P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Representasi Gaya Kepemimpinan Piko Dalam Film Mencuri Raden Saleh Dimitri Pamungkas Umagafi. Muhammad Fikri. Rizky Amalia. Erindah Dimisyqiyani. Amaliyah Departemen Bisnis. Fakultas Vokasi. Universitas Airlangga. Surabaya. Indonesia *Corresponding author: amaliyah@vokasi. E-mail: dimitri. umagafi-2023@vokasi. id, muhammad. -2023@vokasi. ABSTRAK Kepemimpinan merupakan aspek penting dalam dinamika kelompok karena menentukan arah, strategi, dan keberhasilan pencapaian tujuan. Film Mencuri Raden Saleh memberikan gambaran menarik tentang bagaimana gaya kepemimpinan muncul dalam situasi penuh tekanan dan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kepemimpinan yang diperankan tokoh Piko dalam film tersebut, serta mengidentifikasi dampaknya terhadap dinamika kelompok dan proses pengambilan keputusan. Metode penelitian yang digunakan merupakan analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan dan telaah naratif terhadap adegan-adegan relevan dalam film. Data dianalisis melalui identifikasi karakteristik kepemimpinan berdasarkan teori kepemimpinan yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Piko merepresentasikan gaya kepemimpinan demokratis yang menekankan musyawarah, keterlibatan anggota kelompok, dan keterbukaan dalam menyelesaikan masalah. Pada kondisi kritis. Piko terkadang harus mengombinasikan gaya demokratis dengan ketegasan situasional. Kesimpulannya, gaya kepemimpinan demokratis yang ditunjukkan Piko menegaskan bahwa kepemimpinan efektif memerlukan keseimbangan antara partisipasi, keterbukaan, dan kemampuan mengambil keputusan cepat sesuai dengan konteks. Kata kunci : Representasi. Kepemimpinan. Gaya Demokratis. Film Mencuri Raden Saleh. Dinamika Kelompok. Pengambilan Keputusan ABSTRACT Leadership is an important aspect of group dynamics as it determines direction, strategy, and the success of achieving goals. The film 'Stealing Raden Saleh' provides an interesting depiction of how leadership styles emerge in high-pressure and risky situations. This research aims to analyze the form of leadership portrayed by the character Piko in the film, as well as to identify its impact on group dynamics and decision-making processes. The research method used is descriptive qualitative analysis with a literature study approach and narrative examination of relevant scenes in the film. Data is analyzed through the identification of leadership characteristics based on existing leadership theories. The discussion reveals that the democratic leadership style is effective in creating a collaborative atmosphere, but it also has weaknesses such as slower decision-making and potential internal conflicts. In critical conditions. Piko sometimes has to combine the democratic style with situational assertiveness. In conclusion, the democratic leadership style demonstrated by Piko emphasizes that effective leadership requires a balance between participation, openness, and the ability to make quick decisions according to the context. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Keyword : Representation. Leadership. Democratic Style. The Movie Stealing Raden Saleh. Group Dynamics. Decision Making. PENDAHULUAN Kepemimpinan merupakan upaya untuk memengaruhi individu agar bersedia bekerja sama dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Seorang pemimpin merupakan individu yang memiliki keahlian atau keunggulan pada bidang tertentu, sehingga mampu mendorong dan memengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan berbagai aktivitas guna meraih satu atau beberapa tujuan (Ariefah Sundari et al. , 2. Kepemimpinan yang efektif sebagaimana dijelaskan sebelumnya hanya dapat tercapai apabila mampu menghormati hak asasi manusia, meskipun hal tersebut seringkali membawa pemimpin pada berbagai konflik. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif dituntut menyelesaikan konflik sebagai bagian dari prosesnya yang dinamis (Hj. MuAoah et al. , 2. Kepemimpinan yang efektif yaitu kepemimpinan yang bukan hanya tentang kemampuan mempengaruhi orang lain untuk bekerja sama dan mencapai tujuan bersama, tetapi juga tentang bagaimana seorang pemimpin mampu menghargai hak asasi manusia serta menghadapi dan menyelesaikan konflik secara bijaksana. Dengan demikian, kepemimpinan sejati tercermin dalam kemampuan menjaga keharmonisan, dan ketegasan dalam mengelola dinamika yang muncul dalam proses mencapai Konsep dasar dari kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi dan mengarahkan individu atau kelompok agar bekerja sama mencapai tujuan bersama secara sukarela dan efektif (Suprayoga, 2. Konsep dasar kepemimpinan yang ada pada hakikatnya Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 merupakan suatu proses di mana seorang pemimpin berperan mempengaruhi, mengarahkan, dan membimbing individu maupun kelompok untuk bergerak ke arah tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini tidak hanya sekadar memberikan instruksi, tetapi juga menciptakan dorongan atau motivasi sehingga setiap anggota merasa terlibat secara sukarela dan mampu berkontribusi secara optimal. Kepemimpinan merupakan kekuatan yang penting dalam rangka pengelolaan , oleh karena itu kemauan memimpin secara effektif merupakan kunci keberhasilan (Hidayatulloh. Kepemimpinan yang baik akan tercermin dari kemampuan pemimpin dalam membangun komunikasi yang efektif, menumbuhkan rasa percaya, serta menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi tercapainya kerjasama yang Dengan kepemimpinan bukan hanya berfokus pada pencapaian hasil, tetapi juga pada bagaimana proses tersebut berjalan secara adil, demokratis, dan menghargai peran setiap individu dalam kelompok. Kepemimpinan adaptif merupakan sebuah pendekatan kepemimpinan yang pemimpin untuk menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, tantangan, serta berbagai kondisi atau situasi yang dihadapi organisasi maupun kelompok. Pemimpin adaptif tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah teknis yang sudah jelas jawabannya, tetapi juga pada masalah adaptif yang membutuhkan perubahan pola pikir, nilai, dan perilaku dari seluruh anggota organisasi. Gaya kepemimpinan harus adaptif dan sesuai dengan situasi dan kondisi organisasi, termasuk dalam konteks pendidikan yang penguasaan teknologi dan penguatan nilai P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 karakter (Hidayatulloh, 2. Dalam kajian tentang kepemimpinan adaptif, model pendidikan modern memberikan banyak contoh kepemimpinan yang responsif dan fleksibel (Istianatul Imamah, 2. Dalam kajian tentang kepemimpinan adaptif, model pendidikan modern umumnya memberikan banyak contoh praktik kepemimpinan yang responsif dan fleksibel dalam menghadapi perkembangan zaman. Seorang pemimpin pendidikan yang adaptif berusaha menciptakan lingkungan sekolah yang Hal ini dapat terlihat dari kemampuan para pemimpin pendidikan untuk menyeimbangkan pemanfaatan teknologi dengan penguatan nilai-nilai pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik, menghargai perbedaan, dan mendorong kerja sama antar warga Seorang pemimpin seharusnya tidak terpaku pada aturan yang kaku, tetapi juga mampu memahami situasi, mengambil keputusan dengan cepat dan tepat, serta memberi kesempatan untuk munculnya ide-ide baru. Dengan cara ini, generasi yang siap menghadapi tantangan global, namun tetap berpegang pada nilai moral dan budaya. Meskipun efisien menimbulkan dampak negatif. Perlu diketahui bahwa kepemimpinan adaptif bisa menjadi pedang bermata dua, di satu sisi mendorong inovasi dan ketangguhan organisasi, tetapi di sisi lain menimbulkan resistensi, dan tekanan besar pada pemimpin maupun anggota. Film merupakan media komunikasi berbentuk audio-visual yang digunakan untuk menyampaikan pesan kepada sekelompok audiens (Mahendra, 2. Film dapat menggambarkan berbagai gaya kepemimpinan dan dampaknya terhadap pengikut serta lingkungan DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Gaya kepemimpinan dalam film tidak hanya