki keunggulan komparatif dan menjadi penggerak perekonomian wilayah tersebut. Tabel Sektor Basis Kabupaten/Kota di Kalimantan Tengah Berdasarkan LQ Dinamis 20162020: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Kabupaten/Kota Kota Palangka Raya Kab. Barito Utara Kab. Kotawaringin Barat Kab. Sukamara Kab. Kapuas Kab. Barito Selatan Kab. Murung Raya Kab. Kotawaringin Timur Kab. Seruyan Kab. Katingan Kab. Pulang Pisau Kab. Gunung Mas Kab. Lamandau Kab. Barito Timur Sektor Basis (LQ > . Konstruksi. Perdagangan. Jasa Konstruksi. Industri Pertanian. Pertambangan Pertanian. Pertambangan Pertanian. Kehutanan Pertanian. Pertambangan Pertambangan. Kehutanan Perkebunan. Industri Pertanian. Pertambangan Industri. Perkebunan Pertanian. Kehutanan Pertambangan Pertanian. Perkebunan Pertambangan Perubahan Keunggulan Komparatif Sektor Analisis LQ Dinamis juga memungkinkan untuk melihat perubahan keunggulan komparatif sektor-sektor ekonomi di setiap wilayah dari tahun ke tahun selama periode Tabel Perubahan Keunggulan Komparatif Sektor Ekonomi di Kalimantan Tengah 2016-2020: Sektor Ekonomi Pertambangan Wilayah dengan Peningkatan Keunggulan Kotawaringin Barat. Sukamara. Lamandau Murung Raya. Gunung Mas Industri Pengolahan Katingan. Kotawaringin Timur Konstruksi Perdagangan Jasa Kota Palangka Raya Kota Palangka Raya Pertanian Wilayah Penurunan Keunggulan Kapuas. Pulang Pisau Barito Selatan. Barito Timur Kota Palangka Raya. Barito Utara Kota Palangka Raya. Barito Utara Pembahasan LQ Dinamis Berdasarkan analisis LQ Dinamis, sektor Pertanian. Pertambangan, dan Kehutanan merupakan sektor basis di sebagian besar kabupaten di Kalimantan Tengah. Hal ini menunjukkan bahwa sektor-sektor tersebut memiliki keunggulan komparatif dan menjadi penggerak utama perekonomian di wilayah-wilayah tersebut. Sementara itu, sektor Konstruksi. Perdagangan, dan Jasa menjadi sektor basis di Kota Palangka Raya, mencerminkan karakteristik kota sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi modern. Kabupaten Barito Utara memiliki sektor basis Konstruksi dan Industri, sementara Kabupaten Kotawaringin Timur dan Katingan memiliki sektor basis Industri dan Perkebunan. Selama periode 2016-2020, beberapa wilayah mengalami peningkatan keunggulan komparatif pada sektor tertentu, seperti sektor Pertanian di Kotawaringin Barat. Sukamara, dan Lamandau, serta sektor Pertambangan di Murung Raya dan Gunung Mas. Di sisi lain, terjadi penurunan keunggulan komparatif pada sektor Pertanian di Kapuas dan Pulang Pisau, sektor Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Pertambangan di Barito Selatan dan Barito Timur, serta sektor Industri dan Konstruksi di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utara. Integrasi Hasil Ketiga Metode Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Berdasarkan integrasi hasil dari analisis klaster hirarki, shift-share, dan location quotient (LQ) dinamis, dapat dilakukan pemetaan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah: Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utara: Menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dengan sektor unggulan konstruksi, perdagangan, jasa, dan industri. Pertumbuhan ekonomi tinggi dan berdaya saing kuat pada sektor-sektor tersebut. Memiliki pendapatan per kapita dan tingkat urbanisasi yang tinggi. Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara: Memiliki sektor basis pertanian dan pertambangan dengan pertumbuhan kompetitif yang baik. Pertumbuhan ekonomi moderat didorong oleh kedua sektor tersebut. Potensi pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam. Kabupaten Kapuas. Barito Selatan. Murung Raya. Seruyan, dan Pulang Pisau: Sektor basis pertanian, kehutanan, dan pertambangan. Pertumbuhan ekonomi relatif lambat dengan daya saing rendah. Potensi pengembangan agribisnis dan agroindustri. Kabupaten Kotawaringin Timur. Katingan. Gunung Mas. Lamandau, dan Barito Timur: Sektor basis bervariasi meliputi perkebunan, industri, pertambangan, dan pertanian. Pertumbuhan ekonomi moderat dengan beberapa sektor memiliki daya saing yang baik. Potensi pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya alam. Rekomendasi Kebijakan Pengembangan Ekonomi Berdasarkan pemetaan potensi ekonomi wilayah tersebut, dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan untuk pengembangan ekonomi di Kalimantan Tengah sebagai