FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA ) SEBAGAI ANTI BAKTERI TERHADAP STAPHY-LOCOCCUS AUREUS ATTCC Nivita Abigael Wenda. Bangkit Riska P. Tatiana Siska W Program Studi S1 Farmasi Fakultas ilmu Kesehatan. Universitas Duta Bangsa Surakarta Email: wendanivita@gmail. Kata kunci: Daun Ketepeng cina AuCassia Ay. AuStaphylococcus aureusAy. Formulasi Gel. Difusi Keywords: Chinese Ketepeng Leaf "Cassia "Staphylococcus aureus". Gel Formulation. Diffusion ABSTRAK Infeksi kulit, yang merupakan masalah umum dalam kehidupan sehari-hari, disebabkan oleh bakteri yang menyerang dan berkembang biak di jaringan tubuh. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi kulit adalah Staphylococcus aureus ATCC 25923. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan gel formulasi dari ekstrak daun ketepeng Cina Cassia alata L. , menguji kualitasnya sesuai kebutuhan, dan mengevaluasi sifat antibakterinya. Pada aktivitas sediaan gel ekstrak daun ketepen Cina Cassia alata L. terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, terbentuknya zona hambat diamati pada konsentrasi FI 10%. FII 15%, dan Fi 20%. Metode penelitian ini terdiri dari lima perlakuan yaitu klindamisin . ontrol positi. dan basis gel . ontrol negati. , gel ekstrak daun ketepen cina Cassia alata L. difusi cakram dengan konsentrasi F1 10%. FII 15%. Fi 20. keluar secara eksperimental menggunakan metode tersebutAy. Hasil gel ekstrak daun ketepen cina AuCassia alata L. Ay pada konsentrasi FI 10%. FII 15%, dan 20% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri AuStaphylococcus aureus ATCC 25923. Ay Hasil penghambatan terbaik adalah konsentrasi Fi. dengan rata-rata 11,73 mm termasuk dalam kategori kuat, dan evaluasi formulasi gel pada tiga konsentrasi memenuhi persyaratan uji sensoris, uji pH, daya sebar, kelengketan, dan viskositas. ABSTRACT Skin infections are the most common problem in daily life. Skin infections are diseases caused by bacteria that invade and multiply in body tissues. One of the bacteria that can cause skin infections is Staphylococcus aureus ATCC 25923. The purpose of this research is to formulate a gel formulation from Cassia alata leaf extract, test its quality according to requirements, and evaluate its antibacterial properties. On the activity of the Chinese ketepen leaf extract gel preparation Cassia alata L. against the bacteria Staphylococcus aureus ATCC 25923, the formation of an inhibitory zone was observed at concentrations of FI 10%. FII 15%, and Fi 20%. This research method consisted of five treatments, namely clindamycin . ositive contro. and gel base . egative contro. , disk diffusion of Chinese ketepen Cassia alata L. leaf extract gel with a concentration of F1 10%. FII 15%. Fi 20. came out experimentally using the method. Ay The results of the Chinese ketepen leaf extract gel AuCassia alata L. Ay at concentrations of FI 10%. FII 15%, and 20% showed antibacterial activity against the bacteria AuStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay. The best inhibition results were at the Fi concentration. 20% with an average of 11. 73 mm is included in the strong category, and the evaluation of the gel formulation at three concentrations meets the requirements of sensory tests, pH tests, spreadability, stickiness and viscosity. Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 502 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 PENDAHULUAN Infeksi kulit, yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, disebabkan oleh bakteri yang menyerang dan berkembang biak di jaringan tubuh. Salah satu penyebab umum infeksi kulit adalah "Staphylococcus aureus ATCC 25923" (Costa et al. , 2. (Ekawati et al. , 2. mengatakan bahwa Aupatogen dari genus Staphylococcus yang terlibat dalam infeksi nosokomial. Bakteri ini dapat menyerang kulit dan selaput lendir orang sehat tanpa gejala yang terlihatAy. Proses infeksi oleh Staphylococcus aureus dimulai ketika bakteri me-masuki kulit melalui luka, yang kemudian menyebabkan kerusakan jaringan dan pem-bentukan abses bernanah. Penyakit kulit bisa dipicu oleh bakteri patogen seperti AuStaphylococcus aureusAy. Masyarakat secara tradisional menggunakan daun Ketepen Cina AuCassia alata L. Ay dengan cara diha-luskan, dicampur air, lalu dioleskan ke area kulit yang terkena. Data empiris menunjukkan bahwa daun Ketepen Cina bermanfaat untuk kurap, kudis, dan panu. Daun ini mengan-dung berbagai senyawa seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid. Flavonoid memiliki sifat anti-inflamasi, anti-alergi, dan antibakteri (Ekawati et al. , 2. Penggunaan gel yang sederhana dan praktis kini semakin populer di kalangan umum. Sediaan gel digunakan masyarakat karena tidak lengket, mudah apabila dioleskan tanpa menekan kulit, terasa sejuk, dan tidak meninggalkan bekas di kulit. Selain alkohol, hand sanitizer juga mengandung zat antibakteri lain, seperti bahan antibakteri dan ekstrak tumbuhan, untuk menghambat pertumbuhan bakteri di tangan, seperti AuStaphylococcus aureusAy dan E. AuStaphylococcus aureusAy adalah kokus Gram-positif mikroskopis yang biasa ditemukan di telapak tangan Anda. Yang membedakan bakteri ini dengan jenis stafilokokus lainnya adalah AuStaphylococcus aureusAy merupakan patogen utama pada manusia (Jawetz, 2. coli biasanya berkolonisasi di saluran pencernaan bagian bawah dan dapat menjadi patogen jika jumlah bakteri dalam tubuh melebihi ambang normal. Bakteri ini dapat menyebar melalui debu terkontaminasi, makanan atau minuman yang tercemar, atau kontak dengan tangan yang terpapar feses (Ginns et , 2. Nurlansi . , menyatakan bahwa Auekstrak metanol dan fraksi etil asetat dari daun ketepen cina (Cassia alata L. ) telah diuji terhadap (Staphylococcus aureu. dengan menggunakan konsentrasi ekstrak metanol sebesar 0,5 mg/ml, 2 mg/ml, 4 mg/ml, 6 mg/ml, dan 8 mg/ml. Hasil pengujian menunjukkan bahwa efek penghambatan terhadap pertumbuhan S. aureus mencapai 6,5 mm, 7,3 mm, 9,0 mm, 10,4 mm, dan 16,1 mmAy. Ber-dasarkan temuan ini, daun ketepen cina Cassia alata L. Ay menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan AuStaphylococcus aureusAy secara signifikan pada konsentrasi 8 mg/ml, dengan kategori respons hambatan yang kuat. Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti ingin melakukan penelitian mengenai formulasi dan pengujian aktivitas antibakteri formulasi gel ekstrak etanol daun ketepen pada konsentrasi 10%, 15% dan 20% terhadap bakteri AuStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay. Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 503 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 METODE Bentuk Penelitian Penelitian ini yang di lakukan secara pemeriksaan di Laboran bahan alam dan Biologi Universitas Duta Bangsa Surakarta. Dengan tahapan esperimen yang dilakukan adalah pembuatan ekstrak, pembuatan formula dan uji aktivitas antibakteri. Data yang diambil adalah data hasil praktikum pembuatan formulasi gel daun ketepeng cina AuCassia alata L. Ay. Populasi. Sampel. Sampling Sampel yang digunakan Penelitian ini mengenai daun Ketepen Cina AuCassia alata L. Ay. Sampel dikumpulkan dari bagian tanaman yang diekstraksi, yaitu daun Ketepen Cina. Koleksinya tepat sasaran dan tidak