tentang bagaimana seorang karakter mengatur atau mengarahkan orang lain, tetapi juga tentang bagaimana mereka keputusan sulit, dan mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Banyak skema film yang berhubungan kepemimpinan dilaksanakan dengan tujuan menciptakan kualitas Peningkatan kualitas kepemimpinan dalam industri Hal ini mendorong adanya fokus pada penguatan kepemimpinan di sektor tersebut, yang didukung oleh ketersediaan sumber daya serta komitmen politik. Pada dasarnya, kepemimpinan merupakan fenomena yang bersifat kontekstual, selalu berkembang, berubah, dan Dalam istilah yang paling didefinisikan sebagai peran yang diisi oleh seorang individu dengan kapasitas untuk memengaruhi arah orang lain, dan juga seorang pemimpin tersebut memiliki peran sentral dan strategis dalam (Pamungkas, 2. Film Mencuri Raden Saleh memiliki garis besar cerita tentang Bernama Piko membentuk dan memimpin dengan gaya kepemimpinan secara adaptif pada komunitas pemuda dimana sedang merencanakan untuk mencuri lukisan karya Raden Saleh untuk dijual dan membebaskan ayahnya dari penjara secara tidak adil. Film ini jika dikaitkan dengan teori kepemimpinan tentunya akan sangat berkesinambungan karena Piko pembentukan kelompok ini tidak hanya untuk mencapai tujuan pribadi Piko, tetapi juga sebagai bentuk solidaritas dan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial dan politik yang ada. Penelitian ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. Berkelanjutan (SDG. , khususnya SDGs 10 yaitu yang berisi tentang kesenjangan sosial pada isi film tersebut serta pemberdayaan kelompok-kelompok yang rentan dan pengurangan ketidaksetaraan dalam pendapatan. Film ini juga berkesinambungan dengan SDGs 16 yaitu yang berisi tentang masyarakat yang damai, menyediakan akses terhadap keadilan untuk semua. Begitu juga dengan akhir film Mencuri Raden Saleh menggambarkan semangat SDGs 16 karena menunjukkan perjuangan melawan Walaupun diwujudkan lewat aksi pencurian, film ini menyampaikan pesan bahwa hukum harus ditegakkan secara adil dan lembaga negara harus bersih serta transparan. Dengan cara itu, film ini menjadi kritik sosial yang menekankan bahwa keadilan hanya dapat tercapai jika negara dijalankan secara jujur, kuat, dan benar-benar berpihak pada LANDASAN TEORI Manajemen Manajemen merupakan suatu pengarahan, dan pengendalian pekerjaan anggota organisasi, serta pemanfaatan seluruh sumber daya yang ada dalam organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Berikut ini dipaparkan beberapa definisi manajemen menurut para ahli dalam bentuk poin-poin, yaitu : Management is the ability to clearly define what needs to be done and ensure it is carried out in the most efficient and cost-effective way (Manajemen menentukan dengan jelas apa yang ingin dicapai dan memastikan hal tersebut terlaksana dengan cara yang paling efisien serta hemat biay. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 Management is the process of accomplishing tasks through the efforts of others (Manajemen merupakan proses menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lai. Management is the practice of determining what has to be done and accomplishing this goal in the best fashion through other people (Manajemen merupakan praktik menentukan apa yang harus dilakukan dan mencapai tujuan ini dengan cara terbaik melalui orang lai. Management is a specific process that involves planning, organizing, directing, and controlling, carried out to achieve predetermined objectives through the utilization of people and other resources (Manajemen merupakan suatu proses khas yang mencakup perencanaan, pengendalian, yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia maupun sumber daya lainny. Management is the skill of accomplishing tasks by utilizing the efforts of other people (Manajemen merupakan kemampuan untuk mencapai suatu tujuan dengan memanfaatkan usaha orang lai. Management can be defined as both an art and a science that involves planning, organizing, and directing