26 Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Edupreneurship Guru Honorer SD Se-Kecamatan Makale. Tana Toraja Trivena1. Reni Lolotandung2. Juprianus Rusman3 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Kristen Indonesia Toraja 1,2 Teknik Informatika. Universitas Kristen Indonesia Toraja3 Email : trivena@ukitoraja. Abstrak. Pelatihan dan bimbingan dalam pembuatan LKS berbasis digital bertujuan untuk melihat kemampuan edupreneurship guru dan peningkatan pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengadopsi metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan serangkaian Siklus pertama, dikenal sebagai KUPAR (Know. Understanding. Plan. Action, dan Reflectio. Evaluasi data dilakukan sebelum dan setelah pelatihan dengan menggunakan kuesioner online yang disebarkan kepada Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa pemahaman dan keterampilan guru terkait edupreneurship dan pembuatan LKS Digital dengan menggunakan aplikasi Canva dan Wizer. Me mengalami peningkatan sebelum dan setelah pelatihan. Mayoritas peserta sudah memiliki pengetahuan tentang Canva sebelum pelatihan, namun setelah pelatihan dan bimbingan, mereka mampu meningkatkan nilai desain LKS Digital mereka, menjadikannya lebih menarik dan bernilai. Sebelumnya, guru hanya merancang LKS Digital berdasarkan kebutuhan siswa dan karakteristik materi, namun setelah pelatihan, hasilnya jauh lebih menarik dan memiliki nilai tambah. Sehubungan dengan pengenalan dan penggunaan situs web Wizer. Me, sebelum pelatihan, guru sama sekali tidak familiar dengan platform tersebut. Namun setelah pelatihan, pengetahuan dan kemampuan guru dalam menggunakan Wizer. Me meningkat hingga mencapai 82%, meskipun beberapa peserta masih perlu mengoptimalkan fitur-fitur yang tersedia di Wizer. Me. Dalam hal penerapan LKS Digital dalam pembelajaran, mayoritas guru telah memahami pentingnya menggunakan LKS Digital dalam proses pembelajaran, mencapai tingkat 84%. Kata Kunci: LKS Digital. Edupreneurship. Guru Honorer SD PENDAHULUAN Guru merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pendidikan yang mana memiliki peran yang sangat penting dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas, kompeten dan berakhlak (Lubis, 2. Namun, kesejahteraan guru masih berbanding terbalik dengan tugas dan peran guru yang harus diemban dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya pada guru-guru honorer (Aisyah & Chisol, 2. Meskipun berstatus sebagai honorer, tidak mempengaruhi kinerja dan motivasi guru honorer dalam melaksanakan proses pembelajaran (Hariwibowo et al. , 2015. Ikbal et al. , 2. Berdasarkan observasi awal di 8 . Sekolah Dasar Negeri (SDN), khususnya di Kecamatan Makale. Kabupaten Tana Toraja masih terdapat 2-3 guru yang berstatus sebagai honorer, bahkan ada yang sudah 5 tahun sebagai honorer di sekolah. Tentu saja fasilitas yang diperoleh guru honor tidak sama dengan guru tetap atau yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), namun pada kenyataannya beban pekerjaan dan tanggungan guru honorer di sekolah sama besarnya (Apriliyani & Meilani, 2. Selain itu, keterampilan guru yang terbatas, membuat guru kesulitan mencari pekerjaan sampingan di luar untuk mendapatkan income yang lain demi memenuhi kebutuhan sehari-hari (Wahyudin. Lembar Kerja Siswa (LKS) merupakan salah satu bahan ajar yang tidak bisa dilepaskan dari proses belajar mengajar di kelas (Haifaturrahmah et al. , 2. LKS atau worksheet merupakan lembaran yang berisi ringkasan materi dan tugas atau latihan yang harus dikerjakan oleh siswa untuk mengetahui ketercapaian tujuan atau indikator pembelajaran dan membantu siswa dalam belajar (Ekantini & Wilujeng, 2018. Laksana et al. , 2. LKS terdiri dari 2 jenis yaitu LKS eksperimen dan LKS noneksperimen (Muslihat, 2. LKS eksperimen merupakan LKS yang digunakan oleh siswa melakukan sebuah praktikum dalam mata pelajaran IPA atau sains, dan paling kurang memuat judul, tujuan pembelajaran, alat/bahan percobaan, langkah kerja, pertanyaan terbimbing, dan penarikan kesimpulan percobaan (Ali, 2. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Sedangkan LKS non-eksperimen merupakan LKS yang hanya berisi judul, indikator pembelajaran, ringkasan materi serta tugas atau latihan berupa soal-soal yang harus dikerjakan oleh siswa (Assagaf, 2. LKS non eksperimen biasanya tidak dibuat oleh guru melainkan dari penerbit yang sudah menyediakan LKS untuk 1 semester dalam bentuk buku yang kemudian dijual kepada siswa dan dijadikan sebagai tugas dan latihan yang harus dikerjakan oleh siswa setiap selesai 1 atau 2 Kompetensi Dasar (KD) atau materi Dalam kegiatan pengabdian ini, pelaksana akan melatih dan membina guru honorer dalam pembuatan LKS non eksperimen berbasis digital, sehingga LKS tidak lagi diperoleh dari penerbit tetapi langsung dari guru atau pihak sekolah. LKS yang dibuat oleh guru akan berbeda dengan LKS yang dicetak oleh Hal ini dikarenakan. LKS yang dibuat oleh guru akan disesuaikan dengan karakteristik materi ajar, taksonomi pengetahuan siswa, karakteristik siswa SD dan karakteristik bahan ajar berbasis digital. LKS berbasis digital akan memiliki tampilan yang lebih menarik dibandingkan LKS cetak karena tidak hanya berisi teks tetapi juga dilengkapi dengan gambar, audio penjelasan guru, video pembelajaran, dan link pembelajaran (Taufiqurrohman et al. , 2. Sehingga LKS ini nantinya diharapkan dapat membantu siswa lebih aktif dan meningkatkan minatnya dalam belajar serta meminimalisir peran guru dalam proses belajar mengajar (Palupi et al. Selain itu. LKS berbasis digital ini dapat diakses oleh siswa baik di sekolah maupun di smartphone atau perangkat lain yang mendukung program Portable Document Format (PDF), sehingga diharapkan dapat menunjang efektivitas pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa (Serth et al. , 2. Pelatihan dan pendampingan LKS berbasis digital ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesejahteraan guru honorer melalui Edupreneurship merupakan titik temu atau koneksi yang mempertemukan antara Pendidikan . (Afifandasari & Subiyantoro. Melalui edupreneurship diharapkan dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas dan memiliki keterampilan yang mumpuni di bidangnya tetapi juga memiliki kemandirian dan semangat dalam memsuki lapangan kerja atau bahkan menciptakan lapangan kerja yang baru (Muthmainnah et al. , 2. Untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur siswa, tentu saja tidak lepas dari peran guru. Oleh karena itu, guru perlu memahami tentang edupreneurship dan bahkan dapat mempraktekkan terlebih dahulu sebelum menanamkan kepada siswa. Selain itu, pemikiran wirausaha yaitu memanfaatkan setiap kesulitan menjadi sebuah peluang untuk memperoleh profit atau keuntungan dapat diterapkan dalam menghadapi situasi guru honorer saat ini (Rosmiati et al. , 2. Peluang pendidikan yang dapat dimanfaatkan oleh guru saat ini adalah pengembangan atau pembuatan media atau bahan ajar berbasis digital (Bashith et , 2. Pada dasarnya, guru sudah menggunakan media atau bahan ajar dalam proses belajar mengajar. Namun, media, bahan ajar ataupun alat peraga yang digunakan masih merupakan produk yang diperoleh dari perusahaan- perusahaan atau yang dibuat oleh guru tetapi tidak memiliki nilai komoditas. Sehingga meningkatkan kualitas media pembelajaran yang digunakan oleh guru khususnya pada bahan ajar berupa LKS yang paling sering digunakan oleh siswa dalam proses belajar mengajar. Kecamatan Makale merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Tana Toraja dengan luas wilayah 39,75 km2 yang merupakan Ibukota Kabupaten. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tana Toraja Tahun 2023, jumlah sekolah dasar di Kecamatan Makale yaitu sebanyak 16 sekolah dasar yang terdiri dari 13 SD negeri dan 3 SD swasta , dimana 7 sekolah terakreditasi A dan 8 sekolah lainnya terakreditasi Total guru di SD se-kecamatan Makale sebanyak 217 guru. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan oleh mahasiswa PGSD UKI Toraja yang sedang melaksanakan MBKM Mandiri berupa program Asistensi Mengajar di masingmasing SD tersebut di atas, diperoleh data mengenai jumlah guru honorer sebanyak 60 Selain mendata jumlah guru honorer, mahasiswa juga melakukan wawancara dengan salah satu guru honorer di SDN 8 Makale. Dari hasil wawancara tersebut diperoleh bahwa gaji yang diperoleh dirasa belum cukup untuk Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . memenuhi kebutuhan sehari-hari terutama bagi guru yang sudah berkeluarga jika dibandingkan dengan tugas dan tanggung jawab sehari-hari di Berdasarkan observasi awal juga ditemukan bahwa dari 60 guru honorer di SD sekecamatan Makale hanya 2 orang yang memiliki pekerjaan sampingan berupa usaha serabutan. Selain itu, guru honorer tersebut rata-rata berada pada usia 23-35 tahun, yang mana merupakan usia produktif yang sangat memungkinkan untuk memiliki pekerjaan sampingan di luar pekerjaan sebagai guru SD. Oleh karena itu, pelaksana PKM ini memilih sasaran kegiatan di SD se-Kecamatan Makale karena dianggap dapat mengikuti kegiatan pendampingan dan pelatihan pembuatan media pembelajaran berbasis digital selama kurang lebih 8 bulan ke depan. Dari analisis kebutuhan dan permasalahan mitra di atas, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru- guru honorer khususnya di SD seKecamatan Makale. Kabupatan Tana Toraja, dalam rangka meningkatkan kemampuan edupreneurship terutama dalam pembuatan LKS berbasis digital yang diharapkan memiliki nilai komoditas untuk menambah income guru honorer dalam mendukung keseimbangan beban kerja dan kesejahteraan guru-guru honorer di SD seKecamatan Makale. METODE PELAKSANAAN Penyelesaian masalah mitra dilaksanakan dengan memberikan pelatihan/workshop kepada guru honorer SD se-Kecamatan Makale. Pelatihan dilaksanakan di Kampus 1 UKI Toraja. Kecamatan Makale, dengan mempertimbangkan lokasi sekolah mitra yang tidak terlalu jauh dari lokasi pelatihan. Pelatihan yang dilaksanakan dihadiri oleh 30 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode ini melibatkan pelaksana dan mitra dalam hal ini masyarakat sekolah yang bekerja bersama permasalahan mitra (Amaya & Yeates, 2. Seperti metode penelitian tindakan lainnya, tahapan metode PAR juga merupakan sebuah siklus (Kemmis et al. , 2. Adapun tahapan metode PAR yang dikembangkan dalam masyarakat ini dapat dilihat pada gambar 1 Gambar 1. Siklus PAR Berdasarkan gambar 1, tahapan dalam kegiatan ini berupa siklus dimana siklus 1 terdiri tahapan KUPAR (Know. Understanding. Plan. Action dan Reflectio. Berikut diuraikan kegiatan yang akan dilakukan oleh pelaksana dan mitra pada masing-masing tahapan: To Know Pada tahapan ini, pelaksana melakukan identifikasi berdasarkan pandangan subyektifnya terhadap mitra dalam hal ini guru honorer di sekolah dasar untuk mengetahui seberapa dalam permasalahan yang dihadapi oleh mitra dengan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . menerapkan analisis SWOT (Strength. Weakness. Opportunities. Threat. To Understanding Proses atau tahapan selanjutnya adalah pelaksana bersama-sama dengan mitra berdiskusi dalam bentuk forum group discussion . untuk mengidentifikasi lebih dalam