ada perbandingan dengan tanaman serupa dari daerah lain. Sampel dari Jln pintu selatan UPN Sleman. Yogyakarta. Prosedur Intervensi Identifikasi dan determinasi tanaman daun Ketepeng Cina AuCassia alata L. Ay dik-erjakan di Balai Pemeriksaan Tanaman Obat UPF Yankestrad Tawangmangu. Pengumpulan sampel dilakukan dengan mengambil daun Ketepeng Cina dari Jln pintu selatan UPN Sleman. Yogyakarta, dengan purposif tanpa perbandingan dengan tumbuhan serupa dari daerah lain. Standarisasi simplisia dijelaskan dilakukan dengan dua metode: Aususut pengerin-gan dan pengukuran kadar air. Serbuk simplisia daun Ketepeng Cina dikeringkan pada suhu 105AC hingga mencapai bobot tetap, dengan target susut pengeringan maksimal 10%. Kadar air diukur menggunakan alat moisture balance pada suhu 105AC. Ay Pembuatan ekstrak daun Ketepeng Cina dilakukan melalui proses maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan perbandingan serbuk dan pelarut 1:10 . erat per volum. Uji organoleptis terhadap bentuk, warna, dan aroma ekstrak. Uji standarisasi, dilakukan serangkaian tes. Dikatakan Aupada tahap pertama, dil-akukan uji bebas etanol dengan cara menghangatkan ekstrak daun Ketepeng Cina menggunakan campuran asam asetat dan asam sulfat. hasil positif ditunjukkan oleh tidak terdeteksinya bau ester khas dari etanol. Selanjutnya, ekstrak dikeringkan pada suhu 105AC selama 1 jam untuk menghitung susut Terakhir, kadar air diukur dengan mengeringkan sampel pada suhu 105AC selama 4 jam dan kemudian ditimbang. Ay Instrumen Alat-alat Perlengkapan laboratorium yang digunakan dikatakan terdiri dari Aublender, wa-dah, penggaris, rotary evaporator (RE 100 Pr. , cawan petri, gelas kimia atau gelas viskosimeter Brookfield, autoklaf analog, inkubator Memmert, oven, aliran udara laminar (LAF), pelembab koreksi MB 95, neraca kimia HWH, pH meter HI 2211, ayakan 40 mesh GB/T6003, mortar, stempel, mikropipet Dragonlab, penangas air Setia, jangka sorong Toughware. Beaker Iwaki. Labu Erlenmeyer Iwaki. Gelas Ukur Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 504 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Pyrex. Tabung Reaksi Iwaki. Batang Pengaduk Pyrex. Jarum Tabung Myco. Pipet Penetes Satu Lab. Cawan Petri Iwaki. Tabung Gel, spatula, gelas arloji, sulingan alkohol, dan kertas saring TBT Chemical. Ay Bahan-bahan. Bahan-bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah: Ekstrak Daun Ketepen Cina AuCassia alata L. Ay. Aquades. Karbomer 940. Daun Ketepen. Etanol 96% Gliserin. Methylparben. Staphylococcus aureus. TEA. HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Daun Ketepeng AuCassia alata LAy Dijelaskan bahwa Auhasil determinasi tanaman daun Ketepeng AuCassia alata L. Ay yang dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Obat UPF Yankestrad Tawangmangu menunjukkan bahwa tanaman yang digunakan dalam penelitian adalah benar-benar daun Ketepeng Cina Cassia alata L. Ay. Determinasi dilakukan untuk mencocokkan ciri morfologis dan mengidentifikasi kebenaran tanaman yang digunakan. Produksi Serbuk Simplisia Daun Ketepeng Serbuk AuCassia alata L. Ay Pada produksi Simplisia Daun Ketepen AuCassia alata L. Ay di China diperoleh 5kg tanaman segar kemudian dikeringkan, rendemen yang diperoleh adalah 2 kg daun Ketepen kering. Tabel 4. Hasil presentase bobot kering terhadap bobot basah Bobot basah . Bobot kering . Prosentase (%) (Sumber. Data Primer yang telah diola. Penelitian menggunakan daun Ketepeng Cina AuCassia alata L. Ay didapat dari Perumahan warna Jln pintu selatan UPN Sleman. Yogyakarta. Cuci daun dengan air mengalir untuk menghilangkan benda asing