human efforts to control natural forces and make use of natural resources for the of humanity (Manajemen merupakan seni sekaligus ilmu dalam merancang, mengatur, dan mengarahkan upaya manusia yang ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kepentingan manusi. Management is the coordination of production to meet the objectives of organization (Manajemen merupakan koordinasi produksi untuk mencapai tujuan organisas. Berdasarkan sebelumnya, dapat dirumuskan pengertian P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 yang lebih menekankan pada aspek ilmu dan seni sebagaimana dikembangkan oleh Manajemen merupakan seni sekaligus ilmu dalam merencanakan, karyawan, memberikan arahan, serta mengawasi pemanfaatan sumber daya, khususnya sumber daya manusia, yang berguna untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya (Suprihanto. Organisasi dan Tujuan Organisasi Organisasi dapat diartikan sebagai suatu susunan atau struktur yang terutama berkaitan dengan penempatan karyawan beserta garis wewenang dan tanggung jawab di dalam keseluruhan sistem Struktur tersebut menentukan bentuk serta karakter organisasi secara Organisasi juga dipandang sebagai sebuah kesatuan sosial yang secara teratur bekerja untuk mencapai tujuan tertentu dengan batasan yang jelas dan dapat dikenali (Mahardika et al. Pengorganisasian melalui proses pengelompokan dan pembagian aktivitas guna mencapai tujuan yang diharapkan organisasi, di mana melalui pengorganisasian tersebut tugas serta tanggung jawab anggota dapat terstruktur dengan baik. Selain itu, pengorganisasian juga dipahami sebagai salah satu fungsi dasar manajemen yang dilakukan untuk mengatur berbagai sumber daya yang dibutuhkan. Fungsi pengorganisasian guna menetapkan cara memilah pekerjaan yang dapat dikelola dengan baik. Organisasi ini biasanya dibentuk dengan beberapa faktor diantaranya sumber daya manusia atau subjek pelaksanan organisasi, visi atau tujuan yang sama, dan struktur atau pembagian tugas organisasi (Ganis & Ghina. Maka pengorganisasian merupakan proses penting dalam manajemen untuk menyatukan sumber daya manusia (SDM), tujuan organisasi, dan struktur DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. organisasi agar dapat berjalan dengan SDM dipandang sebagai aset utama untuk menentukan keberhasilan organisasi, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara efektif. Tujuan organisasi berfungsi sebagai arah dan sedangkan struktur organisasi menjadi kerangka yang mengatur peran, tanggung jawab, dan hubungan kerja antar individu. Dengan keterpaduan ketiga aspek ini, organisasi mampu berjalan lebih efisien, adaptif, serta mampu menghadapi tantangan internal maupun eksternal. Kepemimpinan Kepemimpinan merupakan aktivitas mempengaruhi orang-orang agar mau bekerjasama untuk mencapai beberapa tujuan yang mereka inginkan. Pemimpin merupakan seorang pribadi yang memiliki kecakapan kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan (Ariefah Sundari et al. , 2. Maka dari itu, kepemimpinan merupakan mempengaruhi dan mengarahkan orang lain agar bersedia bekerja sama mencapai tujuan bersama. Seorang pemimpin menggunakan keahlian atau kelebihan yang dimilikinya untuk memotivasi dan sehingga setiap orang dapat berperan secara efektif dalam mencapai tujuan yang sama. Artinya, kepemimpinan bukan hanya soal memerintah, tetapi lebih pada memberi teladan, serta menciptakan kerja sama yang harmonis di antara individu yang dipimpinnya. Ragam Gaya Kepemimpinan 1 Kepemimpinan Otoriter (Authoritarian Leadershi. Kepemimpinan otoriter merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin mengambil keputusan secara sepihak Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. tanpa melibatkan bawahan dalam Gaya ini biasanya digunakan dalam kondisi krisis atau darurat yang menuntut keputusan cepat dan tegas (Gaol, 2. C Kelebihan: Cepat dan efektif dalam pengambilan keputusan. C Kelemahan: Bawahan kurang kreatif karena terjadinya motivasi dan apresiasi yang kurang diberikan oleh