permasalahan guru honorer di sekolah dasar dan bersama-sama memanfaatkan potensi yang dimiliki oleh guru To Plan Setelah mengetahui dan memahami permasalahan mitra, pelaksana merencanakan secara strategis langkah-langkah yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan mitra dalam hal ini guru honorer yaitu dengan mengadakan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Digital untuk Meningkatkan Kemampuan Edupreneurship Guru Honorer SD se-Kecamatan Makale. Tana Toraja. Pada tahapan ini, pelaksana juga merencanakan hari dan tempat pelaksanaan kegiatan, penyusunan materi- materi pelatihan, evaluasi dan rencana tindak lanjut pelaksanaan kegiatan. To Action Pada tahapan ini, pelaksana bersama dengan mitra mengimplementasikan rencana yang telah disusun sebelumnya yaitu pelaksanaan pelatihan dan pendampingan secara tatap muka. To Reflection Kegiatan pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan akan dievaluasi dan direfleksi pelaksanaannya secara daring melalui Grup Whatsapp. HASIL DAN PEMBAHASAN Adapun hasil dan pembahasan terkait pelaksanaan setiap tahapan adalah sebagai Persiapan (To Know. To Understanding and To Pla. Pada tahapan ini pelaksana melakukan observasi awal untuk mengidentifikasi permasalahan di mitra dengan melakukan analisis SWOT berdasarkan pandangan Identifikasi dilakukan untuk mengonfirmasi masalah atau issue yang telah didiskusikan oleh pelaksana yaitu rendahnya kemampuan edupreneurship dan penggunaan teknologi guru honorer SD dalam melaksanakan pembelajaran. Setelah itu dilaksankan forum group discussion . dengan mitra secara daring untuk bersamasama menemukan solusi dari permasalahan Dari hasil fgd disepakati untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada guru honorer untuk pembuatan LKS Digital dengan harapan dapat meningkatkan Kemampuan Edupreneurship Penggunaan teknologi dalam pembelajaran. Selanjutnya, pelaksana mempersiapkan dan merancang pelaksanaan pelatihan yang dimulai dengan mengirimkan surat undangan ke sekolah, membuat flyer, menyusun instrument kuesioner awal dan akhir untuk edupreneurship dan penggunaan LKS Digital guru, mengkaji literatur untuk menentukan materi-materi dalam pelatihan. Adapun materi-materi pelatihan adalah pengertian konsep edupreneurship, pemahaman dasar tentang LKS Digital. Manfaat LKS Digital. Pengenalan Canva dan Wizer. Me serta fiturfiturnya dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Pelaksanaan (To Actio. Kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 1 minggu, dimana hari I dimaksimalkan dengan memberikan materi secara tatap muka dan hari ke 2 sampai ke 7 dilaksanakan secara daring dimana peserta berlatih secara mandiri untuk pembuatan LKS berbasis digital. Kegiatan Hari I dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 09 Oktober Kegiatan dilaksanakan mulai pukul 08. 00 WITA. Pada sesi I Narasumber menjelaskan materi pengantar terkait konsep edupreneurship dan penggunaan LKS Digital, untuk membuka wawasan guru terkait bagaimana menerapkan konsep kewirausahaan dalam dunia pendidikan khususnya dalam pemanfaatan Pada sesi II diperkenalkan aplikasi dan website yang dapat digunakan oleh guru dalam membuat LKS Digital seperti Canva dan Wizer. Me. Dimana aplikasi Canva dapat Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . digunakan oleh guru dalam mendesain LKS Wizer. memungkinkan guru untuk membuat LKS Digital yang sifatnya lebih interaktif. Pada Sesi i, tim pelaksana memberikan simulai dan praktek pelatihan menggunakan fitur aplikasi Canva dan Wizer. Me. Me. Fitur yang ada pada aplikasi Canva, beberapa guru sudah ada yang memahami sehingga dibentuk beberapa kelompok agar memudahkan guru yang lain untuk lebih Narasumber juga menambahkan kelebihan