seperti serangga dan Selanjutnya, daun dirajang untuk mempercepat pengeringan. Pengeringan simplisia dilakukan secara alami selama 2 minggu di tempat tertutup tanpa sinar matahari, sehingga diperoleh 2 kg Simplisia beserta daunnya yang layu dan menimbulkan bau yang khas. Standarisasi Serbuk Simplisia Pada penelitian ini dilakukan pengujian serbuk simplisia dengan parameter non spesifik yaitu pengujian susut pengeringan daun ketepeng cina AuCassia alata L. Ay. Tabel 5. Hasil presentase bobot kering terhadap bobot serbuk Bobot kering Bobot serbuk Presentase (%) (Sumber. Data Primer yang telah diola. Kemudian ukuran simplisia dikecilkan menjadi 1 kg dengan diblender kemudian dayak dengan ayakan no 40 hingga diperoleh 500 g bubuk daun ketepen cina. Uji Susut Pengeringan Serbuk Uji susut pengeringan serbuk daun ketepen cina AuCassia alata L. Ay dilakukan dengan menimbang 2 gram serbuk dan mengukurnya dalam oven pada suhu 105 AC. Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 505 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Tabel 6. Hasil Uji Susut Pengeringan Serbuk Daun Ketepeng cina AuCassia alata L. Menggunakan Oven Berat Awal Pustaka (DepKes,2. Susut Pengeringan (%) 2 gr <10% (Sumber. Data Primer yang telah diola. Berdasarkan hasil penelitian menggunakan alat oven diperoleh nilai susut pengeringan simplisia daun ketepeng cina sebesar 6. Hal ini dapat dikatakan bahwa Aubesarnya kadar air dan senyawa-senyawa yang hilang selama proses pengeringan yaitu 6. 86 %. Ay Uji Kadar Air Serbuk Tabel 7. Hasil Uji kadar air Serbuk Daun Ketepeng cina AuCassia alata L. Berat Awal Pustaka (DepKes. Kadar air 2 gr <10% (Sumber. Data Primer yang telah diola. Dikatakan bahwa Aupenetapan kadar air bertujuan untuk menentukan batas minimum kandungan air dalam bahan. Penetapan kadar air pada serbuk Daun Ketepeng Cassia alata dilakukan menggunakan moisture balance, dengan standar kadar air yang diinginkan kurang dari 10%. Hasil penetapan kadar air tercantum dalam Tabel 7. Berdasarkan hasil tersebut, kadar air pada serbuk buah bidara diperoleh sebesar 4,8%. Ay Ekstraksi Daun Ketepeng cina AuCassia alata L. Ay Dikatakan bahwa Auekstraksi simplisia daun Ketepeng Cina dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Ay Pemilihan etanol 96% disebabkan oleh kemampuannya untuk menguap secara cepat, yang membantu mempercepat proses ekstraksi senyawa metabolit dari simplisia. Detail hasil ekstraksi terdokumentasi dalam Tabel 8. Tabel 8. Rendamen Ekstrak daun ketepeng cina AuCassia alata L. Ay Berat serbuk . Berat Ekstrak . Rendemen Ekstrak (%) 111,52 22,304 (Sumber. Data Primer yang telah diola. Daun Ketepeng sebanyak 500 gram diekstraksi dengan pelarut etanol 96% dalam proses maserasi selama 3 hari dengan pengadukan dua kali sehari. Setelah perendaman, filtrat dipisahkan dari ampas melalui penyaringan. Ampas kemudian direndam kembali dalam pelarut etanol selama 2 hari dengan pengadukan dua kali sehari, dan kemudian disaring sebelum dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Rotary evaporator digunakan untuk memisahkan pelarut dengan ekstrak, menghasilkan ekstrak kental. Ekstrak kental kemudian dipekatkan lagi di atas waterbath dengan suhu 60AC, menghasilkan 111,52 gram ekstrak kental dengan rendemen 22,304%. Hasil ekstrak dianggap optimal karena persentase rendemennya (>10%) menunjukkan ekstraksi yang baik. Standarisasi Ekstrak Uji Susut Pengeringan Ekstrak Dikatakan bahwa Aupengujian susut pengeringan menggunakan oven. Berdasarkan persantase rata-rata susut pengeringan pada ekstrak kental daun ketepeng cina Cassia alata Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 