pemimpin. C Contoh: Seorang kepala rumah sakit yang menghadapi situasi darurat ketika terjadi bencana besar langsung memutuskan prosedur evakuasi pasien tanpa berkonsultasi panjang dengan 2 Kepemimpinan Demokratis (Democratic Leadershi. Kepemimpinan demokratis merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin selalu melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya ini menekankan adanya komunikasi dua arah yang terbuka, sehingga setiap anggota dapat menyampaikan ide, pendapat, maupun kritik secara leluasa (Djunaedi & Gunawan, 2. C Kelebihan: Menumbuhkan partisipasi aktif, kreativitas, dan rasa memiliki terhadap C Kelemahan: Proses keputusan lebih lambat karena menunggu pendapat dan masukan dari anggota lain C Contoh: Seorang kepala sekolah yang mengajak guru dan komite sekolah berdiskusi bersama untuk menentukan program peningkatan mutu pembelajaran. 3 Kepemimpinan Laissez-Faire Kepemimpinan laissez-faire merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin memberikan kebebasan penuh kepada bawahan untuk bekerja dan mengambil Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 keputusan sesuai dengan cara mereka sendiri (Lusiana, 2. C Kelebihan: Meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab individu serta mendorong munculnya ide-ide kreatif C Kelemahan: Berisiko menimbulkan kekacauan jika tim tidak disiplin dan tidak bisa bekerja secara mandiri. C Contoh: Seorang manajer perusahaan desain grafis yang membiarkan tim kreatifnya merancang konsep iklan sesuai imajinasi mereka tanpa memberikan instruksi yang 4 Kepemimpinan Transformasional (Transformational Leadershi. Kepemimpinan transformasional merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin memberikan inspirasi, visi, dan motivasi yang kuat kepada para Fokus utama gaya ini merupakan menciptakan perubahan positif serta mendorong pengembangan diri setiap anggota tim (Angelia & Astiti. C Kelebihan: Menciptakan inovasi, semangat tinggi, dan loyalitas. C Kelemahan: Membutuhkan pemimpin yang benar-benar visioner, konsisten dan mampu menjaga kepercayaan anggota. C Contoh: Seorang kepala sekolah yang memperkenalkan program green school dengan visi menciptakan lingkungan belajar yang ramah alam. 5 Kepemimpinan Situasional (Situational Leadershi. Kepemimpinan situasional merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin menyesuaikan cara memimpin dengan kondisi serta kebutuhan tim yang Gaya ini bersifat fleksibel, sehingga dalam keadaan tertentu pemimpin bisa bersikap otoriter, sementara pada situasi lain ia dapat P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 bersikap demokratis dengan melibatkan bawahan (Aisyah & Takdir, 2. C Kelebihan: Adaptif dan responsive sehingga lebih relevan dengan berbagai dinamika organisasi C Kelemahan: Membutuhkan kemampuan pemimpin dalam menganalisis yang baik agar tidak salah dalam menilai situasi. C Contoh: Seorang manajer proyek Ketika terjadi darurat di lapangan, misalnya kecelakaan kerja, ia segera mengambil keputusan tegas tanpa meminta pendapat bawahan demi keselamatan semua orang. Kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan yang banyak kepemimpinan demokratis, yaitu gaya yang mendorong keterlibatan karyawan dalam proses pengambilan keputusan serta menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka. Berbagai penelitian sebelumnya juga telah membahas mengenai gaya kepemimpinan demokratis Berikut merupakan pengertian mengenai gaya kepemimpinan demokratis menurut beberapa ahli yang sudah dipadukan menjadi poin-poin sebagai Saputra et al. melakukan penelitian yang menemukan bahwa peningkatan kreativitas serta perubahan pada pimpinan maupun bawahan dapat tercapai melalui penguatan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah ke arah yang lebih baik. Penelitian yang dilakukan oleh Suparyanto Rosad menunjukkan bahwa pemimpin dengan gaya demokratis memiliki kemampuan untuk memberikan inspirasi serta memengaruhi karyawannya. Melalui kepemimpinan demokratis, karyawan menjadi lebih