dan kekurangan Canva dalam mendesain LKS Digital. Selain itu, narasumber juga memperkenalkan fitur flip book hyzine agar produk LKS digital memiliki tampilan yang lebih menarik jika dishare menggunakan link kepada Terdapat beberapa langkah-langkah dalam penggunaan aplikasi Canva untuk mendesain LKS Digital: Login pada website https://canva. Membuat akun canva, atau dapat menggunakan akun gmail Klik fitur Create Design untuk membuat desain yang baru dengan memasukkan keyword worksheet (A4 Portrai. Memilih fitur design untuk memilih template yang diinginkan dengan memasukkan keyword jenis worksheet Membuat Identitas dan judul materi/sub materi pada box yang sudah tersedia di template atau menambahkan pada fitur Text Menambahkan elemen-elemen tambahan sesuai kebutuhan pada fitur elements dan Memilih menu share Ie download Ie PDF standar/PDF print untuk menyimpan LKS Digital dalam bentuk PDF Untuk membagikan dalam bentuk link, pilih share Ie more Ie masukkan AuheyzineAy lalu klik selanjutnya klik save. Tunggu beberapa saat klik view in heyzine flipbooks. Setelah itu akan akan diarahkan masuk website heyzine. Setelah itu klik share dan copy link. Silahkan register agar LKS Digital yang dibuat tersimpan dalam akun heyzine. Untuk dibagikan ke siswa menggunakan link, silahkan klik share dan copy link yang tersedia. Gunakan fitur password untuk membatasi publik melihat LKS Digital yang dibuat. Fitur password pada heyzine juga dapat digunakan oleh guru untuk membatasi siapa yang dapat melihat LKS Digital yang telah dibuat, hal ini memungkinkan guru untuk membuat LKS Digital berbayar sehingga konsep edupreneurship dapat diterapkan. Narasumber juga membimbing guru dalam membuat LKS Digital Interaktif menggunakan Wizer. Me dengan langkah-langkah sebagai berikut: Bekerja sebagai Guru Membuat LKS Melihat hasil kerja /preview Membagikan LKS/Sharing/Assign (Via Kelas dan Via Lin. Melakukan Penilaian / Assesmen Bekerja sebagai Siswa Membuka/Join Kelas Wizer. Menjawab Pertanyaan pada LKS Mengumpulkan/Submit LKS yang Telah Dijawab Melihat Hasil Kerja Setelah Diperiksa Guru. Tim pelaksana juga memberikan tugas pelatihan sebagai bentuk bentuk kelanjutan secara daring dari pelatihan ini. Adapun tugas yang diberikan yaitu membuat 1 LKS Digital di Canva dan Wizer. Me. Untuk lebih memahami terkait materi ini, tim juga menyediakan modul yang dapat digunakan oleh guru. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . Gambar 2. Kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Evaluasi dan Tindak Lanjut (To Reflectio. Pada kegiatan pengabdian ini, pelaksana melaksanakan evaluasi di awal dan akhir pelaksanaan untuk melihat beberapa indikator pengetahuan guru terkait pembuatan LKS Digital menggunakan desain Canva dan Wizer. Me. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampyan dan pengetahuan peserta yaitu dengan membagikan kuesioner online berupa google form di awal dan di akhir kegiatan Adapun hasil dari kuesioner tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Kuesioner Indikator Pemahaman dan kemampuan edupreuneurship guru Pemahaman dan kemampuan guru menggunakan Canva Pemahaman dan kemampuan guru menggunakan Wizer. Pembuatan LKS Digital Menggunakan Canva dengan nilai komoditas Pembuatan LKS Digital Menggunakan Wizer. Penerapan LKS Digital dalam Pembelajaran Rata-rata Berdasarkan Tabel 1 di atas, rata-rata pemahaman dan kemampuan guru terkait edupreunership dan pembuatan LKS Digital menggunakan aplikasi Canva dan Wizer. mengalami peningkatan sebelum dan sesudah kegiatan pelatihan dan pendampingan. Sebagian besar peserta sudah mengenal dan memahami penggunaan Canva sebelum dan sesudah pelatihan dan pendampingan meningkat, yaitu dengan menambah nilai komoditas pada