506 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 (Jac. yaitu 1,78%. Susut pengeringan ekstrak telah memenuhi syarat, yaitu tidak lebih dari 10%. Ay Hasil standarisasi ekstrak daun ketepeng cina Cassia alata L. (Jac. disajikan pada Tabel 9. Tabel 9. Hasil Uji Susut Pengeringan Ekstrak Daun Ketepeng cina AuCassia alata L. Berat awal Pustaka (DepKes. Susut Pengeringan 2 gr <10% 6,69 % (Sumber. Data Primer yang telah diola. Uji Kadar Air Ekstrak Prinsip pengukuran kadar air adalah dengan menguapkan air menggunakan cairan pembawa kimia yang titik didihnya lebih tinggi dibandingkan dengan air Simplisia daun Ketepen Cina AuCassia alata L. Ay. Tabel 10. Hasil Uji Kadar Air Daun ketepeng cina AuCassia alata L. Berat Awal Pustaka (Pratiwi. Kadar Air (%) 2 gr 5-30% (Sumber. Data Primer yang telah diola. Uji kadar air ekstrak daun ketepeng cina menggunakan alat penyeimbang kelembaban pada suhu 105EE. Penentuan kadar air ekstrak memberikan hasil sebesar 9,37% dan hasil tersebut memenuhi syarat kadar air umum yaitu 5Ae30% (Pratiwi, 2. Uji Bebas Etanol Uji bebas etanol dilakukan dengan memanaskan ekstrak pekat daun ketepen cina AuCassia alata L. Ay dengan H2SO4 pekat dan CH3COOH 1%. Hasil uji bebas etanol ekstrak daun Ketepen Cina ditunjukkan pada tabel berkut: Tabel 11. Hasil Uji Bebas Etanol Ekstrak Daun Ketepeng cina Uji Bebas Etanol Hasil Pengamatan (Agusti, 2. Ekstrak daun ketepeng ( ) tidak terdapat bau Tidak terbentuk bau cina H2SO4 pekat ester ester yang khas dari CH3COOH 1% (Sumber. Data Primer yang telah diola. Menurut penelitian Tenda et al. , hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel telah bebas dari etanol karena tidak terciumnya bau ester setelah bereaksi ekstrak dengan larutan H2SO4 pekat dan CH3COOH 1% yang dipanaskan. Hasil Skrining Fitokimia Skrining fitokimia ekstrak daun ketepeng cina AuCassia alata L. Ay meliputi alkaloid, flavonoid, saponin, tannin. Steroid. Hasil dari skrining fitokimia tersebut dapat dilihat pada Tabel 12. Hasil Identifikasi Kandungan Kimia Ekstrak Daun ketepeng cina Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 507 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Senyawa Hasil Uji Keterangan (Simaremare, 2. ( ) Flavonoid ( ) Alkaloid Flavonoid Alkaloid Terdapat endapan warna merah Dragendof jingga Mayer putih hingga Saponin Terbentuk buih dan konsisten ( ) Saponin Tanin Hitam kehijauan ( ) Tanin Uji steroid Warna hijau tua kecoklatan (-) steroid (Sumber. Data Primer yang telah diola. Dari Tabel 12, dapat dilihat bahwa identifikasi kandungan kimia dalam ekstrak daun ketepeng menunjukkan keberadaan senyawa-senyawa kimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Identifikasi kandungan kimia ekstrak daun ketepen menunjukkan adanya senyawa Hal ini dibuktikan dengan hasil tes positif dengan reagen Mayer dan Dragendorff yang menghasilkan endapan putih. dan endapan jingga kekuningan, secara berturut-turut. Langkah awal pengujian alkaloid melibatkan penambahan air dan asam klorida pekat untuk meningkatkan kelarutan alkaloid. Pengujian terhadap senyawa flavonoid menunjukkan pembentukan lapisan merah pada larutan dalam air panas, yang dihasilkan setelah perlakuan dengan serbuk Mg dan HCl, menandakan adanya senyawa flavonoid. Penambahan FeCl3 1% menunjukkan keberadaan tanin dengan warna biru kehitaman pada sampel. Sementara itu, identifikasi saponin dilakukan dengan pembentukan buih setelah penambahan HCl, yang menunjukkan kehadiran senyawa saponin dalam ekstrak. Namun, hasil uji steroid menunjukkan negatif karena tidak terbentuknya cincin berwarna hijau tua