percaya, loyal, dan menghormati atasannya. Hasil penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. demokratis cenderung berfokus pada membangun pola hubungan yang Kepemimpinan demokratis merupakan gaya kepemimpinan di mana pemimpin selalu melibatkan bawahan dalam proses pengambilan keputusan. Gaya ini menekankan adanya komunikasi dua arah yang terbuka, sehingga setiap anggota dapat menyampaikan ide, pendapat, maupun kritik secara leluasa (Djunaedi & Gunawan, 2. Kepemimpinan atau leadership dapat dipahami sebagai suatu proses sosial di mana seseorang secara sengaja memengaruhi orang lain untuk mengatur perilaku serta hubungan Seorang pemimpin merupakan individu yang menggunakan wewenang bertanggung jawab atas pekerjaan orang tersebut dalam mencapaikan suatu tujuan (Rachmadhani & Manafe, 2. Maka dari itu gaya kepemimpinan ini memiliki kelebihan dan kekurangan masingmasing. Salah satu dari kelebihan kepemimpinan demokratis merupakan mampu menumbuhkan partisipasi aktif, menciptakan rasa memiliki terhadap Namun, terletak pada proses pengambilan keputusan yang biasanya lebih lambat berbagai masukan dari anggota. Teori Pengambilan Keputusan Teori merupakan suatu kerangka konseptual yang menjelaskan bagaimana individu atau kelompok memilih antara beberapa alternatif atau tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Teori ini mempelajari proses mental, strategi, dan faktor-faktor yang memengaruhi pilihan, termasuk konsekuensi, nilai, preferensi, dan tekanan situasional. Kajian tentang teori Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pengambilan keputusan akan terasa kurang utuh apabila tidak memahami tujuan maupun harapan dari penyusunan teori tersebut. Beberapa asumsi pokok serta berbagai konsep menjadi dasar bagi keputusan (Syaekhu, 2. Tujuan utama dari dikembangkannya teori pengambilan keputusan merupakan untuk memberikan kontribusi dalam mewujudkan harapan secara lebih efektif. Tujuan tersebut juga dapat dianggap sebagai salah satu asumsi dasar dalam lahirnya teori pengambilan keputusan. Teori pengambilan keputusan bertujuan untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul di kemudian hari dalam proses pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, setiap teori pengambilan keputusan selalu didasarkan pada asumsi. Asumsi tersebut disusun untuk mempermudah dan menyederhanakan berbagai kesulitan yang mungkin timbul. Demikian pula, dalam teori pengambilan keputusan, landasan filosofis, konsep, serta proposisi yang menjadi dasar terbentuknya teori tersebut (Pasolong, 2. subjek secara menyeluruh dan kontekstual (Sartika, 2. Objek dari penelitian ini terpaku pada film yang berjudul AuMencuri Raden SalehAy yang berkaitan dengan karakter Piko sebagai pemimpin dalam film ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan interaksi dengan karakter lain. Peneliti menyeluruh dengan fokus khusus pada adegan-adegan dimana Piko terlibat secara langsung dalam pengambilan keputusan, interaksi dengan anggota Melalui observasi, peneliti dapat mengidentifikasi perilaku, interaksi, dan keputusan yang diambil oleh karakter pemimpin, yang kemudian dikaitkan dengan teori kepemimpinan. Metode ini efektif dalam penelitian film Mencuri Raden Saleh untuk menyajikan analisis yang rinci, kontekstual, dan mendalam mengenai gaya kepemimpinan Piko, interaksi kelompok, dan pengambilan keputusan dalam cerita film (Sholikhah. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan merupakan deskriptif kualitatif, yaitu metode penelitian yang berupaya memaparkan atau mendeskripsikan objek yang diteliti sesuai dengan fakta yang ditemukan di lapangan. Metode ini fenomena, perilaku, atau peristiwa sebagaimana adanya, tanpa melakukan pengukuran kuantitatif. Tujuan dari penelitian deskriptif kualitatif merupakan untuk memberikan gambaran yang utuh dan jelas mengenai objek penelitian, sehingga pembaca dapat memahami kondisi, interaksi, serta karakteristik Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Setelah menelaah film dan memahami