desain LKS Digital yang dibuat. Dimana sebelumnya guru mendesain LKS Digital berdasarkan kebutuhan siswa dan karakterisitik materi saja namun pada LKS Digital yang dibuat setelah Awal (%) Akhir (%) 35,83 86,17 pelatihan dan pendampingan jauh lebih menarik dan memiliki nilai komoditas. Dari segi pengenalan dan penggunaan website Wizer. Me, sebelum pelatihan guru sama sekali belum menggunakan, sehingga setelah pelatihan dan pendampingan pengetahuan dan kemampuan guru mencapai 82% meskipun beberapa peserta belum mampu memaksimalkan fitur-fitur yang tersedia dalam Wizer. Me. Sedangkan dalam penerapan LKS Digital dalam pembelajaran, sebagian besar guru sudah memahami pentingnya penerapan dan penggunaan LKS Digital dalam pembelajaran yaitu sebesar 84%. Hasil analisa kuesioner tersebut juga didukung oleh beberapa hasil Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis DigitalA. Jurnal Dedikasi. Vol. No. 1, 2024 . penelitian sejenis yang menunjukkan bahwa pembuatan LKS Digital dapat meningkatkan kemampuan edupreunership guru (Bukhori et al. Istiningsih & Rohman, 2022. Nada & Nuriadin, 2. Beberapa penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa Canva dan Wizer. dapat digunakan sebagai menjadi media pembelajaran berbasis teknologi dalam kelas untuk meningkatkan minat dan keaktifan siswa (Indraswati et al. , 2023. Mayasari et al. , 2023. Rahayu et al. , 2021. Sobri et al. , 2. Beberapa hasil refleksi dari serangkaian kegiatan PkM ini adalah sebagai berikut: Kegiatan edupreneurship melalui pembuatan LKS Digital, meskipun demikian belum ada guru yang langsung menerapkannya. Sehingga tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini dapat dikatakan mencapai tujuan. Antusiasme dan Partisipasi guru honorer di Kecamatan Makale Utara, yaitu 62,5% guru yang memenuhi undangan untuk hadir dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan Materi yang disampaikan cukup menarik karena merupakan sesuatu yang baru bagi guru, terutama menggunakan aplikasi Canva dan Wizer. Me dalam membuat LKS Digital. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pembuatan LKS Digital unutk meningkatkan kemampuan Edupreneurship disambut baik oleh guru karena pembuatan LKS Digital dirasa penting dalam pembelajaran dan juga melihat peluang edupreneurship yang dirasa baru bagi guru. Pihak sekolah juga mengharapkan kegiatan berkelanjutan setiap tahunnya agar bisa menjangkau guru-guru lain yang belum sempat mengikuti kegiatan pelatihan dan pendampingan ini. Dari beberapa komentar guru, penerapan LKS Digital dalam pembelajaran cukup membantu meningkatkan minat dan keaktifan siswa dalam pembelajaran. dilaksanakan oleh Tim Dosen UKI Toraja bagi guru-guru honorer SD se-Kecamatan Makale. Beberapa materi yang disajikan dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan adalah Konsep Edupreneurship. Penggunaan LKS Digital dalam Pembelajaran. Pembuatan LKS Digital menggunakan Desain Canva dan Website Wizer. Me. Hasil pelaksanaan menunjukkan tercapainya indikator pengabdian sebesar 86,17% dimana peningkatan kemampuan edupreneurship guru sebesar 80% dan pembuatan LKS Digital menggunakan Canva dan Wizer. Me masingmasing sebesar 90% dan 82%. Sehingga kegiatan PkM ini dapat dikatakan berhasil meskipun guru belum menerapkan kemampuan edureneurship pemahaman konsep edupreneurship. KESIMPULAN Apriliyani. , & Meilani. Studi kasus sistem kompensasi guru honorer di Indonesia. Jurnal Pendidikan Manajemen Perkantoran, 6. , 177Ae190. https://doi. org/10. 17509/JPM. V6I2. Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Digital Meningkatkan Kemampuan Edupreneurship Guru Honorer SD Se-Kecamatan Makale. Tana Toraja merupakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang DAFTAR PUSTAKA