kecoklatan setelah penambahan asetat anhidrida dan asam sulfat. Hasil Pengujian Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketepeng cina AuCassia alata L. Ay AyStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay dengan metode difusi Gambar 16. Hasil Pengujian difusi ekstrak Peneliti menguji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi dengan bakteri yang telah diinkubasi dalam larutan NaCl steril dan dibandingkan dengan standar McFarland 0,5. Suspensi bakteri kemudian ditempatkan pada agar Mueller-Hinton (MHA) di cawan Petri. Kertas cakram yang direndam dalam ekstrak dengan konsentrasi DMSO . %, 15%, dan 20%) ditempatkan di atas media MHA yang sudah diinokulasi dengan bakteri S. aureus ATCC Setelah inkubasi selama 24 jam pada suhu 37 AC, terbentuk zona bening pada Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 508 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 permukaan medium, menunjukkan adanya penghambatan pertumbuhan bakteri. Pengukuran ini dilakukan dalam milimeter . Tabel 13. Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Daun Ketepen Cina AuCassia alata L. Metode Difusi terhadap Bakteri AuStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay Konsentrasi % Zona Bening Ekstrak Etanol Kategori 96% Daun Ketepeng cina i Ratarata 8,24, 9,61 9,82 9,22 Sedang 9,72 11,57 Kuat 12,94 13,15 13,70 13,26 Kuat (Sumber. Data Primer yang telah diola. Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Auuji aktivitas antibakteri ekstrak daun ketepeng Cina menggunakan konsentrasi 10%, 15%, dan 20% menunjukkan kemampuan untuk menghambat pertumbuhan bakteri AuStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay dengan membentuk area transparan di sekitar kertas cakramAy. Nilai daya hambatnya adalah 9,22 mm untuk konsentrasi 10%, 11,57 mm untuk konsentrasi 15%, dan 13,26 mm untuk konsentrasi 20%. Tabel 14. Kategori zona hambat antibakteri (Rufah, 2. Daya hambat Antibakteri Kategori daya hambat antibakteri >21 mm Sangat kuat 11-20 mm Kuat 6-10 mm Sedang 5 mm Lemah (Sumber. Data Primer yang telah diola. Jika dikombinasikan dengan konsentrasi 10% memiliki efek penghambatan 9,22 mm pada kelas menengah, dan merupakan ekstrak dengan efek antibakteri terhadap bakteri kelas Bila dikombinasikan dengan ekstrak 15%, efek penghambatan terhadap bakteri AuStaphylococcus aureus ATCC25923Ay adalah 11,57mm termasuk dalam kategori kuat. Dan ekstrak 20% mempunyai efek penghambatan sebesar 13,26 mm. Metabolit sekunder ekstrak daun ketepen yang mempunyai sifat antibakteri adalah flavonoid. Pembuatan Gel Siapkan massa gel Ekstrak Daun Ketepen Cina Gel mortir dan stamper disiapkan untuk pembuatan gel. Carbomer 940 seberat 2 gram ditaburkan di atas aquades 20 mL yang sudah dipanaskan, diaduk hingga membentuk masa gel, lalu tambahkan 2,5 gram TEH. 0,2 gram metilparaben dilarutkan dalam 5 ml air suling, kemudian dicampur hingga homogen. Gliserin ditambahkan dan diaduk hingga homogen. Ekstrak daun Ketepeng seberat 10 gram dilarutkan dalam aquades 75,05 mL, dicampur hingga larut, kemudian dimasukkan ke dalam mortir dan digerus hingga membentuk gel homogen. Semua bahan dicampur dan diaduk hingga homogen. Evaluasi Fisik Sediaan Gel Dikatakan bahwa Autujuan pengujian fisik sediaan gel ekstrak daun ketepen Cina adalah untumengevaluasi mutu gel yang dibuat pada berbagai konsentrasi. Tentukan konsentrasi Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 509 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 ekstrak daun ketepen cina. Uji fisik gel ekstrak daun ketepen cina meliputi uji sensoris, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, dan