alur cerita dengan seksama, beberapa hasil telah ditemukan dan akan dijelaskan secara deskriptif pada bab ini. Film Mencuri Raden Saleh garis besar cerita tentang seseorang Bernama Piko yang membentuk dan memimpin kelompoknya yang telah terbentuk karena memiliki tujuan yang sama yaitu mendapatkan uang dengan jumlah yang besar. Aksi ini membuat Pico dan rekannya sebagai pemuda ikut terjun dalam konflik karena telah di jebak oleh mantan presidennya yang bernama Permadi. Tentunya pencurian ini tidak berjalan mulus karena Piko dan rekannya sama sekali tidak memiliki pengalaman dalam mencuri sehingga membuatnya gagal dalam P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 rencana awalnya dan membuat salah satu rekan yang bernama tuktuk berhasil tertangkap polisi. Setelah terjadinya kegagalan pada rencana pertama, tuktuk berhasil tidak membocorkan identitas rekan rekannya dan berhasil kabur dari jeruji besi. Piko sebagai pemimpin dari kelompok itu dan juga melakukan strategi penghianatan dan pembalasan dendam kepada mantan presidennya dengan menyusupkan anak kelompoknya ke dalam acara yang bertempat di lokasi mantan pesidennya tinggal sehingga berhasil mencapai tujuannya. Karakter Piko dalam film AuMencuri Raden SalehAy merupakan sosok yang tenang dan bijak dalam mengambil keputusan serta belajar dari kesalahannya di masa lampau. Secara fisik. Piko diperlihatkan sebagai pria yang berpenampilan seperti mahasiswa dengan rambut panjang dan gelap serta memakai Postur tubuh Piko tidak begitu besar seperti anak mahasiswa seni pada postur tubuh arok sangat gagah dan kuat, yang mencerminkan kekuasaan dan ketegasan. Dalam beberapa scene awal, misalnya pada menit ke-42:26. Piko terlihat berhadapan dengan rekannya disertai pandangan tajam dan gestur tangan yang mendominasi, menunjukkan bahwa Karakter Piko tidak hanya mengandalkan pemikirannya sendiri, akan tetapi juga mendengarkan masukan dari rekan rekannya untuk menentukan menimbulkan konflik. Gambar 1. Piko yang memimpin rapat saat menyusun rencana dalam sebuah video Pada Piko mencerminkan pemimpin dengan gaya DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. pimpinan demokratis yang selalu mendengarkan masukan atau saran dari rekan rekannya. Gaya bicaranya santai dan tetap dalam kondisi kepala dingin serta menyetarakan posisinya sebagai pemimpin untuk mencegah terjadinya konflik dalam memutuskan rencana seperti apa yang akan dilakukan oleh Piko dan rekan rekannya. Sikapnya yang santai, tenang, serta tetap berkepala dingin menunjukkan bahwa dia merupakan pemimpin yang mampu mengendalikan emosi dan situasi, sehingga rekanrekannya merasa dirinya dihargai dan nyaman untuk menyampaikan pendapat. Hal ini terlihat bahwa Piko tidak menempatkan dirinya lebih tinggi dari rekan-rekannya, melainkan berusaha pemimpin agar tercipta rasa saling menghormati dan menghindari konflik internal maupun personal. Gambar 1. Piko yang menyuruh rekannya untuk membatalkan rencana pertama Pada menit 74:24 terjadi konflik serius saat melakukan rencana pertama mereka sehingga terjadi kegagalan dan saat itu Piko mengambil alih komando untuk membatalkan semua aksi rekan rekannya dan menyelamatkan diri masing-masing karena terlalu berisiko untuk mereka yang harus berhadapan langsung dari kejaran Oleh karena itu Piko menunjukan demokratis karena Piko tidak hanya fokus pada tujuan utama, akan tetapi tetap memikirkan keselamatan rekan-rekannya. Tindakan tersebut mencerminkan bahwa Piko Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. kepemimpinan secara demokratis dengan cara lebih mementingkan keselamatan rekan-rekannya, tidak hanya fokus terhadap hasil atau tujuannya, serta menjunjung tinggi rasa tanggung jawab terhadap rekan-rekannya. Gambar 4. Piko yang menyusun rencana Cadangan Gambar 3. Piko yang menyusun rencana untuk balas dendam karena telah ditipu Ucup : AuKita harus memikirkan bagaimana caranya supaya kita bisa berhasil mengambil kembali lukisan raden salehAy Gofar : AuGua setuju, gabisa terima gua diperlakuin