berikut: Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utara Mempertahankan perdagangan, jasa, dan industri. Pengembangan infrastruktur pendukung dan perbaikan iklim investasi. Pengembangan sumber daya manusia untuk mendukung sektor ekonomi Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Sukamara Peningkatan produktivitas dan nilai tambah sektor pertanian dan pertambangan. Pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam. Perbaikan infrastruktur penunjang seperti transportasi dan energi. Kabupaten Kapuas. Barito Selatan. Murung Raya. Seruyan, dan Pulang Pisau Pengembangan agribisnis dan agroindustri berbasis komoditas unggulan. Peningkatan akses pasar dan fasilitas logistik untuk produk pertanian. Diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor potensial lainnya. Kabupaten Kotawaringin Timur. Katingan. Gunung Mas. Lamandau, dan Barito Timur Pengembangan industri pengolahan berbasis sumber daya alam seperti perkebunan, pertambangan, dan pertanian. Peningkatan daya saing sektor-sektor yang memiliki keunggulan komparatif. Perbaikan infrastruktur penunjang dan penyediaan energi yang memadai. Kebijakan Lintas Wilayah Pengembangan kawasan ekonomi khusus atau kawasan industri terintegrasi. Peningkatan konektivitas antar wilayah melalui infrastruktur transportasi. Koordinasi dan sinergi program pembangunan ekonomi antar kabupaten/kota. KESIMPULAN Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah dengan mengintegrasikan tiga metode analisis, yaitu analisis klaster hirarki, shift-share, dan location quotient dinamis. Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan hal-hal penting Analisis klaster hirarki menghasilkan pengelompokan 14 kabupaten/kota di Kalimantan Tengah ke dalam empat klaster utama berdasarkan kesamaan karakteristik ekonomi: Klaster 1 (Kota Palangka Raya dan Kabupaten Barito Utar. Klaster 2 (Kotawaringin Barat dan Sukamar. Klaster 3 (Kapuas. Barito Selatan, dan Murung Ray. , serta Klaster 4 yang mencakup tujuh kabupaten lainnya. Integrasi ketiga metode analisis menghasilkan pemetaan potensi ekonomi wilayah yang membagi Kalimantan Tengah ke dalam empat kelompok besar berdasarkan sektor unggulan dan tingkat perkembangan ekonominya. Pemetaan Potensi Ekonomi Wilayah Di Kalimantan Tengah Menggunakan Integrasi Analisis Klaster Hirarki. Shift-Share. Dan Location Quotient Dinamis Kesimpulan penelitian ini memberikan gambaran komprehensif tentang potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah, yang dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan dan strategi pengembangan ekonomi yang tepat sasaran dan sesuai dengan karakteristik masing-masing wilayah. SARAN Bagi Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah: Merumuskan kebijakan dan program pengembangan ekonomi wilayah sesuai dengan potensi dan sektor unggulan masing-masing kabupaten/kota. Meningkatkan daya saing sektor-sektor ekonomi potensial melalui perbaikan infrastruktur, iklim investasi, akses pasar, dan pengembangan sumber daya Mendorong integrasi dan sinergi ekonomi antar wilayah melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus, peningkatan konektivitas, dan koordinasi program pembangunan ekonomi. Bagi Pelaku Usaha dan Investor: Mempertimbangkan potensi ekonomi wilayah dan sektor unggulan di Kalimantan Tengah dalam pengambilan keputusan investasi dan pengembangan C Memanfaatkan peluang investasi pada sektor-sektor dengan pertumbuhan dan daya saing tinggi, seperti konstruksi, perdagangan, jasa, dan industri pengolahan di wilayah tertentu. Bagi Peneliti Selanjutnya: Melakukan penelitian lanjutan dengan mengeksplorasi faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi potensi ekonomi wilayah, seperti sumber daya manusia, infrastruktur, kebijakan pemerintah, dan lain-lain. Mengembangkan metode analisis yang lebih komprehensif dan spesifik untuk setiap sektor ekonomi unggulan di masing-masing wilayah. Melakukan studi perbandingan dengan wilayah lain di Indonesia atau negara lain untuk mendapatkan perspektif yang lebih luas tentang pengembangan ekonomi wilayah. Saran-saran tersebut diharapkan dapat memberikan masukan bagi berbagai pihak terkait dalam upaya mengoptimalkan potensi ekonomi wilayah di Kalimantan Tengah dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia - VOLUME. NO. 2 MEI 2024 e-ISSN: 3031-3406. p-ISSN: 3031-3414. Hal 104-128 DAFTAR PUSTAKA