uji viskositasAy. Uji Organoleptis Hasil pengujian organoleptis dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 15. Hasil Uji Organoleptis Uji FII Fi Organoleptis Bentuk Gel Gel Gel Warna Coklat Coklat Coklat Bau Daun ketepeng Daun ketepeng Daun ketepeng (Sumber. Data Primer yang telah diola. Pengujian sensorik dilakukan untuk mengetahui kenampakan fisik formulasi berdasarkan bentuk, warna, dan bau. Hasil observasi tes sensorik padagel daun ketepeng, bentuk sediaan gel padat dan kenyal. Warna daun ketepeng cina gel yaitu kecoklatan karena ekstrak dari daun ketepeng sendiri berwarna coklat tua. Uji Homogenitas Dijelaskan bahwa Auuji homogenitas digunakan untuk memastikan distribusi bahan aktif dalam formulasi gel. Hasil uji keseragaman ditunjukkan pada tabel berikut. Ay Tabel 16. Hasil Homogenitas Formula Hasil Uji FI 10% Homogen FII 15% Homogen Fi 20% Homogen Basis Homogen (Sumber. Data Primer yang telah diola. Dari hasil pengujian homogenitas di atas pada formula 1 formula 2 formula 3 dan basis didapatkan hasil bahwa sediaan gel homogen. Hal ini menunjukkan bahwa gel memenuhi persyaratan karena tidak ada butiran kasar dalam sediaan gel (Wasiaturrahmah & Jannah. Uji Ph Nilai pH pada penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui keasaman formulasi. (Rahmatullah et al. , 2. menjelaskan bahwa Aujika formulasinya terlalu basa maka akan mengiritasi kulit, dan jika formulasinya terlalu asam maka kulit akan menjadi terkelupas dan gatal. Nilai pH formulasi yang baik harus memenuhi persyaratan yang tercantum dalam literatur, yaitu 4,5 hingga 6,5. Ay Tabel 17. Hasil uji pH Gel ekstrak etanol 96% daun Ketepeng cina Formula Hasil pH 5,73 FII 5,93 6,20 Basis 5,13 (Sumber. Data Primer yang telah diola. Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 510 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Berdasarkan Table 14, pengukuran pH sediaan gel menunjukkan bahwa pH-nya memenuhi standar gel yang diizinkan karena tidak melebihi 6,5. (Rahmatullah et al. , 2. menyatakan bahwa AuNilai pH formulasi tidak boleh terlalu asam karena dapat menyebabkan iritasi kulit, dan sebaliknya, nilai pH yang terlalu basa juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering. Ay Uji Daya Sebar Tabel 18. Hasil Uji Daya Sebar Formula Lebar Daya Sebar . F1% 5,74 FII% 5,80 Fi% 6,06 Basis 5,73 (Sumber. Data Primer yang telah diola. Hasil uji daya sebar formulasi gel ekstrak daun Ketepeng Cina "Cassia alata L. " terdapat dalam Tabel 18. (Nurlely et al. , 2. menyatakan bahwa Auuji ini bertujuan untuk menilai kemampuan formulasi gel dalam menyebar di permukaan kulit, yang dapat memengaruhi kecepatan penyerapan dan pelepasan bahan aktif. Formulasi yang memiliki daya sebar yang baik menunjukkan kemudahan penggunaan dan minimnya energi yang diperlukan dalam Ay Uji Daya Lekat Tujuan dari uji adhesi adalah untuk mengukur waktu yang diperlukan formulasi untuk menempel pada kulit. Kekuatan rekat diuji dengan meletakkan 0,5 g formulasi gel pada kaca objek, kemudian menutupinya dengan kaca objek lain dan memuat 300 g selama 5 menit. Persyaratan tanggung jawab adalah 1 detik atau lebih (Yusuf et al. , 2. Tabel 19. Hasil Uji Daya Lekat Formula Waktu . FII 2, 1 2, 27 Basis (Sumber. Data Primer yang telah diola. Dalam penelitian ini, gel memenuhi kriteria adhesi yang diperlukan lebih dari 1 detik. Carbopol, sebagai bahan pembentuk gel, mengubah konsistensi formulasi gel menjadi lebih cair sehingga mengurangi kekuatan rekat. Semakin lama formulasi melekat, semakin banyak bahan aktif yang dapat diaplikasikan dan efek antibakteri yang optima dapat (Yusuf et al. , 2. Uji Viskositas Berdasarkan hasil uji viskositas pada Tabel 19 terlihat bahwa formulasi gel yang mengandung ekstrak etanol 96% dari Ketepen Cina memenuhi persyaratan. Hasil viskositas yang diperoleh adalah FII 8,511 cP. Fi 7,100 cP 6,544, dan basa 8,853 cP. Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 511 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 Tabel 19. Hasil Uji Viskositas Formula Viskositas . P) FI 10% FII % Fi % Basis (Sumber. Data Primer yang telah diola. Standar . P) 000 Cps. Dikatakan bahwa Aupada sediaan gel yang dibuat hasil pengukuran viskositas untuk seluruh formula pada konsentrasi 10%,15%,20% dan Basis menghasilkan nilai viskositas yang memenuhi syarat standart salam rentang 500-10. 000 cPs. Penentuan viskositas dilakukan dengan menggunakan viskositas Rion VT-04F, gel dimasukkan kedalam wadah di viskometer lalu dipasang rotor No. 4 hingga spindel terendam sepenuhnya dalam gel. Alat dinyalakan dan diperhatikan jarum penunjuk rotor nomor 4 pada skala viskositas hingga berhenti stabil. Ay Pengujian Aktivitas Antibakteri Formulasi Gel Metode Difusi Studi ini menggunakan metode difusi cakram dengan media Mueller-Hinton Agar (MHA), di mana permukaan medium diinokulasi dengan suspensi bakteri yang disebar menggunakan batang hamburan kaca. Kemudian, kertas cakram yang direndam dalam ekstrak etanol daun Ketepeng Cina . engan konsentrasi 10%, 15%, dan 20%) ditempatkan pada media agar. Kontrol positif menggunakan gel klindamisin, sementara kontrol negatif menggunakan sediaan Setelah inkubasi pada suhu 37AC selama 24 jam, zona bening terlihat di sekitar kertas cakram, menunjukkan aktivitas antibakteri. Tabel 21. Hasil Pengujian Aktivitas Sediaan Gel Metode Difusi Terhadap Bakteri AuStaphylococus aureus ATCC 25923Ay Konsentrasi i Rata-rata Katekori 6,50 9,10 9,25 8,61 Sedang FII 8,46 8,60 10,30 9,12 Sedang Fi 10,50 12,10 12,60 11,73 Kuat Kontrol 20,10 20,35 21,50 20,70 Sangat Clindamycin Basis Gel Tidak ada (Sumber. Data Primer yang telah diola. Kontrol negatif menunjukkan tidak adanya zona hambat, tidak mempengaruhi uji antibakteri, dengan nilai 0. Kontrol positif menggunakan AuClindamycinAy gel bertujuan untuk membandingkan diameter zona hambat dengan Formulasi gel ekstrak daun ketepen cina dalam berbagai konsentrasi. Dikatakan bahwa Auiameter zona hambat gel klindamisin terhadap AuStaphylococcus aureus ATCC 25923Ay rata-rata sebesar 20,70 mm yang menunjukkan efek penghambatan yang sangat kuat. Semakin tinggi konsentrasi maka semakin besar pula efek penghambatan yang diperoleh. Ay Jurnal Cahaya Mandalika (JCM) | 512 Formulasi Sediaan Gel Ekstrak Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L. ) Sebagai Anti Bakteri Terhadap Staphy-lococcus Aureus Attcc 25923 KESIMPULAN Ekstrak daun Ketepeng Cina Memiliki aktivitas antibakteri terhadap AuStaph-ylococcus aureus ATCC 25923Ay, dengan zona hambat yang berbeda tergantung konsentrasi ekstrak. Ekstrak etanol daun Ketepen Cina dapat diformulasi menjadi formulasi gel mutu fisik yang memenuhi Uji sensori menunjukkan kesamaan aroma dan warna, namun berbeda bentuk. Parameter seperti pH, daya sebar, kelengketan, dan viskositas memenuhi persyaratan. ATCC 25923, dengan variasi hasil zona hambat tergantung pada konsentrasi ekstrak. Formulasi sediaan gel ekstrak daun Ketepeng Cina mempunyai aktivitas antibakteri kepada AuStaph-lococcus aureus ATCC 25923Ay, dengan nilai aktivitas antibakteri terbaik pada for-mulasi yang mengandung 20% ekstrak, menandakan bahwa semakin tinggi kan-dungan ekstrak, semakin besar nilai aktivitas antibakteri. DAFTAR PUSTAKA