selayaknya maling yang padahal kita sudah ngelakuin apa yang mereka mauAy Tuktuk : AuKali ini gua dukung elu far, gua juga ga terima sama si mantan presiden gadungan si Permadi Permadi ituAy Piko : AuOke guys, jadi kita harus bisa merencanakan suatu rencana yang benerbener matang untuk rencana pembalasan dendam kali iniAy Piko : AuKita akan buktikan pada si Permadi itu kalau kita juga boleh melawanAy Setelah itu. Piko menunjukan ciri khas sehingga rekan-rekannya mengajukan memutuskan bersama untuk tujuan yang telah disepakati bersama. Dengan cara itu. Piko dan rekan-rekannya akan membuat suatu rencana tersebut tanpa ada keraguan untuk melakukannya dan dengan cara itu juga Piko dan rekan-rekannya mencegah terjadinya konflik internal. Jurnal IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026 Namun dengan gaya kepemimpinan Piko yang seperti ini, beberapa scene dalam film memperlihatkan bahwa banyak anggota yang senang dengan kepemimpinan Piko, dimana ketika Piko melakukan usulan secara mendadak saat sedang melancarkan aksi, saat itu Ucup yang sedang bersama Piko terpikirkan untuk membuat rencana cadangan dengan belajar dari kesalahan di masa lalu, ini menandakan bahwa ada sisi positif yang didapat dari gaya kepemimpinan demokratis Piko untuk mengambil keputusan dengan kepala yang dingin dan matang serta bertanggung jawab dengan risiko yang telah diambil Pembahasan Karakter Piko dalam film "Mencuri Raden Saleh" menunjukkan ciri khas dari kepemimpinan demokratis. Dimana salah satu buktinya ada pada sifatnya yang mengambil keputusan secara musyawarah dan menegakkan keputusan bersama dengan kelompoknya. Ini sejalan dengan definisi utama dari kepemimpinan demokratis dimana sang pemimpin keputusan memberi ruang masukan, bermusyawarah serta pertukaran pendapat sehingga semua anggota dari pemimpin dengan gaya ini harus ikut serta tanpa pembangkangan (Sanjani, 2. Gaya kepemimpinan ini menekankan partisipasi aktif dari para pengikut dalam proses pengambilan keputusan, mendorong P-ISSN : 2654-4946 E-ISSN : 2654-7538 kepercayaan dan komunikasi yang sehat (Rachmadhani & Manafe, 2. Dalam film. Piko menggunakan strategi ini untuk memastikan keberhasilan untuk mencapai tujuan, menggaris bawahi karakteristik demokratis untuk menciptakan suasana terbuka dan saling berpendapat. KESIMPULAN Penelitian ini telah mengungkapkan temuan bahwa karakter Piko dalam film "Mencuri Raden Saleh" merepresentasikan gaya kepemimpinan demokratis. Melalui eksplorasi karakteristik fisik, perilaku, dan interaksi Piko dengan rekan-rekannya, jelas Piko kepemimpinan yang terbuka dan bertanggung Piko sering mengambil keputusan dengan melibatkan rekan-rekannya dan menggunakan musyawarah dalam mengambil keputusan, menunjukkan ciri khas pemimpin demokratis seperti yang dijelaskan dalam literatur kepemimpinan. Gaya kepemimpinan Piko memiliki kontribusi besar terhadap dinamika kelompoknya. Meskipun gaya ini berhasil menciptakan kekompakan dan keterbukaan dalam berpendapat, ia juga menimbulkan ketidaknyamanan di antara beberapa rekan-rekannya, yang akhirnya dapat mengurangi kinerja dalam berpendapat. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kepemimpinan demokratis bisa efektif dalam situasi tertentu, penggunaan berlebihan dapat interpersonal dan kinerja kelompok secara Rencana Piko untuk menjalankan aksinya, yang didorong oleh ambisi pribadi dan dendam, juga menggarisbawahi bagaimana tujuan pemimpin dapat membentuk gaya kepemimpinan mereka. Dalam kasus Piko, keputusan yangdisepakati oleh 2 orang saja dengan cara langsung saat sedang melakukan tahapan dalam rencana mereka, menyoroti bahaya dari kepemimpinan yang bersifat mendadak itu, akan tetapi Piko selalu mengutamakan keselamatan rekan-rekannya selain dari hasil tujuan utama mereka. Kesimpulannya, representasi Piko dalam film DOI: https://doi. org/10. 37817/ikraith-ekonomika. ini tidak hanya memperlihatkan dampak dari kepemimpinan demokratis tetapi juga kepemimpinan yang bertanggung jawab dan bersifat terbuka. DAFTAR PUSTAKA